p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENGARUH ADVERTISEMENT DAN PRICE TERHADAP IMPULSIVE BUYING PADA PRODUK KAHF DENGAN PERCEIVED EASE OF USE SEBAGAI VARIABEL MODERASI DALAM MANAJEMEN PEMASARAN SYARIAH Muhammad Fiki Alwi1. Ahmad Habibi2. Heni Verawati3 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Bandar Lampung. Indonesia Email: mfikialwi@gmail. Article History Received: 23-12-2025 Revision: 03-01-2025 Accepted: 03-01-2025 Published: 05-01-2025 Abstract. This study aims to analyze the effect of advertising and price on impulsive buying of Kahf products among Generation Z consumers in Bandar Lampung, with perceived ease of use as a moderating variable, and reviewed from the perspective of sharia marketing management. This study uses a quantitative approach with a survey method. Primary data was obtained by distributing questionnaires to Generation Z consumers who had purchased Kahf products online in Bandar Lampung. The sampling technique used purposive sampling with a total of 100 respondents. Data analysis was performed using the Structural Equation Modeling (SEM) method based on Partial Least Square (SmartPLS). The results showed that advertising and price had a positive and significant effect on impulsive buying. In addition, perceived ease of use was proven to moderate the effect of advertising and price on impulsive buying, where ease of use strengthened consumers' tendency to make impulsive From a sharia marketing management perspective, advertisements must be honest and not misleading, prices must be set fairly and reasonably, perceived ease of use must reflect the principle of ease . in muamalah, and impulsive buying must be controlled so as not to lead to wastefulness . Keywords: Advertisement. Price. Impulsive Buying. Perceived Ease Of Use Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh advertisement dan price terhadap impulsive buying produk Kahf pada konsumen Generasi Z di Bandar Lampung dengan perceived ease of use sebagai variabel moderasi, serta ditinjau dari perspektif manajemen pemasaran syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen Generasi Z yang pernah membeli produk Kahf secara online di Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (SmartPLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa advertisement dan price berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying. Selain itu, perceived ease of use terbukti mampu memoderasi pengaruh advertisement dan price terhadap impulsive buying, di mana kemudahan penggunaan sistem memperkuat kecenderungan konsumen dalam melakukan pembelian impulsif. Kata Kunci: Iklan. Harga. Pembelian Impulsif. Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan How to Cite: Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price Terhadap Impulsive Buying Pada Produk Kahf Dengan Perceived Ease Of Use Sebagai Variabel Moderasi Dalam Manajemen Pemasaran Syariah. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7748-7763. 54373/ifijeb. Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi di era digital telah membawa perubahan besar dalam perilaku konsumsi masyarakat. Kehadiran internet, media sosial, dan platform e-commerce membuat arus informasi semakin cepat dan masif, termasuk dalam hal pemasaran. Iklan atau advertisement kini tidak hanya hadir dalam bentuk media konvensional, melainkan juga tampil secara interaktif melalui berbagai kanal digital seperti Instagram. TikTok. YouTube, serta aplikasi marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. (Diva Yana et al. Fenomena impulsive buying semakin relevan dalam konteks pemasaran syariah. Konsumen muslim diharapkan memiliki perilaku konsumsi yang bijak, sesuai dengan prinsip syariah seperti kehalalan, kebermanfaatan, dan prinsip moderasi . Hal ini menimbulkan dilema tersendiri bagi manajemen pemasaran syariah: bagaimana memanfaatkan strategi pemasaran modern untuk meningkatkan penjualan, tetapi tetap menjaga nilai-nilai Islam agar tidak mendorong perilaku konsumtif berlebihan. (Zenita Alvina Fauziah et al. Produk Kahf, sebagai salah satu brand perawatan tubuh pria yang lahir dari tren gaya hidup halal, menjadi contoh menarik dalam fenomena ini. Kahf hadir dengan konsep yang menggabungkan nilai keislaman, modernitas, dan gaya hidup anak muda. Produk ini dipasarkan secara masif melalui iklan kreatif di media sosial, menggandeng influencer muslim, serta memanfaatkan strategi promosi harga yang kompetitif. Dalam memasarkan produknya. Kahf gencar menggunakan advertisement digital, baik melalui media sosial maupun kolaborasi dengan influencer. Strategi ini terbukti mampu membangun brand awareness serta meningkatkan engagement dengan konsumen, khususnya generasi Z yang sangat aktif di dunia Selain faktor iklan, harga . juga memainkan peran strategis dalam keputusan Kahf hadir dengan harga menengah yang relatif terjangkau namun tetap memberikan kesan premium. Strategi harga seperti ini mampu menarik konsumen Gen-Z yang sensitif terhadap harga tetapi tetap ingin tampil stylish. Bahkan, data menunjukkan bahwa perilaku belanja online Gen Z cukup tinggi, dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp 414. per bulan, dan sebagian besar lebih memilih berbelanja melalui live shopping . %) serta menggunakan dompet digital sebagai metode pembayaran utama. Sejumlah penelitian terdahulu juga mengonfirmasi bahwa iklan dan harga merupakan faktor dominan dalam mendorong perilaku impulsif konsumen. Sebagai contoh, penelitian pada pengguna Shopee menunjukkan bahwa diskon harga berpengaruh sebesar 22,1% terhadap perilaku pembelian impulsif. Penelitian lain mengenai promosi produk fashion di TikTok bahkan menemukan bahwa diskon harga, promosi, dan motivasi hedonik mampu menjelaskan Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. hingga 94,7% variasi perilaku pembelian impulsif. Data ini menunjukkan betapa kuatnya peran harga dan iklan dalam memicu keputusan pembelian yang tidak direncanakan. (Tumanggor. Hadi, and Sembiring 2. Gambar 1. Grafik Ilustrasi Pengaruh Diskon Harga Terhadap Impulsive Buying Grafik tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi diskon harga yang ditawarkan, semakin meningkat pula skor impulsive buying konsumen. Akan tetapi, pada kondisi perceived ease of use tinggi, peningkatan tersebut jauh lebih signifikan dibandingkan dengan kondisi perceived ease of use rendah. Hal ini menegaskan bahwa persepsi kemudahan penggunaan platform pembelian berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh advertisement dan price terhadap perilaku impulsif konsumen. Perilaku impulsive buying atau pembelian impulsif, pembelian yang dilakukan secara spontan tanpa perencanaan matang dipandang kritis dalam Manajemen Pemasaran Syariah. Dalam Islam, konsumsi didasarkan pada prinsip kebutuhan . , bukan sekadar keinginan . , serta menjauhi praktik israf . erlebih-lebiha. dan tabzir . Konsep larangan berlebih-lebihan dalam konsumsi dan pemborosan ditegaskan dalam Al-Qur'an sebagai landasan utama etika konsumsi Syariah, yang secara langsung mengecam dampak negatif dari impulsive buying. Salah satu ayat yang relevan adalah Surah Al-A'raf ayat 31: a AO aOI I aO aO I E aI aI EE I a OEE aO O a aO OE aA aOo IacN E aO aEI a AOA a a aa aa a a a ca a a a a a a aa a a a a a Artinya: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh. Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. " (QS. Al-A'raf . : . Ayat ini memberikan batasan jelas terhadap perilaku konsumsi, termasuk pembelian. Pemasaran Syariah harus memastikan bahwa produk yang ditawarkan dan cara promosinya tidak menyebabkan konsumen terjerumus dalam israf, karena tindakan berlebihan dapat disamakan dengan mengikuti langkah-langkah setan dan mengabaikan tanggung jawab pengelolaan harta secara bijaksana. Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. METODE Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2025 dengan sasaran Gen Z di Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi konsumen Gen Z di Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling melalui purposive sampling. Data diperoleh dari pra-survey menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan software SmartPLS 4 menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Pengujian meliputi uji validitas, reliabilitas, hipotesis, dan koefisien Advertisement (X. Impulsive Buying (Y) Menarik Menimbulkan Keinginan Menimbulkan perhatian Menimbulkan tindakan Pembelian spontan Pembelian tanpa berpikir Pembelian Terburu-buru Pembelian yang dipengaruhi emosional Price (X. Keterjangkauan harga. Daya saing harga. Kesesuaian dengan manfaat produk. Kesesuaian dengan kualitas produk Perceived Ease Of Use (Z) Mudah digunakan Mudah dipelajari Tidak membutuhkan Gambar 2. Kerangka Penelitian Keterangan X = Variabel Independen Y = Variabel Dependen Z = Variabel Moderasi = Secara Langsung = Secara Tidak Langsung Perspektif Manajemen Pemasaran Syariah Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Jenis Kelamin Berdasarkan tabel tersebut, responden laki-laki berjumlah 62 orang . %) dan perempuan 38 orang . %), sehingga mayoritas responden adalah laki-laki dari total 100 sampel Tabel 1. Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki Ae Laki Perempuan Total Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Usia Berdasarkan tabel tersebut, mayoritas responden berusia 18Ae22 tahun sebanyak 57 orang . %), diikuti usia 23Ae25 tahun 24 orang . %) dan 26Ae28 tahun 19 orang . %) dari total 100 sampel. Tabel 2. Usia Responden Jenis Kelamin Jumlah Persentase 18 Tahun Ae 22 Tahun 23 Tahun Ae 25 Tahun 26 Tahun Ae 28 Tahun Total Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Uji Validitas Gambar 3. Outer Loading Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. Di bawah ini hasil uji validitas untuk memastikan bahwa instrumen penelitian ini dapat secara akurat dan tepat mengukur variabel yang diteliti. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Item ADV. Valid ADV. Valid ADV. Valid ADV. Valid ADV. Valid ADV. Valid ADV. Valid ADV. Valid Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid IB. Valid IB. Valid IB. Valid IB. Valid IB. Valid IB. Valid IB. Valid Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. IB. Valid PEOU. Valid PEOU. Valid PEOU. Valid PEOU. Valid PEOU. Valid PEOU. Valid Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Berdasarkan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa semua item pernyataan pada penelitian sudah memenuhi syarat > 0,7 nilai validitas dengan melihat pada nilai outer loading. Untuk X1 memiliki 8 indikator yang memenuhi syarat validitas >0. 7, untuk X2 memiliki 8 indikator yang memenuhi syarat validitas >0. 7, untuk Y memiliki 8 indikator yang memenuhi syarat validitas >0. Sedangkan Z memiliki 6 Indikator yang memenuhi syarat validitas >0. Uji Reliabilitas Untuk memastikan bahwa variabel yang diuji konsisten dan dapat diandalkan, uji reliabilitas dilakukan pada semua instrumen yang terlibat dalam penelitian ini. Hasil pengujian reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut: Variabel Advertisement Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAo Rho_a Average Alpha Variance Extracted Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel (X. Price (X. Impulsive Buying (Y) Perceived Ease Of Use (Z) Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. Berdasarkan tabel tersebut, seluruh variabel memenuhi uji reliabilitas dengan nilai CronbachAos Alpha > 0,6, yaitu X1 sebesar 0,928. X2 sebesar 0,932. Y sebesar 0,961, dan Z sebesar 0,948. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki tingkat reliabilitas yang Uji Hipotesis Bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen berdasarkan nilai Original Sample dan P-Value. Pengaruh dinyatakan positif atau negatif dilihat dari nilai Original Sample, sedangkan signifikansi ditentukan oleh P-Value, di mana nilai < 0,05 menunjukkan pengaruh signifikan dan > 0,05 tidak signifikan. Hasil uji hipotesis disajikan sebagai berikut: Hipotesis Pengaruh Pengaruh Advertisement Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Original Sample STDEV Sampel Mean T Statistik P Values Impulsive Buying Pengaruh Price Impulsive Buying Pengaruh Advertisement. Price Perceived Ease Of Use Impulsive Buying Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Berdasarkan data hasil uji hipotesis pada tabel di atas, dapat diketahui hasilnya: Hasil uji hipotesis menunjukan Original Sampel (O) bernilai positif yaitu 0. 421 dan nilai P Value bernilai 0. Hal tersebut membuktikan bahwa Advertisement Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying pada konsumen Gen Ae z di Bandar Lampung yang berarti hipotesis pertama (H. Hasil uji hipotesis menunjukan Original Sampel (O) bernilai positif yaitu 0. 624 dan nilai P Value bernilai 0. Hal tersebut membuktikan bahwa Price berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying pada konsumen Gen Ae Z di Bandar Lampung yang berarti hipotesis kedua (H. Hasil uji hipotesis menunjukan Original Sampel (O) bernilai positif yaitu 0. 782 dan nilai P Value bernilai 0. Hal tersebut membuktikan bahwa Advertisement dan Price berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying di Moderasi oleh Perceived Ease Of Use pada konsumen Gen Ae Z di Bandar Lampung yang berarti hipotesis keempat (H. Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengetahui perubahan variabel dependen (Y) yang disebabkan oleh variabel independen (X). Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Variabel R Square Impulsive Buying Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Hasil uji koefisien determinasi pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi atau R Square sebesar 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel Advertisement (X. dan Price (X. mampu memberikan penjelasan terhadap Impulsive Buying pada konsumen Gen Ae Z di Bandar Lampung sebesar 86,6% sedangkan sisanya 14,4% dapat dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh Advertisement Terhadap Impulsive Buying Produk Kahf Pada Konsumen Gen Ae Z di Bandar Lampung Teori SAeOAeR menjelaskan bahwa rangsangan lingkungan, seperti iklan, memengaruhi kondisi internal konsumen yang kemudian mendorong respons perilaku, sedangkan teori AIDA menegaskan bahwa iklan yang efektif mampu membawa konsumen dari tahap perhatian hingga tindakan pembelian. Dalam konteks penelitian ini, iklan yang menarik dan relevan bagi Generasi Z dapat memicu impulsive buying. Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Advertisement (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying (Y) dengan nilai Original Sample sebesar 0,421 dan P-Value 0,023 < 0,05, sehingga H1 diterima. Advertisement yang menarik mampu memicu perhatian dan emosi konsumen dengan cepat serta mengurangi pertimbangan rasional, sehingga mendorong pembelian impulsif. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa advertisement berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, yang menunjukkan bahwa semakin baik iklan suatu perusahaan, semakin besar kecenderungan terjadinya pembelian impulsif. Pengaruh Price Terhadap Impulsive Buying Produk Kahf Pada Konsumen Gen Ae Z di Bandar Lampung Teori StimulusAeOrganismAeResponse (SOR) menjelaskan bahwa harga . sebagai stimulus dapat memengaruhi kondisi internal konsumen, baik secara kognitif maupun afektif, yang kemudian mendorong respons perilaku berupa pembelian. Sementara itu, teori self-control menjelaskan bahwa rendahnya pengendalian diri membuat konsumen lebih mudah melakukan pembelian impulsif. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Price (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying (Y) dengan nilai Original Sample sebesar 0,624 dan P-Value 0,000 < 0,05, sehingga H2 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa harga memengaruhi cara konsumen berpikir, merasakan, dan mengendalikan diri dalam mengambil keputusan pembelian. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, meskipun pada beberapa studi pengaruhnya ditemukan tidak signifikan. Pengaruh Advertisement dan Price Terhadap Impulsive Buying Produk Khaf diModerasi Perceived Ease Of Use Pada Konsumen Gen Ae Z di Bandar Lampung Technology Acceptance Model (TAM) menjelaskan penerimaan penggunaan teknologi, di mana perceived ease of use menunjukkan keyakinan bahwa sistem mudah Sementara itu. Elaboration Likelihood Model (ELM) menjelaskan bagaimana pesan iklan diproses melalui jalur sentral dan periferal dalam memengaruhi sikap dan perilaku konsumen. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Advertisement dan Price terhadap Impulsive Buying yang dimoderasi Perceived Ease of Use memiliki nilai Original Sample sebesar 0,782 dan P-Value 0,000 < 0,05, sehingga H3 diterima. Hal ini membuktikan bahwa kemudahan penggunaan memperkuat pengaruh iklan dan harga terhadap perilaku impulsive buying pada konsumen Gen Z di Bandar Lampung. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa perceived Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. ease of use berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat penggunaan serta mendorong terjadinya perilaku pembelian. Bagaimana Advertisement. Price. Impulsive Buying. Perceived Ease Of Use Dalam Perspektif Manajemen Pemasaran Syariah Dalam pemasaran syariah, iklan . harus berlandaskan kejujuran . , amanah, dan tidak mengandung unsur penipuan . , kebohongan, maupun manipulasi emosi secara berlebihan. Iklan diperbolehkan selama bertujuan memberi informasi yang benar dan mendorong konsumen pada keputusan yang sadar. Seperti dijelaskan Allah SWT dalam surah Al Ahzab Ayat 70 yang berbunyi: AOaO aNEacOe aI aIIaOac aCOA AOe A a AcEEa aOCa eOEaeOCa eOEA Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Ay Ayat tersebut menegaskan bahwa komunikasi pemasaran, termasuk iklan, harus berlandaskan kejujuran dan tidak menyesatkan konsumen. Dalam Islam, harga harus adil . l-Aoad. , wajar, dan tidak merugikan salah satu pihak. Penetapan harga diperbolehkan selama tidak mengandung riba, tidak menzalimi konsumen, tidak ada penipuan harga. Harga yang adil justru menjadi nilai tambah dalam pemasaran syariah karena mencerminkan kejujuran dan keberkahan usaha. Dalam Al Quran surah Al AnAoam Ayat 152 Allah SWT berfirman: A cOae Ea aa aacN oo aOaeOAaO Ee aEeO aE aOEeIeO a aIA a AIA a AeOaeOIacEaEac eaN aOa e a aIA a AaOaEa eCaa eOA AEaeO aOEa eO aE aI a Ca e o aO a eN cEEA a AIA AEA ACA AOA ANA AOA AEA a AIA a AEA AEA AIA AEA e a e ae a a a a a e a AaEeC e a a a a a e A AaeOAa eO E aE eI aO AO aE eIN Ea aEac aE eI a a acEaeO aIA Artinya: AuJanganlah kamu mendekati . harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai . Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, lakukanlah secara adil sekalipun dia kerabat(-m. Penuhilah pula janji Allah. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengambil pelajaranAy Ayat ini menegaskan pentingnya prinsip keadilan dalam setiap transaksi, termasuk penetapan harga produk. Harga harus ditentukan secara wajar dan transparan. Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. mencerminkan kualitas produk, serta tidak merugikan konsumen atau mengandung unsur penipuan. Prinsip ini menjadi fondasi etika bisnis Islam, yang menekankan keseimbangan antara hak pelaku usaha dan konsumen, sehingga transaksi yang terjadi tidak hanya menguntungkan secara materi, tetapi juga sesuai dengan nilai syariah. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian berjudul AuPengaruh Advertisement dan Price terhadap Impulsive Buying pada Produk Kahf dengan Perceived Ease of Use sebagai Variabel Moderasi dalam Manajemen Pemasaran SyariahAy yaitu Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Advertisement dan Price memiliki peran penting dalam memengaruhi Impulsive Buying. Advertisement terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying, yang menunjukkan bahwa semakin efektif dan menarik iklan yang disampaikan, maka semakin besar kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian secara impulsif. Selain itu. Price juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying, yang mengindikasikan bahwa persepsi harga yang sesuai, menarik, dan kompetitif dapat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian tanpa perencanaan sebelumnya. Ditinjau dari perspektif manajemen pemasaran syariah, keempat variabel tersebut saling berkaitan dan harus dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Advertisement dan price berfungsi sebagai sarana pemasaran yang wajib diterapkan secara jujur, transparan, dan adil, tanpa unsur penipuan atau manipulasi. Meskipun kedua faktor tersebut dapat mendorong impulsive buying. Islam menekankan pentingnya pengendalian konsumsi agar tidak mengarah pada perilaku berlebihan . Sementara itu, perceived ease of use mencerminkan prinsip kemudahan . dalam muamalah yang memfasilitasi transaksi secara efisien dan adil. Dengan demikian, pengelolaan advertisement, price, impulsive buying, dan perceived ease of use harus dilakukan secara seimbang agar selaras dengan nilai-nilai syariah. REKOMENDASI Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang manajemen bisnis, serta menjadi bahan referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji topik serupa. Penelitian ini juga dapat dijadikan rujukan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut agar pembahasan terkait variabel yang diteliti semakin mendalam dan komprehensif. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi organisasi atau perusahaan bahwa peningkatan kreativitas Alwi F. Habibi. , & Verawati. Pengaruh Advertisement Dan Price. advertisement, penetapan price yang kompetitif, serta pemahaman terhadap impulsive buying dan perceived ease of use sangat penting dalam menarik minat konsumen, meningkatkan efektivitas penjualan, dan mempertahankan daya saing. Apabila ketiga aspek tersebut dikelola secara optimal dan saling mendukung, maka akan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat loyalitas pelanggan. REFERENSI