Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Vol. 1 No. OPTIMASI FORMULA FAST DISINTEGRATING TABLET (FDT) KOMPLEKS INKLUSI MELOKSIKAM e-SIKLODEKSTRIN DENGAN KOMBINASIH SUPERDISINTEGRANT PRIMELLOSEA. FILLER BINDER PEARLITOLA DAN KOMPONEN EFFERVESCENT Wahyuni Watora 1,*. Saifullah. S2,*. Mimiek Murrukmihadi3,* . Jurusan S2 Farmasi. Falkutas Farmasi. Universitas Setia Budi Surakarta-57127. Indonesia . Jurusan Farmasi. Falkutas Farmasi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Indonesia *email: wwatora@yahoo. ABSTRAK Meloksikam merupakan obat golongan NSAID yang praktis tidak larut dalam air sehingga perlu ditingkatkan kelarutannya dengan kompleks inklusi y-siklodekstrin. Meloksikam digunakan untuk mengobati osteoarthritis dan rheumatoid arthritis yang membutuhkan terapi dengan aksi yang cepat, sehingga cocok untuk dibuat sediaan fast disintegrating tablet (FDT). Penelitian ini bertujuan mengoptimasi dan mengevaluasi pengaruh PrimelloseA. PearlitolA SD200 dan komponen effervescent agar didapatkan FDT dengan parameter optimum sesuai yang disyaratkan. Kompleks inklusi meloksikam dalam y-siklodekstrin dibuat melalui metode kneading dengan perbandingan meloksikam: y-siklodekstrin 1:2 Pembuatan tablet mengunakan metode kempa langsung dengan PrimelloseA. PearlitolA SD200, dan komponen effervescent sebagai variabel bebas. Daerah optimasi ditentukan dengan superimposed contour plot dari wetting time, waktu hancur, kerapuhan, kekerasan, jumlah obat yang terlepas pada menit 0,5 dan disolution effciency menggunakan software design expert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan PrimelloseA dan komponen effervescent, serta kombinasi keduanya sebagai superdisintegratnt mempercepat proses pembasahan, disintegrasi dan disolusi tablet. Peningkatan PearlitolA SD200 sebagai filler binder memperbaiki waktu alir, meningkatkan kekerasan, dan menurunkan kerapuhan FDT meloksikam. Kombinasi PrimelloseA. PearlitolA SD200 dan komponen effervescent dapat menurunkan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, meningkatkan waktu pembasahan, dan waktu hancur, serta menurunkan disolusi. Diperoleh formula optimum FDT meloksikam dengan sifat fisik yang optimum dan rasa yang enak dengan kombinasi PrimelloseA 2,000 mg. PearlitolA SD200 37,083 mg, komponen effervescent 10,917 mg. Kata kunci: komponen effervescent, fast disintegrating tablet meloksikam, kompleks inklusi ysiklodekstrin. PENDAHULUAN Meloksikam merupakan salah satu non steroid anti inflammatory drug (NSAID) yang bekerja sebagai inhibitor selektif siklooksigenase-2 (COX-. yang memiliki aktivitas analgesik, dan anti inflamasi yang banyak digunakan pada pengobatan atritis, osteorthritis dan penyakit sendi lainnya (Sweetman, 2. Meloksikam termasuk Berdasarkan Biopharmaceutical Classification System (BCS) yang berarti meloksikam memeliki kelarutan yang rendah dan memiliki permeabilitas yang tinggi, sehingga mempengaruhi proses absorbsi dan laju Meloksikam umumnya tersedia dalam bentuk tablet konvensional, namun bentuk sediaan tablet konvensional memiliki membutuhkan waktu relatif lama untuk dapat diabsorpsi karena memerlukan waktu untuk terdisintegrasi dan terdisolusi. Hal ini tentu menjadi masalah pada meloksikam, yang diharapkan mampu menghasilkan aksi dengan cepat pada pasien geriatri, seperti pada kasus penderita rheumatoid arthritis. Melihat konvensional, sediaan Fast Disintegrating Tablet (FDT) meloksikam merupakan salah satu alternatif yang tepat agar obat dapat nyaman digunakan dan menimbulkan efek yang lebih