EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational PENGARUH KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FEB UNIVERSITAS ANDI DJEMMA PALOPO Yuda Satria Nugraha1*. Erwina2. Andi Sarfani3. Tria Frisilia4. Marcela5 Program Studi Manajemen. Universitas Andi Djemma. Palopo. Indonesia1,2,3,4,5 e-mail: 1*yuda@unanda. id, 2wina. sumardin@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andi Djemma Palopo. Latar belakang dari penelitian ini didasari oleh pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan organisasi serta motivasi belajar yang tinggi sebagai faktor pendukung keberhasilan akademik. Kedua variabel ini diyakini tidak hanya membentuk kompetensi akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan non-akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian yaitu seluruh mahasiswa FEB Universitas Andi Djemma Palopo, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan secara acak kepada mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari kedua variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa FEB Universitas Andi Djemma Palopo. Secara parsial, baik keaktifan berorganisasi maupun motivasi belajar juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi antara aktivitas organisasi dan dorongan belajar yang kuat dapat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Kata Kunci: keaktifan berorganisasi, motivasi belajar, prestasi belajar ABSTRACT This study aims to examine the influence of organizational involvement and learning motivation on the academic achievement of students in the Faculty of Economics and Business (FEB) at Andi Djemma University. Palopo. The background of this research is based on the significance of student engagement in organizational activities and a high level of learning motivation as supporting factors for academic success. These two variables are believed not only to shape academic competencies but also to develop non-academic skills that are relevant to the demands of the professional world. This research employs a quantitative approach. The population consists of all students of FEB at Andi Djemma University, with a sample of 50 respondents selected using a simple random sampling technique. The instrument used in this study is a questionnaire distributed randomly to students. The collected data were analyzed using multiple linear regression to determine the simultaneous and partial effects of the independent variables on the dependent variable. The results indicate that organizational involvement and learning motivation simultaneously have a positive and significant influence on students' academic Partially, both organizational involvement and learning motivation also exhibit a positive and significant effect on academic performance. These findings suggest that a combination of active participation in organizational activities and strong learning motivation may serve as key factors in enhancing students' academic achievement. Keywords: organizational involvement, learning motivation, academic achievement Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational PENDAHULUAN Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi. Salah satu indikator keberhasilan pendidikan tinggi terletak pada prestasi belajar mahasiswa yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor akademik, tetapi juga oleh keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas non-akademik, seperti keaktifan berorganisasi. Pada tataran ini, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya cakap dalam penguasaan ilmu, tetapi juga memiliki soft skills yang mumpuni, yang salah satunya diperoleh melalui pengalaman berorganisasi. Keaktifan berorganisasi di kalangan mahasiswa merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan diri yang bersifat holistik. Keaktifan berorganisasi mengacu pada tingkat partisipasi individu dalam kegiatan organisasi yang berdampak positif pada organisasi dan mengubah perilaku individu dalam aspek responsivitas, akuntabilitas, adaptabilitas, empati, dan transparansi (Pasamba dkk. , 2. Melalui kegiatan organisasi, mahasiswa dapat melatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, hingga tanggung jawab sosial. Dengan kata lain, kegiatan organisasi dimaksudkan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dan berlatih melakukan manajemen dalam organisasi (Luailiyah dkk. , 2. Namun, muncul pertanyaan akademis, sejauh mana keaktifan mahasiswa dalam organisasi kampus berpengaruh terhadap prestasi belajar mereka? Apakah kegiatan organisasi justru mendukung atau malah mengganggu pencapaian akademik? Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi mahasiswa (Magfirah & Prafitriyani, 2019. Rachmawati dkk. , 2. Keaktifan dalam berorganisasi memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hal ini terbukti dengan sebagian besar mahasiswa yang mampu mengatur waktu belajar dan menjalankan tanggung jawabnya dalam berorganisasi dengan baik sehingga tidak menyebabkan menurunnya prestasi belajar (Putra & Baskoro, 2. Namun, sebagian penelitian juga menyimpulkan hal sebaliknya. Keaktifan mahasiswa dalam mengikuti organisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar (Arba & Haq, 2020. Parwitasari & Cahyo Apri Setiaji, 2. Selain faktor keaktifan dalam organisasi, motivasi belajar juga merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri peserta didik yang menimbulkan semangat belajar sehingga tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai (Yeni dkk. , 2. Motivasi belajar menjadi daya dorong internal maupun eksternal yang menggerakkan mahasiswa untuk belajar secara optimal (Faristin & Ismanto, 2. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar seorang siswa (Elvira dkk. , 2. Mahasiswa dengan motivasi belajar yang tinggi cenderung memiliki semangat yang kuat dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, menghadiri perkuliahan, dan mencapai hasil belajar yang memuaskan. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan memperoleh hasil belajar yang tinggi pula, hal ini karena semakin tinggi motivas maka semakin intens usaha dan upaya yang dilakukan, sehingga akan berimplikasi pada semakin tingginya prestasi belajar yang akan diperoleh (Fernando dkk. , 2. Teori motivasi menurut McClelland menyatakan bahwa manusia memiliki tiga jenis kebutuhan utama, yaitu kebutuhan akan prestasi, afiliasi, dan kekuasaan (Ridha, 2. Dalam konteks pembelajaran, kebutuhan akan prestasi . eed for achievemen. menjadi landasan yang mendorong mahasiswa untuk mencapai hasil belajar terbaik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variabel motivasi belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa (Hayon & Hwihanus, 2025. Lumbanraja & Julia, 2022. Tamon & Sarajar. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Sebaliknya, sebagian penelitian juga menunjukkan tidak terdapat pengaruh bermakna dari motivasi terhadap prestasi belajar mahasiswa ( Chandra dkk. , 2023. Kapitan dkk. , 2. Masih terdapat kesenjangan penelitian yang perlu diisi, terutama dalam konteks mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andi Djemma Palopo. Belum banyak penelitian yang secara simultan mengkaji pengaruh keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar di lingkungan kampus tersebut. Padahal, kedua faktor tersebut sangat relevan mengingat mahasiswa FEB kerap terlibat dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM). Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA). Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA). Palang Merah Indonesia (PMI). UKK Pramuka, dan Seni Modis. Urgensi penelitian ini semakin nyata ketika melihat fenomena mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengatur waktu antara organisasi dan akademik. Di sisi lain, ada pula mahasiswa yang justru menunjukkan prestasi akademik tinggi meski aktif di berbagai organisasi. Fenomena ini menunjukkan adanya variasi individual dalam cara mahasiswa mengelola kedua aspek tersebut, yang menandakan pentingnya penelitian empiris untuk mengungkap hubungan dan pengaruh kedua variabel ini terhadap prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa FEB Universitas Andi Djemma Palopo. Penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang peran faktor internal . otivasi belaja. dan eksternal . eaktifan organisas. dalam membentuk capaian akademik mahasiswa. Secara teoretis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pendidikan dan manajemen pendidikan tinggi, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak fakultas maupun lembaga kemahasiswaan dalam merancang kebijakan yang mendorong mahasiswa untuk aktif secara seimbang dalam bidang akademik maupun organisasi. Dengan demikian, akan tercipta lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. METODE PENELITIAN Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji pengaruh antara variabel-variabel yang telah ditetapkan. Dalam kerangka penelitian ini, terdapat dua variabel bebas . ndependent variable. , yaitu keaktifan