Peran Keluarga dan Organisasi A Nahed Nuwairah Peran Keluarga dan Organisasi Remaja Masjid Dalam Dakwah Terhadap Remaja Nahed Nuwairah. Ag. MH. Abstrak The Problems of daAowah among adolescents in line with the increasing variety of juvenile delinquency is one of the daAowah agenda that must be addressed with a good strategy. In the perspective of daAowah, should be considered seriously juvenile characteristics in accordance with the situation and their condition. This paper discusses the strategy of daAowah that can be applied to teenagers through the optimization of the role of the family as the main foundation for the personality of adolescents and increase the role of youth organizations mosque as an alternative to efforts to "pull" a teenager from the edge of the road to the mosque so that they acquire a container activity that is more serious benefits and Islamic. Keywords: Optimization. Family. Youth Mosque. Da'wah Pendahuluan Dalam perspektif dakwah, kalangan remaja merupakan salah satu kelompok madAou yang memiliki potensi besar dalam pembinaan umat. Rusaknya akhlak remaja tentu akan memberi pengaruh nyata pada kerusakan masyarakat dan dapat memberikan dampak negatif pada ketentraman hidup ketentraman dan ketertiban masyarakat. Di sisi lain, permasalahan remaja harus dipandang sebagai bagian dari masalah pembangunan nasional sebab remaja sebagai generasi penerus bangsa akan bangsa ke depan dan menentukan ke arah mana kehidupan suatu bangsa akan Justru itu, problema dakwah di kalangan remaja merupakan salah satu prioritas utama untuk ditangani bersama, baik oleh para juru dakwah, guru, orang tua, bahkan seluruh umat Islam. Hal ini sesuai dengan tujuan dakwah untuk mewujudkan masyarakat yang Islami serta demi masa depan Islam yang rahmatan li al-alamin. Pada kenyataannya, saat ini keprihatinan terhadap kenakalan remaja semakin meningkat. Diantaranya dalam maraknya kasus begal motor di Indonesia belakangan ini, diketahui bahwa banyak pelaku kekerasan tersebut justru dilakukan oleh para Beberapa hal yang menjadi faktor meningkatnya kenakalan remaja tersebut antara lain faktor hereditas, keluarga, lingkungan dan lain-lain. Untuk memecahkan permasalahan ini, pendukung timbulnya problema remaja tersebut, perlu pula ditanamkan pemahaman pada kondisi remaja sendiri selaku subyek permasalahan. Dengan pemahaman dan pengetahuan yang cukup memadai tentang remaja diharapkan nantinya akan timbul pengertian yang mendalam mengenai remaja dengan segala aspeknya, sehingga para dai, orang tua, guru dan masyarakat, atau bahkan remaja sendiri, dapat mengerti apa yang terjadi pada diri mereka sehingga akhirnya mereka Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A mampu menyikapinya dengan lebih arif dan wajar. Memahami Karakteristik Remaja Memahami kepribadian remaja sangat penting dalam menyelesaikan atau mengatasi problema remaja, mengetahui perbagai faktor yang dapat karakteristik unik. Makna AumemahamiAy disini merupakan suatu kesanggupan yang lebih dalam dari sekedar mengerti atau mengetahui, juga mengandung Jadi, ada faktor kesanggupan untuk beridentifikasi dengan obyek yang dipahami, yakni remaja. Dalam perspektif dakwah, maka dalam melaksanakan dakwah, harus sungguhsungguh tingkat dan kondisi cara berpikir madAou yang dihadapi. Dengan pemahaman dan dengan kesanggupan untuk beridentifikasi tersebut, disertai dengan dakwah bi al-hikmah dan rasa permasalahan remaja dapat lebih dimengerti sehingga permasalahan dakwah di kalangan remaja dapat ditangani dengan strategi yang baik. Dari segi psikologis, batas usia remaja lebih banyak bergantung kepada keadaan masyarakat tempat remaja Yang