JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN APD SAAT PANDEMI COVID-19 DI PAPANGGO RT13/RW05 Labora Sitinjak. Amelia. Lailatul. Dosen Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya . Mahasiswa Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya . Mahasiswa Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya . Email: laborasitinjak@gmail. ABSTRAK : Caring atau kepedulian masyarakat merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan, caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh Sampai saat ini sebagian masyarakat kurang peduli terhadap pentingnya alat pelindung diri seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan prosedur yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan situasi yang hendak diteliti dengan dukungan studi kepustakaan sehingga lebih memperkuat analisa peneliti dalam membuat suatu kesimpulan . Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepedulian masyarakat terhadap penggunaan APD saat pandemi Covid-19 melalui umur, pendidikan, dan jenis kelamin. Sample dalam penelitian menggunkan total sampling, sampel masyarakat kelurahan Papanggo Rt13/Rw05 dalam menerapkan kepedulian menggunakan APD. Kata Kunci: Demam. Manfaat Daun Kemangi. LATARBELAKANG Caring menurut Watson . dikutip dari Poer & Perry . merupakan sentral praktik keperawatan dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap pasien. Aspek utama caring dalam analisis meliputi pengetahuan, penggantian irama . elajar dari pengalama. , kesabaran, kejujuran, rasa percaya, kerendahan hati harapan dan memberi perhatian dan konsen, menghormati orang lain dan kehidupan manusia. Dalam keperawatan caring merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan. Ada beberapa definisi Caring yang diungkapkan para ahli keperawatan: Watson . yang terkenal Theoryof Human Caring, mempertegas bahwa caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk Marriner dan Tomey . menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan kemanusiaan inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal Caring bukan semata-mata perilaku kepedulian masyarakat menjadi salah satu kunci untuk melawan dampak pandemi Covid-19 karena sangat banyak manusia terdampak dengan kondisi wabah ini untuk itu masyarakat harus peduli di mengulurkan tangan membantu yang terdampak terutama dalam pemenuhan sehari-hari. Jika kepedulian cukup baik kita akan bisa melalu wabah Covid-19. (Lily, 2. Sampai saat ini sebagian masyarakat kurang peduli terhadap pentingnya alat pelindung diri dan mencuci tangan dengan prosedur yang telah ditetapkan. Oleh karena itu kami mengambil judul AuTingkat penggunaan APD saat pandemi Covid-19Ay untuk mengedukasi masyarakat tentang 33 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 pentingnya memakai APD saat keluar rumah atau saat beraktivitas (WHO, 2. Alat pelindung diri (APD) adalah seperangkat perlengkapan yang berfungsi untuk melindungi penggunanya dari bahaya atau gangguan kesehatan tertentu misalnya infeksi virus atau bakteri, bila digunakan dengan benar alat pelindung diri (APD) mampu menghalangi masuknya virus atau bakteri ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, atau kulit. pelindung diri (APD) sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya baik yang bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik dan lain lain. Alat pelindung diri merupakan salah satu bentuk upaya dalam menanggulangi resiko terpaparnya suatu penyakit dan resiko saat (Kemenkes, 2. Namun pada kenyataanya alat pelindung diri tidak selalu dikenakan masyarakat pada saat beraktivitas dan bekerja diluar lingkungan, banyak ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD). hal tersebut bisa dikarenakan oleh faktor ekonomi yang kurang mendukung dan juga faktor pengetahuan penggunaan APD dan masih banyak juga masyarakat yang tidak patuh terhadap peraturan-peraturan yang Penggunaan alat pelindungan diri (APD) untuk memberikan perlindungan terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya yang dihadapi seperti percikan kontak langsung ataupun tidak langung tidak menimbulkan bahaya tambahan, tidak mudah rusak dan memenuhi standar sesuai petunjuk teknis dan tidak membatasi gerak petugas saat ini kebutuhan APD begitu tinggi sementara ketersediaan stok APD pada masa pandemi ini alat pelindung diri bukan saja dibutuhkan oleh dokter, perawat atau tenaga kesehatan lain tetapi juga pasien dan masyarakat luas (CNN Indonesia 2. Pada akhir tahun 2019 telah menjadi bencana yang pahit untuk seluruh dunia, duka mendalam bagi korban yang terkena dampak pandemi Covid-19 yang belum ada