45 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 1, 2023 Pelatihan Peran Dosen Menghindari Plagiat dalam Lingkup Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan Selatan Andi Anto Patak1. Hamdani Fauzi2 Fakultas Bahasa dan Sastra. Universitas Negeri Makassar. Sulawesi Selatan1 Fakultas Pertanian. Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan Selatan,2 Email: andiantopatak@unm. Abstrak. Pelatihan ini mengeksplorasi pera dosen dalam menghindari praktik plagiarisme mahasiswa dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan pelatihan peran dosen menghindari plagiat ini ini terdiri atas tiga tahap yakni tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan respon peserta sebagai refleksi diri. Data yang kami peroleh dari para peserta, kemudian dianalisis secara kualitatif. Kami mencatat hasil analisa dan menyimpulkan seperti yang kami sajikan dalam makalah ini. Makalah ini menyajikan informasi tentang upaya yang dilakukan dosen dalam meminimalisir praktik plagiarisme mahasiswa. Dari hasil pelatihan ini, diperoleh informasi pentingnya mengedukasi mahasiswa tentang bahaya Melalui respon peserta pelatihan, kami menemukan bahwa dosen memiliki beberapa sikap dan tindakan untuk menghindari plagiarisme mahasiswa, yaitu mempromosikan kejujuran akademik dan menerapkan hukuman plagiarisme. Mahasiswa diwajibkan merevisi tulisannya, namun sanksi yang lebih berat akan diberikan jika masih terdeteksi plagiarisme, yaitu pengurangan nilai. Para dosen harus menugaskan mahasiswa untuk menyerahkan tugas atau tesisnya untuk keperluan cek plagiarisme. Hasil dari pelatihan ini merekomendasikan bahwa dosen harus memberikan umpan balik dengan penekanan pada kejujuran akademik daripada hukuman. Kata Kunci: Kejujuran akademik. penulisan akademik, penghindaran plagiarisme. peran dosen. PENDAHULUAN Plagiarisme terjadi karena melemahnya kejujuran akademik mahasiswa. Kejujuran akademik merupakan praktik etis yang harus diterapkan dalam segala hal yang berkaitan dengan lingkungan akademik. Banyak faktor yang dapat menyebabkan plagiarisme, termasuk keinginan untuk mendapatkan nilai bagus, pengaruh lingkungan, dan lain-lain. Siswa mungkin tidak memahami praktik plagiarisme. Mayoritas mahasiswa melakukan tindakan plagiarisme karena tidak mengetahui arti plagiarisme dan segala aspek yang berkaitan dengan plagiarisme. Memang di awal perkuliahan, dosen harus mengedepankan kejujuran akademik agar terhindar dari praktik plagiarisme (Stephens, 2. Kurangnya promosi kejujuran akademik dapat mempengaruhi ketidaktahuan siswa tentang plagiarisme dan konsep serta sistematika melakukan karya ilmiah dengan baik dan benar. Faktor lain yang dapat menyebabkan plagiarisme adalah kemalasan dan kurangnya kepercayaan pada kemampuan seseorang. Banyak mahasiswa yang malas mencari sumber ilmu dan referensi serta tidak memiliki kepercayaan diri untuk menulis karya ilmiah. Kemalasan adalah berat akademis (Kayaolu et al. , 2. Istilah malas cocok untuk memotret fenomena plagiarisme Indonesia (Akbar & Picard, 2019. Patak et al. , 2. Anak muda usia produktif yang sebagian besar masih berstatus pelajar sepertinya sudah kehilangan kreativitasnya akibat Pelatihan Peran Dosen Menghindari Plagiat 46 penyakit malas ini. Dari sikap malas ini, banyak masalah yang muncul, salah satunya adalah Kemalasan diperburuk oleh kurangnya sumber bacaan terbaru yang tersedia di Kondisi ini dapat menyebabkan mahasiswa kurang memiliki budaya baca, sehingga sulit mencari referensi untuk tugas/skripsinya. Kurangnya ketersediaan buku, jurnal, dan majalah terbaru menambah berkurangnya minat membaca, yang mendorong siswa untuk Jika siswa menemukan membaca dalam mata pelajaran konten tidak menarik, tidak bermanfaat, atau tidak berarti, mereka akan menghindarinya (Richardson et al. , 2. Siswa juga sering menjiplak karena mereka memiliki jadwal yang sibuk (Kayaolu et al. Mahasiswa yang memiliki jadwal sibuk menjiplak dalam penyusunan karya ilmiah untuk menyelesaikan tugas akademik dan memperoleh gelar sarjana atau predikat kelulusan lainnya. Alasan keterbatasan waktu muncul karena semangat untuk menyelesaikan tugas muncul sebelum tenggat waktu. Mahasiswa juga mendapatkan semangat untuk mengerjakan skripsi ketika masa studinya hampir terancam putus sekolah. Jadwal yang padat diperparah dengan tingkat penguasaan substansi dan kurangnya keterampilan menulis siswa. Akhirnya, rendahnya kompetensi mahasiswa dalam penulisan akademik berpotensi mendorong plagiarisme (Babaii & Nejadghanbar, 2017. Gunnarsson et al. Pecorari & PetriN, 2. Begitu juga dengan mahasiswa yang sibuk di organisasi kampus atau sibuk mencari uang. Akhirnya pilih cara instan untuk menyelesaikan tesis mereka. Mahasiswa tidak peduli dengan kualitas tulisan mereka tetapi penyelesaian tugas kuliah. Dalam dunia pendidikan, khususnya lingkungan belajar internet, internet sangat berguna untuk menunjang proses belajar siswa. Namun, internet juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah munculnya plagiarisme dalam pendidikan (Ison, 2. Adanya kecanggihan teknologi dapat memudahkan mahasiswa dalam mengakses internet. Semua bahan dan materi untuk keperluan menyelesaikan tugas akan sangat mudah ditemukan di internet. Bahkan siswa cenderung menyalin dan menempel dari internet tanpa berusaha memahami dan menyimpulkan bacaan. Kecanggihan teknologi akibat perubahan zaman tidak lepas dari semakin modernnya teknologi dalam mengakses sumber informasi, termasuk sumber bacaan Siapa pun dapat dengan mudah mengakses informasi sumber bacaan dari karya seseorang melalui internet. Mahasiswa berpikir bahwa dosen tidak akan tahu bahwa mahasiswa menjiplak atau copypaste tugas dari internet dan menganggap bahwa plagiarisme itu wajar dan sudah menjadi Tidak adanya komentar kritis penggunaan sumber dalam makalah dan tugas tesis memudahkan mahasiswa untuk menjiplak (Pecorari, 2. Ketika dosen terlihat kurang berhati-hati dengan tugas menulis yang dikerjakan mahasiswa yang menyebabkan mahasiswa menjiplak, mahasiswa mungkin berpikir bahwa meskipun mahasiswa melakukan tindakan plagiarisme, dosen tidak akan mengetahuinya. Tugas menulis merupakan salah satu bentuk penilaian yang diberikan dosen kepada Hal ini merupakan salah satu faktor yang sering menyebabkan mahasiswa melakukan tindakan plagiarisme. Dosen harus mempertimbangkan beberapa hal dalam fase penugasan, termasuk memberikan tugas yang tepat dan jelas untuk memahami tugas yang Tugas juga harus disesuaikan dengan kemampuan siswa. Selain itu, memberikan saran sumber referensi dan memberikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas juga penting dilakukan dosen untuk menghindari praktik plagiarisme mahasiswa (Kayaolu et al. Begitu juga dengan tugas akhir menyelesaikan kuliah, berupa skripsi. Ada banyak teori 47 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 1, 2023 dan beberapa materi dari buku, jurnal, majalah, dan ensiklopedia online terbaru. Hal ini menyebabkan siswa mudah terdeteksi menjiplak karena banyak copy paste tanpa memparafrasekan kalimat yang diambil dari internet. Dari penjelasan di atas, ada berbagai faktor yang melatarbelakangi terjadinya praktik plagiarisme di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, peran dosen sangat penting dalam menghindari praktik plagiarisme mahasiswa. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pelatihan peran dosen menghindari plagiat ini ini secara umum terdiri atas tiga tahap yakni tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan respon peserta sebagai refleksi diri. Tahap perencanaan meliputi penyusunan materi pelatihan dan pengembangan perangkat pelatihan, serta melakukan analisis kebutuhan peserta. Tahap selanjutnya yakni pelaksanaan kegiatan terdiri atas proses pemberian materi pelatihan peran dosen menghindari plagiat. Tahap selanjutnya yakni refleksi diri yang dilakukan terkait bagaimana respon dosen mengenai perannya sebagai pihak yang bertanggungjawab mengedukasi mahasiswa mengindari plagiat. Kami melakukan kegiatan pelatihan peran dosen menghindari plagiat ini dengan mengamati dan mewawancarai lima dosen Fakultas Pertanian dari Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan Selatan untuk investigasi peran dosen dalam meminimalkan praktik plagiarisme mahasiswa. Data yang kami peroleh dari para peserta, kemudian dianalisis secara Analisis kualitatif adalah aktivitas mental dan fisik aktif untuk mengidentifikasi pola dalam data dan mengartikulasikan keterkaitan mereka (Saldana &. Omasta, 2. Kami mencatat hasil observasi dan wawancara dan menyimpulkan seperti yang kami sajikan dalam paper ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kebutuhan Pelatihan Sebelum menyampaikan materi pelatihan, peserta menjawab dua peran penting dosen dalam upaya menghindari plagiat. Peran dosen mempromosikan kejujuran akademik kepada mahasiswa untuk menghindari praktik plagiarisme didasarkan pada pendapat ahli seperti Stephens (Stephens, 2. Setiap dosen wajib memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait plagiarisme bahwa hal tersebut merupakan kejahatan akademik yang harus dihindari. Dalam analisis kebutuhan ini, sangat tampak bahwa dosen aktif hanya mempromosikan kejujuran akademik, sementara dosen kurang berperan dalam menyampaikan informasi konsekuensi melakukan tindakan plagiat. Pelatihan Peran Dosen Menghindari Plagiat 48 Peran Dosen dalam Menghindari Plagiat Mempromosikan konsekuensi plagiarisme Mempromosikan kejujuran akademik Gambar 1: Analisis Kebutuhan Peran Dosen dalam Menghindari Plagiat Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, tim pengabdi menyusun materi pelatihan agar dosen menyadari pentingnya peran dosen dalam upaya mengajak mahasiswa menghindari plagiat. Dosen tidak hanya menganjurkan pentingnya menjaga kejujuran dalam menulis tetapi juga menyampaikan konsukuensi jika terbutki melakukan tindakan plagiat. Pelaksanaan Pelatihan Dalam pelaksanaan pelatihan ini, tim pengabdi menyampikan perlunya ditetapkan sanksi hukum yang tepat dan terukur terkait plagiarisme. Plagiarisme juga menafikan etika dan budaya akademik moral dan etika, sehingga layak mendapat sanksi administratif yang sama. Namun, jika plagiarisme masih terdeteksi, maka akan diberikan sanksi yang lebih berat, yaitu penurunan Hal ini sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010 (Departemen Pendidikan Nasional, 2. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek avoidive pada mahasiswa sehingga dosen dapat terhindar dari plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah. Namun, plagiarisme harus diselesaikan secara internal di kampus terlebih dahulu dengan mengedepankan prinsip pendidikan. Tindakan plagiarisme yang terekspos ke publik akan masyarakat memberikan sanksi sosial yaitu kecaman dan hinaan yang tentunya membuat masyarakat tidak menghormati lembaga pendidikan. Gambar 2 di bawah adalah tangkapan layar sesi ceramah dan tanya jawab dari tim pengabdi. Gambar 2. Dokumentasi Pelatihan Sesi Ceramah Tanya Jawab 49 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 1, 2023 Melalui pelatihan ini juga, pengabdi menekankan bahwa plagiarisme adalah tindakan mengerikan yang harus benar-benar dihindari. Dalam mempromosikan kejujuran akademik, dosen menjelaskan konsekuensi yang akan diterima ketika mahasiswa terdeteksi menjiplak. Dalam kode etik karya ilmiah, seorang penulis harus jujur dalam mencantumkan sumber Plagiarisme adalah pencurian kreativitas intelektual karena tidak adanya kejujuran. Sementara itu, maraknya plagiarisme merupakan dampak dari hancurnya bangunan kejujuran. Mempromosikan kejujuran akademik harus diintegrasikan ke dalam penulisan akademik (Eret Ok, 2. Tim pengabdi juga menyampaikan bahwa dosen harus memiliki kejujuran akademik dan kemampuan menulis akademik yang tinggi. Jika karakter dosen tegas, disiplin, teliti, dan kritis, maka mahasiswa akan lebih berhati-hati dalam mengerjakan tugasnya. Jika dosen memiliki kejujuran, maka akan berdampak positif bagi mahasiswanya dan dapat mengarahkan mahasiswa untuk terhindar dari plagiarisme pada karya tulis ilmiah. Setiap dosen memiliki cara yang berbeda-beda untuk menghindari praktik plagiarisme sesuai dengan jenis penulisan Dosen dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menghindari plagiarisme melalui praktik (Estow et al. , 2. Respon Peserta Di akhir kegiatan pelatihan, peserta diminta menuliskan komentar melalui google form. Semua komentar yang masuk ke tim pengabdi diberi dianalisa dan disimpulkan menjadi beberapa hal penting yang diharapkan memberi kontribusi dalam upaya mengetahui peran dosen untuk menghindari plagiat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dosen dalam menghindari praktik