Pengaruh Kecerdasan Emosional . (Deviana Novita Sar. PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KOMITMEN DALAM BERORGANISASI PENGURUS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA THE IMPACTS OF EMOTIONAL INTELLIGENCE TOWARD THE MANAGEMENTAoS ORGANIZATIONAL COMMITMENT OF STUDENTSAo REPRESENTATIVE COUNCIL IN FACULTY OF EDUCATION AT YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY Oleh : Deviana Novita Sari. Prodi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan Univesitas Negeri Yogyakarta, deviananovita. 2017@student. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap komitmen berorganisasi pengurus BEM FIP UNY. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi dengan jumlah populasi sebanyak 92 mahasiswa pengurus BEM FIP UNY. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosi dan skala komitmen organisasi. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . sebanyak 65 mahasiswa . %) memiliki kecerdasan emosi dengan kategori tinggi dan 27 mahasiswa . %) memiliki kecerdasan emosi dengan kategori sedang. sebanyak 70 mahasiswa . %) memiliki komitmen organisasi dengan kategori tinggi dan 22 mahasiswa . %) memiliki komitmen organisasi dengan kategori sedang. kecerdasan emosi berpengaruh secara positif nilai sig. sebesar 0,000 < 0,. terhadap komitmen organisasi pengurus BEM FIP UNY dengan sumbangan efektif sebesar 53%, sehingga dapat diketahui bahwa kecerdasan emosi dapat memprediksi komitmen organisasi seseorang. Kata kunci: kecerdasan emosional, komitmen organisasi, organisasi kemahasiwaan. ABSTRACT The aim of this research is to know the impacts of emotional intelligence toward the managementAos organizational commitment of StudentsAo Representative Council in Faculty of Education at Yogyakarta State University. The research used population research with the total of population were 92 students of StudentsAo Representative Council in Faculty of Education at Yogyakarta State University. The data collection methods used the emotional intelligence scale and the organizational commitment scale. Data analysis technique used simple linear regression. Based on the research results, there were: . 65 students . %) had high category of emotional intelligence and 27 students . %) had moderate category of emotional intelligence. 70 students . %) had high category organizational commitment and 22 students . %) had moderate organizational commitment. the emotional intelligence had a positive . 000 <0. toward the managementAos organizational commitment of StudentsAo Representative Council in Faculty of Education at Yogyakarta State University with 53% effective contribution, it meant that emotional intelligence could predict to organizational commitment personally. Keywords: emotional intelligence, organizational commitment, studentsAo representative council. masa depan menuntut setiap individu untuk dapat PENDAHULUAN Mahasiwa merupakan sebutan untuk yang sedang Sesuai dengan paparan Wakil Menteri perguruan tinggi. Individu yang kini berstatus Pendidikan mahasiswa termotivasi untuk dapat menggapai Pendidikan bahwa kompetensi masa depan menghadapi tantangan masa depan. Tantangan Kebudayaan Bidang 576 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 bertanggungjawab, memiliki kesiapan untuk Komitmen bekerja dan memiliki kecerdasan sesuai minat dan identifikasi dan keterlibatan seseorang yang bakatnya (Kurniasih & Sani, 2. Hal tersebut ditujukan kepada setiap individu yang memasuki (Karambut & Eka Afnan T, 2. Menurut usia produktif, termasuk mahasiswa. Luthnas . 6 : . komitmen organisasi adalah Berbagai hal harus dipersiapkan sejak dini dimana seseorang memiliki keinginan cukup kuat agar siap menghadapi tantangan-tantangan masa untuk bertahan dalam organisasi, selalu berusaha Persiapan tersebut dapat dilakukan mulai keras memberikan yang terbaik serta menerima dari mengasah hard skill dan soft skill dalam diri Hard skill dapat dipelajari dan diasah Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan pada bangku sekolah maupun perkuliahan, berbeda dengan soft skill yang dapat diasah keinginan individu agar tetap berada dalam melalui pengalaman-pengalaman individu dalam berhubungan dengan orang lain semasa hidupnya. memaksimalkan kinerjanya untuk mencapai Kedua skill ini sangat diperlukan dalam ranah tujuan dari organisasi tersebut. karir kedepannya. Maka dari itu, perguruan tinggi Penelitian Auda . pada Bank DKI telah memfasilitasi mahasiswa untuk dapat cabang Surabaya menunjukkan bahwa kualitas mengasah soft skill melalui organisasi intra sumber daya manusia dalam perusahaan tersebut perguruan tinggi. cukup baik. Bank tersebut menerapkan pedoman Organisasi nilai KTPP DKI (Komitmen. Team work. Professional. Pelayanan. Displin. Kerja keras dan berada dalam lingkup kampus. Pengurusnya Integrita. merupakan mahasiswa aktif yang terdaftar dalam melaksanakan segala sesuatu yang ditetapkan oleh perusahaan sesuai dengan perjanjian kerja dipromosikan saat penerimaan mahasiswa baru merupakan sebuah kewajiban bagi karyawan di sehingga organisasi ini cukup menarik perhatian perusahaan tersebut. Mereka senantiasa menaati Syarat agar dapat bergabung dalam peraturan kebijakan yang sudah dibuat dan organisasi tersebut harus melewati berbagai memiliki komitmen tinggi terhadap perusahaan, macam seleksi untuk menentukan sumber daya mereka memahami dengan baik perjanjian kerja manusia terbaik. Organisasi Sumber daya manusia merupakan salah Menjaga satu faktor penting dalam keberhasilan suatu bertanggungjawab, sukarela, dan dapat mencapai Apabila organisasi tersebut memiliki target yang telah ditargetkan oleh perusahaan. kualitas sumber daya manusia yang baik, maka Begitu pula dalam organisasi kampus, apabila ketercapaian tujuan organisasi tersebut akan tujuan dari organisasi tersebut ingin dicapai secara maksimal maka diperlukan sumber daya Pengaruh Kecerdasan Emosional . (Deviana Novita Sar. 577 manusia yang berkualitas dan berkomitmen baik, seseorang akan lebih mudah menyesuaikan terhadap organisasinya. diri terhadap lingkungannya. Ia tentu memiliki Kasus kemampuan untuk mengenal dirinya dan juga penelitian Nuraningsih & Surya Putra . mengenal orang lain dengan baik agar terjalin pada The Seminyak Beach Resort And SPA. hubungan yang harmonis, mereka akan lebih Penelitian mudah mengenali jenis-jenis perasaan, belajar perusahaan terebut terdapat banyak hambatan yang akhirnya menunjukkan komitmen organisasi menanggapi dengan tepat perasaan pada dirinya maupun orang lain, juga dapat mengontrol Sebagai koordinasi satu sama lain yang membuat sehari-hari karyawan merasa tidak nyaman dalam bekerja, (Tridhonanto, 2010:. Hal karyawan tidak disiplin dalam menyelesaikan tugasnya tepat waktu, minimnya arahan yang lingkungan yang ia tempati. Seperti penelitian diberikan oleh atasan sehingga karyawan merasa tentang emosi di tempat kerja oleh Cooper . alam kebingungan, tingkat keterlambatan karyawan Seyal dan Afzaal, 2. menunjukkan bahwa menunjukkan rasa malas bekerja serta atasan yang emosi dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, memiliki mood swing . uasana hati yang berubah- dan prestasi individu, tim dan organisasi. yang terkadang acuh dan jarang melakukan Penelitian komunikasi dengan karyawan. Perbedaan komitmen dalam berorganisasi terhadap individu dan organisasi yang dianutnya, seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa agar dapat bertahan diantara organisasinya faktor, salah satunya adalah kecerdasan emosi seseorang harus memiliki kecerdasan emosional. (Arifan & Dihan, 2. Kecerdasan emosi Tidak hanya di tempat kerja, kecerdasan merupakan kemampuan untuk memahami dan emosi diperlukan dalam lingkup organisasi bertindak bijaksana dalam menghadapi sesuatu atau berhubungan dengan orang lain. Menurut mewawancarai salah satu pengurus Badan Saloney & Mayer . alam Hariwijaya, 2005:. Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP UNY periode kecerdasan emosi sebagai kemampuan memantau 2020/2021 dan mengendalikan emosi-emosi itu untuk mengungkapkan bahwa ia telah mengundurkan memandu pikiran dan tindakan. Seseorang yang diri dari jabatan wakil ketua departemen ke staf memiliki kecerdasan emosi yang tinggi akan lebih Alasan AIN mengundurkan diri dari mudah mengatasi hambatan-hambatan yang hadir jabatan sebelumnya yaitu ia merasa budaya dalam hidupnya. organisasi yang ada di dalam BEM sudah berubah Kecerdasan Peneliti AIN. AIN dan ia merasa tidak nyaman karena tidak ada rasa memengaruhi perkembangan karir seseorang karena dengan memiliki kecerdasan emosi yang Selain 578 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 dihadapinya semakin berat sehingga ia merasa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP UNY kewalahan dalam membagi waktu antara kuliah saat ini. dan mengurusi program kerja . AIN mengaku bahwa periode tersebut terlalu terpaku METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Selain AIN, ada beberapa pengurus Penelitian yang merasakan hal yang sama dengan dirinya. Kasus serupa juga dialami oleh salah satu ketua penelitian ex post facto. Penelitian ini bertujuan departemen di BEM yang pada akhirnya untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh mengundurkan diri dari jabatannya dengan kecerdasan emosional terhadap komitmen dalam melepas status kepengurusan BEM FIP UNY. berorganisasi pengurus BEM FIP UNY. Hasil disimpulkan bahwa di setiap organisasi memiliki Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian gejolak permasalahan masing-masing, namun Penelitian ini dilaksanakan mulai dari juga tidak menutup kemungkinan untuk memiliki tanggal 11 Ae 22 April 2021. Penelitian ini dilakukan pada BEM FIP UNY yang bertempat di kepengurusan BEM FIP UNY pada periode Universitas Negeri Yogyakarta yang beralamat di 2020/2021 bahwa terdapat pengurus yang tidak Jl. Colombo No. Karang Malang. Caturtunggal, aktif dalam kepengurusan, bahkan memilih untuk Kec. meninggalkan organisasinya karena tidak mampu Istimewa Yogyakarta. untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Populasi Penelitian Seperti Depok. Kabupaten Sleman. Daerah Perilaku pengurus yang kurang peduli dan Populasi pada penelitian ini adalah rendah di organisasinya merupakan identifikasi awal dari adanya komitmen organisasi yang Pengurus akan bersedia berkorban untuk organisasi apabila mereka cukup berkomitmen pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta dengan jumlah 92 orang dari prodi yang berbeda. Metode Pengumpulan Data (Robbins & Judge, 2015:. Berawal Teknik pengumpulan data penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih dalam untuk membuktikan bahwa memang ada komitmen berorganisasi di lingkungan organisasi lingkup perguruan tinggi sehingga peneliti memilih subjek penelitian dengan 92 pengurus menggunakan skala kecerdasan emosional dan Pernyataan pernyataan dalam skala tersebut disediakan jawaban yang berbentuk skala kesesuaian dan ketidaksesuaian terhadap pernyataan. Terdapat 4 pilihan jawaban yaitu sangat sesuai, sesuai, tidak sesuai, dan sangat tidak sesuai. Setiap pilihan Pengaruh Kecerdasan Emosional . (Deviana Novita Sar. 579 jawaban memiliki skor penilaian yang berbeda- Kategori Frekuensi Persentase beda mulai dari 1 sampai dengan 4. Tinggi Teknik Pengumpulan Data Sedang Rendah Teknik pengumpulan data yang digunakan TOTAL dalam penelitian ini berupa kuesioner dengan bentuk skala. Kuesioner dilakukan dengan menggunakan skala psikologis, skala digunakan Komitmen dalam Berorganisasi untuk memperoleh data dari dua variabel yang komitmen dalam berorganisasi. Berdasarkan komitmen dalam berorganisasi pengurus BEM FIP UNY diketahui sebanyak 70 pengurus memiliki kecenderungan tingkat komitmen dalam Teknik Analisis Data berorganisasi yang tinggi dan 22 pengurus Teknik analisis data dalam penelitian ini memiliki kecenderungan tingkat komitmen dalam menggunakan uji prasyarat analisis dan uji berorganisasi yang sedang. Selanjutnya tidak ada Uji prasyarat analisis berupa uji mahasiswa yang memiliki kecenderungan tingkat komitmen dalam berorganisasi yang rendah. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis, uji hipotesis dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana dan Tabel Kategorisasi Komitmen Berorganisasi menggunakan bantuan program SPSS versi 24. Kategori Frekuensi Persentase for windows. Tinggi HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sedang Rendah Hasil Penelitian TOTAL Kecerdasan Emosional Berdasarkan kategorisasi tingkat kecerdasan emosional pengurus BEM FIP UNY diketahui UJI PRASYARAT ANALISIS Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan dengan bantuan kecenderungan tingkat kecerdasan emosional SPSS Kolmogorov Smirnov diketahui bahwa data yang sedang. Selanjutnya, tidak ada mahasiswa signifikansi 0,200 yang artinya lebih besar dari yang memiliki kecenderungan tingkat kecerdasan 0,05. Data yang digunakan dalam penelitian ini emosional yang rendah. layak untuk digunakan sebagai data penelitian. Uji Linearitas kecenderungan tingkat kecerdasan emosional Tabel 1. Kategorisasi Kecerdasan Emosional 580 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 Hasil ANOVAa menunjukkan bahwa pada variabel kecerdasan kecerdasan emosional dan komitmen dalam Sum of Model Mean Squares Square berorganisasi dengan signifikansi 0,233 > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa hubungan variabel 1 Regres 3433. kecerdasan emosional dan komitmen dalam berorganisasi adalah linear. Residu 3045. UJI HIPOTESIS Persamaan Regresi Linear Sederhana Total Penelitian analisis regresi sedehana yang bertujuan untuk meramalkan seberapa Dependent Variable: Komitmen Organisasi jauh perubahan nilai . inaik-turunkan Predictors: (Constan. Kecerdasan Emosional Persamaan dari regresi sederhana ini Tabel di atas menjelaskan bahwa apakah telah diketahui bahwa dengan rumus persamaan Y= a bX, maka diketahui : ada pengaruh yang signifikan pada variabel kecerdasan emosi terhadap komitmen organisasi. a = 7,353, artinya jika tidak ada kecerdasan emosi Telah diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar (X) maka nilai komitmen organisasi (Y) adalah 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 sebesar 7,353. ditolak dan Ha diterima. Jadi, pada penelitian ini b = 0,873, artinya setiap penambahan 1% tingkat membuktikan bahwa memang terdapat pengaruh kecerdasan emosi (X), maka komitmen organisasi kecerdasan emosi terhadap komitmen organisasi. (Y) juga akan meningkat sebesar 0,873. Nilai Pengaruh Uji Hipotesis dengan Anova Tabel 5. Koefisien Determinasi Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui Model Summaryb apakah terdapat pengaruh dari kecerdasan emosional Adju terhadap komitmen dalam berorganisasi. Tabel 3. Anova Mode Squa Squa Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kecerdasan Emosi Dependent Variable: Komitmen Organisasi Pengaruh Kecerdasan Emosional . (Deviana Novita Sar. 581 Dari tabel di atas diperoleh nilai R Square sebesar 0,530. Nilai ini memiliki arti bahwa pengaruh kecerdasan emosi terhadap komitmen menghadapi setiap permasalahan yang datang dalam berorganisasi sebesar 53% sedangkan 47% silih berganti dengan baik. Pengurus mampu komitmen organisasi dipengaruhi oleh variabel untuk membedakan permasalahan pribadi dan lain yang tidak diteliti. PEMBAHASAN mempengaruhi kinerjanya dalam menjalankan Pada penelitian ini menunjukan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif berorganissi pengurus BEM FIP UNY. Hal ini memiliki arti bahwa hipotesis yang berbunyi Auadanya kecerdasan emosi terhadap komitmen organisasi pengurus BEM FIP UNYAy dapat diterima. Berdasarkan Hasil analisis data yang pertama adalah mengenai kecerdasan emosional pengurus BEM FIP UNY. Pada penelitian ini ditemukan bahwa BEM FIP FIP UNY aktivitas organisasniya. Hasil analisis data yang kedua ialah pengurus BEM FIP UNY. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pengurus BEM FIP UNY memiliki kecenderungan komitmen organisasi yang tinggi sebanyak 70 mahasiswa . %), kategori sedang sebanyak 22 mahasiswa . %), dan tidak ada mahasiswa yang berada di kategori Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa pembahasan sebagai berikut. BEM UNY kecenderungan kecerdasan emosional yang tinggi sebanyak 65 mahasiswa . %), kategori sedang sebanyak 27 mahasiswa . %), dan tidak ada mahasiswa yang berada di kategori rendah. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar respoden menguasi kelima dimensi kecerdasan emosional dengan memiliki kesadaran diri, mengelola emosi, memotivasi diri, empati, dan membangun hubungan sosial yang baik Selaras dengan teori yang dikemukakan oleh Sabrina . 0: . dengan memiliki kecerdasan emosi, seseorang akan mampu untuk memotivasi dirinya dalam menghadapi rasa frustasi sehingga beban stres tidak mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir, dengan kata lain pengurus BEM FIP UNY dapat sikap-sikap yang Menurut Steers & Porter (Yusuf & Syarif, 2018: . bahwa komitmen berorganisasi dapat ditunjukkan melalui sikap loyal, berkontribusi secara aktif, dan menerima tujuan serta nilai-nilai yang terkandung dalam organisasi tersebut. Apabila pengurus organisasi memiliki komitmen organisasi yang cenderung tinggi, maka tujuan dari organisasi tersebut berpeluang lebih besar untuk tercapai karena adanya penerimaan tujuan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hasil analisis yang ketiga mengenai komitmen dalam berorganisasi pengurus BEM FIP UNY. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemui bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap 582 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 sebagai seorang aktivis. Hasil penelitian ini juga sumbangan pengaruh sebesar 0,530. Artinya menunjukkan adanya perbedaan dari kajian awal kecerdasan emosi memiliki pengaruh terhadap peneliti mengenai adanya indikasi komitmen Kecerdasan organisasi yang rendah. Hal ini wajar terjadi emosional pengurus berada pada kategori tinggi karena setiap periode memiliki permasalahan dan karena pengurus mampu untuk mengatur dan mengelola emosi yang ada di dalam dirinya. mengalami regenerasi kepengurusan. Fakta lain Hasil tersebut menunjukan bahwa kenaikan. Oleh di lapangan, peneliti menemukan ada beberapa karena itu, penelitian ini berhasil membuktikan pengurus yang mengorbankan waktunya dalam hipotesis yang meyatakan bahwa terdapat positif kegiatan organisasi dan berdedikasi tinggi pada Sebagai seorang mahasiswa yang komitmen organisasi pengurus BEM FIP UNY. Selaras dengan ungkapan Arifan & Dihan Pengurus yang mampu mengelola emosi pada dirinya tentu akan mampu memiliki emosi yang stabil dalam melaksanakan roda kepengurusan, sehingga dapat memudahkan rasa ingin bertahan pada kepengurusan, menerima dan menjalankan setiap aturan serta tugas yang ada di dalamnya. Selain itu, dengan kemampuan seseorang beradaptasi dengan segala situasi juga akan mempermudah mereka dalam menyusuri arus roda kepengurusan. Melalui penelitian ini dapat digambarkan BEM FIP UNY komitmen yang ditunjukkan oleh pengurus BEM FIP mahasiswa, sehingga pengurus tetap dapat menjalankan tugasnya dalam organisasi tanpa mengganggu kegiatan perkuliahannya. Berdasarkan langkahnya dalam melewati setiap tantangan yang ada di organisasi. Hal itu juga akan memicu efektif sebesar 53% terhadap komitmen dalam berorganisasi pengurus BEM FIP UNY. Hal tersebut menunjukan bahwa 47% komitmen organisasi pengurus BEM FIP UNY dipengaruhi Berdasarkan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi seseorang. menunjukkan sikap-sikap yang mencerminkan adanya komitmen organisasi yang tinggi sesuai dengan hasil penelitian bahwa tingkat komitmen SIMPULAN DAN SARAN Simpulan dari sebagian besar pengurus berada dalam Berdasarkan hasil penelitian, terdapat kategori tinggi sebesar 76% dan sisanya kategori pengaruh positif dan signifikan kecerdasan Artinya sebagian besar pengurus BEM FIP UNY proaktif dalam menjalankan perannya berorganisasi pengurus BEM FIP UNY. Adapun Pengaruh Kecerdasan Emosional . (Deviana Novita Sar. 583 nilai koefisien yang didapat sebesar 0,000 < 0,05 tergabung dalam organisasi yang ada di sehingga membuktikan pengaruh positif dari Fakultas Ilmu Pendidikan agar lebih siap dan komitmen organisasi dengan sumbangan efektif sebesar 53%. Nilai ini memiliki arti bahwa Bagi Peneliti Selanjutnya Berdasarkan hasil penelitian, peneliti komitmen berorganisasi sebesar 53% sedangkan memberikan saran kepada peneliti selanjutnya 47% komitmen oganisasi dipengaruhi oleh agar dapat variabel lain yang tidak diteliti. mengenai variabel dalam penelitian ini secara mendalam dengan desain penelitian yang berbeda agar Saran penelitian mendapatkan hasil yang lebih Saran yang dapat diberikan peneliti mendalam dan maksimal. Peneliti selanjutnya berdasarkan kesimpulan dari penelitian yang telah dapat menggunakan penelitian kualitatif dilakukan yaitu: Bagi Pengurus Badan Eksekutif faktor-faktor seseorang dalam beroganisasi. Mahasiswa Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa merupakan aktivis yang berperan sebagai roda penggerak organisasi di dalam kampus. BEM juga berperan sebagai pengayom organisasi kemahasiswaan lain yang berada di bawahnya seperti HIMA dan UKM. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dini dan disarankan kepada pengurus BEM agar dapat menjaga dan memanfaatkan kemampuannya dalam menghadapi segala situasi eksternal maupun internal dengan baik, serta diimbangi dengan peningkatan. Bagi Pendamping Organisasi Mahasiswa Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada pendamping untuk workshop cara meningkatkan kecerdasan mengenai komitmen dalam berorganisasi yang bijak kepada seluruh aktivis yang DAFTAR PUSTAKA