dapat ditentukan adalah permulaan masa remaja, yakni mulainya perubahan jasmani dari anak menjadi dewasa kira-kira akhir umur 12 atau awal 13 tahun (Daradjat, 1975: . Kalangan remaja, meminjam istilah Bapak Soejono Soekanto. Nahed Nuwairah tergolong sebagai kelompok transisional . asa peraliha. Dalam artian bahwa keremajaan merupakan gejala sosial yang sifatnya hanya sementara karena berada pada usia kanak-kanak dan Pada masa ini, remaja dihadapkan pada suatu masa yang diwarnai oleh ketidakpastian dan Kanak-kanak menganggap mereka sebagai orang dewasa, sementara orang dewasa menganggap mereka masih sebagai kanak-kanak. Masa remaja sering disebut sebagai masa pubertas. Roat menjelaskan Aesebagaimana yang dikutip oleh Elizabeth B. Herylock- bahwa masa pubertas adalah suatu tahap di dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapainya kemampuan reproduksinya. Tahap ini disertai dengan pertumbuhan somatic dan perspektif psikologis (Herylock, 1991: . Dari segi biologis, remaja mengalami perkembangan yang sangat cepat dan tumbuh secara progressif. Perkembangan tersebut sebagaimana yang ditulis oleh Agus Sujanto dalam buku Psikologi Perkembangan antara lain menyangkut perkembangan seksualitas, fantasi, emosi, kemauan, pikiran, estetika dan religi. Hal ini bagi remaja merupakan hal yang membanggakan. Selain itu, kemampuan intelegensianya pun tumbuh secara maksimal. Ketika kemampuan intelektual sudah mulai mencapai perkembangan optimal, dan terjadi keseimbangan antara fisik dan intelektual pada remaja, maka mereka mulai menyadari kekuatan yang dimilikinya dan kemudian melakukan uji Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A coba terhadap kekuatan tersebut. Ada yang menyalurkannya lewat olahraga, perkelahian atau ada pula yang mengasah intelektualnya seperti melalui permainan kata, menulis, mengkritik dan lain-lain sebagai unjuk kekuatan dari AuakuAynya. Hanya saja, seringkali keakuan pada remaja dihadapkan pada anggapan bahwa remaja itu belum menghasilkan sesuatu, sebab mereka masih dianggap AukecilAy. Hal ini kemudian mendorong timbulnya reaksireaksi yang kadang-kadang over acting karena pada masa remaja mereka sangat sehingga sukar bagi mereka menerima anggapan tersebut begitu saja. Selain gambaran tentang sudut dipaparkan tadi, perlu pula kita mengenal tipe-tipe remaja, sebagaimana yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Ashar Sunyono Munandar, lingkungannya dan berdasarkan derajat penyesuaiannya dengan lingkungan. Pertama, tipe remaja aktif-kreatif. Tipe remaja ini, dapat secara aktif beradaptasi dengan lingkungannya. Ia mengatasi kegelisahan atau kesangsiannya terhadap lingkungannya dengan cara melakukan uji coba sehingga mereka mendapatkan ketenangan kembali setelahnya. Proses ini dijalani tanpa pertentangan yang berarti yang umumnya berlangsung dengan sikap yang positif. Kedua, tipe remaja pasifkonfromis, yaitu tipe remaja yang melakukan penyesuaian diri tanpa banyak keaktifan. Secara umum. Nahed Nuwairah kegelisahan, keraguan dan pertentangan yang mereka alami tidak terlalu berarti sehingga tidak menimbulkan persoalan bagi mereka dan sebagai akibatnya proses penyesuaian mereka dengan lingkungan berjalan dengan lancar. Ketiga, tipe remaja aktifdestruktif, yakni tipe remaja yang tidak atau kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan meskipun mereka aktif melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan. Sistem nilai yang berlaku dirasakan tidak cocok bagi Hal ini kemudian mereka hadapi dengan sikap yang agresif dan destruktif . Biasanya remaja dari tipe inilah yang suka menimbulkan masalah dan merugikan lingkungannya karena