plagiarisme mahasiswa dalam penulisan makalah atau tesis antara lain: Memberikan pemahaman tentang penulisan karya ilmiah mengikuti manual penulisan ilmiah dan pemahaman tentang plagiarisme dalam konteks intelektual yang harus dihindari mahasiswa. Hal ini dapat dilakukan di awal bimbingan atau setiap pertemuan antara dosen dan mahasiswa karena pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang belum memahami bagaimana menulis karya ilmiah yang baik dan benar sesuai pedoman penulisan karya ilmiah atau tesis (Cuschieri et al. , 2. Meningkatkan budaya membaca siswa untuk memperluas pengetahuan mereka dengan menyediakan buku referensi dan artikel jurnal untuk menyelesaikan tugas mereka. Dengan upaya tersebut, praktik plagiarisme mahasiswa diharapkan dapat berkurang (Adhikari, 2. Membantu dalam bentuk penghormatan sesuai dengan tugas yang diberikan akan meningkatkan semangat siswa untuk menyelesaikan tugasnya sesuai ketentuan yang ditetapkan. Mewajibkan mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam forum diskusi tentang etika Dalam diskusi dengan materi tentang etika publikasi, siswa akan belajar berpikir kritis dan meningkatkan pikiran mereka untuk mengutip dengan sumber referensi yang jelas (Lipson, 2. Menugaskan studi lapangan secara langsung, seperti membuat laporan plagiarisme. Dengan adanya tugas tersebut, mahasiswa akan mengungkapkan hasil pengamatannya di lapangan dalam tulisannya. Sehingga siswa tidak akan mudah copy-paste materi dari internet dan buku. Ajari siswa tentang parafrase kalimat yang harus dilakukan untuk menghindari tindakan Dalam menulis karya ilmiah, mahasiswa dituntut untuk kreatif, yaitu menciptakan ide-ide baru dan karya-karya baru yang bermanfaat. Ketika siswa mengutip Pelatihan Peran Dosen Menghindari Plagiat 50 karya orang lain, mereka harus mengambil ide atau gagasan hanya kemudian harus berpikir kreatif untuk memparafrasekan kalimat yang dikutip (Liu et al. , 2013. Shi, 2. Dosen mewajibkan mahasiswa mengunggah paper atau tugas dalam bentuk soft file agar mudah mengecek plagiarismenya. Bimbingan online adalah dengan cara mahasiswa mengirimkan hasil tulisannya dalam soft file melalui email atau google classroom untuk memudahkan dosen dalam melakukan feedback penilaian (Halgamuge, 2. Dosen menyeleksi judul tesis. Pada awal penulisan tesis, dosen menyeleksi judul tesis dan mewawancarai mahasiswa tentang mengapa memilih judul tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi apakah judul tersebut merupakan hasil pemikiran dari mahasiswa atau hanya plagiarisme dari karya orang lain. Dan untuk memulai penulisan tesis, mahasiswa sudah memiliki konsep yang jelas yang akan ditulis (Oliver, 2. Periksa kutipan dan referensi artikel atau tesis (Lipson, 2. Jika mahasiswa masih menggunakan cara manual dalam menelusuri dan mengelola referensi, maka dosen dapat memberikan pelatihan atau mengundang dosen lain untuk memberikan pelatihan pencarian dan pengelolaan referensi. Dosen sebagai pembimbing penasehat akademik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan (Drake et al. , 2. Dengan bimbingan yang teratur dan teratur antara dosen dan mahasiswa, dosen akan dengan mudah mengoreksi hasil penulisan skripsi mahasiswa dan merevisi jika terdeteksi menjiplak KESIMPULAN Plagiarisme yang terjadi di ranah akademik, khususnya pada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas berupa karya ilmiah atau skripsi, masih sering terjadi. Ini didasarkan pada beberapa faktor di baliknya. Apalagi disinilah pentingnya peran dosen dalam bersikap dan bertindak untuk menghindari praktik plagiarisme mahasiswa. Upaya yang dilakukan dosen dalam meminimalisir praktik plagiarisme mahasiswa antara lain: memberikan pemahaman tentang karya tulis ilmiah dan pemahaman plagiarisme, meningkatkan budaya baca mahasiswa, mewajibkan mahasiswa berpartisipasi aktif dalam forum diskusi, memberi, mengajar mahasiswa tentang parafrase kalimat, mengimbau agar tidak langsung membuat kutipan, meningkatkan pengambilan penghormatan dari buku cetak, mengikuti kelas online untuk mengecek plagiarisme. Memberikan tugas berupa review tertulis, pemilihan judul artikel, pemberian referensi jurnal bagi mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA