JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 TANTANGAN DAN PELUANG BELAJAR DI KOREA SELATAN PERSPEKTIF MAHASISWA IISMA M Ferdi Rabsy Manajemen Tata Hidangan. Politeknik Pariwisata Batam ferdigalahad@gmail. ABSTRACT The Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) program allows Indonesian students to experience international education, particularly in South Korea, which is known for its modern education system, advanced technology, and rich culture. This article explores the challenges and opportunities faced by IISMA students in South Korea, including adaptation to differences in curriculum, culture, and language. The research method involves analyzing personal experiences through internships, industrial visits, and participation in academic The findings reveal that students face significant challenges, such as academic pressure, language barriers, and cultural differences, which demand high adaptability. However, the opportunities offered are substantial, including the development of cross-cultural skills, enhanced global insights, and direct exposure to the professional world through internships at Lotte Hotel Ulsan, training at Air Busan Headquarters, and industrial visits to locations such as Kweon Do Yeong Aloe Farm and Ulsan Jeil Hospital. In conclusion, the IISMA program helps students develop academic and professional potential, build adaptive character, and improve global competitiveness. This experience contributes to shaping a generation of Indonesian youth with an international perspective, ready to face the challenges of globalization. Keywords: Adaptasi Budaya. IISMA. Korea Selatan. Pariwisata. Pendidikan Internasional PENDAHULUAN Korea Selatan, dengan kemajuan teknologi, sistem pendidikan yang unggul, serta budaya yang kaya, telah menjadi salah satu tujuan utama bagi mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi. Dalam konteks Indonesia, program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) menjadi salah satu inisiatif penting yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia untuk memperoleh pengalaman belajar di luar negeri, khususnya di negara seperti Korea Selatan. Melalui program ini, mahasiswa Indonesia diberikan peluang untuk tidak hanya mendalami bidang akademik tetapi juga memperluas wawasan budaya serta membangun jaringan internasional. Namun, walau kesempatan ini membawa banyak manfaat, proses adaptasi bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Korea Selatan juga dihadapkan pada sejumlah tantangan. Tantangan tersebut meliputi perbedaan sistem pendidikan, budaya akademik yang berbeda, serta kendala bahasa yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dan interaksi sosial. Selain itu, adanya kecanggihan teknologi dan pembelajaran berbasis digital yang semakin dominan menambah dimensi baru dalam pengalaman belajar di Korea Selatan. Di sisi lain, program IISMA juga menawarkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Indonesia. Peluang ini tidak hanya terbatas pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga mencakup pengalaman langsung dalam menghadapi globalisasi dan dinamika dunia kerja internasional. Melalui interaksi dengan mahasiswa internasional dan pengenalan terhadap metodologi pendidikan yang inovatif, mahasiswa Indonesia dapat memperkaya pengalaman mereka, yang pada akhirnya berkontribusi pada perkembangan pribadi dan profesional mereka. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh mahasiswa Indonesia yang mengikuti program IISMA di Korea Selatan. Melalui perspektif mahasiswa IISMA, penelitian ini akan memberikan wawasan mengenai bagaimana mereka mengatasi kesulitan yang ada dan memanfaatkan peluang untuk mencapai kesuksesan akademik dan pengembangan diri di luar negeri. PEMBAHASAN Program IISMA (Indonesia International Student Mobility Award. merupakan program beasiswa pertukaran pelajar bagi mahasiswa Indonesia yang sedang berada dalam semester 5 atau 7 di home university Indonesia untuk merasakan kesempatan belajar selama satu semester di host country, dalam kesempatan kali ini dengan memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa Indonesia untuk merasakan pengalaman belajar di luar negeri, termasuk di Korea Selatan. Negara ini dikenal dengan kemajuan teknologi, budaya yang kaya, serta sistem pendidikan yang kompetitif. Bagi mahasiswa IISMA, pengalaman berkuliah di Korea Selatan tidak hanya memberikan wawasan akademik baru, tetapi JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 juga tantangan yang memperkaya perjalanan pribadi Bagian 1: Perbedaan Kurikulum dan Sistem Pendidikan Salah satu aspek yang paling mencolok adalah perbedaan kurikulum dan