Edukasi Ktr Dan Ispa Pada Masyarakat Di RT 09 Wilayah Kerja Pkm Jalan Gedang Kota Bengkulu Yenni Destiana . Adi Haryanto . Santiwulansari . Febri Melati Cempaka . Esrawati . Kintan Anissa . Yatri Hilinti . 1,2,3,4,6,. Universitas Dehasen Bengkulu Email:1 yenni@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Januari 2. Revised . April 2. Accepted . April 2. KEYWORDS ARI. Smoke-Free Area (SFA). Health Education. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama pada balita dan anak. Masyarakat di RT 09 wilayah kerja PKM Jalan Gedang Kota Bengkulu menghadapi masalah tingginya kejadian batuk dan infeksi saluran pernapasan akibat perilaku kurang sehat dan lingkungan yang kurang bersih. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan mengenai pencegahan batuk dan infeksi saluran pernapasan kepada masyarakat setempat. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, demonstrasi praktik hidup bersih, serta penyebaran media edukasi berupa leaflet dan poster. Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Dehasen Bengkulu tahun 2025 berfokus pada upaya pencegahan ISPA melalui pendekatan edukatif, yakni dengan metode penyuluhan ISPA, penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan penyebaran leaflet serta edukasi Digital. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan perangkat desa dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kebersihan lingkungan, pengurangan paparan asap rokok, yang bertujuan meningkatkan kapasitas paru-paru dan menurunkan risiko infeksi saluran napas gejala ISPA. Program ini terbukti efektif sebagai strategi promotif dan preventif berbasis masyarakat yang dapat menjadi model penerapan di wilayah lain. Kolaborasi lintas sektor dan edukasi berkelanjutan sangat penting untuk mendukung upaya penurunan angka kejadian ISPA, serta berkontribusi dalam pencegahan stunting melalui peningkatan kesehatan pernapasan anak. ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the leading causes of morbidity and mortality, especially among toddlers and children. The community in RT 09. Jalan Gedang PKM working area. Bengkulu City faces high incidences of cough and respiratory infections due to unhealthy behaviors and unclean environments. This community service aims to provide health education regarding the prevention of cough and respiratory infections to the local community. The methods employed include interactive counseling, demonstrations of clean living practices, and dissemination of educational media such as leaflets and posters. The 2025 Thematic Community Service Program (KKN-T) of Universitas Dehasen Bengkulu focuses on ARI prevention through an educational approach, namely ARI counseling, implementation of Smoke-Free Areas (SFA), and distribution of leaflets and digital education. This activity is conducted in collaboration with village authorities and the local community. The results indicate increased public awareness regarding the importance of environmental cleanliness and reduction of exposure to cigarette smoke, aiming to improve lung capacity and reduce the risk of respiratory infection symptoms. The program has proven effective as a community-based promotive and preventive strategy that can serve as a model for other regions. Cross-sector collaboration and continuous education are essential to support efforts to reduce ARI incidence, as well as contribute to stunting prevention by improving childrenAos respiratory health. PENDAHULUAN Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama, baik di tingkat global maupun nasional. Menurut data dari World Health Organization (WHO). ISPA merupakan penyebab utama kematian di dunia dengan jumlah kasus mencapai sekitar 120 juta jiwa setiap tahunnya dan menyebabkan kematian sekitar 1,4 juta orang. Di Indonesia. ISPA juga menjadi salah satu penyakit yang paling sering terjadi sepanjang tahun. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2023, kasus ISPA pada bulan Mei tercatat sebanyak 1. 070 kasus. Angka ini mengalami penurunan pada bulan Juni menjadi 1. 185 kasus, dan kembali turun pada Juli menjadi 1. 171 kasus. Namun, pada bulan Agustus, terjadi sedikit peningkatan menjadi 1. 