Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 EMPOWERMENT KEPALA RUANGAN TERHADAP KOMPETENSI PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT : SYSTEMATIC REVIEW Mazly Astuty, 1Rr. Tutik Sri Hariyati, 1Tuti Nuraini, 3Rita Sekarsari Program Studi Doktor Ilmu Keperawatan. Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Indonesia Jl. Prof. DR. Sudjono D. Pusponegoro. Pondok Cina. Kecamatan Beji. Kota Depok. Jawa Barat Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Institut Kesehatan Sumatera Utara Jl. Jamin Ginting KM 12,5. Kelurahan Laucih. Kecamatan Medan Tuntungan. Kota Medan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta Jl. Letjen S. Parman No. Kota Bambu Utara. Kec. Palmerah. Kota Jakarta Barat e-mail:. mazlyprivate0168@gmail. Artikel Diterima : 11 Maret 2025. Direvisi : 16 Maret 2025. Diterbitkan : 24 Maret 2025 ABSTRAK Latar belakang: Kompetensi perawat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya dalah empowerment dari kepala ruangan. Empowerment yang dimaksud dalam hal ini adalah bagaimana kepala ruangan mengkondsikan iklim dan budaya kerja di ruangan yang dapat meningkatkan kompetensi perawat. Literatur yang ada tentang topik ini masih sangat bervasiasi, oleh karenanya dibutuhkan systematic review untuk mengetahui empowerment yang spesifik dilakukan kepala ruangan berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang telah Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana empowerment kepala ruangan dalam mempengaruhi kompetensi perawat pelaksana di rumah sakit. Metode: Melakukan tinjauan literatur secara sistematis dari tahun 2013 sampai dengan 2023. Data dikumpulkan dari 6 database (EMBASE. EBSCOHost. Sage Journals. ScienceDirect. Scopus, dan PubMe. , dengan menggunakan kata kunci empowerment, empowerment of head nurse, dan empowerment AND head nurse. Studi literatur terbatas hanya pada literatur yang berbahasa Inggris, serta literatur yang memiliki abstrak dan full text. Systematic review disusun dengan menggunakan PRISMA. Kualitas artikel yang dihasilkan dinilai dengan menggunakan JBI critical appraisal tools. Hasil: Terdapat 8 artikel yang masuk kedalam kategori review. Hasil review menunjukkan terdapat empat tindakan kepala ruangan untuk memberdayakan staf perawat dalam rangka memenuhi kompetensi, antara lain: . memberikan pelatihan untuk menambah skill dan pengetahuan, . memberikan otonomi, . bersikap terbuka, komunikatif dan caring, dan . menjadi tempat bernaung bagi perawat dalam bekerja. Kesimpulan: Kepala ruangan berperan penting dalam mengelola unit ruangan dengan menetapkan kebijakan untuk mengkordinasikan tugas dari staf perawat, dan bersama-sama dengan staf perawat memecahkan masalah. Empowerment yang dilakukan kepala ruangan terhadap staf perawat dalam mempengaruhi kompetensi dapat meningkatkan iklim dan budaya organisasi untuk mempertajam kualitas asuhan pelayanan keperawatan. Kata Kunci: empowerment, kepala ruangan, perawat, systematic review Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 322 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Backgound: Nurse competence can be influenced by the empowerment of head nurse. Empowerment is how head nurse conditions the climate and work culture in the nursing ward that can improve nurse competences. The existing literature is still very varied, therefore a systematic review is needed to determine the specific empowerment carried out by the head nurse based on published scientific evidence. Purpose: The study was aimed to know how the empowerment of head nurse affected nursing staff competences in the hospitalMethods: Conducted a systematic review of the literature from 2013 to 2023. Data were collected from 6 databases (EMBASE. EBSCOHost. Sage Journals. ScienceDirect. Scopus, and PubMe. , using the keywords AuempowermentAy. Auempowerment of head nursesAy, and Auempowerment AND head nursesAy. The literature study was limited to English-language, as well as literature that had abstracts and full text. The systematic review was organized using PRISMA. The quality of the articles was assessed using JBI critical appraisal tools. Results: There were 8 articles included in the review category. The results showed that there are four actions of the head nurse to empower the staff in order to meet competencies, including: . providing training to increase skills and knowledge, . providing autonomy, . being open, communicative and caring, and . being a shelter. Conclusion: The head nurse played an important role in managing the ward by setting policies to coordinate nursing staff tasks, and solve problems with the staff. This empowerment which fulfil nurse competencies can improve the organization climate and culture to sharpen the quality of nursing Keywords: empowerment, head nurse, nursing staff, systematic review PENDAHULUAN Kualitas kompetensi perawat yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, serta keterampilan, baik soft skill maupun hard skill. Kerangka kompetensi perawat terbagi dalam lima area utama, meliputi praktik keperawatan yang berlandaskan etika, kemampuan kepemimpinan dan manajemen. peran dalam pendidikan dan pelatihan. serta pengembangan kualitas diri secara personal maupun profesional (Kemenkes, 2. Salah satu faktor yang mempengaruhi kompetensi perawat adalah empowerment (Aliakbari. Pirani. Heidari, & Kheiri, 2. Empowerment merupakan tindakan seseorang mempersilahkan orang lain memperoleh kesempatan untuk memilih dan memutuskan segalah sesuatu terkait Empowerment sendiri terdiri dari beberapa empowerment (Abbot, 2017. DamaskBembenek, 2. Lingkungan kerja yang kondusif akan mengkondisikan perawat bekerja dalam suasana yang produktif dan merasa di empower oleh organisasi. Sebagai penyelenggara layanan kesehatan, rumah sakit fokus pada peningkatan kualitas Kepemimpinan yang kuat oleh perawat dan empowerment yang maksimal oleh rumah sakit memotivasi perawat untuk kreatif dalam pengelolaan pelayanan pada tingkat klinisi. Lingkungan yang memiliki tinggi empowerment akan mendukung kolaborasi interprofesional, partnership dan mentoring bagi perawat sehingga hal ini dapat meningkatkan pengembangan profesi dan harapan perawat (Beiboer et , 2023. Kerfoot, 2. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 323 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Manfaat dari lingkungan kerja yang memliki empowerment yang positif bagi perawat akan mempengaruhi individu perawat sendiri dan rumah sakit tempat Bagi perawat yang berkedudukan sebagai staf di rumah sakit, akan menghasilkan kepuasan kerja yang tinggi, merasa dihargai, menurunkan emosi karena kelelahan bekerja, hanya sedikit mengalami stress dan burnout. Banyak kepuasan kerja dan hasil outcome lain (Hagerman. Hygberg. Skytt. Wadensten, & Engstrym. Marriott-Statham. Mackay. Brennan, & Mackay, 2. Seperti penelitian yang menyebutkan bahwa lingkungan di rumah sakit yang buruk dapat mengakibatkan burnout pada perawat di Korea Selatan dan Jepang sebesar 60%, sebahagian besar perawat di beberapa negara kurang percaya diri dalam mempersiapkan pemulangan pasien dan 11% di Canada serta 68% di Korea Selatan mendapatkan kualitas pelayanan yang rendah (Aiken et al. , 2. Empowerment lingkungan kerja di atur sedemikian rupa dimana pegawai/staff dapat melakukan Pengembangan konsep empowerment dapat dilakukan apabila staf memiliki akses terhadap informasi, akses terhadap sumber daya, memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang (DamaskBembenek, 2015. Jannah. Handiyani, & Pujasari, 2. Pelayanan asuhan keperawatan di ruangan sehari-hari dilakukan oleh perawat dengan dipimpin oleh kepala Kepala ruangan menetapkan kebijakan untuk mengkordinasikan tugas dari staf perawat, dan bersama-sama dengan staf perawat memecahkan masalah, lingkungan kerja yang kondusif ini merupakan salah satu contoh bagaimana staf perawat merasa di (Babaeipour-Divshali. Amrollahimishavan. Vanaki. Abdollahimohammad, & Firouzkouhi. Mengetahui bagaimana tindakan kepala ruangan dalam memberdayakan staf peraawat adalah satu hal yang penting, mengingat empowerment dari seorang kepala ruangan dapat merubah iklim dan budaya organisasi menjadi kondusif. Hal ini diperlukan untuk tujuan akhir dari pelayanan keperawatan yaitu kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. METODE Strategi Pencarian Systematic review