Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 9 No. Mei 2022. Page: 28-40 e-ISSN :2774-2040. p-ISSN :2443-3519 PERANAN ORGANISASI PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN RUMAH TANGGA DI DESA TANAH PUTIH KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Gufran Program Studi Ilmu Adminstrasi Negara. STISIP Mbojo Bima ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengembangan Industri Kerajinan Rumah Tangga (Studi Peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bim. Rumusan masalahnya yakni bagaimana peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Untuk membahas Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitin ini penulis menggunakan teknik purposive Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga, baik persiapkan kualitas alat yang baik, fokus pada pelayanan terbaik ke konsumen dan bangun relasi dengan mereka, pilih lokasi usaha yang strategis, dimana cukup banyak orang di daerah jualan: dekat kantor, kampus, mall, dan lain-lain, buatlah merek, jika kita sudah ada karyawan, maka beri training untuk jualan dan motivasi agar maksimal ketika jualan, lakukan promosi yang masif, bisa dengan spanduk, brosur, ataupun sosial media: facebook, twitter, youtube, blog, terapkan strategi harga, misalnya strategi potongan harga, catat data konsumen untuk database, maupun lakukan evaluasi penjualan secara berkala, maka hasilnya sudah cukup baik dan sesuai dengan manajemen kewirausahaan dan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat. Saran penulis, dengan melihat hasil analisis data yang diperoleh dari fokus kaitan dengan peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga, dengan hasilnya sudah cukup baik dan sesuai dengan manajemen kewirausahaan dan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat, dengan hasil yang dinilai informan sangat baik, akan tetapi disarankan untuk dipertahankan hasil yang telah dicapai dan seyogyanya terus dikembangkan terus sehingga benar-benar mencapai hasil yang maksimal. Kata Kunci: industri, kerajinan, pemberdayaan, kesejahteraan dan keluarga. PENDAHULUAN Di tengah semakin sulitnya mencari pekerjaan, masyarakat kini semakin kreatif dan terus berusaha mencari solusi untuk penghasilan yang didambakan. Di pedesaan, industri rumah tangga menjadi salah satu bidang yang mulai tumbuh dan digemari dengan berbagai peluang dan tantangan Gufran. Peranan Organisasi Pemberdayaan. yang dimilikinya. Tidak semua yang masuk ke dalam kategori industri rumah tangga menjanjikan, ada beberapa yang prospeknya bagus tapi ada juga yang perkembangannya kurang menjanjikan. Kaitan dengan pengembangan industri kerajinan rumah tangga, maka dibutuhkan keterlibatan semua pihak dan salah satu di antaranya yakni keterlibatan organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Karena gerakan PKK bertujuan memberdayakan keluarga untuk terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pembangunan masyarakat bermula dari Seminar AuHome EconomicAy di Bogor pada Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, pada tahun 1961 Panitia Penyusunan Tata Susunan Pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kementerian Pendidikan bersama kementerian-kementerian menyusun 10 segi Kehidupan Keluarga (Sutedjo, 2. Gerakan PKK di masyarakat berawal dari kepedulian isteri Gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967. Ibu Isriati Moenadi, setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar. Pada awalnya program PKK adalah 10 segi pokok PKK (Sutedjo, 2. Upaya kesejahteraan keluarga melalui 10 Segi Pokok Keluarga dengan membentuk Tim Penggerak PKK di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para isteri kepala dinas/jawatan dan isteri kepala daerah sampai dengan tingkat desa dan kelurahan yang kegiatannya didukung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, oleh karena itu dalam upaya mewujudkan masyarakat sejahtera harus dimulai dari upaya mensejahterakan setiap keluarga. Peranan wanita dalam mengamanatkan kepada kaum wanita untuk: berpartisipasi dalam pembangunan. mewujudkan keluarga sejahtera. membina generasi muda. Keberhasilan Gerakan PKK dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga telah diakui oleh masyarakat, bahkan mendapat lembaga-lembaga internasional (WHO. Unicef. Unesco, dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga adalah salah satu wahana untuk meningkatkan peranan wanita dalan upaya menyejahterakan keluarga (Sutedjo, 2. Sesuai dengan Era Reformasi adanya paradigma baru pembangunan serta Otonomi Daerah berdasarkan Undang-Undang No. Tahun 2004, maka Tim Penggerak PKK Pusat telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Luar Biasa PKK pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 02 November 2000 di Bandung, yang meghasilkan pokok-pokok kesepakatan antara lain, adalah pengertian dan nomenklatur Gerakan PKK berubah dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK (Sutedjo, 2. Eksistensi atau keberadaan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Republik Indonesia Nomor: 53 Tahun 2000 Tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan Sasaran PKK keluarga dipedesaan dan perkotaan yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan kemampuannya dan kepribadiannya dalam bidang: mental spiritual meliputi sikap dan perilaku sebagai insan hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga Negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Fisik material meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan kesempatan kerja yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan (Sutedjo, 2. Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Pembinaan tehnis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan dalam kerjasama dengan unsur dinas instansi pemerintah terkait. Tim Penggerak PKK memiliki 5 . Kelompok Kerja atau Pokja, yaitu Pokja I tugastugas berkaitan dengan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Gotong Royong. Pokja II, tugas-tugasnya berkaitan dengan Pendidikan dan Keterampilan. Pokja i tugastugasnya berkaitan dengan program sandang, pangan, perumahan dan tata laksana rumah Pokja IV tugas-tugasnya berkaitan dengan program kesehatan, kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat. dan Poksus (Pokja V) tugas-tugasnya berkaitan dengan program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga. Ada sepuluh program PKK, yaitu . Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, . Gotong royong, . Pangan, . Sandang, . Perumahan dan Tata laksana Rumah Tangga, . Pendidikan dan Keterampilan, . Kesehatan, . Pengembangan Kehidupan berkoperasi, . Kelestarian dan Lingkungan Hidup, dan . Perencanaan sehat (KepMenDagri dan Otoda No: 53/2. Program pokok PKK adalah program dalam memenuhi kebutuhan dasar untuk Tim Penggerak PKK adalah mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing jenjang demi terlaksananya program PKK. Gerakan PKK bertujuan untuk memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan lahir bathin menuju terwujudnya keluarga beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju mandiri, kesetaraan dan keadilan gender, serta kesadaran hukum dan Keterkaitan perempuan dengan PKK ialah mengenai masalah bagaimana perempuan itu dapat aktif untuk mencapai kesejahteraan keluarga melalui keterlibatannya di PKK sehingga eksistensi PKK diakui oleh semua Hasilkesejahteraankeluargaitunantinya dapat dilihat dari adanya peningkatan kualitas hidup keluarga, dan adanya peningkatan ekonomi dari keluarga itu sendiri. Apabila meningkat dikarenakan akselerasi PKK maka niscaya perempuan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sehingga kualitas manusia pembangunan di Indonesia dapat meningkat dan juga mampu mewujudkan Indonesia hebat secara berkelanjutan. Gufran. Peranan Organisasi Pemberdayaan. Peranan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, dalam penelitian ini peneliti hendak meneliti peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam pengembangan industri kerajinan rumah tangga, khususnya di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima Industri kerajinan rumah tangga merupakan industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari sepuluh orang. Ciri-cirinya, antara lain memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengolah industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Ciri lainnya yakni teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang biasanya dari kalangan keluarga, produknya masih sederhana, dan lokasi pemasarannya masih terbatas . erskala loka. Diantara jenis produk industri kerajinan rumah tangga, misalnya: industri anyaman, industri kerajinan kayu, industri tempe/ tahu, industri makanan ringan, tenunan, industri logam, sutera alam, kerajinan kulit, genteng, batu bata, border, kerajinan bahan dari bambu, mainan anak-anak, souvenir, rotan, pandai besi, batu tulis, tanah liat, kerajinan furniture, kerajianan perak, kerajinan batu, industri kerupuk, jajan kering, jajan basah, dan lain-lain. Industri rumah tangga merupakan usaha rumah tangga yang melakukan kegiatan mengolah barang dasar menjadi barang jadi atau dari barang yang kurang nilainya menjadi barang lebih bernilai dengan maksud dijual dengan jumlah pekerja paling banyak empat orang termasuk pengusaha (BPS, 1998:. Industri-industri kerajinan rumah tangga sebagaimana disebutkan di atas, mayoritas atau dominan dilakukan oleh perempuan, baik yang telah menikah maupun yang belum menikah. Perempuan mempunyai posisi kerja yang rendah dikarenakan pengalaman, pendidikan, dan keterampilan yang dimiliki oleh perempuan itu rendah. Faktor lain yang mengakibatkan posisi rendahnya pekerjaan perempuan yaitu perusahaan yang memberi pekerjaan pada perempuan itu terbatas dan adanya anggapan bahwa perempuan merupakan subordinan laki-laki, sehingga perempuan harus di bawah laki-laki. Mengingat pengembangan industri kerajinan rumah tangga yang dominan dilakukan oleh perempuan, baik yang sudah berkeluarga maupun yang masih bujang/ gadis, maka yang paling tepat juga dalam melakukan pengembangan, pembinaan atau pemberdayaan yakni organisasi perempuan yang ada di tingkat desa, yang dalam penelitian ini yakni Organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Beberapa pengembangan industri kerajinan rumah tangga, antara lain: kurangnya permodalan, keterbatasan sumber daya manusia, jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasar masih lemah, iklim usaha belum sepenuhnya kondusif, terbatasnya sarana prasarana, implikasi otonomi daerah, implikasi perdagangan bebas, sifat produk dengan lifetime pendek, dan terbatasnya akses pasar. Pengembangan usaha kecil juga mengalami berbagai permasalahan seperti: . kesulitan mendapatkan modal yang cukup, . kekurangan pengetahan di bidang agribisnis, . kelemahan dalam pengelolaan atau manajemen usaha, . kekurangan dalam perencanaan usaha, . kekurangan dalam pengalaman berusaha, . kekurangan pengetahuaan dan ketrampilan teknis bidang usaha yang dilakukan. Dengan kata lain, titik berat persoalan usaha kecil adalah sedikitnya pengusaha kecil yang memiliki jiwa wirausaha (Noer dalam Simatupang, 2. Sehubungan dengan dengan sejumlah permasalahan tersebut di atas, maka ada beberapa peranan yang dapat dimainkan oleh Organisasi Pemberdayaan Keluarga Sejahtera (PKK), di antaranya: strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha kecil. strategi distribusi sebagai bentuk manajemen usaha kecil. finansial/keuangan manajemen usaha kecil. dan engembangan usaha . ush factor. Kaitan dengan pentingnya peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam pengembangan wanita khususnya industri kerajinan rumah tangga, dalam penyelesaian studi ini penulis akan meneliti: AuPeranan Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam Pengembangan Strategi Pemasaran Sebagai Bentuk Manajemen Usaha Industri Kerajinan Rumah Tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima? Melihat keberadaan PKK sebagai gerakan representatif perempuan. PKK harus mampu mengambil peran dalam menanggapi permasalahan perempuan yang tidak berdaya saat ini. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Peranan Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengembangan manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima? Penelitian ini mempunyai tujuan dan kegunaan sebagai berikut: Untuk mengetahui Peranan Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Secara garis besar nilai kegunaan atau manfaat yang diharapkan adalah untuk memperkaya khasanah pemikiran di bidang keilmuan, dan secara khusus adalah untuk pengembangan konsep dan wawasan dalam bidang ilmu administrasi khususnya dan ilmu-ilmu sosial pada umumnya, terkhusus mengenai kaitan materi peranan organisasi masyarakat dalam pemberdayaan pelaku ekonomi kecil. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Industri Kerajian Rumah Tangga Industri merupakan aktivitas manusia untuk mengelola sumber daya-sumber daya . , baik Sumber Daya Manusia (SDM), maupun Sumber Daya Alam (SDA) di bidang produksi dan jasa. Di bidang produksi pengelolaan itu berupa bahan mentah dan atau penyiapannya menjadi bahan setengah jadi dan atau bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. Sedangkan di bidang jasa merupakan segala aktivitas yang terkait dengan pengelolaan sumber daya itu baik langsung maupun melalui perantara. Industri rumah tangga adalah industri yangjumlahkaryawan/tenagakerjaberjumlah antara 1-4 orang. Industri rumah tangga pada umumnya adalah unit-unit usaha yang sifatnya lebih tradisional, dalam arti menerapkan sistem organisasi dan manajemen yang baik seperti lazimnya dalam suatu perusahaan modern, tidak ada pembangian tugas kerja dan sistem pembukuan yang jelas (Tulus T/H. Tambunan, 2. Industri rumah tangga . ome industr. adalah industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri-cirinya, yaitu memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga. Gufran. Peranan Organisasi Pemberdayaan. dan pemilik atau pengolah industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota Misalnya, industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe atau tahu, dan indutri makanan ringan (Eko Sujatmiko, 2014:. Dapat disimpulkan bahwa industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja 4 orang dan memiliki modal yang kecil, misalnya industri kerajinan dan industri makanan ringan. Pengertian Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Pengertian Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga yaitu sebuah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan. Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang merupakan wadah yang menggali dan menggerakkan partisipasi masyarakat khususnya dalam lingkungan keluarga, ini berarti wadah yang menampung serta melaksanakan aspirasi dan inisiatif masyarakat dalam usaha menciptakan atau meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai mekanisme dan gerakan yang telah berkembang di desadesa dan desa-desa di seluruh pelosok tanah air, telah menunjukkan keberhasilannya dengan wanita sebagai peran utamanya. Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga yang selanjutnya disingkat dengan PKK adalah: AuGerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai motor penggeraknya untuk membangun keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat guna menumbuhkan, menghimpun, mengerahkan dan membina keluarga guna mewujudkan keluarga sejahteraAy (Zakiah Daradjat dalam Edy Suhardono, 1. Dapatlah ditarik kesimpulan bahwa Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dengan wanita sebagai pemeran utamanya, merupakan wadah bersama yang diharapkan menjadi salah satu ujung tombak bagi gerakan pembangunan masyarakat dari bawah yang harus dipelihara dan Tujuan Organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Gerakan PKK bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan Tim Penggerak PKK berada di tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan. PKK dikelola dan digerakkan oleh Tim Penggerak PKK yang diketuai oleh isteri Pimpinan Daerah (Gubernur. Bupati/Walikota. Camat. Kepala Desa/Lura. , secara fungsional. Dapat berkembangnya program dan kegiatan PKK, justru ada peran nyata diwujudkan oleh istri Pimpinan Daerah. Strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga, dilaksanakan melalui AuKelompok DasawismaAy, yaitu kelompok 10Ae20 KK yang berdekatan. Ketua Kelompok Dasawisma dipilih dari dan oleh anggota kelompok. Ketua Kelompok Dasawisma membina 10 rumah dan mempunyai tugas menyuluh, menggerakkan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, balita, orang sakit, orang yang buta huruf dan sebagainya. Informasi dari semuanya ini harus disampaikan kepada kelompok PKK setingkat diatasnya, yang akhirnya sampai di Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan. Anggota Tim Penggerak PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, yang menyediakan sebagian dari waktunya untuk PKK. Walaupun Sasaran PKK adalah keluarga, khususnya ibu rumahtangga, perempuan, sebagai sosok sentral dalam Ia tidak hanya mengurus soal kehidupan rumahtangganya dan mengasuh anak saja. Banyak diantara ibu rumahtangga yang membantu suami disawah, bahkan berusaha menambah pendapatan keluarga dengan berjualan. Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Pembinaan tehnis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan dalam kerjasama dengan unsur dinas instansi pemerintah terkait. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yakni penelitian Penelitian deksriptif menurut Hadari Nawawi . 5 : . Penelitian pengembangan industri kerajinan rumah tangga sebagai sumbangan atau peranan Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Penelitian ini dilakukan atau mengambil lokasi pada Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Informan dipilih secara purposive . engan memiliki kriteria inklus. dan key person. Berdasarkan pertimbangan purposive sampling, maka dalam penentuan informan ini peneliti mengambil secara sengaja sebanyak 16 orang informan. Dalam usaha untuk memperoleh data peneliti menggunakan metode wawancara Pemeriksaan keabsahan . Analisa data dilakukan secara deskriptif kualitatif yaitu dilakukan dengan penggambaran dan pemaparan secara akurat dan aktual, sehingga pada akhirnya dapat ditarik yang menggambarkan secara gamblang permasalahan yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil penelitian tentang Peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga, dipaparkan sebagai berikut. Kaitan dengan peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga, yaitu serangkaian kegiatan dalam manajemen usaha kecil, terdiri atas: . persiapkan kualitas alat yang baik. fokus pada pelayanan terbaik ke konsumen dan bangun relasi dengan mereka. pilih lokasi usaha yang strategis, dimana cukup banyak orang di daerah jualan: dekat kantor, kampus, mall, dan lain-lain. buatlah merek. jika kita sudah ada karyawan, maka beri training untuk jualan dan motivasi agar maksimal ketika jualan. lakukan promosi yang masif, bisa dengan spanduk, brosur, ataupun social media: facebook, twitter, youtube, blog. terapkan strategi harga, misalnya strategi Gufran. Peranan Organisasi Pemberdayaan. potongan harga. catat data konsumen untuk database. lakukan evaluasi penjualan secara berkala. Persiapkan kualitas alat yang baik Untuk persiapkan kualitas alat yang baik dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan terlihat sebagaimana hasil wawancara peneliti berikut ini: Hasil wawancara dengan Ibu Arni H. Amin selaku pemilik usaha jahit, hasilnya sebagai berikut: AuBenar, kami telah mendapatkan pembekalan dari pengurus PKK desa Katanya, kalau mau berusaha persiapkan kualitas alat yang baik. Artinya, kalau alat atau pembuatnya berkualitas, maka hasilnya pun akan Nah, itu yang selalu kami terima penyuluhan dari pengurus PKKAy (Hasil Wawancara. November 2. Hasil wawancara dengan Ibu Siti Hawa Arifuddin selaku anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, hasilnya sebagai berikut: AuSelaku pengurus PKK, maka jelas kami sampaikan kepada kader utamakan Jadi kami harus persiapkan kualitas alat yang baik. Jika tidak, kami akan ditinggalkan oleh pemakai atau Jadi kami bina warga yang melakukan usaha kerajinan rumah tangga, seperti membuat kue, ancaman, dan membuat obat tradisional. Tidak boleh mengabaikan kualitas atau mutuAy (Hasil Wawancara. November 2. Berdasarkan kutipan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan tersebut di atas, maka didapati gambaran bahwa persiapkan kualitas alat yang baik dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, telah dilaksanakan dengan cukup baik. Fokus pada pelayanan terbaik ke Fokus pada pelayanan terbaik ke konsumen dan bangun relasi dengan mereka. Untuk mengetahui bagaimana persiapkan kualitas alat yang baik dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan terlihat sebagaimana hasil wawancara peneliti berikut ini: Hasil wawancara dengan Bapak A. Rafik Abdullah selaku pemilik usaha batu bata, hasilnya sebagai berikut: AuBagaimanapun, bagi kami selaku pengusaha kecil kerajian rumah tangga, pasti kebutuhan konsumen menjadi perhatian utama. Karena konsumen adalah raja. Karenanya kami fokus pada pelayanan terbaik ke konsumen. Nah, pengurus PKK sangat rajin menyampaikan kepada kami tentang pentingnya memperhatikan konsumen dalam berusahaAy (Hasil Wawancara. November 2. Hasil wawancara dengan Ibu Ratnah Hasan selaku anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, hasilnya sebagai berikut: AuKami dari pengurus telah beberapa kali memberikan pembekalan kepada pengusaha kerajinan rumah tangga, agar fokus pada pelayanan terbaik ke Sebab, kepuasaan pelanggan itu sangat penting. Jadi kami memberikan ilmu tentang bagaimana cara memanejen usaha dengan baik, agar bisa bertahan dan juga bersaingAy (Hasil Wawancara. November 2. Berdasarkan kutipan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan tersebut di atas, maka didapati gambaran bahwa fokus pada pelayanan terbaik ke konsumen dan bangun relasi dengan mereka dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, telah dilaksanakan dengan cukup baik. yang dilakukan peneliti terhadap informan Pilih lokasi usaha yang strategis tersebut di atas, maka didapati gambaran Pilih lokasi usaha yang strategis, dimana cukup banyak orang di daerah jualan: dekat kantor, kampus, mall, dan lain-lain. Untuk mengetahui bagaimana persiapkan kualitas alat yang baik dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan terlihat sebagaimana hasil wawancara peneliti berikut Hasil wawancara dengan Ibu Ramlah Hasanuddin selaku anggota pemilik usaha kerupuk, hasilnya sebagai berikut: AuBenar, lokasi usaha yang strategis itu Saya pikir ini sudah rumusnya. Alhamdulillah usaha kami menempati lokasi yang mudah dijangkau. Kami memiliki lokasi di pinggir jalan raya untuk Ilmu ini berkat penyuluhan yang diberikan oleh pengurus PKK. Ya, termasuk yang kami pelajari secara sendiriAy (Hasil Wawancara. November Hasil wawancara dengan Ibu Junari selaku anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, hasilnya sebagai berikut: AuIni menurut saya ya. Lokasi usaha harus Kami dari pengurus PKK selalu menyampaikan agar memperhatikan lokasi usaha. Kami juga menyampaikan kepada warga yang menekuni usaha kerajinan rumah tangga agar tetap mengadakan pengendalian persediaan hasil usaha. Tujuan pengendalian persediaan adalah menjaga agar barang dagangan jangan sampai kekurangan. Menjaga agar perusahaan jangan sampai menghentikan kegiatan usahanya. Menjaga agar perusahaan jangan sampai mengecewakan langganannya. Dan mengatur jangan sampai jumlah pengadaan barang dagangan kekurangan atau kelebihanAy (Hasil Wawancara. November 2. Berdasarkan kutipan hasil wawancara bahwa pilih lokasi usaha yang strategis dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, telah dilaksanakan dengan cukup baik. Buatlah merek Untuk mengetahui bagaimana buatlah merek dalam manajemen usaha kerajinan Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan peneliti berikut ini: Hasil wawancara dengan Ibu Amanah Latif selaku anggota pemilik usaha obat tradisional, hasilnya sebagai berikut: AuKami pernah diajarkan oleh pengurus PKK desa tentang buatlah merek. Katanya, walaupun ada pepatah yang mengatakan apa arti sebuah nama. Tapi, bagi PKK nama atau merek itu penting. Maka kami telah sampaikan kepada pengusaha kerajinan rumah tangga agar membuat merek atau nama. Mogah-mogahan selalu memberikan rezki bagi pemiliknya, dan ini selalu diajarkan oleh pengurus PKKAy (Hasil Wawancara. November 2. Hasil wawancara dengan Ibu Saipah Syamsuddin selaku anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, hasilnya sebagai berikut: AuKami pernah sampaikan kepada warga yang menekuni usaha kerajinan rumah tangga, agar memasang label atau merek pada hasil kerajinannya. Bagi kami selaku pengurus PKK, bahwa fungsi utama dari sebuah merek adalah agar konsumen dapat mencirikan suatu produk, baik itu barang maupun jasa, yang dimiliki oleh usaha rumah tangga sehingga dapat dibedakan dari produk perusahaan lain yang serupa atau yang mirip yang dimiliki oleh pesaingnya. Konsumen Gufran. Peranan Organisasi Pemberdayaan. yang merasa puas dengan suatu produk tertentu akan membeli atau memakai kembali produk tersebut di masa yang akan datangAy (Hasil Wawancara. November 2. Berdasarkan kutipan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan tersebut di atas, maka didapati gambaran bahwa buatlah merek dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, telah dilaksanakan dengan cukup baik. Beri training untuk jualan dan motivasi agar maksimal ketika jualan Jika kita sudah ada karyawan, maka beri training untuk jualan dan motivasi agar maksimal ketika jualan. Untuk mengetahui beri training untuk jualan dan motivasi agar maksimal ketika jualan dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan terlihat sebagaimana hasil wawancara peneliti berikut ini: Hasil wawancara dengan Bapak M. Yasin Ama Ros selaku pemilik usaha anyaman, hasilnya sebagai berikut: AuBenar kami, selalu didorong oleh pengurus PKK desa ini, agar dalam berusaha selalu bersemangat. Kami juga sering dilatih, bagaimana cara berusaha dalam rumah tangga yang bisa bertahan, sekaligus berpacu dalam usahaAy (Hasil Wawancara. November 2. Hasil wawancara dengan Ibu Eri Umrathu Alifah selaku anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, hasilnya sebagai berikut: AuBenar, kami dari pengurus PKK beri latihan atau training untuk produksi dan jualan. Tapi soal motivasi, selalu kami berikan. Banyak cara yang kami lakukan dalam hal motivasi. Kami sering berikan dalam bentuk pujian. Dan yang paling banyak kami berikan dalam bentuk doronganAy (Hasil Wawancara. November 2. Berdasarkan kutipan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan tersebut di atas, maka didapati gambaran bahwa beri training untuk jualan dan motivasi agar maksimal ketika jualan dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, telah dilaksanakan dengan cukup baik. Lakukan promosi yang masif Lakukan promosi yang masif, bisa dengan spanduk, brosur, ataupun sosial media: facebook, twitter, youtube, blog. Untuk mengetahui bagaimana lakukan promosi yang masif dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan terlihat sebagaimana hasil wawancara peneliti berikut ini: Hasil wawancara dengan Ibu Hadijah selaku pemilik usaha kue kering, hasilnya sebagai berikut: AuKami tetap diajarkan oleh pengurus PKK tentang cara promosi hasil kerajinan rumah tangga yang baik. Walaupun tidak sebagus yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Salah satu cara promosi yang kami terima dari pengurus PKK yakni dengan membuat kartu nama, dan juga ada brosur-brosur. Di samping itu, kami diajarkan promosi melalui SMS kepada temanAteman dekatAy (Hasil Wawancara. November 2. Hasil wawancara dengan Ibu Jumratun selaku Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, hasilnya sebagai berikut: AuBenar, usaha kecil kerajinan rumah Karenanya, kami dari pengurus PKK ketika bertemu dengan para pengusaha kerajinan rumah tangga, selalu meminta agar agar giat melakukan promosi. Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkanAy (Hasil Wawancara. November 2. Berdasarkan kutipan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan tersebut di atas, maka didapati gambaran bahwa lakukan promosi yang masif dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, telah dilaksanakan dengan cukup baik. Terapkan strategi harga, misalnya strategi potongan harga Untuk terapkan strategi harga, misalnya strategi potongan harga dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan terlihat sebagaimana hasil wawancara peneliti berikut ini: Hasil wawancara dengan Ibu Mariamah Saleh selaku anggota usaha kerupuk, hasilnya sebagai berikut: AuKami pernah diajarkan oleh pengurus PKK desa ketika ada pertemuan di aula Saya kira sama dengan usahausaha jasa lainnya. Agar langganan atau konsumen kami tetap menggunakan usaha kami, maka tetap kami terapkan strategi harga. Itu yang kami terima dari pengurus PKK. Salah satu jenisnya yakni strategi potongan harga. Agar mereka tetap menggunakan usaha kita, jika ada acara-acara berikutnyaAy (Hasil Wawancara. November 2. Hasil wawancara dengan Ibu Rosmah Muhtar selaku anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, hasilnya sebagai berikut: AuBenar, strategi potongan harga kami ajarkan pula kepada warga yang memiliki usaha kerajinan rumah tangga. Salah satu alat dari promosi penjualan adalah potongan harga. Potongan harga adalah pengurangan harga produk dari harga normal dalam periode tertentu. Kebijakan potongan harga tersebut akan berdampak pada volume penjualan. Volume penjualan adalah jumlah unit yang terjual dari suatu produk dan ditetapkan pada suatu periode tertentu. Nah, hal ini kami ajarkan kepada warga yang memiliki usaha kerajinan rumah tanggaAy (Hasil Wawancara. November Berdasarkan kutipan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan tersebut di atas, maka didapati gambaran bahwa terapkan strategi harga, misalnya strategi potongan harga dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, telah dilaksanakan dengan cukup baik. Catat data konsumen untuk database Untuk mengetahui bagaimana catat data konsumen untuk database dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan terlihat sebagaimana hasil wawancara peneliti berikut ini: Hasil wawancara dengan Ibu Halisah Dulatif M. Saleh selaku anggota usaha kue kering, hasilnya sebagai berikut: AuSebagai sebuah perusahaan, kami tetap catat dengan baik para konsumen atau pelanggan kami atau orang-orang yang pernah membeli dan memesan hasil usaha kami. Kami catat dengan baik data konsumen tersebut. Ini semua ada dalam buku nama-nama yang pernah menggunakan alat-alat kami. Ilmu ini, kami dapatkan juga dari pengurus PKK walaupun tidak seutuhnya dari pengurus PKK desa iniAy (Hasil Wawancara. November 2. Hasil wawancara dengan Ibu Haryanti Lende selaku anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Gufran. Peranan Organisasi Pemberdayaan. Kecamatan Sape Kabupaten Bima, hasilnya sebagai berikut: AuBenar, kami dari pengurus PKK pernah ajarkan agar pengusaha rumah tangga tetap catat data konsumen pelanggan. Ya, banyak manfaatnya. Kalau ada yang memesan lagi berikutnya. Datanya sudah ada, dan cepat dilayani. Nah, ini mungkin yang disebut dengan pelayanan Ya, kami ajarkan juga untuk catat data konsumenAy (Hasil Wawancara. November 2. Berdasarkan kutipan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan tersebut di atas, maka didapati gambaran bahwa catat data konsumen untuk database dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, telah dilaksanakan dengan cukup baik. Lakukan evaluasi penjualan secara Untuk mengetahui bagaimana lakukan evaluasi penjualan secara berkala dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan terlihat sebagaimana hasil wawancara peneliti berikut ini: Hasil wawancara dengan Ibu Haminah Rajak selaku anggota usaha kue kering di Desa Tanah Putih, hasilnya sebagai berikut: AuKami tetap lakukan evaluasi pada setiap hasil usaha kami. Ya, tidak tiap hari, tapi kami lakukan secara berkala Nah, ilmu ini berkat bimbingan, arahan, dan petunjuk dari seniorAsenior di pengurus PKK desa iniAy (Hasil Wawancara. November 2. Hasil wawancara dengan Ibu Satiarah Anisailan. Pd selaku anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, hasilnya sebagai berikut: AuBenar, kami juga ajarkan tentang evaluasi usaha. Langkah pertama sebelum menentukan strategi jualan untuk produk yaitu menetapkan target Setiap aktivitas marketing dan penjualan sangat perlu menetapkan target jualan. Target ini akan menjadi acuan untuk penetapan rangkaian strategi jualan yang akan kita gunakan. Tanpa target penjualan, bisnis tidak akan berkembangAy (Hasil Wawancara. November 2. Berdasarkan kutipan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan tersebut di atas, maka didapati gambaran bahwa lakukan evaluasi penjualan secara berkala dalam manajemen usaha kerajinan rumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima, telah dilaksanakan dengan cukup baik. KESIMPULAN Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga, baik persiapkan kualitas alat yang baik, fokus pada pelayanan terbaik ke konsumen dan bangun relasi dengan mereka, pilih lokasi usaha yang strategis, dimana cukup banyak orang di daerah jualan: dekat kantor, kampus, mall, dan lain-lain, buatlah merek, jika kita sudah ada karyawan, maka beri training untuk jualan dan motivasi agar maksimal ketika jualan, lakukan promosi yang masif, bisa dengan spanduk, brosur, ataupun social media: facebook, twitter, youtube, blog, terapkan strategi harga, misalnya strategi potongan harga, catat data konsumen untuk database, maupun lakukan evaluasi penjualan secara berkala, maka hasilnya sudah cukup baik dan sesuai dengan manajemen kewirausahaan dan prinsipprinsip pemberdayaan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA