Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. : Januari - Juni 2025 ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Hubungan Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga dengan Kepatuhan Kontrol Rutin pada Lansia Diabetes Melitus The Relationship Between Family Health Tasks Implementation and Adherence to Routine Control of Elderly Diabetes Melitus Nayumi Fadila Ratmoro1*. Syarifa Atika1. Neti Hartaty1. Imelda1 Fakultas Keperawatan. Universitas Syiah Kuala *Email: nayumi@mhs. ABSTRAK Kontrol gula darah diperlukan untuk mencegah komplikasi diabetes melitus. Pengobatan diabetes melitus yang harus dijalani seumur hidup sering kali menyebabkan penderita merasa jenuh dalam menjalani pengobatan. Peran aktif keluarga diperlukan untuk membantu proses pengobatan lansia diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada lansia diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan desain cross-sectional, populasi 86 anggota keluarga yang merawat lansia diabetes melitus yang terdata di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar. Aceh. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu melibatkan seluruh anggota populasi menjadi sampel. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner tugas kesehatan keluarga dan formulir frekuensi kunjungan kontrol ke Posbindu yang disebarkan secara offline dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada lansia diabetes melitus . -value 0,. Dapat disimpulkan bahwa tugas kesehatan keluarga yang terdiri dari kemampuan mengenal masalah, membuat keputusan yang tepat, merawat, modifikasi lingkungan, memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki hubungan dengan kepatuhan kontrol rutin lansia diabetes melitus. Kata Kunci: diabetes melitus, kepatuhan kontrol, tugas kesehatan keluarga ABSTRACT Blood sugar control is necessary to prevent complications of diabetes mellitus. Treatment of diabetes mellitus, which must be undergone for a lifetime, often causes sufferers to feel bored in undergoing treatment. The active role of the family is needed to help the treatment process of the elderly with diabetes The purpose of this study was to determine the relationship between the implementation of family health tasks and routine control compliance in the elderly with diabetes mellitus. This study uses a quantitative method with a Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 correlational analytical approach and cross-sectional design, a population of 86 family members caring for the elderly with diabetes mellitus recorded in the working area of the Kuta Baro Health Center. Aceh Besar Regency. Aceh. This study uses a total sampling technique, which involves all members of the population into a sample. The data collection tool used a family health task questionnaire and a control visit frequency form to the Posbindu that was disseminated offline and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that there was a relationship between the implementation of family health tasks and routine control compliance in the elderly with diabetes mellitus . -value It can be concluded that family health tasks consisting of the ability to recognize problems, make the right decisions, treat, modify the environment, and utilize health service facilities have a relationship with compliance with routine control compliance of the elderly with diabetes mellitus. Keyword: diabetes mellitus, family health tasks, routine control PENDAHULUAN Diabetes Melitus (DM) disebut juga dengan Mother of Disease karena merupakan induk penyakit-penyakit lain seperti hipertensi, gagal ginjal, kebutaan, stroke, dan amputasi kaki (Silaban dkk, 2. Tingginya angka mortalitas pada pasien diabetes erat kaitannya dengan kadar glukosa darah yang tidak terkendali, yang pada akhirnya dapat memicu munculnya berbagai komplikasi penyakit (Andala & Akbar, 2. Pengobatan DM yang harus dijalani seumur hidup sering kali menyebabkan penderita merasa jenuh dan tidak lagi patuh dalam menjalani pengobatan. Salah satu bentuk perilaku pengendalian gula darah adalah kepatuhan melakukan kontrol (Juwita & Febrina, 2. Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2019 1,5 juta kematian di dunia disebabkan langsung oleh DM dan 48% dari kematian tersebut terjadi sebelum usia 70 tahun (WHO, 2. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan prevalensi penderita DM di Indonesia sebesar 1,5% dari total penduduk (Kemenkes, 2. Pada tahun 2022, jumlah penderita di provinsi Aceh 464 kasus, sementara yang menerima pelayanan sesuai standar 684 kasus . ,36%). Terdapat 122,8 juta penduduk usia 65-99 tahun di dunia yang menderita diabetes (IDF, 2. Lansia dengan penyakit DM memerlukan keluarga untuk membantu dalam proses pengobatan. Terdapat lima tugas kesehatan keluarga, meliputi: mengenal masalah kesehatan keluarga, memutuskan tindakan kesehatan yang tepat, melakukan perawatan yang tepat, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan (Pradivta et dkk, 2. Hasil wawancara awal, didapatkan hanya satu dari tiga orang lansia yang menjalankan pengobatan rutin setiap bulan. Sedangkan, kepatuhan kontrol dapat mencegah dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi karena terkontrolnya kadar gula darah (Hamarno dkk, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada lansia DM. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi, analisis, dan panduan bagi para praktisi keperawatan yang menangani masalah mengenai tantangan kesehatan keluarga dalam menjaga kepatuhan kontron rutin lansia DM. Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan desain cross-sectional yaitu pengumpulan data yang dilakukan hanya sekali dalam satu waktu. Penelitian dilakukan pada Agustus - Desember 2024 dengan proses penyusunan proposal sampai penyusunan laporan hasil Terdapat 86 keluarga dengan lansia diabetes melitus yang terdata di Puskesmas Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar. Aceh yang menjadi populasi pada penelitian ini. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, maka seluruh anggota populasi menjadi sampel. Kriteria yang menjadi responden pada penelitian ini adalah anggota keluarga yang merawat dan tinggal bersama lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar. Aceh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tugas kesehatan keluarga yang sudah digunakan pada penelitian sebelumnya Hanani & Ratnawati . dan formulir frekuensi kunjungan kontrol ke Posbindu. Data didapatkan dengan memberikan kuesioner pada responden dengan cara door to door dan melihat kartu kunjungan Posbindu lansia diabetes melitus. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. HASIL Analisis Univariat Data Demografi Tabel. 1 Distribusi frekuensi data demografi responden (N=. Karakteristik Pendidikan Dasar (SD & SMP) Menengah (SMA) Tinggi (Perguruan Tingg. Penghasilan Di bawah UMR Di atas UMR Jumlah Anggota Keluarga Sedikit (< 4 oran. Banyak (Ou 4 oran. Tabel. 1 menunjukkan bahwa sebagian besar pendidikan terakhir responden pada menengah sebanyak 51 orang . ,3%). Penghasilan responden dominan di atas UMR Kabupaten Aceh Besar sebanyak 53 orang . ,6%). Berdasarkan kategori jumlah anggota keluarga, sebagian besar responden memiliki jumlah anggota keluarga yang dikategorikan banyak (Ou 4 oran. sejumlah 79 orang . ,9%). Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 Tugas Kesehatan Keluarga Tabel. Distribusi Frekuensi Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga dengan Lansia Diabetes Melitus (N=. Tugas Kesehatan Keluarga Tidak Mampu Tugas Kesehatan Keluarga Mampu Total Tabel. 2 menunjukkan sebagian besar keluarga yang merawat lansia diabetes melitus mampu melaksanakan tugas kesehatan keluarga sebanyak 47 keluarga . ,7%). Kepatuhan Kontrol Rutin Tabel. 3 Distribusi Frekuensi Kepatuhan Kontrol Lansia Diabetes Melitus (N=. Kepatuhan Kontrol Rutin Tidak Patuh Patuh Total Berdasarkan tabel. 3 menunjukkan bahwa sebagian besar lansia patuh melakukan kontrol rutin setiap satu bulan sekali selama 3 bulan berturut-turut sebanyak 51 lansia . ,3%). Analisis Bivariat Tabel. Hubungan Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga dengan Kepatuhan Kontrol Rutin (N=. Kepatuhan Kontrol Rutin Pelaksanaan Tugas P-Value Patuh Jumlah Kesehatan Keluarga Tidak Patuh Tidak Mampu 0,000 Mampu 0,000 Berdasarkan tabel. 4 menunjukkan bahwa dari 39 responden . ,3%) yang tidak mampu melaksanakan tugas kesehatan keluarga terdapat 4 responden . ,7%) yang memiliki lansia patuh melakukan kontrol rutin dan dari 47 responden . ,7%) yang mampu melaksanakan tugas kesehatan keluarga seluruhnya memiliki lansia patuh melakukan kontrol rutin. Hubungan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin didapatkan hasil p-value 0,000 (< 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro . -value = 0,. Hasil Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 tersebut sejalan dengan hasil penelitian Hanani & Ratnawati . yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dengan pengontrolan kadar glukosa darah dengan nilai p-value = 0,000 (< 0,. Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anggotanya dengan melaksanakan tugas kesehatan keluarga meliputi mengenal masalah, membuat keputusan yang tepat, merawat, modifikasi lingkungan, dan memanfaatkan pelayanan kesehatan. Dalam menjaga kesehatan, keluarga sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehat yang diterapkan oleh setiap anggota keluarga. Untuk mempertahankan atau meningkatkan kondisi kesehatan, keluarga dapat melakukan berbagai upaya melalui pelaksanaan tugas-tugas kesehatan keluarga. Jika tugas-tugas ini dijalankan dengan baik, keluarga diharapkan mampu mengelola masalah kesehatan, mempertahankan fungsi keluarga, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan kesehatan (Friedman, 2. Variabel paling dominan merupakan kemampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan . ,8%). Mengubah lingkungan dapat membantu merawat anggota keluarga dengan masalah kesehatan, dengan menjaga kebersihan rumah dan menciptakan suasana yang nyaman, mereka bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan dari faktor eksternal (Febriyona et al. , 2. Suprapti . menyebutkan bahwa lansia dengan tingkat stres berat memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena diabetes melitus dibandingkan lansia yang mengalami stres ringan. Maka dari itu, diperlukan usaha kesehatan lingkungan yang merupakan upaya untuk memperbaiki lingkungan tempat tinggal agar menjadi lingkungan yang mendukung kesehatan optimal bagi individu yang tinggal di Silaban dkk . menyebutkan bahwa peran aktif keluarga yang positif dapat menjadi sumber motivasi dan dukungan yang efektif dalam mendorong pasien untuk mematuhi kontrol rutin sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Hal tersebut diperkuat oleh hasil penelitian Elmita dkk . mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kontrol pada penderita diabetes melitus menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol pada penderita diabetes melitus . -value = 0,. Kesimpulan dari hasil penelitian terdahulu dan teori yang sudah ada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa keluarga berperan penting untuk melaksanakan tugas kesehatan keluarga. Jika keluarga mampu melaksanakan tugas kesehatan keluarga dengan baik, maka lansia diabetes melitus akan patuh melakukan kontrol rutin. SIMPULAN Berdasarkan hasil uji analisis didapatkan nilai p-value = 0,000 (< 0,. maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dengan Kepatuhan Kontrol Rutin pada Lansia Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar. Aceh. Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 SARAN Puskesmas diharapkan dapat memperkuat program edukasi dan pendampingan bagi keluarga yang merawat lansia DM agar meningkatkan kemampuan keluarga melaksanaan tugas kesehatan untuk mendorong kepatuhan kontrol rutin lansia DM. DAFTAR PUSTAKA