JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 ISSN :x-x PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA TBK AREA COVERAGE LEBAK BULUS Annisa Rahmadani1. Budhi Prabowo2 Email : annisarahma11092000@gmail. com1, dosen02034@unpam. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Budaya organisasi dan Motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dan diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, nilai korelasi sebesar 0,818 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi sebesar 66%. Uji hipotesis diperoleh thitung 12,530 > ttabel 1,989 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha1 diterima, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja . Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kerja, nilai korelasi sebesar 0,512 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi sebesar 51,2%. Uji hipotesis diperoleh nilai thitung 9,212 > ttabel 1,989 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha2 diterima, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi dan Motivasi kerja pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi Y=7,695 0,661X1 0,153X2, nilai koefisien korelasi 0,809 artinya variabel bebas dengan variabel terikat memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Nilai koefisien determinasi sebesar 66% sedangkan sisanya 34% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai Fhitung 81,629 > Ftabel 3,119 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha3 diterima, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara Budaya organisasi dan Motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Kata Kunci: Budaya Organisasi ,Motivasi Kerja, . Kinerja Karyawan. ABSTRACT This study aims to determine the effect of Organizational Culture and Work Motivation on employee performance at PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. This research uses a quantitative method. The sampling technique used is saturated sampling, and a total of 83 respondents were obtained. Data analysis includes validity tests, reliability tests, classical assumption tests, regression analysis, correlation coefficient analysis, determination coefficient analysis, and hypothesis testing. The results of this study show that: . Organizational culture has a positive and significant effect on employee performance, with a correlation value of 0. indicating a strong relationship between the two variables. The coefficient of determination is 66%. Hypothesis testing obtained t-value of 12. 530 > t-table of 1. 989 and a significant value of 0. 000 < 0. Therefore. H0 is rejected, and Ha1 is accepted, meaning that there is a positive and significant effect of work discipline on employee performance. Work motivation has a positive and significant effect on employee performance, with a correlation value of 0. 512, indicating a strong relationship between the two variables. The coefficient of determination is 51. Hypothesis testing obtained t-value of 9. 212 > t-table of 1. 989 and a significant value 000 < 0. Therefore. H0 is rejected, and Ha2 is accepted, meaning that there is a positive and significant effect of work environment on employee performance. Organizational culture and work motivation have a positive and significant effect on employee performance, with the regression equation Y = 7. 153X2. The correlation coefficient is 0. 809, indicating a very strong relationship between the independent and dependent variables. The coefficient of determination is 66%, while the remaining 34% is influenced by other factors. Hypothesis testing obtained an F-value of 81. 629 > F-table of 3. 119, and a significant value of https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 ISSN :x-x 000 < 0. Therefore. H0 is rejected, and Ha3 is accepted, meaning that there is a positive and significant simultaneous effect of organizational culture and work motivation on employee performance at PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Keywords: Organizational Culture. Work Motivation. Employee Performance. PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan aset yang paling penting karena merupakan faktor efektif yang apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik akan berdampak pada organisasi dalam bentuk kinerja yang baik. Seringkali perusahaan dan organisasi masih mempunyai karyawan yang tidak efektif, karyawan yang kurang semangat dalam pekerjaannya, dan karyawan yang lebih Untuk itu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar menghasilkan kinerja yang baik dapat dicapai dengan cara lingkungan, memotivasi dan menciptakan budaya kerja yang baik dan berpihak pada Sumber Daya Manusia. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang programprogram yang berkaitan dengan praktik manajemen sumber daya manusia seperti perencanaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, program pengembangan pribadi, rekrutmen, promosi dan program pendukung Program-program tersebut dilaksanakan agar karyawan dapat beradaptasi terhadap perubahan dan diharapkan juga dapat berdampak pada peningkatan kinerja, tanggung jawab, dan Organisasi mengoptimalkan kualitas dan kinerja Permasalahan budaya perusahaan merupakan permasalahan yang sangat penting dalam dunia Hal ini tidak hanya berkaitan dengan penentuan strategi dan kebijakan perusahaan tetapi juga masalah motivasi, kinerja dan keberhasilan karyawan yang timbul dari pelaksanaan sosialisasi budaya perusahaan. Penerapan budaya perusahaan yang kuat akan mendorong perusahaan mencapai hasil yang lebih baik, sehingga meningkatkan kesejahteraan karyawan Fenomena berikut ini berasal dari artikel yang ditulis oleh Yodhia Kosmo pada tahun 2015 menulis tentang fenomena tersebut dalam sebuah artikel berdasarkan hasil penelitian dari Gallup Worldwide . ebuah Dimana Gallup Worldwide https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index melakukan survei mengenai motivasi kerja karyawan, termasuk 73. 000 responden dari 141 negara di dunia, termasuk di Indonesia pada tahun Berdasarkan survei ini, karyawan pada tahun 2015 Ada banyak komitmen, dedikasi dan motivasi di Indonesia kerja kuat atas pekerjaannya hanya 8%, sedangkan sisanya 92% melakukan pekerjaan yang monoton, mis. pergi ke kantor berangkat kerja, pulang dan mendapat gaji di akhir bulan. Dalam penelitian ini Faktor penyebab rendahnya keterlibatan, komitmen dan motivasi kerja pada pekerja Indonesia ditemukan adalah rendahnya upah, pekerjaan yang membosankan . onoton dan berulang-ulan. dan kurang sistem, karir dan perkembangannya sehingga tidak ada lagi perpindahan karir lebih banyak harapan dan Sebuah lembaga penelitian di bidang manajemen personalia internasional (Towers Watson, 2. yang melakukan penelitian tentang fenomena ini pentingnya karyawan sebagai salah satu aset perusahaan yang tergolong aset berharga Hasil survei menunjukkan bahwa 70% perusahaan Indonesia kesulitan merekrut dan mempertahankan pekerja memenuhi syarat sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Dalam survei Ditemukan juga bahwa 66% pekerja Indonesia termasuk dalam kelompok rentan meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja, c dua tahun Berdasarkan survei diketahui ada beberapa faktor Hal ini disebabkan oleh budaya internal perusahaan. Hanya 34% berencana untuk tetap bekerja di perusahaan tempat mereka bekerja aslinya . iterbitkan di Sindonews, 2. Ket: < 60% = Buruk, = Kurang Baik. JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 71-80% 81-90% 91-100% = Cukup Baik, = Baik, = Sangat baik Berdasarkan data tabel 1. 1 diatas, hasil penilaian kinerja karyawan yang telah diukur dari aspek kinerja karyawan. Telah terbukti bahawa kinerja karyawan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk cukup baik dengan nilai sebesar 72% pada tahun 2021 kemudian di tahun berikutnya mengalami penurunan di angka 5% dengan nilai 67% di tahun 2022 dan setelah itu ada peningkatan kembali di tahun berikutnya dengan nilai sebesar 73% di tahun 2024 Maka dari itu penulis dapat menyimpilkan bahwa tingkat kinerja karyawan pada PT Sumber Alfaria Tijaya Tbk Sudah bisa di bilang cukup bagus dan jika terus di tingkatkan perusahaan tersebut akan berkembang lebih baik. Dalam hal orientasi hasil, saya masih belum yakin dengan upaya saya untuk mencapai kinerja Selain itu, dalam hal peningkatan keterampilan kerja, masih kurangnya pelatihan dan bimbingan teknis untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan guna menunjang pekerjaan. Untuk memperoleh data tentang budaya organisasi, penulis melakukan kegiatan penelitian perasurvey dimana 30 karyawan diberikan kuesioner yang menjadi acuan dari berbagai aspek, dan diperoleh data sebagai berikut: Berdasarkan data pada tabel 1. 