sikap agresif dan destruktif yang mereka miliki. Keempat, tipe remaja pasif respresif, yaitu remaja yang tidak atau kurang berhasil menyesuaikan diri. Lebih parah lagi mereka bahkan kurang memperlihatkan usaha penyesuaian diri. Mereka bersikap pasif dan santai. Kesangsian terhadap sistem nilai yang ada tidak diungkapkan secara langsung. Mereka cenderung menutup diri dan Sebenarnya hal ini lebih merugikan mereka sendiri ketimbang merugikan lingkungannya. Dari keempat tipe remaja diatas, tipe ketiga dan keempat adalah tipe yang sangat memerlukan arahan dan Jadi, kedua tipe ini harus mendapat perhatian lebih dalam penanganannya agar remaja dapat terhindar dari hal-hal yang tidak Pada masa remaja timbul suatu keinginan yang kuat untuk berinteraksi Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A dianggapnya lebih matang, misalnya orang-orang yang lebih dewasa. Hal ini mereka menginginkan pengakuan sebagai orang yang telah Dalam tahapan mencari identitas ini, mereka ingin mendapatkan kepercayaan dari orang dewasa meskipun tanggung jawab remaja secara relatif masih belum matang. Karena itulah, remaja sering kali ingin membuktikan kemandiriannya dan tidak suka mendapat pengawasan yang terlalu ketat dari orang tuanya. Dengan dipahami bahwa remaja merupakan kelompok yang sedang menjalani suatu fase perkembangan yang ditandai dengan goncangan-goncangan batin dalam diri mereka. Dakwah terhadap Remaja Dengan digambarkan pada bagian terdahulu, ada beberapa strategi dakwah yang dapat diterapkan pada remaja. Berdasarkan pandangan bahwa dakwah adalah suatu sistem, tentu saja strategi yang akan bergantung dari kondisi remaja yang menjadi madAou, tujuan dakwah yang ingin dicapai, materi dakwah yang ingin disampaikan, metode, dan kesiapan serta kemampuan dai sendiri dalam melaksanakan strategi tersebut. Strategi yang dapat diterapkan antara lain dengan optimalisasi peran keluarga sebagai pondasi utama bagi kepribadian remaja dan peningkatan peran organisasi remaja Masjid sebagai alternatif bagi upaya untuk AumenarikAy Nahed Nuwairah remaja dari tepi jalan ke dalam Masjid sehingga mereka memperoleh wadah beraktifitas yang lebih maslahat dan Islami. Optimalisasi Peran Keluarga Sebagaimana tergambar pada bagian terdahulu, remaja cenderung menginginkan sistem kaidah dan nilainilai yang sejalan dengan kebutuhan Tidak mengherankan, nilai-nilai yang mereka anut kadang-kadang berbeda atau bahkan bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang-orang dewasa dan masyarakat. Walaupun rata-rata mereka sudah mendekati pola sikap orang dewasa, namun dari sudut perkembangan mental mereka masih tergolong labil sehingga dapat dipahami remaja cenderung menggabungkan diri dalam kelompok sesamanya sebab dengan masuk pada kelompok sesama remaja, mereka mendapatkan perasaan dihargai, merasa lebih kuat dan merasa lebih aman sehingga tidak jarang banyak remaja yang lebih memilih kelompoknya keluarganya sendiri. Justru itu, peranan keluarga sebagai salah satu pilar dalam perlindungan remaja dari berbagai macam kerusakan dan kemerosotan akhlak harus diperbaiki dan ditingkatkan Keluarga merupakan unit atau satuan masyarakat terkecil yang merupakan suatu kelompok kecil dalam Keluarga . l-usra. dalam pengertian sempit terdiri dari suami, isteri dan anak-anaknya, sedang dalam arti luas al-usrah mencakup kedua orang tua dan seluruh saudara sehingga al Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A usrah dapat juga disebut al Aoailah atau al Aoasyirah (Yusuf, 1995: . Kelompok ini, perkembangan individu disebut dengan primary group. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat (Gunarsa, 1981: . Quraish Shihab menulis bahwa seluruh pakar dari berbagai disiplin ilmu memandang keluarga sebagai jiwa masyarakat dimana kesejahteraan lahir dan batin suatu bangsa atau kebodohan dan keterbelakangannya, merupakan cerminan dari keadaan keluargakeluarga yang hidup pada masyarakat bangsa tersebut (Shihab, 1999 : . Dengan demikian, keluarga merupakan komponen utama dalam pembangunan negara, semakin kuat dan tinggi mutu komponen tersebut akan semakin kuat suatu negara. Sebaliknya, jika ikatan kekeluargaan itu retak, rusak atau berpengaruh langsung terhadap kualitas bangunan negara. Keluarga sebagai kelompok pertama yang dikenal individu sangat berpengaruh secara langsung terhadap kepribadian dasar terbentuk dalam Lebih jauh lagi keluarga merupakan sumber pendidikan utama yang sekaligus menjadi produsen dan Artinya keluargalah yang bertanggung jawab atas tersedianya kebutuhan organik maupun kebutuhan psikologis (Darmasyah, 1995: 78-. Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembinaan keluarga sepadan dengan perhatiannya terhadap kehidupan individu serta Nahed Nuwairah kehidupan umat manusia secara keseluruhan (Shihab, 1999: Tujuan Islam membangun keluarga muslim adalah untuk mewujudkan beribadah kepada Allah dengan sebaikbaiknya disyariatkannya, menegakkan hukumhukumnya dan menerapkan manhajNya Islam memelihara keluarga dengan berbagai macam metode pemeliharaan dan penjagaan agar anak-anak tumbuh dalam udara Islami yang suci bersih (Mahmud, 1996: . Diantara menunjukkan perhatian Islam terhadap anak-anak menjadikan pemeliharaan keluarga diperhitungkan sekaligus memberikan balasan surga kepada orang yang memberikan pendidikan dengan baik kepada anak-anaknya (Mahmud, 1996: Sirah nabawiyah mengajarkan bahwa penataan dakwah Islamiyah berawal dari penataan diri dan keluarga (QS. Al-Baqarah: 123-133. QS. AsySyuAoara: 124. QS. At-Tahrim: . Dalam hal ini, remaja merupakan mitra dakwah orang tua, yakni ayah dan ibu sebagai pelaku dakwah yang utama dalam Orang tua memegang peranan penting untuk mengajari, membimbing, dan mengarahkan remaja sehingga mereka memiliki iman dan taqwa kepada Allah SWT serta memiliki akhlak al-karimah. Ada banyak cara yang dapat dilakukan para orang tua sebagai pelaku Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A menjadikan para remaja agar memiliki iman dan taqwa serta berakhlakul Antara memberikan didikan dan pendekatan yang lemah lembut dan penuh kasih sayang sesuai dengan prinsip dakwah bi al-hikmah, mauizhah al-hasanah dan Orang tua hendaknya membentuk anak-anak menjadi remaja yang shaleh dengan cara mencintai dan menyayangi anak-anak serta memelihara dan mengarahkan mereka pada hal-hal yang positif. Keluarga yang baik ialah yang mampu menanamkan dalam jiwa putra putrinya kemauan beribadah kepada Allah dan mematuhi manhaj-Nya dalam kehidupan mereka. Dengan cinta dan kasih sayang yang besar dari keluarga, pemeliharaan dan pengarahan yang baik, para remaja akan merasakan kenyamanan dalam keluarga. Keluarga adalah Auumat kecilAy yang memiliki pimpinan dan anggota, mempunyai pembagian tugas dan kerja, serta hak dan kewajiban bagi masingmasing anggotanya. Keluarga adalah sekolah tempat anak-anak belajar. Dari sana mereka mempelajari sifat-sifat mulia, seperti kesetiaan, kasih sayang Dari kehidupan keluarga, seorang ayah dan suami memperoleh dan memupuk sifat keberanian dan keuletan mereka pada saat hidup dan setelah Keluarga adalah unit terkecil yang menjadi pendukung dan pembangkit lahirnya bangsa dan Memang mempunyai andil yang besar bagi bangun runtuhnya suatu masyarakat. Nahed Nuwairah Walaupun harus diakui pula bahwa masyarakat secara keseluruhan dapat