REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 05. Number 03, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Microsoft Power Point pada Pembelajaran Matematika Materi Pokok Statistik di Mts Manhalul MaAoarif Darek pada Tahun Ajaran 2020/2021 Saiful Fadli1. Lalu Butsiawan Dasarja2 Universitas Qamarul Huda Badaruddin. Indonesia ABSTRAK ARTICLE INFO Article history: Received September 2, 2021 Revised September 25, 2021 Accepted Novemnber 12, 2022 Available online November 24, 2022 This study aims to obtain the development of product results regarding the relationship between the use of Microsoft power point in mathematics learning. Related to student learning completeness in odd semester grades, it encourages researchers to want to improve student achievement and Kata Kunci: Teaching Media. Mathematics, student motivation in mathematics. Therefore, researchers are Power Point in Mathematics encouraged to find out more about the Development of Microsoft Power Point-Based Interactive Learning Media in Mathematics Learning Subject Statistics at MTs Manhalul Ma'arif Darek. This type of research is research and This is an open access article under the CC BY-SA license. development or Research and Development. The process of Copyright A 2023 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. developing learning media based on Microsoft PowerPoint uses the ADDIE development model (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. While the implementation was carried out at MTs Manhalul Ma'arif Darek in class ViA. After the product has been validated by media and material experts, the next step is to distribute the student response questionnaires in small groups. After obtaining the percentage of student responses that meet the good category, it is continued with trying out learning media in class activities. The product that will be produced in this research is a visual power point presentation media with a contextual approach with Statistics material. The specialty of this developed media is power point which can run navigation buttons and slide shows. Pendahuluan Media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terwujudnya hubungan langsung antara karya seseorang pengembang mata pelajaran dengan para siswa (Soeharto, 2003:. Dengan berkembangnya media pembelajaran yang bertujuan agar mempermudah dalam REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Vol. No. 01 Tahun 2022, pp. https://ejournal. org/index. php/reform memahami pembelajaran maka dalam proses pembelajaran tersebut di pandang perlu menggunakan suatu media tertentu. Salah satu media yang sedang berkembang saat ini adalah perkembangan dalam hal perangkat komputer. Dalam proses pembelajaran, komputer bisa berperan sebagai pembantu tambahan dalam belajar. Pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan atau keduanya (Susilana, 2009:. Pemanfaatan media komputer tidak hanya terbatas sampai pada Microsoft Office saja. Namun yang lebih pesat lagi perkembangannya adalah perkembangan software yang merupakan otak dari media pembelajaran yang berbasis komputer. Media pembelajaran berbasis komputer, atau biasa disebut pembelajaran berbantuan komputer (Computer Assisted Intructional/CAI) adalah salah satu media pembelajaran yang sangat menarik dan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik (Warsita, 2008:. Microsoft Power Point adalah program aplikasi presentasi yang merupakan salah satu program aplikasi dibawah Microsoft Office. Software ini bisa dijadikan alternatif bagi guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. Salah satu cara untuk siswa dapat memahami materi yaitu dengan penyajian materi menggunakan media pembelajaran software Microsoft Power Point, karena penyajian materi menggunakan Microsoft Power Point ini sangat menarik minat belajar siswa. Namun perkembangan media Microsoft Power Point di lingkungan pendidikan kita masih sangat sedikit, hal ini disebabkan karena ketidakmauan dan katidakmampuan untuk membuat media ini (Rockhman dkk, 2007:. Dalam pembelajaran matematika sering ditemui adanya siswa yang kesulitan dalam menerima atau memahami materi yang diajarkan, kesulitan