Indo. Integr. Sci. Learning | com/ijisl E-ISSN x-x | DOI 10. 60041/ijisl KILAU PUBLISHING ARTICLE HISTORY Received 24/08/2023 Accepted 07/09/2023 Published 06/09/2023 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Menerapkan Model Pembelajaran Example Non Example pada Pelajaran IPA Di Kelas V SD Negeri 140 Bengkulu Utara ABSTRAK Results Ae Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model example non example siswa pada pelajaran IPA kelas V SDN 140 Bengkulu Utara. subjek penelitian adalah Siswa kelas V yang berjumlah 17 siswa. CORRESPONDING AUTHOR Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes akhir pembelajaran. Yuliati Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Universitas Terbuka dengan menggunakan model pembelajaran example non example, hasil yuliatibengkulu48@gmail. belajar mengenai hubungan antara makanan dan kesehatan dalam pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 140 Bengkulu utara dapat ditingkatkan. Data penelitian membukbuktikan dengan peningkatan rata-rata ulangan harian 1 menjadi 63,00 menjadi 70,00, rata-rata ulangan harian 3 menjadi 75,33, dan rata-rata ulangan harian 4 menjadi 82,52. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model example non example efektif dalam KEYWORDS: Hasil Belajar IPA. Model Pembelajaran meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA kelas V S 140 Bengkulu Utara. Example non Example. ABSTRACT Results Ae This research aims to determine the influence of students' How to cite: Yuliati. Widodo. Analysis of Environmental Literacy Profile among Students of STKIP Pesisir Selatan. Indonesia. Indonesian Journal of Integrated Science and Learning , 1. : 8-15. example non example models in class V science lessons at SDN 140 North Bengkulu. The research subjects were 17 class V students. Data collection was carried out by observation and final learning test. Data analysis was carried out descriptively. The results of the research show that by using the example non example learning model, learning outcomes regarding the relationship between food and health in science lessons in class V of SD Negeri 140 North Bengkulu can be improved. Research data proves this by increasing the average daily test 1 to 63. 00 to 70. 00, the average daily test 3 33, and the average daily test 4 to 82. The results of this research can be concluded that the use of the example non example model is effective in improving student learning outcomes in science lessons in class V S 140 North Bengkulu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License (CC BY-SA) Indo. Integr. Sci. LearningA1 . 2023 A Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A PENDAHULUAN Pendidikan harus menjadi prioritas utama karena membangun kepribadian yang baik dan wawasan yang luas adalah tujuan utama pendidikan. Ki Hajar Dewantara menganggap pendidikan sebagai upaya untuk meningkatkan pikiran, tubuh, dan budi pekerti anak. Menurutnya, ada tiga tujuan utama pendidikan: menanamkan moralitas yang halus dalam jiwa siswa, meningkatkan kecerdasan otak mereka, dan menjaga kesehatan fisik mereka. Pendidikan harus menggabungkan konsep yang jelas untuk mencapai tujuan Konsep-konsep ini adalah sebagai berikut: . Ing Ngarsa Sung Tuladha: Guru harus menjadi contoh bagi semua siswanya. Ing Madya Mangun Karsa: Pendidik harus mampu menciptakan ide untuk siswa mereka. Tut Wuri Handayani: Pendidik harus mampu memberikan inspirasi dan arahan kepada siswa mereka (Irawati, 2. Kegiatan pendidikan yang paling penting di sekolah adalah belajar. Sangat masuk akal untuk memahami hal ini karena keberhasilan atau kegagalan tujuan pendidikan bergantung pada cara belajar dilakukan. Akibatnya, proses belajar selalu menjadi yang paling penting, terutama bagi pendidik Belajar, bagaimanapun, mencakup lebih dari sekedar interaksi gurusiswa di sekolah. itu mencakup semua aspek kehidupan, seperti memberi tahu orang yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, menjadi bisa dan sebagainya. Di se kolah, ada banyak masalah dengan strategi, model, hasil belajar, dan motivasi siswa (Sutiah, 2020. Daud, 2. Pembelajaran di sekolah dasar umumnya bergantung pada buku teks, tidak menggunakan alat bantu belajar dan tidak terlibat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sebagian besar guru tidak memperhatikan kapasitas kognitif siswa, atau dengan kata lain, tidak memberikan instruksi yang efektif, dan mereka menggunakan pendekatan yang kurang Akibatnya, motivasi siswa untuk belajar menurun dan pola belajar mereka lebih cenderung menghafal. Pengalaman belajar menunjukkan bahwa siswa yang hanya bergantung pada pendengaran dan penglihatan