sistem pendidikan. Menurut S. Nasution dalam (Syamsul Bahri, 2. , kurikulum merupakan suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajaran. Di Korea Selatan, sistem pendidikan menekankan pada disiplin, kerja keras, dan penguasaan teknologi. Mahasiswa sering dihadapkan pada tugas-tugas individu yang mengharuskan mereka berpikir kritis dan kreatif. Kelas di universitas-universitas Korea juga sering menggunakan metode diskusi kelompok dan proyek kolaboratif. Hal ini memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa Indonesia yang mungkin terbiasa dengan metode pembelajaran berbasis ceramah. Selain itu, kurikulum di Korea Selatan lebih fleksibel, memungkinkan mahasiswa untuk memilih mata kuliah lintas disiplin yang sesuai dengan minat Bagian 2: Adaptasi Sosial dan Budaya Menurut (Susi Andriani et al. , 2. adaptasi sosial merupakan kesanggupan individu untuk dapat bereaksi secara efektif dan harmonis terhadap realitas dan situasi sosial, serta dapat menjalin hubungan sosial yang sehat. Bagi mahasiswa IISMA, adaptasi sosial menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk Budaya Korea yang sarat dengan tata krama, seperti penggunaan bahasa formal dan hierarki sosial, membutuhkan waktu untuk dipahami. Namun, hal ini memberikan mahasiswa pelajaran berharga tentang pentingnya menghormati orang lain dalam konteks budaya yang berbeda. Tidak hanya itu, mahasiswa juga diajak untuk mengenal budaya populer Korea, seperti K-pop. K-drama, dan makanan tradisional Korea Selatan. Kegiatan seperti festival kampus atau klub mahasiswa menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jaringan pertemanan dan mendalami kehidupan sosial di Korea Selatan. E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 Selain itu, tekanan akademik juga menjadi Standar akademik yang tinggi dan jadwal yang padat menuntut mahasiswa untuk memiliki manajemen waktu yang baik. Tekanan untuk melaksanakan tanggung jawab dari sisi akademik kepada negara dan program IISMA terkadang dapat menyebabkan para penerima beasiswa IISMA mengalami stress serta rasa rindu rumah . juga kerap dirasakan, terutama karena perbedaan budaya dan jarak yang jauh dari keluarga. Selain kultur dan budaya yang berbeda, perbedaan Bahasa dan system pembelajaran yang baru juga pasti dihadapi oleh para IISMA awardees, sehingga menuntut para penerima beasiswa untuk melakukan adaptasi baik dari sisi sosial maupun akademik dengan cepat dan sembari melakukan performa terbaik untuk menggunakan kesempatan emas ini untuk mencapai target pencapaian yang sudah ditentukan oleh penyelenggara program IISMA dan agar bisa membawa dampak baik kepada Indonesia. Bagian 4 :Peluang yang Didapat Meskipun penuh tantangan, pengalaman ini membuka banyak peluang. Mahasiswa IISMA dapat membangun jaringan dan koneksi internasional yang berguna untuk karier mereka di masa depan. Mereka juga mendapatkan wawasan global yang memperkaya perspektif mereka tentang dunia. Selain itu, pengalaman belajar di Korea Selatan membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan lunak seperti adaptasi, komunikasi lintas budaya, dan pemecahan masalah. Semua ini menjadi modal berharga ketika mereka kembali ke Indonesia dan membantu membangun negeri dengan ilmu yang telah didapat dan memberikan dampak positif kepada masyarakat dan komunitas disekitarnya serta membantu untuk bersaing di dunia kerja. Meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan kurikulum, adaptasi budaya, dan tekanan akademik, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara pribadi dan profesional. Program ini bukan hanya tentang menimba ilmu, tetapi juga membentuk generasi muda Indonesia yang berwawasan global dan siap menghadapi tantangan Bagian 3: Tantangan Selama Studi Beradaptasi dengan sistem pendidikan baru bukan tanpa tantangan. Bahasa menjadi hambatan utama bagi sebagian besar mahasiswa, meskipun banyak universitas di Korea menawarkan mata kuliah dalam bahasa Inggris. Mahasiswa IISMA sering kali harus belajar dasar-dasar bahasa Korea untuk mempermudah komunikasi dan pembelajaran seharihari. JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 kerja sama tim tetap menjadi elemen penting untuk memastikan kelancaran operasional hotel. Gambar 1. IISMA Awardee Ulsan College (Ferdi. Bagian 5: Pengalaman dan Ilmu yang Didapatkan Internship di Lotte Hotel Ulsan Sebagai seorang penerima program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) di Ulsan College. Korea Selatan, saya mendapatkan pengalaman magang dan kunjungan industri ke Lotte Hotel Ulsan, yang memberikan wawasan mendalam tentang dunia perhotelan internasional, sekaligus memperluas pemahaman tentang budaya