P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 ANALISIS DAMPAK FATHERLESS TERHADAP ETIKA REMAJA AWAL DI KECAMATAN MEDANG DERAS AN ANALYSIS OF THE IMPACT OF FATHERLESSNESS ON THE ETHICS OF EARLY ADOLESCENTS IN MEDANG DERAS SUB-DISTRICT Yuli Erwina Saragih1. Cut Metia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jl. William Iskandar Ps. Medan Estate. Kec. Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara, 20371. Indonesia e-mail: yuli0102201034@uinsu. ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the negative and positive impact of fatherlessness on the ethics of early adolescents in MedangDeras District. The method used in this study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The selected data collection techniques include observation, interviews, and The research subjects consisted of 4 teenagers. Qualitative data analysis The validity of the data is achieved through the application of the source triangulation method. The data analysis used is an interactive analysis model that includes collection, reduction, presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the impact of fatherlessness on early adolescent ethics is negative and positive. The negative impact is feeling difficult, lack of emotional control, behavioral deviations, economic problems and feelings of fear. Positive impacts include independent learning, closeness to mothers, increased environmental fit, and responsibility. As a result of fatherlessness, adolescent ethics are declining, making adolescents experience difficulties in socializing, withdrawing, causing aggressive behavior, deviations in dress, and ethical violations in communication. Keywords: Fatherless. Ethics. Early Adolescence ABSTRAK Tujuan penelitianiniyakniuntukmenganalisis dampak negatif dan positif fatherless terhadap etika remaja awal di Kecamatan Medang Deras. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data yang dipilih meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan purposive sampling dengan sehingga Dengan subjek penelitian ditentukan terdiri dari 4 orang remaja. Analisis data kualitatif Keabsahan data dicapai melalui penerapan metode triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak fatherless terhadap etika remaja awal yaitu berdampak negatif dan positif. Dampak negatif ialah merasa kesulitan, kurang-nya mengontrol emosi, penyimpangan perilaku, permasalahan ekonomi dan perasaan takut. Dampak positif meliputi belajar mandiri, kedekatan dengan ibu, peningkatan kesesuaian dilingkungan, dan bertanggung jawab. Akibat dari fatherless etika remaja semakin menurun membuat remaja mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, menarik diri, menimbulkan perilaku agresif, penyimpangan dalam berpakaian, dan pelanggaran etika dalam berkomunikasi. Kata Kunci: Fatherless. Etika. Remaja Awal FIRST RECEIVED: 13 September 2024 REVISED: 18 October 2024 ACCEPTED: 18 October 2024 PUBLISHED: 31 October 2024 Namun demikian, belakangan ini berbagai faktor telah mengubah solidaritas dalam sebuah keluarga. Perubahan ini diakibatkan oleh satu diantara kedua orangtua yang mengalami lahir diluar nikah, perceraian dan kematian (Alfasma et al. , 2. PENDAHULUAN Setiap orang di dunia mempunyai impian memiliki keluarga yang lengkap untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal, sehingga remaja akan diberikan perhatian yang cukup dalam keluarga yang Yuli Erwina Saragih. Cut Metia: Analisis Dampak Fatherless Terhadap Etika Remaja Awal di Kecamatan Medang Deras Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 Remaja yang ditinggal pergi oleh ayahnya dan hanya tinggal bersama ibunya, ibu menjadi salah satu peran penting dalam mendidik dan membimbing remaja nya. Dalam penelitian ini menganalisis dampak etika remaja awal untuk melihat etika remaja dilingkungan keluarga. Santrock . menyatakan bahwa Definisi remaja adalah perubahan kognitif, sosial- emosional dan biologis pada anak di waktu peralihan antara masa anak anak dan masa dewasa. Artanti & Wulandari . Penelitian menggunakan batasan usia remaja awal. Kartono menjelaskan ada tiga jenis pengelompokan usia pada remaja, yakni remaja awal yang berusia 12 sampai 15 tahun, usia 15 sampai 18 tahunpada tahap remaja pertengahan dan usia 18 sampai 21 merupakan remaja akhir (Muhtadin et al. , 2. Sebagaimana diketahui, zaman sekarang etika remaja semakin menurun baik dilingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar yang disebabkan fatherless terhadap perilaku remaja. Ketiadaan sosok ayah dalam keluarga sering disebut dengan kata fatherless, fatherless adalah kondisi tumbuh kembang anak yang mengalami kekosongan perkembangan secara fisik maupun psikis. Yuliana et al . Yang mana sering ditemui bahwasanya remaja yang tiada sosok ayah lebih cenderung pada penyimpangan perilaku dilingkungan sekitar. Secara etimologis, etika adalah ilmu tentang kebiasaan-kebiasaan yang berkaitan dengan moral yang benar/baik atau salah/buruk Rakhmat . Hal ini dapat disebabkan dari berbagai aspek seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian terhadap orang lain, dan penghargaan terhadap norma-norma sosial. Bagi remaja awal yang berusia antara 12 hingga 15 tahun. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 periode ini adalah masa kritis di mana individu mulai membentuk identitas diri dan nilai-nilai moral yang akan mereka bawa hingga dewasa. Pembentukan etika yang baik selama masa remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, terutama peran orang Pembelajaran dan pengajaran Al-Qur'an kepada anak dapat menjadi dasar pendoman anak dalam beretika sehingga dan alquran memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya peran ayah dalam keluarga. AsyAoari & Ariyanto . mengutarakan ayah berperan sebagai melindungi keluarga, meberikankeputusan dan solusi di keluarga, pendidik dan pengasuh. Salah satu ayat yang menekankan pentingnya peran ayah adalah dalam Surah An-Nisa' ayat 34 yang pada maknanya menjelaskan bahwa: Laki-laki sebagai suami berperan sebagai pelindung perempuan . Allah melebihkan bagian mereka . aki-lak. atas perempuan karena rela memberikan hartanya sebagai nafkah. Maka, perempuan saleh yakni yang taat kepada Allah dan ketika suami tidak ada dia menjaga dirinya. Apabila suami khawatir akan nusyuz istri, maka dapat menegur melalu memberikan nasihat, kemudian pisah ranjang dan kalau perlu pukullah apabila cara sebelumnya tidak Namun, menyusahkan istri apabila istri telah menaati Makna ayat diatas menegaskantanggung jawab seorang pria sebagai pemimpin keluarga dan penanggung jawab kesejahteraan Ketiadaan mengganggu keseimbangan dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah dalam keluarga, seperti kurangnya dukungan emosional, ketidakstabilan ekonomi, dan kurangnya bimbingan moral serta spiritual bagi remaja. Yuli Erwina Saragih. Cut Metia: Analisis Dampak Fatherless Terhadap Etika Remaja Awal di Kecamatan Medang Deras Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 Kehadiran kehidupan seorang remaja sangat penting untuk pembentukan karakter dan etika, khususnya pada masa remaja awal. Dalam perspektif Islam ayah selain mencari nafkah, dia juga melakukan tindakan dalam hal kekuasaan, pelindung, dan keteladanan bagi keluarga Tiwi & Khambali . Perkembangan psikologis sosial dan moral remaja sering kali terpengaruh oleh ketidakhadiran ayah, baik karena kematian atau perceraian, atau karena alasan lainnya. Fenomena ini yang dikenal dengan istilah "tanpa ayah" telah menjadi perhatian utama dalam berbagai studi sosial dan psikologis. Fenomena semakin meningkat seiring dengan dinamika ekonomidan sosial yang ada di Kecamatan Medang Deras. Remaja awal pada wilayah ini menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi perkembangan etika remaja. Tanpa bimbingan dan dukungan seorang ayah, remaja mungkin kesulitan dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai etis yang baik. Dengan demikian, menjadi pembahasan yang sangat penting untuk memahami dampak ketidakhadiran ayah terhadap etika remaja awal. Beberapa menunjukkan bahwa ketidakhadiran ayah dapat berdampak negatif dan positif pada perkembangan etika remaja awal. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yuliana et al . menegaskan fatherless memberikan pengaruh positif pada remaja yang tidak Sehingga, membawa implikasi pentingnya persiapan pernikahan dalam memberikan pemahaman peran keluarga. Sosialisasi yang dilakukan lembaga perkawinan untuk membahas secara menyeluruh tentang hak dan kewajiban ayah serta ibu kepada calon pengantin dan keluarga Senada dengan penelitian Alfasma et al P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 menjelaskan terdapat korelasi antara agresivitas dan kesepian pada remaja. Dalam hal ini penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fatherless di Kecamatan Medang Deras, dan menganalisis dampak negatif dan positif ketidakhadiran ayah terhadap etika remaja awal. Pada penelitian ini diharapkan dapat menemukan penyelesaian dalam mengupayakan sekecil mungkin efek negatif dari ketidakhadiran ayah dan membantu remaja membentuk etika yang baik. Didukung oleh Penelitian Nindhita & Pringgadani . menemukan bahwa gambaran kesejahteraan subjektif disebut sebagai komponoen afektif pada Remaja fatherlessdengan ciri khasmunculnya emosi negatif dan positif dalam kekosongan peranan ayah yang mereka alami. Fajarrini & Umam pentingnya peran ayah dalam keluarga, ayah di dalam keluarga memiliki posisi sebagai pemimpin dan pendidik. Ayah mengambil peran dalam mendidik anak dalam hal spiritual, moral, emosional dan kognitif. Ayah yang tidak ikut serta dalam pengasuhan anak dapat mempengaruhi karakter anak, seperti rendahnya kontrol diri pada anak, minder, anak menjadi mudah menyerah dan kerap kali anak tidak mampu menyelesaikan masalah sehingga lari dari masalah. Dengan demikian, kerja sama yang baik dalam mendidik, membimbing dan mengasuh antara ayah dan ibu diperlukan untuk tumbuh kembang anak secara optimal. METODE PENELITIAN Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Menurut Alase . Metodologi kualitatif menggunakan kemampuan subjektivitas dan interpersonal mereka untuk melakukan penelitian eksploratori. Subjek pada penelitian Yuli Erwina Saragih. Cut Metia: Analisis Dampak Fatherless Terhadap Etika Remaja Awal di Kecamatan Medang Deras Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 berjumlah 4 orang remaja awal di kecamatan Medang Deras dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penelitian ini Observasi dilakukan dengan terjun langsung kelapangan untuk mengamati dan menganalisa pada remaja yang mengalami fatherless di Kecamatan Medang Deras, setelah itu melakukan wawancara secara face to face kepada informan terkait dampak fatherless terhadap etika remaja awal agar dapat diperoleh data yang akurat. Selanjutnya dengan dokumentasi berupa surat-surat yang mendukung, seperti akta kematian orang tua, perceraian, dan lainnya. Keabsahan data pada penelitian menggunakan teknik triangulasi, teknik mengumpulkan data dari berbagai sumber, metode, atau sudut pandang untuk meningkatkan validitas dan keakuratan hasil (Moleong, 2. Adapun teknik yang digunakan berupa triangulasi sumber, waktu dan teknik. Metode interaktif miles & huberman digunakan dalam analisis data. Miles & Huberman, dalam Sugiyono . bahwa tahapan metode tersebut diawali pengumpulan data hingga penyajian data, setelah melalui tahapan reduksi data. Data dianalisis secara berulang dan interaktif sehingga menjadi jenuh. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 bukanlah kondisi yang dimaukan oleh remaja (Nindhita Pringgadani 2. Wasiat nabi Muhammad SAW bahwa perbuatan baik kepada anak, isri dan keluarganya harus selalu dilakukan. Dalam hadis Ibnu Abbas dalam sunan Ibnu Majah nomor 2053 dari Nabi Muhammad Saw. bahwa nabi merupakan orang yang terbaik dalam memperlakukan keluarga di antara kalian, dan sebaik-baiknya orang yakni yang memiliki perilaku baik terhadap Dari hadits di atas dapat disimpulkan pentingnya peran orang tua, terutama ayah, dalam menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan penghormatan dari ajaran Rasulullah Saw. Tanpa figur ayah yang memberikan teladan yang baik, anggota keluarga mungkin akan kehilangan pedoman dalam berperilaku yang baik, yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan moral dan etika remaja. Dalam mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan, perilaku yang baik dan moral pada remaja, langkah yang harus diperhatikan adalah memaksimalkan peranan ayah terhadap keluarganya (Maisyarah et al . Sesuai dengan Aripin et al. , . menjelaskan tanggung jawab dan peran suami dilaksanakan sesuai ajaran dalam Islam. Dizaman sekarang. Peran orang tua sangat penting saat mendidik anak, bertanggung jawab atas kehidupan anak, memberikan