JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 STRATEGI PEMBERDAYAAN ANAK ASUH MELALUI KETERAMPILAN HIDROPONIK DI LEMBAGA YAYASAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK (PSAA) DAARUL HASANAH KARAWANG Dini Handayani1. Sutarjo2. Nia Hoerniasih3 1,2,3 Universitas Singaperbangsa Karawang. Jawa Barat. Indonesia dinihandayani966@gmail. com, 2Sutarjo@staff. id, 3nia. hoerniasih@staff. Received: Juli, 2024. Accepted: September, 2024 Abstract Empowering foster children is a very important step in efforts to reduce poverty. Efforts to empower foster children are a concern for partnership and equality from those who have developed to those who have not yet developed. This research aims to determine the process and results of empowering foster children through hydroponic skills. The location of the research was at the Daarul Hasanah Child Care Social Institution (PSAA) Foundation. Karawang Regency. The research method used was a qualitative descriptive method with research subjects namely the manager, supervisor and 3 foster children who took part in hydroponic activities. Data collection techniques through observation, interviews and documentation studies. The research results show that foster children gain an in-depth understanding of hydroponic techniques, including how to care for plants, regulate nutrition, and manage the growing environment for plants without soil. Through hands-on practice caring for hydroponic plants, foster children develop practical skills such as technical expertise in caring for plants, and foster children learn to be responsible for caring for their plants. The Daarul Hasanah Karawang Children's Social Home has successfully implemented a strategy to empower foster children through learning hydroponic skills. Through this program, foster children not only gain practical knowledge about agriculture as well as new skills that are relevant in this modern era. First, foster children can gain knowledge about innovative farming techniques. Second, they learn to appreciate the agricultural process. Keywords: Hydroponic Skills. Empowerment of Foster Children Abstrak Pemberdayaan anak asuh merupakan langkah yang sangat penting bagi upaya pengurangan penduduk miskin, upaya pemberdayaan anak asuh merupakan kepedulian dalam kemitraan dan kesetaraan dari pihak yang sudah maju kepada pihak yang belum berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pemberdayaan anak asuh melalui keterampilan hidroponik. Lokasi penelitian dilakukan di Lembaga yayasan panti sosial asuhan anak (PSAA) daarul hasanah kabupaten Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu pengelola, pembimbing dan 3 orang anak asuh yang mengikuti kegiatan hidroponik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Anak asuh mendapatkan pemahaman mendalam tentang teknik hidroponik, termasuk cara merawat tanaman, mengatur nutrisi, dan mengelola lingkungan tumbuh tanaman tanpa Melalui praktik langsung merawat tanaman hidroponik, anak asuh mengembangkan keterampilan praktis seperti keahlian teknis dalam merawat tanaman, dan Anak asuh belajar untuk bertanggung jawab atas perawatan tanaman mereka. Panti Sosial Asuhan Anak Daarul Hasanah Karawang telah berhasil mengimplementasikan strategi pemberdayaan anak asuh melalui pembelajaran keterampilan hidroponik. Melalui program ini, anak asuh tidak hanya mendapatkan pengetahuan praktis tentang pertanian juga keterampilan baru yang relevan di era modern ini. Pertama, anak asuh dapat memperoleh pengetahuan tentang teknik bercocok tanam yang inovatif. Kedua, mereka belajar untuk menghargai proses pertanian. Kata Kunci: Keterampilan Hidroponik. Pemberdayaan Anak Asuh Volume 7. No. September 2024 pp 408-415 How to Cite: Handayani. Sutarjo,S. , & Hoerniasih. Strategi Pemberdayaan Anak Asuh Melalui Keterampilan Hidroponik Di Lembaga Yayasan Panti Sosial Asuhan Anak Daarul Hasanah Karawang. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 408-415. PENDAHULUAN Pemberdayaan mempunyai arti yang sangat luas. Pemberdayaan dapat dimaknai sebagai suatu proses menuju berdaya, atau proses untuk memperoleh daya, kekuatan atau kemampuan, dan atau proses pemberian daya, kekuatan atau kemampuan dari pihak yang memiliki daya kepada pihak yang kurang atau belum berdaya (Ambar Teguh, 2017 : . Anak asuh merupakan generasi muda dan penerus bangsa di masa depan yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan negara. Usia mereka masih muda sehingga memerlukan perhatian semua pihak terutama untuk mempersiapkan masa depan. Hal ini mengacu pada konsep pengajaran kecakapan hidup. Meskipun manfaat pendidikan adalah untuk memampukan mereka menghadapi dan memecahkan permasalahan hidup, namun mereka memerlukan kemampuan untuk hidup mandiri. Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh tempat atau lingkungan di mana ia berada. Keluarga adalah tempat terbaik di mana orang tua menjamin kasih sayang, pendidikan yang layak, dan kebutuhan sehari-hari. Realitas kehidupan sosial adalah tidak semua orang tua memiliki kapasitas dan kemampuan penuh untuk memenuhi kebutuhan dasar anak dan menjamin kesejahteraannya. Perkembangan pendidikan generasi muda sebagai penerus kepemimpinan Bangsa Indonesia, nampaknya belum menunjukkan hasil yang signifikan. Krisis multidimensi yang masih melanda negara ini, harus diakui masih menyisihkan banyak persoalan, diantaranya disebabkan oleh faktor kemiskinan baik miskin harta . , miskin ilmu, miskin iman dan sebagainya (Abdul Wahid dalam Patinegara, 2010:. Hal ini tidak sesuai dalam sistem pendidikan Nasional di Indonesia, bahwa pendidikan Nasional berdasarkan pancasila dan UU No. Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertannggung jawab. Masa yang terjadi pada anak-anak begitu penting dan mempunyai pengaruh untuk membentuk rasa tanggung jawab yang wajib dimiliki oleh anak, sebagai landasan kehidupannya pada masa yang akan datang. Karena mengingat bahwa karakter anak tumbuh dan berkembang berbeda baik secara jasmani maupun rohani, maka dengan itu pendidikan karakter bertanggung jawab itu sangat diperlukan. Membimbing dan membentuk rasa tanggung jawab . ense of responsibilit. pada anak yatim sangat penting karena mereka merupakan salah satu aset yang penting bagi negara dan akan menjadi generasi selanjutnya. Dalam Undang-Undang No. tentang perlindungan anak pada pasal 1 ayat 10 adalah Auanak asuh adalah anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga, untuk diberikan bimbingan pemeliharaan, perawatan, pendidikan, dan kesehatan, karena orang tuanya atau salah satu orang tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang anak secara wajarAy. Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan bahwa pemberdayaan anak asuh melalui kegiatan keterampilan hidroponik di panti asuhan anak daarul hasanah karawang, dalam pelaksanaannya 410 Handayani. Sutarjo & Hoerniasih. Strategi Pemberdayaan Anak Asuh Melalui Keterampilan Hidroponik Di Lembaga Yayasan Panti Sosial Asuhan Anak Daarul Hasanah Karawang dapat berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu adanya peningkatan keterampilan menanam hidroponik melalui media diantaranya dengan menggunakan metode Nutrient film Technique dan system wicks. Salah satu system hidroponik adalah NFT atau Nutrient Film Technique. Dimana akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi dangkal serta tersirkulasi sehingga kebutuhan air, oksigen dan nutrisinya tecukupi. Dalam system NFT tamanan akan ditaruh pada pipa PVC dalam posisi menggantung. Alat yang digunakan diantaranya yaitu hole saw, mesin bor, penggaris atau meteran, gergaji, cutter, spidol, pipa paralon, selang, bak nutrisi. Hidropomik sumbu . adalah salah satu metode hidroponik yang sederhana dengan menggunakan sumbu sebagai penghubung antara nutrisi dan pengakaran pada media tanam, alat yang digunakan diantaranya yaitu pompa air, selang, perangkat hodroponik, sprayer. TDS meter. Ph meter, timbangan analitik, gelas ukur, alat tulis. Dari uraian latar belakang permasalahan tersebut diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuStrategi Pemberdayaan Anak Asuh Melalui kegiatan hidroponik di Lembaga panti asuhan anak daarul hasanah karawangAy. METODE Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif dengan pendekatan yang berupaya memahami fenomena