selama proses pembelajaran akan kurang Tidak adanya model pembelejaran juga sangat memengaruhi proses belajaar, namun, memilih mode pembelajaran yang tepat untuk proses pembelajaran sangat penting untuk materi yang akan disampaikan, tujuan pembelajaran, perkembangan siswa, dan kemampuan pendidik untuk mengawasi dan memberdayakan sumber belajar saat ini (Kusumawati & Maruti, 2019. Wahyuningsih, 2. Hasil dari observasi awal peneliti lakukan di Kelas V SD Negeri 140 Bengkulu Utara menunjukkan bahwa kondisi pembelajaran di sekolah dasar saat ini tetap sangat monoton. Proses membaca, menghafal, dan mengingat materi pelajaran lebih serupa. Meskipun ada peningkatan yang cukup menggembirakan dalam kualitas pendidikan, pembelajaran siswa dan pemahaman mereka tentang beberapa materi pelajaran kurang memuaskan, siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran baik dalam bertanya ataupun memberi tanggapan, siswa mudah bosan dan merasa gelisah dalam pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, inovasi, pembaharuan, dan transformasi Pembelajaran ilmu pengetahuan alam harus lebih bervariasi untuk memaksimalkan potensi siswa sekolah dasar. Guru yang berusaha untuk mengatur dan memperdayakan variabel pembeljaran sangat penting untuk keberhasilan siswa. Metode untuk mendorong siswa untuk menjadi lebih aktif dan kreatif saat belajar adalah variasi model pembelaran. Salah satu strategi pembelajaran adalah model pembelajaran example non example yang berkaitan dengan fenomenan kehidupan di lingkungan masyarakat, bahasa, harapan dan cita-cita yang berkembang, pengalaman dan pengetahuan dunia siswa, dan kelas sebagai fenomena sosial. Dalam model ini, siswa dididik untuk berbagi . pengetahuan, pengalaman, dan tanggung jawab (Wardani et al. , 2. Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A Model pembelajaran examples non examples adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan gambar yang sesuai dengan kompetensi dasar. Example Non example adalah teknik yang dapat digu nakan untuk mempercepat penguasaan konsep siswa. Model ini bertujuan untuk mempersiap kan siswa secara cepat dengan menggunakan hal yang terdiri dari example dan non-example dari suatu definisi konsep yang ada, dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non-example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas. Model examples non examples dipilih untuk mengatasi belajar siswa karena memiliki keunggulan, yaitu : . siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar . siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar . siswa diberi kesempatan untuk mengemukaakan pendapat. (Susanti, 2. Model pembelajaran example non example ini didasarkan pada kasus atau gambar yang berkaitan dengan kemampuan dasar. Guru membuat gambar yang relevan dengan tujuan pembelajaran, menempelkannya di papan atau menanyangkannya melalui in fokus, dan memberi siswa petunjuk dan kesempatan untuk memperhatikan dan menganalisis Hasil dari diskusi tentang analisis gambar ditulis pada kertas dalam kelompok dua hingga tiga siswa. setiap kelompok diberi kesempatan untuk membaca apa yang mereka katakan danmembuat komentar tentang apa yang mereka katakan (Aqib, 2. Model mengajar sosial, yang berasal dari dalam model pembelajaran example non example memiliki beberapa manfaat untuk kegiatan belajar. Menurut Anitah et al. Beberapa di antaranya adalah hasil belajar yang baik. hubungan yang lebih antara kelompok, di mana setiap siswa memiliki kesempatan untuk beradapatasi dan berinteraksi dengan teman satu kelompok untuk memahamai materi pelajaran. dan peningkatan rasa percaya diri dan keinginan untuk belajar. Melihat pentingya peningkatan aktivitas belajar ssiwa maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan data meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan Model Pembelajaran Example Non Example dalam Tentang Hubungan Makanan dan Kesehatan pada Pelajaran IPA Di Kelas V SD Negeri 140 Bengkulu Utara. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Menurut Arikunto . PTK merupakan suatu penelitian yang berbentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, dan memperbaiki kondisi dimana praktek-praktek pelatihan tersebut dilakukan. Subjek penelitian ini adalah 17 siswakelas V di SD Negeri 140 Bengkulu Utara yang berjumlah 5 laki-laki dan 12 Materi dalam penelitian ini adalah tentang hubungan makanan dan kesehatan. Waktu penelitian 18 Januari - 8 Februari 2023. Tahapan setiap Siklus yaitu, perencanaan, evaluasi-refleksi. Pengumpulan Observasi/pengamatan, tes akhir pembelajaran. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan denga analisis deskriptif. Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A HASIL DAN PEMBAHASAN PELAKSANAAN SIKLUS Dengan menggunakan model pembelajaran example non example tentang hubungan makanan dan kesehatan dalam pelajaran IPA di kelas V Sd Negeri 140 Bengkulu Utara, penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Studi ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing dengan satu pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari empat langkah: Perencanaan Tindakan. Pelaksanaan Tindakan. Pelaksanaan Kegiatan. Observasi, dan Refleksi. Siklus Awal Perencanaan Tindakan Peneliti membuat perangkat pembelajaran pada pertemuan pertama. Mengevaluasi kurikulum untuk menentukan kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa. Selain itu, mereka membuat RPP untuk model pembelajaran contoh non contoh, media gambar yang sesuai dengan materi pembelajaran, alat untuk digunakan dalam PTK, dan alat untuk evaluasi pembelajaran. Pelaksanaan Kegiatan Selasa, 18 Januari 2023, adalah hari Siklus I, dan tindakan berikut dilakukan: Berikut ini adalah tindakan yang dilakukan oleh guru: Gambar ditempelkan di papan tulis atau ditayangkan melalui in fokus. Guru memberikan arahan dan kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan dan menganalisis gambar. Hasil diskusi tentang analisis gambar ditulis pada kertas melalui diskusi kelompok terdiri dari dua sampai tiga siswa. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk membacakan apa yang mereka pikirkan tentang diskusi mereka. Guru mulai menjelaskan materi dari hasil diskusi siswa. Pada siklus awal, rencana tidak sesuai dengan pelaksanaan. Ini karena dua faktor yaitu: Sebagian kelompok tidak memiliki pengalaman sebelumnya dengan kondisi belajar Sebagian kelompok memahami langkah-langkah model pembelajaran example nonexample secara menyeluruh. Untuk mengatasi masalah di atas, upaya berikut dilakukan oleh guru: Meningkatkan pemahaman siswa tentang kondisi kelompok, kerja sama kelompok, dan partisipasi siswa. Membantu kelompok yang belum memahami mengenai langkah-langkah model pembelajaran contoh non contoh. Setelah siklus pertama, dapat dikatakan bahwa siswa telah menjadi akrab dengan kondisi belajar kelompok. Mereka juga mulai terbiasa dengan model pembelajaran example non example. Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A Tahap Observasi Pada tahap observasi ini dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses Tabel berikut menunjukkan hasil observasi aktifitas siswa selama siklus belajar mengajar awal. Tabel 1. Perolehan Skor untuk Aktivitas Siswa dalam Siklus 1 PBM Ilmi Perolehan Skor Mesya 91,67 Agus 83,33 Rizka 75,00 Saskia 83,33 Putra 50,00 Angga 83,33 Nur 75,00 Mega 58,33 Rerata 5,58 69,79 Kelompok Skor Ideal Persentase(%) 83,33 Keterangan Tertinggi Terendah Hasil evaluasi Siklus 1: Penugasan siswa terhadap materi pembelajaran selama proses pembelajaran dianggap kurang. Hanya 70% atau 70% dari skor ideal 100 dapat dicapai oleh perolehan rata-rata. Siswa terus menunjukkan penguasaan yang sangat rendah terhadap materi Skor ketuntasan mereka hanya 37,5 atau 37,5% dari 100 poin ideal , dan masih dibawah rata-rata siswa dalam proses pembelajaran. Tahap Refleksi Pada siklus pertama, keberhasilan dan kegagalannya yaitu: Guru gagal dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong model pembelajaran example non example, yang ditunjukkan oleh hasil observasi siswa terhadap aktivitas PBM hanya 69,79%. Hasil evaluasi siklus awal rata-rata adalah 70,00%. Ketuntasan belajar masih di bawah harapan, hanya 37,50%. Untuk memperbaiki kekurangan dan mempertahankan keberhasilan dari siklus pertama, dapat dibuat perencanaan sebagai berikut saat memulai siklus kedua: meningkatkan partisipasi kelompok dalam pembelajaran, memberikan bimbingan yang lebih intensif kepada kelompok yang mengalamimasalah, memberikan pengakuan atau Siklus Kedua Tahap Perencanaan Tindakan Siklus kedua melibatkan beberapa tahap perencanaan tindakan, seperti berikut: Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A . Memotivasi kelompok untuk menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Memberikan pengalaman yang lebih intensif yangmengalami kesulitan . Memberikan pengakuan atau penghargaan. Peneliti menganalisis kurikulum dengan menggunakan model pembelajaran example non example untuk menentukan kompetensi dan kompetensi dasar yang akan diberikan kepada siswa. Membuat rencana pembelajaran dasar. Tahap Pelaksanaan Kegiatan . Guru menempelkan gambar di papan atau menayangkannya melalui in fokus. Guru memberi petunjuk dan kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan dan menganalisis gambar. Hasil diskusi tentang analisis gambar ditulis pada kertas oleh siswa dalam kelompok 23. Guru mulai memberikan penjelasan tentang materi sesuai dengan tujuan kegiatan. Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan rencana pada siklus kedua. Suasana pembelajaran mengarah pada model pembelajaran contoh non-contoh. Mereka mampu menyelesaikan tugas guru dengan menempelkan gambar di papan. Kelompok siswa menunjukkan bahwa mereka saling membantu untuk memahami melalui tanya jawab atau diskusi dengan sesama anggota kelompok mereka. Setiap kelompok memahami secara menyeluruh proses model pembelajaran example non example. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran disiklus 2, guru dapat melakukan hal-hal . Meningkatkan pemahaman siswa tentang kondisi kelompok, dan keterlibatan siswa. Membantu kelompok yang belum memahami langkah-langkah modelpembelajaran example non example. Sampai akhir siklus kedua, dapat disimpulkan bahwa: Siswa mulai terbiasa dengan lingkungan belajar kelompok. Siswa mulai terbiasa dengan model pembelajaran example non example. pembelajaran yang efektif dan menghibur telah dicapai. dan setiap siswa ingin membuat pertanyaan dan menanggapi presentasi kelompok. Tahap Observasi Pada tahap observasi ini dilakukan observasi terhadap aktivitas belajar siswa yang dibantu oleh observer. Tabel berikut menunjukkan hasil observasi aktivitas siswa selama siklus belajar mengajar kedua. Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A Tabel 2. Perolehan Skor Aktivitas Siswa di Siklus 2 PBM Kelompok Perolehan Skor Skor Ideal Persentase (%) Ilmi 100,00 Mesya 100,00 Agus 91,67 Rizka 83,33 Saskia 91,67 Putra 83,33 Angga 91,67 Nur 91,67 Mega 83,33 Rerata 7,17 89,58 Keterangan Tertinggi Terendah Siswa dianggap kekurangan penguasaan materi pembelajaran dan tidak memiliki aktivitas selama pembelajaran. Hasil evaluasi Siklus B menunjukkan perolehan ketuntasan 95,83ri 100 skor ideal, dan perolehan rata-rata 81,57% dari 100 skor ideal. Tahap Refleksi Untuk keberhasilan dan kegagalan pada siklus kedua, guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang mendorong model pembelajaran example non example. Hasil dari aktivitas siswa dalam PBM, seperti hasil evaluasi siklus pertama 89,58% dan hasil belajar 95,83%, adalah contoh dari hasil ini. Siswa menunjukkan penguasaan yang lebih baik terhadap materi pembelajaran. Setelah menerapkan model pembelajaran example non example ini , hasil ulangan harian rata-rata meningkat menjadi 70,00 . ata-rata ulangan harian . , 74,58 . ata-rata ulangan harian . dan 81,57 . ata-rata ulangan harian . PEMBAHASAN TENTANG HASIL PENELITIAN Hasil tindakan kelas IPA di Kelas V SD Negeri 140 Bengkulu Utara, yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran example non-example mengenai hubungan antara makanan dan kesehatan, adalah sebagai berikut: Hasil menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran example non example mengenai hubungan antara Makanan dan Kesehatan pada pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 140 Bengkulu Utara dapat meningkatkan aktivitas belajar Hasil observasi menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 89,58 di siklus pertama dan 69,79% disiklus kedua dalam aktivitas siswa dalam PBM. Siswa menunjukkan penguasaan materi yang lebih baik dalam pembelajaran. Setelah menerapkan model pembelajaran example non example, hasil ulangan harian ratarata meningkat menjadi 70,00 . ata-rata ulangan harian . , 74,58 . ata-rata ulangan harian . , dan 81,57 . ata-rata ulangan harian . Siswa menunjukkan penguasaan materi pembelajaran yang lebih baik. Hasil ulangan Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A setiap hari meningkat, rata-rata 16,67% untuk ulangan harian 1 tanpa menggunakan model pembelajaran example non example, menjadi 37,50% untuk ulangan harian 2, 62,50% untuk ulangan harian 3, dan 95,83% untuk ulangan harian 4 setelah menerapkan model pembelajaran example non example. Dengan menggunakan model pembelajaran example non example, , siswa dapat meningkatkan pengetahuan mereka sendiri dan menemukan cara untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran yang harus dikuasai siswa baik secara individu maupun kelompok. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hubungan antara makanan dan kesehatan dalam pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 140 Bengkulu Utara dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran example non example. Siswa menunjukkan peningkatan penguasaan materi pelajaran setelah menerapkan model contoh tidak contoh di siklus 1 dan 2. Siswa menunjukkan peningkatan hasil ulangan disetiap harinya. DAFTAR PUSTAKA