Page . Caring : Jurnal Keperawatan Vol. No. 2, 2024, pp. 19 Ae 27 ISSN 1978-5755 (Onlin. DOI: 10. 29238/caring. Journal homepage: http://e-journal. id/index. php/caring/ Pengaruh Edukasi Media Kartu AuKABAR JASAAy Terhadap Perilaku Jajanan Sehat Anak Kelas IV Dan V di SDN Karangtengah i Dan SDN Plembon Gunungkidul Nuril Aini Zahidah1a. Atik BadiAoah1b. Eko Suryani1c. Ni Ketut Mendri1d Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta nurilaini701@gmail. cahyo@yahoo. suryani68@poltekkesjogja. mendriniketut@yahoo. HIGHLIGHTS Pengaruh edukasi kesehatan melalui media kartu AuKABAR JASAAy terhadap perilaku jajanan sehat pada siswa sekolah dasar ARTICLE INFO Article history Received date June 11th 2024 Revised date August 17th 2024 Accepted date September 28th 2024 Keywords: Kartu Bergambar. Kartu Kuartet. Perilaku. Jajanan Sehat ABSTRACT/ABSTRAK Food and nutrition influence the growth and development of school-age However, children's snacking behaviour is often shaped by their environment, and many available snacks remain unsafe due to This study aimed to determine the effect of the "KABAR JASA" picture card media on healthy snacking behavior among fourth and fifth graders at SDN Karangtengah i and SDN Plembon. Gunungkidul. The research used a quasi-experimental design with a nonequivalent control group and total sampling. Data were collected from 78 students using a questionnaire from February 7 to March 8, 2024. In the intervention group, the number of students in the good behavior category increased 9% to 69. 2%, while the moderate category decreased from 53. The Wilcoxon test showed a significant change in the experimental group . = 0. and no significant change in the control group . = 0. The Mann-Whitney test showed a significant difference between groups . = 0. The "KABAR JASA" card media significantly improved healthy snacking behaviour in elementary school children and has potential for wider use in school-based health education programs. Copyright A 2024 Caring : Jurnal Keperawatan. All rights reserved *Corresponding Author: Nuril Aini Zahidah. Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Jln. Tata Bumi No. Banyuraden. Gamping. Sleman. Email: nurilaini701@gmail. PENDAHULUAN Makanan dan nutrisi merupakan salah satu hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak usia sekolah. Permasalahan nutrisi yang kerap terjadi pada yaitu adanya Page . obesitas/overweight. Konsumsi makanan dengan tinggi kalori, lemak, dan gula dapat menyebabkan kecenderungan status gizi berlebih atau obesitas (Muhimah & Farapti. Menurut Riskesdas 2018, prevalensi gizi pada anak usia 5 Ae 12 tahun menurut IMT/U menunjukkan data gemuk 10,8 % dan obsesitas sebesar 9,2%. Sedangkan, prevalensi gizi berlebih atau overweight di Yogyakarta menunjukkan angka sebesar 3,3% pada tahun 2022. Pemenuhan asupan makanan bergizi anak- anak bergantung pada lingkungan sekitar mereka (Aini, 2. Kantin sebagai penyedia makanan di sekolah harus memenuhi syarat kesehatan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DIY . , cakupan ketersediaan pengelolaan pangan yang memenuhi syarat kesehatan di DIY pada tahun 2022. Gunungkidul menepati posisi ke 5 dari 5 kabupaten/kota. Melihat dari rendahnya tempat pengelolaan makanan yang memenuhi syarat kesehatan di Gunungkidul, maka perlu dilakukan suatu edukasi untuk anak usia sekolah terkait pemilihan jajanan yang sehat agar anak dapat memilih makanan jajanan yang paling sehat dari yang tersedia di sekitarnya (Harahap et al. , 2. Sebagai perawat yang memiliki peran sebagai edukator, konselor, dan advokat perlu memberikan edukasi kepada siswa melalui metode yang menyenangkan. Satu bentuk edukasi yang dapat diterapkan yaitu melalui permainan dengan media kartu. Kartu kuartet sebagai media pendidikan kesehatan memiliki kekhususan dan keunikan dari sisi bentuk permainannya yang bersifat kompetitif dan menarik, sehingga sesuai dengan gaya belajar siswa SD yang masih dalam usia anak- anak, yaitu belajar selayaknya bermain (Rahmah et al. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa SDN Karangtengah i dan SDN Plembon tidak memiliki kantin sekolah, sehingga siswa memenuhi kebutuhan makanan di sekolah melalui pedagang kaki lima. Hal ini meningkatkan potensi konsumsi jajanan yang tidak sehat dan tidak memenuhi standar keamanan pangan. Kondisi tersebut mendorong perlunya intervensi edukatif yang menarik dan sesuai usia anak. Salah satu media yang dikembangkan adalah kartu kuartet yang dimodifikasi menjadi Kartu Bergambar Jajanan Sehat (KABAR JASA). Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah edukasi menggunakan media KABAR JASA berpengaruh terhadap perilaku jajanan sehat siswa kelas IV dan V. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media KABAR JASA terhadap perubahan perilaku jajanan sehat siswa di SDN Karangtengah i dan SDN Plembon. Gunungkidul. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan quasy experimental design with pretest and posttest control group design. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini diberikan perlakuan berupa edukasi melalui media kartu "KABAR JASA" yang dilakukan selama 45 menit dengan jumlah pertemuan sebanyak 2 kali. Kelompok kontrol diberikan perlakuan berupa pemberian edukasi melalui leaflet. Penelitian dilakukan di SDN Karangtengah i dan SDN Plembon pada tanggal 7 Februari 2024 sampai 8 Maret 2024. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas IV dan V SDN Karangtengah i dan SDN Plembon yang berjumlah 78 siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian dengan pembagian kelompok eksperimen dan kontrol masing - masing berjumlah 39 siswa. Pengumpulan data melalui pengisian kuesioner pretest dan posttest. Pelaksanaan pada kelompok eskperimen dan kontrol dilaksanakan secara bersaamaan dengan jam yang berbeda antar sekolah selama 5 minggu dengan jumlah pertemuan sebanyak 4 kali. Pertemuan pertama dilaksanakan pada minggu pertama dengan kegiatan pengisian pretest kuesioner perilaku jajanan sehat yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Pertemuan kedua dilaksanakan pada minggu kedua dengan kegiatan pemberian perlakuan selama 45 menit, kelompok eksperimen Page . diberikan edukasi melalui kartu AuKABAR JASAAy sedangkan kelompok kontrol dengan edukasi melalui leaflet. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada minggu ketiga dengan kegiatan yang sama seperti pertemuan kedua. Minggu keempat tidak dilakukan intervensi apapun. Pertemuan keempat dilaksanakan pada minggu kelima dengan kegiatan pengisian posttest kuesioner perilaku jajanan sehat. Uji statistik yang digunakan untuk yaitu uji Wilcoxon untuk mengetahui perubahan perilaku dari masing Ae masing kelompok dan uji statistik Mann Withney untuk mengetahui perbedaan perilaku antara kelompok kontrol dan eksperimen. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik Usia 10 tahun 11 tahun 12 tahun Jenis Kelamin Laki - Laki Perempuan Uang Saku Rp. Kebiasaan Jajan Selalu Sering Jarang Tidak Pernah Kebiasaan Membawa Bekal Tidak Kelompok Eksperimen . Kelompok Kontrol . = . Tabel 1 menunjukkan karakteristik responden berupa usia, jenis kelamin, uang saku, kebiasaan jajan, dan kebiasaan membawa bekal. Responden penelitian ini mayoritas berusia 11 tahun berjumlah 30 siswa . ,9%) pada kelompok eksperimen dan usia 10 tahun berjumlah 28 siswa . ,8%) pada kelompok kontrol. Jenis kelamin responden didominasi oleh laki Ae laki di kedua kelompok dengan jumlah 21 siswa . ,8%) pada kelompok eksperimen dan 24 siswa . ,5%) pada kelompok kontrol. Untuk uang saku yang dibawa mayoritas pada rentang Rp 5. 