kerja di Korea Selatan. Beberapa hal yang dapat saya dapatkan dari pengalaman tersebut, baik dari segi ilmu yang didapatkan maupun manfaat personal dan profesional adalah sebagai berikut: Memahami standar layanan perhotelan internasional, karena Lotte Hotel Ulsan, sebagai salah satu hotel bintang lima terkemuka di Korea Selatan, memiliki standar layanan yang sangat tinggi. Selama magang, saya berkesempatan untuk mengamati dan terlibat langsung dalam berbagai departemen seperti front office, dan food & beverage. - Front Office: Saya belajar tentang customer service yang berfokus pada detail, seperti menyambut tamu dengan sikap ramah dan menjaga profesionalisme dalam menangani keluhan pelanggan serta bagaimana mengambil, mencatat dan mengolah data seperti reservasi tamu. - Food & Beverage: Saya turut mempelajari bagaimana manajemen restoran hotel memastikan pengalaman makan yang berkesan bagi tamu, mulai dari penyajian, complaint handling, set-up hingga bagaimana menjaga sikap tubuh dalam menghadapi keramahtamahan staf terhadap tamu. Mengadaptasi budaya kerja Korea Selatan yang terkenal disiplin, menghargai hierarki, dan berorientasi pada hasil memberikan tantangan Selama kunjungan industri dan magang, saya belajar untuk menghormati senioritas, sikap hormat kepada rekan kerja yang lebih senior menjadi bagian penting dari hubungan profesional, manajemen waktu seperti kedisiplinan waktu merupakan aspek yang sangat dijunjung tinggi, baik dalam hal datang tepat waktu maupun menyelesaikan tugas sesuai tenggat serta kolaborasi tim. walaupun hierarki dijaga. Penguasaan bahasa dan interaksi antarbudaya, bagi seorang mahasiswa internasional, keterampilan bahasa sangat penting. Di Lotte Hotel Ulsan, bahasa Inggris sering digunakan untuk melayani tamu asing, tetapi penggunaan bahasa Korea juga menjadi keharusan dalam berkomunikasi dengan staf lokal. Awardees dituntut untuk meningkatkan kemampuan bahasa Korea, saya harus berusaha memahami instruksi kerja dan menyampaikan ide dengan menggunakan bahasa Korea, yang meningkatkan kemampuan saya dalam bahasa tersebut. Serta interaksi antarbudaya karena bekerja di lingkungan multinasional melatih saya untuk menghargai perbedaan budaya, baik dalam komunikasi maupun kebiasaan kerja. Wawasan tentang manajemen dan strategi bisnis, karena selain belajar dari operasional seharihari, kunjungan industri memberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan manajer hotel mengenai strategi bisnis mereka. Beberapa pelajaran penting yang saya dapatkan meliputi manajemen krisis: Bagaimana hotel beradaptasi selama pandemi COVID-19, seperti menerapkan protokol kesehatan ketat dan strategi pemasaran kreatif serta peningkatan pengalaman pelanggan yang berfokus pada inovasi layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. Pembentukan karakter dan pengembangan karier, dikarenakan pengalaman ini tidak hanya memperkaya ilmu akademik tetapi juga membentuk karakter sebagai individu dengan meningkatkan kepercayaan diri melalui berinteraksi dengan profesional di industri membantu saya merasa lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan kerja di masa depan, kesempatan untuk memperluas jejaring melalui bertemu dengan praktisi industri membuka jalan untuk membangun relasi yang bermanfaat di dunia kerja dan membantu persiapan karier global dengan pemahaman mendalam tentang standar internasional, saya merasa lebih siap untuk bersaing di industri perhotelan global. Visit ke International Travel Fair 2024 di BEXCO Sebagai Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) di Ulsan College. Korea Selatan, kunjungan ke International Travel Fair Busan 2024 di BEXCO adalah salah satu pengalaman berharga yang memberikan wawasan mendalam tentang industri pariwisata global. Acara ini menghadirkan berbagai pihak dari sektor perjalanan dan pariwisata, mulai dari penyedia layanan hingga destinasi unggulan dunia, yang membuka kesempatan belajar luar biasa. JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 terutama bagi mahasiswa internasional yang bercitacita berkarier di industri ini. Kunjungan ini membantu mahasiswa dalam beberapa hal seperti: Memahami Tren Pariwisata Global Menurut A Yoeti dalam (Diah & Pitanatri, 2. Pariwisata diartikan sebagai suatu perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari suatu tempat ke tempat lain. International Travel Fair Busan 2024 adalah tempat di mana tren pariwisata global dipresentasikan secara langsung oleh pelaku industri Beberapa tren yang saya amati di antaranya adalah pariwisata berkelanjutan, banyak booth menampilkan strategi ramah lingkungan, seperti destinasi yang fokus pada pelestarian alam dan pengurangan emisi karbon. digitalisasi layanan wisata yang berfokus pada pemanfaatan teknologi seperti virtual reality (VR) untuk tur virtual dan aplikasi berbasis AI yang membantu wisatawan dalam merencanakan perjalanan serta wisata wellness yang berfokus pada pengalaman kesehatan dan relaksasi, yang semakin diminati pascapandemi. Belajar dari Ahli Industri Acara ini memberikan saya kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para ahli, mulai dari agen perjalanan hingga perwakilan organisasi pariwisata internasional melalui sesi seminar dan workshop, saya menghadiri beberapa seminar yang membahas strategi pemasaran destinasi wisata dan pentingnya branding dalam menarik wisatawan Serta berkesempatan untuk berdiskusi dengan praktisi melalui berbincang dengan perwakilan berbagai negara memperluas pemahaman saya tentang bagaimana budaya lokal menjadi daya tarik utama dalam pariwisata. melalui pengalaman ini, saya mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana destinasi wisata memposisikan diri di pasar global. Mengembangkan Pemahaman tentang Strategi Pemasaran Pariwisata. International Travel Fair adalah tempat yang ideal untuk mempelajari berbagai strategi pemasaran destinasi wisata. Melalui presentasi kreatif Booth dari berbagai negara memanfaatkan media visual. VR, dan demo kuliner untuk menarik pengunjung. Kemitraan strategis seperti kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal menjadi kunci dalam mempromosikan destinasi wisata. Serta penggunaan media sosial dapat membantu peserta memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan visibilitas mereka, dengan hashtag khusus dan konten yang Inspirasi untuk Karier di Industri Pariwisata. Kunjungan ini mempertegas minat saya pada industri Saya terinspirasi oleh semangat inovasi yang ditunjukkan oleh para pelaku industri dan mendapatkan banyak ide untuk mengembangkan E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 sektor pariwisata di Indonesia seperti menciptakan wisata berbasis budaya lokal, saya semakin yakin bahwa budaya Indonesia yang kaya dapat menjadi daya tarik utama di pasar global. Mengadopsi teknologi dalam promosi melalui pemanfaatan teknologi digital yang saya amati dapat diterapkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia secara lebih efektif. Kunjungan ini mengajarkan pentingnya inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi dalam membangun industri yang terus berkembang. Industrial Visit ke Kweon Do Yeong Aloe Farm Kweon Do Yeong Aloe Farm, yang terletak di Provinsi Gyeongsang Selatan, dikenal sebagai salah satu pelopor budidaya lidah buaya organik di Korea Selatan. Sebagai awardee Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) di Ulsan College. Korea Selatan, pengalaman melakukan industrial visit ke Kweon Do Yeong Aloe Farm menjadi salah satu momen yang sangat berkesan. Kunjungan ini tidak hanya membuka wawasan baru tentang sektor pertanian organik modern, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang inovasi dan keberlanjutan di industri agrikultur. Aloe Vera dapat memberikan berbagai macam manfaat, menurut (Kaur & Bains, 2. bahwa Aloe Vera mengandung antioksidan A,C, dan E serta B1. B2. B3, kolin, asam folat, dan sejumlah kecil vitamin B12 Saat tiba di lokasi, kami disambut hangat oleh tim pengelola yang memperkenalkan sejarah dan visi pertanian ini. Tur dimulai dengan penjelasan mengenai proses budidaya lidah buaya dari awal hingga panen. Salah satu hal yang menarik adalah penerapan teknologi modern dalam budidaya lidah Mereka menggunakan sistem irigasi otomatis berbasis IoT (Internet of Thing. untuk memastikan distribusi air yang efisien. Selain itu, metode pertanian organik yang digunakan menekankan pengurangan penggunaan bahan kimia, sehingga menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan sehat untuk Sebagai mahasiswa IISMA, saya melihat kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mempelajari aspek-aspek pertanian modern yang bisa diterapkan di Indonesia. Berikut adalah beberapa poin penting yang saya pelajari: Inovasi dalam Teknologi Pertanian Sistem irigasi otomatis dan pemantauan berbasis data yang diterapkan di Kweon Do Yeong menunjukkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi Indonesia, di mana sektor agrikultur masih menghadapi tantangan dalam adopsi teknologi modern. Pentingnya Pertanian Organik JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 Di tengah meningkatnya kesadaran global tentang pentingnya keberlanjutan. Kweon Do Yeong Aloe Farm berhasil menunjukkan bahwa pertanian organik bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan. Ini bisa menjadi inspirasi bagi petani di Indonesia untuk mengembangkan produk organik yang kompetitif di pasar internasional. Manajemen Rantai Pasok Farm ini memiliki manajemen rantai pasok yang terintegrasi dengan baik, mulai dari produksi hingga Mereka memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk ke pasar lokal dan Ini memberikan wawasan tentang bagaimana membangun ekosistem agribisnis yang Kolaborasi Akademik dan Industri Salah satu aspek yang menarik adalah keterlibatan mahasiswa dalam berbagai proyek penelitian di farm Kolaborasi antara dunia akademik dan industri memungkinkan inovasi terus berkembang. Hal ini mengingatkan saya akan pentingnya sinergi antara universitas dan sektor industri di Indonesia. Kunjungan ini memperluas pemahaman saya tentang bagaimana industri pertanian modern dapat berkembang dengan mengintegrasikan teknologi, keberlanjutan, dan inovasi. Sebagai seorang awardee IISMA, pengalaman ini memotivasi saya untuk membawa ilmu dan ide-ide baru ke Indonesia, khususnya dalam mendorong adopsi teknologi dan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, saya menyadari pentingnya berjejaring dengan pelaku industri di negara lain untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan. Dengan potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah, inovasi seperti yang dilakukan oleh Kweon Do Yeong Aloe Farm bisa menjadi katalisator untuk mengembangkan sektor agrikultur kita ke tingkat yang lebih tinggi. Industrial visit ke Kweon Do Yeong Aloe Farm bukan hanya tentang melihat proses budidaya lidah buaya, tetapi juga memahami nilai-nilai keberlanjutan, inovasi, dan pentingnya kolaborasi antara teknologi dan agrikultur. Sebagai mahasiswa IISMA, pengalaman ini memberikan inspirasi dan harapan bahwa dengan kerja keras dan inovasi. Indonesia juga bisa menjadi pelopor dalam sektor agrikultur organik di masa depan. Industrial Visit dan Training di Air Busan Headquarters Air Busan adalah salah satu maskapai penerbangan terkemuka di Korea Selatan yang dikenal dengan fokusnya pada keamanan, efisiensi operasional, dan pelayanan penumpang berkualitas Sebagai mahasiswa penerima program E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) di Ulsan College. Korea Selatan, kesempatan untuk melakukan industrial visit dan training di Air Busan Headquarters adalah kegiatan yang tidak hanya memperkenalkan dunia aviasi secara lebih mendalam, tetapi juga memberikan wawasan tentang standar profesionalisme, pelayanan, dan teknologi yang diterapkan dalam industri penerbangan internasional. Kunjungan kami dimulai dengan tur ke fasilitas utama, termasuk ruang kontrol penerbangan, pusat pelatihan awak kabin, dan simulasi Kami disambut oleh tim profesional yang dengan antusias berbagi pengalaman dan visi mereka tentang industri penerbangan. Pelatihan sebagai calon air steward menjadi inti dari pengalaman ini. Kami dilibatkan dalam berbagai simulasi yang dirancang untuk melatih kemampuan pelayanan, komunikasi, dan penanganan situasi darurat di dalam pesawat. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika kami mencoba simulator kabin pesawat yang mensimulasikan kondisi turbulensi dan evakuasi darurat. Pengalaman ini mengajarkan pentingnya ketenangan, koordinasi, dan keterampilan teknis dalam menghadapi situasi Banyak wawasan dan keterampilan baru yang saya pelajari selama pelatihan di Air Busan Headquarters. Berikut adalah beberapa poin utama: Standar Keselamatan Internasional Pelatihan menekankan pentingnya mematuhi prosedur keselamatan penerbangan yang ketat. Sebagai air steward, tugas utama adalah memastikan keselamatan penumpang, mulai dari pemeriksaan alat keselamatan hingga menangani situasi darurat seperti kebakaran atau pendaratan darurat. Komunikasi Lintas Budaya Dalam simulasi pelayanan, kami dilatih untuk melayani penumpang dari berbagai latar belakang budaya dengan sopan dan profesional. Ini melibatkan pemahaman tentang etiket internasional dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan individu, yang sangat relevan untuk melayani pasar global. Manajemen Konflik Salah satu sesi pelatihan yang menarik adalah penanganan konflik di dalam kabin pesawat, seperti menghadapi penumpang yang sulit diatur atau situasi stres tinggi. Kami belajar teknik komunikasi asertif dan pendekatan penyelesaian masalah secara efektif. Pentingnya Kolaborasi Tim Dunia aviasi adalah tentang kerja tim. Pelatihan menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antar awak kabin, pilot, dan staf darat untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan. JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 Gambar 2. IISMA Awardee Ulsan College at Air Busan HQ (Ferdi. Sebagai IISMA awardee, pengalaman ini memberi saya pemahaman mendalam tentang profesionalisme yang diperlukan dalam industri Pelatihan di Air Busan Headquarters mengajarkan bahwa menjadi seorang air steward bukan hanya tentang pelayanan, tetapi juga tentang tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang. Dunia penerbangan di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dengan adopsi teknologi dan standar profesionalisme internasional. Pengalaman saya di Air Busan memberikan ide-ide tentang bagaimana sektor aviasi Indonesia dapat meningkatkan kualitas pelatihan awak kabin, seperti mengintegrasikan teknologi simulasi dan pelatihan situasi darurat yang lebih realistis. Selain itu, kemampuan untuk melayani penumpang dari berbagai latar belakang budaya sangat relevan, mengingat Indonesia adalah tujuan wisata internasional yang semakin berkembang. Kunjungan dan pelatihan di Air Busan Headquarters adalah pengalaman transformasional yang tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga membentuk cara pandang saya tentang industri penerbangan global. Sebagai mahasiswa IISMA, saya berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi untuk membawa standar profesionalisme yang lebih tinggi ke sektor penerbangan di Indonesia, serta mempromosikan pentingnya kolaborasi lintas budaya dalam dunia kerja. Industrial Visit ke Ulsan Jeil Hospital Ulsan Jeil Hospital adalah rumah sakit yang dikenal karena fokusnya pada layanan kesehatan modern dengan sentuhan personalisasi bagi pasien lokal dan internasional. Sebagai penerima Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) di Ulsan College. Korea Selatan, saya berkesempatan untuk mengunjungi Ulsan Jeil Hospital dalam rangka industrial visit. Rumah sakit ini merupakan salah satu institusi medis terkemuka di Korea Selatan yang mengintegrasikan layanan kesehatan berkualitas E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 tinggi dengan konsep medical tourism. Pengalaman ini membuka wawasan baru mengenai bagaimana layanan kesehatan tidak hanya melayani kebutuhan lokal tetapi juga menarik pasien internasional. Kami diajak untuk menjelajahi berbagai fasilitas, termasuk pusat diagnostik, ruang perawatan, dan unit operasi berteknologi tinggi. Salah satu sesi menarik adalah presentasi mengenai proses dan strategi mereka dalam menghadirkan pengalaman holistik bagi pasien internasional, mulai dari konsultasi awal, pengaturan akomodasi, hingga layanan pascaoperasi. Kunjungan ini memberikan banyak wawasan berharga, khususnya tentang bagaimana rumah sakit modern beroperasi di era globalisasi dan bagaimana medical tourism menjadi salah satu daya tarik utama. Berikut adalah beberapa pelajaran penting yang saya Konsep Medical Tourism Menurut (Pervivil et al. , 2. medical tourism adalah perjalanan yang terorganisir keluar dari lingkungan lokal sesorang untuk peningkatan dan pemeliharaan, atau pemulihan kesehatan suatu individu baik secara fisik maupun mental. Ulsan Jeil Hospital berhasil memadukan layanan medis berkualitas dengan fasilitas pendukung yang dirancang untuk kenyamanan pasien internasional. Mereka menyediakan layanan penerjemah, konsultasi daring sebelum keberangkatan, serta bantuan logistik seperti transportasi dan akomodasi. Ini menunjukkan bagaimana rumah sakit dapat berperan sebagai pusat layanan terpadu untuk pasien global. Penerapan Teknologi Modern Rumah sakit ini menggunakan teknologi canggih, termasuk robotika dalam bedah minimal invasif dan sistem pencitraan medis berbasis AI untuk diagnostik yang lebih akurat. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan hasil perawatan medis. Pendekatan Personal dalam Perawatan Setiap pasien dirancang untuk menerima perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, mulai dari diagnosis hingga pengobatan. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya empati dan kepekaan budaya dalam memberikan layanan kesehatan, terutama bagi pasien internasional yang mungkin menghadapi hambatan bahasa dan budaya. Strategi Pemasaran Internasional Ulsan Jeil Hospital bekerja sama dengan agen perjalanan, platform digital, dan institusi kesehatan global untuk mempromosikan layanan mereka. Strategi ini menjadi inspirasi tentang bagaimana institusi kesehatan dapat memperluas jangkauan layanan mereka secara internasional. Sebagai mahasiswa IISMA, pengalaman ini mengajarkan saya tentang pentingnya inovasi dalam JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 layanan kesehatan. Medical tourism adalah contoh konkret bagaimana layanan kesehatan dapat menjadi daya tarik ekonomi sekaligus memperluas akses bagi pasien internasional. Saya juga menyadari bahwa kualitas layanan bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang nyaman dan aman bagi pasien. Saya melihat potensi besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sektor medical tourism. Dengan sumber daya alam yang melimpah dan budaya yang ramah. Indonesia memiliki peluang untuk menjadi destinasi kesehatan internasional. Namun, hal ini memerlukan investasi dalam infrastruktur kesehatan, pelatihan tenaga medis, dan pemasaran Kunjungan ini memberikan inspirasi bagaimana konsep medical tourism dapat diterapkan di Indonesia. Beberapa rumah sakit di Indonesia telah memulai langkah ini, tetapi pengembangan lebih lanjut diperlukan, seperti peningkatan fasilitas kesehatan, adopsi teknologi modern, dan pelatihan tenaga medis agar dapat bersaing di tingkat global. Selain itu, promosi internasional juga harus dilakukan dengan menonjolkan keunggulan lokal, seperti penggabungan layanan kesehatan dengan destinasi Industrial Visit ke Taehwaru Makgeolli Factory Makgeolli, minuman tradisional berbasis beras yang difermentasi, memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi di Korea. Makgeoilli merupakan minuman beralkohol tradional yang dibuat dari beras, barley, gandum atau malt melalui proses fermentasi menggunakan starter alami yang disebut nuruk (Nile. Sebagai minuman yang dahulu dianggap sebagai "minuman rakyat", makgeolli kini semakin populer, bahkan di kalangan anak muda. Kunjungan ke Taehwaru Makgeolli Factory memberikan gambaran tentang bagaimana tradisi dan inovasi berpadu dalam menjaga kualitas produk sembari menyesuaikan dengan kebutuhan pasar modern. Sebagai seorang penerima program beasiswa Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) yang berkesempatan belajar di Ulsan College. Korea Selatan, pengalaman industrial visit ke Taehwaru Makgeolli Factory tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang tradisi budaya Korea, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang proses produksi minuman tradisional Korea, yaitu makgeolli, yang telah menjadi bagian dari warisan kuliner negeri ini selama berabad-abad. Selama kunjungan, kami diajak untuk memahami setiap tahapan produksi makgeolli, mulai dari pemilihan bahan baku seperti beras berkualitas tinggi yang berasal dari Ulsan. Korea Selatan dan California. Amerika Serikat hingga proses fermentasi menggunakan nuruk . tarter fermentasi tradisional E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 Kore. Nuruk adalah starter fermentasi tradisional Korea yang digunakan untuk memproduksi minuman beralkohol berbahan dasar pati, dengan menggunakan berbagai jenis sereal sebagai bahan baku (Lee et al. Panduan dari ahli setempat menyoroti bagaimana proses tradisional ini membutuhkan perhatian terhadap detail dan kesabaran. Gambar 3. IISMA Awardee Ulsan College at Taehwaru Makgeolli Factory (Ferdi. Tidak hanya teori, kami juga diberi kesempatan untuk melihat langsung mesin-mesin modern yang digunakan di pabrik, yang dirancang untuk menjaga keaslian rasa tradisional sambil meningkatkan efisiensi produksi. Momen ini menjadi refleksi bagaimana teknologi dapat mendukung pelestarian budaya tradisional. Sebagai mahasiswa yang mempelajari bidang tata hidangan, kunjungan ini memberikan wawasan dan ilmu sesuai disiplin dan jurusan yang saya pelajari. Berikut adalah beberapa pelajaran yang dapat saya petik: Manajemen Produksi Proses produksi makgeolli di Taehwaru menunjukkan bagaimana bisnis kecil hingga menengah dapat menggabungkan metode tradisional dengan inovasi Ini memberikan gambaran nyata tentang mengorbankan kualitas. Keberlanjutan dan Lingkungan Taehwaru Factory menekankan penggunaan bahan lokal dan proses yang minim limbah. Pendekatan ini mencerminkan nilai keberlanjutan yang sangat relevan di era global saat ini. Nilai Budaya dalam Bisnis Makgeolli bukan sekadar produk minuman. ia adalah bagian dari identitas budaya Korea. Taehwaru berhasil mempertahankan nilai-nilai ini, yang menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan tradisi sekaligus membuatnya relevan di pasar JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 Kolaborasi Internasional Sebagai mahasiswa IISMA, kunjungan ini membuka wawasan tentang potensi kolaborasi antarnegara, baik dalam bidang pendidikan maupun bisnis. Proses belajar tentang makgeolli bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan produk lokal Indonesia agar dikenal secara global. Kunjungan ke Taehwaru Makgeolli Factory memberikan pengalaman yang sangat berharga, terutama dalam memahami bagaimana budaya dan teknologi dapat bersinergi. Sebagai perwakilan Indonesia di program IISMA, pengalaman ini juga mengajarkan pentingnya menghargai dan mempelajari budaya lain untuk memperkaya wawasan pribadi dan Dalam konteks pendidikan internasional, kegiatan seperti ini memberikan pembelajaran yang tidak bisa ditemukan di ruang kelas. Terlibat langsung dalam praktik industri dan memahami nilai budaya dari sudut pandang masyarakat lokal adalah pelajaran yang sangat berharga dan bermanfaat, sekaligus menginspirasi untuk membawa semangat inovasi dan pelestarian budaya ke tanah air. Industrial visit ke Taehwaru Makgeolli Factory adalah bukti nyata bagaimana program IISMA tidak hanya membuka akses ke pendidikan berkualitas, tetapi juga memberikan pengalaman lintas budaya yang mendalam. Sebagai mahasiswa Indonesia di Korea Selatan, pengalaman ini memanfaatkan ilmu dan wawasan yang didapatkan demi kemajuan Indonesia di masa depan. SIMPULAN Artikel ini membahas secara mendalam tentang pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh mahasiswa Indonesia melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) di Korea Selatan. Program ini memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk merasakan sistem keterampilan lintas budaya, serta memperluas wawasan akademik dan profesional mereka. Korea Selatan dipilih sebagai lokasi karena keunggulannya dalam pendidikan, teknologi, dan budayanya yang Tantangan yang dihadapi mahasiswa IISMA di Korea Selatan mencakup adaptasi terhadap perbedaan sistem pendidikan, budaya, dan bahasa. Sistem pendidikan Korea yang berorientasi pada disiplin, teknologi, dan kerja keras memerlukan mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, budaya Korea yang sangat menghargai hierarki sosial dan tata krama menjadi tantangan sosial yang membutuhkan waktu dan usaha untuk dipahami. Kendala bahasa juga menjadi faktor utama. E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 Namun, peluang yang ditawarkan oleh program IISMA sangat signifikan. Program ini internasional, mengembangkan kemampuan lintas budaya, dan mendapatkan wawasan global tentang dinamika kerja dan akademik. Mahasiswa juga memiliki peluang untuk memperluas wawasan tentang pengelolaan pendidikan, pariwisata, dan berbagai sektor industri lainnya melalui kegiatan magang dan kunjungan industri yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata di dunia profesional. Beberapa pengalaman penting yang dijelaskan dalam artikel Magang di Lotte Hotel Ulsan Ae Mahasiswa belajar standar layanan internasional, memahami manajemen operasional, dan mengembangkan keterampilan interpersonal di bidang perhotelan. Kunjungan ke International Travel Fair 2024 Ae Kegiatan ini memperkenalkan tren pariwisata global, seperti keberlanjutan dan digitalisasi layanan wisata. Mahasiswa juga belajar strategi pemasaran destinasi wisata melalui diskusi langsung dengan para ahli Kunjungan ke Kweon Do Yeong Aloe Farm Ae Mahasiswa diperkenalkan pada teknologi pertanian modern berbasis IoT serta pentingnya pariwisata pertanian organik sebagai solusi berkelanjutan. Kegiatan ini menekankan inovasi dan keberlanjutan dalam pariwisata dan agrikultur yang dapat diaplikasikan di Indonesia. Pelatihan di Air Busan Headquarters Ae Mahasiswa menerima pelatihan tentang standar keselamatan internasional, komunikasi lintas budaya, manajemen konflik, dan kolaborasi tim dalam industri aviasi. Kunjungan ke Ulsan Jeil Hospital Ae Mahasiswa belajar tentang konsep medical tourism, penerapan teknologi canggih dalam layanan kesehatan, dan strategi pemasaran internasional untuk menarik pasien Kunjungan ke Taehwaru Makgeolli Factory Ae Mahasiswa mendapatkan wawasan tentang pelestarian budaya tradisional melalui inovasi modern, mempelajari nilai budaya dalam bisnis, dan memahami pentingnya keberlanjutan. Pengalaman belajar di Korea Selatan tidak hanya memperkaya aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa, terutama dalam hal kepercayaan diri, keterampilan adaptasi, dan manajemen waktu. Selain itu, program ini mengajarkan mahasiswa pentingnya kolaborasi internasional dan menghargai keberagaman budaya, yang merupakan modal besar untuk bersaing di dunia kerja global. Program IISMA adalah inisiatif yang sangat strategis untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang berwawasan global, adaptif, dan Dengan menghadapi tantangan dan JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 memanfaatkan peluang selama studi di Korea Selatan, mahasiswa tidak hanya mengembangkan diri secara akademik dan profesional tetapi juga menjadi duta bangsa yang membawa ilmu, pengalaman, dan semangat inovasi untuk berkontribusi pada kemajuan Indonesia. Program ini menunjukkan bagaimana pendidikan internasional dapat membentuk individu yang mampu bersaing dalam era globalisasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di masa DAFTAR PUSTAKA