dilakukan dengan menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and MetaAnalyses (PRISMA) protokol. Beberapa artikel dicari dari berbagai database mulai dari tahun 2013 Ae 2023 seperti: EMBASE. EBSCOHost. Sage Journals. ScienceDirect. Scopus, dan PubMed dengan menggunakan kata AuempowermentAy. Auempowerment of head nurseAy, dan Auempowerment AND head nurseAy. Literatur yang dipilih selain berdasarkan kata kunci, juga berdasarkan atas kriteria tertentu, menggunakan teknik PICOS opulation, comparison, outcomes, study desig. antara lain: P (Populatio. : Artikel dengan populasi kepala ruangan atau staf . I (Interventio. : Intervensi yang dipilih adalah pemberian kewenangan, pemberdayaan dan pelatihan. (Compariso. Kelompok pembanding adalah staf perawat yang tidak diberikan empowerment. O (Outcome. : outcome yang dihasilkan merupakan pengetahuan Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 324 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 atau skill . kepala ruangan maupun staf perawat. S (Study desig. : Desain yang dipilih adalah randomized controlled trial, quasi experiment, cross sectional dan Selain menyaring studi literatur menggunakan PICOS, publikasi artikel ditentukan dengan ketentuan bahasa dan isi artikel. Studi literatur dibatasi hanya artikel yang berbahasa Inggris, memiliki abstrak dan full text. Kriteria eksklusi dari systematic review ini adalah apabila populasi dan sampel bukan merupakan kepala ruangan perawatan atau staf perawat, seperti dokter, bidan, apoteker ataupun tenaga ahli gizi. Kriteria eksklusi lain adalah apabila study desain diluar dari yang sudah ditentukan, misalnya penelitian kualitatif, ataupun kuantitiatif dengan desain deskriptif. Gambar 1. Proses Seleksi Artikel . Ekstraksi Data Awal pencarian literatur, diperoleh literatur sebanyak 671 artikel. Namun, dari semua artikel terdapat 49 artikel yang terduplikasi, dan duplikasi artikel secara otomatis dikeluarkan dari hasil pencarian. Sebanyak 398 artikel dan 51 artikel secara otomatis bertahap dikeluarkan karena Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 325 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 topik yang dihasilkan tidak sesuai dengan topik yang dicari. Setelah artikel yang tidak sesuai topik dikeluarkan, tersisa 160 artikel, namun sebanyak 48 artikel harus dikeluarkan karena populasi/sampel tidak sesuai, dikarenakan populasi/sampel berupa pasien atau mahasiswa. Artikel yang tersisa sebanyak 112 artikel, maka sebanyak 80 artikel dikeluarkan karena arah penelitian tidak sesuai dengan kriteria empowerment terhadap keaktifan senam diabetes dan lain sebagainya. Dari 22 artikel yang berhasil di record, sebanyak 7 artikel harus dikeluarkan karena topik tidak sesuai, 4 artikel tidak sesuai desain, dan 4 artikel berbentuk systematic review. Hasil akhir dari screening adalah terdapat 8 artikel yang memiliki kriteria inklusi yang sesuai, dan akan dilakukan ekstraksi data dan analisis. Ekstraksi data pada studi literatur terdiri dari beberapa item, antara lain detail penelitian, seperti nama penulis, tajun publikasi dan asal negara penulis. Ekstraksi data juga mencakup metodologi seperti desain dan tujuan penelitian. Patisipan dan setting penelitian mencakup populasi, sampel, time period, serta kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil ekstraksi juga menunjukkan bentuk empowerment kepala ruangan, hasil penelitian yang diukur, dan kesimpulan utama dari hasil penelitian. Tabel 1. Empowerment kepala ruangan di rumah sakit . Detail Publikasi (Vijayalaks Gandhi. Nikhil Reddy. Palaniappa BadaMath. Tahun Negara: India Metodologi Desain: Randomized Tujuan: Analisis Participant dan setting Sample size: 68 Populasi: perawat dengan kerja minimal 6 bulan pada unit Time period: 5 Juni 2017 s/d 28 Februari 2018 . ekitar Setting: psikiatri pada pusat perawatan tersier di India. Empower Memberi Nursing Module. Outcome Hasil Outcome . Kedua setuju bahwa n perawat pelecehan pada wanita melalui internet, film dan surat kabar. Mayoritas Instrume ,7% n: self80% kelompok eksperimen dan perawat yang pasien wanita Kesimpulan Temuan penelitian ini bahwa rata-rata antara perawat dari kelompok Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 326 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Detail Publikasi Metodologi Empower Participant dan setting Kriteria perawat dengan masa kerja 6 bulan, memiliki kerja sebagai perawat, berapa kerja di bangsal jumlah pasien pelecehan pada tahun lalu. Kriteria Perawat dengan perawat yang telah mengikuti pelecehan pada Outcome Hasil Kesimpulan mental karena ditemui dalam mereka, hanya 36,7% dan 47% . asingmasing eksperimen dan . Sebelum perbedaan yang secara statistik kelompok pada skor rata-rata . Terjadi perubahan yang secara statistik skor rata-rata Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 327 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Detail Publikasi Metodologi Empower Participant dan setting Outcome Hasil Kesimpulan eksperimen . < 0,. Tidak perubahan yang signifikan pada skor mean ratarata kelompok dari 12,26 (SD 2,03, baselin. menjadi 23,60 . = 12,64, p < 0,001, segera intervens. dan 23,07 . = 12,18, p < 0,001, pada tiga bula. , 23,13 . = 13,63, p <0,001 enam bula. (Meng. Jin. Desain: Guo. Cross2. Tahun Negara: Cina Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk si efek dan/atau moderasi dari Sample size: - Populasi: perawat yang minimal 6 bulan Time period: 2 minggu (Maret 2013 kuesioner Setting: perawat yang qualified dan minimal 6 bulan pada 5 rumah Burnout . Structural . Manajer dengan kelelahan . = Oe. 373, p< . Psychological kepada staf korelasi negatif yang signifikan dengan burnout . =Oe. 553, p< . Mereka dapat . Ini berarti bahwa langkah untuk Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 328 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Detail Publikasi Metodologi struktural dan kelelahan di perawat di Cina. Empower Participant dan setting sakit tersier di Tianjin. Cina. Outcome Hasil Kesimpulan yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat kelelahan . Psychological memediasi efek pada kelelahan ( = Oe0. 52, p < . Perawat yang 001, z = 7. 79, p < . Peran yang berperan sebagai mediator burnout yang Studi bukti empiris . Pengaruh kelelahan tidak signifikan ( = 0,004, p > 0,. Peran yang bertindak sebagai mediator antara structural . Hasilnya n psikologis Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 329 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Detail Publikasi Metodologi Empower Participant dan setting Outcome Hasil Kesimpulan kunci antara (Heiyoung Kang Kihye Han. Tahun Negara: Korea Selatan Desain: Crsosectional Tujuan: struktural dan terkait dengan intimidasi di tempat kerja Sample size: - Populasi: Seoul. Time period: Setting: perawat yang dari 6 bulan di klinik di rumah sakit tersier di Seoul. Korea Selatan Meningkat . Intimidasi kan kinerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada kinerja perawat ( = Oe0. 033, p > . Semakin tinggi empowerment ( 0,300, <0,. ketahanan ( = 0,378, p < 0,. pengaruh yang terhadap kinerja . Bullying secara signifikan ( = Oe0. 068, p > . , demikian tidak berinteraski secara signfikan ( = 0. 010, p > . Ketika structural empowerment di rata-rata. Langkah tempat kerja: Mengurangi intimidasi di tempat kerja mereka dan mereka akan negatif dari . Lembaga mana mereka ketika korban intimidasi di tempat kerja. Dukungan memadai dan Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 330 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Detail Publikasi Metodologi (Terkamo- Desain: Moisio et Crossal. , 2. Tahun Tujuan: Negara: Menggambark Finlandia siswa dalam Empower Participant dan setting Sample size: 85 Populasi: calon perawat yang dalam program berkelanjutan di Finlandia. Time period: Oktober 2019 Februari Setting: perawat yang Finlandia dari 5 Outcome Hasil Kesimpulan berdampak pada kinerja perawat . Ketika structural empowerment di rata-rata, kinerja perawat tempat kerja. sumber daya manusia yang disediakan di unit dimana intimidasi di tempat kerja sering terjadi. Tindakan . Peserta memberi . Mahasiswa yang memulai untuk structural terhadap peluang n persepsi . ata-rata 4,1. SD 0,. dan akses informasi . ataempowerment rata 3,7. SD 0,. Skor structural terendah muncul berada pada skala sedang. ata- . Perawat dan 7. SD 0. perawat yang . ata-rata 2,9. SD 0,. Formal power n lebih lanjut . ata-rata 3. n dukungan skor lebih rendah Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 331 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Detail Publikasi Metodologi (Babaeipou Desain: Quasi r-Divshali experiment Tujuan: Mengidentifik Tahun asi program Negara: Iran Empower Participant dan setting Outcome Sample size: 60 Program Kepuasan empower kerja Populasi: ment oleh perawat perawat yang kepala bekerja di 8 ruangan ICU Time period: Dimulai Mei Setting: perawat yang kerja minimal 6 bulan di ICU Perawat berasal dari 2 pendidikan di Rahst. Iran. Hasil Kesimpulan informal power . ata-rata 3,5. SD 0,. serta akses ke sumber daya, tambahan dan waktu yang cukup untuk . Sebagian besar . Otoritas perawat dalam puas dan benarkepala benar tidak puas dalam fase praharus Selain mayoritas dari tentang skill tidak puas dan benar-benar . Pelaksanaan tidak puas pada HNEP dalam klinis dapat Ketidakpuasan pada kelompok kerja perawat. menurun setelah . Kepuasan kerja perawat . Tidak perbedaan yang signifikan antara kepuasan kerja organisasi dan dalam fase praeksperimen. Terdapat perbedaan yang Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 332 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Detail Publikasi Metodologi Empower Participant dan setting Outcome Hasil Kesimpulan signifikan pada kepuasan kerja perawat antara setelah program HNEP <0,. (Amiri. Khademian Nikandish. Tahun Negara: Iran Desain: Randomized Sample size: 60 Empower perawat dan 20 ment Populasi: Tujuan: dan budaya Penelitian ini supervisor. Time period: April Ae September Setting: pada perawat Supervisor Pendidikan minimal sarjana pasien di ICU tindakan kepada pasien. Kriteria bekerja 6 bulan di ICU atau Budaya . Kelompok . Program eksperimen, total rata-rata inovatif yang post-test budaya patient perawat dan signifikan lebih tinggi daripada budaya patient skor budaya safety kelompok kontrol . ,46 A 0,26 vs. 2,84 A 0,37. P <0,. n di beberapa dan itu juga lebih tinggi dari pre- . Keterbukaan test . ,46 A 0,26 vs 2,91 A 0,4. P handoff dan <0,001, ukuran transisi, kerja efek . = 1,. Peningkatan unit, belajar diamati pada 5 ngan, harapan dari 12 dimensi manajer dan dalam kelompok Skor rata-rata kerja tim dalam unit . ,95 A 0,43 2,91 A 0,74. < 0,001, d = 1,. , harapan Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 333 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Detail Publikasi Metodologi Empower Participant dan setting Outcome Hasil Kesimpulan . Resilienc . Empower . ,22 A 0,31 vs. 3,48 A 0,83. <0,001, d = 0,. , organisasi dan . ,45 A 0,45 vs. 3,83 A 0,65. P < 0,001, d = 0,. meningkat secara signifikan pada Selanjutnya, post-test . ,22 A 0,44 vs. 2,72 A 0,67. <0,001, d = 1,. dan handoff dan transisi . ,23 A 0,69 vs. 2,75 A 0,9. P < 0,001, d 1,. meningkat secara signifikan pada . Tidak signifikan skor rata-rata . 50% memiliki tingkat resilience skill sekitar sepertiga . ,1%) Ada secara statistik antara tingkat resilience skill Kriteria eksklusi: gagal dalam pre test, (Taie. Desain: Amine, & Deskriptif Akeel. Tujuan: Tahn 2022 Untuk si hubungan Sample size: 44 kepala ruangan. Populasi: seluruh kepala ruangan (N=. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 334 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Detail Publikasi Negara: Mesir Metodologi perawat dan COVID-19. Empower Participant dan setting yang memiliki Staf perawat bekerja minimal 6 bulan di rumah sakit Covid-19 (N=. Setting: Benisuef University Hospital. Benisuef Mesir. Kriteria Kepala raungan yang mengikuti (ShapiraLishchinsk Benoliel. Tahun Desain: cross (SEM). Tujuan: Untuk Sample size: - Populasi: perawat yang Outcome Hasil Kesimpulan memiliki tingkat 15,9% memiliki tingkat resilience skill yang rendah. Pemberdayaan yang dirasakan oleh staf perawat selama Covid19. 66,9% dari 29,2% yang sedang, dan hanya 3,9% yang tingkat rendah. Terdapat hubungan positif yang signifikan resilience skill manajer perawat dan persepsi staf perawat terkait manajer selama Covid-19. persepsi terkait COVID-19. Ditemukannya hubungan positif semua dimensi . ,20