Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam The Relationship of Body Mass Index Above Normal with Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) in the Male Community Around YARSI University and Its Review in Islamic Perspective Natasya Azzahara1. Teguh Yuliadi2. Muh. Fazlulrahman Anshar3 1Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 2Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 3Bagian Agama Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Corresponding author: natasyaazzahra63@gmail. KATA KUNCI FVC. FEV-1. IMT. Pria. Spirometri. Fungsi Paru ABSTRAK Obesitas, yang meningkat secara global, mempengaruhi berbagai organ, termasuk paru-paru. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering digunakan untuk mengukur obesitas dan diketahui dapat menurunkan fungsi paru, khususnya rasio FEV1/FVC. Peningkatan prevalensi obesitas, akibat pola makan dan gaya hidup tidak sehat, berdampak buruk pada kesehatan Islam mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan melalui kebersihan, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik, yang relevan dalam pencegahan obesitas dan gangguan Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara IMT dan fungsi paru pada pria dengan obesitas di sekitar Universitas YARSI. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik secara cross sectional pada 40 pria, dipilih melalui simple random sampling. Data diambil menggunakan spirometri dan Hasil penelitian menunjukkan 92,5% responden memiliki rasio FEV1/FVC di atas 75%, menunjukkan fungsi paru yang baik. Namun, 7,5% responden (O17. O25. memiliki rasio di bawah 75%, dengan dua di antaranya (O25 dan O. menderita penyakit paru obstruktif, dan satu responden (O. dengan penyakit paru restriktif ringan. Kesimpulannya, terdapat hubungan umum antara IMT di atas normal dengan rasio FEV1/FVC. Namun, tiga responden yang memiliki rasio di bawah 75% dipengaruhi oleh faktor lain seperti paparan asap rokok, riwayat sesak, hipertensi, dan obesitas. KEYWORDS FVC. FEV-1. BMI. Male. Spirometry. Pulmonary Function Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 ABSTRACT Obesity, which is increasing globally, affects various organs, including the lungs. Body Mass Index (BMI) is often used to measure obesity and is known to reduce lung function, particularly the FEV1/FVC ratio. The increasing prevalence of obesity, due to unhealthy diets and lifestyles, adversely affects respiratory health. Islam teaches the importance of maintaining health through hygiene, a balanced diet, and physical activity, which are relevant in the prevention of obesity and respiratory This study aims to evaluate the relationship between BMI and lung function in men with obesity around YARSI University. The method used was descriptive analytic cross sectional in 40 men, selected through simple random sampling. Data were collected using spirometry and questionnaires. The results showed 92. 5% of respondents had FEV1/FVC ratio above 75%, indicating good lung function. However, 5% of respondents (O17. O25. had a ratio below 75%, with two of them (O25 and O. suffering from obstructive lung disease, and one respondent (O. with mild restrictive lung disease. In conclusion, there is a general association between above-normal BMI and FEV1/FVC However, the three respondents who had a ratio below 75% were influenced by other factors such as exposure to cigarette smoke, history of breathlessness, hypertension, and obesity. PENDAHULUAN Respirasi merupakan proses berperan dalam menyediakan oksigen yang diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk menjalankan fungsi metabolik serta membuang karbon dioksida yang dihasilkan sebagai produk sampingan. Proses ini terbagi menjadi dua bagian utama, yakni respirasi seluler dan respirasi eksternal. Respirasi seluler terjadi di dalam mitokondria sel, di mana oksigen digunakan untuk menghasilkan energi dari nutrisi, melibatkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara udara di alveolus paru-paru dengan darah dalam kapiler. Kedua proses ini saling berkaitan dan sangat penting dalam menjaga keseimbangan gas dalam tubuh manusia, yang pada akhirnya mempengaruhi fungsi organ-organ vital lainnya. (Sherwood, 2. Salah satu cara untuk menilai fungsi paru-paru adalah melalui pengukuran rasio FEV1/FVC, yaitu perbandingan antara volume udara yang dapat dikeluarkan secara paksa dalam satu detik pertama (FEV. dengan kapasitas vital paru-paru total (FVC) (Ranu et al, 2. Rasio ini mengidentifikasi adanya gangguan pernapasan, baik gangguan obstruktif, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), maupun gangguan restriktif seperti fibrosis paru, yang membatasi kemampuan paru-paru untuk mengembang secara Penurunan rasio FEV1/FVC memerlukan perhatian medis lebih (Martinez-Pitre. Sabbula and Cascella, 2. Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Obesitas, yang prevalensinya meningkat di seluruh dunia termasuk di Indonesia, memiliki dampak yang signifikan terhadap fungsi paru-paru. Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah alat mengklasifikasikan status berat badan seseorang, dan peningkatan IMT, terutama di atas normal, sering kali berkorelasi dengan penurunan fungsi paru-paru. (Epidemi Obesitas kemenkes, 2. Pada individu dengan obesitas, jaringan lemak yang berlebihan di sekitar rongga dada dan perut dapat menghambat pergerakan diafragma, mengurangi elastisitas jaringan paruparu, dan meningkatkan resistensi saluran udara (Sherwood, 2. Kondisi ini menyebabkan penurunan kapasitas ventilasi paru-paru dan rasio FEV1/FVC, sehingga meningkatkan seperti sleep apnea dan gangguan paru Oleh karena itu, memahami hubungan antara IMT dan fungsi paruparu menjadi sangat penting, terutama di negara seperti Indonesia yang menghadapi peningkatan prevalensi obesitas. Selain dari perspektif medis, penting juga melihat dampak obesitas dan gangguan pernapasan dari sudut pandang agama, khususnya Islam. Islam menjaga kesehatan tubuh sebagai bagian dari kewajiban setiap Muslim. Tubuh adalah amanah dari Allah SWT, dan menjaga kesehatan adalah bentuk rasa syukur atas karunia-Nya (M Nur. Muamar and Maulida sari, 2. Dalam Al-Qur'an. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 195: AaO aE a eECaO a a eOaO aE eI uaEaO Eac eNEa aE aA Artinya: "Dan menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam " (QS. Al-Baqarah: . Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merusak kesehatan, termasuk kebiasaan makan berlebihan yang dapat menyebabkan obesitas. Pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan buruk seperti merokok, penggunaan narkoba, dan konsumsi khamr . inuman beralkoho. adalah beberapa contoh perilaku yang dapat merusak tubuh Allah (Mahmud, 2. Merokok, narkoba, dan khamr adalah zat-zat yang dilarang dalam Islam karena dampaknya yang merusak kesehatan, terutama pada paru-paru. Merokok, misalnya, dikenal sebagai penyebab utama berbagai penyakit pernapasan seperti PPOK, paru-paru, (Mahmud, 2. Rasulullah SAW "Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain. " (HR. Malik dan Ibn Maja. Larangan ini menunjukkan bahwa segala bentuk perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, seperti merokok dan penggunaan zat adiktif lainnya, sangat dilarang Islam. Demikian penggunaan narkoba dan konsumsi khamr dilarang secara tegas karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh (Mahmud, 2. Allah berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 90-91: a a AaO a caO aN EacaOIa aIIaO auIac aI eE a eI a aO eE aI eOA a A a aOeE a eIAA a A eOA ca AI aA eaIaaONa EaE aE eIA ca A aI aE EA a AaOeE a e aE aI a e Ia eIA a AA A a eA aE aOIaA Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Artinya: "Wahai orang-orang . khamr, berjudi, . erkorban untu. berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung. " (QS. AlMaidah: . Dampak merokok, narkoba, dan khamr terhadap kesehatan paru-paru Merokok menyebabkan peradangan kronis dan paru-paru, sementara narkoba dan khamr merusak sistem pernapasan dan organorgan tubuh lainnya, termasuk hati dan otak. Oleh karena itu. Islam dengan tegas melarang segala bentuk zat yang merusak tubuh dan memicu (Mahmud, 2. Selain menghindari kebiasaan buruk. Islam juga menganjurkan pola hidup sehat melalui keseimbangan dalam pola makan dan aktivitas fisik. (Tahlili, 2. Allah berfirman dalam Surat Al-A'raf ayat 31: A a aO aEEaO aO aeaOA e AOa aIaO a aI aaO aOIaa aE eI aI a E aaE aIA A aOIaA e A E aIA e a AaO aE A ac aA aO uaIacN E OaA Artinya: "Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap . masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh. Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihlebihan. " (QS. Al-A'raf: . Pola makan yang berlebihan dan gaya hidup yang tidak aktif merupakan penyebab utama obesitas, gangguan pernapasan. Rasulullah SAW juga memberikan teladan tentang seimbang, yaitu sepertiga perut untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara, sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Prinsip ini sangat relevan dalam upaya mencegah obesitas. (Rahayu, 2. Selain menjaga pola makan. Rasulullah SAW juga menganjurkan aktivitas fisik sebagai bagian dari menjaga kesehatan. Beliau bersabda: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang " (HR. Musli. Aktivitas fisik yang teratur membantu menjaga berat badan yang sehat, meningkatkan fungsi paru-paru dan jantung, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam Islam, menjaga kesehatan melalui pola makan yang seimbang, menghindari kebiasaan buruk, dan melakukan aktivitas fisik adalah bagian dari ibadah yang diwajibkan. (Rahayu, 2. Terkait Nabi Muhammad SAW memberikan contoh melalui kebiasaan makan yang sehat dan sederhana. Salah satu cara Nabi mengatasi obesitas adalah dengan menjaga pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan(Rahayu, 2. Dalam At-Tirmidzi. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada wadah yang lebih buruk untuk diisi oleh manusia selain perutnya. Cukup bagi anak Adam untuk makan secukupnya agar tubuhnya kuat. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara. " (HR. AtTirmidz. Selain itu, puasa juga dianjurkan sebagai cara efektif untuk menjaga kesehatan dan mengontrol berat Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 METODOLOGI Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional, di mana data dikumpulkan secara bersamaan untuk menganalisis hubungan antara variabel dependen (FEV-1/FVC) dan variabel independen (Indeks Massa Tubuh/IMT). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara IMT di atas normal dengan rasio FEV-1/FVC pada pria di sekitar Universitas YARSI, yang diukur menggunakan alat spirometer. Populasi penelitian komunitas pria di sekitar Universitas YARSI IMT Sampel diambil menggunakan metode simple sampling sebanyak 40 pria yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pria dengan IMT di atas normal yang bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah pria dengan IMT di bawah normal. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, yang bersumber dari data primer yang dikumpulkan langsung oleh peneliti. Pengumpulan data dilakukan melalui FEV-1/FVC pengukuran berat dan tinggi badan untuk menghitung IMT responden. Instrumen utama yang digunakan adalah spirometer, timbangan berat badan, dan alat pengukur tinggi badan. Proses analisis data dilakukan menggunakan analisis bivariat, yang hubungan antara dua variabel, yakni IMT dan rasio FEV-1/FVC. Teknik analisis bivariat ini digunakan untuk mengidentifikasi korelasi antara IMT di atas normal dengan fungsi paruparu yang diukur melalui rasio FEV1/FVC. HASIL Pada hasil penelitian di dapatkan total sebanyak 40 sampel. Berikut adalah Grafik Hasil 40 Responden Hubungan IMT dengan FEV-1/FVC Gambar 1. Grafil Hasil 40 Responden Volume (Lite. Puasa tidak hanya membantu dalam mengatur pola makan, tetapi juga membersihkan tubuh dari racun dan meningkatkan kesehatan secara (Rahayu, 2. Time . Dari grafik pada Gambar 1, terlihat bahwa terdapat tiga responden yang memiliki rasio FEV1/FVC di bawah 75%, menunjukkan penurunan fungsi paru-paru. Diantaranya pada O17. O25 dan O29. Hal ini dapat dilihat lebih lanjut pada visualisasi yang disajikan dalam Gambar 2, gambar 3, gambar 4, dan gambar 5 yang menampilkan detail rasio FEV1/FVC untuk setiap responden Gambar 2. Grafik Hasil Abnormal 3 Responden Volume (Lite. Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Temuan Utama: Responden dengan Fungsi Paru Normal Time . Gambar 3. Grafik Perbandingan Hasil Abnormal dan Normal O17 Volume (Lite. O17 NO17 Time . Volume (Lite. Gambar 4 Grafik Perbandingan Hasil Abnormal dan Normal O25 O25 NO25 Time . Volume (Lite. Gambar 5 Grafik Perbandingan Hasil Abnormal dan Normal O29 Sebagian besar responden memiliki rasio FEV1/FVC di atas 75%, yang menunjukkan fungsi paru-paru yang normal. Pada Gambar 4. 1, garis-garis pada grafik konsisten, dengan peningkatan cepat pada fase awal, diikuti oleh Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mampu menghembuskan udara dalam jumlah yang cukup, dengan paru-paru Responden dengan Fungsi Paru Optimal Responden O28 dan O22 menunjukkan performa paru-paru yang lebih baik dibandingkan Grafik menunjukkan bahwa O28 memiliki puncak FEV1/FVC yang lebih tinggi, yang menandakan kapasitas paru-paru yang optimal. Hal ini kebiasaan hidup sehat atau kondisi fisik yang sangat baik. Responden dengan Fungsi Paru yang Menurun O29 ON29 Time . PEMBAHASAN Beberapa responden, seperti O25 dan O29, menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kapasitas paru-paru, dengan grafik yang mendatar setelah peningkatan Hal ini mengindikasikan adanya gangguan pada paru-paru, terutama dalam menghembuskan Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 udara dengan cepat. Penurunan fungsi paru ini mungkin terkait dengan riwayat merokok, obesitas, atau kondisi medis lainnya yang berhubungan dengan penyakit paru Responden dengan Fungsi Paru Terbatas Responden O17 menunjukkan performa paru-paru yang mendekati batas bawah normal, dengan peningkatan yang landai dan stabilisasi pada nilai yang kebanyakan responden. Grafik menunjukkan adanya keterbatasan restriktif pada paru-paru, yang mungkin disebabkan oleh faktor seperti paparan polusi, hipertensi, atau riwayat penyakit pernapasan. Jumlah memiliki nilai rasio FEV1/FVC dibawah 75% adalah sebanyak tiga responden, jika seandainya dalam keadaan orang normal (NO) dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 4, dan Gambar 5. Pada Gambar 3, kurva O17 dibandingkan dengan orang normal NO17 menunjukkan bahwa orang kapasitas paru-paru yang lebih Hal O17 mengalami penurunan fungsi paruparu yang signifikan, yang mungkin disebabkan oleh faktor seperti riwayat menghirup asap rokok atau paparan polusi. Pada Gambar perbandingan antara O25 dan NO25 juga menunjukkan perbedaan yang signifikan, di mana kapasitas paruparu O25 lebih rendah dan mengalami peningkatan yang lebih lambat dibandingkan orang normal. Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada paru-paru O25, yang mungkin terkait dengan riwayat penyakit atau pola hidup tidak sehat. Pada Gambar O29 NO29, menunjukkan bahwa kapasitas paru-paru O29 lebih rendah dan mengalami peningkatan yang lebih gangguan fungsi paru. Perbedaan paparan polusi atau kebiasaan buruk seperti merokok sebagai kapasitas paru-paru. SIMPULAN Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden . ,5%) memiliki rasio FEV1/FVC di atas 75%, yang menandakan kondisi paru-paru yang baik. Namun, 7,5% responden (O17. O25, dan O. memiliki rasio di bawah 75%, dengan dua di antaranya mengalami penyakit paru Meskipun hubungan umum antara IMT di atas normal dan penurunan rasio FEV1/FVC, responden lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti paparan asap rokok, riwayat sesak napas, dan Menariknya, beberapa responden dengan IMT di atas Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 normal masih memiliki rasio FEV1/FVC yang baik. Dari Islam, menjaga kesehatan merupakan bagian dari ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT. Islam melarang perilaku yang merusak kesehatan seperti merokok dan penggunaan narkoba, serta memperingatkan bahaya makan berlebihan yang dapat menyebabkan obesitas dan gangguan kesehatan, termasuk masalah pernapasan. Rasulullah SAW menganjurkan pola makan seimbang dan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tubuh. Penelitian ini, yang menggunakan spirometri untuk mengukur fungsi paru-paru, kesehatan dalam Islam, karena tubuh adalah amanah yang harus dipelihara dengan baik sesuai perintah Allah SWT. DAFTAR PUSTAKA