JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika IDENTIFIKASI PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS i DI SD NEGERI KADIPIRO 2 BANTUL YOGYAKARTA Muhammad Amien1. Heru Purnomo2. Rian Nurizka3 123 PGSD. FKIP Universitas PGRI Yogyakarta *E-mail: muhammadamien2002@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku bullying pada siswa kelas i SD N Kadipiro 2 kasihan Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kriteria populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang pernah menjadi pelaku bullying yang berjumlah 3 siswa dan guru kelas i SD N Kadipiro 2 yang berjumlah 1 orang. Teknik analisis data yang digunakan ialah penyajian data hasil penelitian dan pengambilan kesimpulan analisis data. Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa bentuk-bentuk perilaku bullying yang terjadi di SD N Kadipiro 2 yaitu berupa bullying verbal dan relasional. Pada hasil penelitian ini menunjukan bentuk bullying yang ditemukan oleh peneliti, yaitu . Bullying verbal yang ditemukan berbentuk . memanggil temanya dengan julukan yang jelek, . mengejek, . menghina, . memfitnah, . menuduh, . mengancam, dan . menyoraki serta menyebarkan berita buruk tentang korban. bullying relasional yang didapati berupa . pengecualian, . pengucilan, . pengabaian dan, . penghindaran/menjauhi. Dari bentuk perilaku verbal tersebut, perilaku verbal dengan cara menyebut nama kedua orang tua korban merupakan bentuk perilaku perudungan yang paling dominan terjadi secara berulang-ulang pada Kata Kunci: Bullying, kekerasan, pengucilan, mengejek Abstract This research aims to identify forms of bullying behavior in class i students at SD N Kadipiro2 Kasih Bantul Yogyakarta. This study used descriptive qualitative method. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation. The population criteria in this study were 3 students who had been perpetrators of bullying and 1 class i teacher at SD N Kadipiro 2. The data analysis technique used was presenting research data and drawing conclusions from data analysis. This research explains that the forms of bullying behavior that occur at SD N Kadipiro 2 are in the form of verbal and relational bullying. The results of this research show the forms of bullying that researchers found, namely . Verbal bullying which was found in the form of . reprimanding friends with bad nicknames, . mocking, . insulting, . slandering, . accusing, . threatening, and 7 ) encouraging and spreading bad news about the victim. relational bullying which was found in the form of . exclusion, . exclusion, . neglect and, . avoidance/avoidance. Of the forms of verbal behavior, verbal behavior by mentioning the name of the victim's parents is the most dominant form of bullying behavior that occurs repeatedly among students. Keywords: Bullying,violence,exclusion,ridicule https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 PENDAHULUAN Pendidikan adalah tiang utama dalam kehidupan manusia yang tidak akan pernah dihilangkan (Omeri. , 2015:. Menurut (AlGhazali . jurnal Sukirman. Baiti. , & Syarnubi. , 2023:. memberikan pendapat bahwa pendidikan yaitu suatu kegiatan yang akan memanusiakan manusia yang lebih mulia sejak lahir sampai akhir hayatnya dengan melalui berbagai bidang ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh guru, orang tua, teman dan lainya yang diajarkan dalam bentuk pengajaran, dalam hal ini dimana pendidikan itu ialah sikap tanggung jawab seorang orang tua dan masyarakat dalam upaya membuat anak-anak mendekatkan dirinya kepada Allah. (Munib, 2009:41 . jurnal Amin. M, 2018:. menjelaskan konsep pendidikan merupakan sebuah suatu perbuatan yang dilakukan secara lansung tanpa adanya ganguan kesadaran yang dirancang supaya dapat mengembangkan potensi pemahaman spiritual seperti agama, mengontrol diri, akhlak, dan kemampuan yang akan dipergunakan oleh dirinya sendiri, warga, dan bangsa indonesia. Pendidikan adalah salah satu kegiatan pokok manusia dalam membantu untuk memberikan ilmu pengetahuan pada diri seseorang dan lebih mementingkan budaya untuk calon generasi masa depan, tetapi hal tersebut bermaksud untuk mencerdaskan atau memperluas semua budaya yang ada untuk di didik ke jalan yang lebih baik lagi