berorganisasi (X. dan motivasi belajar (X. Kedua variabel ini diposisikan sebagai faktor-faktor yang diduga memberikan pengaruh terhadap variabel terikat . ependent variabl. , yaitu prestasi belajar mahasiswa (Y). Tujuan utama dari desain ini adalah untuk mengukur dan menganalisis secara statistik seberapa besar kontribusi dari partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi serta dorongan internal mereka untuk belajar terhadap pencapaian akademik yang mereka peroleh. Untuk mendukung analisis, penelitian ini memanfaatkan dua jenis data, yakni data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui instrumen penelitian, serta data sekunder yang mungkin mencakup catatan akademik atau sumber data pendukung lainnya yang relevan dengan variabel yang sedang dikaji, sehingga memberikan landasan yang komprehensif. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang terdaftar secara aktif di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andi Djemma Palopo. Dari populasi tersebut, penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling . engambilan sampel acak sederhan. Metode ini dipilih untuk memastikan bahwa setiap individu dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai responden, sehingga dapat meminimalkan bias dan meningkatkan representativitas sampel terhadap Berdasarkan teknik tersebut, ditetapkan jumlah sampel sebanyak 50 orang mahasiswa Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational yang akan menjadi responden. Jumlah sampel ini dianggap memadai dan layak untuk analisis dalam penelitian kuantitatif, sebagaimana yang dikemukakan oleh Kerlinger & Lee . Prosedur pengumpulan data utama dilakukan dengan menyebarkan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner yang telah terstruktur kepada para responden yang terpilih untuk mengumpulkan informasi mengenai tingkat keaktifan berorganisasi, motivasi belajar, dan prestasi belajar mereka. Untuk menganalisis data yang telah terkumpul, penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik inferensial, yaitu analisis regresi linear berganda. Metode ini dipilih karena kemampuannya untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Secara spesifik, analisis ini digunakan untuk menentukan apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar, baik secara bersama-sama . maupun secara sendiri-sendiri . , terhadap prestasi belajar mahasiswa FEB Universitas Andi Djemma Palopo. Melalui model regresi yang dihasilkan, peneliti dapat mengestimasi besarnya kontribusi masing-masing variabel bebas terhadap perubahan pada variabel terikat. Penggunaan teknik analisis ini memungkinkan peneliti untuk menguji hipotesis penelitian secara statistik dan menarik kesimpulan yang objektif mengenai pengaruh dari kedua variabel independen tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Jumlah kuesioner yang disebar dalam penelitian ini yaitu 50 kuesioner. Responden didominasi oleh mahasiswi yaitu sebanyak 66% dan didominasi oleh rentang usia 21-24 tahun. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Seluruh butir pernyataan pada kuesioner mempunyai nilai ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . Hal ini berarti, seluruh pernyataan pada kusioner dinyatakan valid dapat di lihat pada tabel 1. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Jumlah Item Rentang Nilai Validitas . Keterangan Keaktifan Berorganisasi 0,678 - 0,924 Seluruh item valid Motivasi Belajar 0,712 - 0,876 Seluruh item valid Prestasi Belajar 0,808 - 0,922 Seluruh item valid Sumber: Data diolah, 2025 Selain tingkat validitas, kuesioner pada setiap variabel yang diteliti memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,60. Hal ini berarti kuesioner dinyatakan reliabel. Tabel 2. Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel Nilai Cronbach Alpha Keterangan Keaktifan Berorganisasi 0,963 Reliabel Motivasi Belajar 0,979 Reliabel Prestasi Belajar 0,957 Reliabel Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan Tabel 2. hasil pengujian reliabilitas, dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tingkat keandalan yang sangat tinggi. Pengujian menggunakan metode Cronbach's Alpha menunjukkan bahwa variabel Keaktifan Berorganisasi memperoleh nilai sebesar 0,963, variabel Motivasi Belajar sebesar 0,979, dan variabel Prestasi Belajar sebesar 0,957. Semua nilai tersebut jauh melampaui standar minimal reliabilitas . mumnya 0,. , yang mengindikasikan adanya konsistensi internal yang kuat pada Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational setiap set item pernyataan. Dengan keterangan "Reliabel" untuk ketiga variabel, dapat ditegaskan bahwa kuesioner yang digunakan bersifat konsisten, stabil, dan dapat dipercaya untuk mengukur konsep yang diteliti, sehingga data yang dihasilkan akurat dan dapat diandalkan untuk analisis lebih lanjut. Hasil pengujian analisis regresi linear berganda sebagai Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. 