ini disebabkan antara lain faktor internal yaitu: motivasi, minat dan keadaan psikolgis siswa (Djamrah, 2012:. Sering ditemui siswa yang kurang tertarik dengan pelajaran matematika, persepsi ini memberikan pekerjaan rumah yang besar bagi guru matematika untuk lebih aktif, kreatif dan memberikan inovasi- inovasi baru dalam pembelajaran Menurut hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika dan beberapa siswa MTs Manhalul MaAoarif Darek berbeda- beda. Motivasi belajar siswa terhadap pelajaran matematika kurang dan sangat rendah karena mereka berpikir bahwa matematika pelajaran yang sulit dan rumit. Karakteristik siswa yang diajarkan berbeda-beda ada yang cepat dan ada yang lambat dalam memahami pelajaran, mereka masih bergantung pada apa yang diajarkan dan tidak terbiasa melakukan pengembangan diri. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran hanya LKS yang di buat oleh guru itu sendiri dan buku paket. Dalam pembelajaran matematika tidak pernah menggunakan media pembelajaran berbasis Microsoft power point dalam proses pembelajaran di kelas. Beberapa siswa kurang senang dalam belajar matematika, mereka mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Mereka menganggap matematika pelajaran yang rumit dan susah dimengerti. Dalam proses pembelajaran, guru menjelaskan dan siswa hanya mencatat. Pembelajaran yang mereka harapkan adalah pembelajaran yang menyenangkan, jangan terlalu serius santai tapi bisa dimengerti. Tabel 1. Data hasil belajar matematika siswa kelas Vi MTs. Manhalul MaAoarif Darek REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 05. Number 03, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Kela KKM Jumlah Jumlah Siswa Siswa Tuntas Vi 0 Jumlah Tunt Belu Siswa as m Belum (%) Tunt 2,38 7,61 Sumber: Dokumentasi ulangan umum semester ganjil Pada tabel 1 terlihat bahwa dari 21 orang siswa yang terdapat di kelas Vi hanya 11 orang yang tuntas dan sebanyak 10 orang belum tuntas. Adapun persentase tingkat ketuntasan siswa pada kelas Vi sebesar 52,38. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas Vi MTs Manhalul MaAoarif Darek apabila mengacu pada pendapat Mulyasa . 3 : . yang menyatakan bahwa pembelajaran di kelas dianggap tuntas apabila Ou 75% dari jumlah siswa memiliki nilai di atas KKM. Terkait dengan ketuntasan siswa pada nilai semester ganjil siswa mendorong peneliti ingin meningkatkan prestasi belajar siswa dan motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika. Oleh karena itu, peneliti terdorong untuk mengetahui lebih lanjut tentang Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Microsoft Power Point pada Pembelajaran Matematika Materi Pokok Statistik di MTs Manhalul MaAoarif Darek. Setiap sekolah, terutama guru tidak ingin siswanya gagal dalam menerima pelajaran. Banyak upaya yang dilakukan oleh guru, dengan pendekatan dan metode belajar yang berbeda-beda didalam kelas dan memberikan lembar kerja siswa yang dibuat oleh guru itu sendiri yang nantinya dapat memberikan respon aktif terhadap pembelajaran. Namun hal ini tidak begitu membantu dalam proses pembelajaran, karena beberapa siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika, beberapa dari mereka menganggap matematika pelajaran yang rumit dan susah dimengerti dan kesulitan mengingat rumus-rumus. Dalam mengerjakan soal matematika harus melalui langkah-langkah dari rumus sesuai dengan materi yang diajarkan, untuk itu perlu dijelaskan langkah- langkah dalam mengerjakannya agar siswa tidak bingung dalam Oleh karena itu, dengan bantuan media pembelajaran berbasis Microsoft Power Point diharapkan dapat membantu siswa dalam proses belajar didalam kelas. Selain bisa membuat siswa belajar dengan cara yang berbeda dan terkesan ada warna baru didalam kelas mereka, siswa juga diharapkan dapat mengingat dengan mudah materi yang diberikan melalui tayangan Microsoft Power Point. Dari uraian di atas, yang menjadi rumusan masalahnya adalah . bagaimana tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis microsoft power point pada pembelajaran matematika, . Bagaimana respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis microsoft power point pada pembelajaran matematika, dan . apakah media pembelajaran berbasis microsoft power point layak untuk digunakan di MTs Manhalul MaAoarif Darek. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah . untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis microsoft power point pada pembelajaran matematika, . untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Vol. No. 01 Tahun 2022, pp. https://ejournal. org/index. php/reform berbasis microsoft power point pada pembelajaran matematika, dan . Untuk mengetahui apakah media pembelajaran berbasis microsoft power point layak digunakan di MTs Manhalul MaAoarif Darek. Penelitian dan pengembangan atau Research and Development adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak terlalu berbentuk benda atau perangkat keras . , seperti buku, modul, alat pembantu pembelajaran di kelas atau dilaboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak . , seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun modelmodel pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, manajemen, dll (Sukmadinata, 2011:. Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Corey . , konsep belajar adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidik (Sagala, 2013:. Media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terwujudnya hubungan langsung antara karya seseorang pengembangan mata pelajaran dengan para siswa (Soeharto, 2003:. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran (Sanaky, 2013:. Hamalik . , pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan ransangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Model pembelajaran interaktif adalah suatu cara atau teknik pembelajaran yang digunakan guru pada saat menyajikan bahan pelajaran dimana guru pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar (Susilana, 2009: . Interaktif terkait dengan komunikasi dua arah atau lebih dari komponen-komponen komunikasi yaitu hubungan antara manusia . ebagai user/pengguna produ. dan komputer . oftware/aplikasi/produk dalam format tertentu, dikemas dalam bentuk CD) (Maryani, 2014:. Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development. Tahap Analisis (Analysi. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 05. Number 03, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Analisis Kebutuhan Analisis yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan dalam menyusun buku pedoman. Analisis Karakteristik Produk Analisis karakteristik produk untuk membuat produk semenarik mungkin untuk menarik perhatian siswa terhadap belajar matematika menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis microsoft power point. Analisis Kurikulum Analisis kurikulum dilakukan dengan mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berkaitan dengan materi untuk menentukan indikator- indikator pencapaian tujuan pembelajaran yang digunakan dalam pembuatan buku pedoman dan disesuaikan dengan kurikulum di sekolah tersebut. Tahap Perancangan (Desig. Pada tahap ini peneliti merancang bentuk atau model media pembelajaran berbasis microsoft power point. Tahap Pengembangan (Developmen. Pada tahap ini yaitu menyusun draft media pembelajaran berbasis microsoft power Implementasi (Implementatio. Implementasi dilakukan untuk menghasilkan buku pedoman dengan cara validasi produk dan uji coba terbatas. Validasi Produk Produk yang dikembangkan harus dinyatakan layak oleh validator. Penilaian draft media pembelajaran yang dikembangkan dengan memberikan lembar penilaian yang berisi tentang kesesuaian materi dan aspek-aspek yang telah dilakukan penyesuaian oleh penulis. Berdasarkan hasil penilaian dari ahli materi dan ahli media, selanjutnya dianalisis untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan, tahap selanjutnya dilakukan revisi atau perbaikan seperlunya terhadap media pembelajaran sesuai dengan masukan dan saran dari para ahli. Uji coba terbatas Setelah media pembelajaran yang dikembangkan selesai diperbaiki maka perangkat tersebut diuji coba terbatas di dalam kelas dengan 21 siswa, untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran yang sudah dikembangkan. Ketertarikan media pembelajaran akan diukur menggunakan angket respon siswa. Evaluasi (Evaluatio. Tahap evaluasi ini dilakukan untuk menghasilkan buku pedoman yang layak digunakan di dalam proses pembelajaran di MTs Manhalul MaAoarif Darek. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Vol. No. 01 Tahun 2022, pp. https://ejournal. org/index. php/reform Jenis Data Jenis data yang terkumpul selama proses penelitian ini adalah data kualitatif dan . Data kualitatif Data kualitatif yang diperoleh yaitu data berupa deskriptif komentar dan saran dari validator yang dideskripsikan kemudian dibuat kesimpulan secara umum. Hasil analisis validasi yang merupakan masukan, tanggapan, kritikan dan saran digunakan sebagai acuan dalam perbaikan media pembelajaran. Data kuantitatif Data kuantitatif yaitu data berupa skor hasil penilaian media pembelajaran oleh validator dan angket respon siswa. Subjek dan Objek penelitian Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas Vi MTs Manhalul MaAoarif Darek Kabupaten Lombok Tengah. Sedangkan Objek Penelitian Objek pada penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis microsoft power point pada pembelajaran matematika kelas Vi Tahun Pelajaran 2020/2021. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah diolah (Arikunto,2002: . Uji validitas dan Reliabilitas Instrumen Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel. Adapun untuk menguji valid dan reliabelnya sebuah instrumen dilakukan dengan cara menguji coba instrumen tersebut. Hal ini dilakukan dengan tujuan instrumen tersebut telah valid dan reliabel (Suharsimi Arikunto, 2013:. Uji Validitas Instrumen Suharsimi Arikunto . 6: . menjelaskan bahwa validitas yang digunakan dalam penelitian adalah validitas logis. Validitas logis apabila instrumen yang disusun secara analisis akal sudah sesuai dengan isi dan aspek yang di ungkapkan. Penyusun instrumen menggunakan pedoman kisi-kisi untuk memperoleh validitas logis. Sugiyono . 0: . mengemukakan bahwa untuk menguji validitas dapat digunakan pendapat para ahli. Dalam hal ini, instrumen yang telah disusun dikonsultasikan dengan para ahli. Peneliti meminta bantuan pada dosen ahli untuk memberikan pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun. Uji Reliabilitas Instrumen Reliabilitas berhubungan dengan tingkat ketetapan hasil pengukuran (Nana Syaodih, 2010:. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini yaitu lembar penilaian produk dan angket respon siswa, lembar penilaian produk digunakan untuk mengetahui kelayakan draft media pembelajaran yang dikembangkan dan dimana yang menjadi REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 05. Number 03, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: validator adalah dosen ahli. Angket respon siswa digunakan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran berbasis microsoft power point pada pembelajaran matematika yang dikembangkan. Lembar Penilaian Produk Lembar penilaian produk dilakukan dengan memberikan penilaian pada aspek penilaian dengan memberikan skor 5 = Sangat Baik, skor 4 = Baik, skor 3 = Cukup, skor 2 = Kurang, dan skor 1 = Sangat kurang. Dengan kisi-kisi penilaian untuk dosen ahli media: Kualitas Slide . Kualitas Warna . Kualitas Teks . Kualitas Gambar . Kualitas Animasi . Kualitas Suara . Kemudahan Pengguna . Kualitas Pengoprasian Media . Kejelasan Petunjuk Pengguna REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 07. Number 01, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Kisi-kisi penilaian untuk dosen ahli materi: Untuk kualitas isi dan tujuan. Kejelasan dan ketetapan tujuan pembelajaran. Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran dan kurikulum. Kebenaran dan ketetapan materi. Kebenaran konsep. Keluasan materi. Keakuratan materi. Penyusunan topik-topik yang logis. Kesesuaian materi dengan situasi siswa. Penggunaan kata atau kalimat baku tepat sehingga tidak menimbulkan penafsiran . Penggunaan kata atau kalimat baku tepat sehingga tidak menimbulkan penafsiran . Penggunaan bahasa komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan mudah dipahami. Untuk kualitas intruksional atau pembelajaran, . Media secara keseluruhan memberikan bantuan belajar siswa. Media dapat membantu guru mengingat