Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. 79Ae88 Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning di SMA NU 03 Muallimin Weleri Tahun Pelajaran 2025/2026 Rosidin1*. Bahtiar Raga Satria2. Aulia Rizqiana Safitri3. Maulana Ichwanul Muttaqin4. Achlan Abi Putra Firmansyah5 1,2,3,4,5 Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: rosidin@stikkendal. *Corespondensi Author Abstrak Pendidikan nasional di Indonesia terus mengalami pembaruan kurikulum guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah penerapan Kurikulum Merdeka, yang menekankan fleksibilitas, penguatan karakter, serta pengembangan keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning di SMA NU 03 Muallimin Weleri Tahun Pelajaran 2025/2026. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman, dengan validasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, mendorong keterampilan berpikir kritis dan reflektif, serta menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata. Kendala utama ditemukan pada keterbatasan pemahaman guru dalam menerapkan strategi Deep Learning secara konsisten, serta variasi kesiapan siswa dalam mengikuti pola pembelajaran yang menuntut analisis mendalam. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, kesiapan siswa, serta dukungan kelembagaan. Penelitian ini berkontribusi dalam menawarkan model integrasi kurikulum dan pedagogi yang dapat menjadi rujukan bagi sekolah Kata kunci: Kurikulum Merdeka. Deep Learning, pembelajaran, guru, siswa Abstract This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Rosidin, dkk The Indonesian national education system continues to undergo curriculum reform in order to enhance student-centered learning quality. One of the major innovations is the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes flexibility, character development, and 21st-century skills. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum using a Deep Learning approach at SMA NU 03 Muallimin Weleri in the 2025/2026 academic year. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through observation, semistructured interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman modelAicomprising data reduction, data display, and conclusion drawingAiwhile validity was ensured through source and method triangulation. The findings reveal that integrating the Merdeka Curriculum with a Deep Learning approach enhances studentsAo active participation, critical and reflective thinking skills, as well as the relevance of learning materials to real-life experiences. The main challenges identified include teachersAo limited understanding of consistently applying Deep Learning strategies and the varying readiness of students to engage in deeper analytical learning. The study concludes that the success of Merdeka Curriculum implementation through Deep Learning is strongly influenced by teacher readiness, student readiness, and institutional support. This research contributes by offering a model of curriculum-pedagogy integration that can serve as a reference for other Keywords: Merdeka Curriculum. Deep Learning, learning, teacher, student PENDAHULUAN Pendidikan menjadi pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan global yang kian kompleks. 1 Sebagai langkah strategis, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi menghadirkan Kurikulum Merdeka sebagai inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Kurikulum tersebut berorientasi pada pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat, menekankan penguatan karakter, serta memberikan keleluasaan dalam proses belajar agar selaras dengan kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik. 1 Ahmad Tantowi. Pendidikan Islam Di Era Transformasi Global (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2. 2 Ahmad Sidik. MODEL INOVASI DALAM PENDIDIKAN (PT Arr Rad Pratama, 2. Implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatanA. Sejumlah penelitian telah menelaah penerapan Kurikulum Merdeka dalam berbagai konteks pendidikan. Salah satu kajian menunjukkan bahwa penggunaan projek berbasis masalah dalam kurikulum ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Penelitian lain menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang berfungsi menciptakan lingkungan belajar kolaboratif dan interaktif. Namun demikian, kajian yang secara khusus menghubungkan implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning pada jenjang sekolah menengah masih relatif terbatas, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengisi kekosongan tersebut. Dalam dunia pendidikan, konsep Deep Learning tidak hanya dimaknai sebagai teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga dipandang sebagai pendekatan pedagogis yang menekankan pada pembelajaran yang mendalam, kritis, dan Pendekatan ini berfokus pada kemampuan siswa untuk tidak sekadar memahami pengetahuan secara dangkal, melainkan juga mengaitkan berbagai konsep, mengintegrasikan pengalaman belajar, serta mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi . igher order thinking skill. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada upaya mengombinasikan prinsip-prinsip Deep Learning dengan penerapan Kurikulum Merdeka di SMA NU 03 Muallimin Weleri, suatu tema yang masih jarang mendapatkan perhatian dalam kajian ilmiah. Berdasarkan paparan sebelumnya, fokus penelitian ini diarahkan pada bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan pendekatan Deep Learning mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran di SMA NU 03 Muallimin Weleri pada Tahun Pelajaran 2025/2026. Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk mengkaji strategi implementasi yang digunakan, mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul, serta menelaah pengaruhnya terhadap pengembangan kompetensi peserta didik. 3 Nur Aisyah and Faelasup Faelasup. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Dalam Proses Belajar Mengajar Di SMP Negeri 1 Kaliorang,Ay AL-AMIYAH: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. : 163Ae74. 4 Titis Bayu Widagdo. AuPANDANGAN KONSEPTUAL PENDEKATAN MENDALAM MENUJU AoTRANSFORMASI PENDIDIKAN,AoAy Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran 4, no. 83Ae107. Rosidin, dkk METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi Kurikulum Merdeka berbasis pendekatan Deep Learning di SMA NU 03 Muallimin Weleri Tahun Pelajaran 2025/2026. Pemilihan pendekatan kualitatif didasarkan pada interpretasi terhadap proses pembelajaran, sehingga data yang diperoleh tidak sekadar berupa angka, melainkan deskripsi yang mendalam. Lokasi penelitian ditetapkan di SMA NU 03 Muallimin Weleri. Kabupaten Kendal. Jawa Tengah, karena sekolah ini telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap dan menjadi representasi sekolah berbasis keagamaan yang adaptif terhadap kebijakan pendidikan nasional. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, pendidik, serta peserta didik. Responden ditentukan melalui teknik purposive sampling, yakni pemilihan informan yang dianggap paling mengetahui dan relevan dengan fokus penelitian. Jumlah responden terdiri atas 10 orang, yang meliputi 1 kepala sekolah, 4 guru, dan 5 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik. Pertama, observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran di kelas untuk mengidentifikasi praktik penerapan Deep Learning dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Kedua, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru, dan siswa guna menggali informasi terkait strategi implementasi, hambatan yang dihadapi, serta persepsi mereka mengenai efektivitas pembelajaran. Ketiga, dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran, silabus. RPP, serta arsip kegiatan akademik yang relevan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman6, yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Reduksi data dilakukan untuk menyaring informasi penting dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif dan tabel sederhana agar memudahkan interpretasi. Sementara itu, 5 Marinu Waruwu. AuPendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep. Prosedur. Kelebihan Dan Peran Di Bidang Pendidikan,Ay Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan 5, no. : 198Ae211. 6 Matthew B Miles et al. AuF. Analisis Data,Ay IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH, 1996, 61. Implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatanA. penarikan kesimpulan dilakukan secara induktif berdasarkan pola, kategori, dan hubungan antar data. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi Triangulasi membandingkan data dari kepala sekolah, guru, dan siswa, sedangkan triangulasi metode dilakukan dengan memadukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tolak ukur kinerja implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning ditetapkan berdasarkan beberapa indikator, antara lain: . keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran, . kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan analitis, . integrasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran, serta . relevansi materi dengan pengalaman nyata siswa. Indikator ini disusun mengacu pada teori pembelajaran mendalam 7 serta pedoman resmi implementasi Kurikulum Merdeka. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyesuaian Perangkat Pembelajaran dengan Prinsip Kurikulum Merdeka Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, diperoleh temuan utama mengenai implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning di SMA NU 03 Muallimin Weleri Tahun Pelajaran 2025/2026. Pertama, guru telah berupaya menyesuaikan perangkat pembelajaran dengan prinsip Kurikulum Merdeka, khususnya dalam penerapan project based learning (PjBL) yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Kedua, proses pembelajaran menunjukkan adanya integrasi pendekatan Deep Learning, ditandai dengan aktivitas siswa yang diarahkan untuk menganalisis, mengaitkan konsep, serta merefleksikan pengalaman belajar. Ketiga, tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan pemahaman guru terkait strategi implementasi Deep Learning secara konsisten, serta perbedaan kesiapan siswa dalam mengikuti pola pembelajaran yang menuntut berpikir kritis. 7 Miles et al. 8 JPAU Dini. AuKurikulum Merdeka Di Sekolah Ramah Anak Berbasis Islam Dan Bilingual,Ay Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 7, no. : 5895Ae5906. Rosidin, dkk Selain itu, berdasarkan hasil observasi dan analisis dokumen, guru di SMA NU 03 Muallimin Weleri telah melakukan penyesuaian pada perangkat pembelajaran, seperti silabus. RPP, dan modul ajar agar sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Strategi Project Based Learning (PBL) menjadi pilihan dominan karena mampu mendorong siswa lebih aktif dalam eksplorasi materi dan menghubungkannya dengan konteks nyata. Hal itu karena terdapat kesesuaian perangkat pembelajaran dengan prinsip Kurikulum Merdeka menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari teacher-centered learning menuju student-centered Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merancang aktivitas belajar yang tidak hanya menekankan produk akhir, tetapi juga proses berpikir kritis yang menjadi ciri khas Deep Learning. Integrasi Pendekatan Deep Learning dalam Proses Pembelajaran Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SMA NU 03 Muallimin Weleri telah mengarah pada praktik pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik . tudent-centered learnin. Hal ini sejalan dengan pandangan Pratiwi, yang menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan motivasi belajar melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Namun, penelitian ini menambahkan kebaruan berupa integrasi pendekatan Deep Learning, pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi . igher order thinking skill. Penerapan Deep Learning dalam konteks ini mendorong siswa untuk tidak sekadar menghafal informasi, melainkan mengaitkan konsep, menganalisis masalah nyata, serta menghasilkan solusi kreatif. Hal ini sesuai dengan teori Biggs & Tang, yang menyatakan bahwa pembelajaran mendalam menuntut keterlibatan kognitif yang lebih tinggi serta kemampuan reflektif. 10 Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka akan lebih optimal jika dipadukan dengan strategi pedagogis yang menekankan pembelajaran mendalam. 9 Anita Anita et al. AuTantangan Adaptasi Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN Semangat Dalam 2,Ay MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin 3, no. : 608Ae18. 10 Dahroni Dahroni et al. AuPerbandingan Efektivitas Pembelajaran Deep Learning Dan Diferensiasi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Penalaran Matematika Siswa SMP,Ay Aljabar: Jurnal Ilmuan Pendidikan. Matematika Dan Kebumian 1, no. : 124Ae40. Implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatanA. Dengan demikian, integrasi Kurikulum Merdeka dan pendekatan Deep Learning tidak hanya sebatas penguatan aspek kognitif siswa, tetapi juga membuka ruang bagi terciptanya pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual. Kehadiran Deep Learning sebagai strategi pedagogis memberikan nilai tambah Kurikulum Merdeka, sama-sama menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Meski demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru serta variasi kesiapan siswa. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kelembagaan yang kuat, baik melalui pelatihan berkelanjutan bagi pendidik maupun penyediaan fasilitas belajar yang memadai, agar integrasi ini benar-benar mampu memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan di SMA NU 03 Muallimin Weleri. Kendala dalam Implementasi Deep Learning Kendala dalam implementasi Deep Learning salah satunya yaitu terkait dengan kesiapan guru dan siswa. Guru masih menghadapi kesulitan dalam merancang pembelajaran yang konsisten dengan prinsip Deep Learning, terutama karena keterbatasan pelatihan dan sumber daya. Sementara itu, sebagian siswa mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri dengan pola pembelajaran yang menuntut analisis mendalam. Temuan ini memperkuat hasil penelitian Hidayat & Rahayu, yang menyatakan bahwa peran guru sebagai fasilitator sangat menentukan keberhasilan Kurikulum Merdeka. Secara ilmiah, penelitian ini mengungkap bahwa integrasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui: . peningkatan partisipasi aktif siswa, . penguatan keterampilan berpikir kritis dan reflektif, . relevansi materi dengan kehidupan nyata, serta . internalisasi nilai-nilai karakter dalam proses belajar. Dengan demikian, kebaruan penelitian ini terletak pada model implementasi kurikulum 11 C F Suroyya. AuPengaruh Contextual Teaching and Learning Terhadap Hasil Belajar Pembelajaran Tematik SD Islam Insan Kamil Tuban,Ay Islamic Elementary Education Journal (IEEJ) 1, 1 . : 37Ae44, http://karya. id/id/eprint/13637/1/Jurnal_Camila_STAI Al Anwar Sarang_2022. 12 Noptario Noptario et al. AuPeran Guru Dalam Kurikulum Merdeka: Upaya Penguatan Keterampilan Abad 21 Siswa Di Sekolah Dasar,Ay Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru 9, no. 656Ae63. Rosidin, dkk yang menggabungkan fleksibilitas Kurikulum Merdeka dengan kedalaman pedagogis Deep Learning, sehingga dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih bermakna. Keterbatasan berkelanjutan . ontinuous professional developmen. agar guru tidak hanya memahami konsep Kurikulum Merdeka, tetapi juga mampu menerapkan strategi Deep Learning secara konsisten. Di sisi lain, variasi kesiapan siswa menuntut guru untuk melakukan diferensiasi pembelajaran agar setiap siswa mendapatkan kesempatan belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Konteks ini. Dukungan kelembagaan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi. Tanpa adanya kebijakan yang berpihak pada inovasi, guru dan siswa akan kesulitan dalam menjalankan pembelajaran berbasis Deep Learning. Oleh karena itu, sekolah perlu memperkuat ekosistem pembelajaran yang mendukung, baik dari sisi sarana prasarana maupun kultur akademik. Berdasarkan penjelasan tersebut, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran empiris tentang penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah berbasis keagamaan, tetapi juga menawarkan model integrasi dengan pendekatan Deep Learning yang dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain. Kebaruan penelitian terletak pada kombinasi fleksibilitas Kurikulum Merdeka dengan kedalaman pedagogis Deep Learning. Integrasi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya berkarakter kuat, tetapi juga memiliki keterampilan abad 21, seperti critical thinking, creativity, collaboration, dan communication . CAo. SIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning di SMA NU 03 Muallimin Weleri Tahun Pelajaran 2025/2026 telah menunjukkan arah positif dalam meningkatkan kualitas Integrasi kedua konsep tersebut mampu menghasilkan pengalaman belajar yang lebih mendalam, menekankan keterlibatan aktif siswa, serta mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif. Secara ilmiah, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan implementasi sangat Implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatanA. ditentukan oleh tiga faktor utama: . kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang konsisten dengan prinsip Deep Learning, . kesiapan siswa dalam menyesuaikan diri dengan pola pembelajaran yang menuntut analisis mendalam, dan . dukungan kelembagaan dalam penyediaan sumber daya serta pelatihan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan dalam praktik pendidikan dengan menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka akan lebih optimal apabila dipadukan dengan strategi pedagogis berbasis Deep Learning. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain yang sedang atau akan menerapkan Kurikulum Merdeka, sekaligus membuka ruang bagi penelitian lanjutan mengenai model implementasi serupa pada konteks mata pelajaran dan jenjang pendidikan yang berbeda. Daftar Pustaka