vaksin atau obat untuk menyembuhkan penyakit Covid-19 ini, bencana pandemi Covid-19 ini telah tersebar di penjuru seluruh negara bersitegas melawan Pandemi ini demi menyelamatkan manusia dari ancaman kematian Pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 ini terjadi pertama kali di negara China tepatnya di kota Wuhan pada bulan Desember 2019 dan menyebar ke penjuru dunia termasuk Indonesia, berdasarkan data worldmeter jumlah kasus positif Covid-19 di dunia saat ini sebanyak 757 pasien. Data itu merupakan update data pada tanggal 29 mei 2020. Kemudian data angka kematian pasien Covid-19 di dunia saat ini mencapai 291 jiwa sementara data orang yang dinyatakan sembuh sebanyak 4. jiwa dari Covid-19. orldmeter, 2. Bedasarkan data yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia saat ini jumlah kasus positif Covid-19, update data pertanggal 19 Juni 2020 yang positif 42. 762 jiwa, kemudian data kematian 2,339 jiwa, selain itu 923 jiwa dalam pengawasan (PDP) masih harus diawasi. Sebanyak 698 jiwa orang dalam pemantauan (ODP). Berdasarkan pemerintah untuk penanganan Covid-19 . Persebaran kasus positif Covid-19 terus meluas dan saat ini sudah menjangkau 435 kabupaten/kota. Pemeriksaan pada metode RT-PCR dan test cepat molekuler untuk diagnosa kasus positif Covid-19 dilakukan 650 spesimen, dalam sehari data gugus tugas yang dikumpulkan dalam 24 jam terakhir penambahan kasus baru dalam jumlah tinggi masih terjadi di beberapa provinsi epicentrum utama penularan Covid-19. (Addi M idhom, 2. Penyakit Covid-19 di kalangan masyarakat Indonesia disebabkan karena kontak dengan orang yang telah 34 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 terpapar virus sehingga percikan droplet terhirup oleh orang lain. Kontak dengan lingkungan yang telah terpapar seperti tempat umum juga bisa menyebabkan infeksi Covid-19 ini, karena virus ini dapat masuk melalui hidung, mulut, mata dengan tangan sebagai perantara. oleh karena itu handsanitizer penting dilakukan untuk penyakit Covid-19 sama dengan penyakit infeksi lainnya seperti SARS. MERS, dan flu biasa sehingga biasanya di bagian paruparu yang akan terkena lebih dahulu. seseorang diduga Covid-19 maka akan mengalami gejala klinis seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernafas yang muncul setelah 2 hari atau selama 14 hari setelah terpapar virus corona. bisa terinfeksi Covid-19 melalui percikanpercikan dari hidung atau mulut yang keluar saat manusia tersebut sudah terinfeksi Covid-19. percikan-percikan ini relatif berat. Perjalanannya tidak jauh dan jatuh ke tanah dengan cepat. Manusia dapat terinfeksi Covid-19 jika menghirup percikan manusia yang terinfeksi Covid19. (Kemenkes,2. METODE Penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan situasi yang hendak diteliti dengan dukungan studi kepustakaan sehingga lebih memperkuat analisa peneliti dalam membuat suatu kesimpulan Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kelurahan Papanggo Rt13/Rw05. Sample dalam penelitian menggunkan total sampling adalah Papanggo Rt13/Rw05 dalam menerapkan kepedulian menggunakan APD. HASIL PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang hasilnya akan berbentuk Data ini didapat setelah dilakukan pengolahahan data menggunakan software SPSS versi 21 dan manul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat penggunaan APD saat pandemi Covid-19 Papanggo RT13/RW05. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner sebanyak 20 responden. Penyebaran kuesioner dilakukan secara langsung kepada masing-masing responden. Dengan menggunakan skala guttman ( peduli atau Tidak pedul. Penelitian ini menggunakan variabel independen yang terdiri atas Tranlasi. Interpretasi dan Ekstrapolasi dan Dampak Penerapan Carative Caring Perawat. Karakteristik Responden Karakteristik responden digunakan untuk mengetahui keragaman dari responden menurut jenis kelamin. Hal ini agar dapat mengenai kondisi responden dan kaitannya dengan masalah dan tujuan penenilitan Tabel 4. 1 Karakteristik Responden Menurut JenisKelamin No JenisKelamin Responden Frekuensi Presentase (%) Laki-laki Perempuan Total Tabel 4. 1 di atas menunjukkan bahwa dari jumlah responden sebanyak 20, responden dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 1 orang . %), dan responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 19 orang . %). Berikut merupakan tingkat kepeduliaan masyarakat papanngo berdasarkan data demografi atau karakteristik responden: Tabel 4. 