000 Ae Rp 10. 000 di kedua kelompok, pada kelompok eksperimen sebanyak 29 siswa . ,8%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 22 siswa . ,4%). Sebanyak 20 siswa . ,3%) pada kelompok eksperimen dan sebanyak 18 siswa . ,2%) pada kelompok kontrol memiliki kebiasaan jajan pada kategori selalu. Untuk kebiasaan membawa bekal kelompok eksperimen didominasi dengan biasa membawa bekal yaitu sejumlah 22 siswa . ,4%), sedangkan kelompok kontrol didominasi oleh tidak biasa membawa bekal yaitu sejumlah 21 siswa . ,8%). Tabel 2. Distribusi Perilaku Jajanan Sehat Kelompok Eksperimen Kategori Perilaku Jajanan Sehat Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen Pretest Posttest Pretest Posttest Page . Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan Tabel 2, diketahui bahwa pada kelompok eksperimen terjadi peningkatan perilaku jajanan sehat setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi . , sebagian besar responden berada pada kategori cukup . ,1%) dan hanya 35,9% yang berada pada kategori baik. Namun, setelah intervensi . , proporsi perilaku jajanan sehat kategori baik meningkat signifikan menjadi 69,2%, sedangkan kategori cukup menurun menjadi 30,8%. Tidak terdapat responden dalam kategori kurang baik, baik sebelum maupun sesudah intervensi. Sementara itu, pada kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi, terjadi peningkatan yang tidak signifikan. Pada saat pretest, mayoritas responden berada pada kategori cukup . ,1%) dan hanya 17,9% yang memiliki perilaku jajanan sehat dalam kategori baik. Setelah dilakukan posttest, terdapat sedikit peningkatan pada kategori baik menjadi 33,3%, namun sebagian besar responden tetap berada dalam kategori cukup . ,7%). Sama seperti kelompok eksperimen, tidak ada responden yang berada dalam kategori kurang baik. Tabel 1. Hasil Uji Wilcoxon pada Kelompok Eksperimen Kategori Mean Posttest < Pretest Posttest > Pretest Posttest = Pretest Total Sum of Ranks Negatif Positif Sig . -taile. 0,000 Tabel 3 menunjukkan sebanyak 34 siswa pada kelompok eksprimen mengalami peningkatan nilai ditandai dengan nilai posttest lebih tinggi dibandingan pretest-nya. Bedasarkan tabel 4 diketahui juga bahwa hasil uji wilcoxon menunjukkan adanya perubahan perilaku yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan edukasi media kartu AuKABAR JASAAy dengan nilai signifikansi 0,000 . value < 0,. Hal tersebut berarti terdapat pengaruh pemberian edukasi media kartu AuKABAR JASAAy terhadap perilaku jajanan sehat anak kelas IV dan V di SDN Karangtengah i dan SDN Plembon Gunungkidul. Tabel 2. Hasil Uji Wilcoxon pada Kelompok Kontrol Kategori Mean Posttest < Pretest Posttest > Pretest Posttest = Pretest Total 14,75 19,12 Sum of Ranks Negatif Positif 236,00 325,00 Sig . -taile. 0,425 Tabel 4 menunjukan bahwa sebanyak 17 responden saja yang mengalami peningkatan nilai setelah diberikan edukasi melalui leaflet. Hasil uji wilcoxon menunjukkan tidak adanya perubahan perilaku yang signifikan pada kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan edukasi media leaflet dengan nilai signifikansi 0,0425 . value > 0,. Hal tersebut berarti tidak terdapat pengaruh pemberian edukasi leaflet terhadap perilaku jajanan sehat anak kelas IV dan V di SDN Karangtengah i dan SDN Plembon Gunungkidul. Page . Tabel 3. Hasil Uji Statistik Mann - Withney Variabel Selisih Nilai pretest dan Kelompok Eksperimen Kontrol Mean 48,51 30,49 Sum of Ranks 1892,00 1189,00 Sig . 