JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Implementasi Konsep The Five Stages of Grief Melalui Film Pendek Terkait Self-Harm Nevlin Cresentia Herwina1*. Bayu Setiawan2. Aryo Bayu Wibisono3 1,2,3Desain Komunikasi Visual. Unversitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Indonesia Email: 1nevlinch. nevlinch@gmail. com, 2bayusetiawan. dkv@upnjatim. id, 3*aryobayuw. dkv@upnjatim. Email Penulis Korespondensi: 1nevlinch. nevlinch@gmail. AbstrakOeTulisan ini bertujuan mengulas tahapan The Five Stages Of Grief pada film pendek terkait gangguan psikologi dengan reaksi self-harm karena. Self-harm adalah tindakan melukai diri sendiri tanpa adanya tujuan bunuh diri. Penyitas self-harm adalah hal yang harus diberikan perhatian dan dipedulikan keberadaannya karena dapat meregang nyawa. Bentuk representasi untuk penyitas self-harm agar masyarakat aware terhadap isu tersebut, media film dapat menjadi jembatan awareness pada masyarakat ataupun Dari analisis terungkap bahwaThe Five Stages of Grief : Denial. Anger. Bargaining. Depression. Acceptance sejalan dengan siklus self-harm : Shame/ Grave, emotional suffering, emotional overload, panic, self-harm, temporary relief . Implementasi menggunakan The Five Stages Of Grief juga mempermudah dalam penceritaan dalam sebuah film karena konsep tersebut akan dimunculkan dalam sebuah tahapan skenario atau tahap penceritaan yaitu: Orientasi. Konflik,Komplikasi. Klimaks. Resolusi. Akhir. Kata Kunci: Film. Psikologi. Emosi. Self-Harm. Siklus AbstractOe This article aims to review the stages of The Five Stages Of Grief in short films related to psychological disorders with self-harm reactions because. Self-harm is an act of hurting oneself without the intention of committing suicide. Self-harm survivors are something that must be given attention and cared for because it can cost lives. The form of representation for self-harm survivors so that society is aware of the issue, film media can be a bridge of awareness for society or survivors. From the analysis it was revealed that The Five Stages of Grief: Denial,Anger. Bargaining. Depression. Acceptance are in line with the self-harm cycle: Shame / Grave, emotional suffering, emotional overload, panic, self-harm, temporary relief. The implementation of using The Five Stages Of Grief also makes it easier to tell stories in a film because the concept will appear in a scenario stage or storytelling stage, namely: Orientation. Conflict. Complication. Climax. Resolution. Ending. Keywords: Film. Psikologi. Emosi. Self-Harm. Cycle PENDAHULUAN Menurut (Ross dan Kessler 2. , dalam AuOn Grief and Grieving : Finding The Meaning Of GrievingAy memiliki tahapan-tahapan diantaranya : Denial. Anger. Bargaining,Depression. Acceptance. Denial atau tahap penyangkalan, seseorang pada awalnya menjadi lumpuh dengan syok atau diselimuti dengan mati rasa. Penyangkalan hampir terlihat sama dengan ketidakpercayaan. Pada tahap ini dunia menjadi tidak berarti. Penyangkalan dapat membantu untuk mempercepat perasaan sedih. Hal tersebut merupakan cara alami untukmembiarkan masuk hanya sebanyak yang bisa seseorang hadapi. Tahap pertama dari kesedihan ini membantu kita bertahan dari kehilangan. Kesedihan merupakan sebuah salah satu bentuk emosi yang disebabkan oleh suatu peristiwa yang menyakitkan, mengecewakan, dan kondisi sulit lainnya. Setiap orang pasti mengalami kesedihan dalam kehidupannya. Kesedihan dapat terjadi dengan melalui beberapa proses atau tahapan. Menurut Kubler-Ross dan David Kessler dalam bukunya On Grief and Grieving : Finding The Meaning of Grief Through the Five Stages menunjukkan bahwa lima tahapan kesedihan adalah bagian dari kerangka kerja yang membentuk pembelajaran untuk hidup dengan kehilangan. The Five Stage Of Grief adalah alat untuk membantu kita membingkai dan mengidentifikasi apa yang mungkin dirasakan. The Five Stages Of Grief : Denial Anger,Bargaining. Depression. Acceptance sejalan dengan siklus self-harm yakni Shame/ Grave,emotional suffering, emotional overload, panic,self-harm, temporary relief. Self-harm yaitu sebuah istilah psikologi yang artinya sebuah tindakan menyakiti atau melukai diri sendiri tanpa melihat ada atau tidaknya tujuan untuk bunuh diri, dengan berbagai macam cara (NICE,2015. WHO. WHO, 2015. Kusumadewi,dkk,2. Self-harm atau Nonsuicidal-Self Injury (NSSI) merupakan tindakan menyakiti diri sendiri untuk mengalihkan rasa sakit secara emosional tanpa adanya niatan untuk bunuh diri. Self-harm merupakan kegagalan dalam coping mechanismdengan cara menyakiti diri sendiri secara sadar tanpa adanya keinginan untuk bunuh diri. Tindakan melukai diri sendiri tentunya dipicu oleh kesedihan dan kekecewaan yang mendalam. Pelaku mengalihkan rasa sakit secara mental ke fisik. Menurut mereka dengan melakukan hal tersebut dapat mengurangi rasa sakit secara mental. Hal tersebut termasuk sebuah pelarian diri ketika dihadapkan dengan situasi sulit. Selain siklus self-harm yang sejalan dengan The Five Stages Of Grief, konsep tersebut juga tidak jauh dari keseharian kita dalam mengatasi masalah. Hal tersebut dapat diimplementasikan ke dalam sebuah film karena memiliki kedekatan atau relevansi di masyarakat. Implementasi ini juga sebelumnya sudah pernah digunakan dalam film Cruella . Film merupakan salah satu bentuk alat untuk berkomunikasi massa yang kuat. Hal ini dapat diartikan bahwa film memiliki kesanggupan untuk menjangkau audiens yang lua sdan beragam. Film dapat memberikan pengaruh terhadap penonton secara luas dengan pesan-pesan, nilai-nilai, dan cerita yang terkandung di dalamnya (Wati, et al. , 2. Film pendek mencakup dapat menggambarkan dengan jelas terkait emosi atau ekspresi, kondisi, bentuk, warna, dan elemen- This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1883 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin elemen artistik lainnya. Film pendek mencakup visual dan audio yang tidak perlu lagi untuk diimajinasikan. Berdurasi lebih ringkas daripada film pada umumnya, media ini tidak memakan waktu dalam penyampaian pesan. Film berbeda dengan video, film memiliki alur cerita yang sudah ditetapkan. Film dipandang sebagai karya seni budaya karena mengaitkan bebagai elemen kreatif, termasuk teknik sinematografi, penulisan skenario, beradegan, musik, dan sebagainya. Film memiliki kekuatan untuk merepresentasikan budaya, nilai-nilai, dan cerita dari masyarakat yang menciptakannya (Nasirin dan Pitaloka, 2. Beberapa karya sastra menggunakan media film seringkalli mencerminkan nilai-nilai, norma, konflik, dan pengalaman sosial yang terjadi dalam masyarakat tempat sastrawan tinggal (Nisa dan Sinaga, 2. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian berjudul AuImplementasi The Five Stages Of Grief Pada Film Pendek Terkait Self-HarmAy menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif dapat mendeskripsikan atau mengungkap lebih detail atau lebih dalam terkait isu yang diangkat. Selain itu metode kuliatatif lebih relevan untuk bidang seni dan desain. Pada metode perancangan ini membutuhkan data primer berupa pendalaman wawancara pada narasumber dan penyitas selfharm. Data kualitatif berupa wawancara dapat menggali lebih dalam dan spesifik terkait pemicu self-harm, aksi atau tindakan self-harm, perjuangan keluar dari self-harm, dan kehidupan setelah self-harm. Pada perancangan ini wawancara dilakukan dengan psikiater dan pelaku self-harm sebagai narasumber. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara yang telah didapatkan, data disintesis menggunakan Networking Display dan Matrix Display. Matriks adalah format tabel yang mengumpulkan dan mengatur data agar mudah dilihat di satu tempat, memungkinkan analisis detail, dan mengatur tahapan untuk analisis lintas kasus nanti dengan kasus atau situs lain yang Jaringan adalah kumpulan simpul atau titik yang dihubungkan oleh tautan atau garis yang menampilkan aliran tindakan, peristiwa, dan proses partisipan. Tabel 1. Analisis Data Siklus Self-harm Sumber : Pribadi Fase Sebelum self-harm Saat self-harm Sesudah self-harm Peristiwa Mengalami perselingkuhan dalam hubungan berpacaran, kekerasan verbal, kekerasan fisik, pelecehan psikologi Overthinking. Anxiety. Menyalahkan diri sendiri Relationship issue, trauma, tidak bisa berpikir Kehilangan kendali terhadap tindakan Menyayat kulit, membenturkan kepala ke dinding Lega, penyesalan Siklus Shame/grave Emotional Suffering Emotional Overload Panik Self-harm Temporary relief Gambar 1. Analisis Data Siklus Self-harm Sumber : Dokumen Pribadi This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1884 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin 1 Konsep Verbal Judul Film Judul pada perancangan film pendek ini yaitu AuSakitAy, yang bukan bermakna sakit berupa fisik melainkan sakit secara psikis. Judul ini mewakili perancangan film pendek fiksi yang berisi tentang The Dark Triad dengan isu self-harm yang diceritakan melalui The Five Stages Of Grief yang akan ditampilkan dalam konsep visual Bahasa Dialog Pada perancangan ini menggunakan bahasa Indonesia yang tidak baku atau Bahasa yang digunakan pada dewasa awal dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia merupakan Bahasa utama di negara yang penulis Target utama penonton juga merupakan orang Indonesia. Penokohan Zea (Pemeran Utama Wanit. Seorang mahasiswa perfilman memiliki hobi bermain tennis. Gadis berusia 20 tahun itu memiliki impian menjadi seorang produser dan penulis skenario film. Berkepribadian melankolis. Zea cukup sensitif terhadap suatu hal yang terjadi padanya, ia cenderung menggunakan intuisinya. Selain itu zea merupakan sosok yang overthinker, keras kepala. Masalah mental cukup mengganggu kesehariannya seperti anxiety, trust issues, fear of abondenment. Baskara (Pemeran Utama Pri. Seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang mengembangkan group band nya. Laki-laki berusia 22 tahun itu memiliki kepribadian koleris, sanguinis. Baskara memiliki gangguan mental Narsistic Personality Disorder, karakter sangat manipulatif, gaslighting. Selain itu trauma masa kecil yang mendasari dirinya menjadi sosok yang kasar. Alan (Pemeran Pendamping Pri. Alan adalah teman tennis Zea. Karakter ini memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan Baskara yang complicated. Alan adalah sosok yang peduli, gentleman, soft-spoken, clean, stabil secara mental dan finansial memiliki empati yang tinggi. Dapat dikatakan dirinya merupakan sosok idaman bagi setiap Salsa (Pemeran Pendamping Wanit. Mantan kekasih Baskara yang gagal move-on. Mantan penyitas self-harm itu adalah seorang polisi yang tegas dan kuat, tapi juga memiliki sisi gelap dan rapuh yang disebbakan oleh trauma masa lalunya bersama Baskara. Premis Menurut Ernest Prakasa, sutradra film ternama mengatakan bahwa premis adalah langkah pertama dalam membuat sebuah cerita dalam film maupun film pendek atau apapun itu. Rumus premis yakni . Siapa apa Siapa, pelaku atau pemeran utama yang akan menjadi focus atau yang akan membawakan sebuah cerita itu hidup. Apa, yang berarti apa yang ingin diinginkan pada karakter utama. Tapi, yakni sebuah hal yang akan menjadi penghambat . Siapa /karakter : Zea, memiliki trust issue, anxiety, dan gampang overthinking Apa / Tujuan : Ingin segera putus Halangan/But : Baskara manipulatif, playing victim, childish, pathological liar Maka, premis dalam perancangan ini yakni : Au Zea ingin mengakhiri hubungan racun dengan Baskara, namun terhalang oleh perilaku manipulatif BaskaraAy Sinopsis Ringkasan atau penjelasan singkat mengenai cerita. Gambaran umum dari isi cerita tanpa harus membaca atau menonton secara keseluruhan. Sinopsis juga mempermudah aktor untuk memahami inti cerita. Sinopsis cerita pada perancangan ini yakni : Zea terjebak dalam toxic relationship dengan Baskara yang melakukan perselingkuhan, kekerasan verbal, kekerasan fisik, dan pelecehan psikis yang ternyata dirinya menderita gangguan mental Narsistic Personality Disorder dan trauma masa kecil dari keluarganya. Perilaku Baskara mempengaruhi keseimbangan mental Zea hingga membuat Zea melakukan self-harm. Namun akhirnya Reksa berhasil keluar dari fase tersebut dan membalaskan dendamnya dengan menuliskan kisahnya dalam skenario film. Membangun Emosi Melalui The Five Stages Of Grief Emosi dalam film ini berdasarkan konsep The Five Stages Of Grief : Denial. Anger. Bargaining. Depression. Acceptance. Denial (Penyangkala. Pada fase ini karakter biasanya : . Ada dalam kondisi tidak percaya atas hal buruk yang menimpanya. Belum bisa menerima kenyataan. Menghindar dari masalah. Biasanya reaksi pertamanya yaitu shock, freezing, bingung. Toxic Positivity. Memalsukan pikiran atau menyabotase pikiran. Seseorang mencoba berpikir positif atau kata-kata afirmasi positif dari diri sendiri ataupun orang lain hanya untuk tenang sesaat This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1885 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Gambar 2. Ekspresi Shock Sumber : Dokumen Pribadi Anger (Mara. Karakter pada fase ini biasanya :. mulai percaya dengan hal buruk yang dialami, pada tahapan ini karakter meluapkan emosinya. Reaksi : menangis, teriak, membanting atau melempar barang barang. Menyalahkan diri sendiri, merasa tidak layak. AuKenapa sih kok aku diperlakukan kayak gini? Apa aku jahat sama dia? Apa aku banyak kurangnya?Ay. Merasa dirinya bodoh. Merasa mendapat hukuman dari Tuhan. Aukenapa aku?Ay Gambar 3. Ekspresi Marah Sumber : Film Ketika Berhenti Disini. Film Ipar Adalah Maut. Film Pendek All Too Well Bargaining (Tawar Menawa. Karakter pada tahap ini : . mencoba untuk memperbaiki keadaan yang diinginkan . ang sebenarnya sudah tidak bisa hadir atau kembali lagi, fan. Dirinya memilih atau memutuskan untuk hidup dalam khayalannya. Sebagai bentuk pertahanan emosional. Adanya penyesalan. Karakter berpikir AuAndai aja aku ga pernah ketemu dia, pasti ga bakalan hancur kayak giniAy. atau AuAndai aku ga posesif, andai aku ngertiin dia. Ay. Ini juga dapat dikategorikan dalam toxic positivity. Karakter menentang siapapun yang kontras dengan sudut pandangnya. Depression (Depres. Karakter sedang berada dalam kondisi : . Auemotional sufferingAy atau penderitaan secara emotional. Karakter sedang berada dalam Auemotional overloadAy atau emosinya meluap, hal-hal yang ia sukai sudah tidak ia minati. Reaksi : Melamun, hampa, tatapan kosong, overthinking, anxiety, takut dengan cahaya, insomnia, takut bersosialisasi. Gelisah Gambar 4. Ekspresi Depresi Sumber : Film Smile Acceptance (Penerimaa. This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1886 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Gambar 5. Ekspresi Penerimaan Sumber : All Too Well Short Movie Youtube Karakter mulai sadar karena merasa malu saat keluar atau bepergian harus menutup lukanya. Capek ditanya orang tentang lukanya. Dianggap aneh. Menemukan benang merah atas apa yang terjadi dan mulai menyelesaikan satu per Karakter balas dendam dengan cara yang elegan. Karakter berhasil mengembalikan jati dirnya dan memulai hidup 2 Konsep Visual Warna Skema warna yang digunakan atau yang mendominasi dalam perancangan konsep film AuSakitAy ialah split Skema warna split komplementer hampir sama seperti skema komplementer, hanya saja ada penambahan warna. Skema ini menggunakan formula huruf Y . ada gambarA). Referensi warna yang digunakan dalam film AuSakitAy mengadaptasi dari series Never Have I Ever pada platform Netflix. Korelasi Never Have I Ever digunakan acuan warna dalam film sakit karena film tersebut menceritakan kehidupan sehari-hari anak SMA hingga jenjang Universitas. Masa tersebut merupakan masa labil atau memiliki berbagai macam emosi yang belum terkendali, sama halnya film pendek Sakit yang mengisahkan hubungan dua orang dengan kondisi emosi naik turun. Film pendek Sakit menampilkan warna-warna ini untuk menampilkan berbagai macam emosi melalui tahapan The Five Stages Of Grief : Denial. Anger. Bargaining. Depression. Acceptance. menampilkan berbagai macam emosi melalui tahapan The Five Stages Of Grief : Denial. Anger. Bargaining. Depression. Acceptance. Karakter warna pada perancangan ini menggunakan kombinasi : Merah, pada perancangan ini dirancang untuk menggambarkan marah, daya tahan, bahaya. Hitam pada perancangan ini dirancang untuk menggambarkan dominasi, kejayaan Kuning dan oranye , pada perancangan ini dirancang untuk menggambarkan ketidakstabilan mental penyitas self-harm Abu-abu dalam perancangan ini menggambarkan kehampaan, insecurity Biru desaturasi dalam perancangan film sakit memiliki temperature yang dingin bertujuan menggambarkan kesedihan yang mendalam Gambar 6. Color Wheel Sumber : Adobe Color Referensi Warna This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1887 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Gambar 7. Scene Film Never Have I Ever Sumber : Netflix Palet Warna Gambar 8. Color Palette Sumber : Adobe Color Tipografi Penerapan tipografi dalam perancangan film pendek AuSakitAy berada pada judul film dan Poster. Judul film menggunakan font TC Chaddlewood, jenis font ini tergolong dalam gaya handwritten. Handwritten adalah gaya font dengan tegak bersambung atau tulisan tangan manusia. Font ini dapat memberikan kesan personal dan khusus yang sejalan dengan cerita dalam film AuSakitAy. Kemudian font tersebut dimodifikasi dengan guratan atau sayatan dari penyitas self-harm. Gambar 9. Font TC Chaddlewood Sumber : Pribadi Visual Karakter Referensi Zea (Pemeran Utama Wanit. Visual Karakter : Rambut panjang, kulit ivory, rambut golden brown, badan ideal. CARI FULL SHOT. DLL This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1888 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Gambar 10. Visual Karakter Zea Sumber : Pinterest Baskara (Pemeran Utama Pri. Visual Karakter : Rambut pendek lurus hitam, kulit cokelat, badan berisi. Gambar 11. Visual Karakter Baskara Sumber : Insert live Alan (Pemeran Pendamping Pri. Visual Karakter : Rambut pendek hitam, kulit ivory, badan ideal Gambar 12. Visual Karakter Alan Sumber : Pinterest 3 Implementasi Proses perancangan desain pada film pendek Sakit melewati beberapa tahapan yaitu proses pra produksi yakni : Riset data, director treatment. Penulisan skenario, story board, shot list, anggaran, reading dan pendalaman karakter, survery lokasi, perijinan. Kemudian tahapan kedua yakni proses produksi yaitu shooting, pada tahapan ini semua yang telah direncanakan pada pra-produksi harus sudah siap. Dan yang terkhir proses paska-produksi, yaitu editing dan distribusi. Ediitng menggunakan software Davinci Resolve dan Screening akan dilakukan di dua kota. Surabaya dan Tuban. Screening di Surabaya berlokasi di 808 Coffe Bar pada 3 Mei 2025, sedangkan di kota Tuban berlokasi di Kopi Satu Lokasi pada 8 Mei 2025 yang akan dihadari beberapa filmmaker lokal, aktor dan sutradara komunitas teater air, cast dan crew film sakit. Kemudian setelah screening audience mengisi google form untuk memberi rate, kritik dan saran terhadap film yang telah ditonton. Storyline This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1889 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Alur cerita pada perancangan ini digambarkan dengan pembabakan seperti dibawah ini. Pembabakan 1 adalah tahap pengenalan atau orientasi dan pengenalan konflik. Pembabakan 2 menggambarkan komplikasi dan Klimaks. Pembabakan 3 menggambarkan resolusi dan akhir. Gambar 13. Storyline Sumber : Pribadi Tabel 2. Storyline Act 1 ACT 1 SEQUENCE 1 : DENIAL SEQUENCE 2 : DENIAL Mimpi Baskara pertengkaran Orang Tua yang diakibatkan oleh ibunya yang berselingkuh dengan mantannya. Mimpi Baskara. Gambaran memori Baskara di masa lalu, tentang Salsa, mantannya yang self-harm. Baskara terbangun dan mendapat panggilan tak terjawab dari Zea. Zea ditinggal Baskara di jalan raya Baskara memaksa Zea untuk dating ke acaranya. Zea rela ga datang ke premierenya Baskara dan Zea berantem setelah acara Zea mulai mencari Baskara yang hilang dengan spam chat dna spam call Zea menemukan bukti Baskara balikan sama Tabel 3. Storyline Act 2 ACT 2 SEQUENCE 3 : ANGER Salsa menceritakan semua hal bejat yang telah dilakukan Baskara pada dirinya Zea menemukan fakta lagi dari vendor bahwa dia selingkuh dengan Arima Pertengkaran Zea dan Baskara saat main UNO hingga memicu Baskara melukai Zea Baskara dan Arima selingkuh untuk yang kedua kalina SEQUENCE 4 : SEQUENCE 5 : SEQUENCE 6 : DEPRESSION DEPRESSION BARGAINING Masa lalu salsa menyayat kulit tangannya yang dekat nadi di kamar mandi dengan shower yang membasahi badannya karena depresi harus ditinggal Baskara Ingatan Baskara tentang KDRT ortunya Baskara terbangun dari Zea mulai tertekan dengan deadline , ia menumpahkan kopi ke lantai tapi tidak Alan menemui Zea di apartnya Zea mengalihkan pikirannya yang kacau dengan menonton DTS Zea overthinking hingga anxiety Zea menyayat SEQUENCE 7 : BARGAINING Zea Zea kan ponselnya Zea sengaja diarynya di sebelum pergi Zea sengaja Tabel 4. Storyline Act 3 ACT 3 SEQUENCE 8 : ACCEPTANCE Zea pergi kea alam untuk menenagkan Zea melanjutkan mengetik skenarionya dan mengakhirinya This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1890 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Alan mencari Zea dan berhasil menemukannya hingga membuat Zea Setelah Kembali. Zea. Alan, dan Salsa berkumpul untuk merencanakan sesuatu Zea menemukan cutter, lalu mengalihkan dengan es batu, dan membuka halo doc Baskara reputasinya terancam karena sebuah video yang tersebar hingga ingin menghancurkan pers conference Zea Zea berada di konferensi pers film Mastermind, rekan media mencecari Alan dan Zea sedang menikmati suasana dan berbincang. Baskara datang Baskara marah-marah. Zea mengakhiri hubungan toxic dengan Baskara yang mempunyai gangguan mental Narsistic Personality Disorder Baskara ditangkap polisi Karakter In Frame Karakter Zea Gambar 14. Karakter Zea Sumber : Dokumen Pribadi Karakter Baskara Gambar 20. Karakter Bas Sumber : Dokumen Pribadi Karakter Alan Gambar 20. Karakter Rangga Sumber : Dokumen Pribadi This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1891 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Color Grading Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam proses penyuntingan gambar. Pewarnaan menyesuaikan perancangan sesuai dengan yang ditentukan saat pra-produksi. Pre-log Gambar 15. Pre-log Sumber : Dok. Pribadi S-log Ae proses menormalisasi untuk menampilkan warna asli. Setting Exposure. White Balance. Contrast. Hal ini bertujuan untuk menormalkan warna. Gambar 16. Pre-log Sumber : Dok. Pribadi Gambar 17. Pre-log Sumber : Dok. Pribadi . Log This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1892 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Gambar 18. Log Sumber : Dok. Pribadi Setting mood : saturation, vibrance, lumiance Gambar 19. Log Sumber : Dok. Pribadi Gambar 20 . Log Sumber : Dok. Pribadi . Post Log This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1893 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Gambar 21. Post-log Sumber : Dok. Pribadi Gambar 22. Post-log Sumber : Dok. Pribadi Padah tahap ini bisa dikatakan secret sauce, sebuah racikan warna yang diciptakan editor untuk menambah suasana semakin Setting Secret Sauce Gambar 23. Post-log Sumber : Dok. Pribadi Poster Film Gambar 24. Post-log Sumber : Dok. Pribadi This is an open access article under the CCAeBY-SA license Nevlin Cresentia Herwina. Copyright A 2019. JUMIN. Page 1894 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 19/03/2025. Accepted: 02/05/2025. Published: 30/05/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1883-1895 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin KESIMPULAN Implementasi The Five Stages Of Grief melalui film pendek terkait self-harm dilakukan sebagai bentuk representasi penyitas self-harm yang perlu mendapat perhatian dari sisi masyarakat. Melalui media film pendek sebagai cara berkomunikasi kepada masyarakat, diharapkan dapat membawa dampak positif dan menjadi pembelajaran yang baik pada setiap individu dalam meregulasi emosi. Perancangan ini melewati tiga tahapan yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Pada tahap praproduksi meliputi priset data atau topik yang akan diangkat menjadi sebuah film, penulisan skenario, pembuatan storyboard, shotlist, visual guidance director treatment, casting, anggaran dana, penentuan jadwal pengambilan gambar, set guidance reading dan pendalaman karakter, survey lokasi, perijinan. Tahapan kedua yaitu produksi, tahap ini semua hal di pra-produksi harus sudah siap untuk di eksekusi atau siap untuk shooting. Tahap pra produksi ialah editing dan distribusi. Perancangan film pendek AuSakitAy tidak hanya sekadar menjadi hiburan belaka, tetapi diharapkan audiens dapat menyadari bahwa psikologis manusia begitu penting untuk dijaga. Salah satunya dengan cara mentransformasi hal negatif ke hal yang positif seperti yang telah disampaikan di akhir cerita film pendek AuSakitAy. Selain itu audiens diharapkan tidak memiliki anggapan bahwa konsultasi dengan psikolog dianggap suatu hal yang tabu. UCAPAN TERIMAKASIH Rasa syukur penulis ucapkan kepada TuhanYang Maha Esa atas kuasanya yang sehingga mengijinkan semua berjalan dengan baik untuk perancangan ini. Banyak waktu yang telah ditempuh untuk mendedikasikan sepenuhnya pada perancangan ini karena memiliki tujuan penting untuk disampaikan pada seluruh generasi terutama generasi penerus. Satu hal yang tak mungkin terlewatkan, penulis ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada beberapa pihak yang telah mendukung dan bekerjasama selama proses perancangan ini. Apresiasi dan terimakasih penulis sampaikan Bayu Setiawan S. Sn. Sn, selaku dosen pembimbing I yang telah menyanggupi untuk memberikan arahan, dukungan, saran, kritikan yang berpengaruh pada perancangan ini. Dr. Aryo Bayu Wibisono. Med. selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan insight berharga bagi Damba Bestari. Sp. KJ yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi narasumber dalam perancangan saya. Keluarga yang telah mendukung, membiayai, dan berkorban demi kelancaran perancangan. Cast and Crew film sakit yang telah meluangkan waktunya untuk terlibat dalam perancangan tugas akhir film Teman penulis dengan inisial AJ, yang telah rela membuka luka lamanya demi data yang diperlukan penulis. REFERENCES