mempengaruhi pula keadaan para keluarga (Shihab, 1999: . Pembinaan keluarga yang baik akan menempatkan ajaran Islam sebagai landasan dan rujukannya. Tentunya yang dimaksud adalah disamping mengajarkan dan memperkenalkan Islam sedini mungkin, juga menjadikan Islam sebagai keyakinan hidup, pengendali akhlak sekaligus menjadi alat kontrol atas setiap tindakan yang Dengan demikian, agama sekaligus akan bersifat preventif, kuratif, dan konstruktif bagi anak-anak. Hal ini hanya mungkin terjadi manakala agama masuk ke dalam konstruksi pribadinya. Untuk itu, ajaran agama harus masuk bersamaan dengan pembinaan pribadi anak sejak masa pranatal. (Daradjat. Dalam pelajaran pertama yang diperoleh oleh seorang manusia adalah mencintai, menghormati, mengabdi, menaruh kesetiaan dan taat serta melaksanakan nilai-nilai moral (Musthafa, 1993: . Pengenalan remaja terhadap agama dan akhlak al-karimah tentunya tumbuh melalui penglihatan, pendengaran, dan pengalaman yang diterimanya sejak anak-anak yang kemudian ikut menjadi bagian yang membentuk pribadinya. Anak yang sering mendengar orang tuanya mengucapkan nama Allah akan mulai mengenal Allah. Anak yang sering melihat orang tuanya menjalankan ibadah, maka hasil penglihatannya itu akan terekam dalam jiwanya, kemudian dapat mendorong pertumbuhan jiwa Perlakuan dan kasih sayang Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A yang didapatnya dari keluarga, akan menumbuhkan jiwa kasih sayang terhadap sesama dan rasa aman yang diperlukan oleh para remaja. Demikian pula penanaman sifat jujur, menghargai waktu, toleransi, disiplin, cinta ilmu pengetahuan dan menghargai orang lain sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku anak di kemudian hari. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi para remaja dan kepribadian mereka adalah sikap meremahkan dan melalaikan proses pendidikan (Zuhaili, 2004: . Dengan demikian, pondasi agama dan akhlak alkarimah dari lingkungan keluarga sebagai the first school memiliki peranan besar untuk membantu remaja menghadapi pengaruh luar yang sangat besar terhadap pembentukan kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai uswah al-hasanah sangat memperhatikan betul masalah keluarganya. Sebelum beliau menyampaikan dakwah kepada masyarakatnya, beliau terlebih dahulu menyampaikan dakwah tersebut kepada Baru setelah itu, beliau menyampaikan risalah tersebut kepada keluarga-keluarga dekat yang lain dan masyarakat sekitar. Materi pertama yang Rasulullah SAW tanamkan kepada keluarganya adalah masalah Tauhid. Setelah meletakkan pondasi tauhid, konsep pendidikan akhlak menjadi perhatian beliau sesuai dengan misi risalah Islam, sebagaimana sabdanya: AuTidaklah aku diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlakAy. Tauhid tanpa akhlak akan menciptakan manusia yang tidak Nahed Nuwairah mampu menciptakan ketentraman dan kenyamanan bagi masyarakat sekitarnya. Akhlak tanpa tauhid dapat membuat manusia tidak menyadari apa tujuan Justru itu, pendidikan akhlak dalam keluarga merupakan hal yang sangat penting setelah pendidikan Dimensi akhlak merupakan dimensi yang cukup rumit dalam pendidikan keluarga muslim, karena dalam dimensi tersebut pribadi seseorang sangat bergantung kepada pengalaman-pengalaman Pribadi seseorang tidak hanya diperolehnya dalam keluarga, tetapi lingkungannya sehingga ketika keluarga lengah di dalam mendidik, peran lingkungan ambil bagian (Musthafa, 1993: . Ada pendidikan yang berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak, yaitu lingkungan keluarga . he first schoo. , lingkungan sekolah . he second schoo. dan lingkungan masyarakat . he third schoo. Yang ideal adalah