0,000 Tabel 5 menunjukkan bahwa hasil uji statistik mann withney dengan p value 0,000 artinya P value < 0,05. Dengan demikian dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada perilaku jajanan sehat antara kelompok eksperimen dengan media kartu AuKABAR JASAAo dengan kelompok kontrol yang diberikan leaflet. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Hasil penelitian ini karakteristik responden yang didapatkan yaitu meliputi usia, jenis kelamin, uang saku, kebiasaan jajan, dan kebiasaan membawa bekal. Usia responden yaitu mayoritas pada usia 10 Ae 11 tahun. Semakin tinggi usia maka akan semakin meningkat pengetahuan tentang makanan yang baik di konsumsi dan yang tidak baik di konsumsi. Selain itu, anak usia sekolah dasar selalu ingin mencoba makanan yang baru dikenalnya (NisaAo et al. , 2. Jenis kelamin pada penlitian ini mayoritas yaitu laki Ae laki. Pola konsumsi makanan jajanan salah satunya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Anak laki Ae laki cenderung membutuhkan energi lebih banyak untuk melakukan aktivitasnya daripada anak perempuan, sehingga anak laki Ae laki membutuhkan energi dan zat gizi yang diperoleh dari makanan lebih banyak (Pitriyanti et al. , 2. Berdasarkan data karakteristik menunjukan bawah uang saku yang tertinggi yaitu pada rentang Rp. 000 Ae Rp 10. Uang saku menentukan perilaku memilih makanan jajanan. Anak yang diberikan uang jajan yang banyak akan mempengaruhi daya beli pada anak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ghufron et al. , . menunjukkan hubungan yang bermakna antara besaran uang saku dengan perilaku jajanan sehat pada anak sekolah dengan P value 0,012. Kebiasaan membawa bekal pada penelitian ini mayoritas terbiasa membawa Anak yang memiliki kebiasaan tidak membawa bekal cenderung memiliki perilaku konsumsi jajananan tidak baik. Pernyataan tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ghufron et al. , bahwa kebiasaan membawa bekal dengan perilaku konsumsi jajanan anak sekolah menujunjukkan hasil yang bermakna dengan P value 0,006. Kebiasaan jajan siswa berdasarkan data karakteristik responden yaitu anak Ae anak mayoritas selalu jajan. Kebiasaan jajan pada anak sekolah ini dipengaruhi oleh faktor Ae faktor yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu meliputi usia, jenis kelamin, uang saku, dan kebiasaan membawa bekal. Selain faktor Ae faktor tersebut, kebiasaan jajan ini juga dipengaruhi oleh faktor lainnya yaitu tingkat pendidikan orang tua dan pola asuh semakin tinggi pendikan orang tua. Semakin tinggi pendidikan orang tua maka pengetahuan makanan mana yang baik dan tidak akan semakin baik sehingga anak akan diajarkan untuk memilih makanan yang sehat dan tidak merugikan kesehatannya. Kebiasaan jajan juga dipengaruhi oleh ketersediaan kantin atau penyedia jajanan, semakin beragam jajanan yang dijual maka anak akan semakin senang dan sering jajan (NisaAo et al. , 2. Perilaku jajanan sehat anak sekolah pre dan post dilakukan edukasi menggunakan media Kartu AuKABAR JASAAy Hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa perilaku siswa sebelum diberikan perlakuan berupa edukasi kartu AuKABAR JASAAy mayoritas berada pada kategori Page . cukup, kemudian setelah diberikan perlakuan sebanyak dua kali dalam dua minggu mayoritas kategori perilakunya menjadi baik. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan oleh Astasari et al. , . dimana permainan kartu bergambar menyebabkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku jajanan sehat pada anak sekolah dasar. Hasil penelitian tersebut yaitu diperoleh pengetahuan setelah diberikan perlakuan meningkat menjadi 10. 