Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PENGUATAN NILAI-NILAI HISTORIS PAHLAWAN INDONESIA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMK YP SERDANG LAMPUNG SELATAN Ozi Hendratama1. Wayan Satria Jaya2. Rizka Puspita Sari3. Cahyani Wiranti4. Ully Nafiah Mafud5 STKIP PGRI Bandar Lampung hendratama_oziozi@yahoo. id, 2wayansatriajaya@gmail. rizkapuspitasari73@gmail. com, 4cahyani11@gmail. com, 5ully. nofiah08@gmail. Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter peserta didik melalui penguatan nilai-nilai historis pahlawan nasional Indonesia. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu 30 siswa kelas XI di SMK YP Serdang dengan menggunakan metode psikoedukasi, diskusi, dan refleksi diri. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai historis pahlawan Indonesia membantu peserta didik untuk lebih mengenal serta memahami nilai- positif yang ada pada masing-masing tokoh pahlawan nasional seperti berani, jujur, pantang menyerah, bertanggung jawab, dan lain-lain. Peserta didik juga mampu merefleksikan karakter yang ada pada masingmasing tokoh pahlawan nasional dengan karakter yang ada pada diri peserta didik. Berdasarkan hasil evaluasi setelah kegiatan peserta didik merasa lebih dapat membedakan karakter yang perlu dipertahankan dan karakter yang perlu ditinggalkan. Kata Kunci: Nilai historis, pahlawan, karakter peserta didik Abstract: This community service activity aims to shape the character of students through strengthening the historical values of Indonesian national heroes. The target of this activity is 30 grade XI students at SMK YP Serdang using psychoeducation, discussion, and self-reflection methods. The results of this activity show that strengthening the historical values of Indonesian heroes helps students to better know and understand the positive values in each national hero figure such as brave, honest, never give up, responsible, and others. Students are also able to reflect on the character of each national hero figure with the character of the students themselves. Based on the evaluation results after the activity, students feel better able to distinguish between characters that need to be maintained and characters that need to be abandoned. Keywords: Historical values, heroes, studentsAo characters PENDAHULUAN Pendidikan karakter saat ini menjadi sebuah harapan untuk mengurangi dampak buruk bagi kemajuan bangsa. Pemahaman ini tertuju pada makna pendidikan yang menjadi salah satu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik dapat secara akif mengembangkan potensi dirinya untuk dapat memiliki kemampuan spiritual, keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedikit berbeda dengan karakteristik Penguatan Nilai-Nilai Historis Pahlawan Indonesia dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Kelas XI di SMK YP Serdang Lampung Selatan kepribadian, dimana tiap individu memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda satu sama lain. Perbedaan kepribadian tersebut menjadi ciri khas dari masing-masing individu yang tentunya di dalamnya terdapat kelebihan dan kekurangan pada diri individu Wibowo . menjelaskan bahwa karakter merupakan cara berpikir dan bertingkah laku yang dibawa oleh individu dalam sehari-hari dapat berkolaborasi lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Nilainilai sehari-hari di sekolah atau Karakter sendiri dimaknai sebagai penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai . enar-salah, baik-buru. baik secara eksplisit maupun implisit (Alwisol, 2. Dari definisi tersebut jelas bahwa karakter dapat dibentuk, menjadi baik atau bahkan menjadi buruk. Karakter baik tentunya dibentuk dari pembiasaan-pembiasaan yang baik dan juga lingkungan yang Sebaliknya, karakter buruk dibentuk dari pembiasaan-pembiasaan yang kurang baik dan lingkungan yang kurang mendukung bagi peserta didik. Tujuan dari pendidikan tentunya ingin membentuk peserta didik agar memiliki katakter yang baik. Namun demikian, banyaknya pemberitaan di media sosial tentang perilaku peserta mengarah pada hal negatif menjadi sebuah cerminan