PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. November - Januari e-ISSN : 2622-6383 doi: 10. 57178/paradoks. FAKTOR PENENTU PERILAKU KEUANGAN USER ROBLOX GENERASI Z Caesar Nicko Hibatullah1. Almira Santi Samasta2. Bara Zaretta3. Pradana Jati Kusuma4 Email korespondensi: 211202207981@mhs. Universitas Dian Nuswantoro. Indonesia1*,2,3,4 Abstrak Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan, dan efikasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Generasi Z pengguna platform gim Roblox. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian terdiri atas 183 mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji model pengukuran dan hubungan Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, sikap keuangan, dan efikasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan pengguna Roblox dari kalangan Generasi Z. Semakin tinggi tingkat literasi, sikap, dan efikasi keuangan, semakin baik perilaku pengelolaan keuangan yang ditunjukkan. Temuan ini menegaskan pentingnya ketiga faktor tersebut sebagai fondasi dalam membentuk perilaku keuangan yang terkontrol. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain serta memperluas karakteristik responden guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Kata kunci: Literasi Keuangan. Sikap Keuangan. Efikasi Keuangan. Perilaku Keuangan. Roblox. Generasi Z This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Perkembangan teknologi berbasis digital sudah menghasilkan transformasi penting dalam cara individu mengelola dan memanfaatkan sumber daya finansial. Digitalisasi mempermudah transaksi melalui berbagai platform berbasis aplikasi, sehingga pengambilan keputusan keuangan menjadi penting, mulai dari pengaturan pengeluaran hingga perencanaan keuangan pribadi. Namun, kemudahan tersebut juga berpotensi menimbulkan tantangan dalam menjaga kontrol keuangan jika tidak diimbangi kemampuan pengelolaan yang memadai. Generasi Z yakni orang lahir sekitar tahun 1997Ae 2012, adalah generasi yang sejak dini terbiasa hidup di era digital. Ketersediaan cepat layanan teknologi membentuk gaya hidup yang dinamis, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dan hiburan. Intensitas penggunaan teknologi tersebut menjadikan pola pengeluaran dan pengelolaan keuangan Generasi Z dipengaruhi oleh gaya hidup digital yang dijalani. Perilaku keuangan mencerminkan cara individu mengelola sumber daya finansial dalam kehidupan nyata, seperti kemampuan mengendalikan pengeluaran, konsistensi menabung, serta menyusun perencanaan keuangan jangka panjang. Pola perilaku keuangan solid mencerminkan pemahaman serta akuntanbilitas dalam penggunaan uang, sedangkan perilaku yang kurang sehat berpotensi menimbulkan permasalahan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 816 finansial. Pada Generasi Z, pembentukan perilaku keuangan menjadi krusial karena kelompok ini berada pada fase awal pembentukan kebiasaan finansial yang bakal berdampak kemudian hari. Faktor internal seperti literasi keuangan, sikap terhadap pengelolaan uang, dan efikasi keuangan turut memengaruhi perilaku keuangan individu. Literasi keuangan membekali wawasan terhadap konsep dan risiko finansial, sikap keuangan mencerminkan penilaian terhadap penggunaan uang, dan efikasi keuangan menunjukkan keyakinan diri dalam mengelola keuangan secara efektif. Ketiga faktor ini dianggap sebagai unsur kunci dalam membentuk perilaku keuangan. Gambar 1 Game Online Favorit Anak Muda Indonesia Sumber: GoodStats, 2025 Industri gim daring mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 80,66% atau sekitar 229,43 juta pengguna pada tahun 2025 (GoodStats, 2. Jumlah pemain gim nasional tercatat mencapai 174,1 juta pada tahun 2022 dan diproyeksikan terus meningkat hingga 2025 (JawaPos. com, 2. Tingginya partisipasi Generasi Z dalam industri gim menunjukkan aktivitas bermain gim merupakan bagian dari keseharian yang melekat dengan gaya hidup digital Aktivitas hiburan digital merupakan bagian dari gaya hidup Generasi Z. Data survei menunjukkan gim daring seperti Roblox. Mobile Legends. Candy Crush, dan lainnya sangat populer di kalangan anak muda Indonesia. Roblox menjadi salah satu platform gim yang sangat diminati, dengan 22 juta pengguna harian (GoodStats, 2. yang menunjukkan konteks hiburan digital menjadi karakteristik gaya hidup generasi ini. Sejak diluncurkan pada tahun 2006. Roblox berkembang menjadi platform gim berbasis komunitas dengan karakteristik yang memungkinkan pengguna memainkan berbagai jenis permainan yang dibuat oleh sesama pengguna. Keterlibatan tersebut mendorong perlunya kajian terhadap perilaku keuangan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun aktivitas digital meningkat, kemampuan pengelolaan keuangan generasi muda belum sepenuhnya sejalan. Data ((BPS) & (OJK), 2. menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional berada pada 66,46%, dengan kesenjangan antara pemahaman teori dan praktik Hasil pra-survei pada mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro juga menunjukkan banyak responden belum melakukan pencatatan pengeluaran, menetapkan batas pengeluaran, membuat rencana jangka panjang, atau memiliki kepercayaan tinggi dalam mengendalikan pengeluaran. Ragam studi lalu membahas literasi keuangan, sikap terhadap keuangan, serta efikasi keuangan menghasilkan temuan yang cukup beragam dan belum menunjukkan pola yang seragam atau konsisten. Literasi keuangan juga memberikan hasil berbeda, dengan temuan positif signifikan (Ikhsani & Haryono, 2022. Safira, 2. serta hasil negatif signifikan (Jamik et al. , 2. Sikap keuangan juga memberikan hasil berbeda, dengan temuan positif signifikan (Adiputra et al. , 2021. Ikhsani & Haryono, 2. serta hasil negatif signifikan (Rasjid et al. , 2. Studi mengenai efikasi keuangan pun beragam, ditunjukkan oleh Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 817 pengaruh positif signifikan (Sari & Anam, 2. dan negatif signifikan (Tri Wahyuni et al. Ketidakkonsistenan temuan tersebut menunjukkan adanya research gap yang memerlukan pengujian lanjutan dalam konteks dan karakteristik responden yang lebih Berdasarkan kondisi tersebut, studi ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk menganalisis pengaruh dari literasi keuangan, sikap terhadap keuangan, serta efikasi keuangan terhadap perilaku keuangan yang ditunjukkan Generasi Z. Studi difokuskan pada mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang memiliki gaya hidup digital dan keterlibatan aktif dalam aktivitas hiburan berbasis gim. Kebaruan studi ini terletak pada pengkajian perilaku keuangan dengan mempertimbangkan karakteristik gaya hidup digital responden. Landasan Teori Theory of Planned Behavior Berdasarkan TPB (Ajzen, 1. , perilaku seseorang ditentukan oleh niat untuk melakukan perilaku tersebut, di mana niat itu sendiri dibentuk oleh dua elemen utama, yaitu sikap terhadap perilaku . ttitude toward the behavio. dan persepsi atas kontrol perilaku . erceived behavioral contro. Dalam studi ini, sikap keuangan ditempatkan sebagai konstruk yang mewakili attitude toward the behavior, sedangkan efikasi keuangan dioperasionalkan sebagai representasi dari perceived behavioral control. Sementara itu, literasi keuangan diposisikan sebagai variabel latar belakang . ackground facto. yang memengaruhi pembentukan sikap keuangan dan efikasi keuangan individu. Dengan demikian, literasi keuangan berfungsi sebagai fondasi pengetahuan yang secara tidak langsung membentuk sikap dan tingkat keyakinan diri seseorang dalam mengelola keuangan, yang selanjutnya memengaruhi niat serta perilaku keuangan aktual Generasi Z dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka. Perilaku Keuangan Perilaku keuangan menggambarkan cara individu mengelola sumber daya finansialnya pada aktivitas sehari-hari, yang tercermin dari pengaturan arus kas, pola konsumsi, kebiasaan menabung, pengelolaan kredit, serta perencanaan investasi (Adiputra et al. , 2. Pada Generasi Z dengan gaya hidup digital, perilaku keuangan berkaitan dengan kemampuan mengendalikan pengeluaran, menetapkan prioritas kebutuhan (Ikhsani & Haryono, 2. Hubungan Literasi Keuangan dengan Perilaku Keuangan Literasi keuangan didefinisikan kemampuan individu untuk memahami serta mengaplikasikan berbagai konsep serta prinsip dasar keuangan dalam kehidupan seharihari, mengelola aset finansial, serta membuat keputusan ekonomi yang masuk akal. Konsep ini meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan tindakan nyata dalam mengatur uang (Safira, 2. Di era digital, literasi keuangan terbukti dapat meningkatkan kebiasaan menabung, menciptakan pola pengelolaan dana yang lebih baik (Abdallah et , 2. , serta literasi keuangan berfungsi sebagai alat utama yang membantu individu dalam mengambil keputusan finansial yang lebih rasional dan terencana (Berlinger et al. Kanth et al. , 2. Kemampuan ini juga mencakup penguasaan alat serta layanan keuangan berbasis teknologi (Anwar, 2. Dengan literasi yang baik, seseorang lebih mudah mengenali nilai uang, menilai risiko pengeluaran, dan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari pilihan keuangan sehari-hari. Dalam kerangka TPB, literasi keuangan berfungsi latar belakang yang membentuk keyakinan serta kecenderungan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 818 perilaku finansial seseorang. Berdasarkan hal tersebut, maka dirumuskan hipotesis: H1: Literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Hubungan Sikap Keuangan dengan Perilaku Keuangan Sikap keuangan mencerminkan penilaian serta kecenderungan seseorang dalam mengelola dana, meliputi kegiatan konsumsi, menabung, dan penyusunan rencana keuangan jangka panjang (Adiputra et al. , 2. Sikap positif terhadap keuangan sangat membentuk perilaku keuangan yang bertanggung jawab (Kanth et al. , 2025. Pearson & Korankye, 2. Secara umum, sikap ini merupakan respons yang konsisten . ositif atau negati. terhadap objek keuangan tertentu yang telah dipelajari (Salleh et al. , 2. Sikap keuangan yang baik terlihat dari seberapa penting individu memandang pengendalian pengeluaran dan fokus pada tujuan finansial masa depan. Dengan sikap positif, perilaku keuangan cenderung menjadi lebih bijaksana dan bertanggung jawab. Berdasarkan hal tersebut, maka dirumuskan hipotesis: H2: Sikap keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Hubungan Efikasi Keuangan dengan Perilaku Keuangan Efikasi kemampuannya mengatur dan mengendalikan pilihan-pilihan keuangan (Safira, 2. Kajian terkini menegaskan efikasi keuangan memegang peran penting dalam pengambilan keputusan finansial di ranah digital yang menuntut kontrol diri tinggi (Simiyu et al. , 2. , serta rasa percaya diri melaksanakan keputusan keuangan secara tepat dan efektif (Qi et al. , 2. Efikasi keuangan berkaitan erat dengan kepercayaan diri individu dalam menyusun rencana pengeluaran, mengendalikan kebiasaan belanja, serta meraih target keuangan. Dalam TPB, efikasi keuangan selaras dengan konsep perceived behavioral control yang memengaruhi sejauh mana seseorang mampu mengatur perilaku Berdasarkan hal tersebut, maka dirumuskan hipotesis: H3: Efikasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Kerangka Konseptual Gambar 2 Kerangka Konseptual Sumber: Data Penelitian, 2025 Metodologi Penelitian Studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif untuk menelaah sejauh mana literasi keuangan, sikap terhadap pengelolaan keuangan, serta efikasi keuangan terhadap pola perilaku finansial pada Generasi Z yang aktif memanfaatkan Roblox. Metode kuantitatif dipilih karena pengukuran hubungan antarvariabel secara objektif, akurat, dan dapat diuji Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 819 secara empiris, sekaligus mendukung validasi model teoritis melalui data numerik. Studi ini dilaksanakan di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, mengingat sebagian besar mahasiswanya termasuk Generasi Z dengan tingkat keterlibatan tinggi dalam teknologi digital serta permainan daring. Kelompok sasaran utama yang menjadi fokus kajian ini mencakup keseluruhan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang termasuk kategori Generasi Z dan aktif menggunakan platform Roblox. Generasi Z didefinisikan sebagai kelompok individu berusia kira-kira 17 sampai 25 tahun yang sangat dekat dan terikat dengan teknologi digital sejak Metode pemilihan sampel yang diterapkan berupa purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif Universitas Dian Nuswantoro, termasuk dalam kelompok usia Generasi Z, aktif bermain Roblox, serta memiliki pengalaman melakukan transaksi untuk keperluan hiburan digital. Penetapan jumlah sampel didasarkan pada pertimbangan statistik dari (Hair et al. , 2. sebagaimana dikutip dalam (Adiputra et al. , 2. , yaitu jumlah responden 5Ae10 kali total indikator. Karena studi ini menggunakan 16 indikator, maka jumlah sampel yang diperlukan berada pada kisaran 80 hingga 160 responden. Data yang dipakai di studi ini berupa data primer yang dikumpulkan secara langsung via angket daring Google Form. Pendekatan ini dipilih karena responden merupakan digital native yang lebih responsif terhadap instrumen pengumpulan data berbasis online. Kuesioner disusun berdasarkan indikator dari variabel literasi keuangan, sikap keuangan, efikasi keuangan, dan perilaku keuangan. Penilaian terhadap setiap pernyataan dengan skala Likert 5 poin, mulai dari 1 hingga 5 (Prof. Dr. Sugiyono, 2. Penyusunan indikator mengacu pada studi terdahulu, yaitu (Safira, 2. untuk literasi dan efikasi keuangan serta (Adiputra et al. , 2. untuk sikap keuangan. Analisis data dalam studi ini dilakukan dengan menerapkan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui program SmartPLS versi 4. Dipilih karena sesuai untuk menangani sampel ukuran sedang sampai kecil, tidak mensyaratkan asumsi normalitas data, serta sesuai untuk studi yang bersifat prediktif. Proses pengolahan data terdiri dari dua tahapan pokok, yakni evaluasi model pengukuran . uter mode. terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penilaian model struktural . nner mode. Pengujian outer model bertujuan untuk memverifikasi indikator yang dipakai mampu mengukur konstruk dengan baik dari segi validitas dan reliabilitas. Validitas konvergen diperiksa melalui nilai loading factor yang sebaiknya di atas 0,70, serta nilai Average Variance Extracted (AVE) minimal 0,50. Validitas diskriminan dinilai menggunakan Fornelarcker Criterion dan rasio Heterotrait-Monotrait (HTMT). Untuk reliabilitas konstruk, digunakan nilai Composite Reliability yang wajib lebih dari 0,70, serta CronbachAos Alpha minimal 0,60 guna menjamin konsistensi internal instrumen. Setelah model pengukuran terbukti valid dan reliabel, langkah berikutnya adalah mengevaluasi model struktural. Tahap ini difokuskan untuk mengukur kekuatan keterkaitan antarvariabel laten serta sejauh mana variabel independen mampu menerangkan variabel dependen. Penilaian dilakukan dengan memeriksa nilai R-square, yang menunjukkan proporsi varians yang dapat dijelaskan oleh model secara keseluruhan. Signifikansi hubungan antarvariabel diuji melalui koefisien path, nilai t-statistik, dan p-value yang dihasilkan dari prosedur bootstrapping di aplikasi SmartPLS. Tabel 1 Definisi Operasional Variabel Variabel Literasi Keuangan Kode X1. X1. Indikator Pengetahuan Keterampilan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 820 Referensi (Otoritas Jasa Keuangan. X1. X1. X1. X2. Keyakinan Sikap Perilaku Attitudes towards daily financial behavior. Attitudes towards safety Attitudes towards financial Attitudes towards future. Kemampuan dalam pengeluaran keuangan. Keyakinan dalam pengelolaan keuangan. Keyakinan terhadap kondisi Cash-flow management. Consumption Credit management. Saving and investment X2. Sikap Keuangan X2. X2. X3. Efikasi Keuangan X3. X3. Y1. Y1. Perilaku Keuangan Y1. Y1. dalam (Safira, 2. (Herdjiono et al. Thi et al. dalam (Adiputra et al. (Otoritas Jasa Keuangan, 2017:. dalam (Safira, 2. (Herdjiono et al. Thi et al. dalam (Adiputra et al. Sumber: Olah data, 2025 Hasil Penelitian dan Pembahasan Deskriptif Kriteria Responden Studi ini melibatkan 183 Generasi Z dari Universitas Dian Nuswantoro yang rutin menggunakan platform Roblox dan memiliki riwayat transaksi untuk kebutuhan hiburan Deskripsi lengkap dari 183 responden tersebut pada Tabel 2 di bawah ini: Tabel 2 Kriteria Responden Kategori Jenis kelamin Usia Fakultas Apakah anda aktif bermain Roblox? Apakah anda menggunakan uang Keterangan Pria Wanita Total <17 >22 Total Fakultas Ilmu Komputer Fakultas Ekonomi dan Bisnis Fakultas Kesehatan Fakultas Teknik Fakultas Ilmu Budaya Fakultas Kedokteran Total Tidak Total Tidak Frekuensi Presentase Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 821 pribadi untuk keperluan hiburan Total Sumber: Olah data, 2025 Karakteristik responden menunjukkan dari total 183 partisipan, mayoritas adalah perempuan dengan proporsi 51,4%, sementara laki-laki mencapai 48,6%. Dari segi usia, sebagian besar responden . ,5%) berada pada kelompok 18Ae22 tahun, sedangkan sisanya . ,5%) lebih dari 22 tahun sesuai dengan kriteria Generasi Z sebagai fokus utama studi ini. Dilihat dari fakultas dengan persentase terbesar berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis 43,2%, diikuti oleh Fakultas Kesehatan 18,6%. Fakultas Ilmu Komputer 16,4%. Fakultas Teknik 10,9%. Fakultas Kedokteran 6,6%, dan Fakultas Ilmu Budaya 4,4%. Komposisi ini menunjukkan responden dalam studi cukup beragam dan merepresentasikan karakteristik mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Dian Nuswantoro. Uji Validitas Proses pengujian validitas difokuskan dua dimensi utama, yaitu validitas diskriminan dan validitas konvergen. Validitas diskriminan diperiksa menggunakan FornellAeLarcker Criterion serta rasio HeterotraitAeMonotrait (HTMT), sehingga setiap konstruk dapat dipastikan berdiri sendiri tanpa adanya tumpang tindih signifikan dengan konstruk lainnya. Sementara itu, validitas konvergen dikonfirmasi dengan memastikan nilai outer loading melebihi 0,70 serta nilai Average Variance Extracted (AVE) minimal 0,50. Pemeriksaan lanjutan dilakukan melalui analisis cross-loading dan FornellAeLarcker Criterion agar setiap indikator hanya menunjukkan korelasi kuat terhadap konstruk yang memang dimaksudkan untuk diukur. Gambar 3 Grafik Uji Validitas Konvergen Sumber: Olah data SEM-PLS, 2025 Tabel 3 Hasil Uji Validitas Konvergen Variabel Literasi Keuangan Sikap Keuangan Efikasi Keuangan Perilaku Keuangan Item X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X3. X4. X3. X3. X3. Y1. Y1. Outer Loading AVE Validitas Valid Valid Valid Valid Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 822 Y1. Y1. Sumber: Olah data SEM-PLS, 2025 Evaluasi keabsahan konvergen mengungkapkan telah memenuhi kriteria secara Setiap variabel menampilkan Average Variance Extracted (AVE) yang melampaui batas bawah 0,50, dengan rincian sebagai berikut: sikap keuangan mencapai 0,633, efikasi keuangan 0,757, literasi keuangan 0,617, dan perilaku keuangan 0,633. Selain itu, faktor muatan luar . uter loadin. berada dalam kisaran 0,715 sampai 0,901, yang berarti tidak terdapat satupun nilai di bawah ambang minimal 0,70. Tabel 4 Hasil Uji Validitas Diskriminan Cross Loading LK1 LK2 LK3 LK4 LK5 SK1 SK2 SK3 SK4 EK1 EK2 EK3 PK1 PK2 PK3 PK4 Literasi Keuangan Sikap Keuangan Efikasi Keuangan Perilaku Keuangan Sumber: Olah data SEM-PLS, 2025 Hasil analisis cross-loading mengungkapkan nilai setiap indikator selalu lebih tinggi dibandingkan nilai terhadap konstruk lain. Dengan demikian, setiap item kuesioner terbukti secara spesifik mengukur variabel yang dituju tanpa adanya tumpang tindih yang berarti. Oleh karena itu, kriteria validitas diskriminan dapat dinyatakan terpenuhi dengan Tabel 5 Hasil Uji Validitas Diskriminan Fornell-Larcker Criterion Literasi Keuangan Sikap Keuangan Efikasi Keuangan Perilaku Keuangan Literasi Keuangan Sikap Keuangan Efikasi Keuangan Perilaku Keuangan Sumber: Olah data SEM-PLS, 2025 Pemeriksaan validitas diskriminan melalui Fornell-Larcker Criterion menunjukkan akar kuadrat dari AVE pada tiap variabel laten selalu melebihi besaran korelasi dengan variabel laten lain dalam model. Keempat konstruk yakni efikasi keuangan dengan nilai 0,870, perilaku keuangan sebesar 0,795, sikap keuangan 0,795, serta literasi keuangan 0,785 secara konsisten memiliki angka yang lebih unggul ketimbang koefisien korelasi yang terletak pada kolom atau baris yang sama. Hal ini mengonfirmasi seluruh variabel dalam kerangka studi telah sepenuhnya memenuhi kriteria keabsahan pembeda, sehingga masing-masing konstruk dapat dibedakan tanpa tumpang tindih. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 823 Tabel 6 Hasil Uji Validitas Diskriminan HTMT Literasi Keuangan Literasi Keuangan Sikap Keuangan Efikasi Keuangan Perilaku Keuangan Efikasi Keuangan Sikap Keuangan Perilaku Keuangan Sumber: Olah data SEM-PLS, 2025 Penilaian keabsahan diskriminan lewat prosedur HTMT mengungkapkan besaran korelasi di antara semua variabel laten berada di bawah nilai batas yang ditetapkan, sehingga keabsahan diskriminan terbukti mencapai tingkat yang memuaskan. Kondisi ini mengindikasikan instrumen kajian ini memenuhi syarat untuk diterapkan, mengingat tiap variabel meliputi pemahaman keuangan, pandangan keuangan, rasa percaya diri keuangan, serta pola keuangan memiliki ciri konseptual yang mandiri dan tidak saling bertabrakan satu sama lain. Oleh sebab itu, masing-masing variabel berhasil memisahkan diri dengan tegas dari variabel lain, menegaskan adanya pembedaan konsep yang jelas tanpa elemen yang saling tumpang tindih. Uji Reliabilitas Tingkat reliabilitas setiap konstruk diukur melalui dua indikator utama, yakni CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. Tabel 7 Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos alpha Literasi Keuangan Sikap Keuangan Efikasi Keuangan Perilaku Keuangan Composite reliability Sumber: Olah data SEM-PLS, 2025 Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan semua nilai untuk keempat konstruk melebihi ambang batas 0,70. Kondisi ini membuktikan instrumen studi memiliki tingkat konsistensi internal sangat tinggi serta memenuhi standar keandalan secara keseluruhan. Uji R-Square Analisis nilai R-square dalam studi ini untuk mengukur seberapa besar kontribusi literasi keuangan, sikap keuangan, serta efikasi keuangan terhadap variasi yang muncul pada perilaku keuangan responden. Tabel 8 R-square R-square Perilaku Keuangan R-square adjusted Sumber: Olah data SEM-PLS, 2025 Hasil analisis menunjukkan R-square adjusted perilaku keuangan sebesar 0,611. Angka tersebut mengindikasikan literasi keuangan, sikap keuangan, dan efikasi keuangan secara kolektif mampu berkontribusi 61,1% yang ada pada perilaku keuangan responden. Uji Hipotesis Penentuan signifikansi dalam pengujian hipotesis didasarkan pada dua ukuran, yakni nilai t-statistic mencapai minimal 1,65 serta p-value tidak boleh melebihi 0,05. Apabila terpenuhi, maka hubungan antarvariabel signifikan. Tabel 9 Hasil Uji Hipotesis X1 -> Y Original Sample Sample Mean Standard Deviation t-statistics Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 824 p-values X2 -> Y X3 -> Y Sumber: Olah data SEM-PLS, 2025 Pengujian hipotesis hasilkan temuan berikut: literasi keuangan bukti pengaruh positif signifikan terhadap perilaku keuangan, dengan nilai t-statistik 5,390 dan p-value 0,000, sehingga hipotesis pertama (H. Demikian pula sikap keuangan tunjuk dampak positif signifikan, tercatat dari t-statistik 2,332 serta p-value 0,010, yang buat hipotesis kedua (H. juga diterima. Pada variabel efikasi keuangan, pengaruh positif dan signifikan lihat dari t-statistik 2,031 dan p-value 0,021, sehingga hipotesis ketiga (H. nyata diterima. Pembahasan Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan Pengujian hipotesis menghasilkan bukti literasi keuangan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perilaku keuangan. Kondisi ini dibuktikan melalui besaran t-statistik yang secara jelas melebihi garis minimum 1,65 beserta nilai p yang jatuh di bawah 0,05, sehingga hipotesis awal (H. dapat disahkan. Kesimpulan demikian menyoroti orang-orang dengan tingkat pengetahuan keuangan lebih tinggi biasanya menerapkan cara penanganan aset yang lebih efektif sepanjang hari. Peran dominan literasi keuangan juga tampak dari indikator dengan indeks tertinggi, yaitu pernyataan Ausaya mempertimbangkan kondisi keuangan sebelum memutuskan untuk melakukan suatu pengeluaranAy. Hal ini menandakan Generasi Z yang aktif mencari dan memahami informasi keuangan cenderung memiliki pertimbangan lebih matang dalam pengelolaan Kebiasaan tersebut membantu menghindari keputusan impulsif dan menyelaraskan pengeluaran dengan kemampuan finansial yang dimiliki. Dari sudut pandang konseptual, temuan tersebut sesuai dengan kerangka TPB (Ajzen, 1. sebagaimana disebutkan pada (Sari & Anam, 2. , yang menjadikan wawasan sebagai elemen pendukung yang membentuk rasa yakin serta asesmen seseorang terhadap aksi tertentu. Hasil studi ini pun sepadan dengan kajian-kajian lama (Azhima & Pinem, 2024. Ikhsani & Haryono, 2022. Safira, 2. , yang merangkum literasi keuangan menyumbang pengaruh positif yang relevan terhadap perilaku keuangan di antara Penguatan ini memperlihatkan kemajuan pemahaman keuangan memegang tugas penting dalam mengembangkan keterampilan Generasi Z untuk mengurus aset, khususnya di masa pola hidup berteknologi dengan derajat pemakaian yang tinggi. Pengaruh Sikap Keuangan terhadap Perilaku Keuangan Pengujian hipotesis menghasilkan bukti sikap keuangan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Kesimpulan ini dibenarkan oleh besaran tstatistik yang berada di atas garis minimum 1,65 disertai nilai p yang lebih kecil dari 0,05, hipotesis kedua (H. Hasil demikian menekankan perspektif seseorang terhadap pengaturan aset memegang fungsi vital dalam menciptakan rutinitas finansial harian. Dominasi peranan pandangan keuangan semakin terbukti pada butir dengan angka skor paling unggul, yakni Ausaya merasa lebih aman jika memiliki dana cadangan sebelum melakukan pengeluaran untuk hiburanAy. Nilai tinggi itu mencerminkan Generasi Z mempunyai arah pandang yang tegas pada kestabilan ekonomi ke depan. Keadaan tersebut mengungkapkan pandangan keuangan bukan hanya sekadar penilaian, tapi juga bertindak sebagai alat pembatas dalam proses pemilihan finansial. Dari sudut pandang konseptual, temuan tersebut sepadan dengan kerangka TPB (Ajzen, 1. seperti yang dirujuk pada (Sari & Anam, 2. , di mana sikap terhadap Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 825 perilaku menjadi faktor utama yang membentuk niat dan tindakan. Hasil kajian ini pun selaras dengan studi-studi terdahulu (Adiputra et al. , 2021. Pratama et al. , 2022. Sari & Anam, 2. , yang mengemukakan pandangan keuangan menyajikan dampak positif yang relevan terhadap perilaku finansial pada orang per orang. Penguatan ini menunjukkan pandangan keuangan yang difokuskan pada kewaspadaan menjadi unsur pokok dalam membangun perilaku finansial yang sehat bagi Generasi Z yang menjalani pola hidup aktif serta pemakaian intens di masa teknologi. Pengaruh Efikasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan Pengujian hipotesis menghasilkan bukti efikasi keuangan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Kondisi ini terbukti dari besaran t-statistik yang melampaui garis minimum 1,65 beserta nilai p yang jatuh di bawah 0,05, sehingga hipotesis ketiga (H. Kesimpulan demikian menegaskan semakin kuat tingkat keyakinan diri pada Generasi Z mengenai keterampilan mereka dalam menangani urusan ekonomi, semakin efektif pula rutinitas finansial yang mereka praktikkan sepanjang hari. Pengaruh tersebut tampak jelas dari kemampuan individu untuk mengendalikan pengeluaran, menyusun rencana keuangan, serta mengambil keputusan finansial dengan lebih yakin. Generasi Z dengan tingkat efikasi keuangan yang tinggi biasanya merasa mampu mengatur dana sendiri, sehingga lebih disiplin dalam penggunaan uang dan tidak mudah tergoda oleh impuls konsumsi. Dari aspek konseptual, temuan tersebut sesuai dengan kerangka TPB (Ajzen, 1. seperti yang dirujuk pada (Sari & Anam, 2. , di mana perceived behavioral control dianggap sebagai unsur esensial yang membentuk aksi aktual. Hasil kajian ini juga selaras dengan studi-studi terdahulu (Pearson & Korankye, 2023. Simiyu et al. , 2. , yang mengemukakan efikasi keuangan menyajikan dampak positif yang relevan terhadap perilaku keuangan. Dengan begitu, efikasi keuangan terbukti sebagai faktor penting dalam mencetak perilaku keuangan Generasi Z, terutama di antara ragam alternatif pemakaian serta tuntutan pola hidup pada era teknologi. Simpulan dan Saran Menurut uji yang telah dilakukan, studi ini menyimpulkan perilaku keuangan mahasiswa Generasi Z di Universitas Dian Nuswantoro yang aktif menggunakan Roblox dipengaruhi positif signifikan oleh literasi keuangan, sikap terhadap pengelolaan dana, serta efikasi keuangan. Ketiga faktor tersebut saling melengkapi dalam membentuk pola pengaturan keuangan sehari-hari. Individu yang memiliki pemahaman keuangan yang baik, pandangan positif terhadap penggunaan uang, serta rasa percaya diri tinggi dalam mengendalikan keputusan finansial cenderung menunjukkan perilaku keuangan yang lebih terkendali, dalam mengelola pendapatan, pengeluaran, dan perencanaan jangka panjang di lingkungan digital. Temuan memperlihatkan perilaku keuangan Generasi Z tidak hanya bergantung pada pengetahuan finansial saja, melainkan juga sangat ditentukan oleh sikap terhadap uang serta keyakinan diri dalam mengambil keputusan ekonomi. Pada generasi yang sangat akrab dengan teknologi dan aktivitas hiburan virtual, pengelolaan keuangan menjadi proses yang dipengaruhi oleh kebiasaan, pola pikir, dan pengendalian diri, sehingga sikap dan efikasi keuangan memainkan peran krusial dalam menjaga kestabilan kondisi finansial. Studi masih memiliki keterbatasan utama pada cakupan responden yang terbatas pada mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro dengan karakteristik sebagai pengguna aktif Roblox. Hasil yang diperoleh belum dapat digeneralisasikan secara luas ke populasi Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 826 mahasiswa di perguruan tinggi lain atau pengguna platform digital yang berbeda. Studi mendatang diharapkan dapat melibatkan sampel dengan latar belakang yang lebih beragam, membandingkan beberapa platform game daring, serta mengeksplorasi variabel tambahan. Selain itu, perhatian khusus perlu diberikan pada aspek-aspek yang menunjukkan nilai indeks relatif lebih rendah, seperti pemahaman keuangan, sikap terhadap pengelolaan dana, dan keyakinan dalam pengambilan keputusan finansial. Penguatan ketiga elemen tersebut Generasi Z mengembangkan pola keuangan digital yang lebih bijaksana, terkendali, dan berorientasi jangka panjang. Daftar Pustaka