Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Januari, 2023, pp. Penanaman Nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Nilai Pancasila di SMA Negeri 2 Palembang Widiya Septian Dewi1. Effendi Nawawi2 FKIP Universitas Sriwijaya Email: widiyadewi09@gmail. effendi@fkip. Article History: Received: Januari 2023 Revised: Januari 2023 Accepted: Januari 2023 Keywords: Abstract: Pengamatan observasi ini dilatar belakangi oleh perkembangan Pendidikan saat ini yang mengharuskan guru dapat menanamkan nilai-nilai pancasila dan nilai bhineka tunggal ika kepada peserta didik serta dapat melaksanakan Pembelajaran sesuai dengan pendidikan abad 21 serta dapat membentuk peserta didik berprofil Tujuan observasi untuk mengetahui bagaimana upaya implementasi pendidik di SMA Negeri 2 Palembang dalammenanamkan nilai-nilai pancasila dan nilai bhineka tunggal ika. Metode yang digunakan kualitatif (Qualitative Researc. populasi observasi seluruh peserta didik di SMA Negeri 2 Palembang, sampel yang digunakan pada observasi ini yaitu kelas X5 dan kelas IX IPA 5. Teknik pengumpulan data melalui observasi dengan jenis observasi tak beraturan. Hasil observasi yang di dapatkan yaitu penanaman nilainilai pancasila dan nilai-nilai bhineka tunggal ika di SMA Negeri 2 Palembang dilakukan pada proses pembelajaran, mengadakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan nilai pancasila dan bhineka tunggal ika dan juga pendidik memberikan contoh implementasi nilai-nilai pancasila dan bhineka tunggal ika secara lisan. Nilai-nilai pancasila. nilai-nilai bhinneka tunggal Ika Pendahuluan Negara Indonesia adalah salah satu negara multikultur terbesar di dunia. Kenyataan ini dapat dilihat dari kondisi sosiokultural maupun geografis yang begitu kompleks, beragam, dan luas. AuIndonesia terdiri atas sejumlah besar kelompokkelompok etnis, budaya, agama, danlain-lain yang masing-masing plural . dan sekaligus juga heterogen aneka ragam (Kusumohamidjojo, 2. Sebagai negara yang plural dan heterogen. Indonesia memiliki potensi kekayaan multi etnis, multi kultur, dan multi agama yang semuanya merupakan potensi untuk membangun negara multikultur yang besar Aumultikultural nation-stateAy. Pluralitas dan heterogenitas yang tercermin dari uraian tersebut diikat dalam prinsip persatuan dan Vol. No. Januari, 2023, pp. kesatuan bangsa yang kita kenal dengan semboyan AuBhineka Tunggal IkaAy yang mengandung makna meskipun Indonesia berbhinneka, tetapi terintegrasi dalam Kemajemukan yang terintegrasi dalam kesatuan merupakan keunikan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Bersatu dalam perbedaan harusdisadari oleh setiap orang sebagai suatu kekuatan dan kerukunan beragama, berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, kemajemukan terkadang membawa berbagai persoalan dan potensi konflik yang berujung pada perpecahan. Pada dasarnya, bukan hal yang mudah mempersatukan suatu keragaman tanpa didukung oleh kesadaran masyarakat multikultural (Permana, 2. Secara defacto maupun dejure bahwa secara vertikal maupun horizontal, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang paling majemuk di dunia. Akan tetapi, keragaman masyarakat multikultural sebagai kekayaan bangsa di sisi lain sangat rawan memicu konflik dan perpecahan. Dalam kondisi kehidupan sosial, budaya, politik dan ekonomi masyarakat Indonesia seperti sekarang ini, perlu ditanamkan serta dihidupkan kembali nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika kepada para generasi bangsa terutama mahasiswa berupa pembinaan yang baik melalui Pendidikan (Permana, 2. Pancasila merupakan landasan negara dan pandangan bangsa Indonesia. Sebagai tumpuan negara. Pancasila dijadikan landasan untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, pancasila adalah kristalisasi nilai adat istiadat nilai nilai budaya dan agama yang terkandung dalam pandangan hidup di Indonesia. Berdasarkan falsafah Pancasila, manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, daya pikIr dan sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta, dan penciptanya. Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa, dan karya untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya dari generasi ke generasi (Suradinata, 2. Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: payca berarti lima dan ula berarti prinsip atau asas. Sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sebagai sumber tertibhukum Indonesia maka Pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi Di dalam mewujudkan pancasila sebagai falsafah bangsa sebagai cita-cita kehidupan, maka terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kokoh kuat menjadi syarat. Untuk membangun NKRI ini kita harus ingat bahwa persatuan dan kesatuan bangsa itu tidak akan terjadi dengan sendirinya . , akan tetapi harus diusahakan dengan kesadaran kita (Djohar, 2. Vol. No. Januari, 2023, pp. Setelah puluhan tahun lahirnya Pancasila dari tahun 1945 hingga saat ini. Negara di dunia mengalami pengembangan yang pesat dalam berbagai bidang Masuknya era globalisasi menjadikan bangsa dunia hampir tidak memiliki batas. Dampak baik dan buruknya globalisasi tentunya mari kita kaji bersama dengan melandaskan Pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat Idonesia dalam menghadapi segala permasalahan seiring perkembangan zaman. Kondisi bangsa saat ini mencerminkan adanya penyimpangan dari Pancasila tidak sesuai dengan nilai seharusnya. Namun masih ada upaya pelurusan kembali terhadap nilai-nilai Pancasila. Kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia di era globlalisasi, mengharuskankita untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila, agar generasi penerus bangsa tetap dapat menghayati dan mengamalkannya dan agar intisari nilainilai yang luhur itu tetap terjaga dan menjadi pedoman bangsa Indonesia sepanjang Penanaman nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai pancasila yang dilakukan di sekolah sangat penting. Hal ini berhubungan dengan peran peserta didik sebagai agen perubahan yang memiliki peran penting agar cita-cita bangsa menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang maju dan kokoh menjadi suatu Metode Pengamatan observasi ini dilakukan di SMA Negeri 2 Palembang menggunakan metode kualitatif (Qualitative Researc. , pengumpulan data melalui observasi langsung dengan jenis observasi tak beraturan, populasi observasi seluruh peserta didik di SMA Negeri 2 Palembang,sampel yang digunakan pada observasi ini yaitu kelas X5 dan kelas IX IPA 5. Hasil dan Pembahasan Penanaman nilai sila-sila pancasila di SMA Negeri 2 Palembang Penanaman kelima sila-sila pancasila di sekolah yang paling ditekankan terlebih dahulu yaitu sila pertama yang berbunyi Au Ketuhanan Yang Maha EsaAy. Hal ini dikakrenakan sila pertama inilah yang menjiwai keempat sila lainnya. Sebagaimana yang di ungkapkan oleh (Notonagoro, 1. , bahwasanya Pendukung kelima sila dalam Pancasila adalah manusia, sebagaimana dalam penjelasannya dan butir-buti yang telah disebutkan sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa, sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab, sila ketiga Persatuan Indonesia, sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakekatnya yang menjalankan semua adalah manusia Vol. No. Januari, 2023, pp. Menurut (Notonagoro, 1. , bahwa sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab dijiwai oleh sila-sila yang lain. Negara merupakan lembaga kemanusiaan yang diadakan oleh manusia. Keadilan yang ingin dicapai dalam hidup manusia bersama sebagai mahluk tuhan yaitu mewujudkan keadilan dalam hidup yang saling berdampingan. sebagai makhluk tuhan yang maha esa sesama manusia harus saling menghargai, menjunjung tinggi hak, persamaan derajat tanpa membedakan status dan golongandari mana dia berasal karena Indonesia adalah Menurut (Kaelan, 2. Persatuan Indonesia dijelaskan bahwa yang mendasari sila ketiga ini adalah sila Ketuhanan Yang Maha Esadan Kemanusian, bahwasannya manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang harus merealisasikan terwujudnya suatu persatuan dalam hidup bermasyarakat. Tanpa memandang status, perbedaan warna kulit, keturunan, suku agama sertadapat menumbuhkan rasa cinta tanah air. Implementasi nilai-nilai Pancasila sila ketiga. Dalam Kelan . menyatakan bahwa dalam sila keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, maka sila keempat ini mengandung pokok kerakyatan yang kesemuanya di tujukan untuk Permusyawaratan artinya musyawarah untuk mufakat, setelah itu diadakan dan dilaksanakan bersama. Menurut (Notonagoro, 1. , bahwasanya sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesiaini adalah tujuan dari sila pertama sampai sila kemanusiaan,persatuan,dan kerakyatan. Adapun pokok pikirannya kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia, kekayaan alam seluruhnya untuk kepentingan umum dan kesejahteraan bersama, serta melindungi seluruh masyarakat agar dapatbekerja sesuai bidang keahliannya. Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebutadalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dengan pernyataan secara singkat bahwa nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilaikemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Berikut makna yang terkandung dalam pancasila dan Vol. No. Januari, 2023, pp. penghayatan nilai sila-sila pancasila di SMA Negeri 2 Palembang : Nilai Ketuhanan Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama. Pada SMA Negeri 2 Palembang salah satu penghayatan dan pemahaman nilai ketuhanan yaitu pada jam ke 0 peserta didik membaca Alquran, selain itu juga terdapat pelaksanaan sholat dzuhur bersama di mushola sekolah. Nilai Kemanusiaan Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilakusesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. Penghayatan dan pemahaman nilai kemanusian di SMA Negeri 2 Palembang tercermin ketika melaksanakan upacara bendera, terdapat salah satu peserta didik yang jatuh pingsan teman-teman yang lainnya langsung dengan cepat menolong peserta didik tersebut dengan tertib tanpa mengganggu acara pelaksanaan upacara bendera. Upaya penanaman nilai kemanusiaan ini salah satunya terdapat pada ekstrakulikuler PMR. Pada eksul ini peserta didik diberikan tanjung jawab dalam nilai kemanuasiaan. Selain ekstrakulikuler PMR, melalui ekstrakulikuler yang lainnya juga dapat menanamkan nilai kemanusian kepada peserta didik. Nilai Persatuan Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia. Penghayatan nilai persatuan di SMA Negeri 2 Palembang tercermin dengan adanya upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu nasional. Peserta didik bisa bersosialisasi dengan baik walaupun berbeda suku, budaya, latar belakang. Selain itu juga ketika proses pembelajaranpenghayatan nilai-nilai sila ketiga ini dapat dilihat ketika peserta didik dapat bekerja sama dengan baik di dalam kelompok. Vol. No. Januari, 2023, pp. Nilai Kerakyatan Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Nilai kerakyatan ini dapat dilihat ketika peserta didik diberikan kasus atau permasalahan oleh guru mengenai materi pembelajaran yang sedang dilaksanakan kemudian diminta untuk mencari solusi penyelesaian terhadap masalah yang diberikan. Penanaman nilai kerakyatan di SMA Negeri 2 palembang ketika proses pembelajaran guru memberikan suatu kasus dan permasalahan kepada peserta didik, kemudian peserta didik langsung bermusyawarah mufakat dalam mencari solusi permasalahan dan dalam pengambilan keputusan. Nilai Keadilan Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Pada proses pembelajaran nilai keadilan dapat ditanamkan pada kegiatan inti pembelajaran. Seperti contoh di SMA Negeri 2 Palembang pada kegiatan inti proses pembelajaran terdapat tahapan diskusi kelompok, pada diskusi ini guru dapat menanamkan nilai keadilan social dengan cara membagi tugas secara merata dan adil pada seluruh anggota kelompok. Sehingga setiap anggota kelompok merasa bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Penanaman nilai bhinneka tunggal Ika di SMA Negeri 2 Palembang Bhinneka Tunggal Ika bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semboyan AuBhinneka Tunggal IkaAy memuat dua konsep yang berbeda, bahkankedua konsep tersebut seolah-olah bersifat Kedua konsep itu adalah AuBhinnekaAy dan AuTunggal IkaAy. Konsep AuBhinnekaAy mengakui adanya keanekaan atau keragaman, sedangkan konsep AuTunggal IkaAy menginginkan adanya kesatuan(Pursika, 2. Kebhinnekaan merupakan karakteristik masyarakat kita dan telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa kebhinekaan ini bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang dalam perjalanan istiadat, agama dan sebagainya (Utami & Widiadi, 2. Menurut (Mustansyir, 1. Bhinneka Tunggal Ika adalah cerminan kese- imbangan antara unsur perbedaan yang menjadi ciri keanekaan dengan unsur kesamaan yang menjadi ciri kesatuan. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai kelompok etnis, budaya, agama, bahasa, adat istiadat, dan lain- lain sehingga dapat disebut sebagai masyarakat Vol. No. Januari, 2023, pp. majemuk atau multikultural. Menurut J. Furnivall sebagaimana dikutip oleh (Rustanto, 2. masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri- sendiri tanpa ada pembaharuan satu sama lain di dalam suatu keadaan politik. Bhineka Tunggal Ika memiliki Multikulturalisme secara sederhana dapat dikatakan pengakuan atas pluralisme budaya. Pluralisme budaya bukanlah suatu yang given tetapi merupakan suatu proses internalisasi nilai-nilai di dalam suatu komunitas (Tilaar & Hapsari, 2. Bhinneka Tunggal Ika bukanlah sekedar semboyan saja tetapi juga sebagai lambang Negara. Menurut Saputra dan Nugroho . , prinsipnya Bhineka Tunggal Ika mengandungmakna meliputi Mendorong makin kukuhnya persatuan Indonesia, mendorong timbulnya kesadaran tentang pentingnya pergaulan demi kukuhnya persatuan dan kesatuan, tidak saling menghina, mencemooh, atau saling menjelekkan di antara sesama bangsa indonesia, saling menghormati dan saling mencintai antar sesama, meningkatkan identitas dan kebanggaan bangsaindonesia, meningkatkan nilai kegotong royongan dan solidaritas. Nilai-nilai kebhinekaan perlu ditanamkan dan dibudayakan di sekolah. Penanaman nilai-nilai kebhinekaan juga dikenal pendidikan multikulturalisme. Fay . alam Lubis, 2. menyatakan bahwa pendidikan multikulturalisme yaitu faham yang mengakui dan mengagungkan keberagaman dalam kesederajatan. Dalam pendidikan multikultural, setiaporang ditempatkan pada kedudukan yang setara dan sederajat, menghormati perbedaan, mengakui dan menerima nilai-nilai yang berlaku, mempererat perdamaian, solidaritas dan kemampuan untuk menyelesaikan konflik secara damai. Dengan penanaman nilai-nilai kebhinekaan dapat membentuk siswasiswa yang memiliki kualitas dalam mengembangkan toleransi, kesabaran dan memelihara kebiasaan berbagi Implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dan pola pembiasaan yang dilakukan olehpihak sekolah seperti tidak membeda-bedakan antar umat beragama, tidak adanya rasialisme dalam lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari. Hal ini didukung oleh hasil penelitian (Dempsey et al. , 2. menyatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah Penjelasan buku teks Bhineka Tunggal Ika juga terkait dengan . Filsafat, ideologi dan landasan negara, pancasila . Konstitusi republik Indonesia 1945 . Simbol pemersatu negara bangsa indonesia seperti Bendera nasional, lagu kebangsaan, dan bahasa . Sejarah perjuangan indonesia untuk indepence, dan . Sumpah pemuda. Penjelasan ini dimaksudkan untuk memperkuat gagasan bahwa Bhineka Tunggal Ika telah tertanam dalam kehidupan Vol. No. Januari, 2023, pp. dan karakter negara-bangsa indonesia. Ini mewakili jiwa dan karakternya. Oleh karena itu, sekolah yang ingin menerapkannilai- nilai Bhineka Tunggal Ika kepada siswa karena dirasa lebih tepat dan efektif. Implementasi atau penerapan nilai- nilai Bhineka Tunggal Ika harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa serta NKRI dari pada kepentingan pribadi atau kelompok. (Darmodihardjo, 1. , mengatakan bahwa Auimplementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika harus terealisasi dalam politik, social budaya, dan seluruh aspek kehidupan berbangsa dalam penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamisAy. Pemahaman nilai nilai Bhineka Tunggal Ika harus dijadikan arahan, pedoman, acuan, dan tuntunan bagi setiap individu dalam bertindak serta memelihara tuntutan bangsa yang terintegrasi secara nasional demi keutuhan NKRI yang dikenal dengan masyarakat multikultural. Kesatuan adalah upaya untuk menciptakan wadah yang mampu menyatukan perbedaan atau keanekaragaman. (Nurgiyantoro, 2. , menyatakan ada tujuh nilai yang mencerminkan sila kebhinnekaan/multikultural yaitu sebagai berikut. solidaritas dan persaudaraan, merupakan sikap saling memahami dan menahan diri untuk mencapai suatu masyarakat, . terbangunnya tradisi hidup yang setara, termasuk setara dalam berbagai peran kehidupan berdasarkan jenis kelamin, fisik maupun sosial, . nilai kekeluargaan merupakan tindakan yang memperlihatkan rasa senang untuk menjalin kerja sama, untuk berkomunikasi dan menghindari adanya konflik, . penghormatanterhadap tata social merupakan sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan masyarakat, . merasa cukup dalam hidup merupakan sikap untuk mensyukuri apa yang diberikan Tuhan, . perdagangan terbuka merupakan sikap untuk menghormati dan menghargai keberagaman, dan menghindari egois bersifat sektarian dalamkaitannya dengan kegiatan ekonomi . , dan . berbagi dan kontrol kekuasaan yaitu sikap yang meyakini bahwa kekuasaan itu diberikan Tuhan untuk digunakan memakmurkan dan mensejahteraankan masyarakat, kekuasaan bukanlah sesuatu yang harus diperebutkan Berdasarkan informasi yang diperoleh di SMA Negeri 2 Palembang Peserta didik berasal dari latar belakang yang berbeda baik dari social-ekonomi. Pendidikan orang tua, suku, dll. Perbedaan tersebut dapat membuat mereka saling belajar untuk mengetahui budaya-budayaluar yang dibawa oleh teman-teman mereka. Perbedaan itu membantu siswa SMA Negeri 2 Palembang lebih mengenal berbagai macam bahasa, budaya, adat istiadat, makanan khas dari daerah yang berbeda. Namun, di Vol. No. Januari, 2023, pp. sisi lain kemajemukan tersebut rentan timbulnya konflik dan keretakan di antara mereka, seperti ejekan atau perkelahian. Tantangan bagi penyelenggara pendidikan di sana adalah bagaimana memainkan perannya dalam merekatkan berbagai perbedaan di antara siswa agar tetap memiliki komitmen dalam berbangsa dan bernegara Indonesia yang majemuk. Berdasarkan penjelasan diatas maka upaya yang dilakukan pendidik di SMA Negeri 2 Palembang untuk menanamkan nilah-nilai bhineka tunggal ika dalam proses pembelajaran terdapat kegiatan diskusi, anggota kelompok dibentuk secara heterogen, diadakan kegiat seperti market day kemudia barang yang dijual biasanya berupa makanan khas dari daerah- daerah yang ada di Indonesia. Kemudian guru selalu menanamkan jika ada teman yang memiliki perbedaan pendapat, tidak boleh memaksa kehendaknya harus sama dengan pendapat kita, bersikap baik dengan sesama, tidak saling mengejek jika terdapat perbedaan. Saling menghormati dan menghargai agama atau kepercayaan orang lain, memberikan kesempatan orang lain untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, saling membantu antarsesama tanpa memandang perbedaan satu sama lain, bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Pemeliharaan kebhinnekaan masyarakat Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat termasuk lembaga Pendidikan . Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebhinekaan atau pendidikaan multikulturalisme kepada siswa agar muncul kesadaran betapa pentingnya nilai- nilai kebhinekaan bagi masyarakat yang kayakeberagaman. Dengan adanya kesadaran tentang nilai-nilai kebhinekaan maka akan memiliki kepekaan dalam menghadapi gejala-gejala dan masalah- masalah sosial yang berakar pada perbedaan suku, ras, agama, dan tata nilai yang terjadi di lingkungan masyarakat (Awaru, 2. Kesimpulan Hasil observasi yang di dapatkan yaitu penanaman nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai bhinekatunggal ika di SMA Negeri 2 Palembang dilakukan pada proses pembelajaran, mengadakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan nilai pancasila dan bhineka tunggal ika dan juga pendidik memberikan contoh implementasi nilai-nilai pancasila dan bhinneka tunggal Ika secaralisan. Pengakuan/Acknowledgements Dengan penuh rasa syukur atas kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita Penulis mengucapkan terimakasih kepada orang tua yang selalu memberikan Vol. No. Januari, 2023, pp. motivasi dan doa. Terima kasih kepada bapak Dr. Effendi Nawawi. Si sebagai dosen Pengampu mata kuliah Filosofi Pendidikan yang sudah memberikan saran dan masukan dalam membuat artikel ini, tidak lupa saya ucapkan banyak terimakasih kepada pihak terkait yang sudah membantu menyelesaikan artikel ini. Daftar Referensi Awaru. Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Berbasis Multikultural Di Sekolah. Prosiding Seminar Nasional Himpunan Sarjana Ilmu-Ilmu Sosial, 2, 221Ae230. Darmodihardjo. Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila dalam Sistem Hukum Indonesia. Dempsey. Ching. , & Page. When Colorblindness Hurts: Cultural Competence Implications for Counselors-in-Training. IntAol J. Soc. Sci. Stud. , 4, 101. Djohar. Guru. Pendidikan & Pembinaannya (Penerapannya Dalam Pendidikan dan UU Gur. Kaelan. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada. Kusumohamidjojo. Kebhinnekaan Masyarakat Indonesia: Suatu Problematik Filsafat Kebudayaan. Jakarta: PT. Grasindo. Mustansyir. Bhinneka Tunggal Ika. Dalam perspektif filsafat analitik. Jurnal Filsafat, 1995. Notonagoro. Pancasila secara ilmiah populer. Pantjuran Tudjuh. Nurgiyantoro. Penilaian pembelajaran sastra berbasis kompetensi. Yogyakarta: BPFe. Permana. PENANAMAN NILAI-NILAI BHINEKA TUNGGAL IKA BAGI MAHASISWA STIKES YPIB MAJALENGKA. Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka, 5. , 115Ae125. Pursika. Kajian Analitik Terhadap SemboyanAy Bhinneka Tunggal IkaAy. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 42. Ap. Rustanto. Penelitian Kualitatif Pekerjaan Sosial. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suradinata. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama. Tilaar. , & Hapsari. Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global Vol. No. Januari, 2023, pp. masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasind. Utami. , & Widiadi. Wacana Bhineka Tunggal Ika dalam Buku Teks Sejarah. Paramita: Historical Studies Journal, 26. , 106Ae117.