Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI BUNGA KRISAN (Chrysanthemu. DI DESA CIKANYERE KECAMATAN SUKARESMI KABUPATEN CIANJUR STRATEGY ANALYSIS OF CHRYSANTHEMUM (Chrysanthemu. FARMING DEVELOPMENT IN CIKANYERE VILLAGE. SUKARESMI DISTRICT, CIANJUR REGENCY Gina Aulia Pratama, 2 Ahmad Nur Rizal, 3 Desi Dwi Djayanti, 2 Siti Yiyis Rahmah 1, 2, 3, 4 Universitas Suryakancana 1 ginaauliapratama@gmail. com 2 rizalparis@gmail. com, 3 djayanti@unsur. id , 4 yiyis@unsur. Masuk: 24 Mei 2025 Penerimaan: 25 Juni 2025 Publikasi: 27 Juni 2025 ABSTRAK Salah satu jenis tanaman hias bunga potong di Indonesia adalah bunga krisan (Chrysanthemu. sebagai jenis bunga potong unggulan nasional yang populer di Indonesia dan banyak dibutuhkan atau digunakan masyarakat serta di produksi yang cukup masif. Bunga krisan (Chrysanthemu. terutama banyak diminati oleh para pendekor . cara nikahan, nyekar ataupun lainny. , penghias interior . umah, hotel dan restora. , floris dan bermanfaat untuk dijadikan sebagai minuman teh yang dapat merelaksasikan pikiran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta mendeskripsikan strategi pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere. Kecamatan Sukaresmi. Kabupaten Cianjur menggunakan metode jenis kualitatif dan pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 10 responden. Metode analisis data yang digunakan yaitu . Analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal dari usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere . Analisis matriks IFE & EFE . Analisis matriks IE . Analisis SWOT . Analisis QSPM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat alternatif strategi yang dapat digunakan untuk usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere adalah . Memastikan kualitas bunga selalu terjaga tinggi dan diversifikasi produk untuk menambah nilai jual, . Peningkatan kualitas dan inovasi produk, . Mengurangi ketergantungan pada pengepul dengan meningkatkan kemandirian pemasaran, . Melakukan penjualan individu dan toko bunga untuk diversifikasi pasar, . Mengikuti pelatihan berkala untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pekerja. Kata Kunci : Bunga Krisan (Chrysanthemu. Strategi Pengembangan. Usahatani. ABSTRACT One type of cut flower ornamental plants in Indonesia is chrysanthemum (Chrysanthemu. as a type of national superior cut flower that is popular in Indonesia and is much needed or used by the community and in massive production. Chrysanthemums are especially in demand by decorators . eddings, nyekar or other event. , interior decorators . omes, hotels and restaurant. , florists and are useful for making tea drinks that can relax the mind. This study aims to analyze internal and external factors and describe the development strategy of chrysanthemum farming in Cikanyere Village. Sukaresmi District. Cianjur Regency using qualitative type methods and data collection using observation, interviews, questionnaires and documentation techniques. The number of respondents in this study were 10 respondents. The data analysis methods used include: . Analysis of the internal environment and external environment of chrysanthemum farming in Cikanyere Village . IFE & EFE matrix analysis . IE matrix analysis . SWOT analysis . QSPM analysis. The results of this study indicate that there are alternative strategies that can be used for chrysanthemum farming in Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Cikanyere Village are . Ensuring the quality of flowers is always maintained high and product diversification to increase selling value, . Improving product quality and innovation, . Reducing dependence on collectors by increasing marketing independence, . Conduct individual sales and flower shops to diversify the market, . Participating in periodic training to improve workers' skills and knowledge. Keywords: Chrysanthemum. Development Strategy. Farming. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 PENDAHULUAN Indonesia adalah negara agraris yang memiliki sektor pertanian besar dengan letak strategis dan kaya akan berbagai jenis tanaman hias. Indonesia memiliki penduduk sebesar 279,36 juta jiwa (BKKBN, 2. , saat ini salah satu prioritas utama pembangunan agroindustri adalah tanaman hias atau florikultura. Tanaman hias bunga potong adalah salah satu produk tanaman yang memiliki prospek agribisnis cukup cerah di Indonesia dan menjadi salah satu industri yang dikembangkan di Indonesia sebagai upaya peningkatan kesejahteraan petani, memperluas lapangan pekerjaan, pariwisata dan menciptakan lingkungan sehat, nyaman dan indah (Rahcmawati, 2. Salah satu jenis tanaman hias bunga potong di Indonesia adalah bunga krisan (Chrysanthemu. sebagai jenis bunga potong unggulan nasional yang populer di Indonesia dan banyak dibutuhkan atau digunakan masyarakat serta di produksi yang cukup masif. Bunga krisan (Chrysanthemu. terutama banyak diminati oleh para pendekor . cara nikahan, nyekar ataupun lainny. , penghias interior . umah, hotel dan restora. , floris dan bermanfaat untuk dijadikan sebagai minuman teh yang dapat merelaksasikan pikiran (Rachmawati et al. , 2. Di dalam negeri bunga krisan (Chrysanthemu. cenderung terus meningkat sehingga tingkat pertumbuhan pendapatan ekonomi Indonesia pun meningkat, termasuk meningkatnya gaya hidup masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas. Pada tahun 2022 bunga krisan (Chrysanthemu. paling banyak diproduksi di Indonesia menjadi bunga potong sebanyak 028 tangkai (Badan Pusat Statistik (BPS) Statistik Indonesia, 2. Oleh karena itu, berdasarkan data tersebut, menunjukkan sangat berpotensi untuk dibudidayakan dan memiliki prospek yang menguntungkan, berpeluang pasar yang baik di dalam negeri maupun luar negeri serta mendukung investasi florikultura (Dewandini et al. , 2. Tabel 1. Produksi Tanaman Hias 2022 Jenis Tanaman (Type of Plan. Satuan (Uni. Aglaonema / Aglaonema Pohon/ Tree Anggrek Pot / Potted Orchid Pohon/ Tree Anggrek Potong / Cut Orchid Tangkai / Stalk Anthurium Bunga / Flamingo Lily Flower Pohon/ Tree Dracaena / Dracaena Pohon/ Tree Gerbera (Herbra. / Gerbera Tangkai / Stalk Ixora (Sok. / Ixora Pohon/ Tree Krisan (Chrysanthemu. / Chrysanthemum Tangkai / Stalk Mawar / Rose Tangkai / Stalk Melati / Jasmine Pakis / Leather Leaf Fern Pohon/ Tree Phylodendron / Phylodendron Pohon/ Tree Sedap Malam / Tuberose Tangkai / Stalk Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Statistik Indonesia, 2022. Jumlah (Tota. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Kabupaten Cianjur. Provinsi Jawa Barat adalah salah satu sentra produksi bunga potong tingkat tertinggi di Indonesia yaitu 3,2 juta tangkai/tahun. Sentra produksi bunga krisan (Chrysanthemu. di Kabupaten Cianjur terdapat di Kecamatan Sukaresmi. Pacet. Cugenang dan Cipanas berada di wilayah pada ketinggian berkisar 700-1. 200 meter di atas permukaan laut . Desa Cikanyere adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur yang memiliki potensi sumberdaya untuk pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. Dalam pengembangan usahatani tersebut, saat ini para petani tentunya memilih varietas dengan daya tahan tinggi dan bekerjasama dengan tengkulak untuk pemasarannya (Pratama et al. , 2. Dalam menjalankan pengembangan usahatani terdapat faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal diantaranya produksi bunga krisan (Chrysanthemu. yang tidak stabil, permintaan pasar lokal yang fluktuatif karena masyarakat belum menjadikan bunga sebagai suatu kebutuhan bagi mereka dan persaingan dari produk serupa, memiliki risiko dalam produksi seperti kondisi cuaca yang tidak tentu dan serangan hama yang sulit diprediksi. Usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. pun dipengaruhi oleh beberapa faktor internal diantaranya rendahnya tingkat pendidikan tenaga kerja, kurang pengetahuan teknologi dan manajemen yang menyebabkan usahatani ini belum dapat berkembang. Melalui fokus pada usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. , penelitian ini secara langsung berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal. Identifikasi strategi pengembangan dapat memberikan panduan praktis bagi para petani, pemangku kepentingan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani. Selain daripada itu, penelitian ini pun memiliki dampak positif pada peningkatan pendapatan petani, memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan menganalisis aspek-aspek pemilihan varietas, teknik budidaya dan pemasaran sehingga penelitian ini dapat membentuk model usahatani yang berhasil dan dapat diadopsi oleh daerah lain dengan karakteristik serupa. Analisis faktor Ae faktor internal dan eksternal akan menghasilkan beberapa strategi yang tepat dalam rangka meningkatkan strategi pengembangan yang digunakan saat ini. Oleh karena itu, strategi tersebut agar berpengaruh pada total produksi bunga