Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 17-24 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24410 ANALISIS KETERKAITAN KONSEP MATEMATIKA PADA KERAJINAN ANYAMAN BAMBU DENGAN KURIKULUM MATEMATIKA SMP: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Rifa Rifatul Manjilah1. Ai Tusi Fatimah2, dan Nur Eva Zakiah3 Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Galuh Email: rifa_rifatul@student. ABSTRAK Kajian etnomatematika memiliki potensi dalam mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual karena mengaitkan konsep matematika dengan budaya dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui kerajinan anyaman bambu. Namun, kajian literatur yang ada saat ini masih belum secara sistematis memetakan temuan tersebut ke dalam struktur kurikulum merdeka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terdapat dalam kerajinan anyaman bambu dan memetakan konsep tersebut secara sistematis ke dalam elemen konten matematika Kurikulum Merdeka Fase D. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA yang meliputi tahap identification, screening, eligibility, dan Pencarian data dilakukan melalui Google Scholar hingga diperoleh 15 artikel yang relevan dari total awal 150 artikel. Sintesis data dilakukan dengan mengelompokkan dan membandingkan konsep matematika yang ditemukan dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajinan anyaman bambu memuat berbagai konsep matematika yang kaya, terutama didominasi oleh konsep geometri, pengukuran, dan pola bilangan, serta mencakup konsep pendukung lainnya. Seluruh temuan tersebut teridentifikasi memiliki keterkaitan erat dengan lima elemen konten Kurikulum Merdeka Fase D, yaitu: bilangan, aljabar, pengukuran, geometri, serta analisis data dan peluang. Temuan ini memberikan referensi praktis bagi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih konkret, bermakna, dan berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: anyaman bambu, etnomatematika, konsep matematika, kurikulum merdeka, systematic literature Dikirim: Mei 2026. Diterima: Juni 2026. Dipublikasikan: Juni 2026 Cara sitasi: Manjilah. Fatimah. Zakiah. Analisis Keterkaitan Konsep Matematika pada Kerajinan Anyaman Bambu dengan Kurikulum Matematika SMP: Systematic Literature Review. Proceeding Galuh Mathematics National Conference, 6. , 17-24. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 17-24 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24410 PENDAHULUAN Matematika sering dianggap sebagai subjek yang kaku dan abstrak, sehingga siswa kerap kesulitan menemukan relevansi antara materi di kelas dengan realitas kehidupan mereka (Yanto et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih cenderung terlepas dari konteks sosial dan budaya yang dekat dengan kehidupan siswa. Padahal, matematika pada hakikatnya adalah produk budaya yang lahir dari upaya manusia dalam merespons tantangan alam dan lingkungannya (DAoAmbrosio, 2. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dikaitkan dengan konteks budaya yang dekat dengan kehidupan Dalam hal ini, etnomatematika hadir sebagai pendekatan yang menjembatani matematika dengan budaya dalam kehidupan masyarakat (Dosinaeng et al. , 2. Dalam konteks pembelajaran di Indonesia, keberagaman budaya yang tersebar di berbagai daerah dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual (Muchtar, 2. Salah satu perwujudan budaya tersebut adalah kerajinan anyaman bambu. Produk anyaman tradisional tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mengandung representasi matematis yang relevan dengan materi yang diajarkan di sekolah. Melalui anyaman bambu, konsep matematika yang abstrak dapat divisualisasikan secara nyata melalui objek fungsional yang dikenal siswa di lingkungannya (Maulidia et al. , 2. Potensi anyaman bambu sebagai sumber pembelajaran kontekstual menunjukkan bahwa budaya lokal dapat diintegrasikan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Upaya integrasi tersebut kini mendapatkan ruang yang lebih luas melalui Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan dengan konteks sosiokultural siswa (Permendikbudristek. Dalam Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran matematika disusun ke dalam beberapa elemen konten, yaitu bilangan, aljabar, pengukuran, geometri, serta analisis data dan peluang (BSKAP, 2. Konsep matematika dalam kerajinan anyaman bambu memiliki potensi keterkaitan dengan berbagai materi pada fase D atau pada jenjang SMP sederajat, sehingga konteks budaya tersebut relevan untuk dikaji dalam pembelajaran matematika fase tersebut. Meskipun anyaman bambu memiliki potensi besar sebagai media belajar, penelitian etnomatematika pada anyaman bambu yang ditemukan dalam artikel-artikel yang dianalisis umumnya masih berfokus pada identifikasi konsep matematika pada objek tertentu. Selain itu, kajian-kajian tersebut belum banyak mengaitkan konsep matematika secara sistematis dengan elemen konten pada Capaian Pembelajaran (CP) dan materi matematika pada Kurikulum Merdeka Fase D. Akibatnya, potensi anyaman bambu sebagai konteks pembelajaran matematika belum terpetakan secara jelas sehingga pemanfaatannya dalam pembelajaran matematika di sekolah masih terbatas. Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan berbagai temuan etnomatematika pada kerajinan anyaman bambu melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini bertujuan untuk, mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terdapat dalam kerajinan anyaman bambu dan memetakan konsep tersebut secara sistematis ke dalam elemen konten matematika Fase D. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi guru dalam menghadirkan materi matematika yang lebih konkret dan bermakna melalui pemanfaatan kearifan lokal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) untuk mengidentifikasi dan mensintesis temuan penelitian terkait konsep matematika dalam konteks anyaman bambu serta kaitannya dengan kurikulum matematika fase D melalui proses yang sistematis dan transparan. Metode ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan . esigning the revie. , pelaksanaan . onducting the revie. , analisis . , dan pelaporan . riting the revie. (Snyder, 2. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 17-24 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24410 Pada tahap perencanaan . esigning the revie. , peneliti menetapkan pertanyaan penelitian untuk mengarahkan proses analisis, yaitu . apa saja konsep matematika pada kerajinan anyaman bambu?, . Bagaimana keterkaitan konsep tersebut dengan kurikulum matematika fase D?. Selanjutnya dikembangkan strategi pencarian literatur melalui database Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish menggunakan beberapa variasi kata kunci, yaitu Auetnomatematika anyaman bambuAy. Auethnomathematics woven bambooAy, dan Auethnomathematics bamboo weavingAy untuk mencakup berbagai variasi istilah dalam literatur. Untuk memastikan kualitas data, peneliti menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi dalam proses seleksi artikel. Artikel yang dipilih merupakan artikel yang membahas etnomatematika pada kerajinan anyaman bambu, memuat konsep matematika, serta diterbitkan pada rentang tahun 2016Ae2026 dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Sementara itu, artikel yang tidak relevan dengan topik, hanya membahas aspek budaya tanpa analisis matematis, serta tidak dapat diakses dalam bentuk teks penuh dieliminasi dari proses analisis. Pada tahap pelaksanaan . onducting the revie. , proses seleksi artikel mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 yang meliputi tahap identification, screening, eligibility, dan included (Page et al. , 2. Proses seleksi dilakukan secara bertahap hingga diperoleh 15 artikel yang sesuai untuk dianalisis. Alur lengkap proses seleksi artikel disajikan pada Gambar 1. Identification Identifikasi artikel melalui A Google scholar . = . Artikel duplikat yang dihapus . = . Screening Artikel setelah penghapusan duplikasi . = . Seleksi berdasarkan judul dan abstrak. Artikel dieksklusi: A Tidak relevan dengan objek anyaman bambu . = . Artikel full text yang dinilai untuk kelayakan . = . Artikel yang tidak berhasil diakses teks lengkapnya . = . Eligibility Artikel yang dinilai pada tahap eligibility . = . Artikel dieksklusi dengan alasan: A Tidak memuat konsep matematika . = . Included Identifikasi Artikel melalui Database Artikel yang digunakan dalam penelitian . = . Gambar 1. Diagram Alur Proses Seleksi Artikel Menggunakan Metode PRISMA Pada tahap analisis . , data dianalisis menggunakan pendekatan narrative synthesis untuk menggabungkan dan menginterpretasikan temuan dari berbagai literatur yang bersifat non-kuantitatif. Proses analisis meliputi penyusunan sintesis awal dengan mengidentifikasi konsep matematika, pengelompokan berdasarkan elemen konten pada kurikulum matematika fase D, serta eksplorasi hubungan antar temuan untuk memperoleh pola umum dari hasil penelitian (Lisy & Porritt, 2016. Popay et al. , 2. Tahap terakhir adalah pelaporan . riting the revie. , yaitu penyusunan hasil dan pembahasan secara sistematis berdasarkan temuan yang diperoleh dari proses analisis. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 17-24 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24410 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis terhadap 15 artikel yang telah diseleksi, diperoleh berbagai temuan terkait konsep matematika dalam anyaman bambu. Hasil identifikasi konsep matematika pada masing-masing artikel disajikan pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil Identifikasi Konsep Matematika dari Setiap Artikel Penulis dan Tahun (Ibrahim, 2. (Kristiamita et al. , 2. (Ayu et al. , 2. Konteks Anyaman bambu: nyiru, aseupan, hihid. Anyaman bambu: cermin, tampah, keranjang, bangku bambu, tempat tisu, dan kap lampu Aktivitas pengrajin anyaman bambu (Restiani et al. , 2. Anyaman tolombong, anyam karawang, anyam mata itik, dan nyiru (Watiana et al. , 2. Aktivitas pengrajin anyaman bambu (Maulidia et al. , 2. Anyaman bambu: besek, caping, keranjang ikan Anyaman bambu: tumbu, tampah, tenggok, kukusan, kipas Motif anyaman pada tompo, tas, pot gantung, pot bunga, tempat tisu Anyaman bambu: aseupan, ayakan, boboko, caping, hihid, nyiru, tampir. Proses menganyam Anyaman bambu: daku, terinak, tikar. Proses menganyam Anyaman Bambu: kesseh, gheddeng Aktivitas pembuatan wayang bambu (Choiruniza & Astuti, (Ilmiyah et al. , 2. (Astuti & Yusup, 2. (Susanti et al. , 2. (Deviana et al. , 2. (Leksmono et al. , 2. (Sumining et al. , 2. (Mukarromah Hariastuti, 2. (Subba et al. , 2. Anyaman bambu: Doko Konsep Bangun datar, bangun ruang, volume dan Bangun datar dan bangun ruang Himpunan, pola bilangan, perbandingan senilai, transformasi geometri, dan kedudukan garis Bangun datar, bangun ruang, transformasi . otasi, translas. ,kesebangunan, pola bilangan, dan barisan Himpunan, bangun datar, bangun ruang. Bangun datar dan bangun ruang Bangun datar, bangun ruang, volume dan Bangun datar, hubungan antar garis, sudut, geometri transformasi Bangun datar, bangun ruang Pola bilangan dan barisan bilangan Bangun datar, bangun ruang, volume dan Pola bilangan dan barisan bilangan Bangun datar dan bangun ruang Volume, luas, bangun datar, hubungan antar garis, mean, median, dan modus tessellation, bangun ruang, pola bilangan, barisan aritmatika, dan sudut Berbagai konsep matematika yang ditemukan dalam hasil ekstraksi data menunjukkan keragaman konsep yang cukup luas, mulai dari geometri, pengukuran, aljabar, hingga analisis data dan peluang. Oleh karena itu, konsep-konsep tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam elemen konten matematika pada Kurikulum Merdeka Fase D (BSKAP, 2. agar hasil identifikasi dapat dianalisis secara lebih sistematis, sebagaimana disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Pengelompokan Konsep Matematika Berdasarkan Elemen Konten Matematika Elemen Bilangan Aljabar Pengukuran Geometri Analisis data dan Peluang Konsep Matematika Perbandingan senilai Himpunan, pola dan barisan bilangan luas dan volume Bangun datar, bangun ruang, hubungan antar garis, sudut, transformasi geometri, dan kesebangunan Rata-rata Jumlah Artikel Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 17-24 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24410 Berdasarkan Tabel 2, elemen konten geometri menjadi elemen yang paling dominan ditemukan dalam artikel yang dianalisis, yaitu muncul pada 12 dari 15 artikel. Konsep geometri pada anyaman bambu banyak teridentifikasi melalui bentuk fisik, motif, dan struktur anyaman yang memperlihatkan hubungan antar garis, sudut, bangun datar, bangun ruang, hingga transformasi geometri. Struktur anyaman yang tersusun secara teratur juga menunjukkan representasi spasial dan hubungan geometris pada pola anyaman bambu. Konsep-konsep tersebut selaras dengan elemen geometri pada Capaian Pembelajaran (CP) matematika Fase D yang mencakup hubungan antar garis dan sudut, kesebangunan, transformasi geometri, jaringjaring bangun ruang, serta representasi bangun datar dan bangun ruang (BSKAP, 2. Selain geometri, elemen aljabar juga cukup banyak ditemukan dalam artikel yang Konsep aljabar teridentifikasi melalui pola pengulangan dan keteraturan susunan bilah anyaman yang membentuk pola dan barisan bilangan. Aktivitas menganyam yang dilakukan secara berulang menunjukkan adanya keteraturan pola yang dapat dikenali, diprediksi, dan Hal tersebut selaras dengan elemen aljabar pada CP Fase D yang berkaitan dengan kemampuan mengenali, memprediksi, dan menggeneralisasi pola dalam susunan benda maupun bilangan (BSKAP, 2. Sementara itu, elemen pengukuran muncul melalui proses pembuatan anyaman yang melibatkan aktivitas menentukan ukuran, luas, dan volume berbagai bentuk anyaman bambu. Aktivitas tersebut sesuai dengan elemen pengukuran pada CP Fase D yang mencakup konsep luas, volume, dan perubahan ukuran pada bangun datar maupun bangun ruang (BSKAP, 2. Hasil sintesis tersebut menunjukkan bahwa konsep matematika pada anyaman bambu tidak muncul secara terpisah, tetapi saling berkaitan melalui aktivitas menganyam. Geometri muncul melalui bentuk dan struktur anyaman, aljabar muncul melalui keteraturan pola susunan anyaman, sedangkan pengukuran muncul melalui proses pembentukan dan penentuan ukuran Sebaliknya, elemen bilangan serta analisis data dan peluang ditemukan dalam jumlah yang lebih sedikit karena konsep-konsep tersebut cenderung tidak muncul secara langsung dari struktur anyaman, melainkan lebih banyak digunakan sebagai konteks pelengkap dalam penyusunan aktivitas atau soal matematika. Keterkaitan antara konsep matematika pada anyaman bambu dengan elemen konten matematika Fase D tersebut menunjukkan bahwa anyaman bambu memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam berbagai materi matematika fase D. Oleh karena itu, konsep-konsep matematika yang telah diidentifikasi kemudian dipetakan lebih lanjut ke dalam materi matematika SMP berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka Fase D sebagaimana disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Pemetaan Konsep Matematika pada Anyaman Bambu dalam Kurikulum Merdeka Fase D Elemen Bilangan Konsep Matematika Perbandingan Senilai Himpunan Aljabar Pola barisan bilangan Pengukuran Keliling dan luas lingkaran Luas permukaan bangun ruang . abung, bola dan Volume bangun ruang . abung, bola, kerucu. Materi Pokok Rasio dan Relasi dan Pola barisan Lingkaran Kelas VII Bangun Ruang Vi Contoh Konteks Rasio ukuran bambu terhadap jumlah produk Pengelompokan alat anyam Vi Struktur motif anyaman Vi Nyiru, tampah, dan mulut boboko Tabung . eranjang ikan, boboko dan tenggo. , bola . ap lamp. , kerucut . aping dan aseupa. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 17-24 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24410 Kedudukan dua garis Konsep sudut Segitiga siku-siku Geometri Unsur-unsur lingkaran Translasi. Refleksi. Rotasi Jaring-jaring bangun ruang, . abung, kerucu. Analisis data Rata-rata . dan Peluang Garis dan sudut Teorema Lingkaran Transformasi Geometri VII Vi Vi Bangun Ruang Statistika Pola dan motif anyaman Sisi segitiga siku-siku pada alas Nyiru, tampah, dan mulut boboko Pola dan motif anyaman Tabung . eranjang ikan, boboko, dan tenggo. , kerucut . aping dan Rata-rata . panjang ruas bambu pada wayang. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa konsep matematika pada anyaman bambu memiliki keterkaitan dengan berbagai materi matematika pada Kurikulum Merdeka Fase D. Meskipun elemen konten geometri menjadi elemen yang paling dominan, seluruh konsep matematika yang ditemukan tetap menunjukkan relevansi dengan pembelajaran matematika fase D. Temuan ini selaras dengan penelitian Ilmiyah et al. yang menunjukkan bahwa konsep matematika pada motif anyaman dapat dikaitkan dengan berbagai materi matematika sekolah pada jenjang SD dan SMP. Kesamaan temuan tersebut menunjukkan bahwa kerajinan anyaman bambu memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran matematika melalui materi yang relevan dengan kurikulum. Dengan demikian, pemanfaatan anyaman bambu dapat mendukung pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan bermakna. KESIMPULAN Berdasarkan hasil systematic literature review terhadap 15 artikel, kerajinan anyaman bambu memuat berbagai konsep matematika yang dapat dipetakan ke dalam elemen konten Kurikulum Merdeka fase D. Elemen yang paling dominan ditemukan meliputi geometri, pengukuran, dan aljabar, sedangkan elemen bilangan serta analisis data dan peluang ditemukan dalam jumlah yang lebih terbatas. Konsep-konsep tersebut muncul melalui bentuk, pola, motif, serta proses pembuatan anyaman bambu. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa konsep matematika dalam kerajinan anyaman bambu memiliki keterkaitan dengan berbagai materi matematika fase D, seperti bangun datar, bangun ruang, transformasi geometri, pola bilangan, perbandingan, dan statistika. Temuan ini menunjukkan bahwa kerajinan anyaman bambu berpotensi dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran matematika yang relevan dengan kurikulum serta dekat dengan kehidupan siswa. Dengan demikian, pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran matematika dapat mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. REKOMENDASI Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai referensi dalam mengembangkan pembelajaran matematika berbasis budaya lokal yang lebih kontekstual dan relevan dengan materi pada fase D. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan implementasi pembelajaran berbasis anyaman bambu secara langsung di kelas untuk mengkaji pengaruhnya terhadap pemahaman konsep matematika siswa. UCAPAN TERIMAKASIH