akan karakter peserta didik yang kurang baik seperti kurangnya tanggung jawab akan tugasnya sebagai Masih banyak peserta didik yang jawabnya sebagai peserta didik seperti belajar secara mandiri, mengerjakan tugas, dan lain-lain. Sebagian dari peserta didik masih dijumpai kerap menundanunda mengerjakan tugas ataupun membolos dari sekolah. Fenomena yang saat ini tengah banyak disoroti di sosial media adalah keberanian peserta didik dalam menentang aturan maupun nasihat dari guru. Oleh sebab itu perlu adanya upaya untuk membantu peserta didik dapat membentuk karakter baiknya. Hal ini tentunya menjadi salah satu alasan diperkuatnya pendidikan karakter dalam kurikulum merdeka. Ada berbagai macam karakter seperti karakter jujur, mandiri, dan lain-lain. Dalam hal ini merujuk pada profil pelajar pancasila yaitu . beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, . mandiri, . gotong royong, . berkebinekaan global, . bernalar kritis, dan . Keenam profil tersebut merupakan karakter yang perlu dibangun pada diri peserta didik dengan berbagai metode. Salah satunya adalah dengan menggunakan modeling seperti menampilkan tokoh-tokoh yang memiliki karakter yang dapat menjadi role model bagi peserta didik. Salah satunya adalah menggunakan tokoh Ada banyak tokoh pahlawan nasional yang dapat dipelajari nilai-nilai historisnya untuk dijadikan inspirasi bagi peserta didik dalam membentuk karakter yang sesuai dengan kepribadian peserta Menguatkan karakter peserta didik dengan mempelajari nilai-nilai historis tokoh-tokoh pahlawan nasional dapat disajikan melalui mata pelajaran sejarah dimana secara materi mata pelajaran sejarah banyak memperkenalkan tokoh Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Apriyanto dan Kumalasari . , ditemukan hasil tokoh-tokoh pahlawan nasional dalam pembelajaran sejarah memiliki pengaruh pembentukan karakter anak. Selain itu, dengan dijelaskan menggunakan metode yang menarik maka penguatan karakter peserta didik melalui pengenalan tokoh meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran sejarah. Mata pelajaran sejarah sendiri merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari peristiwa, kejadian, dan Ozi Hendratama. Wayan Satria Jaya. Rizka Puspita Sari. Cahyani Wiranti. Ully Nafiah Mafud Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. proses yang terjadi di masa lalu, serta dampaknya pada kehidupan manusia saat ini dan yang akan datang (Ricklefs, 2. Dengan mempelajari peristiwa di masa lalu khususnya dengan memberikan seorang contoh pahlawan nasional diharapkan peserta didik dapat melakukan analisa akan apa yang diperoleh oleh tokoh tersebut dengan karakter yang Harapannya adalah, peserta didik mampu melakukan refleksi diri atas kebiasaan dan pola pikirnya selama ini dengan kemungkinan yang akan diraihnya di waktu yang akan datang. Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini, akan berfokus pada penguatan nilai-nilai historis tokoh-tokoh pahlawan nasional Indonesia dalam membentuk karakter peserta didik yang ada di SMK YP Serdang. SMK YP serdang merupakan sekolah kejuruan yang berfokus pada berbagai bidang kejuruan yaitu perkantoran, bisnis pemasaran, dan Dalam sekolah menengah khususnya sekolah kejuruan akan menyiapakan lulusannya untuk mampu bersaing di industri kerja. Oleh karena itu. SMK YP Serdang menanamkan karakter baik bagi peserta didiknya sehingga nantinya bersaing secara sehat di dunia industri. Pihak sekolah menyadari bahwa masih ada sebagian peserta didiknya yang belum memiliki tanggung jawab sebagai siswa seperti masih sering datang terlambat, membolos, mudah mengeluh jika diberi tugas, dan merasa terbebani untuk datang tepat waktu ke sekolah. Oleh sebab itu perlu adanya upaya sadar untuk menumbuhkan karakter baik pada diri peserta didik. Harapannya peserta didik memiliki karakter mandiri, bertanggung jawab, memiliki daya juang, dan karakter positif lainnya. Tentunya berbagai upaya telah dilakukan dan akan terus dilakukan untuk menciptakan upaya-upaya baru dalam membentuk karakter baik pada peserta didik di SMK YP Serdang. Salah satunya melalui kolaborasi dengan seluruh bidang study tidak terkecuali mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial yaitu Salah satu materi yang dipelajari pada mata pelajaran sejarah adalah mengenal sejarah pahlawan nasional Indonesia baik dari perannya dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia hingga latar belakang serta karakter yang melekat pada tokoh pahlawan tersebut. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini peserta didik akan diajak untuk memilih salah satu tokoh pahlawan nasional Indonesia yang dikagumi dan menuliskan hal-hal yang melekat pada tokoh tersebut khususnya karakter yang dimiliki oleh tokoh pahlawan yang dipilih. Kemudian peserta didik akan dibimbing untuk melakukan analisis dan refleksi diri terhadap karakter yang dimiliki oleh pahlawan tersebut dengan karakter yang dimiliki oleh Dengan diharapkan peserta didik dapat memiliki keinginan untuk memiliki karakter positif yang juga dimiliki oleh tokoh yang Dengan memiliki karakter positif sejak di sekolah harapannya sekolah dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir secara hardskill tetapi juga softskill. Maka perlu adanya upaya dalam menghasilkan lulusan yang berkarakter baik dengan memberikan kegiatan kepada peserta didik melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema penguatan nilai-nilai historis pahlawan indonesia dalam membentuk karakter peserta didik kelas xi di smk yp serdang lampung selatan. METODE Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Penguatan Nilai-nilali Historis Pahlawan Indonesia dalam Membentuk Karakter Peserta didik Kelas XI di SMK YP Serdang dilaksanakan pada rabu, 20 November 2024. Kegiatan ini akan berlangsung selama 1 hari pada 00 Ae 12. 00 WIB. Peserta dalam kegiatan ini adalah peserta didik kelas XI Penguatan Nilai-Nilai Historis Pahlawan Indonesia dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Kelas XI di SMK YP Serdang Lampung Selatan jurusan Bisnis Pemasaran SMK YP Serdang berjumlah 30 siswa. Kegiatan masyarakat ini memiliki relevansi dengan kebutuhan peserta didik dimana dengan menumbuhkan karakter yang baik maka proses belajar mengajar pun akan berjalan dengan lebih baik karena peserta didik menyadari pentingnya belajar sehingga bekerjasama dengan gurunya dalam mencapai hasil belajar. Diharapkan dengan menguatkan nilai-nilai historis pahlawan nasional Indonesia dalam kehidupan sehari-hari peserta didik dapat menjadi pribadi yang memiliki karakter yang kuat, jujur, bertanggung jawab, dan lain-lain seperti karakter yang dimiliki oleh pahlawan nasional Indonesia sehingga tumbuh pula semangat juangnya dalam menempuh pendidikan. Dalam kegiatan pengabidan ini, peran dari sekolah yang dalam hal ini pengabdian kepada masyarakat ini adalah memfasilitasi peserta didik untuk dapat terus menguatkan karakter seperti yang dimiliki oleh pahlawan nasional Indonesia agar peserta didik memiliki karakter yang baik dengan cara menyediakan tempat untuk kegiatan, mendukung sepenuhnya keberlangsungan acara, dan tentunya selalu memantau perilaku yang menjadi cerminan karakter peserta didik. Persiapan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Adapun kegiatan yang dilakukan sebelum dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu: Melakukan studi pustaka tentang nilai-nilai karakter peserta didik Melakukan uji coba desain materi yang akan disampaikan Menentukan waktu pelaksanaan dan Mengirim surat kesediaan kepada pihak sekolah terkait ketersediaan mengikuti kegiatan Menerima tanggapan dari sekolah Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada rabu, 20 November 2024 yang dimulai pada pukul 08. 00 Ae 12. 