krisan (Chrysanthemu. atau sebuah cara dalam memaksimalkan dan menaikkan total produksi dengan kondisi lahan yang ada sekarang tentunya dapat meningkatkan pendapatan petani dan peningkatan perekonomian daerah. Dengan demikian, dalam menghadapi faktor internal dan eksternal perlu dilakukan penelitian mengenai strategi pengembangan usahatani yaitu melakukan pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. berdasarkan uraian di atas untuk melakukan penelitian dengan judul Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 AuAnalisis Strategi Pengembangan Usahatani Bunga Krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten CianjurAy. Tabel 2. Penelitian Terdahulu Nama Peneliti. Tahun, dan Judul (Irayanti, 2. AuStrategi Pengembangan Usahatani Kacang Tanah (Arachis Hypogae. Di Desa Batang Kecamatan Bontotiro Kabupaten BulukumbaAy Metode Penelitian Jenis penelitian ini yaitu Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan analisis SWOT (Izza et al. , 2. AuStrategi Penelitian adalah penelitian Pengembangan Usaha Bunga deskriptif dengan metode Potong Krisan Di Pasar analisis SWOT. Bunga Kayoon SurabayaAy (Samodro. S dan Yuliawati, 2. AuStrategi Pengembangan Usahatani Sayuran Organik Kelompok Tani Cepoko Mulyo Kabupaten BoyolaliAy Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan metode yang digunakan Analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan smatriks IFE. IE. SWOT. QSPM. Persamaan dan Perbedaan Persamaan pada penelitian ini dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan analisis yang digunakan adalah SWOT. Perbedaan penelitian sebelumnya dan penelitian ini yaitu, waktu, tempat, metode analisis IFE,EFE. SWOT dan QSPM. Persamaan penelitian ini yaitu sama sama menganalisis strategi pengembangan dan metode sama-sama menggunakan analisis SWOT. Perbedaannya penelitian ini yaitu waktu, tempat penelitian dan menggunakan analisis IFE. EFE. IE. SWOT. QSPM, sedangkan penelitian sebelumnya hanya SWOT. Persamaannya yaitu metode penelitian deskriptif dan metode analisisnya menggunakan IFE. EFE. IE. SWOT. QSPM. Perbedaan nya yaitu pada waktu penelitian, tempat penelitian, dan komoditas yang diteliti. Adapun tujuan penulisan ini yaitu : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere. Kecamatan Sukaresmi. Kab. Cianjur. Untuk mendeskripsikan strategi pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. yang tepat di Desa Cikanyere. Kecamatan Sukaresmi. Kab. Cianjur. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di Kp. Cikanyere. Kecmatan Sukaresmi. Kabupaten Cianjur. Jawa Barat pada bulan November 2023 - Mei 2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sengaja atau purposive. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal serta strategi pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. Aspek lingkungan internal dan eksternal yang didapat melalui data dan wawancara dari petani yang menjalankan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. akan dijawab dengan menggunakan matriks IFE. EFE. IE, matriks SWOT dan matriks QSPM. Adapun tujuan menggunakan analisis ini yaitu untuk mengetahui apa saja yang menjadi Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman pada strategi pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. yang didapatkan dari hasil observasi, wawancara, kuesioner. Data primer adalah data yang diperoleh melalui data informasi usahatani dengan cara observasi, wawancara dan kuesioner (Ashari, 2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari catatan di lembaga atau instansi terkait seperti Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sukaresmi dan Badan Pusat Statistik (BPS) ataupun dari tinjauan pustaka terkait penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian. Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat, nilai orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian diambil kesimpulannya (Sugiyono, 2. Tabel 3. Operasional Variabel. Varibel Konsep Variabel Penelitian Kekuatan Kekuatan adalah sumberdaya (Strengt. keunggulan lain yang dimiliki oleh suatu perusahaan Kelemahan (Weaknesse Peluang (Opportunit Ancaman (Threat. sesuatu yang menyebabkan satu perusahaan kalah bersaing dengan perusahaan lain. Dalam beberapa kasus, kelemahan bagi satu perusahaan mungkin merupakan suatu kekuatan bagi perusahaan Analisis lingkungan eksternal dapat membuahkan peluang baru bagi sebuah perusahaan untuk Contohnya kebutuhan pelanggan yang