cepat. -siklodekstrin senyawa yang mempunyai gugus lipofilik pada bagian dalam rongga dan gugus hidrofilik pada permukaan luarnya. Struktur Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 berinteraksi dengan berbagai molekul membentuk kompleks inklusi secara non kovalen (Challa et al. , 2. siklodekstrin memperbaiki rasa dari meloksikam dan menaikan kelarutan dengan menggunakan metode kneading. Fast disintegrating tablet (FDT) merupakan tablet yang dimaksudkan agar cepat terdisintegrasi di mulut ketika kontak dengan air ludah atau saliva dalam waktu kurang dari 60 detik atau lebih disukai kurang dari 40 detik (Kundu & Sahoo. Oleh karena itu. FDT meloksikam diharapkan mampu terdisintegrasi cepat dan mempunyai rasa yang enak. Filler binder adalah bahan yang ditambahkan ke dalam formula yang berperan sebagai pengisi, pengikat dan sekaligus sebagai pemanis, penambahan filler-binder meningkatkan sifat alir dan kompresibilitas campuran bahan (Kanojia et al. , 2. Superdisintegrant adalah bahan yang ditambahkan ke dalam formula dengan jumlah yang sedikit dapat mempercepat waktu hancur tablet (Shihora dan Panda. Salah satu contoh superdisintegrant (Primellose ) dan komponen effervescent. PrimelloseA mempunyai dua mekanisme yang menyebapkan obat terdisintegrasi secara cepat, yaitu penyerapan air . ater wickin. dan pembengkakan secara cepat . apid effervescent yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah campuran dari asam sitrat, asam tatrat dan natrium bikarbonat. Penggunaan kedua campuran asam lebih menguntungkan dari pada penggunaan asam tunggal. Apabila asam tatrat sebagai asam tunggal granul yang dihasilkan akan mudah kehilangan kekuatan dan mudah Asam sitrat saja akan menghasilkan campuran lekat dan sukar menjadi granul (Ansel, 2. Hal ini mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Rabinarayan & Nishant . bahwa komponen effervescent asam sitrat dan natirum bikarbonat . mampu menaikkan waktu hancur dan disolusi FDT indometasin. Keuntungan lainnya dari penggunaan komponen effervescent tersebut adalah dalam Vol. 1 No. memperbaiki rasa dari FDT meloksikam tersebut pada saat dikonsumsi. Optimasi formula dilakukan untuk mengetahui campuran yang optimum, agar didapatkan hasil akhir sediaan yang bermutu (Sulaiman & Kurniawan, 2. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan optimasi formula salah satunya adalah simplex lattice design, metode ini merupakan suatu design untuk melakukan optimasi formula dengan berbagai jumlah komposisi bahan yang dinyatakan dalam beberapa bagian dengan jumlah total yang tetap. Metode ini mempunyai keuntungan praktis dan cepat karena tidak menentukan formula dengan coba-coba . rial and erro. (Bolton & Bon. METODOLOGI Bahan Bahan yang digunakan adalah: Meloksikam, -siklodekstrin (Kleptose. Requatte. Franc. , carmellose sodium (PrimelloseA) (DFE Pharma. The Netherland. , manitol (PearlitolA SD. (Roquette. Franc. Starch (Peter Greven. German. Asam sitrat. Asam tatrat dan Natrium bikarbonat (Weifang Ensign. Chin. Kalium bromida. Asam klorida semua bahan dalam derajat farmasi dan aqua destilata. NaOH . HCL . Alat Alat timbangan analitik (Ohaus PA213 ketelitian 1 mg dan ohaus AV264 ketelitian 0,1 m. , stopwach. Stiller SSD (Ika. Jerma. dissolution tester (Electrolab TDT-08L), mesin tablet single punch (TDP-01 Shangha. , friabilator (Erweka GMB-H), spektrofotometer fourier transform infrared (FT-IR) (Shimadzu Jepan. , spektrofotometer UV-VIS (Hitachi U2. Stimultaneus Thermal Analysis (STA) yang terdiri dari differenital scanning