terjadi hubungan yang harmonis, menyatu dan terintegrasi antara ketiga lingkungan tersebut (Hafidhuddin, 1998 : 166-. tengah tantangan yang begitu gencar dan kompleks, maka lingkungan pendidikan yang pertama . harus menjadi prioritas garapan yang Pendidikan yang profetis dan berakhlakul karimah sebaiknya berasal dari keluarga. Di sini orang tua harus jeli pengaruh buruk dari lingkungan. Oleh karenanya, harus diusahakan agar anak Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A selalu berada dalam lingkungan yang Kualitas orang tua berpengaruh sekali terhadap anaknya, karena dari diri mereka pertama-tama anak mengenal lingkungan masayarakatnya. Orang tua anak-anaknya menyebabkan anak mencari perhatian kepada pihak lain secara sembarangan. Akibatnya, mereka akan dengan mudah menerima pengaruh yang tidak mendidik dari lingkungan pergaulannya. Fungsi ayah dan ibu tidak dapat saling menggantikan sehingga terpisahnya ayah, ibu dan anak-anaknya sedikit banyak akan berpengaruh terhadap anaknya, dan dalam diri si anak akan timbul perasaan kehilangan sesuatu dalam dirinya (Musthafa, 1993 : 98-. Seorang ayah di samping memiliki kewajiban untuk mencari berkewajiban untuk mencari tambahan ilmu bagi dirinya. Karena dengan ilmuilmu itu dia akan dapat membimbing dan mendidik diri sendiri dan keluarga menjadi lebih baik . Demikian pula halnya dengan seorang ibu, disamping memiliki kewajiban dalam pemeliharaan keluarga, dia pun tetap memilii kewajiban untuk mencari ilmu Hal tersebut penting karena ibu yang biasanya dekat dengan anak-anaknya. Selain itu, kewajiban orang tua adalah mendidik anaknya agar berakhlak baik. Menurut Fatimah Heeren, lingkungan keluarga Islam sangat berpengaruh dalam proses pendidikan anak agar dapat menjadi muslim yang Dia membagi tahapan pendidikan tersebut dalam empat bagian, yakni jihad, kewajiban beragama, cerita dan Nahed Nuwairah tradisi, serta lingkungan Islam. Pada tahap pertama, sejak anak lahir dari usia 0 sampai usia 20 tahun, hendaknya ia hidup dalam lingkungan yang sesuai dengan ajaran Islam dan sedapat mungkin dihindarkan dari lingkungan Islami. Misalnya bacaan-bacaan QurAoan atau kaset- kaset pengajian. Selain itu, gambar-gambar di dinding hendaknya mencerminkan suasana Islam. Dalam kehidupan sehari-hari diupayakanmemperoleh informasi dari sumber-sumber Islam, misalnya dari buku, majalah atau film-film. Pada tahap yang kedua yaitu tahap cerita dan tradisi, orang tua dapat memberitakan cerita dankisah-kisah yang penuh keteladanan. Pada tahap yang ketiga, ketika anak mulai menginjak usia 10 tahun, kewajiban-kewajiban diterapkan dengan ketat kepada anak terutama kewajiban shalat dan puasa. anak mulai mendapat tegur apabila lengah atau lalai kewajiaban agamanya. Selain itu diajarkan pula kebiasaankebiasan baik yang lain, misalnya gemar bersedekah, silaturahmi dengan tetangga Pada tahap keempat anak diajarkan tentang jihad, yakni bersungguhsungguh, tekun atau bekerja keras dalam melakukan segala sesuatu baik untuk (Musthafa, 1993: 101-. Ada diharapkan dapat terjadi dengan optimalisasi peran keluarga dalam dakwah terhadap remaja sebagaimana yang digambarkan di atas, yakni: Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A Terbentuknya pribadi remaja yang memiliki iman yang kuat sehingga keyakinannya terhadap ajaran Islam tidak goyah. Terbentuknya masyarakat yang berakhlak al-karimah dan Islami, yakni masyarakat yang anggotaanggotanya mematuhi peraturanperaturan Allah SWT. Terbentuknya keluarga bahagia. Dengan demikian terlihat betapa besar peranan keluarga dan betapa keberhasilan kita secara perorangan atau kolektif, secara pribadi atau bangsa keberhasilan