Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 7 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 37542/iq. Internalisasi Islam Moderat dalam Upaya Peningkatan Literasi Moderasi Guru di Sekolah Kejuruan Kawasan Perbatasan Nove Kurniati Sari 1. Zainal Abidin Muhja 2. Banyuriatiga 3 1,2,3 Universitas Borneo Tarakan novekurniatisari@borneo. zainalabidinmuhja@borneo. banyuria3@borneo. Abstrak: Pentingnya pendekatan internalisasi Islam moderat dalam konteks pendidikan di wilayah perbatasan menjadikan penelitian ini relevan dan signifikan. Dengan memfokuskan pada peran guru sebagai agen utama perlu dirumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi moderasi Islam sebagai bagian integral dari pengembangan personal dan sosial di lingkungan sekolah kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran berbasis literasi dalam mempromosikan dan mengembangkan moderasi beragama di kalangan guru di sekolah kejuruan kawasan perbatasan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan fokus pada pengukuran dampak pembelajaran literasi terhadap pemahaman tentang pentingnya beragama secara moderat, pengembangan sikap dan perilaku moderat dalam beragama, serta penciptaan etika dan persahabatan yang tulus di antara pemeluk agama yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis literasi memiliki efek yang positif terhadap tujuan yang ditetapkan. Guru yang mengikuti pembelajaran ini mengalami peningkatan dalam pemahaman mereka tentang pentingnya mempraktikkan agama secara moderat. Selain itu, mereka mampu mengembangkan sikap dan perilaku yang lebih moderat dalam menjalankan kehidupan beragama. Interaksi antara guru dan pemeluk agama yang berbeda juga menjadi lebih harmonis, menciptakan etika yang lebih baik dalam beragama. Internalisasi Islam Moderat dalam Upaya Peningkatan Literasi Moderasi Guru di Sekolah Kejuruan Kawasan Perbatasan Kata Kunci: Internalisasi Islam Moderat. Pendidikan di Wilayah Perbatasan. Literasi Moderasi Islam. Guru dan Moderasi Beragama Abstract: The significance of the moderate Islam internalization approach within the educational context of border regions underscores the relevance and importance of this research endeavor. focusing on the pivotal role of educators as primary agents, it becomes imperative to formulate effective strategies aimed at enhancing the literacy of moderate Islamic principles as an integral facet of personal and societal development within vocational school environments. The purpose of this study is to examine the efficacy of literacy-based instructional methods in promoting and cultivating religious moderation among educators in vocational schools situated within border regions. The research employs a quasi-experimental methodology with a primary emphasis on assessing the impact of literacy-oriented instruction on the comprehension of the significance of practicing religion moderately. This study also investigates the development of attitudes and behaviors characterized by religious moderation, as well as the fostering of sincere ethics and friendships among adherents of diverse faiths. The research findings indicate a positive effect of the literacy-based instructional approach on the predefined objectives. Educators who participated in this instructional approach demonstrated an improved understanding of the importance of practicing religion moderately. Moreover, they exhibited an enhanced ability to cultivate attitudes and behaviors characterized by religious moderation in their daily lives. The interaction between educators and practitioners of different faiths also exhibited greater harmony, thereby fostering an enhanced ethical framework for religious practice. Keywords: Moderate Islam Internalization. Education in Border Regions. Islamic Moderation Literacy. Educators and Religious Moderation. Pendahuluan Tantangan terbesar yang dihadapi oleh agama-agama besar di dunia menghadirkan kompleksitas dalam dinamika antara keyakinan keagamaan dan perubahan sosial, budaya, dan teknologi modern 1. Munculnya pluralisme dan keragaman budaya serta pergeseran demografi telah memperkuat kontak antara berbagai agama. Tantangan ini menguji kemampuan agama- Purnomo. Pendidikan Islam: Integrasi Nilai-Nilai Humanis. Liberasi Dan Transendensi Sebuah Gagasan Paradigma Baru Pendidikan Islam (Yogyakarta: Absolute Media, 2. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. 01 2024 | 79 Nove Kurniati Sari . Zainal Abidin Muhja . Banyuriatiga agama besar untuk mempertahankan identitas dan kepercayaan mereka sambil menjaga kerukunan antaragama. Terdapat juga risiko polarisasi dan konflik akibat perbedaan pandangan agama yang tidak selalu mudah diselesaikan. Globalisasi ekonomi dan hubungan internasional membawa agama ke dalam konteks yang lebih luas 2, di mana kepentingan politik dan ekonomi sering kali bersinggungan dengan kepercayaan agama. Tantangan ini mencakup pengaruh politik terhadap agama dan sebaliknya, serta risiko penyalahgunaan agama untuk tujuan politik atau ekonomi. Agama-agama besar sering kali menjadi sasaran kelompok-kelompok ekstremis yang ingin memperluas pengaruh mereka dengan merubah interpretasi ajaran agama sesuai dengan agenda mereka3. Mereka memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi modern untuk menyebarkan propaganda dan merayu individu yang rentan4, terutama generasi muda, untuk bergabung dengan kelompok-kelompok tersebut. Tantangan lainnya adalah menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dan perlunya melawan penyebaran ideologi radikal. Pemerintah dan pemimpin agama di seluruh dunia berada di persimpangan antara menghormati hak individu untuk memeluk agama sesuai keyakinan mereka dan melindungi masyarakat dari potensi ancaman radikal. Tindakan keras terhadap kelompok ekstremis harus dilakukan tanpa merugikan hak-hak sipil dan kemanusiaan. Intoleransi juga merupakan tantangan besar dalam upaya harmonisasi praktek beragama di masyarakat. Intoleransi dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari diskriminasi verbal hingga tindakan fisik yang merugikan5. Dalam beberapa kasus ekstrem, intoleransi bahkan bisa berkembang menjadi kekerasan dan konflik antaragama. Peran media dan teknologi informasi dalam menyebarkan pandangan sempit serta memperkuat stereotip dan prasangka dapat memperburuk situasi. Intoleransi menimbulkan dampak yang merusak pada kerukunan sosial dan hubungan antaragama. Intoleransi agama menciptakan celah yang merongrong prinsipprinsip kebebasan beragama dan menghalangi dialog antarbudaya 6. Dalam mengatasi tantangan ini, pendidikan dan dialog menjadi instrumen penting. Pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan pemahaman terhadap agama-agama lain dapat Hadiwinata. Studi Dan Teori Hubungan Internasional: Arus Utama. Alternatif. Dan Reflektivis (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2. Permadi. AuProgram Deradisasi Ektrimis: Perspektif Perbandingan,Ay PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik. Pemerintahan Dan Politik 2, no. : 120Ae45. Steele. Mediating Islam (Indonesian Editio. (Yogyakarta: Bentang Pustaka, 2. Irawan. AuHate Speech Di Indonesia: Bahaya Dan Solusi,Ay Mawaizh: Jurnak Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan 9, no. : 1Ae17. Fajri. AuPola Komunikasi Efektif Dalam Moderasi Beragama: Membangun Dialog Harmonis,Ay AlTsiqoh: Jurnal Ekonomi Dan Dakwah Islam 8, no. : 13Ae33. 80 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Internalisasi Islam Moderat dalam Upaya Peningkatan Literasi Moderasi Guru di Sekolah Kejuruan Kawasan Perbatasan membentuk generasi yang lebih inklusif dan berpikiran terbuka. Di sisi lain, dialog antaragama dan interaksi positif antara komunitas agama berbeda dapat membantu mengurangi ketegangan dan meredakan konflik. Ideologi yang menggunakan kekerasan sebagai sarana untuk mendemonstrasikan eksistensinya telah menghadirkan ancaman serius dengan menyusup ke dalam lembagalembaga pendidikan di kawasan perbatasan7. Fenomena ini tidak hanya merongrong tujuan pendidikan yang seharusnya membentuk generasi yang berpikiran kritis dan inklusif, tetapi juga mengancam stabilitas sosial di wilayah tersebut untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menangani infiltrasi ideologi yang merugikan tersebut. Hal ini dapat berkontribusi secara signifikan dalam mengembalikan lembaga-lembaga pendidikan di kawasan perbatasan ke peran aslinya sebagai tempat penanaman nilai-nilai positif dan kritis kepada generasi Menggalakkan dan meningkatkan literasi beragama di kalangan guru sebagai agen pendidik merupakan langkah penting dalam upaya menanggulangi paham dan ideologi radikal serta ekstrem yang dapat mengancam persatuan Indonesia. Guru memiliki peran sentral dalam membentuk pemahaman dan sikap siswa terhadap agama, serta dalam membina nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Dengan memperkuat literasi beragama guru, mereka akan lebih mampu mengenali tanda-tanda paham radikal dan ekstrem serta menghadapinya secara efektif di lingkungan pendidikan 9. Literasi beragama yang mendalam juga akan membekali guru dengan alat yang diperlukan untuk mengajarkan ajaran agama dengan konteks yang inklusif dan berlandaskan perdamaian, menjauhkan siswa dari interpretasi sempit yang bisa menjadi bibit radikalisme. Melalui pendidikan yang berbasis literasi beragama, guru dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan pendidikan yang berfokus pada nilai-nilai harmoni, dialog, dan saling pengertian. Pembelajaran berbasis literasi memiliki sejumlah keunggulan yang sangat relevan untuk meningkatkan pemahaman moderasi agama 10 bagi guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pendekatan ini tidak hanya memberikan siswa informasi, tetapi juga melibatkan mereka secara aktif dalam membaca, menganalisis, dan menginterpretasi berbagai sumber. Hidayatulloh. AuIslam Dan Humanisme Menurut Seyyed Hossein NasrAy (UIN Sumatera Utara, 2. Maulani. AuPembaruan Dan Peran Sosial Transformatif Pesantren Dan Islam Indonesia,Ay Jurnal Sosiologi Reflektif 10, no. : 159Ae84. Habibie et al. AuModerasi Beragama Dalam Pendidikan Islam Di Indonesia,Ay MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama 1, no. : 121Ae41. Hero. AuImplementasi Kegiatan Keagamaan Dalam Rangka Pembentukan Karakter Toleransi Antar Umat Beragama Di SDK Nangahaledoi,Ay SosioEdukasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dan Sosial 10, no. : 103Ae12. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. 01 2024 | 81 Nove Kurniati Sari . Zainal Abidin Muhja . Banyuriatiga Untuk guru di SMK, pendekatan ini dapat memberikan manfaat serupa. Melalui pembelajaran berbasis literasi, guru dapat memahami lebih mendalam konsep-konsep moderasi agama, merespons pertanyaan-pertanyaan siswa dengan pemahaman yang lebih kuat, dan memfasilitasi diskusi yang lebih berarti. Keunggulan lainnya adalah pendekatan literasi mendorong pemikiran kritis11. Guru SMK akan dilatih untuk menilai dan menganalisis berbagai sumber informasi, termasuk pandangan-pandangan yang berpotensi ekstrem atau Dengan demikian, mereka akan lebih mampu mengenali tanda-tanda ideologi yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip moderasi agama. Pemahaman mendalam tentang literasi juga memungkinkan guru untuk mengajarkan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan kerukunan12, yang krusial dalam lingkungan pendidikan yang beragam. Selain itu, pembelajaran berbasis literasi melibatkan interaksi yang lebih aktif antara guru dan siswa. Guru di SMK dapat memberikan tugas-tugas yang melibatkan pembacaan, diskusi, dan penulisan, yang memperkuat pemahaman konsep-konsep moderasi Aktivitas-aktivitas ini juga meningkatkan keterampilan komunikasi dan berpikir kritis siswa, yang dapat membantu mereka dalam menerapkan ajaran agama secara moderat dalam kehidupan sehari-hari. Metode Penelitian Metode penelitian yang diterapkan dalam kajian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penggunaan pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa pendekatan kuantitatif memungkinkan perolehan data empiris yang dapat diukur dalam bentuk angka13, sehingga memfasilitasi proses analisis serta interpretasi melalui penerapan metode statistik. Data yang dihasilkan dari analisis ini selanjutnya digunakan untuk mengungkapkan pemahaman dan implementasi moderasi beragama yang dilakukan oleh para guru di SMK N 1 Nunukan dan SMK N 1 Tarakan. Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan di dua institusi pendidikan, yakni SMK N 1 Tarakan dan SMK N 1 Nunukan. Dalam pendekatan quasi eksperimen yang diterapkan, rancangan desain kelompok kontrol non-ekuivalen dipilih sebagai kerangka metodologi. Dalam rancangan ini, dua kelompok diidentifikasi, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan keduanya menjalani proses pretest dan posttest dalam konteks penelitian. Perlu Kurniawan and D. Dagustani. AuLiterasi Berpikir Kreatif Dan Pengenalan Program Santripreneur Di Pesantren Miftahul Jannah,Ay Warta LPM 24, no. : 571Ae80. K Nisa et al. AuModerasi Beragama: Landasan Moderasi Dalam Tradisi Berbagai Agama Dan Implementasi Di Era Disrupsi Digital,Ay Jurnal Riset Agama 1, no. : 731Ae48. Sholikhah. AuStatistik Deskriptif Dalam Penelitian Kualitatif,Ay KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 10, no. : 342Ae62. 82 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Internalisasi Islam Moderat dalam Upaya Peningkatan Literasi Moderasi Guru di Sekolah Kejuruan Kawasan Perbatasan ditekankan bahwa anggota yang tergabung dalam kedua kelompok ini tidak dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan daftar pertanyaan. Sikap moderasi para guru di dua sekolah tersebut diukur melalui penerapan angket, sementara perilaku keagamaan guru diamati melalui proses observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis guna menguji hipotesis penelitian, meliputi tahapan deskripsi data, uji syarat, dan uji hipotesis. Hasil Penelitian dan Pembahasan Profil Umum SMK N 1 Nunukan SMK Negeri 1 Nunukan merupakan lembaga pendidikan menengah kejuruan yang berlokasi di Kota Nunukan. Kalimantan Utara. Sekolah ini dikenal sebagai pusat pendidikan yang mengedepankan kualitas dan relevansi dalam pengajaran kejuruan. Didirikan pada tahun 1985. SMK Negeri 1 Nunukan telah menjadi tempat yang menyediakan beragam program keahlian untuk siswa-siswi yang ingin mempersiapkan diri mereka untuk dunia kerja atau pendidikan lebih lanjut14. Sebagai salah satu SMK unggulan di daerah tersebut. SMK Negeri 1 Nunukan menawarkan berbagai program studi kejuruan yang mencakup bidang-bidang seperti Teknik Elektronika. Teknik Sipil, dan Bahasa Inggris. Program-program ini didesain dengan berlandaskan pada kebutuhan industri dan perkembangan teknologi terkini, sehingga siswasiswa di SMK ini dapat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja masa kini. Selain fokus pada aspek akademis dan kejuruan. SMK Negeri 1 Nunukan juga mendukung pengembangan karakter dan soft skills siswa15. Dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti debat, olahraga, seni, dan budaya, sekolah ini memberi siswa peluang untuk mengembangkan kemampuan sosial, kepemimpinan, dan kolaborasi. Para siswa juga sering terlibat dalam kegiatan pelayanan masyarakat yang memberi mereka pemahaman tentang pentingnya berkontribusi positif untuk komunitas. SMK N 1 Tarakan SMK Negeri 1 Tarakan merupakan institusi pendidikan menengah kejuruan yang terletak di Kota Tarakan. Kalimantan Utara. Sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di wilayahnya. SMK ini dikenal karena komitmennya terhadap kualitas pendidikan yang tinggi Pratiwi and Y. Yulia. AuAn Analysis of TeacherAos Questions in English Language Classroom: A Case Study in Year 10 of SMK N 1 Nunukan,Ay Journal of English Language and Pedagogy 1, no. Muh. Husriady Agus Lutfi. AuPengembangan Evaluasi Pembelajaran Dengan Teknik Penugasan Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Video Pada Peserta Didik SMA Di Kabupaten NunukanAy (Universitas Borneo Tarakan, 2. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. 01 2024 | 83 Nove Kurniati Sari . Zainal Abidin Muhja . Banyuriatiga serta fokusnya pada pengembangan keterampilan kejuruan yang relevan dengan dunia Didirikan dengan tujuan untuk mempersiapkan generasi muda menjadi tenaga kerja terampil dan siap bersaing di pasar kerja modern. SMK Negeri 1 Tarakan telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas di bidang-bidang SMK Negeri 1 Tarakan menawarkan berbagai program studi kejuruan yang mencakup beragam bidang, seperti Teknik Elektronika. Teknik Mesin, dan Akuntansi. Program-program ini dirancang dengan berlandaskan pada perkembangan teknologi terkini dan kebutuhan industri, sehingga siswa-siswa di SMK ini dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja17. Selain fokus pada aspek akademis dan kejuruan. SMK ini juga aktif dalam mengembangkan karakter dan soft skills siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengalaman praktik industri. Hasil Sebelum memasuki tahap pengujian hipotesis, langkah awal yang diambil adalah upaya deskriptif terhadap masing-masing skor berdasarkan hasil pretest dari berbagai dimensi moderasi beragama. Dimensi-dimensi ini mencakup pengetahuan, sikap, perilaku, etika, dan pertemanan yang diukur pada partisipan yang terdiri dari 80 orang guru dari SMK N 1 Nunukan dan SMK N 1 Tarakan. Analisis deskriptif awal ini memberikan gambaran komprehensif mengenai distribusi skor dalam setiap dimensi moderasi beragama, membuka jalan untuk pengujian hipotesis yang akan dilakukan. Tabel 1. Nilai Pretest pada Setiap Aspek Dimensi. Dimensi Dimensi Dimensi Dimensi Dimensi Dimensi Moderasi Pengetahuan Sikap Perilaku Etika Pertemanan Jenis Grup Nilai Rata-rata NilaI Median Varian Ibrahim. AuPenerapan Model Inkuiri Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Pada Materi Dampak Pendudukan Jepang Ke Indonesia Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Di SMK Negeri 1 Tarakan Kalimantan Utara,Ay Jurnal Borneo Humaniora 3, no. : 01Ae08. Baharuddin and A. Husaini. AuKompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Islam Perspektif AlGhazali Di SMA/SMK Negeri Kota Tarakan,Ay Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education 2, no. : 50Ae63. 84 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Internalisasi Islam Moderat dalam Upaya Peningkatan Literasi Moderasi Guru di Sekolah Kejuruan Kawasan Perbatasan Standar Deviasi Ket : GE = Grup Eksperimen. GK = Grup Kontrol Dalam konteks penelitian ini, analisis statistik menjadi suatu aspek krusial dalam menguji validitas dan keandalan hasil penelitian. Tahap awal dari analisis ini mengacu pada skor pretest yang digunakan untuk menjalankan uji homogenitas, suatu prasyarat penting sebelum langkah-langkah uji perbedaan dapat diterapkan. Langkah ini merupakan bagian integral dari prosedur statistik yang dilakukan untuk memastikan bahwa asumsi-asumsi yang mendasari analisis data terpenuhi dengan baik. Di antara asumsi yang harus dipenuhi. Uji Homogenitas Varian menjadi satu di antaranya, yang bergantung pada Hasil Uji Levene. Informasi terkait hasil dari Uji Homogenitas Varians ini dapat ditemukan dalam Tabel 2 di bawah ini. Penggambaran statistik ini hanya merujuk pada skor pretest yang digunakan untuk melakukan uji homogenitas, yang merupakan salah satu prasyarat. Langkah berikutnya adalah menguji kondisi yang diperlukan untuk memenuhi asumsi yang diperlukan dalam uji Salah satu asumsi yang harus dipenuhi adalah Uji Homogenitas Varian, yang bergantung pada Hasil Uji Levene. Hasil Uji Homogenitas Varians dapat dilihat dalam Tabel 2 di bawah ini. Tabel 2. Hasil Tes Homogenitas Varian (Uji Leven. Dimensi Dimensi Dimensi Dimensi Dimensi Dimensi Moderasi Pengetahuan Sikap Perilaku Etika Pertemanan Uji Levene 2,01 1,75 0,45 0,04 0,77 Signifikansi 0,16 0,19 0,50 0,85 0,38 Kesimpulan Variannya Variannya Variannya Variannya Variannya Hasil Hasil Tes Homogenitas Varian berdasarkan Uji Levene di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan dimensi moderasi beragama memenuhi asumsi homogenitas . ariannya Dengan demikian, pengujian hipotesis selanjutnya memenuhi asumsi yang diperlukan. Untuk pengujian hipotesis secara keseluruhan menggunakan Sampel Tes Independen, karena semua variabel dimensi moderasi beragama memenuhi persyaratan untuk dilaklukan tes. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. 01 2024 | 85 Nove Kurniati Sari . Zainal Abidin Muhja . Banyuriatiga Hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut: . Pemahaman tentang moderasi agama berbeda antara kelompok yang menggunakan pembelajaran berbasis literasi dengan kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Sikap moderat beragama berbeda antara kelompok yang menggunakan pembelajaran berbasis literasi dengan kelompok yang menggunakan model pembelajaran tradisional. Perilaku moderat beragama berbeda antara kelompok yang menggunakan pembelajaran berbasis literasi dengan kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Tabel 3. Hasil Pengujian Hipotesis Hipotesis Hipotesis Hipotesis Pertama Kedua Ketiga Nilai t 1,99 10,89 10,41 Sig . -taile. 0,049 0,00 0,00 Ket: dk = Derajat Kebebasan Hasil yang diperoleh dari analisis dalam Tabel 3 mengungkapkan bahwa semua proposisi yang telah diajukan berhasil melewati proses uji empiris. Proposisi-proposisi kedua, ketiga, keempat, dan kelima menunjukkan tingkat signifikansi yang secara nyata menonjol, menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang berfokus pada literasi memiliki pengaruh yang kuat dalam memperkembangkan sikap, perilaku, etika, dan interaksi sosial di dalam konteks moderasi kepercayaan beragama. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa proposisi pertama, yang berkaitan dengan pengaruh pembelajaran berbasis sastra terhadap pemahaman siswa tentang moderasi kepercayaan beragama, menunjukkan kekuatan yang lebih rendah dalam dampaknya. Temuan ini dapat dilihat dari nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,049 yang mendekati ambang batas signifikansi . Hal ini menggambarkan bahwa efek dari pendekatan pembelajaran berbasis sastra terhadap pemahaman siswa terkait moderasi kepercayaan beragama cenderung lebih moderat daripada dampak yang dicapai melalui proposisi-proposisi lainnya dalam penelitian Pembahasan Temuan yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian eksperimen semu menunjukkan adanya indikasi yang kuat bahwa pendekatan pembelajaran yang difokuskan pada literasi 86 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Internalisasi Islam Moderat dalam Upaya Peningkatan Literasi Moderasi Guru di Sekolah Kejuruan Kawasan Perbatasan memberikan hasil yang efektif dalam memperkenalkan konsep moderasi beragama kepada guru-guru di SMK N 1 Nunukan dan SMK N 1 Tarakan. Pendekatan ini memberikan landasan untuk memahami dan mengaplikasikan prinsip-prinsip moderasi dalam ranah agama. Melalui penerapan metode pembelajaran yang bertumpu pada literasi, dampak positifnya dapat teramati dalam bentuk perubahan yang tampak jelas pada sikap dan perilaku keagamaan para guru. Dalam konteks ini, pendekatan pembelajaran yang berakar pada literasi telah membuka pintu untuk perubahan paradigma yang lebih mendalam pada persepsi dan tindakan agama dari kalangan pengajar. Terlihat bahwa konsep moderasi beragama telah meresap lebih dalam dalam pola pikir mereka. Ini menghasilkan adaptasi sikap yang lebih inklusif terhadap beragam pandangan dan perilaku yang lebih toleran terhadap perbedaan keyakinan. Transformasi ini menandakan bahwa pendekatan berbasis literasi secara efektif mempengaruhi persepsi dan aksi agama di kalangan staf pengajar, menciptakan dampak yang kesejajaran antara ajaran agama dan prinsip inklusivitas. Semakin tinggi tingkat penerapan moderasi beragama, semakin jelas tampak adanya pertanda-pertanda toleransi yang semakin kuat dan inklusivitas yang semakin meningkat. Dalam konteks ini, semakin guru-guru menginternalisasi dan menerapkan prinsip-prinsip moderasi dalam praktik keagamaan mereka, semakin terlihat adanya peningkatan dalam sikap saling menghormati perbedaan keyakinan dan integrasi lintas kepercayaan. Hasil ini mencerminkan dampak positif dari pendekatan pembelajaran berbasis literasi terhadap perkembangan sikap dan norma sosial para guru. Meskipun penelitian ini hanya menerapkan pendekatan literasi dalam mata pelajaran Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan, namun model pembelajaran ini memiliki potensi yang sangat menjanjikan untuk diadaptasi dalam ranah disiplin ilmu lain di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan. Kemampuan model pembelajaran ini dalam mengkombinasikan nilai-nilai literasi dengan prinsip-prinsip moderasi beragama menandakan keterbukaannya untuk diterapkan dalam berbagai mata pelajaran. Dengan demikian, pendekatan ini mampu memainkan peran penting dalam mempromosikan pemahaman yang lebih holistik dan inklusif di antara para siswa terkait aspek keagamaan dan sosial. Penelitian kuasi eksperimen ini memfokuskan penerapan pembelajaran berbasis literasi khususnya pada konteks Islam. Keterbatasan ini menyebabkan hasil dan temuan penelitian ini tidak dapat dengan langsung digeneralisasikan untuk berlaku pada disiplin ilmu lain yang ada di SMK N 1 Nunukan dan SMK N 1 Tarakan. Meskipun demikian, perlu diperhatikan bahwa terdapat banyak elemen yang saling berkaitan antara isu-isu yang ada dalam konteks ini dengan isu-isu lain di dalam lingkungan SMK N 1 Nunukan dan SMK N 1 Tarakan. Oleh karena itu. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. 01 2024 | 87 Nove Kurniati Sari . Zainal Abidin Muhja . Banyuriatiga pendekatan pembelajaran berbasis literasi yang diaplikasikan dalam penelitian ini tetap memiliki potensi untuk diadopsi pada mata pelajaran lain. Melalui pendekatan ini, setiap guru memiliki kesempatan untuk mendekati ajaran agama dengan cara yang lebih dialogis, berdasarkan fakta, obyektif, dan terbuka, sehingga memungkinkan terciptanya pemahaman yang lebih mendalam dan inklusif terhadap berbagai aspek keagamaan. Dalam jalur pendidikan di SMK N 1 Nunukan dan SMK N 1 Tarakan, proses akademik bagi mahasiswa ditandai dengan pembelajaran Ilmu Agama Islam yang cenderung mengadopsi pendekatan tekstual, normatif, serta dominan dalam indoktrinasi. Pada umumnya, metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah dengan pola komunikasi satu arah18. Kendati begitu, tantangan muncul karena pembelajaran Keagamaan dan Pendidikan Kewarganegaraan di kedua sekolah ini sangat bergantung pada sumber daya teks-teks keagamaan, baik yang bersifat klasik maupun kontemporer. Teks-teks ini mengandung dimensi keagamaan yang sangat sakral, sehingga pendekatan kritis, penuh pertanyaan, atau bahkan kontradiksi terhadap isi teks-teks tersebut dianggap tabu. Contoh konkretnya adalah kitab suci, yaitu Qur'an dan hadis, yang dianggap sebagai panduan utama. Kondisi ini membentuk situasi di mana penyampaian isi teks dianggap sebagai ajaran yang mutlak dan tidak boleh dipertanyakan, bahkan dalam proses pembelajaran. Namun, penting untuk disadari bahwa pendekatan ini mungkin menyulitkan guru dalam upaya mendekati materi dengan sudut pandang yang lebih kritis, terbuka, dan mendalam. Karena sifat keagamaan yang khas, perlu terdapat wadah pembelajaran yang memungkinkan diskusi konstruktif, pemahaman yang lebih holistik, serta pemberian ruang bagi pertanyaan dan Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan potensi pendekatan pembelajaran berbasis literasi sebagai alternatif yang dapat membantu mengatasi keterbatasan tersebut dan mendorong eksplorasi pemahaman agama yang lebih kontekstual dan inklusif. Begitu pula tafsir Al-Qur'an secara tradisional dan para ulama Islam yang berkontribusi dalam periode kontemporer. Kumpulan hadits, yang memuat rangkuman pernyataan, tindakan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW, atau dikenal sebagai Kutub al-Sittah . nam koleksi hadits shahi. dan Kutub al-TisAoah . embilan koleksi hadits shahi. Buku-buku yang bersifat klasik maupun yang lebih modern disusun oleh cendekiawan Islam di berbagai bidang, seperti fiqh dan ushul fiqh . lmu hukum Isla. , tauhid dan kalam . lmu teolog. , akhlaq . , tasawuf . , sejarah dan peradaban Islam, serta bidang-bidang lainnya. Para guru di Jember. AuPola Komunikasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di Sekolah Menengah Pertama Plus Al-Ishlah Curahkendal Sukamakmur Ajung,Ay Indonesian Journal of Islamic Teaching 2, 1 . : 59Ae70. 88 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Internalisasi Islam Moderat dalam Upaya Peningkatan Literasi Moderasi Guru di Sekolah Kejuruan Kawasan Perbatasan SMK N 1 Nunukan dan SMK N 1 Tarakan meyakini integritas kebenaran kitab-kitab ini, dianggap bebas dari kekurangan dan kesalahan, dan juga dianggap tidak memungkinkan untuk mengkritik atau mempertanyakan metode serta isi dari teks tersebut. Selain itu, juga dianggap tidak boleh meragukan atau menolak ajaran yang terkandung dalam teks-teks tersebut. Karakteristik pembelajaran moderasi keagamaan yang berakar pada teks-teks agama klasik dan kontemporer membawa implikasi yang membatasi fleksibilitas dalam pendekatan pengajaran bagi para guru. Umumnya, para pengajar memahami konsep Keagamaan sematamata sebagai upaya untuk menyampaikan teori kepada siswa. Hal ini sering menghasilkan suasana belajar yang kaku dan terbatas dalam pendekatan mereka. Pembelajaran yang bersifat normatif dan bergantung pada teks-teks keagamaan cenderung tidak ditemukan dalam konteks pembelajaran berbasis literasi. Sebaliknya, pendekatan pembelajaran literasi berlandaskan pada pengalaman nyata dan realitas empiris. Teks-teks Keagamaan digunakan sebagai alat bantu untuk membangun dan menggali pemahaman yang lebih mendalam dari pengalaman yang dialami. Dalam pembelajaran berbasis literasi, guru diundang untuk mengamati, berdiskusi, merenung, dan berbagi pengalaman. Kemudian, melalui proses ini, pengetahuan yang lebih bermakna dikonstruksi. Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk individu yang lebih baik, berakhlak, dan memiliki kesadaran agama yang mendalam, tanpa perlu mengandalkan indoktrinasi atau pemaksaan guru untuk berulang kali memahami dan mempelajari teks-teks Guru dapat menjadi lebih mendalam dalam aspek keagamaan dengan mengamati realitas empiris dan berbagi pengalaman pribadi yang beragam. Pendekatan ini efektif dalam menghindari proses pembelajaran yang bersifat normatif dan indoktrinatif, memberi ruang pada pendekatan yang lebih inklusif dan terbuka dalam memahami aspek-aspek keagamaan. Dalam konteks penyampaian pesan yang terdapat dalam teks-teks keagamaan kepada mahasiswa, para pengajar cenderung mengadopsi pendekatan komunikasi satu arah yang mengalir searah. Pilihan strategi ini memiliki kendala yang sulit dielakkan, mengingat penilaian yang diatributkan pada kitab-kitab agama yang dianggap sangat suci oleh para Ini menyebabkan banyak pengajar menganggap bahwa tema-tema yang berkaitan dengan teks-teks tersebut tidak sesuai untuk diperdebatkan atau dibicarakan secara mendalam. Mayoritas teks keagamaan memiliki sifat normatif, yang meliputi perintah, larangan, janji pahala, dan ancaman hukuman. Maka, pendekatan komunikasi yang satu arah sering diadopsi oleh para pengajar. Pendekatan ini tidak hanya mencakup cara penyampaian pesan kepada mahasiswa, tetapi juga tercermin pada karakteristik dasar dari teks-teks itu sendiri. Secara esensial, teks-teks tersebut tampak mengekspresikan kebutuhan untuk penerimaan dan ketaatan IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. 01 2024 | 89 Nove Kurniati Sari . Zainal Abidin Muhja . Banyuriatiga dari pembaca. Bahkan, dalam beberapa konteks, penerimaan dan ketaatan ini menjadi penunjuk keimanan dan ketakwaan seseorang terhadap agama. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis literasi, para guru tidak hanya mengenal teks-teks keagamaan klasik, tetapi juga memanfaatkan pengalaman empiris dan sehari-hari untuk memperkaya dimensi religiusitas mereka. Dalam konteks pembelajaran berbasis literasi ini, guru didorong untuk melakukan refleksi, contohnya melalui pertimbangan tentang takdir dengan menggunakan ungkapan sederhana berikut: "Adalah wajar bagi kita untuk merasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita lahir dari rahim seorang ibu yang beragama Islam, memiliki ayah yang muslim, berasal dari keluarga Muslim, dan tumbuh dalam lingkungan Muslim. Bayangkan bagaimana bila kita lahir dari ibu yang bukan Muslim, memiliki ayah yang bukan Muslim, berasal dari keluarga yang bukan Muslim, dan tumbuh dalam lingkungan yang bukan Muslim. Seberapa besar peluang kita untuk menjadi seorang Muslim dalam situasi tersebut? Saat kita dilahirkan ke dunia ini, kita tidak memiliki kendali atas pilihan rahim yang akan melahirkan kita, ayah yang akan menjadi bapak kita, keluarga yang akan menjadi lingkungan kita, serta lingkungan tempat kita tumbuh. Semua ini adalah ketetapan dari Tuhan Yang Maha Esa. Maka dari itu, kita seharusnya senantiasa menghormati semua individu, karena sejak lahir, mereka tidak memiliki kekuasaan penuh untuk memilih kondisi tersebut. Kesimpulan Hasil paling mendasar dari studi ini mencakup aspek-aspek penting berikut: Pertama, pendekatan pembelajaran yang berfokus pada literasi telah membuktikan pengaruhnya yang kuat dalam meningkatkan pemahaman tentang urgensi menjaga sikap moderat dalam beragama di kalangan murid. Kedua, strategi pembelajaran berbasis literasi memiliki dampak yang signifikan dalam memperkukuhkan konsep moderasi agama di antara para siswa. Selanjutnya, pendidikan yang merangkul elemen-elemen literasi memiliki peran sentral dalam membentuk pola pikir yang inklusif dan moderat terkait dengan aspek keberagamaan, terutama dalam tindakan sehari-hari di kalangan pelajar. Keempat, kepentingan pendekatan pembelajaran literasi juga termanifestasi dalam membentuk etika yang ikhlas di tengah masyarakat yang kaya akan keragaman budaya, etnis, dan latar belakang. Kelima, pendekatan pembelajaran literasi memainkan peran yang amat penting dalam mempererat hubungan persahabatan yang tulus di antara warga beragama yang berbeda. Saran 90 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Internalisasi Islam Moderat dalam Upaya Peningkatan Literasi Moderasi Guru di Sekolah Kejuruan Kawasan Perbatasan Dalam upaya untuk memperkuat pemahaman agama, nilai-nilai toleransi, dan pendekatan pembelajaran yang inklusif dalam pendidikan, terdapat tiga saran kunci yang dapat Saran pertama adalah untuk meningkatkan literasi beragama di kalangan guru. Guru adalah agen pendidik yang memainkan peran kunci dalam membentuk pemahaman siswa tentang agama dan nilai-nilai toleransi. Saran kedua adalah menggalakkan dialog antaragama. Dialog antaragama dapat membantu mengurangi ketegangan dan meredakan konflik antaragama. Saran ketiga adalah mempertimbangkan memperluas pendekatan pembelajaran berbasis literasi ke mata pelajaran dan disiplin ilmu lainnya. Ucapan Terima Kasih Kami ingin dengan tulus mengungkapkan rasa terima kasih kepada LP2M Universitas Borneo Tarakan atas dukungan yang diberikan selama penelitian ini. Peran LP2M sebagai lembaga pusat penelitian dan pengembangan ilmiah sangatlah berharga dalam melahirkan artikel penelitian ini. Dukungan teknis dan bimbingan yang kami terima telah membantu kami dalam merancang metodologi, menganalisis data, dan merumuskan temuan. Keberadaan LP2M sebagai mitra dalam perjalanan penelitian kami tidak hanya meningkatkan kualitas artikel ini, tetapi juga memberikan dampak positif pada pengembangan ilmiah di lingkungan Universitas Borneo Tarakan. Tidak hanya itu, kami juga ingin mengucapkan terima kasih atas upaya nyata LP2M dalam membantu menyebarkan pengetahuan ilmiah. Kolaborasi ini menjadi sarana yang berharga bagi kami untuk berkontribusi pada pembangunan pengetahuan di bidang ini. Dengan rasa rendah hati, kami mengakui peran penting LP2M dalam memfasilitasi langkah-langkah kami dalam menyelesaikan artikel penelitian ini. Harapan kami adalah bahwa kerja sama ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi komunitas akademis dan peneliti di Universitas Borneo Tarakan. Daftar Pustaka