(JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. PENGARUH POLA ASUH DAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN FISIK DAN KOGNITIF ANAK STUNTING THE INFLUENCE OF PARENTING PATTERNS AND SOCIAL INTERACTIONS ON THE PHYSICAL AND COGNITIVE DEVELOPMENT OF STUNTED CHILDREN Info Artikel Diterima:13 September 2025 Direvisi:7 Desember 2025 Disetujui:30 Desember 2025 Nirva Rantesigi1. Agusrianto2. Rosamey Elleke Langitan3 Prodi Di Keperawatan Poso. Poltekkes Kemenkes Palu. Poso. Sulawesi Tengah. Indonesia Prodi DIV Keperawatan Palu. Poltekkes Kemenkes Palu. Palu. Sulawesi Tengah. Indonesia (E-mail penulis korespodensi: varantesigi@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Perkembangan kognitif pada anak stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian khusus. Faktor pengasuhan diduga kuat memengaruhi perkembangan tersebut, bahkan dalam kondisi stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh dan interaksi sosial terhadap perkembangan kognitif anak balita stunting di Desa Buyumpondoli. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilaksanakan diPosyandu Desa Buyumpondoli. Wilayah Kerja Puskesmas Tentena, pada 21-22 Juli 2025. Sebanyak 35 ibu yang memiliki balita stunting dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil: Sebagian besar responden berusia 20-30 tahun . ,4%), berpendidikan SMA . ,9%), dan bekerja di sektor swasta . ,1%). Pola asuh demokratis dominan diterapkan . ,3%). Namun, sebagian besar anak . ,3%) memiliki kemampuan kognitif yang tidak baik, meskipun interaksi sosialnya baik . ,6%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dan perkembangan kognitif . -value=0,. , dimana pola asuh yang baik meningkatkan peluang memiliki kognitif yang baik sebesar 2,6 hingga 3 kali. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dan perkembangan kognitif . -value=0,. Kesimpulan: Pola asuh merupakan faktor kritis yang berhubungan signifikan dengan perkembangan kognitif anak stunting. Diperlukan intervensi berbasis parenting education untuk memperkuat kualitas pola asuh demokratis, yang dikombinasikan dengan intervensi gizi dan kesehatan yang komprehensif untuk menangani stunting. Kata Kunci: Stunting. Perkembangan Kognitif. Pola Asuh. Interaksi Sosial. Balita. ABSTRACT Background: Cognitive development in stunted children is a public health issue that requires special Parenting factors are strongly suspected to influence this development, even in stunted Objective: This study aims to analyze the relationship between parenting patterns and social interaction on the cognitive development of stunted toddlers in Buyumpondoli Village. Method: This cross-sectional study was conducted at the Posyandu of Buyumpondoli Village, under the Tentena Health Center, on July 21-22, 2025. A total of 35 mothers with stunted toddlers were selected as Data was collected using a questionnaire. The data were statistically analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between variables. Results: The majority of respondents were aged 20-30 years . 4%), had a high school education . 9%), and worked in the private sector . 1%). The dominant parenting style applied was democratic . 3%). However, most children . 3%) had poor cognitive abilities, even though their social interactions were good . 6%). Statistical analysis showed a significant relationship between parenting styles and cognitive development . -value=0. , where good parenting increased (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. the chances of having good cognitive abilities by 2. 6 to 3 times. There was no significant relationship between social interaction and cognitive development . -value=0. Conclusion: Parenting style is a critical factor that significantly relates to the cognitive development of stunted children. Parenting education-based interventions are needed to enhance the quality of democratic parenting, combined with comprehensive nutrition and health interventions to address Keywords: Stunting. Cognitive Development. Parenting Patterns. Social Interaction. Toddlers. PENDAHULUAN Stunting, yang merupakan masalah pertumbuhan fisik dan perkembangan yang terhambat pada anak-anak, merupakan isu serius di banyak negara, termasuk di negara Stunting dapat memiliki dampak jangka panjang pada kualitas hidup anak-anak dan masa depan mereka. Pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada Angka prevalensi stunting di Kabupaten Poso pada tahun 2018 mencapai 26,2%, masih di bawah standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu di bawah 20%. 5,6 dan termasuk salah satu kabupaten/kota prioritas pencegahan stunting. Desa Buyumpondoli yang terletak di Kecamatan Puselemba merupakan salah satu desa lokus stunting tertinggi di Kabupaten Poso, dengan prevalensi stunting sebesar 23,86%. Pemerintah Kabupaten Poso telah menetapkan penanganan stunting sebagai program prioritas. Salah satu Program penangangan stunting dengan pendekatan keluarga berbasis kearifan lokal AuMosintuwu Mamporewu Balita StuntingAy yang artinya bersama Ae sama merawat balita stunting. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap stunting adalah kurangnya asupan nutrisi yang memadai, terutama protein hewani. Hal ini dapat disebabkan oleh mahalnya protein hewani sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah, juga kebiasaan makan yang lebih mementingkan sumber karbohidrat daripada protein. Poltekkes berkontribusi dalam upaya konvergensi penurunan stunting dengan melakukan penelitian dasar unggulan perguruan tinggi terkait stunting yang searah dengan program pemerintah kabupaten. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana pengaruh pola perkembangan fisik dan kognitif anak stunting. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh pola asuh dan interaksi sosial terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak stunting. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi pemerintah kabupaten Poso untuk memilih pendekatan yang tepat, efektif dan efisien dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Poso. METODE Desain Penelitian Pada penelitian ini menggunakan metode Jenis penelitian retrospektif dengan pendekatan cross sectional study sebuah deskriptif korelasi yang melihat hubungan antara variabel dependen dan independen. Populasi & Sampel Populasi adalah Balita Stunting di Desa Lantojaya berjumlah 25 orang. Sampel yang ditetapkan adalah total sampling. Yang menjad Responden adalah Orang tua anak penderita stunting dan balita stunting di lokus stunting di desa Lantojaya. Kriteria Inklusi Bersedia menjadi responden penelitian. Penderita stunting di tetapkan berdasarkan kriteria WHO. Tidak menderita penyakit lain yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Kriteria eksklusi Menderita penyakit lain Stunting, mengundurkan diri di tengah penelitian, tidak dapat memenuhi kesepakatan yang dibuat dengan peneliti. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan mempertimbangkan tujuan penelitian, sampel terpilih karena berada pada waktu dan situasi yang tepat. Besar sampel 25 orang. Derajat kemaknaan 1%, dan power test 99%. (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. Variabel Penelitian A Variabel Independen (Variabel bebas ) : Pola Asuh dan interaksi sosial. A Variabel Dependen (Variabel terika. Perkembangan Fisik dan Kognitif anak Stunting. Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Desa Lantojaya. Kec Poso Pesisir Kabupaten Poso. Waktu penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Mei d Juni 2025. Instrument Penelitian Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner Pola Asuh untuk mengukur pola asuh dan kuisioner Interaksi Sosial untuk mengukur pola interaksi social. Perkembangan fisik dan kognitif anak di ukur menggunakan kuisioner yang sudah di uji validitasnya dan telah digunakan dalam penelitian sebelumnya. Prosedur pengumpulan data Prosedur administrasi Mengajukan proposal penelitian dan ijin dari Poltekkes Kemenkes Palu. Selanjutnya mengajukan Ijin penelitian kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Poso. Setelah prosedur administrasi selesai, pengambilan data penelitian baru bisa dilaksanakan oleh peneliti. HASIL Gambaran Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 JuliAe22 Juli 2025 di Posyandu Desa Buyumpondoli Wilayah Kerja Puskesmas Tentena Kecamatan Pamona Pusulemba. Penelitian dilaksanakan setelah melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait yaitu Puskesmas Tentena dan pemerintah desa dan mendapatkan izin penelitian dari Dinas KesBangPol Kabupaten Poso. Hasil Penelitian Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Ibu Balita di Desa Buyumpondoli Wilayah Kerja Puskesmas Tentena Variabel Frekuensi Usia Ibu 20-30 Tahun 31-40 Tahun SMA Petani, nelayan, buruh Swasta /Wiraswasta IRT 1-3 Tahun 4-5 Tahun Total Pendidikan Pekerjaan ASN Usia Balita Tabel 1. menggambarkan karakteristik responden berdasarkan golongan umur yang terbesar adalah20-30 tahun sebesar 18 . ,4%), pekerjaan responden terbesar swasta 20 . ,1%), dan usia anak balita terbesar ada di rentang golongan umur 1-3 Tahun sebesar 18 . ,4%). Tabel 2 Distribusi responden berdasarkan Pola Asuh. Kognitif dan Interaksi Sosial balita di desa Buyumpondoli Wilayah Kerja Puskesmas Tentena Variabel Frekuensi Pola Asuh Demokrasi Otoriter Permisif Kognitif Anak Stunting Baik Tidak baik Interaksi Sosial Baik Tidak Baik Total Presentasi Berdasarkan didapatkan data seperti pada tabel 2 gambaran pola asuh anak balita di desa Buyumpomdoli sebagian besar adalah pola asuh demokratis sebesar 26 . ,3%). Kognitif responden balita sebagian besar 26 . ,3%) tidak baik dan interaksi sosial sebagian besar anak balita adalah baik yakni sebesar24 . ,6%). Presentasi Tabel 3 Hubungan Pola Asuh dan Interaksi (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting di desa Buyumpondoli Wilayah Kerja Puskesmas Tentena Variabel Kognitif Anak Balita Baik Tidak Baik Demokrasi 6 Otoriter 2 23,1 20 66,7 1 Permisif 1 Interaksi Sosial 16,7 5 Baik 18,2 9 Tidak Baik 7 29,2 17 Value OR 95% Pola Asuh ,005 ,685 ,225 2,5872,986 1,853 ,31710,846 Hasil uji statistik chi square untuk variabel yang berhubungan dengan pola asuh dan interaksi sosial terhadap kognitif, yang berhubungan adalah pola asuh dengan kognitif dengan nilai p-value 0,005 OR=,225 (,2,5872,. artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan dari pola asuh anak dengan kemampuan kognitif anak dimana berpeluang 2,587 sampai 2,986 kali berpeluang pola asuh yang baik menyebabkan kognitif anak baik. PEMBAHASAN Penelitian Posyandu Desa Buyumpondoli, wilayah kerja Puskesmas Tentena, pada tanggal 21-22 Juli Pelaksanaan penelitian telah melalui prosedur koordinasi dan perizinan yang tepat dari Puskesmas setempat. Pemerintah Desa, serta Dinas KesBangPol Kabupaten Poso, yang menjamin validitas etis dan administratif dari Karakteristik menunjukkan bahwa sebagian besar ibu balita berusia muda . -30 tahun, 51,4%) dengan tingkat pendidikan menengah (SMA, 62,9%) dan bekerja di sektor swasta/wiraswasta . ,1%). Mayoritas balita yang menjadi subjek penelitian berada dalam rentang usia 1-3 tahun . ,4%). Profil ini mengindikasikan bahwa sasaran penelitian adalah kelompok ibu yang secara demografis berada dalam usia produktif dan cukup terdidik, sehingga diharapkan memiliki akses dan kemampuan yang baik dalam menerima informasi terkait pola asuh dan kesehatan anak. Gambaran Pola Asuh. Interaksi Sosial Balita Kognitif. Temuan bahwa pola asuh demokratis dominan diterapkan oleh ibu di Desa Buyumpondoli . ,3%). Hal ini merupakan indikator positif, karena pola asuh demokratis yang ditandai dengan komunikasi dua arah, pemberian kasih sayang, serta disertai aturan yang jelas, secara teoritis dapat mendukung perkembangan anak yang optimal. Namun, ditemukan fakta yang memprihatinkan bahwa sebagian besar balita . ,3%) memiliki kemampuan kognitif yang tidak baik. Temuan ini konsisten dengan fokus penelitian pada anak stunting, dimana gangguan pertumbuhan fisik seringkali berkorelasi dengan hambatan perkembangan Di sisi lain, interaksi sosial sebagian besar balita justru dinilai baik . ,6%). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perkembangan kognitif . eperti kemampuan berpikir, berbicara, dan belaja. terhambat, kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain secara sosial masih dapat berkembang dengan cukup baik. Hubungan Pola Asuh dan Interaksi Sosial terhadap Perkembangan Kognitif Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square memberikan temuan kunci sebagai berikut: Hubungan Pola Asuh dengan Perkembangan Kognitif. Nilai p-value 0,005 . < 0,. membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pola asuh dan perkembangan kognitif anak balita di Desa Buyumpondoli. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,587-2,986 pada Confidence Interval (CI) 95% menginterpretasikan bahwa: Anak yang diasuh dengan pola asuh yang baik . alam hal ini, pola asuh demokratis dan mungkin otoriter dalam konteks tertent. memiliki peluang 2,6 hingga 3 kali lebih besar untuk memiliki kemampuan kognitif yang baik dibandingkan anak yang diasuh dengan pola asuh yang kurang baik . eperti permisi. Meskipun dalam tabel terlihat pola asuh otoriter memiliki persentase kognitif baik yang tinggi . ,7%), jumlah sampelnya sangat kecil . anya 3 responde. , sehingga interpretasi OR lebih difokuskan pada perbandingan pola asuh demokratis . ang bai. terhadap pola asuh permisif . ang kurang bai. Pola asuh demokratis yang memberikan stimulasi dan dukungan positif terbukti secara signifikan dapat meningkatkan peluang perkembangan (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. kognitif anak, bahkan pada anak yang berisiko Hubungan Interaksi Sosial Perkembangan Kognitif Nilai p-value 0,685 . > 0,. menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara interaksi sosial dan perkembangan kognitif anak dalam penelitian ini. Artinya, baik atau tidaknya interaksi sosial seorang balita tidak secara langsung memprediksi baik atau tidaknya kemampuan Hal ini memperkuat temuan deskriptif sebelumnya bahwa aspek kognitif dan sosial dapat berkembang secara tidak Seorang anak dengan interaksi sosial yang baik belum tentu memiliki kemampuan kognitif yang baik, dan sebaliknya. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa: Pola asuh merupakan faktor yang sangat kritis dan memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan kognitif anak balita, termasuk anak yang mengalami stunting, di Desa Buyumpondoli. Meskipun menerapkan pola asuh demokratis, prevalensi kognitif tidak baik masih sangat tinggi. Ini mengindikasikan bahwa mungkin terdapat faktor lain yang mempengaruhi kognitif, seperti aspek gizi, kesehatan, atau stimulasi di rumah yang belum optimal, atau mungkin kualitas dari pola asuh demokratis itu sendiri perlu ditingkatkan. Perkembangan interaksi sosial dan kognitif adalah dua domain yang dapat berkembang secara independen pada anak stunting, setidaknya berdasarkan temuan di lokasi dan waktu penelitian ini. Intervensi untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak stunting di wilayah tersebut harus . arenting educatio. yang memperkuat penerapan pola asuh demokratis yang berkualitas, disertai dengan intervensi gizi dan kesehatan yang komprehensif untuk menangani akar permasalahan stunting itu sendiri. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada berbagai pihak antara lain. Direktur Poltekkes Kemenkes Palu. Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu. Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Poso. Kepala Kesbangpol Kabupaten Poso Kepala Puskesmas Tentena. Kader Posyandu desa Buyumponduli serta pemerintah desa juga Responden yang terlibat. DAFTAR PUSTAKA