Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna WORKSHOP PENYUSUNAN BAHAN AJAR KURIKULUM MERDEKA PADA GURU SMK PGRI 2 BANDAR LAMPUNG Buang Saryantono1. Joko Sutrisno AB2. Sri Wahyuningsih3. Yeni4. Intan Rahmadiah5 STKIP PGRI Bandar Lampung buangsaryantono59@gmail. com, 2jokosutrisnoab@gmail. sriwahyuni050202@gmail. com, 4yeni@gmail. com, 5intanrahmadiah@gmail. Abstrak: Kurikulum merdeka menuntut adanya kompetensi guru yang memenuhi standar kompetensi pada era revolusi industri. Berbagai perubahan yang terjadi, menuntut kesiapan guru dalam segala hal guna menunjang implementasi kurikulum merdeka sebagai upaya perbaikan kualitas pendidikan pasca pandemi Covid-19. Tentu hal ini menjadi masalah apabila kesiapan sumber daya sekolah yang tidak berbanding lurus dengan tuntutan yang ada. Mitra pengabdian mengalami permasalahan terkait hal ini, dimana keterampilan guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung terkait penyusunan bahan ajar pada kurikulum merdeka untuk tingkat SMK. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk menambah keterampilan guru dalam menyusun bahan ajar pada kurikulum merdeka. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada hari senin tanggal 3 Oktober 2022 dengan peserta kegiatan yaitu guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung. Kegiatan berupa workshop yang memberikan hasil berupa adanya peningkatan ketrampilan guru dalam menyusun bahan ajar pada kurikulum merdeka untuk tingkat SMK. Selain itu, manfaat kegiatan lainnya adalah menambah kesiapan mitra dalam implementasi kurikulum merdeka Kata kunci: Bahan ajar SMK, kurikulum merdeka Abstract: The independent curriculum demands teacher competence that meets competency standards in the industrial revolution era. The various changes that have occurred require the readiness of teachers in all respects to support the implementation of the independent curriculum as an effort to improve the quality of education after the Covid-19 pandemic. Of course, this becomes a problem if the readiness of school resources is not directly proportional to the existing demands. Service partners experience problems related to this, where the skills of SMK PGRI 2 Bandar Lampung teachers are related to the preparation of teaching materials in the independent curriculum for the SMK level. For this reason, this activity aims to increase teacher skills in compiling teaching materials in the independent curriculum. The community service activity was carried out on Monday 3 October 2022 with participants in the activity, namely teachers at SMK PGRI 2 Bandar Lampung. Activities in the form of workshops that provide results in the form of an increase in teacher skills in compiling teaching materials in the independent curriculum for the SMK level. In addition, the benefits of other activities are increasing the readiness of partners in the implementation of the independent learning curriculum. Keywords: Vocational High School teaching materials, independent curriculum Workshop Penyusunan Bahan Ajar Kurikulum Merdeka pada Guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung PENDAHULUAN Kurikulum adanya kompetensi guru yang memenuhi standar kompetensi pada era revolusi Berbagai perubahan yang terjadi, menuntut kesiapan guru dalam segala hal guna menunjang implementasi kurikulum darurat sebagai upaya perbaikan kualitas pendidikan pasca pandemi Covid-19. Kompetensi seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi guru juga merupakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak. Kompetensi keguruan menunjuk kuantitas serta kualitas layanan pendidkan yang bersangkutan secara terstandar. Salah satu tuntutan guna menunjang salah satu kompetensi guru adalah kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar yang sesuai hakikat kurikulum yang Kurikulum merdeka memerlukan adanya kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar yang mampu mencapai tujuan kurikulum tersebut dalam memberikan kebebasan belajar yang sesungguhnya kepada siswa dan guru. Menurut Setiawan . 