Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 305-313 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER KEPATUHAN MGLS (MORISKY. GREEN. LEVINE ADHERENCE SCALE) VERSI BAHASA INDONESIA TERHADAP PASIEN EPILEPSI Iin Ernawati1*. Wardah Rahmatul Islamiyah2 Akademi Farmasi Surabaya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga *Email1: iinernawati. apt@gmail. Email2: wri1905@gmail. Artikel diterima: 24 Juli 2019. Disetujui: 19 Oktober 2019 ABSTRAK Epilepsi merupakan penyakit otak kronis yang ditandai dengan kejang/seizure secara spontan, berulang dan tidak ada perbaikan di tiap kejangnya. Salah satu ukuran terapi penyakit epilepsi adalah menurun atau hilangnya kejang. Salah satu hal yang masih menjadi penyebab belum terkontrolnya kejang adalah kepatuhan/ adherence. Pengukuran kepatuhan pada pasien epilepsi menjadi salah satu tolak ukur terkait dengan jenis terapi dan intervensi yang diberikan. Salah satu kuesioner kepatuhan yang dapat digunakan adalah MGLS (Morisky. Green. Levine Adherence Scal. Kuesioner MGLS merupakan kuesioner kepatuhan dengan 4 item pertanyaan, dimana pertanyaan kuesioner tersebut dapat menggambarkan tingkat kepatuhan pasien dalam konsumsi obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk uji validitas dan reliabilitas kuesioner MGLS dengan maksud agar kuesioner tersebut dapat diaplikasikan pada pasien epilepsi. Penelitian ini merupakan penelitian observational deskriptif yang dilakukan pada pasien epilepsi di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode consecutive sampling, didapatkan 42 pasien epilepsi antara bulan Mei-Juli 2018. Uji validitas dilakukan dengan metode Pearson correlation . ilai koreksi Ou0,. dan uji reliabilitas menggunakan internal coefficient cronbach alpha Ou0,6. Berdasarkan hasil uji validitas diketahui korelasi skor tiap pertanyaan dengan skor total diketahui nilai korelasi lebih dari r table (N=. 0,3496. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua pertanyaan pada kuesioner MGLS versi bahasa Indonesia valid. Uji reliabilitas menunjukkan cronbach alpha coefficient 0,634>0,6 . <0,. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu instrument kuesioner MGLS versi bahasa Indonesia valid dan reliabel untuk mengetahui tingkat kepatuhan pada pasien epilepsi. Kata kunci: Kuesioner MGLS versi bahasa Indonesia. Validitas. Reliabilitas. Epilepsi ABSTRACT Epilepsy is a chronic brain disease that is characterized by seizures spontaneously, recurs and there is no improvement in each seizure. One measure of therapy epilepsy is decreased or loss of seizures. One of the things that still Iin Ernawati & Wardah Rahmatul Islamiyah | 305 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 305-313 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 causes the uncontrolled seizure is adherence. Measurement of adherence in epilepsy patients is one of the tool for know related to the type of therapy and intervention provided. One of the adherence questionnaires that can be used is MGLS (Morisky. Green. Levine Scale Adherence Scal. The MGLS questionnaire is a adherence questionnaire with 4 items of questions, where the questionnaire questions can describe the level of patient adherence in drug consumption. The purpose of this study is to test the validity and reliability of the MGLS questionnaire with the intention that the questionnaire can be applied to This study was a descriptive observational study conducted on epilepsy patients at Airlangga University Hospital. Sampling was done through consecutive sampling method, obtained 42 epilepsy patients between May-July Validity test was carried out using the Pearson correlation method . orrection value Ou0. and the reliability test using internal cronbach alpha coefficient Ou0. Based on the results of the validity test it is known that the correlation score of each question with the total score is known to correlate more than r table (N = . These results indicate that all questions on the Indonesian version of the MGLS questionnaire are valid. Reliability test showed cronbach alpha coefficient 0. 