tidak dipenuhi dipasar, kedatangan teknologi baru, peraturan, penghapusan hambatan perdagangan internasional. Perubahan dalam lingkungan eksternal dapat menghadirkan ancaman bagi perusahaan, contoh perubahan selera konsumen dari produk-produk produk-produk Indikator Variabel - Jaringan pemasaran - Reputasi - Segmen pasar -Pelayanan -Tempat yang Strategis (Musa Hubeis dan Mukhamad Najib, 2. - Manajemen risiko - Kompetensi karyawan - Aspek keuangan - Produktivitas tanaman (Musa Hubeis dan Mukhamad Najib, 2. Skala Pengukuran Interval Interval - Daya beli masyarakat tinggi -Pangsa pasar luas - Teknologi canggih - Menguasai pasar (Musa Hubeis dan Mukhamad Najib, 2. Interval - Pesaing banyak - Harga tidak stabil - Promosi swalayan pesaing - Munculnya pesaing baru - Harga promosi (Musa Hubeis dan Mukhamad Najib, 2. Interval Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan jenis Non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Non-Probability sampling adalah suatu cara pengambilan sampel data dengan tidak memberikan kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi (Sugiyono, 2. Sedangkan purposive sampling adalah suatu cara pemilihan sampel Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 data dengan cara mempertimbangkan beberapa kriteria yang sesuai dan diinginkan agar dapat menentukan jumlah sampel yang diteliti (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Cikanyere terletak di Kecamatan Sukaresmi. Kabupaten Cianjur. Jawa Barat. Desa ini memiliki udara yang sejuk dan tanah yang subur sehingga menjadikannya tepat yang bagus bagi pertanian. Topografi wilayah Cikanyere ini berada di dataran tinggi yang memiliki curah hujan yang cukup, mendukung berbagai jenis usahatani termasuk budidaya bunga krisan (Chrysanthemu. Masyarakat desa sebagian besar berprofesi sebagai petani dan telah mengembangkan berbagai jenis tanaman hortikultura sebagai sumber penghasilan utama. Selain itu. Desa Cikanyere pun memiliki akses yang cukup baik ke pasar lokal maupun regional sehingga memungkinkan distribusi hasil pertanian dengan lebih mudah. Kabupaten Cianjur sendiri terkenal dengan komoditas pertanian unggulan seperti padi, teh dan sayuran. Budidaya bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere telah menjadi salah satu fokus pengembangan karena tingginya permintaan pasar terhadap bunga hias. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Jenis Kelamin Diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin mendapatkan hasil yaitu pemilik usahatani yang berjenis kelamin laki-laki. Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Jumlah (Oran. Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: olahan data primer . Presentase (%) Jenis kelamin sangat berpengaruh dalam penelitian ini karena memiliki perbedaan persepsi terhadap kegiatan pertanian antara jenis kelamin perempuan dan laki-laki (Werembinan et al. Oleh karena itu, perempuan banyak berpersepsi bahwa bekerja dibidang pertanian lebih cocok untuk laki-laki dikarenakan pekerjaan dibidang pertanian harus memiliki fisik yang kuat dalam bertani. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Usia Responden Untuk mengetahui karakteristik usia responden akan disajikan pada tabel berikut: Tabel 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Kriteria (Tahu. 1 >17 Ae 25 Tahun 2 >26 Ae 35 Tahun 3 >36 Ae 45 Tahun 4 >46 Ae 55 Tahun 5 >56 Ae 65 Tahun 6 >65 Tahun Jumlah Sumber: olahan data primer . Jumlah (Oran. Presentase (%) Umur petani dapat mempengaruhi kemampuan fisik dan respon terhadap hal-hal baru dalam menjalankan usahatani (Manongko et al. , 2. Jika dilihat dari tingkat produktivitasnya usia produktif pekerja berkisar di usia 20 tahun sampai 40 tahun (Firmansyah, 2. Data ini menegaskan pentingnya keberadaan petani usia produktif dalam mendukung efisiensi dan keberhasilan usaha tani bunga krisan (Chrysanthemu. di wilayah Desa Cikanyere. Tingkat Pendidikan Responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 6. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan. Kriteria Jumlah (Oran. 1 SD 2 SMP 3 SMA/SMK 4 Sarjana Jumlah Sumber: olahan data primer . Presentase (%) Karakteristik petani dalam tingkat pendidikan sangat berpengaruh secara langsung terhadap peningkatan kapasitas petani dalam komunitas usahatani (Ikaditya, 2. Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata tingkat pendidikan responden tersebut yaitu SD-SMP. Oleh karena itu, petani hanya mengandalkan pengalaman dalam keberlangsungan usahatani dan petani dengan tingkat pendidikan yang rendah tidak memiliki latar belakang sekolah pertanian. Identifikasi Faktor-Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal Analisis SWOT adalah alat analisis untuk mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal terkait dalam suatu masalah yang dihadapi oleh perusahaan (Harisudin, 2. Hasil yang didapatkan digunakan untuk merumuskan strategi yang tepat untuk perusahaan melalui matriks IFE, matriks EFE, analisis SWOT dan matriks SWOT. Dari hasil yang diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan (Fazilah et al. , 2. Berdasarkan penelitian lingkungan internal pada usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere. Kecamatan Sukaresmi. Kabupaten Cianjur. Maka diperoleh Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 data berupa kekuatan dan kelemahan dari usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere ini adalah sebagai berikut: Tabel 7. Identifikasi Lingkungan Internal Kekuatan (Strengh. Terdapat pasar khusus untuk melakukan penjualan Memiliki kerjasama yang baik dengan pengepul Kualitas bunga yang dihasilkan bagus Ketersediaan produk bunga krisan (Chrysanthemu. selalu terjaga Akses lokasi yang strategis Dekat dengan sumber daya alam Memiliki etos kerja yang baik Modal merupakan milik pribadi Perawatan pada bunga dilakukan secara maksimal Sumber : Data Primer 2024. Kelemahan (Weaknesse. Tidak ada surat perjanjian kersama secara tertulis antara pemilik usaha dan bandar Tidak melayani pembelian individu, toko bunga Tidak pernah melakukan promosi penjualan Kurangnya pelatihan khusus bagi pekerja Keterampilan dan pengetahuan pekerja masih Keterbatasan modal Pembukuan belum rapih Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal pada usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, maka diperoleh beberapa faktor strategi eksternal yang berupa peluang dan ancaman. Adapun faktor-faktor strategi eksternal adalah sebagai berikut : Tabel 8. Identifikasi Lingkungan Eksternal. Peluang (Opportunitie. Ancaman (Threat. Bunga krisan (Chrysanthemu. banyak diminati oleh Persaingan ketat Ketergantungan pada musim Akses ke pasar regional maupun nasional Biaya logistik dan distribusi tinggi Permintaan lokal yang tinggi Tidak dibantu menggunakan teknologi canggih Peningkatan kualitas dan inovasi Ketergantungan melakukan penjualan oleh pengepul Diversifikasi produk Terjadi penurunan harga jual Strategi penjualan yang adaptif Harga bunga krisan (Chrysanthemu. tidak stabil Melakukan promosi Fluktuasi biaya produksi Sumber : Data Primer 2024. Analisis Matriks IFE (Internal Factor Evaluatio. Tabel 8. Hasil Analisis Matriks IFE Usahatani Bunga Krisan (Chrysanthemu. Rata-Rata Faktor-Faktor Internal Rating Kekuatan 1 Kualitas bunga krisan (Chrysanthemu. yang dihasilkan baik 2 Akses lokasi yang strategis 3 Memiliki produk unggulan 4 Memiliki fasilitas yang memadai 5 Modal merupakan milik pribadi Jumlah Kelemahan 1 Tidak mempunyai rencana jangka panjang 2 Kurangnya fasilitas penyimpanan yang memadai untuk menjaga kesegaran bunga krisan (Chrysanthemu. 3 Proses produksi yang lama 4 Belum ada modal lebih untuk melakukan pengembangan 5 Keterampilan dan pengetahuan pekerja masih lemah Jumlah Jumlah Total Sumber : Data Primer . Rata-Rata Bobot (%) Rating x Bobot Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Analisis Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluatio. Tabel 9. Hasil Analisis Matriks EFE Usahatani Bunga Krisan (Chrysanthemu. Rata-Rata Faktor-Faktor Eksternal Rating Peluang 1 Lingkungan sumber daya alam yang mendukung 2 Permintaan (Chrysanthemu. terus meningkat setiap tahun 3 Daya beli masyarakat meningkat 4 Meningkatkan pembangunan pertanian 5 Dukungan kebijakan pemerintah terhadap bunga krisan (Chrysanthemu. semakin baik Jumlah Ancaman 1 Pengaruh cuaca dan iklim terhadap produksi 2 Serangan hama dan penyakit pada tanaman 3 Perubahan harga bunga krisan (Chrysanthemu. yang tidak 4 Budaya pembudidaya bunga krisan (Chrysanthemu. yang menjual hasil panennya ke bandar 5 Kompetitor produsen yang banyak Jumlah Jumlah Total Sumber : Data Primer . Rata-Rata Bobot (%) Rating x Bobot Analisis Matriks IE (Internal Ae Eksterna. Setelah memperoleh nilai total rata rata bobot x rating dari matriks IFE . maupun dari matriks EFE . kemudian hasil tersebut digunakan untuk mengetahui posisi dari Usahatani Bunga krisan (Chrysanthemu. melalui matriks IE. Adapun hasil analisis matriks IE pada pengembangan Usahatani Bunga Krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur dapat dilihat pada tabel di bawah. Tabel 10. Hasil Analisis Matriks IE (Internal-Eksterna. Usahatani Bunga Krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Internal Bobot Internal Eksternal Kuat Rata-Rata Lemah ,0-4,. ,0-2,. ,0-1,99 Bobot Eksternal Tinggi i . ,0-4,. VIFE 2,920 Menengah . ,0-2,. EFE 2,646 Rendah VII ,0-1,. Keterangan : Sel I. II, i : Tumbuh dan Berkembang (Grow and Buil. Sel IV. VI : Jaga dan Pertahankan (Hold and Maintai. Sel VII. Vi. IX : Tuai dan Divestasi (Harvest and Dives. Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere berada pada posisi jaga dan pertahankan menurut matriks IE. Ini menunjukkan bahwa usaha ini memiliki kinerja yang cukup baik secara internal dan mampu mengelola faktor Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 eksternal dengan cukup efektif. Dengan strategi yang tepat, usahatani ini dapat mempertahankan dan memperbaiki posisinya di pasar, sambil terus meningkatkan kualitas dan efisiensi Analisis Matriks SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. Tabel 11. Hasil Analisis Matriks SWOT Usahatani Bunga Krisan (Chrysanthemu. Desa Cikanyere. KEKUATAN (Strength. KELEMAHAN (Weaknesse. Terdapat pasar khusus Tidak melakukan penjualan perjanjian kerjasama secara tertulis Internal Memiliki kerjasama yang baik dengan antara pemilik dengan pengepul Tidak melayani pembelian Kualitas bunga yang dihasilkan bagus individu,toko bunga Ketersediaan produk bunga krisan Persaingan ketat (Chrysanthemu. yang selalu Ketergantungan pada musim Tidak pernah melakukan Akses lokasi yang strategis promosi penjualan Dekat Kurangnya pelatihan khusus bagi sumber daya alam Memiliki etos kerja baik Keterampilan dan pengetahuan Modal merupakan milik pribadi masih lemah Eksternal Perawatan pada bunga dilakukan Keterbatasan Modal secara maksimal Pembukuan belum rapih PELUANG (Opportunitie. Strategi Memakai Kekuatan Strategi Mengatasi Kelemahan Untuk Memanfaatkan Peluang Untuk Memanfaatkan Peluang Bunga krisan (Chrysanthemu. (STRATEGI SO) (STRATEGI WO) banyak diminati masyarakat Akses ke pasar regional 1. Maksimalkan kerjasama dengan Pembuatan surat perjanjian kerjasama maupun nasional pengepul dan pasar khusus untuk menguatkan hubungan dengan Permintaan lokal yang tinggi (S2,O1,O. pengepul (W1,O2,O. Peningkatan kualitas dan 2. Peningkatan kualitas dan inovasi 2. Melakukan penjualan individu dan produk (S3,S4,S9,O4,O. bunga untuk Diversifikasi produk Optimalisasi akses likasi yang diversivikasi pasar (W2,O1,O. Strategi penjualan yang adaptif strategis dan sumber daya alam 3. Melakukan promosi penjualan untuk Melakukan promosi (S5,S6,O2,O. meningkatkan kesadaran dan Diversifikasi produk dan strategi permintaan (W5,O6,O. Mengatasi ketergantungan pada musim (S1,S7,S8,O5,O6,O. dengan teknologi pertanian modern (W4,O. Pengelolaan keuangan yang lebih baik melalui pelatihan dan digitalisasi (W9,W8,O4,O. Strategi Memakai Kekuatan Strategi Mengatasi Kelemahan ANCAMAN (Threat. Untuk Mengatasi Ancaman Agar Ancaman Tidak Terjadi (STRATEGI ST) (STRATEGI WT) Banyak yang memiliki usaha bunga krisan (Chrysanthemu. Mengembangkan pasar alternatif 1. Mengurangi ketergantungan pada di Desa Cikanyere Biaya logistik dan distribusi untuk mengurangi ketergantungan (S1,S2,T. (W1,W2,T. Pemanfaatan Mengikuti Tidak dibantu menggunakan untuk mengurangi biaya produksi meningkatkan keterampilan dan teknologi canggih pengetahuan pekerja Ketergantungan melakukan (S6,T. Memanfaatkan (W6,W7,T1,T5,T. penjualan oleh pengepul Manfaatkan media sosial untuk Terjadi penurunan harga jual mengatasi persaingan dan menjaga Harga bunga krisan persaingan (S7,S8,T. Melakukan kerjasama antar petani stabilitas harga (W5,T1,T5,T. (Chrysanthemu. tidak stabil Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 Fluktuasi ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 untuk menyewa transportasi guna 5. Meminta pihak BPP mengadakan pelatihan tentang teknik (S5,T. yang bisa mengurangi dampak Memastikan kualitas bunga selalu perubahan musim (W4,T3,T. terjaga tinggi dan diversifikasi produk untuk menambah nilai jual (S3,S4,S9,T5,T. Formulasi Strategi Tahap Keputusan (Decision Stat. Proses pengambilan keputusan strategi akhir ini diawali dengan tahap input menggunakan matriks IFE (Internal Factor Evaluatio. dan EFE (External Factor Evaluatio. untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere. Matriks IFE mengukur kekuatan dan kelemahan internal, sementara matriks EFE menilai peluang dan ancaman eksternal. Data dari kedua matriks ini memberikan dasar yang kuat untuk memahami kondisi usahatani secara menyeluruh, sehingga memudahkan dalam pengembangan strategi yang tepat. Setelah tahap input, proses berlanjut ke tahap pencocokan dengan menggunakan matriks IE (Internal-Externa. dan matriks SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. Matriks IE membantu dalam memetakan posisi usahatani berdasarkan faktor internal dan eksternal, sedangkan matriks SWOT digunakan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan alternatif strategi yang relevan. Pada tahap akhir, matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matri. diterapkan untuk mengevaluasi dan memprioritaskan alternatif strategi tersebut secara Matriks QSPM memberikan kerangka kerja yang sistematis untuk membandingkan daya tarik relatif dari setiap strategi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Dengan demikian, usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. ini dapat mengambil keputusan strategis yang lebih objektif dan terukur, memastikan bahwa strategi yang dipilih adalah yang paling sesuai dengan kondisi dan tujuan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Nilai AS (Attractiveness Scor. menunjukkan daya tarik masing-masing strategi terhadap faktor kunci internal dan eksternal. Nilai AS diperoleh melalui kuesioner yang ditujukan kepada seluruh responden yang berjumlah 10 orang. Nilai TAS (Total Attractiveness Scote. dari setiap responden diperoleh dari hasil perkalian antara bobot rata-rata dengan nilai AS dari setiap faktor kunci strategi. Kemudian dilanjutkan penghitungan nilai STAS (Sum Total Attractiveness Scor. dari hasil setiap responden dengan cara menjumlahkan seluruh TAS dari masing-masing faktor internal dan eksternal. Adapun untuk perhitungan QSPM dari masing-masing responden dapat dilihat pada Selanjutnya setelah diperoleh nilai STAS rata-rata dari setiap responden kemudian Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 dilanjutkan perhitungan nilai STAS rata-rata dari seluruh responden dengan cara membagi hasil penjumlahan STAS seluruh responden dengan jumlah responden. Adapun hasil perhitungan STAS rata-rata untuk melihat prioritas strategi pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur dapat dilihat pada di bawah ini. Tabel 12. Prioritas Alternatif Strategi Pengembangan Usahatani Bunga Krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Alternatif Responden Strategi R10 STAS 1 STAS 2 STAS 3 STAS 4 STAS 5 STAS 6 STAS 7 STAS 8 STAS 9 STAS 10 STAS 11 STAS 12 STAS 13 STAS 14 STAS 15 STAS 16 STAS 17 STAS 18 R11 R12 R13 R14 Keterangan : Responden 1 : Endi Suwendi (Pemili. Responden 2 : Upah (Pemili. Responden 3 : Andri (Pemili. Responden 4 : Mawi Ismail (Pemili. Responden 5 : Suherman (Pemili. Responden 6 : Rojak (Pemili. Responden 7 : Pajri (Pemili. Responden 8 : Judin (Pemili. Responden 9 : Ridwan (Pemili. R15 R16 R17 STAS Rata- Rata Responden 10 : Marijan (Pemili. Responden 11 : Dadang (Pegawa. Responden 12 : Juju (Pegawa. Responden 13 : Eney (Pegawa. Responden 14 : Hasanudin (Pegawa. Responden 15 : Deden (Pegawa. Responden 16 : Basri (Pegawa. Responden 17 : Aas Asilah (Pegawa. Prioritas Strategi Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Berdasarkan hasil perhitungan STAS rata-rata pada tabel di atas, maka prioritas strategi terbaik adalah memastikan kualitas bunga selalu terjaga tinggi dan diversifikasi produk untuk menambah nilai jual. Dengan STAS (Sum Total Attractiveness Score. rata-rata rating sebesar 6. Adapun urutan prioritas strategi untuk pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur adalah sebagai berikut : Memastikan kualitas bunga selalu terjaga tinggi dan diversifikasi produk untuk menambah nilai jual (STAS = 6. Peningkatan kualitas dan inovasi produk (STAS = 6. Mengurangi ketergantungan pada pengepul dengan meningkatkan kemandirian pemasaran (STAS = 6. Melakukan penjualan individu dan toko bunga untuk diversivikasi pasar (STAS = 6. Mengikuti pelatihan berkala untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pekerja (STAS = 6. Manfaatkan media sosial untuk mengatasi persaingan dan menjaga stabilitas harga (STAS = Memanfaatkan etos kerja dan modal pribadi untuk menghadapi