kembali pada materi. Pemberian motivasi belajar melalui permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran mengundang partisipasi siswa. Media dapat membantu guru dalam memberikan kesimpulan pembelajaran. Media dapat membantu guru dalam menguatkan pemahaman konsep yang ditemukan siswa. Media dapat menunjang pembelajaran materi statistik Hasil dan pembahasan Proses Pengembangan Media Proses pengembangan media pembelajaran berbasis microsoft power point ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Sedangkan implementasi dilakukan di MTs Manhalul MaAoarif Darek pada kelas ViA. Proses pengembangan media pembelajaran sebagai berikut: Tahap Analisis (Analysi. Analisis Kebutuhan Konten-konten yang dibutuhkan dalam buku pedoman yaitu sampul buku pedoman, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, cara membuat media pembelajaran berbasis microsoft power point, cara menjalankan media pembelajaran, gambar tampilan media pembelajaran berbasis microsoft power point, dan daftar pustaka. Analisis Karakteristik Produk Produk yang akan dibuat berupa buku pedoman media pembelajaran interaktif berbasis microsoft power point. Dalam pembuatan media pembelajaran berbasis microsoft power point dikembangkan semenarik mungkin berdasarkan pemikiran penyusun yang mengikuti tingkat pemahaman pembaca. Media interaktif yang REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 07. Number 01, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: dikembangkan dikhususkan untuk pelajaran matematika yaitu materi Statistik. Media ini pada dasarnya tidak jauh beda dengan menghitung operasi bilangan secara manual. Namun, dengan adanya media ini dapat menyelesaikan permasalahan Statistik dengan cepat dan mudah. Analisis Kurikulum Buku pedoman yang dibuat berdasarkan kurikulum yang digunakan di MTs Manhalul MaAoarif Darek. Sesuai dengan standar isi untuk kelas SMP/MTs semester genap tahun pelajaran 2018/2019 terdapat standar kompetensi berupa melakukan pengelolaan dan penyajian, dengan kompetensi dasar. Kompetensi dasar pertama adalah menyajikan data dalam bentuk diagram batang, garis, gambar dan lingkaran. Kompetensi dasar yang kedua adalah menentukan rata-rata, median, modus, jangkauan, kuartil,jangkaua n kuartil dan simpangan kuartil. Tahap Perancangan (Desig. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah merancang bentuk media pembelajaran berbasis microsoft power point. Rancangannya dapat dilihat pada 1 dibawah ini: Gambar 4. 1 Rancangan buku pedoman media pembelajaran Dari gambar 4. 1 penulis mulai merancang produk dari membuat sampul buku pedoman dengan judul Pedoman Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Microsoft Power Point untuk Materi Statistika. Kata pengantar merupakan rasa syukur penyusun terhadap buku pedoman yang dibuat. Daftar isi merupakan daftar halaman dari isi buku pedoman. Pada pendahuluan yaitu menceritakan apa yang dimaksud dengan media pembelajaran interaktif berbasis microsoft power point. Selanjutnya merancang cara membuat media pembelajaran berbasis microsoft power point, yaitu cara memasukkan materi yang akan diajarkan dengan bantuan media ini dan di animasikan semenarik mungkin untuk menarik perhatian siswa pada materi Statistik. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 07. Number 01, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Gambar 4. 2 Rancangan Materi pada Statistika Dari gambar 4. 2 materi disusun sesuai dengan indikator yang akan dicapai, maka yang akan dibahas dalam proses pembelajaran ini yaitu Statistika. Materi yang diajarkan adalah pengertian Statistika,populasi dan sampel,penyajian data dalam bentuk diagram,ukuran pemusatan data dan ukuran penyebaran data. Kemudian membuat penjelasan tentang cara menjalankan media pembelajaran tersebut dalam proses pembelajaran. Terakhir yaitu daftar pustaka, menjelaskan referensi-referensi yang menunjang peneliti dalam membuat produk ini. Tahap Pengembangan (Developmen. Setelah merancang media pembelajaran, selanjutnya menyusun draft media pembelajaran berbasis microsoft power point dari rancangan tersebut. Contoh draft media pembelajaran dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 4. 3 Draft media pembelajaran berbasis microsoft power Gambar 4. 3 merupakan bagian dari buku pedoman yang disusun. Daftar isi menampilkan halaman-halaman yang terdapat di dalam buku pedoman, dan untuk pendahuluan menceritakan tentang media pembelajaran interaktif berbasis microsoft power point dan terdapat pada halaman 1 dalam buku pedoman. Contoh terkecil dari media pembelajaran yang disusun dapat dilihat pada gambar REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 07. Number 01, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Gambar 4. Tampilan slide 1 pada microsoft power point Dapat dilihat pada tampilan gambar media pembelajaran berbasis microsoft power point diatas, terdapat tiga konten menu yaitu MATERI SOAL. SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN. Pada menu MATERI apabila di-klik akan menampilkan materi tentang pengertian Statistika, populasi dan sampel,penyajian data dalam bentuk diagram,ukuran pemusatan data dan ukuran penyebaran data serta contohnya. Menu ini akan menampilkan materi mulai dari slide ke- 2 sampai dengan slide ke10. Pada menu SOAL apabila di-klik akan menampilkan soal latihan untuk mengetahui apakah siswa mengerti dengan materi yang telah dijelaskan selama pembelajaran berlangsung, menu ini berada pada slide ke-11. Pada menu PEMBAHASAN apabila di-klik akan menampilkan jawaban tentang latihan soal yang berada pada slide ke -11. Menu ini berada pada slide ke-12. Saat mengerjakan soal latihan siswa mengerjakan dipapan tulis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang materi yang dijelaskan, karena siswa tidak menjalankan media seperti yang dilakukan peneliti. Tahap Implementasi (Implementatio. Pada tahap implementasi akan dilakukan validasi produk dan uji coba terbatas terhadap media, untuk mengetahui media pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan. Validasi Produk Pada tahap ini dilakukan validasi terhadap draft buku pedoman untuk mengetahui kelayakan dari buku pedoman tersebut. Pada tahap ini validasi dilakukan oleh dua dosen ahli, ahli dalam bidang materi dan dalam bidang media. Validasi Ahli Materi Penilaian kelayakan dari draft media pembelajaran berbasis microsoft power point pada pembelajaran matematika ini dilakukan oleh seseorang yang ahli dalam bidang materi. Validator yang ditunjuk adalah Dosen Pendidikan Matematika Universitas Qamarul Huda Badarudin Bagu yang di beri lembar validasi berisi penilaian terkait dengan media pembelajaran berbasis microsoft power point. Setelah dilakukan penilaian oleh validator ternyata materi dalam draft media pembelajaran yang dikembangkan sudah layak, tetapi masih perlu sedikit Komentar dan saran yang didapatkan dari validator yaitu Jl. Raya Darek ditampilkan sekali saja akan menyita perhatian siswa kesitu bukan ke materinya, pada pengertian modus sebelumnya frekuensi belum dijelaskan, untuk kuartil kurang keterangan rumus. Maka peneliti melakukan tindakan untuk merevisi REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 07. Number 01, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: seperlunya terhadap media yang dikembangkan sesuai dengan komentar dan saran dari validator. Peneliti menganalisis hasil dari validasi dimulai dengan menghitung jumlah skor dari koresponden . , menentukan skor maksimal dari semua aspek yang Selanjutnya menghitung persentase kelayakan materi yang ada dalam media pembelajaran. Hasil dari validator untuk ahli materi dalam media pembelajaran berbasis microsoft power point adalah 76,66% sesuai dengan Tabel 1 Kriteria persentase skor penelitian berdasarkan BSNP, maka peneliti menggolongkan hasil persentase kelayakan materi dalam media pembelajaran kedalam interpretasi yang layak karena nilai kelayakannya masih berada diantara 62,50% dan 81,25%. Validasi Ahli Media Penilaian kelayakan dari draft media pembelajaran berbasis microsoft power point pada pembelajaran matematika ini dilakukan oleh seseorang yang ahli dalam bidang media. Validator yang ditunjuk adalah Dosen Pendidikan Matematika Universitas Qamarul Huda Badarudin Bagu yang di beri lembar validasi berisi penilaian terkait dengan media pembelajaran berbasis microsoft power point. Setelah dilakukan penilaian oleh validator, peneliti menganalisis hasil dari penilaian dimulai dengan menghitung jumlah skor dari koresponden . , menentukan skor maksimal dari semua aspek yang dinilai. Selanjutnya menghitung persentase kelayakan media pembelajaran berbasis Microsoft power point pada pembelajaran matematika. Hasil persentase kelayakan dari media pembelajaran tersebut adalah 68%. Sesuai dengan Tabel 1 Kriteria persentase skor penelitian berdasarkan BSNP, maka peneliti menggolongkan hasil persentase kelayakan media ini kedalam interpretasi yang layak karena nilai kelayakannya masih berada diantara 62,50% dan 81,25%. Meskipun sudah layak, tetapi masih perlu sedikit revisi. Komentar dan saran yang didapat dari validator yaitu Evaluasi dan soal harus jelas perbedaannya, soal disertai pembahasannya. Maka peneliti melakukan tindakan untuk merevisi seperlunya terhadap media yang dikembangkan sesuai dengan komentar dan saran dari validator. Uji coba terbatas Uji coba terbatas dilakukan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap media Uji coba terbatas terhadap media ini dilakukan oleh peneliti secara langsung kepada siswa yang berjumlah 21 orang, kemudian diberikan angket respon siswa sebagai bahan penilaian siswa terhadap media tersebut. Sebelum peneliti menggunakan media pembelajaran didalam kelas, peneliti mendiskusikan dengan guru isi setiap slide pada media pembelajaran. Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 07. Number 01, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Gambar 4. Proses pembelajaran di dalam kelas. Saat pembelajaran berlangsung siswa sangat pembelajaran didalam Siswa merespon pembelajaran, mereka ikut bersama-sama dengan guru dalam menyelesaikan materi Statistik yang dijelaskan. Dalam menyelesaikan soal latihan, siswa maju untuk mengerjakan soal latihan Dapat dilihat dari penyelesaian soal yang dilakukan siswa tersebut, bahwa siswa- siswa tersebut dapat mengerjakan dan paham terhadap materi yang disampaikan. Adapun hasil penskoran angket respon dapat dilihat dalam tabel Item Pertanyaan 1 2 3 45 6 7 8 Jumlah Tabel 4. Hasil Penskoran Angket Respon Siswa Dari tabel diatas menunjukan jumlah skor yang diberikan siswa terhadap angket respon siswa. Untuk skor 4 berjumlah 596, untuk skor 3 berjumlah 183, untuk skor 2 berjumlah 26, dan untuk skor 1 berjumlah 8. Total jumlah skor yang diperoleh Untuk menghitung rata- rata angket respon siswa yaitu menjumlahkan skor yang diperoleh kemudian dibagi dengan banyaknya siswa. Kemudian rata-rata tersebut dicocokkan dengan pedoman penilaian untuk menghitung respon siswa. Untuk rata-rata 34 - 44 adalah sangat tertarik terhadap mata pelajaran matematika. Untuk rata-rata 23 - 33 adalah tertarik terhadap mata pelajaran matematika. Untuk rata-rata 12 - 22 adalah kurang tertarik terhadap mata pelajaran matematika. Untuk rata-rata 0 - 11 adalah tidak tertarik terhadap mata pelajaran matematika. Hasil rata-ratanya adalah 39 dengan jumlah siswa 21 orang. Peneliti memasukkannya dalam kelompok penilaian 34 Ae 44 yaitu siswa sangat tertarik terhadap pelajaran matematika menggunakan media pembelajaran berbasis microsoft power point. Hal ini juga dapat dibuktikan dari proses pembelajaran di kelas. Media pembelajaran ini sebagai pendukung dalam proses pembelajaran. Siswa REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 07. Number 01, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: mendapatkan suasana belajar yang berbeda di dalam kelas, yang sebelumnya guru menjelaskan di papan tulis sekarang guru menjelaskan dibantu dengan media pembelajaran ini. Siswa lebih mudah mengerti dengan apa yang disampaikan guru dan mereka merasa senang belajar matematika dengan bantuan media ini. Tahap Evaluasi (Evaluatio. Hasil persentase kelayakan dari draft media pembelajaran untuk ahli materi dengan 18 item pertanyaan adalah 76,66% dan untuk ahli media dengan 15 item pertanyaan adalah 68%, dengan kriteria layak untuk kedua penilaian Hasil penskoran angket respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis microsoft power point yang terdiri dari 11 item pertanyaan untuk 21 siswa Siswa sangat tertarik terhadap pelajaran matematika menggunakan media pembelajaran berbasis microsoft power point. Secara keseluruhan media pembelajaran berbasis microsoft power point dapat dijadikan media pembelajaran untuk materi Statistika. Hal ini tentunya tidak terlepas dari masukan, saran, dan tinjauan yang diberikan oleh dosen pembimbing, para ahli, dan guru. Dampak Media Terhadap Ketertarikan Siswa Setelah pembelajaran menggunakan media pembelajaran dilakukan, peneliti membagikan angket respon siswa kepada masing-masing siswa. Angket respon siswa diberikan bertujuan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Siswa memberikan skor 1 - 4 terhadap angket respon siswa dengan 11 jumlah pertanyaan. Untuk skor 1 adalah tidak setuju, skor 2 adalah kurang setuju, skor 3 adalah setuju, dan skor 4 adalah sangat setuju. Adapun hasil analisis angket respon siswa dapat dilihat pada grafik 4. Grafik 4. 1 Hasil analisis angket respon siswa Dari grafik 4. 1 menunjukan hasil dari angket respon siswa yang dianalisis menggunakan penskoran angket respon siswa. Grafik ini menunjukkan 4 skor penilaian angket respon siswa yang diwakilkan dengan warna yang berbeda, dengan warna ungu untuk skor 1, hijau untuk skor 2, merah untuk skor 3, dan biru untuk skor Sumbu Y pada grafik menunjukan banyak siswa yang memberikan skor 1 - 4 pada angket respon siswa, sedangkan sumbu X menunjukkan item pertanyaan pada angket yang berjumlah 11 pertanyaan. Berdasarkan grafik 4. 1 dapat dilihat, siswa lebih REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 07. Number 01, 2022 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: banyak memberikan skor 4 pada item pertanyaan pertama. Pada item pertanyaan pertama, siswa mampu memahami materi pembelajaran dengan bantuan media ini. Pada item kedua, menurut siswa tampilan dari slide powerpoint menarik untuk digunakan. Pada item ketiga siswa bisa belajar sesuai dengan kecepatan dan intesitas belajarnya. Pada item keempat siswa juga ada yang lebih senang belajar dengan media power point dari pada hanya dengan penjelasan guru. Pada item kelima materi yang disajikan guru dapat dipahami siswa. Ada juga siswa yang memberikan skor 2 dan 1. Hal tersebut dikarenakan siswa belum terbiasa menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. Pada proses pembelajaran di dalam kelas terjadi proses pembelajaran satu arah, guru menjelaskan dan siswa hanya menerima Hal tersebut dapat dibuktikan melalui observasi awal. Setelah pembelajaran selesai, peneliti mewawancarai beberapa siswa untuk mengetahui pendapat siswa tentang pembelajaran yang dilakukan. Menurut siswa S pembelajaran mengunakan media ini perlu dilakukan sekali dua kali agar pembelajaran didalam kelas tidak membosankan. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas tidak selalu menggunakan media pembelajaran ini. Pembelajaran menggunakan media ini dapat dilakukan bervariasi oleh guru, untuk meransang semangat siswa dalam belajar matematika. Hal tersebut juga dikarenakan dalam pembelajaran matematika siswa perlu dibimbing dalam mengerjakan soal yang tingkat kesukarannya lebih tinggi. Adapun Kendala Penelitian yang dihadapi disekolah tempat meneliti adalah waktu penelitian tidak tepat karena terhambat oleh kegiatan semester dan di sekolah tersebut tidak disediakan fasilitas untuk mengajar seperti LCD dan laptop. Simpulan Berdasarkan hasil pengembangan media pembelajaran berbasis microsoft power point . Hasil dari validator untuk ahli materi adalah 76,66% dan hasil dari validator untuk ahli media adalah 68%. Kriteria persentase skor penelitian berdasarkan BNSP, maka peneliti menggolongkan hasil persentase kelayakan media ini adalah layak karena nilai kelayakannya masih berada diantara 62,50% dan 81,25%. Dari hasil angket respon siswa dengan rata-rata sebesar 39 dengan jumlah siswa 21 orang dapat diketahui bahwa siswa sangat tertarik terhadap pelajaran matematika menggunakan media pembelajaran berbasis microsoft power point . Berdasarkan tingkat kelayakan dan respon ketertarikan siswa dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran berbasis microsoft power point layak untuk digunakan di MTs Manhalul MaAoarif Darek. Daftar Pustaka