91 dan posttest 2 yaitu 9. Sikap setelah perlakuan meningkat yaitu 45. 60 dan posttest 2 yaitu 39. perilaku setelah perlakuan meningkat yaitu 33. 67 dan posttest 2 Prinsip edukasi media kartu AuKABAR JASAAy ini sejalan dengan cara pembentukan perilaku melalui pengertian . dimana anak Ae anak memainkan permainan sambil belajar sehingga membentuk pengertian bahwa jajanan yang tidak sehat dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan. Pemberian pengertian ini juga dipengaruhi oleh perkembangan kognisi anak, dimana pada anak usia sekolah kelas kelas IV dan V perkembangan kognitifnya sudah mampu berpikir lebih baik dan lebih meningkat daripada anak usia dibawahnya (Sabani, 2. Selain itu, perubahan perilaku diperkuat juga dengan teori perubahan perilaku yaitu teori belajar behavioristik. Pada penelitian ini disampaikan kepada responden bahwasanya akan mendapatkan hadiah pada akhir penelitian bagi yang dapat menjawab pertanyaan Ae pertanyaan serta menerapkan apa yang sudah diapatkan dikehidupan sehari - harinya, sehingga anak Ae anak memiliki motivasi untuk meningkatkan perilakunya (Asfar et al. , 2. Perilaku jajanan sehat anak sekolah pre dan post dilakukan edukasi menggunakan media lefalet Perilaku jajanan sehat pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan mayoritas pada kategori cukup dan setelah diberikan perlakuan mayoritas tetap berada pada kategori cukup. Berdasarkan uji statistik wilcoxon menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang signifikan dari pemberian edukasi melalui leaflet terhadap perilaku jajanan sehat. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Herman et al. tentang pengaruh edukasi menggunakan leaflet terhadap perilaku konsumsi sayur dan buah. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan . =0,. , sikap . =0,. , frekuensi konsumsi sayur . =1,. , porsi konsumsi sayur . =1,. , frekuensi konsumsi buah . =0,. , dan porsi konsumsi buah . =1,. sebelum dan sesudah edukasi menggunakan Selain itu juga, penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahhab & Ruhmawati . , bahwa media leaflet tidak meningkatkan pengetahuan secara signifikan tentang bahaya merokok pada remaja dengan nilai P value 0,054. Berdasarkan literatur review yang disusun oleh Maulana, . menunjukkan bahwa penyampaian pendidikan kesehatan melalui membaca, anak hanya akan mengingat 10% dari materi yang dibaca. Berdasarkan hal tersebut, tidak adanya perubahan yang signifikan pada kelompok kontrol dapat disebabkan karena anak Ae anak tidak mengingat materi yang dibaca sehingga tidak mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari Ae hari. Selain dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, perilaku jajanan sehat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan juga ketersediaan penyedia makanan jajanan (NisaAo et al. , 2. Oleh karena itu, kantin memiliki peran penting dalam pembentukan perilaku jajanan sehat karena kantin yang sehat akan menyediakan makanan yang sehat pula. Page . Perbedaan perilaku jajanan sehat pada kelompok eksperimen dengan Kartu AuKABAR JASAAy dan kelompok kontrol dengan media leaflet Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Perbedaan yang signifikan ini ditunjukan dari perilaku pada kelompok eksperimen mengalami perubahan dari mayoritas cukup menjadi mayoritas baik, sedangkan pada kelompok eksperimen tidak mengalami perubahan yaitu tetap pada kategori cukup. Hal dapat disebabkan karena metode pemberian edukasi yang berbeda antara dua kelompok. Pada kelompok eksperimen diberikan edukasi melalui permainan, sedangkan pada kelompok kontrol diberikan edukasi menggunakan