650 kasus. Tren ini menunjukkan fluktuasi yang cenderung dipengaruhi oleh musim hujan dan pergantian musim yang biasa terjadi di awal, pertengahan, dan akhir tahun. (KEMENKES RI 2. Kasus ISPA di Kota Bengkulu mengalami lonjakan signifikan sekitar Agustus hingga Oktober 2025, dari rata-rata 200 pasien menjadi sekitar 320 pasien per bulan yang mempengaruhi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk minum cukup air dan segera ke fasilitas kesehatan jika ada gejala. Masyarakat RT 09 Jalan Gedang Kota Bengkulu memiliki profil demografis heterogen dengan tingkat kesadaran kesehatan yang bervariasi. Data kesehatan lokal menunjukkan tingginya kejadian batuk dan infeksi saluran pernapasan (ISPA) terutama pada anak-anak dan lansia. Penyuluhan kesehatan sebelumnya telah dilakukan dengan metode ceramah, namun Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 173 Ae 176 | 173 pemahaman masyarakat masih terbatas. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa edukasi interaktif dan penggunaan media visual dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat masyarakat (Santoso, 2. Permasalahan utama yang belum terselesaikan adalah penerapan perilaku hidup bersih dan pencegahan infeksi di rumah tangga. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi pencegahan batuk dan ISPA secara menyeluruh dengan metode yang mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infection (ARI) adalah istilah umum untuk penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan, dari hidung hingga paru-paru, berlangsung secara akut . ingga 14 har. Menurut WHO . , spektrumnya luas, dari infeksi ringan hingga parah dan mematikan. Jika tidak ditangani dengan baik, terutama pada infeksi berat. ISPA dapat memicu komplikasi fatal. Dampak terparahnya adalah berkembang menjadi Pneumonia . nfeksi paru-par. Gagal Napas, dan Abses Paru, yang sangat berisiko pada balita dan lansia (Jalil dkk 2. Oleh karena itu, penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang membahayakan jiwa. METODE Program KKN ini menggunakan Metode Penyuluhan dan penyebaran leaflet. Mitra dalam program ini adalah Warga RT 9 Kota Bengkulu. Yang dilaksanakan pada tanggal 30 november 2025. Yang melibatkan sekitar 10 mahasiswa KKN Universitas Dehasen Bengkulu dan seluruh perangkat Kelurahan dalam kegiatan ini. Kegiatan Penyuluhan, dilaksanakan berawal dari pemberian materi tentang bahaya ISPA, pentingnya kebersihan lingkungan, langkah pencegahan dengan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Team KKN juga membuat Edukasi Digital mengenai pencegahan ISPA melalui KTR. Penerapan program KTR di Rt 09 adalah adalah: 1. Masyarakat Kelurahan dihimbau untuk merokok di area yang terbuka atau tidak dalam rumah 2. Masyarakat Kelurahan dihimbau untuk membersihkan Lingkungan tempat tinggal serta Ventilasi seminggu sekali. Langkah ini efektif mencegah paparan polusi penyebab ISPA untuk meningkatkan kapasitas paru-paru, memperbaiki oksigenasi darah, dan mengurangi gejala sesak napas atau batuk pada pasien dengan gangguan pernapasan, termasuk ISPA Gambar 1. Alur Aktivitas Kegiatan KKN-T HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Penyuluhan mengenai pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaksanakan di RT 09 dan diikuti oleh 16 warga. Berdasarkan hasil evaluasi awal sebelum penyuluhan, ditemukan bahwa 60% masyarakat belum memahami cara mencegah ISPA, termasuk langkah-langkah menjaga kebersihan tangan, penggunaan masker saat sakit, dan menjaga ventilasi rumah. Setelah pelaksanaan penyuluhan, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana 90% peserta mampu menjelaskan langkah-langkah pencegahan ISPA serta menerapkan praktik hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan benar, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 174 | Yenni Destiana. Adi Haryanto. Santiwulansari. Febri Melati Cempaka. Esrawati. Kintan Anissa. Yatri Hilinti. Edukasi Ktr Dan Ispa Pada Masyarakat Di RT 09 Wilayah. Gambar 1. Penyuluhan ISPA Gambar 2. Pembagian leaflet Penyelesaian Masalah Penyuluhan Tentang ISPA Penyuluhan Tentang ISPA dilkauakan di rt 09, masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan ISPA mulai dari awal kegiatan sampai dengan kegiatan selesai kemudian masyarakat juga berpartisipasi dalam mengikuti rangkaian kegiatan yaitu sesi tanya jawab yang di berikan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dehasen Bengkulu kepad amsyarakat dan memberikan apresiasi bagi yang menjawab yang berupa Door prize. Dalam keiatan ini, masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan ini sangat antusias mulai dari kegiatan di mulai sampai dengan selesai dan diharapkan agar kegiatan penyuluhan ISPA ini dapat bermanfaat bagi Penyuluhan mengenai ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Aku. memiliki peran penting dalam menurunkan risiko stunting, terutama pada balita. ISPA yang berulang atau kronis dapat mengganggu status gizi anak karena tubuh membutuhkan energi lebih untuk melawan infeksi, sementara nafsu makan cenderung menurun saat sakit. Akibatnya, asupan nutrisi berkurang, penyerapan gizi terganggu, dan pertumbuhan anak bisa terhambat. Penyuluhan Tentang KTR Selanjutnya yang dilakukan untuk pencegahan ISPA yaitu kegiatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Penyuluhan KTR merupakan serangkaian upaya yang bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku pada individu, kelompok, komunitas, atau masyarakat agar mereka memiliki pengetahuan, kemauan, dan kemampuan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Tujuan utama dari penyuluhan adalah meningkatkan kualitas dan martabat kehidupan manusia (Amanah. Sementara itu, penyuluhan kesehatan merupakan bentuk pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi, membangun kepercayaan, serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga berperan dalam memperdalam pemahaman masyarakat tentang isu-isu kesehatan (Ramayanti et al. , 2. Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan klinik bersalin serta di lingkungan sekolah terbukti efektif dalam menurunkan paparan asap rokok, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok, serta berkontribusi signifikan dalam menekan angka kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, dengan dukungan melalui edukasi, advokasi, dan pengawasan lingkungan yang konsisten. (Sari Dkk . Pembagian Leaflet Beberapa Studi menunjukan Leaflet terbukti sebagai media yang efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ISPA, mencakup gejala, penularan, dan upaya pencegahannya. Studi di Indonesia mengungkapkan bahwa penyebaran leaflet yang disertai penyuluhan dapat secara signifikan menambah pengetahuan masyarakat. Karena mudah disebarluaskan dan biayanya rendah, leaflet cocok digunakan di daerah dengan keterbatasan akses internet. Dukungan visual berupa gambar atau ilustrasi sangat membantu kelompok dengan tingkat literasi rendah dalam memahami isi informasi. Selain efisien secara biaya, leaflet juga dapat memperkuat kegiatan edukatif lainnya seperti kampanye kesehatan, penyuluhan langsung, dan kegiatan komunitas. Meski Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 173 Ae 176 | 175 demikian, keberhasilannya bisa menurun bila masyarakat enggan membaca atau tidak memahami isi leaflet, sehingga diperlukan integrasi dengan metode edukasi lainnya. Evaluasi berkelanjutan terhadap desain dan isi leaflet, seperti penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan tampilan yang menarik, sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan pesan kesehatan terkait pencegahan ISPA. KESIMPULAN DAN SARAN Penyuluhan mengenai pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di RT 09 berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat. Sebelum penyuluhan, 60% peserta belum memahami langkahlangkah pencegahan ISPA, namun setelah kegiatan, 90% peserta mampu menjelaskan dan menerapkan praktik hidup bersih dan sehat. Hal ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan interaktif dan demonstrasi praktik dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan ISPA. Penyuluhan sebaiknya dilakukan secara berkala agar pemahaman masyarakat mengenai pencegahan ISPA tetap terjaga. Selain itu, penggunaan media edukasi seperti poster atau leaflet dapat membantu warga mengingat langkah-langkah hidup bersih dan sehat. Monitoring secara rutin juga penting untuk memastikan praktik pencegahan ISPA diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelibatan tokoh masyarakat atau kader kesehatan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan edukasi. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah desa, pihak puskesmas dan kader posyandu beserta seluruh perangkat dan masyarakat setempat atas kepercayaan yang diberikan kepada kami dalam melaksanakan program ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pihak kampus yang telah memberikan kesempatan untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). DAFTAR PUSTAKA