yang dialami responden. Pendekatan yang dilakukan dengan beberapa pertimbangan adalah bersifat fleksibel, tidak terlalu rinci, tidak berfungsi untuk mengidentifikasi konsep, dan memberikan ruang perubahan seiring dengan ditemukannya fakta-fakta yang lebih mendasar, menarik dan terutama signifikan di lapangan akan tetapi menyangkut pendeskripsian, penguraian dan penggambaran suatu masalah yang sedang terjadi, yaitu tentang proses srategi pemberdayaan anak asuh melalui keterampilan hidroponik dilembaga yayasan oanti sosial asuhan anak (PSAA) Daarul Hasanah Karawang. Menurut Sugiyono . , penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Lokasi penelitian ini dilakukan di lembaga yayasan panti sosial asuhan anak (PSAA) daarul hasanah yang beralamat di Jl. Suhud Hidayat no. 7 Gorowong Kaum, kel. Adiarsa Timur. Kec. Karawang Timur. Kabupaten Karawang. Jawa Barat. subjek penelitian yaitu pengelola, pembimbing dan 3 orang anak asuh yang mengikuti kegiatan hidroponik. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Observasi digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan secara langsung yang dilakukan oleh peneliti mengenai proses tahapan pemberdayaan keterampilan Wawancar digunakan untuk Untuk memperoleh data yang obyektif, penulis mewawancarai untuk memperoleh gambaran dan kegiatan yang nyata mengenai sikap dan perilaku informan untuk menanyakan bagaimana proses dsn hasil dalam pemebrdayaan keterampilan hidroponik. Studi dokumentasi digunakan untuk memperoleh informasi melalui referansi dan dokumen-dokumen yang sudah tersedia. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis data kualitatif adalah sebagai berikut. pengumpulan data,. reduksi data . penyajian data dan . penarik kesimpulan dan verifikasi (Miles & huberman, 1. Volume 7. No. September 2024 pp 408-415 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dalam penelitian ini dapat ditemukan beberapa hasil terkait strategi pemberdayaan anak asuh melalui kegiatan tanaman hidroponik dan hasil dari kegiatan tanaman hidroponik sebagai berikut : Tahap Penyadaran Pada tahap ini, anak asuh diberikan pencerahan serta penguatan nilai-nilai untuk melakukan suatu kegiatan yang bermanfaat untuk dikehidupannya di rumah ketika sudah lulus di panti asuhan nanti, salah satunya adalah keterampilan hidroponik. Sebelum anak asuh melaksanakan kegiatan program hidroponik pihak panti asuhan memberikan workshop terhadap pengasuh dan beberapa anak asuh yang mengikuti kegiatan tersebut, mereka diberi pencerahan mengenai pentingnya budidaya hidroponik dan mencoba mengubah sudut pandang anak asuh mengenai program hidroponik serta memberi penguatan nilai-nilai moral, pemahaman dan mental. Tahap Peningkatan Kapasitas Peningkatan kapasitas yang dilakukan dalam pemberdayaan budidaya hidroponik tersebut adalah melalui dengan adanya kegiatan budidaya hidroponik yang dilakukan dapat menambah keterampilan anak asuh yang dibimbing langsung oleh pengurus dari panti asuhan anak daarul hasanah yaitu ustad nasrulloh. Pada tahap ini anak-anak diberikan materi tentang budidaya hidroponik dan langusng mempraktikan langsung setelah materi tersebut diberikan oleh tutor/ Proses peningkatan kapasitas dimulai dengan pelatihan dasar mengenai hidroponik, yang mencakup teori dan praktik. Pembimbing dan beberapa anak asuh mengikuti workshop selama beberapa minggu untuk mendalami proses menanam hidroponik yang benar dan sesua arahannya, agar dapat diaplikasikan ke dalam program hiroponik yang diadakan di dalam panti asuhan daarul hasanah. Kegiatan budidaya hidroponik dilakukan setiap hari rabu pada sore hari antara jam 4-5 sore dengan tingkat SMP dan SMA. Materi yang diberikan oleh Yayasan Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Daarul Hasanah kepada anak asuhnya antara lain ialah, cara menyiapkan alat dan bahan, memilih benih hidroponik, melakukan penyemaian benih, menyiapkan larutan nutrisi, mengamati proses pindah tanam, merawat dan memperhatikan dalam proses pertumbuhannya hingga membuahkan hasil yang baik. Tahap Pendayaan Pada tahap pendayaan, yakni anak-anak asuh diberikan kesempatan, diberikan daya atau kekuasaan untuk melakukan