2 di atas, tanggapan Pegawai berdasar hasil prasurvey terkaitkondisi budaya organisasi menunjukkan dari semua aspek masih ada yang memberikan penilaian kurang setuju atau masih harus dilakukan Aspek-aspek diantaranyaperusahaan selama ini menekankan Pegawai terbiasa bekerja dengan tantangan yang lebih baik. Perusahaan menekankan Pegawai mampu bekerja dengan teliti agar sesuai dengan standar yang ditentukan perusahaan. Perusahaan https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index ISSN :x-x memberikan kepercayaan Pegawai untuk mencapai target pekerjaan. Perusahaan sering melakukan evaluasi pekerjaan Pegawai sehingga mampu meningkatkankeyakinan diri Pegawai. Perusahaan selalu memberikan pelatihan dalam meningkatkan ketrampilan kerja dimana rata-rata yang menjawabsudah baik sebanyak 26 Pegawai atau 86,0% sedangkan Pegawai yang memberikan tanggapan masih kurang baik rata-rata sebanyak 4 Pegawai atau 14,0%. Pada area coverage jakarta selatan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang mencakup 13 toko alfamart dengan berbagai tipe toko yang berbeda dan Memiliki jumlah karyawan sekitar 83 orang yang terdiri dari karyawan tidak tetap dan kontrak. Bergerak dalam bidang retail penjualan berbagai macam kebutuhan rumah tangga . Untuk menambah dan memenangkan persaingan dalam bisnis tersebut perlukiranya perusahaan didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki semangat, motivasi dan memiliki kreatifitas yang Dukungan tersebut mutlak di butuhkan sehingga perlu kiranya dianalisa apakah sumber daya manusia yang ada saat ini memiliki kriteria tersebut diatas : Tabel 1. 2 di atas menunjukkan bahwa karyawan didaftarkan dari berbagai sudut pandang. Persentase aspek kualitas sebesar 75%, persentase kemauan sebesar 72%, persentase tanggung jawab keterampilan sebesar 70%. Dari keempat aspek di atas, persentase tanggung jawab merupakan yang tertinggi atau 76% dan persentase pengembangan keterampilan paling rendah atau 70%, hal ini menunjukan bahwa motivasi karyawan di PT Alfaria Trijaya Tbk masih memiliki gap yang cukup besar dari target perusahaan,namun masih bisa di katakan cukup baik dengan presentase Rata-rata di angka 73%. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh Budaya Kerja (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan. Menurut Sugiyono . bahwa metode penelitian kuantitatif JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 ISSN :x-x diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk mengaju hipotensis yang telah Merujuk pada pendapat ahli diatas, penelitian ini adalah suatu proses yang dimulai dengan observasi pada lingkungan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dalam bentuk penghimpuna data awal. Selanjutnya pengkajian teori dan formulasi kerangka teori, pengajuan hipotesis, analisis dab diakhiri dengan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Pengujian Asumsi Klasik bertujuan untuk menilai keakuratan data dan memahami signifikansi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, sehingga hasil analisis dapat diinterpretasikan secara tepat, efisien, dan minim dari kelemahan yang mungkin muncul akibat gejala- gejala asumsi klasik yang masih ada. Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 26. Uji asumsi klasik yang diterapkan mencakup uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk menentukan apakah variabel dependen dan variabel independen dalam model regresi mengikuti distribusi normal atau tidak. Model regresi yang ideal adalah yang memiliki data yang terdistribusi normal atau mendekati normal. Untuk memastikan bahwa model memenuhi asumsi distribusi normal, uji normalitas dilakukan dengan memeriksa distribusi residual dari variabel bebas (Y). Dalam penelitian ini, uji normalitas dilaksanakan menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test dengan tingkat signifikansi > 0,050. Hasil dari uji normalitas menggunakan KolmogorovSmirnov adalah sebagai berikut: https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index Berdasarkan hasil pengujian yang tercantum pada tabel di atas, diperoleh nilai signifikansi = 0,203, yang lebih besar daripada nilai = 0,050 . ,203 > 0,. Dengan demikian, asumsi distribusi normal pada uji ini dapat diterima. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara variabel independen dalam model Model regresi yang baik seharusnya tidak menunjukkan adanya hubungan korelasi antar variabel independen. Uji ini dilakukan dengan memeriksa nilai Tolerance Value dan Variance Inflation Factor (VIF). Kriteria untuk menilai multikolinearitas adalah sebagai berikut: Jika nilai VIF lebih dari 10 dan nilai Tolerance Value kurang dari 1, maka terdapat gejala multikolinearitas. JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 ISSN :x-x Jika nilai VIF kurang dari 10 dan nilai Tolerance Value lebih dari 1, maka tidak terdapat gejala Hasil uji menggunakan SPSS versi 26 adalah sebagai berikut Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas yang tercantum pada tabel table 4. 14 di atas, diperoleh nilai Tolerance untuk masing-masing variabel budaya organisasi dan motivasi kerja, yaitu 0,339 untuk budaya organisasi dan 0,339 untuk motivasi kerja. Kedua nilai ini kurang dari 1. Selain itu, nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk budaya organisasi adalah 2,949 dan untuk motivasi kerja juga 2,949, yang semuanya kurang dari 10. Dengan demikian, model regresi ini tidak menunjukkan adanya multikolinearita Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas bertujuan untuk menentukan apakah terdapat ketidaksamaan varians residual dalam suatu model regresi. Salah satu heteroskedastisitas adalah melalui uji Glejser, yang memungkinkan kita untuk melihat apakah terdapat perbedaan varian residual antara pengamatan yang satu dengan pengamatan lainnya dalam model Ketentuan untuk menentukan adanya gangguan heteroskedastisitas adalah sebagai Jika nilai signifikansi (Sig. ) variabel independen kurang dari 0,05, maka Jika nilai signifikansi (Sig. ) variabel independen lebih dari 0,05, maka tidak ada gangguan heteroskedastisitas. https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index Berdasarkan ditampilkan pada table 4. 17 di atas, uji Glejser untuk model regresi menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi (Sig. ) untuk variabel budaya organisasi (X. adalah 0,393, sementara untuk variabel motivasi karyawan (X. adalah 0,876. Kedua nilai signifikansi ini lebih besar dari 0,050. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat gangguan heteroskedastisitas dalam model regresi ini. Dengan kata lain, varians residual dalam model regresi relatif konsisten dan tidak menunjukkan pola ketidaksamaan yang signifikan. Oleh karena itu, model regresi ini dianggap memenuhi syarat dan layak digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini. Analisis Kuantitatif Uji Regresi Linier Sederhana Analisis regresi linier sederhana bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh signifikan antara satu variabel independen (X) terhadap satu variabel dependen (Y). Dalam pengambilan keputusan analisis ini, nilai signifikansi hasil uji dibandingkan dengan ambang batas 0,05. Jika nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05, maka variabel independen X dianggap memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen Y. Sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka variabel X tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Y. Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana pada SPSS versi 26, keputusan ini dapat diambil dengan memperhatikan nilai signifikansi yang dihasilkan. Berikut hasil uji regresi linier sederhana Berdasarkan table 4. 18 hasil uji regresi linear sederhana diatas, maka dapat diperoleh persamaan regresi dari lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan yaitu (Y = a b. Dimana Y=8,632 0,789 X1 . Jika nilai X1= 0 akan diperoleh Y = 8,632. JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 Dari hasil penelitian tersebut dapat di interpretasikan sebagai berikut : Nilai konstanta Ini menunjukkan bahwa ketika tidak ada lingkungan kerja fisik sama sekali . ilai X1=. , kinerja karyawan masih memiliki nilai dasar sebesar 8,632. Ini mungkin mencerminkan beberapa faktor dasar atau minimal yang mempengaruhi kinerja karyawan yang tidak terkait langsung dengan lingkungan kerja fisik. Koefisien Regresi 0,789 ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam lingkungan kerja fisik akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,704 Ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara lingkungan kerja fisik dan kinerja Berdasarkan nilai signifikasi yaitu 0,000 < 0,05 Hasil regresi menunjukkan adanya hubungan linear antara lingkungan kerja fisik dengan kinerja karyawan, dimana peningkatan lingkungan kerja fisik diharapkan akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja ISSN :x-x linear antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan, dimana peningkatan disiplin kerja diharapkan akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja karyawan. Analisis Regresi Linier Berganda Uji regresi linier berganda ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut ini hasil olahan data regresi dengan SPSS versi 26 yang dapat dilihat pada table berikut ini: Berdasarkan tabel 4. 19 hasil uji regresi linear sederhana diatas, maka dapat diperoleh persamaan regresi dari disiplin kerja terhadap kinerja karyawan yaitu (Y = a b. Dimana Y=13,730 0,676 X2 . Jika nilai X2= 0 akan diperoleh Y = 13,730. Dari hasil penelitian tersebut dapat di interpretasikan sebagai berikut : Nilai konstanta Ini menunjukkan bahwa ketika tidak ada disiplin kerja sama sekali . ilai X2=. , kinerja karyawan masih memiliki nilai dasar sebesar 13,730. Ini mungkin mencerminkan beberapa faktor dasar atau minimal yang mempengaruhi kinerja karyawan yang tidak terkait langsung dengan disiplin kerja. Koefisien regresi sebesar 0,676 ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam disiplin kerja akan meningkatkan kinerja 0,676 Ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara disipllin kerja dan kinerja karyawan, semakin tinggi disiplin kerja, semakin baik kinerja karyawan. Berdasarkan nilai signifikasi yaitu 0,000 < 0,05 Hasil regresi menunjukkan adanya hubungan https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index Berdasarkan hasil analisis regresi yang ditampilkan pada table 4. 20 di atas, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 7,695 0,661 (X. 0,153 (X. Dari persamaan regresi tersebut, dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 7,695 berarti bahwa jika variabel budaya organisasi dan motivasi karyawan tidak berpengaruh, maka nilai kinerja karyawan (Y) akan tetap sebesar 7,695 poin. Nilai koefisien 0,661 menunjukkan bahwa dengan asumsi konstanta tetap dan tanpa perubahan pada variabel motivasi karyawan, setiap peningkatan sebesar 1 unit pada menyebabkan peningkatan kinerja karyawan (Y) sebesar 0,661 poin. Nilai koefisien 0,153 menunjukkan bahwa dengan asumsi konstanta tetap dan tanpa perubahan pada variabel budaya organisasi, setiap peningkatan sebesar 1 unit pada karyawan (Y) sebesar 0,153 poin. Analisis Koefisien Korelasi . Analisis koefisien korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Berikut adalah hasil pengolahan datanya: JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 Berdasarkan hasil pengujian pada table 4. di atas, diperoleh niali R . oefisien korelas. sebesar 0,812 artinya kedua variabel memiliki tingkat pengaruh atau hubungan yang sangat kuat. Berdasarkan hasil pengujian pada table 4. 22 di atas, diperoleh niali R . oefisien korelas. sebesar 0,715 artinya kedua variabel memiliki tingkat pengaruh atau hubungan yang kuat. Berdasarkan pada hasil pengujian pada table 22 diatas, diperoleh nilai R . oefisien korelas. sebesar 0,818 artinya variabel Budaya Organisasi (X. dan Motivasi Kerja (X. mempunyai tingkat pengaruh atau hubungan yang sangat kuat terhadap kinerja karyawan (Y). Analisis Koefisien Determinasi (R Squar. Analisis koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur persentase kekuatan hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara individu maupun secara Dalam penelitian ini, variabel independen yang dianalisis adalah budaya organisasi (X. dan motivasi kerja (X. , sedangkan variabel dependen adalah kinerja karyawan (Y). Berikut adalah hasil perhitungan koefisien determinasi yang diolah menggunakan program SPSS versi 26: https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index ISSN :x-x Berdasarkan ditampilkan pada table 4. 23 di atas, diperoleh nilai R-square . oefisien determinas. sebesar 0,660. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel budaya organisasi (X. mempengaruhi variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 66%, sedangkan sisanya sebesar 34% dipengaruhi oleh faktor-faktor kompetensi, dan lain-lain. Berdasarkan pada hasil pengujian pada table 24 di atas, diperoleh nilai R- square sebesar 0,512 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi Kerja (X. berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 51,2% sedangkan sisanya sebesar 48,8% dipengaruhi faktor lain seperti kompensasi, lingkungan kerja dan lainnya. Berdasarkan ditampilkan pada table 4. 25 di atas, diperoleh nilai R-square sebesar 0,669. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel budaya organisasi (X. dan motivasi kerja (X. mempengaruhi variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 66,9%, sementara sisanya sebesar 33,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti kompensasi, kompetensi, dan faktor-faktor lainnya. Pengujian Hipotesa Pengujian Hipotesis secara Parsial (Uji . Untuk pengujian hipotesis mengenai pengaruh variabel budaya organisasi (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dilakukan dengan uji t . ji parsia. Dalam pengujian ini, digunakan kriteria signifikansi 5% . dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel, sebagai berikut: JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 Jika t hitung < t tabel: berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Jika t hitung > t tabel: berarti H0 ditolak dan H1 diterima. ISSN :x-x antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan secara parsial di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk . Hasil analisis data menggunakan program SPSS versi 26 menunjukkan sebagai berikut: Tabel t diperoleh dengan rumus berikut: Ttable = tc. df (Tarif Alpha x Derajat Kebebasa. = tarif nyata 5% = . , maka diperoleh . = 81, sehingga t tabel = 1. Kriteria dianggap signifikan jika nilai t hitung > t tabel atau p-value < 0,05. Pengaruh Budaya Organisasi (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) memiliki rumusan hipotesis sebagai berikut: H0: = 0 Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja karyawan secara parsial pada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. H1: O 0 Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja karyawan secara parsial pada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Hasil pengolahan data menggunakan program SPSS versi 26 adalah sebagai berikut: Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel di atas diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,530>1. Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai p value < sig. 0,05 atau . ,000<0,. Dengan ini maka H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antar disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Pengaruh Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) Penentuan Rumusan Hipotesisnya adalah : H0 : = 0 Tidak ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan secara parsial di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk . H1 : O 0 Terdapat pengaruh positif dan signifikan https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, nilai t hitung diperoleh lebih besar daripada t tabel, yaitu ( 9,212 > 1. Hal ini juga didukung oleh nilai p- value yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, yaitu . ,000 < 0,. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji Untuk menguji pengaruh variabel budaya organisasi dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dilakukan uji statistik F (Uji simulta. dengan tingkat signifikansi 5%. Dalam penelitian ini, digunakan kriteria signifikan 5% . dengan membandingkan nilai F hitung dan F tabel sesuai ketentuan berikut: Jika F hitung < F tabel: H0 diterima dan H1 Jika F hitung > F tabel: H0 ditolak dan H1 Untuk menentukan nilai F tabel, digunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: K = Jumlah Variabel (Bebas Terika. n = Jumlah Sampel df1 = K Ae 1 Ie df1 = 3 Ae 1 = 2 df2 = n Ae K Ie df2 = 83 Ae 3 = 80 Maka, diperoleh nilai df1 sebesar 2 dan df2 sebesar 80, sehingga nilai F tabel adalah 3,11. Kriteria dikatakan signifikan jika nilai F hitung > F tabel atau p-value < 0,05. Rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut: H0 : = 0 Tidak terdapat pengaruh positif dan JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 signifikan secara simultan antara budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. H1 : O 0 Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Berdasarkan ditunjukkan dalam tabel di atas, diperoleh nilai F hitung yang lebih besar daripada F tabel, yaitu . ,688 > 3,. Selain itu, p-value juga lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, yaitu . ,000 < 0,. Oleh karena itu. H0 ditolak dan H1 diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara variabel budaya organisasi dan motivasi karyawan terhadap kinerja karyawan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Pembahasan penelitian Pembahasan Deskriptif Pembahasan deskriptif bertujuan untuk memberikan penjelasan atau klarifikasi tentang suatu fenomena atau keadaan dengan menguraikan berbagai variabel yang relevan dengan masalah yang sedang diteliti. Kondisi atau Kriteria objek yang diteliti berdasarkan pada Variabel Budaya