daripada sebelumnya (Ki Hajar Dewantara 2011:344 . jurnal Moto. MM, 2019:. Berdasarkan penjelasan menurut beberapa teori di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa pendidikan merupakan suatu tiang utama/pokok dalam melakukan perubahan yang dilakukan secara sadar didalam diri memanusiakan manusia, sehingga memiliki kekuatan serta akal pikiran yang berguna bagi lingkungan sekitar ataupun Negara. Pembelajaran di sekolah dasar (SD) adalah pondasi paling dasar di dalam dunia pendidikan yang memegang erat dalam dilaksanakanya pembelajaran di sekolah dasar, maka guru akan menjadi pemeran penting dalam mendidik peserta didik berperilaku benar terjauh dari Kegiatan pembelajaran di sekolah dasar, siswa merupakan target utama dari pembelajaran di sekolah dasar adalah suatu kegiatan belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pengajaran. Dengan melalui pendidikan di sekolah dasar, akan menjadikannya sebagai landasan berpijak dan arah bagi dunia pendidikan selanjutnya yang mana pembelajaran di sekolah dasar dijadikan sebagai wahana dalam pengembangan karakter manusia. Kegiatan belajar di akan dilakukan dengan berlandaskan AuRencana Program PembelajaranAy yang sudah disusun dan sudah dilakukan pengembangan oleh guru. Kegiatan pembelajara di sekolah dasar haruslah di jalankan oleh guru agar mendapatkan kemampuan dalam mengelolah perangkat pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan kegiatan evaluasi. Salain itu, guru sebagai seseorang pendidik, maka guru tersebut untuk bisa membuat suasana lingkungan pembelajaran yang bisa memfasilitasi semua peserta didik agar bisa mengapai hasil kegiatan pembelajaran. Tidak menuntut kemungkinan bahwa kenyataanya kegaiatan itu tidaklah mudah untuk diwujud secara otomatis yang disebabkan oleh masalahmasalah yang ada dan sering dihadapi dalam karakteristik tingkah laku peserta didik. hal yang menjadi permasalahan yang akan meluas di institusi sekolah dasar ialah sikap tindakan kekerasan perudungan yang terjadi pada oeserta Perudungan merupakan sikap pemaksaan oleh seorang kepada seorang yang lebih lemah (Zakiyah 2022:. Sedangkan menurut (Papler & Craig 2002, . jurnal Wisnu Sri Hertinjung, 2017:. mengampil pemndapat bahwa perudungan salah satu bentuk bisa diterjemahkan sebagai salah satu tindakan kasar yanag terjadinya ketidaksetaraan power pada korban dan pelaku perudungan, dalam hal ini tindakan perilaku perudungan oleh pelaku cenderung akan memiliki power yang lebih kuat korban sehingga terjadilah tindkan bullying. Menurut (Suparwi, 2014 . jurnal internasioanl Aminah. https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 Lubis. Hastuti. , & Muljono. AuBullying is an act of violence the bully will behave aggressively, carried out by someone intentionally, whether in physical, verbal or psychological form, and this action is carried out repeatedly, causing negative impactsAy. Yang artinya Bullying merupakan tindakan kekerasan yang mana akan dilakukan oleh seseorang dengan sengaja dalam bentuk bully fisik, verbal, dan psikis serta dengan perlakuan yang terus diulang sehingga dapat menyebabkan hal yang buruk terhadap korban. Berdasarkan penjelasan dari teori tersebut dapat di ambil kesimpulan, bullying ialah tindakan kekeran perudungan dimana perbuatan tersebut akan terapkan oleh seorang bahkan sekelompok secara agresif yang dilakukan dengan cara di ulang- ulang pada seorang yang lebih lemah Tindakan bullying adalah sebuah perilaku yang sangat serius dan perilaku perudungan ini haruslah dikaji demi menjaga masa depan anak. Seperti yang kita pahami bahwa bullying bisa terlaksana oleh setiap orang dan juga akan terjadi pada jenjang pendidikan sekolah dasar (Chrysan. , et. , 2020:. Sikap bullying yang paling sering terjadi jenjang pendidikan sekolah dasar ialah melakukan tindakan dengan cara paksaan paksaan atau ancaman pada seorang yang lemah sehingga terjadinya tindakan perilaku seperti mencontek dll. Peserta yang berperilaku bully akan berperilaku kekerasan yang berbentuk fisik seperti pemukulan, dan penendangan. Selain itu bentuk tindakan verbal yang terjadi pada pembully ialah seperti membuat nama panggilan kurang enak didengar atau jelek, dan memberikan pengancaman jika menolak kemauan pelaku. (Krahe, 2005:198 . jurnal Ayu Muspita, et. Bentuk Perilaku tindakan bullying di sekolah dasar saat bukanlah hal yang bisa di anggap sepeleh oleh berbagai pihak, namun perilaku akan menjadi ancaman serius terhadap kenyamanan siswa dalam menjalani Menurut (PISA, 2015 . jurnal internasioanl Saldiraner. , & Gizir. AuIn the PISA report, bullying is described as the most serious threat to students' comfort in the school environment, and this also leads to widespread bullying. Ay. Yang artinya dalam laporan PISA, penindasan telah terjadi akan disebutkan sebagai ancaman paling serius terhadap kesejahteraan siswa di sekolah, dan juga akan membuat meluasnya segala bentuk penindasan telah digaris bawahi. Perilaku biasnya akan dilakukan seperti perudungan fisik, mental, dan perkataan dan berulang-ulang seperti pemukulan, penendangan, pencacian dan secara tidak lansung akan dilakukan dengan cara pengasingan serta menyebarkan berita buruk (Papler & Craig, 2002 . jurnal Wisnu Sri Hertinjung, 2019:. Korban tindakan kekerasan perudungan akan mengakibatkan gangguan pada kesehatan mental maupun kondisi tubuh serta trauma dan akan merasa kesepian serta akan kesulitan untuk berteman karena dijauhi atau di pengecualian. Selain itu, pelaku tindakan perudungan akan memilih hasil pembelajaran yang dibandingkan dengan korban. (Dwipayanti & Komang, 2014 . jurnal Sufriani. , & Sari. Sedangkan menurut (Store, 2. tindakan perudungan akan terjadi dengan beberapa bentuk serta dengan variasi keterdampakan yang berbeda setiap waktunya. Sikap perilaku bullying tersebut ialah kata-kata, fisik, dan kekerasan tidak secara lansung. Kekerasan perudungan fisik seperti tindakan kekerasan seperti pemukulan, mendorong dengan sengaja, penendangan, serta mengigit. Kekerasan lewat kata-kata seperti penyindirian, penyorakan, pengolokan, penghinaan, dan memberikan Sedangkan perilaku perudungan secara tidak lansung seperti pengabaian, pengecualian atau menjauhi, gossip buruk, dan pemaksaan. Bullying dapat terjadi tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi perudungan biasanya berbentuk ucapan atau kalimat yang mana akan membuat psikologis korban menurun. Menurut sugijokanto . alam jurnal Yunita B. Dkk, 2019:. mengatakan bahwa tujuan lain dari perudungan adalah pengancaman yang dilakukan JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika kewat ucapan yang menghina atau menjelekan. Perilaku bullying akan memberikan dampak yang jurnalnya bahwa terdapat 3 bentuk perilaku negatif, baik bagi korban maupun pelaku. (Wiyani, bullying yakni, 2013 . jurnal Yunita B. al, 2019:. Bullying Fisik Dampak dari perilaku erudungan bentuk fisik utnuk Bentuk perilaku perudungan ini ialah bentuk korban adalah sering mengalami nyeri kepala, sakit bullying yang paling kasat mata. Bentuk dada, luka lebam, luka terjatuh, serta dampak perilaku ini siapapun dapat melihatnya dengan fisik lainya. Dari beberapa peristiwa yang terjadi keua mata karena pada saat terjadinya tindakan perudungan secara fisik oleh pelaku menyebabkan kehilangan nyawa. Selain itu ada serta korban. Bentuk perudungan non-verbal juga dampak negative psikologisnya seperti seperti: penamparan, menimpuk, penginjakan, tergangunya kesehatan mental, sulit menyesuaikan meludahkan air liur ke teman dengan sengaja, dengan lingkungan, seta cebderung memiliki sikap memeras, melempar barang ke arah teman, pemarah, pendendam, penghukuman seperti berlari keliling lapangan, pemalu, mood tidak bagus, kurang betah, dan penolakan (Sejiwa, 2. takutan, serta kemauan korban bully untuk . Bullying Secara Verbal melakukan tindakan Menurut Sejiwa . menjelaskan daripada harus perilaku bully lewat kata-kata atau ucapan Adapun dampak kerugian bagi adalah jenis kekerasan yang bisa dilihat dengan seorang pelaku ialah aka nada pemberian kasat mata serta gampang terdeteksi karena hukuman, jika suatu tindakan peristiwa bully dapat terdenga. Bentuk bullying verbal ini sudah melewati batasan peraturan , yang mana kekerasan yang di maksud ialah pelanggaan HAM . menghina, julukan yang jelek, pengeriakan. Peristiwa bully adalah suatu bentuk permasalahan permalukan di lingkungan umum, menuduh, serta pernah ditemukan pada peserta didik di penyorakan, menyebarkan berita buruk, (Krahe, 2005:. memfitnaan juga penolakan. Sejalan dengan Menjelaskan juga seperti yang diketahuinya bahwa yang disampaikan oleh (Wolke & Woods peristiwa perilaku bully akan terjadi pada semua 2. ternyata peristiwa perudungan secara orang dan tidak lepas juga peserta didik pada ucapan bisa berbentuk seperti membuat nama jenjang paling dasar. Tindakan yang buruk, penghinaan serta yang kerap diperlihatkan oleh peserta didik di sekolah ialah melakukan permintaan dengan cara . Bullying Mental atau Psikologis. memaksa atau ancaman terhadap peserta didik lainya Perilaku perudungan mental ini adalah yang lebih lemah. Siswa pelaku tindakan kekerasan perudungan kerap akan berperilaku dengan ucapan berbahaya dalam tindakan bullying sebab seperti melakukan pemukulan dan penendangan. terjadi secara diam-diam. Bentuk kekersan Selain itu tindakan verbal juka akan dilaksanakan perudungan ini akan dilakukan secara oleh pelaku perudungan ialah seperti pengejekan atau sembunyi tanpa ketahuan dan diluar menggunakan nama julukan yang buruk atau jelek Adapun contoh bentuk perilaku pada seseorang dan juga akan membuat pengacaman perudungan mental ini sebagai berikut: jika koran tidak mau menuruti kemauan pelaku melihat dengan mata yang julit, melihat (Krahe, 2005: . dengan rasa pengancaman, memendiamkan. Dalam pengucilan, melakukan pengancaman melalui perudungan, akan ada beberapa jenis-jenis tindakan internet atau Handpone atau SMS, meliahat perilaku perudungan. Menurut (Sejiwa, 2008 dalam seakan merendahkan harga diri korban, jurnal Putri. menjelaskan dalam memelototi korban, (Sejiwa, 2. Selain pernyataan tersebut, https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 diperkuat juga oleh Maliki dkk . tindakan perudungan secara mental akan melakukan tindakan seperti menyebarkan gosip dan pengucilan. Selain itu, ada juga pendapat menurut (Barbara Coloroso 2006:47-50 . jurnal Yuliani. 2019:4-. yang mana dalam jurnalnya menjelaskan bahwa terjapat 4 bentuk perilaku perudungan, yakni: Bullying Secara Verbal. Merupakan bentuk perilaku perudungan ini membuat nama julukan yang jelek, meredahkan, mengina, pengelecehan seksual, meneror, pesan-pesan yang akan mengintimidasi, beritan yang bohong dan keliru, dan pengosipan. Dari tiga bentuk perudungan, perudungan leat kata-kata atau ucapan atau sering disebut dengan verbal ialah bentuk kekerasan yang paling gampang untuk dilaksanakan oleh pelaku serta perudungan berbentuk omongan atau erbal ini akan menjadi pondasai awal dari peristiwa kekerasan dibandingkan dengan bentuk perilaku lainya dan juga merupakan suatu jalan seseorang untuk terjun ke tindakan kekerasan bullying . Bullying Secara Fisik Merupakan bentuk perilaku kekerasan yang pengeludahan, dan merusak barang barang milik korban yang tertindas. Akan tetapi perudungan jenis ini ialah bentuk perudungan yang gampang untuk dilihat secara lansung dan untuk di identifikasi, tetapi perudungan secara fisik tidak sebanyak peritiwa perudungan dalam bentuk lainya. Peserta didik yang secara berulang-ulang dalam melaksanakan tindakan bullying pada bentuk fisik yang mana akan terhebak dan terjun ke masalah kekerasan criminal lainya. Bullying Secara Relasional Adalah suatu perilaku perudungan yang melakukan perlemahan mental seseorang secara mengucilkan atau penjauhan. Bentuk tindakan ini akan mencangkup kelakuan didalam diri seperti tatapan mata yang agresif, hempusan napas, omongan, ketawa yang mengejek serta menggunakan bahasa tubuh yang menghina atau buruk. Bentuk perilaku perudungan ini akan suli diketahui dari luar. Bullying batasannya di awal masa beranjak dewasa, yang disebabkan pada pertumbuhan tubuh, emosional dan keseksualan. Bullying Elektroni Ialah jenis perilaku perudungan yang dapat dilaksanakan oleh pelaku dengan menggunakan alat-alat elektronik berupa laptop atau computer, telepon, internet, website, metting. SMS dan lainya. Bentuk bullying ini seringkali di perlihatkan agar dapat melakukan peneroran terhadap korban seperti dengan cara tulisan, kartun, lukisan serta pemutaran video yang akan mengancam dan penyudutan. Perudungan dalam bentuk ini akan dilaksanakan oleh sekelompok orang yang sudah memiliki wawasan tentang teknologi. Dari uraian jenis pembulian yang telah dijelaskan tersebut bisa di tarik kesimpuna bahwa tindakan perudungan atau yang sering disebut dengan bullying terbagi menjadi 4 jenis perilaku bullying yaitu, . bullying verbal, . bullying fisik, . bullying mental dan, . bullying relasional Berdasarkan observasi yang bersumber oleh Ibu Maria Dina Pratiwi. Pd selaku guru kelas i pada tanggal 7 Mei 2024. Berdasarkan wawancara yang sudah dilaksanakan, ibu maria menjelaskan Ausikap tindakan perudungan di sekolah dasar saat ini masih menjadi tantangan utama bagi seorang guru dalam mendidik karakter siswa. Perilaku bullying yang masih sangat sering terjadi pada saat ini adalah bullying verbal seperti mengejek, menyebut nama orang tua, dan masih banyak lainyaAy. Pada saat peneliti melakukan observasi di lingkungan sekolah dan proses pembelajaran, peneliti menemukan ada peristiwa perudungan yang dilakukan oleh peserta didik baik kakak kelas ke adik kelas Jadi JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, dapat di ambil kesimpulan bahwa tindakan perilaku bullying di sekolah pada saat ini masih sanggat kerap terjadi di kawasan sekolah, maka guru harus memikirkan cara atau strategi baik dalam menentukan cara dalam mendidik karakter peserta didik. Dari hasil wawancara dan observasi yang telah dijelaskan diatas, diperkuat juga berdasarkan studi penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wisnu Sri Hertinjung pada tahun 2013 dengan judul penelitian AuBentuk- Bentuk Perilaku Bullying Di Sekolah DasarAy. Pada penelitin tersebut memiliki tujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku perudungan yang terjadi pada sekolah dasar yang ditinjau dari korban dan pelaku tindakan kekerasan bullying. Pada penelitian terdahulu ini menjelaskan hasil penelitian bahwa terdapat beberapa perbedaan frekuensi bentuk perilaku bullying di antara si korban dan pelaku. Dalam hal itu, bentuk perilaku bullying Sedangkan menurut skala penelitian yang sudah diisih oleh korban, didapatkan hasil bahwasanya bentuk perilaku perilaku perudungan yang kerap terjadi ialah bullying verbal, fisik dan relasional. Bentuk yang terjadi berbentuk memanggil dengan nama julukan yang buruk, pembentakan, dan menganca. Bullying fisik dalam penelitian ini akan berupa mendorong, berantem, memukul, mengambil barang milik teman, dan menginci di kamar Sedangkan perilaku bullying relasional seperti mengucilkan dan menfitnah. Berdasarkan kajian yang sudah dipahami tersebut dapat di tarik kesimpulan, bahwa perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar masih rentang terjadi hingga saat ini, yang mana tindakan perudungan dilakukan dengan berbagai bentuk tindakan kekerasan seperti mengejek, menggolok- golok, menyakiti dan lainya. Tindakan perilaku perudungan pada peserta didik di SD dapat di sebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi masalah utama dalam kegiatan kekeran perudungan tersebut. Faktor tersebut ialah faktor keluarga, teman sebaya, lingkungan sekitar, dan bahkan faktor media atau teknologi. Berdasarkan sekolah dasar yang di jelaskan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian AuIdentifikasi Bentuk Perilaku Bullying Siswa kelas i di SD Negeri Kadipiro 2Ay. Penelitian ini akan memberikan manfaat yang penting dalam mendidik karakter siswa dikemudian hari. Hasil penelitian akan sangat berfungsi yang mana kan menjadi acuan yang berharga untuk para peneliti dan pratisi pendidikan karakter, dan juga akan memberikan panduan untuk para peneliti dimasa depan, dan akan berkesempatan utnuk membentuk kebijakan dalam hal menyingkapi perilaku bullying. Selain itu, dengan pemahaman terhadap jenis-jenis tindakan perilaku bullying, penelitian ini akan berperan penting dalam menyusun pencegahan perilaku perudungan. Model mencangkup aspek-aspek seperti kegiatan membentuk karakter, intervensi sosial, dan melakuakn pembelajaran yang menguatkan pada nilai-nilai keagamaan, dengan tujuan utnuk menciptakan suasana lingkungan Selain itu, temuan dalam penelitian ini berguna dalam kebijakan sekolah dalam mendidik karakter siswa, melakukan evaluasi pelatihan untuk guru, dan program stop tindakan perudungan. Dalam penelitin ini akan mengidentifikasi perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar, penelitian ini memiliki potensi besar dalam mengetahui apa saja jenis perilaku bullying pada siswa kelas i di SD Negeri Kadipiro 2 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, karena pada penelitian yang sebenarnya terjadi di lapangan secara fakta ataupun apa adanya, seperti dengan kejadian yang ada pada saat penelitian. JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika Metode kualitatif merupakan suatu cara penelitian yang sering digunakan oleh peneliti dalam meneliti subjek sesuai dengan fakta di Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan 3 cara, yaitu . Wawancara, pengumpulan data dengan teknik ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tepat dari narasumber subjek penelitian. Observasi, pengumpulan data dengan teknik ini dilakukan supaya peneliti memperoleh data di lapangan secara fakta. Dokumentasi, pengumpulan data dengan menggunakan cara ini digunakan untuk memperkut pernyataan penelitian dengan mencari jurnal-jurnal permasalahan bully. Populasi dalam penelitian ini adalah 3 orang siswa yang pernah terlibat tindakan bullying dan 1 guru kelas. Adapun teknik analisis data yang akan digunakan dalam ini adalah reduksi data, selanjutnya di lanjutkan dengan penyajian data dan penarikan Bullying verbal merupakan tindakan perudungan yang akan dilakukan dengan melalui kata-kata yang diucapkan oleh pelaku kepada korban. Tindakan bullying jenis ini biasanya hanya di lakukan secara lisan seperti menghina, mencela, memfitnah, dan memberikan julukan-julukan yang buruk (Natasya Kamila, 2021:. Dari hasil wawancara dan observasi menunjukan bahwa bentuk tindakan bullying yang terjadi pada siswa kelas i adalah Bentuk perilaku bullying secara verbal, seperti memanggil teman dengan nama julukan yang jelek, menyoraki, menuduh, mengejek, mengancam, menfitnah, dan berkata kasar. Bentuk perilaku bullying ini didapatkan dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 20 Mei 2024 dengan guru kelas. AuBerdasarkan pengalaman saya mas sebagai wali kelas i selam 6 bulan ini karena saya masih baru mengajar mereka, bahwa tindakan perilaku bullying padasiswa kelas i SD N Kadipiro 2 untuk saat ini berupa tindakan verbal seperti mengejek dengan menyebut nama kedua orang tua korban, menyoraki, mengejek, tidak mau berteman/pengecualian, dan bentuk perilaku bully verbal lainya lagi dan itupun dilakukan secara berulang-ulangAy Dalam penelitian ini bentuk perilaku perudungan yang ada pada siswa kelas i di tingkat sekolah dasar berupa mengejek, menyebut nama kedua orang tua temannya, menyoraki, menuduh serta mengacam. Pada penelian ini juga peneliti, mendapatkan fakta dan data dari wawacara serta observasi yang di lakukan bahwa bentuk tindakan perilaku bullying pada siswa kelas i yang di temui masih berupa verbal dan relasional. Pernyataan tersebut dapat dibuktikan dengan hasil wawancara yang bersumber dengan guru kelas i sebagai berikut. AuUntuk siswa kelas i sekarang ini masih terbilang aman-aman saja dari tindakan peilaku bullying fisik dan mental. Pada siswa kelas i hanya terjadi tindakan perilaku bullying verbal saja. Jadi untuk saat ini HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk perilaku bullying Yang Terjadi Pada Siswa Kelas i SDN Kadipiro 2 Bentuk perilaku bullying diantaranya Verbal, fisik, psikologi atau mental, dan relasional. Perilaku perudungan sebenarnya merupakan tindakan kekerasan yang terjadi dengan kategori sering terjadi namun, tidak disadari oleh seseorang guru serta masyarakat sekolah dan teman-temannya di lingkungan sekolah. Secara dasar tindakan perilaku perudungan terbagi menjadi 3 yakni, bullying verbal, bullying fisik dan, bullying mental (Chakrawati, 2015 dalam jurnal Fitriawan Arif Firmansyah, 2017:. Salah satu bentuk perilaku perudungan yang sering terjadi bahkan rentan sekali terjadi setiap saat pada siswa kelas i SD N Kadipiro 2 Kasihan Bantul Yogyakarta yaitu, bentuk perilaku bullying Verbal dan bullying relasional. Data hasil penelitian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Bullying Verbal JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika tindakan perilaku bullying saat ini belum ada hanya perilaku verbal dan pengabainAy Bentuk perilaku bullying verbal yang paling dominan terjadi secara berulang-ulang pada siswa kelas i yakni, menyebut nama kedua orang tua. Bullying ini adalah jenis bully yang dimana seseorang anak di ejek atau dicemooh oleh teman-temanya berdasarkan nama orang tua Bullying ini biasanya akan melibatkan keluarga bahkan status sosial. Berdasarkan fakta yang di dapat dilapangan bahwasanya siswa sering kali mengejek temannya dengan cara menyebut nama orang tua korban. Bullying Relasional Bullying relasional merupakan salah satu kekerasan perudungan yang dilakukan oleh pelaku yang bertujuan untuk melemahkan kesehatan mentak korban secara sistematis melalui tindakan bullying seperti pengabaian, pengucilan, pengecualian, dan penghindaran (Munawaroh & Sangadah, 2023 . alam jurnal NKS. Dkk. Tindakan perilaku perudungan relasional penelitian juga menujukan bahwa bentuk perilaku bullying relasional yang terjadi pada siswa kelas i SDN Kadipiro 2 yaitu: mengabaikan teman, menghindari, menjauhi, dan menggunakan bahasa tubuh yang jelek. Bentuk perilaku bullying berdasarkan fakta yang ditemukan dari hasil observasi serta wawancara, diketahui bahwa siswa sering di abaikan oleh teman-temannya baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah, dan juga sering dihindari oleh teman-temanya serta menggunakan bahasa tubuh yang jelek. Bentuk tindakan perilaku bullying relasional pada dasarnya mudah dilakukan oleh oleh anakanak karena kebanyakan siswa melakukan tindakan tersebut untuk kesenangan semata saja. Bentuk Bullying verbal yang sering dilakukan oleh siswa adalah . memanggil temanya dengan julukan yang jelek, . menyebut nama kedua orang tua siswa, . menyebarkan berita buruk, . menyoraki dan menuduh, . mengancam dan, . Hal ini sejalan dengan pernyataan guru kelas i yang menjadi objek yang mana beliau mengatakan bahwa salah satu bentuk perilaku relasional pada siswa kelas II yaitu pengecualian. Bentuk perilaku tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara berikut. Autindakan perilaku bullying padasiswa kelas i SD N Kadipiro 2 untuk saat ini berupa tindakan verbal seperti mengejek dengan menyebut nama kedua orang tua korban, mengejek, tidak berteman/pengecualian, dan bentuk perilaku bully verbal lainya lagi dan itupun dilakukan secara berulang-ulangAy Dari pernyataan tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa, tindakan perilaku bullying relasional yang terjadi pada siswa kelas i yaitu tidak mau berteman, menjauhi atau pengecualian. Tidak mau berteman atau pengecualian dalam konteks penelitian adalah suatu perbuatan atau tingkah laku bullying yang diperbuat oleh seseorang terhadap seseorang ataupun sekelompok orang dengan alasan sering ditindas dan di Hal ini sependapat dengan penelitian (Ahmad Kristanto dan M. Naufal Fikri 2023:. , bahwa adanya siswa yang tidak mau berteman dengan siswa lainya yang dikarenan teman-teman nya sering ditindas, ketidaknyamanan yang di instimidasi. Berdasarkan penjelasan mengenai wawancara di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa kasus bentuk perilaku bullying yang sering sekali terjadi pada siswa kelas i Kasihan bantul Yogyakarta adalah bentuk verbal dan relasional. Bentuk tindakan perilaku bullying verbal dan relasional pada dasarnya mudah dilakukan oleh oleh anakanak karen kebanyakan siswa melakukan tindakan tersebut untuk kesenangan semata Bentuk Bullying verbal yang sering dilakukan oleh siswa adalah . memanggil temanya dengan julukan yang jelek, . menyebut nama kedua orang tua siswa, . menyebarkan berita buruk, . menyoraki dan menuduh, . mengancam dan, . Dan Bentuk bullying relasional yang terjadi pada siswa kelas i adalah . mengabaikan, . menghindari atau menjauhi dan, . JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika menggunakan bahasa tubuh yang jelek. Sejalan dengan hasil wawancara tersebut, peneliti juga menemukan fakta dari hasil observasi yang dilakukan pada 20 Mei 2024 yang berobjek pada siswa yang pernah menjadi pelaku tindakan bullying terdiri dari 3 siswa kelas i di SDN Kadipiro Kasihan Bantul Yogyakarta menandakan bahwa tindakan bentuk perilaku pada siswa kelas i tersebut pada saat ini menandakan masih sering terjadi pada kelas i maupun lingkungan kelas secara berulang-ulang, dan bentuk perilaku perilaku yang kerap terjadi ialah bullying verbal dan relasioanal seperti membuat nama julukan yang jelek, mengejek, menyebut nama kedua orang tua teman, mengabaikan, menjauhi, dan menggunakan bahasa tubuh yang jelek. Selain itu, secara dokumentasi pernyataan bahwa bentuk tindakan perilaku bullying pada siswa SD Negeri Kadipiro 2 berbentuk verbal serta relasioanal memang benar adanya secara Hal ini diperjelas dengan dokumentasi jurnal-jurnal Rahmawati. Dkk. yang mengatakan bahwa terdapat tindakan perilaku bullying pada teman satu kelas. Pada siswa kelas IV, bentuk perilaku bullying ynag muncul ialah verbal seperti mengeluarkan kata-kata yang kurang baik untuk menyapa, memanggil atau mengejek teman Berdasarkan hasil penelitian terdahulu tersebut, ini memperkuat pernyataan penelitian ini bahwa bentuk tindakan perilaku bullying pada siswa kelas i SD Negeri Kadipiro Yogyakarta memang benar adanya secara fakta dan data. Berdasarkan data hasil penelitian ini peneliti perudungan verbal dan relasional yang bisa dikatakan sebagai tiang utama yang menyebabkan munculnya perbuatan bully di lingkungan SD Negeri Kadipiro 2 khususnya pada siswa kelas i yaitu . kurangnya pengawasan istrahat pembelajaran ataupun kurangnya pengawasan guru di kelas, sehingga akan memberikan waktu peluang untuk siswa melakukan tindakan kekerasan perudungan. Hal itu dilakukan oleh pelaku perudungan pada saat guru ada kegiatan lain di luar jam pembelajaran akan dilaksanakn tanpa adanya pengawasan dari guru kelas. dilihat dari . , sikap bully ini terjadi yang disebabkan pada saat korban merasa di bully, yang mana dalam hal ini korban bullying hanya memilih untuk memilih diam dan menuruti segala kemauan pelaku perudungan tanpa adanya tindakan perlawanan. Dalam hal ini sependapat dengan penelitian (Costrie Ganes. , 2. , perbuatan perilaku bully akan adanya learned helplessness yang ada dalam diri korban, dari hal tersebut korban akan merasa dirinya tidak memiliki power untuk melakukan perlawanan terhadap perbuatan perudungan sehingga korban akan menjadi seseorang yang menjadi penurut. Makah hal tersebut akan mengakibatkan bentuk perilaku bullying atau perudungan menjadi salah satu siklus tindakan yang tidak SIMPULAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan perudungan atau bullying pada siswa kelas i di Sd N Kadipiro 2 masih kerap terjadi hingga sekarang ini. Dalam menyimpulkan bentuk tindakan perilaku bullying yang ditemukan terdapat 2 bentuk perilaku bullying yang dilakukan oleh siswa yakni Bullying verbal dan Bullying Yaitu . Bullying verbal dalam penelitian ini berupa nama julukan yang jelek, mengejek, menghina, memfitnah, menuduh, mengancam, dan menyoraki serta menyebarkan berita buruk tentang korban. Dalam hal ini, perilaku perudungan verbal dengan mengejek nama kedua orang tua korban tindakan bully yang paling dominan terjadi secara berulang- ulang. Bullying relasioan adalah jenis perudungan yang hampir sama dengan jenis verbal. Bentuk JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 11-21 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika perilaku bullying ini yang terjadi pada siswa kelas i SD N Kadipiro 2 berupa pengabaikan, pengucilan, pengecualian, dan penghidaran. Ibtidaiyah. Jurnal Basicedu, 7. Kurniati. Purnamasari. , & Rahmawati, . Analysis of the Impact of Verbal Bullying on Elementary School Children. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9. , 383-393. Masdin. Fenomena bullying dalam dunia pendidikan. Al-TA'DIB: Jurnal Ilmu Pendidikan , 6 . , 7383. Mashuddin. Ahmad. , & Arifin. Perilaku Bullying Di SMA Negeri 1 Maros (Studi Kasus Pada Siswa Pindaha. Pinisi Journal Sociology Education Review, 1. Moto. MM . Pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam dunia Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia. Muspita. Nurhasanah. , & Martunis. Analisis faktor-faktor penyebab perilaku bullying pada siswa SD Negeri Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 2. Muspita. Nurhasanah. , & Martunis. Analisis faktor-faktor penyebab perilaku bullying pada siswa SD Negeri Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 2. Natasya Kamila, 2021. Bullying Di Indonesia. Jakarta. NKS. Adeliya. Subakti. Febrianti. Marisa. DAFTAR PUSTAKA