persaingan (STAS = 6. Meminta pihak BPP mengadakan pelatihan tentang teknik pertanian yang bisa mengurangi dampak perubahan musim (STAS = 6. Mengatasi ketergantungan pada musim dengan teknologi pertanian modern (STAS = 6. Melakukan kerjasama antar petani untuk menyewa transportasi guna menekan biaya distribusi (STAS = 6. Pemanfaatan sumber daya alam untuk mengurangi biaya produksi (STAS = 6. Pembuatan surat perjanjian kerjasama untuk menguatkan hubungan dengan pengepul (STAS = 6. Mengembangkan pasar alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pengepul (STAS = Memaksimalkan kerjasama dengan pengepul dan pasar khusus (STAS = 6. Optimalisasi akses lokasi yang strategis dan sumber daya alam (STAS = 6. Pengelolaan keuangan yang lebih baik melalui pelatihan dan digitalisasi (STAS = 6. Diversifikasi produk dan strategi penjualan adaptif (STAS = 6. Melakukan promosi penjualan untuk meningkatkan kesadaran dan permintaan (STAS = Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada AuAnalisis Strategi Pengembangan Usahatani Bunga Krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten CianjurAy, bahwa hasil tersebut adalah sebagai berikut: Faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur adalah sebagai berikut : Berdasarkan yang telah di identifikasi pada faktor lingkungan internal, kekuatan bagi usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. Kualitas bunga krisan (Chrysanthemu. yang dihasilkan baik, . Akses lokasi yang strategis, . Memiliki produk unggulan, . Memiliki fasilitas yang memadai, . Modal merupakan milik pribadi. Sedangkan yang menjadi kelemahan dari usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere ini yaitu . Tidak mempunyai rencana jangka panjang, . Kurangnya fasilitas penyimpanan yang memadai untuk menjaga kesegaran bunga krisan (Chrysanthemu. , . Proses produksi yang lama, . Belum ada modal lebih untuk melakukan pengembangan, . Keterampilan dan pengetahuan pekerja masih lemah Berdasarkan hasil identifikasi faktor lingkungan eksternal maka diketahui peluang yang ada untuk usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere yaitu: Lingkungan sumber daya alam yang mendukung, . Permintaan pasar terhadap bunga krisan (Chrysanthemu. terus meningkat setiap tahun, . Daya beli masyarakat meningkat, . Meningkatkan pembangunan pertanian, . Dukungan kebijakan pemerintah terhadap bunga krisan (Chrysanthemu. semakin baik. Selain itu yang menjadi ancaman untuk usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. di Desa Cikanyere ini yaitu . Pengaruh cuaca dan iklim terhadap produksi. Serangan hama dan penyakit pada tanaman, . Perubahan harga bunga krisan (Chrysanthemu. yang tidak stabil, . Budaya pembudidaya bunga krisan (Chrysanthemu. yang menjual hasil panennya ke bandar, . Kompetitor produsen yang banyak. Alternatif strategi pengembangan yang dapat dijalankan oleh usahatani bunga krisan (Chrysanthemu. berdasarkan hasil analisis matriks SWOT dan keputusan akhir dari QSPM yaitu . Memastikan kualitas bunga selalu terjaga tinggi dan diversifikasi produk untuk menambah nilai jual, . Peningkatan kualitas dan inovasi produk, . Mengurangi ketergantungan pada pengepul dengan meningkatkan kemandirian pemasaran, . Melakukan Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 penjualan individu dan toko bunga untuk diversivikasi pasar, . Mengikuti pelatihan berkala untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pekerja, . Manfaatkan media sosial untuk mengatasi persaingan dan menjaga stabilitas harga, . Memanfaatkan etos kerja dan modal pribadi untuk menghadapi persaingan, . Meminta pihak BPP mengadakan pelatihan tentang teknik pertanian yang bisa mengurangi dampak perubahan musim, . Mengatasi ketergantungan pada musim dengan teknologi pertanian modern, . Melakukan kerjasama antar petani untuk menyewa transportasi guna menekan biaya distribusi, . Pemanfaatan sumber daya alam untuk mengurangi biaya produksi, . Pembuatan surat perjanjian kerjasama untuk menguatkan hubungan dengan pengepul, . Mengembangkan pasar alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pengepul, . Memaksimalkan kerjasama dengan pengepul dan pasar khusus, . Optimalisasi akses lokasi yang strategis dan sumber daya alam, . Pengelolaan keuangan yang lebih baik melalui pelatihan dan digitalisasi, . Diversifikasi produk dan strategi penjualan adaptif, . Melakukan promosi penjualan untuk meningkatkan kesadaran dan permintaan. DAFTAR PUSTAKA