kasih sayang, mengasuh dan membimbing anak selama perkembangan Menurut Hutagalung & Fitri . menyebutkan bahwa keluarga berfungsi sebagai tempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan anak, termasuk kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, kasih sayang, dan cinta penuh dari orang tua. Faktor keberhasilan seorang anak yaitu kehadiran keluarga ayah dan ibu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Fatherless dalam kehidupan remaja awal memiliki dampak signifikan pada perkembangan etika remaja, serta perilaku sosial dan emosional terutama pada pemikiran terhadap kurangnya relasi atau rasa cinta kepada ayah. Tentunya fatherless Yuli Erwina Saragih. Cut Metia: Analisis Dampak Fatherless Terhadap Etika Remaja Awal di Kecamatan Medang Deras Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 Berdasarkan hasil wawancara kepada informan bahwa penyebab dari fatherless ialah permasalahan pada pernikahan orang tua atau perceraian, dan juga kematian. Hal ini disampaikan oleh AF Auayah saya meninggal dunia sejak saya masih masih SD kakAy. Remaja awal yang mengalami perceraian orang tua mengakibatkan komunikasi kurang baik dan pertemuan yang tergolong sedikit yang membuat remaja tersebut tidak dekat dengan ayahnya. Hal ini disampaikan oleh SY Auayah udah pisah sama mamak kak sejak saya masih berumur 4 tahun, dan sampai usia sekarang ini pun masih bisa dihitung jumpa dengan ayahAy. Dalam penelitian Stephen & Udisi . menjelaskan Fatherless memberikan dampak akademis, psikologis dan sosial pada remaja, bahkan sebagian remaja memiliki penyimpangan dalam perilakunya. Dampak dari fatherless juga diungkapkan oleh Fajarrini & Umam . berdasarkan penelitiannya ialah remaja terhambat dalam perkembangan sehingga menjadi sulit beradap tasi, pemalu, emosi yang tidak stabil, perkembangan bahasa serta sosial yang terhambat hingga anak merasa rendah diri. Sejalan dengan hasil wawancara kepada beberapa remaja awal di kecamatan Medang Deras yang mengalami fatherless, adapun dampak fatherless pada remaja awal yaitu berdampak negatif dan positif. Adapun dampak negatif pada remaja awal sebagai pertama ialah merasa kesulitan. Informan yang tumbuh tanpa kehadiran ayah sering kali merasa sulit dalam menghadapi berbagai tantangan baik dalam menegakkan nilai moral seperti kejujuran dan tanggung Informan juga merasa kesulitan dalam menghadapi masalah dalam kehidupannya dikarenakan informan tidak didampingi oleh P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 bimbingan dari seorang ayah itu sangat Akibatnya, informan merasa kurang Kedua remaja cenderung mengalami kurang-nya mengontrol emosi. Dengan status ketidakhadiran seorang ayah informan merasa lebih sensitif, mudah murah, cemburuan, dan tidak terima. Hal ini disebabkan oleh tekanan tambahan yang informan alami ketika harus bekerja membantu ibu mencari nafkah, yang sering kali menimbulkan rasa jenuh dan Ketidakpedulian ayah terhadap keluarga meningkatkan beban emosional kemampuan informan dalam mengelola perasaan dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sekitar. Akibatnya, etika dan perilaku remaja menjadi terganggu, mengarah pada peningkatan konflik interpersonal dan penurunan kualitas hubungan sosial. Ketiga Ketiadaan figur ayah yang biasanya berperan sebagai penegak disiplin dan panutan dalam informan kurang memiliki keterampilan sosial yang diperlukan untuk berinteraksi secara Akibatnya, informan lebih rentan terlibat dalam penyimpangan perilaku. Dampak penyimpangan perilaku di kalangan remaja meliputi: Faktor lingkungan, emosi yang tidak stabil, tekanan batin, dan bahkan tindakan Informan menyampaikan bahwa pernah berselisih paham dengan teman sebaya, informan merasa teman nya telah melewati batas sehingga informan emosi dan beradu fisik. Keempat Perekonomian berdampak pada kehidupan remaja sebagai akibat hilangnya peran ayahsebagai pencari dan pemberi nafkah utama. Informan mengambil peran tambahan untuk bekerja Yuli Erwina Saragih. Cut Metia: Analisis Dampak Fatherless Terhadap Etika Remaja Awal di Kecamatan Medang Deras Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 membantu ekonomi keluarga yang bisa mengganggu pendidikannya, yang dikatakan oleh SY Aupulang sekolah aku juga kerja kak angkatin air