4,443 2,973 Keaktifan Berorganisasi (X. 0,240 0,118 Motivasi Belajar (X. 0,183 0,077 Dependent Variable: Prestasi Belajar (Y) Standardized Coefficients Beta 0,408 0,475 1,495 2,038 2,373 Sig. 0,142 0,047 0,022 Sumber: Data diolah, 2025 Tabel 3 hasil analisis regresi berganda menunjukkan pengaruh parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu Prestasi Belajar (Y). Hasil analisis membuktikan bahwa kedua variabel independen memiliki pengaruh yang positif dan signifikan. Variabel Keaktifan Berorganisasi (X. menunjukkan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,047, yang lebih kecil dari 0,05, dengan koefisien regresi positif (B) sebesar 0,240. Selanjutnya, variabel Motivasi Belajar (X. juga berpengaruh signifikan dengan nilai Sig. 0,022 (< 0,. dan koefisien regresi positif (B) sebesar 0,183. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pada keaktifan berorganisasi maupun motivasi belajar secara statistik terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, dengan kedua variabel tersebut menjadi prediktor yang valid dalam model penelitian ini. Berdasarkan Tabel 3, diperoleh model persamaan regresi yaitu: ycU = 4,443 0,240ycU1 0,183ycU2 dengan interpretasi sebagai berikut: Nilai konstanta 4,443 menunjukkan nilai prestasi belajar jika variabel keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar bernilai 0. Nilai koefisien keaktifan berorganisasi sebesar 0,240 menunjukkan terjadinya perubahan yang searah dari variabel keaktifan berorganisasi terhadap prestasi belajar. Setiap peningkatan 1 unit variabel keaktifan berorganisasi akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar sebesar 0,240. Nilai koefisien motivasi belajar sebesar 0,183 menunjukkan terjadinya perubahan yang searah dari variabel motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Setiap peningkatan 1 unit variabel motivasi belajar akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar sebesar 0,183. Selain itu, untuk variabel keaktifan berorganisasi, diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci . > ycycycaycayceyco . dan nilai signifikansi yaitu 0,047 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa keaktifan berorganisasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Pada variabel motivasi belajar, diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci . > ycycycaycayceyco . dan nilai signifikansi yaitu 0,022 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Adapun hasil pengujian simultan . ji F) sebagai berikut. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Tabel 4. Hasil Uji F ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square Sig. 1 Regression 1232,360 2 616,180 72,048 ,000b Residual 401,960 47 8,552 Total 1634,320 49 Dependent Variable: Prestasi Belajar (Y) Predictors: (Constan. Motivasi Belajar (X. Keaktifan mahasiswa (X. Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan Tabel 4, diperoleh nilai yaEaycnycycycuyci . > yaycycaycayceyco . dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar. Pembahasan Hasil penelitian ini secara komprehensif membuktikan bahwa keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andi Djemma Palopo. Temuan ini didasarkan pada analisis regresi linear berganda yang menunjukkan bahwa kedua variabel independen merupakan prediktor yang valid bagi prestasi belajar, dengan nilai signifikansi untuk keaktifan berorganisasi sebesar 0,047 dan untuk motivasi belajar sebesar 0,022, keduanya berada di bawah ambang batas alpha 0,05. Kekuatan pengaruh secara bersama-sama juga terkonfirmasi melalui uji F yang menghasilkan nilai signifikansi 0,000, yang menegaskan bahwa model penelitian ini secara statistik mampu menjelaskan variasi dalam prestasi belajar. Persamaan regresi Y = 4,443 0,240(X. 0,183(X. secara matematis mengkuantifikasi hubungan positif ini, di mana peningkatan pada kedua variabel independen akan diikuti oleh peningkatan pada prestasi akademik. Temuan ini memberikan bukti empiris yang kuat bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya bergantung pada aspek akademis semata, melainkan juga pada faktor-faktor non-akademis dan psikologis (Budiyanto et al. , 2025. Isa, 2. Analisis mendalam terhadap pengaruh keaktifan berorganisasi menunjukkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan non-kurikuler bukanlah penghambat, melainkan fasilitator bagi pencapaian akademik. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi cenderung mengembangkan serangkaian keterampilan lunak . oft skill. yang sangat relevan dengan tuntutan perkuliahan, seperti manajemen waktu, kepemimpinan, komunikasi interpersonal, dan kemampuan pemecahan masalah (Efendi et al. , 2. Keterampilan ini secara tidak langsung menunjang keberhasilan mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik yang kompleks. Lebih dari itu, organisasi mahasiswa menciptakan sebuah lingkungan belajar sosial yang dinamis. Temuan ini sejalan dengan teori pembelajaran sosial Bandura, yang menekankan bahwa interaksi dengan lingkungan dan teman sebaya memainkan peran krusial dalam pembentukan perilaku. Dalam organisasi, mahasiswa berinteraksi secara intensif, saling memberikan dukungan akademis, dan termotivasi untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab organisasi dengan prestasi di kelas, sehingga membentuk karakter yang lebih disiplin dan bertanggung jawab (Nabila et al. , 2025. Yuliastina et al. , 2. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Secara paralel, motivasi belajar terbukti menjadi pendorong internal yang esensial bagi keberhasilan akademik. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat motivasi yang dimiliki seorang mahasiswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar yang dapat Motivasi berfungsi sebagai mesin penggerak yang mendorong mahasiswa untuk tekun, fokus, dan konsisten dalam proses pembelajaran. Mahasiswa dengan motivasi intrinsik yang kuat tidak hanya belajar untuk mengejar nilai, tetapi didorong oleh rasa ingin tahu dan keinginan untuk menguasai materi secara mendalam. Hal ini selaras dengan teori kebutuhan akan prestasi dari McClelland, yang menyatakan bahwa individu dengan need for achievement yang tinggi akan lebih berorientasi pada pencapaian target yang menantang. Dalam konteks Fakultas Ekonomi dan Bisnis, di mana materi perkuliahan bersifat analitis dan aplikatif, motivasi tinggi mendorong mahasiswa untuk mengembangkan strategi belajar yang lebih efektif dan proaktif mencari sumber pengetahuan tambahan, yang secara langsung berkorelasi positif dengan capaian akademik mereka (Dolonseda et al. , 2024. Sahrani & Hungsie, 2. Kekuatan prediksi dari model penelitian ini semakin jelas ketika kedua variabel independen dianalisis secara simultan. Uji F menunjukkan bahwa keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar secara bersama-sama memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap prestasi belajar. Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan efek sinergis di antara kedua variabel tersebut. Mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi mungkin akan lebih terdorong untuk bergabung dengan organisasi yang relevan dengan bidang studinya untuk memperdalam pengetahuan dan memperluas jaringan. Sebaliknya, pengalaman dan keberhasilan yang diraih dalam organisasi, seperti memimpin sebuah proyek atau memenangkan kompetisi, dapat meningkatkan rasa percaya diri dan efikasi diri . elf-efficac. , yang pada gilirannya akan memperkuat motivasi mereka dalam menghadapi tantangan Interaksi timbal balik ini menciptakan sebuah siklus positif, di mana keterlibatan non-akademis dan dorongan internal saling memperkuat, yang secara kolektif menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap prestasi belajar daripada jika kedua faktor tersebut berdiri sendiri (Heriansyah et al. , 2024. Sahrani & Hungsie, 2025. Setiyanti et al. , 2. Interpretasi lebih lanjut terhadap model regresi memberikan wawasan mengenai kontribusi relatif dari masing-masing variabel. Berdasarkan nilai koefisien beta terstandarisasi, motivasi belajar ( = 0,. menunjukkan pengaruh yang sedikit lebih kuat terhadap prestasi belajar dibandingkan dengan keaktifan berorganisasi ( = 0,. dalam sampel penelitian ini. Meskipun keduanya merupakan prediktor yang signifikan, temuan ini menyiratkan bahwa faktor pendorong internal atau psikologis memiliki bobot yang sedikit lebih besar dalam menentukan capaian akademik mahasiswa. Hal ini dapat dipahami karena motivasi merupakan prasyarat fundamental yang mendasari semua perilaku terkait belajar, baik di dalam maupun di luar kelas. Sementara keaktifan berorganisasi menyediakan wadah dan keterampilan pendukung, motivasi adalah bahan bakar utama yang menentukan intensitas dan kualitas usaha yang dicurahkan mahasiswa dalam seluruh aktivitas akademiknya. Perbedaan ini, meskipun tidak besar, penting untuk dipertimbangkan dalam merancang strategi intervensi yang seimbang (Sari et al. , 2. Implikasi praktis dari temuan ini sangat signifikan bagi para pemangku kepentingan di lingkungan perguruan tinggi, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andi Djemma Palopo. Bagi pihak dekanat dan pengelola program studi, penelitian ini memberikan justifikasi untuk mendukung dan mengintegrasikan kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses pengembangan mahasiswa, bukan sekadar aktivitas Fasilitasi dan pembinaan organisasi mahasiswa dapat dianggap sebagai investasi strategis untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki keterampilan non-teknis yang mumpuni. Bagi para dosen dan pembimbing akademik, temuan Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational ini menekankan pentingnya peran mereka sebagai motivator. Upaya untuk merancang metode pengajaran yang lebih interaktif, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan menciptakan iklim kelas yang suportif dapat secara langsung meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada prestasi merek (Afiyah & Zulkarnaen, 2025. Muhamad & Aliyyah, 2025. Rohmiyati & Tuhuteru, 2. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, penting untuk mengakui beberapa keterbatasannya. Pertama, desain penelitian ini bersifat korelasional, sehingga tidak dapat menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara definitif. mungkin saja mahasiswa dengan prestasi baik yang lebih cenderung aktif berorganisasi, bukan sebaliknya. Kedua, penelitian ini dilakukan pada satu fakultas di satu universitas, sehingga generalisasi hasilnya ke konteks institusi atau disiplin ilmu lain perlu dilakukan dengan hati-hati. Ketiga, data dikumpulkan melalui kuesioner self-report, yang berpotensi mengandung bias respons, seperti kecenderungan responden untuk memberikan jawaban yang dianggap ideal secara sosial. Oleh karena itu, penelitian di masa depan disarankan untuk menggunakan desain longitudinal yang dapat melacak perkembangan mahasiswa dari waktu ke waktu untuk melihat arah hubungan antar variabel. Studi komparatif antar fakultas atau penggunaan metode campuran . yang mengkombinasikan data kuantitatif dengan wawancara mendalam juga dapat memberikan pemahaman yang lebih kaya dan komprehensif. KESIMPULAN Penelitian ini secara komprehensif membuktikan bahwa keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Analisis regresi linear berganda mengonfirmasi bahwa kedua variabel tersebut merupakan prediktor yang valid, dengan nilai signifikansi di bawah 0,05. Keterlibatan dalam organisasi terbukti bukan menjadi penghambat, melainkan fasilitator yang mengembangkan keterampilan lunak esensial seperti manajemen waktu, komunikasi, dan pemecahan masalah yang menunjang keberhasilan akademik. Secara paralel, motivasi belajar berfungsi sebagai mesin pendorong internal yang esensial, mendorong mahasiswa untuk tekun dan fokus dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya bergantung pada aspek akademis di dalam kelas, melainkan juga pada faktor non-akademis dan psikologis yang secara sinergis membentuk karakter mahasiswa yang disiplin dan bertanggung jawab. Lebih dari sekadar pengaruh individual, penelitian ini juga mengindikasikan adanya efek sinergis, di mana motivasi belajar dan keaktifan berorganisasi saling memperkuat dalam sebuah siklus positif yang berdampak besar pada prestasi. Meskipun keduanya signifikan, motivasi belajar menunjukkan pengaruh yang sedikit lebih kuat, menyoroti pentingnya dorongan internal sebagai prasyarat fundamental. Implikasi praktis dari temuan ini sangat signifikan bagi institusi pendidikan tinggi. Pihak universitas didorong untuk mendukung dan mengintegrasikan kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian strategis dari pengembangan mahasiswa secara holistik. Bagi para dosen, hasil ini menekankan peran krusial mereka sebagai motivator yang dapat meningkatkan prestasi mahasiswa melalui metode pengajaran yang interaktif dan suportif. Walaupun penelitian ini bersifat korelasional, temuannya memberikan landasan empiris yang kuat untuk merancang intervensi yang seimbang antara pengembangan akademis dan non-akademis. DAFTAR PUSTAKA