kita dalam keluarga masing-masing. Demikianlah keluarga AumadrasahAy pembinaan dakwah Islamiyah yang dibangkitkan Allah SWT untuk memimpin seluruh umat manusia Optimalisasi Peran Remaja Masjid Organisasi remaja Masjid adalah pemuda remaja Masjid yang biasanya terdapat di Masjid atau mushalla, yang menjadikan Masjid atau mushalla sebagai pusat kegiatan pembinaan akidah, akhlak, ukhuwah, keilmuan, dan Remaja memiliki energi yang besar disertai dengan emosi yang berkobar-kobar. Karena itu, dengan melibatkan diri pada remaja Masjid diharapkan energi mereka dapat terfokus yang positif serta mampu memafaatkan waktu luang mereka Nahed Nuwairah secara efektif tanpa menimbulkan tindakan-tindakan yang melanggar nilainilai moral. Jika remaja tidak mampu memanfaatkan energi dan waktu luang mereka, dikhawatirkan akan melakukan pelampiasan yang dapat merusak diri dan lingkungan mereka, seperti obat-obatan minuman keras, atau tindakan kekerasan yang membahayakan masyarakat. Psikologis remaja yang juga diperhatikan adalah meningkatnya pengaruh kelompok sebaya dan pola perilaku sosial yang lebih matang (Hartati, 2004: . Dalam masa ini pengaruh pergaulan sangat dominan, sehingga remaja kadang-kadang lebih percaya dan tunduk pada lingkungan pergaulan dibanding keluarga. Justru itu, melibatkan diri dengan organisasi remaja Masjid, diharapkan pengaruh yang timbul adalah pengaruh yang positif dalam kehidupan remaja. Dengan pengalaman-pengalaman yang didapat oleh remaja melalui organisasi remaja Masjid akan memberikan nilai positif, kreatif, dan produktif bagi pembinaan remaja, mendekatkan dirinya terhadap agama dan melindungi mereka dari pergaulan yang negatif. Harapan untuk menjadikan remaja Masjid sebagai wadah untuk melahirkan generasi muda Islami memang wajar karena dalam aktivitas yang biasa dilakukan oleh remaja Masjid, diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi para remaja untuk mengenal nilai-nilai Islam. Menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan remaja, merupakan upaya untuk AumenarikAy remaja dari tepi jalan ke dalam Masjid sehingga mereka Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A memperoleh tempat berhimpun yang lebih maslahat dan Islami. Remaja Masjid merupakan salah satu ujung tombak dalam menentukan eksistensi dakwah di kalangan remaja. Peranan penting remaja Masjid bagi pembinaan remaja utamanya adalah dalam hal mensosialisasikan nilai-nilai Islam kepada remaja sehingga dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata di Banyak aktivitas remaja Masjid yang sebenarnya dapat digemari dan diminati oleh para remaja, hanya saja aktivitas tersebut harus dapat dikemas secara baik dan menarik sesuai dengan minat para remaja. Perlu diingat pula agar dakwah terhadap remaja dilakukan dengan bahasa yang sesuai dengan pemahaman mereka, materi yang mudah dipahami dan menyentuh kehidupan mereka, dengan berbagai metode dan media yang menarik agar dakwah tampil secara aktual, faktual dan Mengingat merupakan fase optimal potensi fisik dan intelektual, maka melalui berbagai aktivitas remaja Masjid hendaknya dapat menjadi wadah untuk memanfaatkan segala kemampuan dan potensi yang mereka miliki. Dalam hal ini, aktivitas remaja Masjid dapat dikembangkan merangsang fisik serta intelektual, seperti kegiatan seni, olahraga atau bakti sosial dan lain-lain. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh remaja Masjid, banyak peran yang dapat dimainkan, antara lain sebagai berikut: Nahed Nuwairah Mengembangkan anggotaanggota remaja Masjid dan kehidupan yang Islami, baik dalam kehidupan individu, masyarakat, dan berbangsa. Remaja Masjid menjadi arena bergaul dan pintu masuk untuk dilakukan dengan prinsip dan cara-cara yang Islami. Mendorong tumbuhnya gagasan atau pemikiran bagi remaja untuk membantu kesejahteraan karya-karya kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Membantu sarana lingkungan sosial yang mengerakkan remaja Masjid kualitas hidup umat, misalnya pelayanan masyarakat, bakti sosial, dan lain-lain. Adapun fungsi remaja Masjid sendiri, antara lain: Sebagai wadah bagi remaja untuk melakukan berbagai aktivitas keagamaan secara kreatif yang dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Sebagai wadah komunikasi dan organisasi harapan umat, tempat lahirnya remaja yang bertaqwa dan berakhlak mulia. Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A Sebagai terlaksananya berbagai program yang bermanfaat bagi umat. Pada masa-masa mendatang, kita berharap agar perkembangan remaja Masjid sebagai koordinator dakwah di kalangan remaja dapat menjadikan Masjid sebagai sentral Hal ini tentunya akan semakin meningkatkan juga peran dan fungsi Masjid sebagai instrument perjuangan dalam memberdayakan dan membina umat Islam. Selain itu, tentunya remaja Masjid bisa menjadi organisasi yang mewadahi kegiatan remaja yang dapat menjadi sumbangsih berarti bagi dakwah Islamiyah ke depan. Dengan demikian, remaja Masjid merupakan wadah yang sangat penting bagi pembinaan remaja dan bagi pembinaan umat Islam umumnya sehingga perlu mendapat perhatian yang sungguhsungguh agar remaja Masjid dapat berkembang melalui keikutsertaan mereka dalam dakwah Islamiyah dan pembinaan umat. Simpulan Sekali lagi, penanganan terhadap permasalahan dakwah terhadap remaja harus dilakukan secara menyeluruh yang melibatkan partisipasi seluruh pihak, bukan hanya keluarga dan orang tua selaku Aupeletak batu pertamaAy pada Ibarat kertas, maka semua pihaklah yang ikut menentukan apa yang layak digoreskan pada kertas tersebut sebab secara makro, tugas dan tanggung jawab dalam pembinaan remaja merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua di rumah. Nahed Nuwairah guru-guru di sekolah, para dai dan tokoh agama di lingkungan masyarakat. Dakwah Islamiyah terhadap remaja, harus dimulai dari keluarga, dalam hal ini para orang tua memiliki tanggung jawab untuk menjadi uswah alhasanah semaksimal mungkin peran keluarga sebagai Ausekolah pertamaAy yang sangat berpengaruh secara langsung terhadap perkembangan remaja. Kepribadian dasar terbentuk dalam keluarga sehingga peran keluarga harus ditingkatkan dengan berbagai macam metode pemeliharaan dan penjagaan agar remaja merasakan kenyamanan dalam keluarga. Orang tua harus menempatkan ajaran Islam sebagai landasan dan rujukannya. Disamping memperkenalkan Islam sedini mungkin. Islam keyakinan hidup, pengendali akhlak sekaligus menjadi alat kontrol bagi Orang tua harus jeli terhadap kemungkinan adanya pengaruh buruk dari lingkungan. Oleh karenanya, harus diusahakan agar remaja selalu berada dalam lingkungan yang baik. Disamping itu, dengan melihat peran dan fungsi remaja Masjid kiranya dapat dipahami bahwa remaja Masjid memiliki peran dan fungsi yang sangat penting bagi pembinaan remaja dan Remaja harus dibangun aktivitas remaja Masjid yang bermanfaat bagi diri dan masyarakatnya sehingga nanti dapat mewarisi kepemimpinan bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT. Keikutsertaan remaja Masjid sebagai salah satu potensi masyarakat yang bertanggung jawab atas masa Jurnal AuAl-HiwarAy Vol. No. 06- Juli-Desember-2015 Peran Keluarga dan Organisasi A depan bangsa dan agama menjadi bagian penting dalam pembinaan masyarakat dan dakwah Islamiyah yang Nahed Nuwairah Wa Allah aAolam bi alshawab. DAFTAR PUSTAKA