untuk uang jajan dan bantuin mamak juga dirumah, uang hasil kerja kukasikan sama mamak untuk bantuin mamak kakAy. Kelima perasaan takut. Muncul rasa takut sejak informan mengalami pengalaman buruk di masa lalu dengan ayah nya. seorang ayah menunjukkan perilaku yang kasar atau tidak mendukung, hal ini dapat membawa dampak trauma emosional yang mendalam bagi informan. Akibatnya, informan tumbuh dengan perasaan takut dan cemas terhadap hubungan khususnya dengan laki-laki. Ketakutan ini tidak hanya mempengaruhi cara informan berinteraksi dengan lawan jenis, tetapi juga membentuk pandangan informan tentang peran laki-laki dalam kehidupan. Informan yang mengalami kecenderungan untuk menjaga jarak atau bahkan menghindari interaksi dengan lakilaki, karena informan menghubungkan kehadiran laki-laki dengan pengalaman negatif masa lalu. Informan mengatakan bahwa muncul rasa takut ketika mengenal laki-laki, saat sudah dewasa informan merasa cemas untuk menikah jikalau nanti pasangan mengkhianati informan seperti dikehidupan keluarga nya yang selalu terjadi konflik dan mengakibatkan perceraian. Selain dari dampak negatif, terdapat dampak positif remaja yang mengalami fatherless yaitu sebagai berikut. pertama remaja yang tumbuh tanpa ayah sering kali belajar untuk menjadi lebih Menurut teori perkembangan psikososial Erikson . ketiadaan salah satu orang tua dapat mendorong remaja untuk mengembangkan kemandirian lebih awal. Remaja yang tumbuh tanpa ayah sering kali P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 belajar untuk mengandalkan diri sendiri dan mengembangkan keterampilan bertahan hidup yang lebih kuat atau menemukan jati dirinya. Remaja akan mengalami kebingungan dalam hidupnya apabila tidak berhasil menemukan jadi dirinya dimasa remaja. Nindhita & Pringgadani . Seperti yang di katakan oleh SM Ausejak ayah udahgak ada kak, aku belajar jadi mandiri kak lagian juga adik ku juga ada dari kecil juga aku udah ditinggal dititipkan ke adik mamak kak jadi sampai sekarang udah terbiasalah kakAy. Kedua Kedekatan informan dengan ibu dapat ketidakhadiran seorang ayah, ibu menjadi satu-satunya orang tua yang hadir dalam kehidupan informan. Ikatan emosional antara ibu dan informan sering kali diperkuat yang dapat memberikan dukungan emosional yang lebih besar dan memperkuat keterampilan komunikasi dalam keluarga. Ibu juga mengajarkan dan memperkuat nilai-nilai Informan yang menerima dukungan kuat dari ibu menunjukkan perilaku etis yang lebih baik dibandingkan dengan yang kurang mendapatkan perhatian dan bimbingan dari ibu maupun keluarga. Ketiga hal ini juga dapat mendorong peningkatan kesesuaian remaja dalam Informan yang menghadapi masalah besar seperti ketidakhadiran ayah dapat meningkatkan kesesuaian dilingkungan yang kuat, dari mengatasi masalah besar tersebut dapat membangun karakter dan kemampuan untuk beradaptasi dilingkungan dengan perubahan dan situasi baru seperti ketiadaan sosok seorang ayah. Informan yang memiliki teman dengan perilaku positif cenderung lebih mampu mempertahankan etika yang baik, sementara yang bergaul dengan teman negatif lebih rentan terhadap perilaku yang tidak etis. Yuli Erwina Saragih. Cut Metia: Analisis Dampak Fatherless Terhadap Etika Remaja Awal di Kecamatan Medang Deras Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 Keempat bertanggung jawab. Informan yang mengalami fatherless yang tinggal bersama ibu, dimana ibu tidak hanya mengerjakan pekerjaan rumah akan tetapi bekerja diluar dari pekerjaan rumah untuk mencari nafkah, ibu memberikan tanggung jawab kepada informan dengan menjaga dan membantu adik- adiknya dalam mengerjakan tugas sekolah. Dengan ini informan dituntut untuk lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri, baik dalam hal pengambilan keputusan maupun dalam menjalankan tugastugas harian agar dapat mengembangkan rasa tanggung jawab yang lebih kuat. Sedangkan wawancara kepada remaja bahwa informan seperangkat norma dan nilai yang mengatur perilaku manusia baik buruk dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaaran dan pemahaman tentang tingkah laku manusia dalam cabang ilmu filsafat dalam menentukan kriteria perliaku baik atau buruk disebut etika. yang baik akan membawa akal yang baik dan pikiran buruk akan membawa ke hal yang buruk (Marpaung et al. , 2. Informan mengaitkan etika dengan perilaku kejujuran, tanggung jawab, dan sopan santun terhadap orang lain. Dari fatherless yang membuat remaja menjadi etika nya menurun. Remaja lebih menyukai komunikasi melalui media sosial yang mengakibatkan remaja tidak bertanggung jawab, cara berpakaian yang tidak baik dipandang orang lain dan pelanggaran etika dalam berkomunikasi baik dilingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat Ismanto et al . Informan mengakui hubungan yang harmonis dengan teman, keluarga, dan dilingkungan masyarakat. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Dari hasil analisis pada remaja yang mengalami fatherless di Kecamatan Medang Deras mengenai lingkungan masyarakat, seperti pergaulan remaja dari keluarga yang menunjukkan perbedaan dalam penyesuaian diri di lingkungan sosial adalah . Remaja mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. cenderung menarik diri. menimbulkan perilaku agresif dan kurangnya bimbingan dari orangtua membuat remaja mudah terpengaruh ke hal yang negatif, remaja tidak mengedepankan kepentingan diri, remaja berkomunikasi melalui media sosial sesama remaja lainnya. penyimpangan dalam berpakaian dan. pelanggaran etika dalam berkomunikasi yang berucap kata- kata negatif dengan teman sebaya seperti menyebutkan binatang, bodoh, setan dan Adapun kelemahan penelitian ini dimana proses wawancara hanya dilakukan satu kali sehingga kurang memberikan kontribusi yang kuat dalam penerepan metode Fenomanalogis pada penelitian SIMPULAN Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ktidakhadiran ayah atau disebut dengan kata fatherless di Kecamatan Medang Deras berdampak penting terhadap etika remaja awal yaitu berdampak negatif dan Dampak negatif pada remaja yang mengalami fatherless ialah merasa kesulitan, kurang nya mengontrol emosi, penyimpangan perilaku, permasalahan ekonomi dan perasaan Selain itu. Dampak positif pada remaja yang mengalami fatherless ialah belajar mandiri, kedekatan dengan ibu, peningkatan kesesuaian dilingkungan, dan bertanggung Fatherless dapat mengakibatkan Yuli Erwina Saragih. Cut Metia: Analisis Dampak Fatherless Terhadap Etika Remaja Awal di Kecamatan Medang Deras Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 kurangnya etika remaja awal di Kecamatan Medang Deras yaitu remaja mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, menarik diri, menimbulkan perilaku agresif, dan kurangnya bimbingan dari orangtua membuat remaja mudah terpengaruh ke hal yang negatif. Remaja tidak mengedepankan etika namun mengedepankan kepentingan diri. Remaja menghabiskan waktunya dengan berkomunikasi melalui media sosial sesama remaja lainnya, penyimpangan dalam berpakaian dan pelanggaran etika dalam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 (GSA). Jurnal Ilmu Psikologi Dan Kesehatan (SIKONTAN), 1. , 65Ae72. AsyAoari. , & Ariyanto. Gambaran keterlibatan ayah dalam pengasuhan . aternal Jabodetabek. Intuisi Jurnal Psikologi Ilmiah, 11. , 37Ae44. Budi Ismanto. Yusuf. , & Asep Suherman. Membangun Kesadaran Moral Dan Etika Dalam Berinteraksi Di Era Digital Pada Remaja Karang Taruna Rw 07 Rempoa. Ciputat Timur. Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin, 1. , 43Ae48. https://doi. org/10. 56127/jammu. Erikson. Childhood and Society. Pustaka Pelajar. G Santrock. Hutagalung. , & Fitri. Hubungan Pola Asuh Demokratis Orang Tua Terhadap Self Awareness Anak Usia 5-6 Tahun Dalam Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Pelemwatu Gresik. PAUD Teratai, 11. Maisyarah. Anizar Ahmad. Peran Ayah Pada Pengasuhan Anak Usia Dini Dalam Keluarga Di Kecamatan Darussalam. Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Anak Usia Dini, 2. , 50Ae61. Marpaung. Azizi. Lestari. Monalisa. Hasibuan. Leni Hermita Padang. , & Fadla. Implementasi Pendidikan Etika Dan Prilaku Moral Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SD PAB 18 Sampali. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5. , 1349Ae1358. Miles. , & Huberman. Qualitative Data Analysis : Expanded Sourcebook. In Sage Publications (Secon. Sage Publication. Moleong. metode penelitian PT. Remaja Rosdakarya. Muhtadin. Nurdiantami. Fadhil. Ayudiputri. , & Afifah. Hubungan Karakteristik Remaja DAFTAR PUSTAKA