2 tingkat kepedulian masyarakat Papanggo terhadap penggunaan APD 35 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 Jenis Laki laki Perempu Nilai Presen Katego Sangat Tinggi Berdasarkan berjenis kelamin perempuan 87,4% dan jumlah responden berjenis kelamin lakilaki 100% . Tingkat Kepedulian Tingkat Kepeduliam Masyarakat Papanggo tentang Penggunaan APD Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Berdasarkan Karakteristik Responden. Pada tahap ini akan dijelaskan hasil dari tingkat kepedulian mamsyarakat terhadap penggunaan APD dalam menghadapi pandemi Covid-19 berdasarkan data demografi atau karakteristik responden. Dari 20 responden yang telah mengirim balik kuesioner dihasilkan data-data yang kemudian diolah untuk dinilai tingkat terhadap penggunaan APD. Tabel 4. 3 Tingkat Kepedulian Masyarakat Papanggo terhadap penerapan mencuci tangan dengan air mengalir/handsanitizer Jenis Kelamin Laki laki Nilai Presen Katego Sangat Perempu Tinggi Berdasarkan menggambarkan Tingkat Kepedulian Masyarakat Papanggo terhadap penerapan mengalir/handsanitizer berdasarkan jenis kelamin yaitu, jumlah kepedulian dengan responden yang berjenis kelamin perempuan 88,5% dan jumlah kepedulian dengan responden berjenis kelamin lakilaki 100% . PEMBAHASAN Karakteristik Responden Jenis kelamin Berdasarkan menggambarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 19 orang . %) dan berjenis kelamin laki-laki 1 orang . %), artinya laki-laki perempuan berbeda. Tingkat kepedulian masyarakat papanggo menggunakan APD masker Jenis kelamin laki laki Berdasarkan terhadap pengertian menggunakan masker yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin. laki-laki mendapatkan nilai yang tetap yaitu . %) dalam kategori tinggi. Artinya rata-rata jumlah jawaban peduli. Jenis kelamin perempuan Berdasarkan terhadap pengertian menggunakan masker yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin. perempuan mendapatkan nilai yang tetap yaitu . ,7%) dalam kategori sedang. Artinya rata-rata jumlah jawaban peduli dan tidak peduli. Tingkat kepedulian masyarakat Papanggo terhadap penerapan mencuci tangan dengan air mengalir atau handsanitizer Jenis kelamin laki-laki Berdasarkan terhadap pengertian mencuci tangan air dibedakan berdasarkan jenis kelamin. lakilaki mendapatkan nilai yang tetap yaitu . %) dalam kategori tinggi. Artinya ratarata jumlah jawaban peduli. Jenis kelamin perempuan Berdasarkan terhadap pengertian mencuci tangan air dibedakan berdasarkan jenis kelamin. perempuan mendapatkan nilai yang tetap yaitu . ,5%) dalam kategori sedang. 36 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 Artinya rata-rata jumlah jawaban peduli dan tidak peduli. Keterbatasan Penelitian Adanya keterbatasan waktu yang singkat dalam penelitian sehingga penulis kurang maksimal dalam menyelesaikan tugas Serta adanya Pandemi Covid-19 yang membuat terbatasnya interaksi sosial DAFTAR PUTAKA BBC NEWS. Corona Virus Confirmed as Pandemic by World Health Organization. BBC NEWS. Retrieved from Bernhard. St. Louis SAW the Deadly 1918 Spanish Flu Epidemic Coming. Shutting Down The City Saved Countless Lives. ST. LOUIS POSTDISPATCH. Retrieved from stltoday. CNN. March . Physical Distancing: Jaga Jarak Fisik. Bukan Putus Silahturahmi. CNN. Retrieved from Firmansyah. Noprianty. , & Karana. Perilaku Caring Perawat Berdasarkan Teori Jean Watson di Ruang Rawat Inap. Jurnal Kesehatan Vokasional. https://doi. org/10. 22146/jkesvo. Indrianingrum. Hubungan pengetahuan perawat tentang alat diri (APD) dan kepatuhan perawat Menggunakan alat pelindung diri (APD) di Ruang rawat inap Rumah Sakit Harum Jakarta Timur tahun 2015. Universitas Esa Unggul. KBBI. Data Demografi. Retrieved from kbbi. Nanang Dwi Novianto. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Pengecoran Logam PT. SINAR SEMESTA. JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT. Kemenkes. Pedoman Pencegahan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-. Germas Potter. Perry. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep. Proses, dan Praktik. Edisi 4. Volume 2. Alih Bahasa Renata Komalasari,dkk. Jakarta:EGC. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. R&D. Bandung: Alfabeta Sugiyono, . Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. R&D. Bandung: Alfabeta. WorldMaters. Coronavirus Cases : Deaths : Retrieved from https://w. info/coronaviru WHO. What are coronaviruses. COVID-19 and how are they related to SARS. Retrieved https://wa. me/41798931892?text=hi WHO. What are the symptoms of COVID-19. WHO. WHO Coronavirus disease (COVID-. Coronavirus Disease (COVID-. Outbreak Situation 37 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 38 | p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892