00 WIB. Adapun susunan kegiatan adalah sebagai Pelaksana PKM dan peserta kegiatan memasuki ruang yang telah disediakan oleh sekolah Pembukaan kegiatan oleh pelaksana PKM dalam hal ini ketua kegiatan PKM yaitu Dr. Wayan Satria Jaya. Si. sambutan oleh kepala SMK YP Serdang yaitu Ibu Putri Elida Sari. Pd. Penyampaian materi oleh Bapak Ozi Hendra Tama. Pd. dilanjutkan oleh Ibu Rizka Puspita Sari. Psi. Psikolog. Juga dibantu dengan dua orang mahasiswa yaitu Cahyani Wiranti dan Ully Nafiah Mafud yang merupakan asisten dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Metode pelatihan bersifat ceramah, diskusi, dan refleksi diri. Materi pertama yang disampaikan tokoh-tokoh nasional Indonesia beserta nilai historisnya, penjelasan mengenai Pada sesi berikutnya peserta kegiatan yang merupakan peserta didik kelas XI Bisnis Pemasaran diajak untuk memilih dan menuliskan salah satu tokoh pahlawan nasional yang menjadi idola mereka beserta alasannya. Kemudian peserta diminta untuk menuliskan karakter yang dimiliki oleh diri masing-masing dengan metode refleksi diri dan meminta Ozi Hendratama. Wayan Satria Jaya. Rizka Puspita Sari. Cahyani Wiranti. Ully Nafiah Mafud Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. pendapat dari teman terdekatnya di dlam ruangan yang telah saling Setelah itu peserta dimiliki dengan karakter yang ada pada tokoh pahlawan idolanya dibant dengan pemateri dan asisten pada kegiatan ini. Diskusi dan tanya jawab Penutup HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada peseta didik kelas XI Bisnis Pemasaran di SMK YP Serdang pada hari Rabu, 20 November 2024 untuk membentuk karakter melalui penguatan nilai-nilai historis pahlawan nasional Indonesia berjalan dengan baik. Selama kegiatan berlangsung tidak ada hambatan yang dialami oleh pemateri maupun peserta didik yang merupakan peserta dalam kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa sesi yang diisi secara bergantian oleh dosen Pendidikan Sejarah dan dosen Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Bandar Lampung. Sesi pertama diisi dengan materi tentang tokoh-tokoh pahlawan nasional Indonesia, penjelasan mengenai jenis-jenis keterkaitan antara karakter dengan kehidupan peserta didik, kemudian pada bagian refleksi diri peserta didik diminta menentukan salah satu tokoh idolanya dan melakukan refleksi diri tentang karakter yang ada dalam dirinya dengan karakter yang ada pada tokoh pahlawan nasional Selaini tu dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab terkait dengan bagaimana karakter terbentuk, dampak dari buruknya karakter, bagaimana menghadapi lingkungan yang dapat merusak karakter, serta kisah dari pahlawan nasional Indonesia. Selama mengidolakan tokoh pahlawan nasional yang berbeda satu sama lain, beberapa diantaranya adalah, pertama Ki Hajar Dewantara dengan karakternya yang mandiri, kreatif dan pantang menyerah khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Karaker yang dimiliki Ki Hajar Dewantara ini menumbuhkan semangat peserta yang tertarik menjadi seorang pendidik namun kurang percaya diri, setelah merefleksikan nilai-nilai historis dari tokoh tersebut peserta merasa harus lebih semangat lagi dan pantang menyerah. Tokoh berikutnya yang banyak diidolakan peserta adalah Raden Ajeng Kartini. Raden Ajeng Kartini atau dikenal R. Kartini merupakan pahlawan nasional perempuan yang menjadi tokoh emansipasi wanita. Karakter pada tokoh ini menumbuhkan jiwa berani bagi peserta perempuan untuk percaya diri meraih cita-citanya. Pahlawan nasional berikutnya yang dipilih oleh peserta didik adalah Sultan Hasanudin, yang merupakan pahlawan yang gigih dan berani. Kegigihan dan Sultan Hasanudin menumbuhkan semangat peserta untuk berani meraih cita-citanya meskipun berasal dari keluarga yang sederhana tapi dengan mimpi yang besar. Pahlawan selanjutnya adalah Pangeran Diponegoro. Pahlawan nasional Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan dengan karakter yang berani, peduli, sederhana, dan Karakter ini menyadarkan peserta untuk memiliki kepedulian terhadap sesama dan tetap menunjukkan kesederhanaan ditengah pengaruh mode di era modern ini. Kemudian tokoh yang berikutnya adalah mantan presiden Republik Indonesia yaitu BJ. Habibie yang merupakan pribadi dengan karakter cerdas, tulus, dan disiplin. Peserta menyadari bahwa keberhasilan tidak lepas dari kedisiplinan. Melalui karakter yang ada pada B. Habibie tersebut peserta belajar untuk mulai menghargai waktu dan berusaha untuk tidak datang terlambat ke sekolah dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah. Kemudian tokoh pahlawan nasional selanjutnya yang Penguatan Nilai-Nilai Historis Pahlawan Indonesia dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Kelas XI di SMK YP Serdang Lampung Selatan banyak ditulis oleh peserta adalah presiden pertama Republik Indonesia yaitu ir. Soekarno. Presiden pertama Republik Indonesia ini memiliki karakter pemberani, kharismatik, dan nasionalis. Peserta mempelajari karakter ir. Soekarno sebaagai sosok pemimpin yang memiliki wibawa yang mampu memengaruhi orang Selain itu ir. Soekarno juga berani mengorbankan kepentingan pribadi demi bangsanya yang direfleksikan oleh peserta untuk mampu mengorbankan kesenangankesenangan demi meraih cita-cita. Selain keenam tokoh yang telah disebutkan di atas, masih ada beberapa tokoh yang menjadi idola peserta kegiatan ini yang masing-masing juga memiliki karakter yang dapat diadaptasi oleh peserta didik. Tentunya sebagai upaya menguatkan nilai-nilai historis pahlawan nasional Indonesia dalam membentuk karakter peserta didik. Nilai-nilai historis yang dimiliki oleh pahlawan nasional Indonesia dapat ditanamkan pada diri peserta didik di Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi setelah bahwa peserta memberikan respon yang baik dan mulai menyadari pentingnya memiliki karakter yang baik. Berdasarkan hasil pengamatan guru di SMK YP Serdang diketahui bahwa peserta didik yang mengikuti kegiatan ini menjadi lebih paham akan tanggung jawabnya di sekolah dan lebih menghargai peraturan di sekolah. Selain itu peserta didik juga menyadari akan pentingnya karakter dalam kehidupan manusia dan lebih memiliki semangat untuk meraih cita-cita sebagaimana pahlawan nasional idolanya. Sesuai dengan hasil penelitian Bancin, dkk . pembelajaran sejarah akan mengembangkan aktivitas peserta didik untuk mempelajari berbagai peristiwa, diinternalisasikan pada dirinya sehingga melahirkan contoh untuk bersikap dan Hal ini lebih mudah membantu peserta didik dalam memahami karena peserta didik akan dibawa untuk masuk ke dalam cerita bersejarah dimana kegiatan ini mengajak peserta didik untuk merasakan kondisi yang dialami oleh tokoh pahlawan idolanya. Dengan demikian kegiatan ini membantu peserta didik untuk lebih mudah memahami karakter yang dimiliki dan pentingnya memiliki karakter tersebut himbauan atau ceramah sederhan agar menanamkan karakter baik. Untuk hasil yang lebih baik lagi, sekolah sebagai mitra dalam kegiatan ini diharapkan untuk dapat terus menanamkan karakter baik pada peserta didik dengan berbagai caracara baru yang menarik salah satunya melalui mata pelajaran sejarah. Melihat hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat tyang dilakukan di SMK YP Serdang ini maka guru bimbingan dan konseling yang ada di sekolah nantinya dapat bekerja sama dengan guru bidang studi sejarah yang juga ada di sekolah tersebut dalam membentuk karakter peserta didik melalui mata pelajaran SIMPULAN Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK YP Serdang dengan tema penguatan nilai-nilai historis pahlawan nasional Indonesia dalam membentuk karakter peserta dapat pengabdian masyarakat ini disambut dengan baik oleh para peserta kegiatan dan kegiatan penguatan nilai-nilai historis pahlawan Indonesia membantu peserta didik untuk lebih mengenal serta memahami nilai- positif yang ada pada masing-masing tokoh pahlawan nasional seperti berani, jujur, pantang menyerah, bertanggung jawab, dan lain-lain. Peserta didik juga mampu merefleksikan karakter yang ada pada masing-masing tokoh pahlawan nasional dengan karakter yang ada pada diri peserta didik. Berdasarkan hasil evaluasi setelah kegiatan peserta didik merasa lebih dapat membedakan Ozi Hendratama. Wayan Satria Jaya. Rizka Puspita Sari. Cahyani Wiranti. Ully Nafiah Mafud Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. karakter yang perlu dipertahankan dan karakter yang perlu ditinggalkan. Kegiatan dapat menambah didik dalam nilai-nilai karakter kepada peserta didik agar peserta didik dapat menunjukkan perilaku yang baik dan mampu berdaya saing dengan softskill yang dimilik. DAFTAR PUSTAKA