2: . kurikulum merdeka berfokus pada pemberian ruang kebebasan kepada guru untuk mengembangkan bahan ajar . odul Para guru dapat memilih atau bahkan memodifikasi sendiri bahan ajar yang sudah disediakan oleh pemerintah Akan tetapi memodifikasi harus sesuai koridor, menyesuaikan bahan ajar dengan karakteristik peserta diidk. Tentu saja ini sesuai dengan panduan pembelajaran dan asasmen. Bahan ajar berfungsi untuk memandu pendidik untuk memenuhi kriteria yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik peserta didik. Esensi substansi dari kurikulum merdeka adalah independensi, memerdekakan peserta didik dan pendidik agar terbentuk mental independent yang tangguh dalam (Tedjokoesoema et al, 2. Peranan guru dalam membimbing belajar siswa akan berdampak luas terhadap kehidupan serta perkembangan masyarakat pada umumnya, kita juga sepakat bahwa guru hendaknya mampu berperan langsung secara positif dalam kehidupan di masyarakat . iluar tugas Untuk itu, kompetensi merupakan salah satu kunci dalam pembentukan luaran pendidikan. Peranan guru yang begitu penting, terkadang tidak berbanding lurus dengan kompetensi guru. Masih banyak jumlah guru yang menjadi konsumen atau pengguna bahan ajar (LKPD, buku ajar, modul, media, atau bahan ajar lainny. yang terkadang tidak sesuai dengan Terkadang sebagian guru belum berusaha untuk menyusun bahan ajar sendiri untuk kepentingan proses belajar mengajar di Padahal, bahan ajar yang disusun oleh guru untuk keperluan anak didiknya sendiri, tentu akan lebih baik karena yang lebih paham tentang karakteristik anak didik, lingkungan belajar anak didiknya adalah gurunya Adapun yang dimaksud dengan bahan ajar adalah informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training dalam Sopiah, et al, 2. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga Buang Saryantono. Joko Sutrisno. Sri Wahyuningsih. Yeni. Intan Rahmadiah Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. lingkungan/suasana memungkinkan siswa untuk belajar lebih efektif dan efisien dengan suasana yang lebih menyenangkan (Sopiah, et al, 2. Adapun bentuk bahan ajar dapat berupa: Bahan cetak seperti: silabus, rpp, hand out, buku, modul, lembar kerja peserta didik, brosur, leaflet, wallchart, . Audio Visual seperti: video/film,VCD, . Audio seperti: radio, kaset. CD audio. PH . Visual: foto, gambar, model/maket. Multi Media: CD interaktif, computer Based. Internet, serta berbagai bahan ajar lainnya yang dapat dikreasikan sesuai kreativitas dan kompetensi guru. Bahan ajar yang disusun oleh guru sendiri tentu akan lebih sesuai dengan mengingat guru pasti lebih parah arah kurikulum yang berlaku. Bahan ajar menurut Sadjati . Bahan ajar adalah bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Pannen, 1995 dalam Sadjati, 2. Pertanyaannya sekarang, apakah bukubuku pelajaran yang dijual di pasaran bebas dapat dikategorikan sebagai bahan ajar?Apakah program-program video atau program audio yang banyak ditayangkan di radio termasuk bahan ajar?. Bahan ajar itu sangat unik dan Unik, artinya bahan ajar tersebut hanya dapat digunakan untuk audiens tertentu dalam suatu proses pembelajaran Spesifik artinya isi bahan ajar tersebut dirancang sedemikian rupa hanya untuk mencapai tujuan tertentu dari audiens tertentu. Sistematika cara penyampaiannya pun disesuaikan dengan karakteristik siswa yang menggunakannya (Sadjati, 2. Bagaimana membedakan bahan ajar dengan yang bukan bahan ajar? Bahan ajar biasanya dilengkapi dengan pedoman siswa dan pedoman untuk guru. Pedoman-pedoman ini berguna untuk mempermudah siswa maupun guru menggunakan bahan ajar yang telah Sekarang coba Anda lihat buku teks yang sering Anda temukan di pasaran, apakah ada pedoman kerja siswanya? Apakah dilengkapi dengan Apakah menyebutkan untuk siapa bahan tersebut dikembangkan? Apakah menyebutkan prosedur atau tata cara pemanfaatannya? Jika semua itu tidak ada, maka buku teks tersebut walaupun berisi materi pelajaran yang sangat padat belum dapat dikatakan sebagai bahan ajar. Dengan berbagai karakteristik yang ada pada bahan ajar, maka kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar menjadi salah satu syarat keberhasilan kurikulum Berdasarkan kajian empiris lapangan dan kajian teoritis maka dipandang penting perlu diadakan sebuah workshop tentang penyusunan bahan ajar kepada guru-guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membentuk kebiasaan guru untuk menulis/menyusun bahan ajar . LKPD, diktat, buku ajar, hand out, atau jenis lainny. sendiri untuk kepentingan anak didiknya sendiri dan atau bahkan untuk dipublikasikan secara lokal, regional maupun nasional. Dengan keterampilan ini, diharapkan guru-guru dapat melaksanakan tugas utamanya dengan lebih baik lagi. Berdasarkan hasil kajian empiris yang dilakukan, diketahui bahwa SMK PGRI 2 Bandar Lampung memiliki masalah terkait keterampilan guru dalam menyusun bahan ajar kurikulum merdeka. Mengingat penerapan kurikulum ini, merupakan solusi dari adanya learning loss pasca pandemi tentu hal kegiatan workshop penyusunan bahan ajar kurikulum merdeka pada guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung ini merupakan kegiatan yang dibutuhkan oleh mitra. Kegiatan workshop ini dilakukan dengan tujuan untuk menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka belajar dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa Workshop Penyusunan Bahan Ajar Kurikulum Merdeka pada Guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung serta untuk memudahkan guru dalam hakikat kurikulum merdeka belajar. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat dengan sasaran kegiatan yaitu guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung, dilaksanakan pada hari Senin 3 Oktober 2022. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 00 hingga 16. 00 WIB yang diikuti sebanyak 22 peserta. Model pelatihan, pendampingan, workshop yang dilakukan melalui beberapa langkah kegiatan yaitu: 1. Menganalisis situasi dan kebutuhan, 2. Setelah kebutuhan, maka selanjutnya adalah menetapkan tujuan kegiatan pengabdian masyarakat, 3. Mendisain model workshop, 4. Implementasi, 6. Evaluasi. Pada tahap perencanaan yang dilakukan oleh tim pengabdi adalah mendata calon peserta kegiatan, menetapkan deskripsi peran dari pemateri, menyiapkan scenario workshop, menyiapkan sarana dan prasarana kegiatan workshop, menyiapkan instrument, serta bebagai kebutuhan yang diperlukan saat kegiatan Setelah perencanaan telah selesai, selanjutnya adalah tahap pelaksanaan workshop. Workshop dilaksanakan sesuai jadwal dalam beberapa bentuk kegiatan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh kepala sekolah selaku perwakilan mitra pengabdian dan dilanjutkan oleh ketua tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Selanjutnya tim pengabdi yang bertanggungjawab selaku pemateri menyampaikan materi kegiatan secara jelas dan rinci mengenai bahan ajar kurikulum merdeka untuk tingkat SMK. Selanjutnya pemateri juga dimanfaatkan dalam pembelajaran di tingkat SMK. Peserta juga diberikan sesi diskusi dan tanya jawab terkait materi yang sudah disampaikan oleh tim Setelah kegiatan diskusi dan memberikan tes kepada peserta terkait pemahaman peserta dengan yang sudah Setelah pemahaman peserta dirasa baik mengenai bahan ajar kurikulum merdeka di tingkat SMK, kegiatan berikutnya adalah pendampingan dan konsultasi Pada tahap konsutasi tentang penyusunan bahan ajar kurikulum merdeka di tingkat SMK dan sampai kepada guru-guru dapat membuat sebuah karya baik berupa bahan ajar. Tahap konsultasi penyusunan bahan ajar yang dilakukan saat kegiatan adalah kegiatan yang terlihat mendapat respon positif dari peserta. Kegiatan ini adalah jawaban dari masalah yang selama ini dihadapi peserta . uru SMK PGRI 2 Bandar Lampun. Setelah adalah evaluasi keteralaksanan kegiatan workshop yang dilihat dari dua aspek, yaitu . keterlibatan peserta, dan . output kegiatan. Indikator keberhasilan kegiatan dilihat dari kehadiran peserta minimal 90% dari peserta keseluruhan. Output bertambahnya keterampilan guru dalam menyusun bahan ajar pada kurikulum merdeka di tingkat SMK. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan msyarakat yang dilaksanakan dengan sasaran kegiatan yaitu guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung, seluruh rangkaian kegiatannya berjalan lancar sesuai perencanaan yang telah dibuat dan dihadiri oleh seluruh peserta sesuai pendataan awal. Kegiatan yang dilakukan juga sebagai jawaban permasalahan pada mitra pengabdian mengenai bahan ajar Buang Saryantono. Joko Sutrisno. Sri Wahyuningsih. Yeni. Intan Rahmadiah Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. pada kurikulum merdeka pada tingkat SMK. Pada tahap perencanaan kegiatan, seluruhnya berjalan dengan lancar, sebelum acara dimulai pendataan calon peserta sudah dilakukan, persiapan peralatan yang digunakan untuk untuk kegiatan penyampaian materi berjalan dengan baik dan dibantu oleh tim yang disiapkan oleh mitra. Kegiatan selanjutnya adalah tahap pelaksanaan, dimana pada tahap ini kegiatan dimulai dengan pemberian materi oleh tim pengabdi. Materi pertama yang diberikan mengenai bahan ajar pada kurikulum merdeka . hususnya tingkat SMK), tahapan dalam penyusunan bahan ajar kurikulum merdeka pada tingkat SMK, hingga pemateri melanjutkan tentang cara/tutorial dari penyusunan bahan ajar tersebut. Dalam tahap ini peserta melakukan aktivitas yaitu mempraktekkan cara menyusun bahan ajar pada kurikulum merdeka untuk tingkat SMK, dalam tahap pelaksanaan terjadi interaksi yang aktif antara pemateri dan peserta workshop, terlihat dengan adanya tanya jawab dan antusias dari peserta pelatihan. Berbagai pertanyaan pada sesi tanyajawab, diajukan oleh peserta kegiatan mengenai bahan ajar pada kurikulum merdeka untuk tingkat SMK. Kegiatan problem solving dalam diskusi juga dilakukan dalam sesi tanyajawab, berdasarkan permasalahan yang selama ini dihadapi guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung untuk implementasi kurikulum Kegiatan dilanjutnya dengan tahap evaluasi dan pendampingan, tim pengabdian melakukan evaluasi berupa mereview hasil dari tugas yang diberikan yaitu menyusun bahan ajar kurikulum merdeka di tingkat SMK. Hasil yang diperoleh dari tahap pendampingan adalah peserta mampu menyusun bahan ajar kurikulum merdeka pada tingkat SMK sesuai dengan diskusi pada masing-masing kelompok. Setiap kelompok membuat bahan ajar kurikulum merdeka untuk tingkat SMK sesuai mata pelajaran yang sudah didiskusikan. Bahan ajar yang dihasilkan pada masing-masing kelompok inilah yang direview dan dibahas oleh pemateri untuk melihat apakah sudah sesuai dengan hakikat bahan ajar pada kurikulum merdeka. Selanjutnya hasil review pemateri yang akan diimplentasikan pada pembelajaran di SMK PGRI 2 Bandar Lampung dan dimonitoring serta evaluasi oleh tim Melalui penyusunan bahan ajar kurikulum merdeka yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa hasil kegiatan ini mampu menyelesaikan permasalaha pada mitra pengabdian. Artinya terdapat korelasi positif antara permasalahan yang terjadi dengan solusi yang diberikan oleh STKIP PGRI Bandar Lampung, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilakukan mampu mengakomodasi antara permasalahan yang terjadi dengan solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdi. Dapat dikatakan kegiatan pelatihan berjalan sukses dan mampu mencapai tujuan pengabdian. Capaian tujuan kegaitan terlihat dari hasil monitoring dan evaluasi kegiatan yang mana menujukkan keikutsertaan peserta . uru SMK PGRI 2 Bandar Lampun. yang melebihi target dan output kegiatan berupa adanya peningkatan ketrampilan guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung dalam menyusun bahan ajar kurikulum merdeka untuk tingkat SMK. Selain itu, melalui kegiatan peserta kegiatan terlihat lebih inovatif dan kreatif dalam kebutuhan, karakteristik peserta didik, sesuai cita-cita kurikulum merdeka untuk memberikan kebebasan belajar kepada siswa seuai potensi dan perkembangan Kegiatan memberikan dampak positif terhadap Workshop Penyusunan Bahan Ajar Kurikulum Merdeka pada Guru SMK PGRI 2 Bandar Lampung mitra pengabdian masyarakat dan berhasil membekali peserta sebagai tenaga pendidik yang diharapkan pada abad 21. Mengingat keterampilan seorang pendidik . merupakan keahlian profesi yang tercipta melalui proses belajar mengajar (Suarman dan Syahza, 2. Keahlian profesi ini didukung oleh penggunaan bahan ajar yang tepat. Guru yang pendidikan berkualitas, hal ini dapat dicapai dengan menciptakan iklim pembelajaran yang menyenangkan. Tentu hal ini, juga tercipta dengan dukungan kreativitas guru dalam menciptakan bahan ajar yang tepat. Hasil evaluasi kegiatan yang dilakukan juga menunjukan bahwa 100% guru peserta kegiatan workhsop dapat menyusun bahan ajar berbasis kurikulum Keterampilan guru terlihat meningkat terkait hal ini. Setiap peserta kini mempu membuat bahan ajar kurikulum merdeka sesuai kebutuhan menggunakan bahan ajar yang dibuat mandiri dalam pembelajarannya di SMK PGRI 2 Bandar Lampung. Bahan ajar yang dihasilkan peserta juga terlihat bervariasi mulai dari LKPD, handout, hingga modul ajar. Seluruh bahan ajar yang dihasilkan peserta mengikuti hakikat bahan ajar kurikulum merdeka dilakukan di SMK PGRI 2 Bandar Lampung. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di SMK PGRI 2 Bandar Lampung terlaksana sesuai perencanaan yang telah dibuat dan sudah sesuai dengan tujuan, hasil yang dicapai dari kegaitan ini adalah: Peserta workshop telah memahami cara membuat bahan ajar pada kurikulum merdeka untuk tingkat SMK. Peserta pelatihan termotivasi untuk membuat bahan ajar sendiri secara kreatif pada berbagai mata pelajaran sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Bertambahnya peserta mengenai penyusunan bahan ajar pada kurikulum merdeka untuk tingkat SMK. Bertambahnya kesiapan peserta dalam implemntasi kurikulum merdeka di SMK PGRI 2 Bandar Lampung. Dari seluruh hasil yang diperoleh pada kegiatan ini, diharapkan adanya tindak lanjut berupa melakukan kegiatan workshop pada mitra pengabdian dengan permasalahan yang sama, serta adanya pendampingan secara kusus sampai terwujudnya produk bahan ajar pada kurikulum merdeka untuk tingkat SMK yang lebih bervariasi. DAFTAR PUSTAKA