634> 0. <0. The conclusion of this study is the valid and reliable MGLS Indonesian version of the questionnaire instrument to determine the level of adherence in epilepsy patients. Keywords: MGLS questionnaire Indonesian version. Validity. Reliability. Epilepy PENDAHULUAN 000 penduduk, dan jumlah Epilepsi termasuk penyakit otak ini meningkat di negara dengan kronis yang ditandai dengan kejang pendapatan rendah. Jenis epilepsi berulang . kali atau lebi. , yang yang paling tinggi adalah epilepsi dengan etiologi yang tidak diketahui sebagian tubuh yang tidak disengaja, jelas penyebabnya dengan kejang dan sering disertai dengan hilangnya umum (Fiest et. , 2. Salah satu Kejang yang terjadi secara ukuran manajemen terapi obat pada spontan, berulang dan tidak ada perbaikan diantara kejang (Aminoff menurun/hilangnya kejang, sehingga Prevalensi menjadi salah satu ukuran akhir sistematik review dan meta analisis pencapaian / end outcome. Ditemukan yang dilakukan sejak tahun 1985 bahwa 20% pasien dengan kadar sampai 2016 diketahui bahwa jumlah serum level obat antiepilepsi (OAE) kejadian epilepsi sebesar 67,77 pasien yang rendah memiliki tingkat kejang Douglas. Iin Ernawati & Wardah Rahmatul Islamiyah | 306 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 305-313 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 berulang yang lebih banyak yakni 2 kali lebih banyak tiap bulannya adalah pengukuran kadar obat dalam dibanding dengan pasien lain yang darah pasien. Pengukuran tingkat kadar serumnya lebih tinggi (Rasheva kepatuhan minum obat menggunakan , 2. Kepatuhan yang baik kuesioner memiliki kelebihan yakni praktis, murah, dan efisien (Paschal et Ernawati et. , 2. antiepilepsi dalam darah sehingga Tingkat kepatuhan minum obat pasien epilepsi perlu diketahui, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu Layanan farmasi klinik pada tolak ukur terkait jenis terapi dan epilepsi memiliki berbagai keunikan intervensi yang diberikan (Howard, antara lain pemilihan obat yang sarat Salah satu kuesioner yang dengan kesulitan karena problema digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat adalah kuesioner MGLS (Morisky, kehamilan, kepatuhan atau adherence Green, yang kurang, serta farmakokinetika Scal. Kuesioner MGLS merupakan klinik tipa pasien. Selain itu terapi OAE Levine Scale Adherence tantangan karena baru berkisar 70%- menggunakan 4 pertanyaan, dimana 75% yang dapat dikontrol dengan terapi tersebut. Salah satu hal yang menggambarkan tingkat kepatuhan pasien menjadi 3 kategori diantaranya penyebab belum terkontrolnya terapi patuh tinggi, sedang dan rendah dengan OAE adalah adherence atau (Morisky, et al. , 1986. Beyhaghi et kepatuhan (Widyati, et. , 2. , 2016. Al Qarni et. , 2. Adherence dapat diukur dengan Kuesioner MGLS metode pengukuran tidak langsung digunakan untuk mengukur tingkat Parent/Patient-self kepatuhan pasien di Indonesia harus dilakukan uji validasi dan reliabilitas. Iin Ernawati & Wardah Rahmatul Islamiyah | 307 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 305-313 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Kedua uji tersebut diperlukan karena mendapatkan obat oral antiepilepsi, translasi atau alih bahasa sehingga dan bersedia mengikuti penelitian. dapat terjadi perbedaan pemahaman Kriteria pasien epilepsi yang tuli dan buta pertanyaan dari kuesioner (Alfian dan Uji validitas kuesioner pada Putra, 2. Pada penelitian ini dilakukan uji validitas dan reliabilitas korelasi Pearson Product Moment. kuesioner MGLS dengan tujuan agar Pertanyaan dianggap valid apabila kuesioner tersebut dapat diaplikasikan nilai R hitung lebih besar dari R tabel. pada pasien epilepsi di Indonesia. Uji Jenis METODE PENELITIAN internal consistency (Cronbach alpha Kuesioner observasional deskriptif. Pengambilan reliabel apabila nilai cronbach alpha data untuk uji validasi dan reliabilitas coefficient di atas 0,6. kuesioner MGLS dilakukan di poli rawat jalan Rumah Sakit Universitas Airlangga dari bulan Mei-Juli 2018. Data HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan diketahui data karakteristik sampel penelitian yang dikumpulkan dengan kelamin, dan tingkat pendidikan. Data wawancara langsung dan pengisian yang dikumpulkan adalah data primer data pada kuesioner serta inform hasil jawaban pasien dari kuesioner Jumlah sampel yang terlibat MGLS. Instrumen penelitian yang pada penelitian ini adalah 42 orang digunakan adalah kuesioner MGLS versi bahasa Indonesia. Pengambilan kriteria inklusi dan eksklusi. Data karakteristik subjek penelitian dapat Tabel consecutive sampling. Kriteria inklusi sampel adalah pasien epilepsi dengan usia 20-60 tahun, minimal satu kali diketahui mayoritas usia pasien yang Subjek Iin Ernawati & Wardah Rahmatul Islamiyah | 308 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 305-313 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 dengan jenis kelamin perempuan . ,53%). adalah usia 51-60 tahun . ,57%) Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian Karakteristik USIA . Parameter Laki-laki Perempuan SLTP SLTA Perguruan Tinggi Jenis kelamin Pendidikan Tingkat N = 42 21,43 26,19 23,81 28,57 40,47 59,53 21,43 40,47 23,81 14,28 SLTP (Sekolah Tahapan alih bahasa Lanjutan Tingkat Pertam. sebanyak yang disarankan WHO yakni meliputi 40,47%. Dari salah satu penelitian 4 langkah diantaranya, terjemahan yang dilakukan oleh Ferro . awal dari bahasa asli kuesioner Inggris ke bahasa Indonesia . orward sosiodemografi diketahui bahwa tidak . xpert pane. , diterjemahkan kembali . ackward translatio. , pra-pengujian perempuan dan laki-laki serta tingkat dan wawancara kognitif (Pre-testing and cognitive interviewin. (WHO, kejadian epilepsi. Namun tingkat Alih kemampuan pemahaman seseorang terkait dalam kepatuhan konsumsi berpengalaman dalam pengembangan OAE kuesioner, profesional kesehatan dan Tahapan ahli dalam bahasa asli kuesioner reliabilitas kuesioner MGLS pada (Bahasa Inggri. (WHO, 2. Alih MGLS Iin Ernawati & Wardah Rahmatul Islamiyah | 309 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 305-313 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 dilakukan oleh tenaga kesehatan yang dari tiap pertanyaan kuesioner dan telah terbiasa dengan terjemahan tidak ada perbedaan makna dari kuesioner aslinya Inggris, memiliki keamampuan bahasa Inggris Uji Validitas Kuesioner MGLS Versi Bahasa Indonesia Terjemahan Indonesia . ackward MGLS yang telah di uji coba pada 10 Inggris responden, kemudian dilakukan uji validasi dan reliabilitas dari kuesioner MGLS Pertanyaan pada kuesioner MGLS kuesioner hasil alih bahasa ke bahasa versi bahasa Indonesia dianggap valid Indonesia terhadap 10 responden. apabila pertanyaan tersebut mampu Diketahui hasil uji coba menunjukkan responden mudah memahami maksud pertanyaan dari kuesioner. Hasil alih bahasa kuesioner Indonesia. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Kuesioner MGLS pada pasien Epilepsi Item pertanyaan Apakah pernah lupa minum obat? Apakah pernah sembarangan minum Apakah pernah berhenti minum obat ketika merasa lebih baik? Apakah pernah berhenti minum obat saat merasa kondisi memburuk? Uji Nilai Koefisien Korelasi Pearson 0,596. 0,724. Nilai Batas 0,3496 0,3496 0,784. 0,3496 Valid 0,713. 0,3496 Valid Kesimpulan Valid Valid lebih besar dari R tabel. Nilai R tabel dengan cara korelasi antara skor tiap untuk 42 sampel adalah 0,3496 pertanyaan dengan skor total dari Apabila nilai R hitung lebih tinggi Pengujian Berdasarkan taraf kepercayaan 95%. Pearson. pertanyaan tersebut dianggap valid dan bisa digunakan (Sari et al. , 2. Pearson, pertanyaan pada kuesioner Hasil uji validitas kuesioner MGLS dianggap valid apabila nilai R hitung dapat dilihat pada Tabel 2. Nilai Iin Ernawati & Wardah Rahmatul Islamiyah | 310 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 305-313 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 korekai skor tiap pertanyaan dengan skor total menunjukkan nilai koreksi diterima jika nilai Cronbach alpha lebih dari r tabel (N= . adalah 0,3496. Ou kepercayaan 95% . <0,. Pengujian Hasil apakah tiap pertanyaan kuesioner MGLS telah reliabel atau tidak. Indonesia adalah valid. Pertanyaan Berdasarkan uji reliabilitas kuesioner nomor 1 memiliki korelasi yang MGLS diketahui bahwa dari keempat sedang terhadap skor total pertanyaan pertanyaan kuesioner memiliki nilai cronbach alpha coefficient sebesar MGLS MGLS. Sedangkan pertanyaan kuesioner nomor 2, 3 dan 0,634 4 memiliki korelasi kuat terhadap kuesioner MGLS dapat dilihat pada Nilai MGLS. Tabel 3. Hasil pengujian relibilitas Uji Reliabilitas Kuesioner MGLS kuesioner MGLS pada penelitian ini versi bahasa Indonesia Uji reliabilitas dari kuesioner MGLS dilakukan pasien diabetes tipe 2 di pertanyaan yang sudah valid saja Singapura diketahui memiliki internal consistency (CronbachAos alpha = bersama-sama Instrumen 0,. (Wang et al. , 2. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner MGLS pada pasien Epilepsi Nilai cronbach alpha coefficient 0,634 Item pertanyaan Berdasarkan hasil wawancara persentase pasien lupa minum obat menggunakan kuesioner MGLS versi sebesar 66,67%. Hal ini menunjukkan bahasa Indonesia diketahui bahwa bahwa secara umum respondent yang dari 4 pertanyaan diketahui untuk melakukan uji validasi dan reliabilitas pertanyaan nomor 1 yakni tentang kuesioner MGLS tidak patuh terhadap Iin Ernawati & Wardah Rahmatul Islamiyah | 311 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 305-313 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 konsumsi obat karena lupa minum obat (Gambar . Tidak Gambar 1. Persentase hasil jawaban kuesioner MGLS pada pasien epilepsi KESIMPULAN Hasil MGLS Bahasa Indonesia UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih, peneliti sampaikan pada ibu Zamrotul Izzah. Sc. Apt. , selaku penerjemah ahli penerjemahan kuesioner MGLS. DAFTAR PUSTAKA