calorimetry (DSC) (Perkin Elmer. USA) dan Thermal Grafimetri Analysis (TGA), dan sejumlah peralatan gelas lainnya. Jalannya Penelitian Metode pembuatan FDT meloksikam PrimelloseA, filler binder Pearlitol SD200A Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Vol. 1 No. dan komponen effervescent. Variasi kombinasi ditunjukkan dalam Tabel I. Pembuatan tablet dengan metode mencampur komleks inklusi ditambahkan dengan PrimelloseA. PearlitolA SD200, starch 1500, komponen effervescent, dan dicampur dalam cup mixer selama 15 menit dengan kecepatan 30 rpm. Massa yang telah dicampur ditambahkan dengan Mg stearat capur dalam cup mixer selama Campuran bahan yang dihomogenkan kemudian dikempa dengan mesin tablet single punch dan diatur ukuran punch atas dan bawahnya untuk mendapatkan tablet dengan bobot 200 mg dan kekerasan 3-5 kg/cm. Tabel 1. Rancangan formula simplex lattice design Runs 0,33 Design code 0,33 0,33 Aktual X2. 33,33 X1 . 7,33 X3. 9,33 Tabel 2. Formula fast disintegrating tablet meloksikam dalam kompleks inklusi Bahan . Runs R10 R11 R12 R13 R14 Kompleks PrimelloseA PearlitolA Asam sitrat Asam tatrat NaBica Starch 1500 Mg. Total Effervescent Evaluasi Sifat Fisik Uji Bobot Tablet Dua puluh tablet setiap runs ditimbang satu per satu menggunakan neraca Rerata dari 20 tablet tersebut Uji Keseragaman kandungan Sebanyak 10 tablet dari setiap formula diambil dan ditimbang satu persatu, kandungan tiap tablet ditetapkan dengan cara satu tablet digerus kemudian dilarutkan 5,0 mL metanol dan 1,0 mL NaOH 0,1 N, diencerkan dalam larutan HCL 0,1 N pada labu ukur 100,0 mL lalau disaring, diibaca pada panjang gelombang maksimum meloksikam dan dihitung nilai penerimaanya (Depkes, 2. Uji kekerasan tablet Tablet diletakkan dengan posisi tegak lurus pada hardness tester. Skala kekerasannya diatur pada posisi nol, kemudian pengungkit ditekan hingga tablet pecah atau hancur. Kekerasan tablet . ditunjukkan pada skala yang sampai tablet hancur atau pecah. Pengujian dilakukan 6 kali dan dihitung puratanya. Uji kerapuhan tablet . Sebanyak 20 tablet dibebas debukan dan ditimbang kemudian dimasukkan dalam alat friability tester diputar dengan kecepatan 25 putaran per menit selama 4 Tablet dibebas debukan dan Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Kerapuhan dihitung dengan persentase perbandingan antara selisih bobot sebelum dan sesudah pengujian dengan bobot awal. Uji waktu pembasahan . etting tim. Kertas saring berbentuk bulatan diletakkan di cawan petri berdiameter 10 cm, kemudian ditambahkan 10 ml metilen blue, tablet diletakkan di atas kertas saring yang basah. Waktu yang dibutuhkan untuk air mencapai permukaan atas disebut dengan waktu pembasahan. Uji disolusi Uji disolusi menggunakan apparatus II USP model paddle dengan menggunakan medium HCL 0,1 N sebanyak 900 ml. Pengujian ini dilakukan selama 10 menit dengan suhu dikendalikan 37A0,5oC dan Vol. 1 No. putaran 75 rpm. Sampel diambil sebanyak 10 ml pada menit ke- 0,5. 1,0. 3,0. 5,0. dan 10,0 menit dan dengan mengambil 5,0 mL medium dari dalam cember, sampel disaring dengan kertas saring 0,45 AAm dan dibaca absorbansinya pada spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang meloksikam. Penentuan Formula Optimum Dilakukan menggunakan data yang diperoleh dari pengujian parameter sifat fisik tablet yang kemudian diolah dengan SLD. Data yang digunakan untuk memperoleh formula optimum yang memberikan respon sifat fisik optimum dianalisis dengan menggunakan software Design-ExpertA version 9. dengan metode Mixture Simplex Lattice. Tabel 3. Hasil analisis mutu fisik FDT meloksikam dengan Design Expert Parameter Persamaan SLD Kekerasan Y= 3,46 (A) 4,79 (B) 3,37 (C) 3,78(A)(B) 2,18 (A)(C) 3,49 (B)(C) Ae 12,03 (A)(B)(C) Kerapuhan Y= 0,31 (A) 0,38 (B) 0,84 (C) Ae 9,418 (A)(B) Ae 0,028 (A)(C) Ae 0,23 (B)(C) 2,74 (A)(B)(C) Waktu pembasahan Y= 49,71 (A) 48,28 (B) 52,41 (C) Ae 8,63 (A)(B) Ae 20,74 (A)(C) - 6,88 (B)(C) 134,60 (A)(B)(C) Waktu hancur in-vivo Y= 34,72 (A) 32,47 (B) 35,20 (C) Ae 23,13 (A)(B) Ae 6,70 (A)(C) Ae 6,12 (B)(C) 182,73 (A)(B)(C) Waktu hancur in-vitro Y= 1,38 (A) 1,37 (B) 1,44 (C) Ae 0,094(A)(B) - 0. (A)(C) Ae 0,20 (B)(C) 1,56 (A)(B)(C) Disolusi (Q0,. Y= 19,75 (A) 20,18 (B) 20,22 (C) Ae 3,29 (A)(B) Ae 4,74 (A)(C) Ae 4,28 (B)(C) Ae2,93 (A)(B)(C) DE15 Y= 48,76 (A) 47,25 (B) 48,93(C) Ae 1,55 (A)(B) Ae 4,36 (A)(C) Ae 7,95 (B)(C) Ae 17,56 (A)(B)(C) HASIL DAN PEMBAHASAN Massa dievaluasi siifat alirnya menggunakan metode sudut diam. Hasil uji kelima run pada Tabel II menunjukkan bahwa semua run memiliki sifat alir yang baik karena sudut diam yang dihasilkan C 25A (Sulaiman, 2. Hasil evaluasi sifat fisik FDT meloksikam ditunjukkan pada Tabel 2. Hasil analisis dengan software DesignExpertA version 9. memberikan persamaan SLD seperti terlihat pada Tabel 3 dan Gambar 2. Persamaan SLD tersebut menunjukkan pengaruh dari masing Ae masing komponen dan interaksinya terhadap sifat fisik FDT meloksikam. Hasil keseragaman kandungan dari keempat belas runs sesuai dengan keseragaman yang diinginkan, yaitu 200 mg dan juga sudah memenuhi persyaratan menurut Farmakope Indonesia . yaitu memiliki nilai penerimaan kurang dari 15. Persamaan SLD untuk kekerasan (PrimelloseA. Pearlitol SD200. Primellose komponen PearlitolA SD200, komponen effervescen. memiliki pengaruh positif dalam meningkatkan kekerasan FDT. PearlitolA SD200 memiliki nilai koefisien yang lebih besar daripada PrimelloseA, komponen effervescent sehingga dapat dikatakan bahwa PearlitolA SD200 memiliki pengaruh yang lebih besar dalam meningkatkan kekerasan FDT. Grafik SLD pada Gambar 2 menunjukkan bahwa Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Vol. 1 No. koefisien yang lebih besar daripada PearlitolA SD200. PrimelloseA sehingga effervescent memiliki pengaruh yang lebih besar dalam meningkatkan kerapuhan FDT. Grafik SLD pada Gambar 2 menunjukkan bahwa interaksi ketiga komponen memiliki koefisien bernilai positif yang berarti bahwa interaksi dapat menaikan kerapuhan tablet, bernilai Meloksikam Terdisolusi (%) Menit (Wakt. Meloksikam Terdisolusi (%) Meloksikam Terdisolusi (%) koefisien bernilai negatif yang berarti bahwa interaksi dapat menurunkan kekerasan tablet, bernilai signifikan. Persamaan SLD untuk kerapuhan (PrimelloseA. Pearlitol SD200. Primellose , komponen PearlitolA SD200, komponen memiliki pengaruh negatif dalam menurunkan kerapuhan FDT, komponen effervescent memiliki nilai Waktu (Meni. F10 F11 F12 F13 F14 Waktu (Meni. Gambar 1. Profil disolusi FDT meloksikam runs 1-14 Persamaan SLD untuk waktu (PrimelloseA. PearlitolA SD200. PrimelloseA. PearlitolA SD200, komponen effervescen. menurunkan waktu pembasahan FDT, komponen effervescent memiliki nilai koefisien yang lebih besar daripada PearlitolA SD200. PrimelloseA sehingga effervescent memiliki pengaruh yang lebih pembasahan FDT meloksikam. Grafik SLD pada Gambar 2 menunjukkan bahwa koefisien bernilai positif yang berarti bahwa pembasahan tablet, akan tetapi interaksi tersebut bernilai tidak signifikan. Persamaan SLD untuk waktu hancur in vivo, in vitro menunjukkan bahwa (PrimelloseA. PearlitolA SD200. Primellose . PearlitolA SD200, komponen effervescen. menurunkan waktu hancur in vivo, in vitro FDT meloksikam, komponen effervescent memiliki nilai koefisien yang lebih besar daripada PearlitolA SD200. PrimelloseA Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 komponen effervescent memiliki pengaruh yang lebih besar dalam meningkatkan waktu hancur in vivo, in vitro FDT Grafik SLD pada Gambar 2 menunjukkan bahwa interaksi ketiga Vol. 1 No. komponen memiliki koefisien bernilai positif yang berarti bahwa interaksi dapat menaikan waktu hancur in vivo, in vitro tablet, akan tetapi interaksi tersebut bernilai tidak signifikan. Table 4. Penentuan sifat fisik FDT meloksikam formula optimum No Parameter Goal Upper Lower Importance Kekerasan In range 5,233 3,117 Kerapuhan (%) Mini mize 0,843 0,31 Pembasahan (N) Maxi mize 53,755 43,823 Wak. hancur in-vivo Mini mize 43,757 21,61 Wak. hancur in-vitro Mini mize 1,46 1,33 Disolusi Q0,5 Mini mize 21,605 17,374 DE15 Mini mize 50,6742 44,7966 Tabel 5. Hasil pemeriksaan sifat fisik formula optimum FDT meloksikam Parameter Prediksi Hasil percobaan Kekerasan 5,08012 4,29A0,43 Kerapuhan 0,492476 0,50A0,037 Pembasahan 48,1923 49,20A3,21 Waktu hancur in-vivo 32,0458 33,32A9,56 Waktu hancur in-vitro 1,35075 1,38A0,052 Q0,5 menit 19,2013 19,43A1,95 DE15 menit 46,0219 47,73A2,35 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Vol. 1 No. Gambar 2. Grafik SLD . waktu pembasahan . waktu hancur in vivo . waktu hancur in vitro . disolusi Q0,5 . DE15 . issolution efficiency 15 meni. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Persamaan SLD untuk disolusi Q0,5. DE15 . issolution efficiency 15 meni. (PrimelloseA. Pearlitol SD200. Primellose , komponen PearlitolA SD200, komponen memiliki pengaruh negatif dalam menurunkan disolusi Q0,5. DE15 issolution efficiency 15 meni. FDT memiliki nilai koefisien yang lebih besar daripada PearlitolA SD200. PrimelloseA KESIMPULAN Pertama, dengan -siklodekstrin dengan metode kneading dapat meningkatkan kelarutan sebesar 1,85 kali yaitu dari 0,0040 mg/mL menjadi 0,0074 mg/mL. Kedua, kompleks meloksikam dengan -siklodekstrin dengan metode kneading akan terjadi interaksi yang diperlihatkan oleh hasil spektrum FTIR yaitu hilangnya gugus NH dan CO dari meloksikam. Vol. 1 No. komponen effervescent memiliki pengaruh yang lebih besar dalam meningkatkan disolusi Q0,5. DE15 . issolution efficiency 15 meni. FDT meloksikam. Grafik SLD pada Gambar 2 menunjukkan bahwa interaksi ketiga komponen memiliki koefisien bernilai negatif yang berarti bahwa interaksi dapat menurunkan disolusi Q0,5. DE15 . issolution efficiency 15 meni. tablet, akan tetapi interaksi tersebut Ketiga, peningkatan PrimelloseA dan komponen effervescent, serta kombinasi Peningkatan PearlitolA SD200 sebagai filler meningkatkan kekerasan, dan menurunkan kerapuhan FDT meloksikam. Kombinasi PrimelloseA. PearlitolA SD200 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 meningkatkan kerapuhan, pembasahan, waktu waktu hancur, serta menurunkan disolusi dan kekerasan. Keempat, diperoleh formula optimum FDT meloksikam dengan sifat fisik yang optimum dan rasa yang manis dengan PrimelloseA ,000 Pearlitol SD200 . 083 m. , komponen effervescent . 917 m. Vol. 1 No. Sulaiman TN S. Kurniawan DW, 2013. Teknologi Sediaan Farmasi. Yogyakarta: graha Ilmu. Sihora Panda Superdisintegrants. Utility in Dosage Forms: A Quick Review. JPSBR 1: Sweetman. , 2009. Martindale The Complete Drug Reference. Thirty Sixth Edition. Pharmaceutical Press. New York. DAFTAR PUSTAKA