metode membaca leaflet. Kelompok yang diberikan edukasi melalui permainan menunjukkan perubahan perilaku yang lebih signifikan ini dapat terjadi karena edukasi media kartu AuKABAR JASAAy mampu mengajak anak turut aktif berpikir dan juga bertindak serta bersifat Hal ini sesuai dengan pernyataan Meitha et al. , . yang menyatakan bahwa pengalaman dapat diingat lebih baik dari yang lain karena tersimpan dengan baik dalam memori jangka panjang seperti halnya peristiwa yang menggembirakan. Sedangkan, pada kelompok kontrol diberikan edukasi metode membaca leaflet. Penyebab tidak signifikannya perubahan perilaku pada kelompok kontrol dapat disebabkan karena materi yang terdapat di dalam leaflet kebanyakan berupa tulisan sehingga anak Ae anak mudah bosan serta anak Ae anak hanya memahami sesuai keinginan mereka saja. Hal tersebut sesuai dengan kelemahan media cetak leaflet yang dinyatakan oleh Ramadhani et al. , . yaitu antara sulit menampilkan gerak, biaya percetakan mahal apabila ingin menampilkan gambar atau foto berwarna, proses percetakan membutuhkan waktu yang lama, perbagian unit-unit pelajaran dalam media cetakan harus dirancang sedemikian rupa agar siswa tidak mudah cepat bosan. Pengaruh edukasi media kartu AuKABAR JASAAy terhadap perilaku jajanan sehat Data penelitian menyebutkan bahwa responden pada kelompok eksperimen sebelum edukasi media kartu AuKABAR JASAAy ada pada kategori cukup dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi mayoritas pada kategori baik dengan hasil uji wilcoxon yaitu P value 0,000 dimana hasil tersebut lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi media kartu kabar jasa terhadap perilaku jajanan sehat anak kelas IV dan V. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Harahap et , . , dimana hasil uji untuk menunjukkan perbedaan perilaku pada anak sekolah dasar setelah diberikan edukasi melalui permainan kartu kuartet sebanyak 2 kali pertemuan dengan p value yaitu 0,000. Selain itu juga, penggunaan kartu sebagai media edukasi ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rahmah et al. , 2. yang dilakukan pada siswa kelas V dengan hasil yaitu ada pengaruh pendidikan gizi menggunakan kartu kuartet terhadap kebiasaan Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan media kartu AuKABAR JASAAy dapat mempengaruhi perubahan perilaku jajanan sehat. Perubahan perilaku ini disebabkan karena adanya edukasi kesehatan dengan metode yang menyenangkan sehingga anak mampu memahami dan menerapkan apa yang diterimanya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Syarifudin et al. , . permaianan kartu kuartet bergambar ini bersifat menyenangkan, disajikan dalam gambar, terdapat penjelasan sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi anak untuk memahami dan menjadi cara efektif untuk meningkatkan perilaku yang Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu keterbatasan akses langsung ke lingkungan sekolah dan kantin karena keterbatasan waktu, izin, dan Page . jadwal belajar. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan observasi lapangan dan pendekatan triangulasi data guna meningkatkan validitas hasil KESIMPULAN Media edukasi kartu AuKABAR JASAAy terbukti efektif meningkatkan perilaku jajanan sehat siswa kelas IV dan V di SDN Karangtengah i dan SDN Plembon. Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol, di mana perilaku siswa meningkat dari kategori cukup menjadi baik setelah edukasi. Sekolah disarankan bekerja sama dengan puskesmas untuk mendukung penyediaan jajanan sehat. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan peneliti selanjutnya dalam mengembangkan media edukasi kesehatan anak. DAFTAR PUSTAKA