Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pembelajaran Interdisipliner: Edukasi Holistik Untuk Meningkatkan Literasi Sains Dan Literasi Baca Anak SD Di Desa Binjai Tariza Fairuz1*. Larasati Arum Utami2. Vera Marisa3 Pendidikan IPA. Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia Biologi. Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STAI Al-Hikmah Tebing Tinggi. Tebing Tinggi. Indonesia *Korespondensi : tarizafairuz@unimed. Abstrak Literasi sains dan literasi baca merupakan dua kompetensi kunci yang tidak hanya mendukung keberhasilan akademis, tetapi juga mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi tantangan global di abad Literasi sains mencakup kemampuan untuk memahami konsep-konsep sains, berpikir kritis, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, literasi baca melibatkan kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi dari teks tertulis. Literasi sains dan literasi baca anak-anak SD di Desa Binjai masih rendah dan perlu edukasi yang holistik dengan program pembelajaran interdisipliner. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains dan literasi baca anak SD di desa Binjai melalui pembelajaran interdisipliner. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini sesuai dengan masalah mitra, melalui pelatihan dalam pembelajaran interdisipliner yang memuat aspek literasi sains dan literasi baca yang diadaptasi dari metode penelitian kuantitatif dengan desain pretes-postes satu kelas. Pengabdian ini dilaksanakan di desa Binjai kecamatan Tebing Syahbandar kabupaten Serdang Bedagai. Anak-anak SD yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 30 orang. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan literasi sains dan literasi baca anak-anak SD di desa Binjai. Kata kunci: edukasi holistik, literasi sains, literasi baca. Abstract Science literacy and reading literacy are two key competencies that not only support academic success but also prepare children to face global challenges in the 21st century. Science literacy includes the ability to understand scientific concepts, think critically, and apply that knowledge in everyday life. Meanwhile, reading literacy involves the ability to understand, analyze, and use information from written texts. Science literacy and reading literacy of elementary school children in Binjai Village are still low and need holistic education with interdisciplinary learning programs. This community service program aims to improve science literacy and reading literacy of elementary school children in Binjai Village through interdisciplinary learning. The implementation method in this community service activity is in accordance with the partner's problem, through training in interdisciplinary learning that includes aspects of science literacy and reading literacy in English and Arabic adapted from quantitative research methods with a one-class pretest-posttest design. This service was carried out in Binjai Village. Tebing Syahbandar District. Serdang Bedagai Regency. There were 30 elementary school children who participated in this The results of this activity show an increase in science literacy and reading literacy of elementary school children in Binjai village. Keywords: holistic education, science literacy, reading literacy. Submit: Februari 2025 Diterima: April 2025 Publish: Mei Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 9 No. Mei 2025 seringkali terfragmentasi, di mana mata pelajaran diajarkan secara terpisah tanpa adanya integrasi yang bermakna. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan untuk melihat hubungan antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lainnya, sehingga pemahaman mereka menjadi kurang holistik. Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, terutama di tingkat dasar. Namun, di banyak daerah desa, termasuk desa Binjai, tantangan dalam meningkatkan literasi sains dan literasi baca pada anak-anak Sekolah Dasar (SD) masih sangat besar. Literasi sains dan literasi baca merupakan dua kompetensi kunci yang tidak hanya mendukung akademis, tetapi juga anak-anak menghadapi tantangan global di abad Literasi sains mencakup kemampuan untuk memahami konsepkonsep sains, berpikir kritis, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, literasi baca melibatkan kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi dari teks Pembelajaran muncul sebagai solusi potensial untuk mengatasi masalah ini. Pembelajaran interdisipliner adalah pendekatan yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam satu tema pembelajaran, sehingga siswa dapat melihat hubungan antara konsep-konsep yang berbeda dan menerapkannya dalam konteks yang lebih luas (Rahim, 2. Misalnya, dalam pembelajaran interdisipliner, siswa dapat mempelajari konsep sains mengembangkan kemampuan literasi baca melalui teks-teks yang relevan. Pendekatan meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi (Priyanti et al. , 2. Di Indonesia, tingkat literasi sains dan literasi baca siswa masih tergolong Menurut hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Indonesia berada di peringkat bawah dalam hal literasi sains dan literasi baca (OECD, 2. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kompetensi dasar siswa. Tantangan ini semakin besar di daerah desa, di mana akses terhadap sumber daya pendidikan yang berkualitas masih terbatas. Beberapa menunjukkan bahwa pembelajaran meningkatkan literasi sains dan literasi Integrasi sains dan literasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa (LaShay Jennings. Penelitian dilakukan di sekolah-sekolah perkotaan, namun hasilnya menunjukkan potensi besar untuk diterapkan di daerah Selain teknik, dan matematika (STEM) dengan literasi (Eugenijus, 2. Mereka menemukan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi, di desa Binjai, rendahnya literasi sains dan literasi baca pada anak-anak SD disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas masih terbatas. Kedua, metode pembelajaran yang digunakan cenderung konvensional dan kurang inovatif, sehingga kurang menarik minat Ketiga, pembelajaran di sekolah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) tetapi juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Vol. 9 No. Mei 2025 memotivasi anak-anak SD untuk senang Setelah pelatihan dilakukan, anak-anak SD diberikan postes. Pretes dan postes dibuat sesuai dengan rentang usia mitra. Data pretes dan postes dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan mitra. Kebanyakan interdisipliner dilakukan di sekolahsekolah dengan fasilitas yang lebih Oleh karena itu, pengabdian pembelajaran interdisipliner dalam meningkatkan literasi sains dan literasi baca anak-anak SD di desa Binjai. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru dalam bidang pendidikan dasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dari dilakukannya pretes. Hasil pretes menunjukkan bahwa literasi sains dan literasi baca anak-anak SD di desa Binjai sebagai mitra masih tergolong rendah. Nilai rata-rata dari 15 soal yang dikerjakan adalah 34,5 dari nilai maksimal 100. Setelah itu, tim pengabdian melakukan pelatihan dalam pembelajaran interdisiplin selama satu Penggunaan media inovatif, metode role playing dan storytelling, dan motivasi diberikan untuk giat berliterasi sains. Setiap memulai pelatihan, tim pengabdian akan memberikan satu bahan bacaan dan masalah sains yang kontekstual. Kemudian, akan dibahas terkait isi bacaan dan solusi dari masalah yang Di pelatihan terakhir, anakanak SD diberikan postes. Nilai rata-rata postes mereka adalah 73 dari nilai Tabel 1 menunjukkan rata-rata nilai pretes, postes, dan peningkatannya (N-gai. METODE PELAKSANAAN Kegiatan dilaksanakan di lingkungan desa Binjai. Tebing Syahbandar, kabupaten Serdang Bedagai. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah anakanak SD berjumlah 30 orang. Mitra sangat berperan dalam kegiatan karena mereka adalah subjek utamanya. Pengabdian ini dibantu oleh mahasiswa dan masyarakat yang merupakan orang tua dari anak-anak SD tersebut. Mahasiswa berperan sebagai tutor interdisiplin, sedangkan masyarakat pelaksanaan dan menyiapkan anak-anak mereka untuk ikut kegiatan ini. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini diadaptasi dari penelitian kuantitatif dengan desain pretes-postes satu kelas. Mitra atau anak-anak SD di desa Binjai diberikan pretes untuk mengetahui literasi sains dan literasi bacanya sampai mana, kemudian dilakukan pelatihan dalam pembelajaran interdisiplin, dan terakhir diberikan postes untuk mengukur peningkatan kemampuan literasi sains dan literasi Pelatihan dalam pembelajaran interdisiplin dilakukan oleh tim mahasiswa dengan membuat berbagai media inovatif yang berkaitan dengan konten sains, menggunakan metode role Tabel 1. Nilai pretes, postes, dan N-gain Rata-rata nilai pretes Rata-rata nilai postes Peningkatan (N-gai. 0,59 Berdasarkan Tabel 1, ada peningkatan 59% dengan kriteria sedang pada kemampuan literasi sains dan literasi baca anak-anak SD di desa Binjai. Hal ini menggambarkan bahwa memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan literasi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 sains dan literasi baca anak-anak SD di Desa Binjai. Gambar 2. Mitra mengerjakan tes Gambar 3. Pemberian rewards Gambar 4. Tim pengabdian masyarakat Gambar 1. Pembelajaran interdisiplin Mereka tidak hanya menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap konsep-konsep sains, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari. Selain itu, mereka juga menjadi lebih informasi dari teks tertulis. Mereka juga lebih mampu mengidentifikasi ide utama, membuat inferensi, dan mengevaluasi argumen dalam teks Peningkatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran interdisipliner berhasil menciptakan pembelajaran yang lebih holistik dan kontekstual. Hal ini sejalan dengan penelitian yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pembelajaran interdisiplin berpengaruh terhadap hasil belajar (Kabeka Janarto. Pembelajaran interdisipliner juga berdampak positif pada motivasi dan keterlibatan mitra dalam pelatihan. Observasi dan wawancara dengan mereka mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih tertarik dan termotivasi karena pembelajaran yang dilakukan lebih relevan dengan kehidupan mereka. Mereka menjadi lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, dan membaca, yang menunjukkan bahwa pembelajaran ini berhasil menciptakan lingkungan Kegiatan dilaksanakan di desa Binjai ini dapat meningkatkan literasi sains dan literasi anak-anak pembelajaran interdisipliner. Tidak konseptual, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan yang ramai anak agar literasi menjadi budaya yang baik. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pengabdian Peningkatan literasi sains dan literasi baca pada anak-anak SD di desa Binjai dapat dijelaskan melalui beberapa Pertama, pembelajaran interdisipliner memungkinkan anak untuk melihat hubungan antara konsepkonsep yang berbeda, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih Misalnya, ketika siswa mempelajari konsep ekosistem dalam sains, mereka juga membaca teks-teks yang relevan tentang lingkungan, sehingga pemahaman mereka tentang Kedua, interdisipliner melibatkan kegiatan kinestetik yang membuat pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Temuan ini memperkuat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa integrasi sains dan literasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa (Cervetti et , 2. Vol. 9 No. Mei 2025 REFERENSI