kegiatan budidaya hidroponik sesuai dengan apa yang telah diberikan oleh pihak yayasan selaku fasilitator dari adanya pelatihan-pelatihan serta fasilitas yang telah diberikan yang dibutuhkan oleh anak-anak. Adapun hasil dari Pemberdayaan Anak Asuh melalui keterampilan hidroponik di lembaga Yayasan panti sosial asuhan anak daarul hasanah: Tumbuhnya pengetahuan dan pemahaman khususnya dalam berbudidaya tanaman 412 Handayani. Sutarjo & Hoerniasih. Strategi Pemberdayaan Anak Asuh Melalui Keterampilan Hidroponik Di Lembaga Yayasan Panti Sosial Asuhan Anak Daarul Hasanah Karawang . Tumbuhnya kemandirian atau menguasai keterampilan yang dibuktikan dengan mereka berbudidaya di rumah masing-masing dan diberikan fasilitas atau sumber daya oleh pihak Yayasan meskipun belum semuanya mendapatkan fasilitasnya karena masih dalam proses untuk bisa memberikan fasilitas itu secara merata kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan ini. Pembahasan Analisis Strategi Pemberdayaan Anak Asuh Melalui Keterampilan Hidroponik Pemberdayaan masyarakat dapat dikatakan berhasil apabila dilakukan sesuai dengan tahaptahap pemberdayaan yang sudah semestinya dilakukan, berdasarkan pemberdayaan anak asuh yang dilakukan di Yayasan Panti sosial asuhan anak daarul hasanah melalui tiga tahap, diantaranya ialah : Tahap penyadaran Tahap pemberdayaan yang pertama dilakukan adalah penyadaran. Tahap penyadaran pada dasarnya dilakukan untuk menyadarkan Masyarakat yang akan diberdayakan, tujuannya adalah agar masyarakat sadar bahwa mereka sebenarnya memiliki potensi dan usaha untuk Langkah awal yang dilakukan oleh pihak Yayasan ialah memberikan pencerahan maupun motivasi kepada anak asuh sebelum mereka melakukan kegiatan budidaya hidroponik. Pencerahan yang diberikan ialah dengan mengubah sudut pandang anak asuh mengenai budidaya hidroponik. Dengan motivasi serta sudut pandang yang diberikan panti asuhan daarul hasanah krpada anak asuhnya mengenai budidaya hidroponik sangatlah penting, hal ini dikarenakan dengan adanya kesadaran anak asuh mengenai pentingnya berbudaya hidroponik, anak asuh akan lebih termotivasi dan semangat dalam melakukan kegiatan budidaya hidroponik tersebut. Pada tahap penyadaran terdapat straetgi seperti memberikan motivasi dan pengarahan mengenai penting dan menguntungkannya melakukan budidaya hidroponik. Tahap peningkatan kapasitas Proses pemberdayaan pada kedua yaitu pengkapasitasan dimana dalam prosesnya pengkapasitasan bertujuan memampukan masyarakat untuk memperoleh keterampilan dan peluang dari kegiatan pemberdayaan. Peningkatan kapasitas ini melibatkan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak asuh sehingga mereka mampu mandiri dan berkontribusi positif bagi Masyarakat. Pada tahap peningkatan kapasitas ini, anak-anak asuh yang mengikuti kegiatan budidaya hidroponik sudah melakukan tahap tersebut dengan baik, setelah adanya kesadaran yang dimiliki, dilanjutkan dengan adanya peningkatan kapasitas sehingga anak-anak dapat meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Pada peningkatan kapasitas ini anak-anak dibimbing oleh tutor/pendamping dari Yayasan, dengan adanya penyuluhan, pelatihan serta bimbingan yang dilakukan di tempat kegiatan budidaya hidroponik yakni di halaman yang telah disediakan untuk kegiatan berhidroponik, terkait dengan kegiatan pemberdayaan anak asuh melalui budidaya hidroponik. Pada pelatihan ini anak asuh diberikan tanggung jawab untuk mengelola sistem hidroponik secara bergantian guna untuk mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari dalam Volume 7. No. September 2024 pp 408-415 mengelola hidroponik. Pada pelatihan tersebut anak-anak merespon baik, dan sangat antusias untuk memahami pelatihan yang diberikan. Tahap pendayaan Proses pemberdayaan yang terakhir ialah tahap pendayaan, masyarakat diberikan pendayaan yaitu pemberian daya, kekuasaan, dan peluang sesuai dengan kecakapan yang diperolehnya yaitu hasil dari proses pengkapasitasan. Artinya tahap dimana masyarakat diberi peluang sesuai kemampuan melalui partisipasi aktif dan berkelanjutan dengan memberikan peran yang lebih besar pada masyarakat sesuai kapasistas dan kapabilitas. Tahap ini adalah tahap setelah adanya tahap kesadaran serta peningkatan kapasitas dengan adanya pengetahuan, pelatihan, bimbingan serta fasilitas untuk melakukan suatu kegiatan pemberdayaan anak asuh di Yayasan daarul hasanah, kemudian anak-anak diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan serta pelatihan yang telah dimiliki untuk dapat meningkatkan kemampuan anak-anak dalam berbudidaya hidroponik. Tahap dimana anak-anak diberi peluang sesuai kemampuan melalui partisipasi aktif dan berkelanjutan dengan memberikan peran yang lebih besar pada anak yatim yang diberdayakan di Yayasan sesuai kapasistas dan kapabilitas. Upaya pemberdayaan yang dilakukan dalam tahap pendayaan yaitu fasilitator, praktik lapangan, pendampingan, pengembangan keterampilan pemasaran, monitorinh, dan dukungan psikososial, diharapkan anak asuh dapat mengembangkan keterampilan yang berguna dan memperoleh kemandirian di masa depan. Analisis Hasil Kegiatan Budidaya Hidroponik Di Yayasan Panti Sosial Asuhan Anak Daarul Hasanah Pada proses pemberdayaan anak asuh melalui kegiatan hidroponik tersebut memunculkan beberapa pencapaian dampak dari kegiatan hidroponik yang telah dilakukan anak asuh yang akan dijadikan pengalaman kerja untuk mereka dimana mayoritas dari kalangan tidak mampu, sehingga menjadikan mereka lebih mandiri dan produktif. Adapun hasil dari kegiatan pemberdayaan anak asuh yang dilakukan oleh Yayasan panti sosial asuhan anak daarul hasanah adalah sebagai berikut : Meningkatkan pengetahuan serta wawasan dalam berbudidaya Dengan mengikuti kegiatan hidroponik ini anak asuh dapat mengetahui pemahaman tentang teknik Bertani tanpa tanah, yang merupakan pertanian modern dan ramah lingkungan. Tumbuhnya keterampilan dan kemandirian Keterampilan pada dasarnya memiliki tujuan agar anak asuh mempunyai kemampuan dalam upaya mencukupi kebutuhan hidupnya kelak. Keterampilan ini selain memberikan dan mencukupi kebutuhan finansial mereka tetapi juga memiliki manfaat pribadi terhadap anak KESIMPULAN Strategi pemberdayaan anak asuh melalui keterampilan hidroponik Merupkan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak asuh yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan perekonomian. Melalui program ini, anak asuh tidak hanya mendapatkan pengetahuan praktis tentang pertanian modern tanpa tanah, tetapi juga mengembangkan keterampilan baru yang relevan di era modern ini. 414 Handayani. Sutarjo & Hoerniasih. Strategi Pemberdayaan Anak Asuh Melalui Keterampilan Hidroponik Di Lembaga Yayasan Panti Sosial Asuhan Anak Daarul Hasanah Karawang Pemberdayaan melalui keterampilan hidroponik memberikan banyak manfaat. Pertama, anak asuh dapat memperoleh pengetahuan tentang teknik bercocok tanam yang inovatif, yang mungkin tidak mereka dapatkan di lingkungan lain. Kedua, mereka belajar untuk menghargai proses pertanian dan pentingnya keberlanjutan pangan, yang menjadi kompetensi berharga dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, program ini juga membantu anak asuh untuk mengembangkan sikap mandiri dan bertanggung jawab. Melalui perawatan tanaman hidroponik, mereka belajar tentang kedisiplinan, keuletan, dan pemecahan masalah, yang merupakan keterampilan penting untuk kemajuan pribadi dan profesional mereka di masa depan. Secara keseluruhan, strategi ini tidak hanya memberdayakan anak asuh secara individual, tetapi juga meningkatkan potensi mereka untuk menjadi anggota masyarakat yang lebih produktif dan berkontribusi secara positif terhadap lingkungan mereka. Dengan melanjutkan dan mengembangkan program ini. Yayasan Panti Sosial Asuhan Anak Daarul Hasanah Karawang dapat terus memperluas dampak positifnya dan menjadi contoh bagi lembaga sejenis dalam memberdayakan anak asuh melalui pendekatan edukasi yang inovatif dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Lembaga Yayasan Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Daarul Hasanah Karawang yang telah mengizinkan peneliti untuk melakukan penelitian di tempat tersebut. Tidak lupa peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada teman-reman yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA