Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic ISSN: 2656-3088 DOI: https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Homepage: https://journal-jps. ORIGINAL ARTICLE JPS. 2026, 9. , 1485-1492 Evaluasi Formulasi Sediaan Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L. Evaluation of Microencapsulation Formulation of Ethanolic Extract of Noni Leaves (Morinda citrifolia L. Faleria Destiani Hulu a. Razoki b,c*. Refi Ikhtiari b,c a Bachelor of Clinical Pharmacy. Faculty of Health Sciences. Universitas Prima Indonesia. Medan. Indonesia. b Department of Clinical Pharmacy. Faculty of Health Sciences. Universitas Prima Indonesia,Medan. Indonesia. c PUI Phyto Degenerative & Lifestyle Medicine. Universitas Prima Indonesia. *Coressponding author: razoki@unprimdn. Abstract Background: Noni leaves (Morinda citrifolia L. ) contain bioactive compounds that are easily degraded by environmental factors, thus requiring a delivery system that protects their stability. Microencapsulation is a technique of coating active compounds with a polymer matrix to enhance stability and delivery effectiveness. Objective: This study aimed to evaluate the microencapsulation formulation of ethanolic extract of noni leaves and to determine the extract concentration that produces the most optimal microencapsulation characteristics. Methods: The study was conducted experimentally. The extract was obtained by maceration using 70% ethanol. Microencapsulation was formulated based on sodium alginate with CaClCC as a crosslinking agent and chitosan as a coating material. Three formulas were prepared: blank (F. , 2 g extract (F. , and 4 g extract (F. Evaluations included morphology (SEM), particle size (PSA), moisture content, floating ability, and physical stability over 14 days at room temperature. Results: Microencapsulation was successfully formed with spherical morphology, dominant particle size in the nanoscale . 04757 AA. , moisture content below 5% (F0: 1. F1: F2: 2. 3%), floating ability up to 8 hours, and no organoleptic changes during storage. The formulation with 4 g extract (F. showed the most optimal characteristics compared to other formulas. Conclusion: The microencapsulation method based on sodium alginate. CaClCC, and chitosan is effective for encapsulating the ethanolic extract of noni leaves. The extract concentration of 4 g produced microencapsulation with the best physical stability, low moisture content, nanoscale particle size, and optimal floating ability. Keywords: Microencapsulation. Noni Leaf Extract (Morinda citrifolia L. Abstrak Latar Belakang: Daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) mengandung senyawa bioaktif yang mudah terdegradasi oleh faktor lingkungan sehingga memerlukan sistem penghantaran yang melindungi stabilitasnya. Mikroenkapsulasi merupakan teknik pelapisan bahan aktif dengan matriks polimer yang dapat meningkatkan stabilitas dan efektivitas penghantaran senyawa tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi formulasi mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun mengkudu serta menentukan konsentrasi ekstrak yang menghasilkan karakteristik mikroenkapsulasi paling optimal. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%. Mikroenkapsulasi diformulasikan berbasis natrium alginat dengan CaClCC sebagai pengikat silang dan kitosan sebagai bahan pelapis. Terdapat tiga formula: blanko (F. , ekstrak 2 g (F. , dan ekstrak 4 g (F. Evaluasi meliputi morfologi (SEM), ukuran partikel (PSA), kadar air, daya apung . , serta stabilitas fisik selama 14 hari pada suhu Hasil: Mikroenkapsulasi berhasil terbentuk dengan morfologi bulat, ukuran partikel dominan dalam skala nano . ,04757 AA. , kadar air di bawah 5% (F0: 1,5%. F1: 2,4%. F2: 2,3%), daya apung mencapai 8 jam, dan tidak terjadi perubahan organoleptis selama penyimpanan. Formula dengan ekstrak 4 g (F. menunjukkan karakteristik paling optimal dibandingkan formula lainnya. Kesimpulan: Metode mikroenkapsulasi berbasis natrium alginat. CaClCC, dan kitosan efektif untuk mengenkapsulasi ekstrak etanol daun mengkudu. Konsentrasi ekstrak 4 g menghasilkan mikroenkapsulasi dengan stabilitas fisik terbaik, kadar air rendah, ukuran partikel nano, dan daya apung yang optimal. Kata Kunci: Mikroenkapsulasi. Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Copyright A 2020 The author. You are free to : Share . opy and redistribute the material in any medium or forma. and Adapt . emix, transform, and build upon the materia. under the following terms: Attribution Ai You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use. NonCommercial Ai You may not use the material for commercial purposes. ShareAlike Ai If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. Content from this work may be used under the terms of the a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. International (CC BY-NC-SA 4. License Article History: Received:05/02/2026. Revised: 24/05/2026. Accepted: 24/05/2026. Available Online: 29/05/2026. QR access this Article https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Pendahuluan Masyarakat Indonesia telah mengenal dan memanfaatkan tumbuhan sebagai solusi dalam memelihara dan menanggulangi masalah kesehatan. Konsumsi obat yang diturunkan dari tanaman telah tersebar luas meningkat secara signifikan baik pada obat tradisional maupun modern. Salah satu sumber senyawa bahan alam yang diketahui berpotensi sebagai obat adalah tumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia L. ) . Tanaman mengkudu merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya memiliki khasiat sebagai obat baik pada daun, akar, batang dan buah. Daun mengkudu memilki kandungan saponin, flavonoid, polifenol, tannin, dan triterpen . Beberapa khasiat yang terkandung dalam mengkudu anatara lain sebagai antidepresan, efek kemoterapi, anti mikroba, antioksidan, antidislipidemia, aktivitas hepatoprotektif dan efek immunomodulator, meningkatkan kekuatan tulang dan pembersih darah . Kandungan senyawa kimia pada daun mengkudu bersifat mudah rusak dan tidak stabil terhadap faktor eksternal sehingga perlu Salah satu upaya dapat melindungi dari pengaruh lingkungan atau meningkatkan nilai guna sediaan yaitu dengan proses mikroenkapsulasi . Mikroenkapsulasi adalah proses pelapisan bahan padat atau tetesan cairan dengan polimer lapis tipis sehingga terbentuk mikrokapsul berukuran mikro hingga nano. Teknik ini bertujuan melindungi bahan aktif dan meningkatkan stabilitasnya. Metode mikroenkapsulasi beragam dan setiap metode memiliki kelebihan serta keterbatasan masing-masing . Penelitian sebelumnya oleh Mutmainah . , potensi mikroenkapsulasi ekstrak daun stevia rebaudiana terhadap kadar trigliserida tikus putih jantan galur wistar hiperlipidemia melaporkan bahwa mikroenkapsulasi ektrak daun Stevia rebaudiana Bertoni memiliki potensi menurunkan kadar Trigliserida pada tikus jantan galur wistar yang hiperlipidemia. Penelitian lain oleh Paramita . , aspek fisik dan kimia mikrokapsul ekstrak daun kelor menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata antara kadar air dan abu dari berbagai variasi rata-ratanya masing-masing 0,114% dan 0,017%. Warna mikrokapsul ekstrak daun kelor yaitu kuning sampai kuning kehijauan. Hasil FTIR menunjukkan penurunan intensitas absorbansi gugus fungsional karbohidrat dan protein pada mikrokapsul dengan penambahan jumlah ekstrak daun kelor pada formulasi mikrokapsul. Metode Penelitian Penelitian dilakukan secara eksperimental dilakukan dengan beberapa tahapan kerja yaitu: identifikasi/determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pembuatan serbuk simplisia daun mengkudu, karakterisasi simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia, formulasi sediaan mikroenkapsulasi dengan na. alginat dan CaCl 2 serta evaluasi sediaan meliputi uji SEM. PSA, kadar air, floating dan stabilitas. Uji stabilitas dilakukan dengan menyimpan sediaan mikroenkapsulasi pada suhu ruang . A 2AC) selama 14 hari. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan organoleptis meliputi warna, bentuk,dan bau sediaan. Alat-dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini meliputi alat-alat gelas laboratorium, penangas air, lemari pengering, lemari pendingin, blender (Panasonic MX-101SG. , neraca analitik, oven, tannur, rotary evaporator, magnetic stirer, hot plate. Bahan-bahan yang digunakan adalah daun mengkudu (Morinda citrofolia L. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Na. NaOH 0,1 N. CaCl2 0,2 M. Kitosan 1%. Asam asetat 1%. Mayer. Dragendroff. Bouchardart. Lieberman-Burchard, amil alkohol, serbuk Mg. FeCl3 10%. HCl 2N dan kloroform. Pembuatan Simplisia Daun mengkudu segar ditimbang sebanyak A 10 kg kemudian disortasi dan dibersihkan dari kotoran kemudian dicuci dengan air mengalir sampai bersih, lalu ditiriskan. Kemudian dirajang dan dikeringkan dengan cara di angin-angin di tempat yang terbuka dan dimasukkan ke dalam lemari pengering pada suhu 50-60oC sampai rapuh, kemudian dihaluskan dengan blender dan di ayak dengan ayakan mesh nomor 60, kemudian ditimbang, dimasukkan ke dalam wadah ditutup rapat dan disimpan terlindung dari cahaya matahari langsung, dan dihitung persen susut pengeringan dengan rumus sebagai berikut: ycIycycycyc ycEyceycuyciyceycycnycuyciycaycu = ycayceycycayc ycycycoycaycEaycaycu ycyceyciycayc Oe ycayceycycayc ycycnycoycyycoycnycycnyca ycu 100% ycayceycycayc ycycycoycaycEaycaycu ycyceyciycayc Pembuatan ekstrak Serbuk simplisia daun mengkudu diekstrasi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan perbandingan 1:10. Sebanyak 500 gram serbuk simplisia dimasukkan ke dalam sebuah bejana ditambahkan etanol 70% sebanyak 5. 000 mL sampai simplisia terendam sempurna dan ditutup kemudian dibiarkan selama 6 jam pertama sambil sesekali diaduk, kemudian didiamkan selama 18 jam. Setelah 18 jam, kemudian di saring dan filtrat dikumpulkan ke wadah baru kemudian diuapkan menggunakan alat rotary evaporator untuk memisahkan ekstrak dan pelarut untuk mendapatkan ekstrak etanol daun mengkudu. Ekstrak yang diperoleh dimasukan ke wadah ditutup dan disimpan (Kemenkes RI, 2. Ditimbang dan dihitung persen rendemen ekstrak yang diperoleh dengan rumus sebagai berikut: % Rendemen ekstrak = berat ekstrak berat simplisia x 100% Uji Skrining Fitokimia Uji alkaloid dilakukan dengan menambahkan pereaksi Mayer atau Dragendorff dan Bouchardat ke dalam larutan ekstrak lalu diamati terbentuknya endapan. Uji flavonoid dilakukan dengan menambahkan serbuk magnesium dan asam klorida pekat kemudian diamati perubahan warna. Uji fenolik dan tanin dilakukan dengan menambahkan larutan FeCl3 10% lalu diamati perubahan warna. Uji saponin dilakukan dengan mengocok larutan ekstrak secara kuat dan mengamati terbentuknya busa yang stabil. Uji steroid dilakukan dengan melarutkan ekstrak dalam kloroform, kemudian ditambahkan reagen Lieberman-Burchard secara perlahan, lalu diamati perubahan warna hijau atau hijau kebiruan pada batas larutan (. Formulasi Sediaan Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrofolia L. Adapun formula modifikasi mikroenkapsulasi ekstrak etanol (Morinda citrifolia L. ) di adopsi dari penelitian oleh (. dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Modifikasi pembuatan sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol (Morinda citrifolia L. No. Bahan Ekstrak Etanol Daun Mengkudu Tween 80 3% Na. Alginat 1% CaCl2 0,2M NaOH 0,1 N Kitosan 0,1% 100 mL 100 mL 100 mL 100 mL 100 mL Formula 100 mL 100 mL 100 mL 100 mL 100 mL 100 mL 100 mL 100 mL 100 mL 100 mL Kegunaan Zat aktif Emulgator Matrix kapsul Pengikat silang Pengatur pH Pelapis luar Keterangan : F0 : Sediaan mikroenkapsulasi tanpa ekstrak etanol daun mengkudu F1 : Sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun mengkudu konsetrasi 2 g F2 : Sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun mengkudu konsetrasi 4 g Prosedur pembuatan mikroenkapsulasi Pembuatan mikroenkapsulasi dimulai dengan melarutkan 2 gram dan 4 gram ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dalam 100 ml NaOH 0,1N. Dalam wadah terpisah, natrium Alginat dilarutkan dalam aquadest dengan konsentrasi 1% serta kitosan dilarutkan dalam asam asetat dengan konsentrasi 0,1%. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Kemudian, larutan ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dan larutan alginat yang telah homogen dicampur dan diteteskan ke dalam larutan CaCl2 0,2 M menggunakan syringe nomor 22 G dihasilkan butiran mikrokapsul basah. Butiran mikrokapsul direndam dalam CaCl 2 0,2 M selama 10 menit, lalu disaring menggunakan kertas saring. Setelah disaring, butiran mikrokapsul direndam dalam larutan Tween 80 dengan konsentrasi 3% selama 10 menit. Selanjutnya, butiran disaring kembali, direndam dalam larutan kitosan 0,1% selama 10 menit, kemudian disaring dan dikeringkan dalam oven pada suhu 40AC sebelum dilakukan karakterisasi . Hasil Dan Pembahasan Hasil Makroskopik dan Mikroskopik Tumbuhan Berdasarkan hasil pemeriksaan makroskopik daun mengkudu, daun berbentuk lonjong hingga elips dengan ujung meruncing dan pangkal tumpul. Permukaan daun licin tanpa rambut. Tepi daun rata. Tulang daun menyirip dan terlihat jelas. Panjang daun berkisar antara 15 hingga 30 cm dengan lebar sekitar 7 hingga 15 cm. Daun memiliki tangkai pendek dan kuat. Bau daun lemah khas tanaman segar. Rasa daun pahit ringan saat dikunyah . dan hasil hasil pada uji mikroskopik simplisia daun mengkudu menunjukkan fragmen pengenal adanya berkas pengangkut rambut penutup, dan epidermis . Hasil Pengolahan Tumbuhan Daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) segar dari 10 kg, kemudian dikeringkan dan diperoleh daun mengkudu kering sebanyak 4. 890 gram dan berat serbuk sebanyak 1. 000 gram berbentuk halus, berwarna hijau kecoklatan dengan susut pengeringan 51,1%. Susut pengeringan merupakan hasil pengurangan berat sampel basah dengan berat sampel kering setelah dikeringkan untuk menentukan kadar air yang terkandung didalam simplisia selama penyimpanan dan untuk menghindari terkontaminasi oleh jamur atau Susut pengeringan dinyatakan dalam nilai persen . Pemeriksaan Karakteristik Serbuk Simplisia Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L. Hasil pemeriksaan dari karakteristik serbuk simplisia daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 1. Hasil Karakteristik Simplisia Daun Mengkudu Parameter Kadar air Kadar sari larut air Kadar sari larut etanol Kadar abu total Kadar abu tidak larut asam Simplisia Daun Mengkudu 2,76% 7,59% 9,65% 1,55% 0,65% Literatur O 10 % Ou 6,7% Ou 8,0% O 7,0% O 2,0% Berdasarkan tabel 2 di atas, hasil pemeriksaan karakteristik serbuk simplisia daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) menunjukkan bahwa seluruh parameter telah memenuhi persyaratan mutu yaitu kadar air sebesar 2,76% menunjukkan simplisia memiliki stabilitas yang baik dan risiko pertumbuhan mikroorganisme yang Kadar sari larut air sebesar 7,59% dan kadar sari larut etanol sebesar 9,655% yang mengindikasikan kandungan senyawa aktif yang dapat tersari dengan baik oleh pelarut air maupun etanol. Kadar abu total sebesar 1,55% dan kadar abu tidak larut asam sebesar 0,65% yang menunjukkan rendahnya kandungan bahan anorganik dan cemaran dari luar . Hasil Ekstraksi Simplisia Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L. Hasil ekstraksi daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) menggunakan pelarut etanol 70% diperoleh berat ekstrak 101,46 g dari 500 gr simplisia dengan rendemen sebesar 20,29%. Rendemen adalah perbandingan antara ekstrak yang diperoleh dengan simplisia awal. Rendemen menggunakan satuan persen (%), semakin tinggi nilai rendemen yang dihasilkan menandakan nilai ekstrak yang dihasilkan semakin banyak . Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Hasil Skrining Fitokimia Tabel 2. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L. No. Pemeriksaan Alkaloid Flavonoid Saponin Steroid/Triterpenoid Tanin Pereaksi Peraksi Mayer Pereaksi Bouchardat Peraksi Dragendorff Serbuk Mg HCl (P) Akuades panas, dikocok kuat-kuat HCl Lieberman-Burchard Larutan FeCl3 5% Hasil Diperoleh Ada Endapan kekuningan Endapan Coklat Endapan coklat Terbentuk Larutan kuning Terbentuk Busa Kesimpulan Positif Positif Positif Positif Positif Larutan Hijau Terbentuk Larutan Hijau Kehitaman Positif Positif Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L. mengandung beberapa golongan senyawa aktif yaitu alkaloid, flavanoid, tanin, saponin dan steroid. Uji alkaloid dengan pereaksi Mayer. Bouchardat, dan Dragendorff memberikan hasil positif yang ditandai dengan terbentuknya endapan putih kekuningan dan coklat yang menunjukkan adanya senyawa alkaloid. Uji flavonoid menghasilkan perubahan warna menjadi kuning setelah penambahan serbuk magnesium dan HCl, yang mengindikasikan keberadaan flavonoid. Pada uji saponin terbentuk busa stabil setelah pengocokan, menandakan adanya saponin. Uji steroid dan triterpenoid dengan pereaksi LiebermannBurchard menghasilkan warna hijau, yang menunjukkan keberadaan golongan tersebut. Uji tanin dengan FeCl3 5% menghasilkan warna hijau kehitaman, yang mengonfirmasi adanya tanin. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mengkudu mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung aktivitas farmakologis . Hasil Evaluasi Sediaan Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L. Tabel 3. Hasil evaluasi sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daung mengkudu Parameter Warna Bentuk Bau SEM Kadar air Ukuran partikel Floating Stabilitas Coklat Bulat Tidak berbau Lekukan kecil 1,5% 0,04757 AAm 8 jam Tidak ada perubahan Formula Coklat tua Bulat Tidak berbau Bulat 2,4% 0,04757 AAm 8 jam Tidak ada perubahan Coklat tua Bulat Tidak berbau Bulat 2,3% 0,04757 AAm 8 jam Tidak ada perubahan Keterangan : F0 : Sediaan mikroenkapsulasi tanpa ekstrak etanol daun mengkudu F1 : Sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun mengkudu konsetrasi 2 g F2 : Sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun mengkudu konsetrasi 4 g Berdasarkan hasil pengamatan organoleptis pada parameter warna. F0 menunjukkan warna coklat yang berasal dari matriks alginat tanpa penambahan ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L. Pada F1 dan F2 terjadi perubahan warna menjadi coklat tua seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak yang ditambahkan. Setiap formula mikroenkapsulasi (F0,F1, dan F. dibuat dan diuji sebanyak tiga kali pengulangan . untuk memperoleh hasil yang lebih valid dan reprodusibel. Perubahan warna ini menunjukkan bahwa senyawa aktif dan pigmen alami ekstrak berhasil terdispersi dan terperangkap di dalam matriks alginat. Tween 80 berperan dalam membantu proses dispersi ekstrak yang bersifat semi polar ke dalam larutan alginat yang bersifat hidrofilik, sehingga warna sediaan tampak homogen. Bentuk seluruh formula bulat, yang menunjukkan bahwa proses penetesan larutan alginat ke dalam larutan CaCl 2 berlangsung stabil . Gelasi ionik antara gugus karboksilat alginat dan ion Ca 2 membentuk struktur kapsul yang simetris. Pada parameter bau, seluruh formula tidak berbau. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa volatil dari ekstrak tertahan di dalam matriks kapsul, yang diperkuat oleh lapisan kitosan pada permukaan kapsul . Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Blanko Formula 1 Formula 2 Gambar 1. Sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun mengkudu Pengamatan SEM terhadap sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daung mengkudu dengan perbesaran 1000x, 3000x dan 5000 x menunjukkan mikrokapsul berbentuk dominan bulat hingga hampir bulat dengan ukuran yang bervariasi. Variasi ukuran menunjukkan proses pembentukan kapsul belum seragam. Gambar 2. Hasil Pengamatan SEM sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun mengkudu Formula 1 dan Formula II pada perbesaran 1000x,3000x dan 5000x. Permukaan kapsul relatif halus namun tidak rata, dengan adanya cekungan akibat penyusutan matriks alginat selama pengeringan . Pada perbesaran lebih tinggi terlihat retakan halus dan fragmen kecil yang disebabkan oleh tegangan internal serta perbedaan laju penyusutan antara inti dan dinding kapsul. Interaksi alginat dengan ion Ca2 dan lapisan kitosan membentuk dinding kapsul yang kompak, namun pada kondisi kering berpotensi meningkatkan kerapuhan struktur . Hasil uji kadar air pada F0 sebesar 1,5%, lebih rendah dibandingkan F1 dan F2 yang masing-masing sebesar 2,4 % dan 2,3%. Rendahnya kadar air pada F0 berkaitan dengan tidak adanya ekstrak, sehingga matriks alginat lebih cepat mengalami pengeringan. Peningkatan kadar air pada F1 dan F2 diduga berasal dari komponen ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) yang bersifat higroskopis dan mampu mengikat air. Meskipun demikian, seluruh formula masih menunjukkan kadar air di bawah 5%, yang menunjukkan bahwa sistem gel alginat-CaCl2 dan lapisan kitosan mampu menahan air dalam jumlah terbatas dan menjaga kestabilan sediaan . Hasil uji ukuran partikel seluruh formula berada pada skala nano, yang menunjukkan bahwa proses mikroenkapsulasi berlangsung efektif. Tween 80 berperan penting dalam menurunkan tegangan antarmuka antara fase ekstrak dan fase polimer, sehingga droplet yang terbentuk menjadi lebih kecil dan homogen. Interaksi antara alginat. CaCl2, dan kitosan menghasilkan dinding kapsul yang kompak, sehingga ukuran partikel relatif seragam pada seluruh formula meskipun terdapat perbedaan konsentrasi ekstrak (Razoki et , 2. Ukuran partikel nano berpotensi meningkatkan stabilitas dan efisiensi perlindungan senyawa aktif dalam sistem mikroenkapsulasi . Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa seluruh formula tidak mengalami perubahan warna, bentuk, maupun bau selama penyimpanan pada suhu ruang ( 25 A 2AC) selama 14 hari. Hal ini menunjukkan bahwa struktur gel alginat yang terbentuk melalui ikatan ionik dengan Ca 2 bersifat stabil. Keberadaan kitosan sebagai polimer bermuatan positif membentuk kompleks polielektrolit dengan alginat bermuatan negatif, sehingga dinding kapsul menjadi lebih kuat dan mampu melindungi ekstrak dari pengaruh lingkungan seperti kelembapan dan oksidasi . Namun, pengujian stabilitas pada penelitian ini masih terbatas pada parameter fisik dan organoleptis. Pengujian stabilitas kimia seperti kadar senyawa aktif maupun uji pelepasan zat aktif belum dilakukan sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memperoleh data stabilitas yang lebih komprehensif. Kesimpulan Metode mikroenkapsulasi berbasis natrium alginat, kalsium klorida (CaClCC), dan kitosan efektif untuk enkapsulasi ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L. Mikrokapsul yang dihasilkan menunjukkan morfologi sferis, dominasi ukuran partikel pada skala nano, kadar air kurang dari 5%, serta daya apung yang cepat dan bertahan hingga 8 jam. Di antara formula yang diuji, konsentrasi ekstrak 4 g (F. merupakan formulasi optimum karena memberikan stabilitas fisik terbaik, kadar air terendah, distribusi ukuran partikel paling homogen, dan sifat floating yang paling unggul. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Universitas Prima Indonesia, serta staf Laboratorium Penelitian Universitas Prima Indonesia atas dukungan fasilitas, bimbingan, dan bantuan teknis selama penelitian berlangsung. Konflik Kepentingan Seluruh penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan dalam penelitian ini, baik yang bersifat finansial, personal, maupun institusional, yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan, analisis, interpretasi data, maupun pelaporan hasil penelitian. Penelitian ini dilaksanakan secara independen dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas dan integritas ilmiah. Referensi