Organisasi (X. Budaya Organisasi adalah sikap atau perilaku yang mencerminkan komitmen dan kepatuhan individu atau kelompok terhadap peraturan yang ditetapkan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Kondisi atau kriteria untuk kuesioner budaya organisasi (X. diperoleh dari skor rating untuk setiap indikator sebagai berikut: Untuk indikator pertama, yaitu " Kesadaran diri ", tanggapan terhadap pernyataan AuDi mempertimbangkan dampak tindakan mereka terhadap rekan kerja sebelum mengambil memperoleh skor 4,05, sementara pernyataan AuDi organisasi ini, karyawan memiliki tingkat empati yang tinggi terhadap rekan kerja Ay mendapatkan skor 4,07, dengan kriteria Pada indikator kedua, yaitu " Keagresifan ", https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index ISSN :x-x tanggapan terhadap pernyataan AuSaya merasa terdorong untuk mencapai hasil yang lebih baik karena adanya dorongan kompetitif di tempat Ay memperoleh skor 4,14, dan pernyataan AuSaya percaya bahwa kegigihan dalam mencapai tujuan adalah karakteristik yang dihargai dalam organisasi ini. Ay mendapatkan skor 4,22, dengan kriteria sangat setuju. Tanggapan responden terhadap pernyataan pada indikator ketiga, yaitu "Ketaatan pada standar kerja," menunjukkan hasil sebagai berikut: untuk pernyataan AuApakah Anda merasa kepribadian Anda cocok dengan nilai- nilai budaya organisasi yang dijunjung tinggi di tempat kerja?,Ay skor yang diperoleh adalah 3,96, sedangkan untuk pernyataan AuSejauh mana Anda merasa bahwa kepribadian Anda berkontribusi positif terhadap pencapaian target kinerja yang ditetapkan?skor yang diperoleh adalah 4,10, dengan kriteria setuju. Pada Pertunjukan," tanggapan menunjukkan bahwa pernyataan AuSaya merasa bahwa evaluasi kinerja secara rutin membantu saya untuk terus meningkatkan produktivitas saya. Ay memperoleh skor 4,24, sedangkan pernyataan AuSaya yakin bahwa pertumbuhan dan perkembangan pribadi saya didorong oleh budaya pencapaian yang ada di organisasi ini. Ay memperoleh skor 4,13, dengan kriteria sangat setuju. Untuk indikator kelima, yaitu " Orientasi tim," tanggapan responden terhadap pernyataan AuAdanya kerjasama antar tim membantu saya dalam mengatasi tantangan pekerjaan yang kompleks. Ay memperoleh skor 4,11 sementara pernyataan AuSaya merasa anggota tim saya berkolaborasi dengan baik untuk mencapai tujuan bersama. Ay memperoleh skor 4,12 dengan kriteria setuju. Kondisi atau Kriteria objek yang diteliti berdasarkan pada Variabel Motivasi Kerja (X. Untuk indikator pertama, yaitu " Kebutuhan Fisiologi ", tanggapan terhadap pernyataan AuGaji sebagai karyawan disini sudah sesuai dengan pekerjaan yang saya kerjakanAy memperoleh skor 3,93 , sementara pernyataan AuTunjangan yang saya peroleh dari perusahaan ini sudah bisa untuk mencukupi kehidupan saat ini Ay mendapatkan skor 3,83 , dengan kriteria setuju. Pada indikator kedua, yaitu " Kebutuhan Rasa Aman ", tanggapan terhadap pernyataan AuPerusahaan memberikan informasi keselamatan kepada karyawan apabila dalam keadaan daruratAy memperoleh skor 4,08 dan pernyataan AuKondisi ruangan kerja cukup aman serta pengelolaan lingkungan kerja sudah baikAy mendapatkan skor JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 4,01 , dengan kriteria setuju. Hasil responden terhadap pernyataan pada indikator ketiga, yaitu " Kebutuhan Sosial ", menunjukkan hasil sebagai berikut: untuk pernyataan AuSaya dapat berkomunikasi dengan baik terhadap sesama karyawan Ay skor yang diperoleh adalah 4,14, sedangkan untuk pernyataan AuSaya senang dapat pengakuan dan penghargaan dari teman kerja saat berhasil melakukan pekeraan dengan baik Au skor yang diperoleh adalah 4,11 , dengan kriteria setuju. Pada indikator keempat, yaitu " Kebutuhan Penghargaan ", hasil tanggapan menunjukkan bahwa pernyataan AuSaya merasa dihargai oleh rekan kerja dan atasan saya, atas kelebihan dan hal positif yang saya lakukan di lingkungan kerjaAy memperoleh skor 4,02, sedangkan pernyataan AuDengan adanya pujian dari atasan maka saya lebih termotivasi untuk bisa bekerja lebih baik lagi bagi kemajuan perusahaanAy memperoleh skor 4,23, dengan kriteria sangat setuju. Untuk indikator kelima, yaitu " Kebutuhan Akutansi Diri ", tanggapan responden terhadap pernyataan AuSaya bisa dengan bebas untuk menyampaikan pendapat dan mengembangkan potensi diri agar bisa lebih majuAy memperoleh skor 4,12, sementara pernyataan AuSaya selalu dilibatkan dalam pertemuan dalam mengambil keputusan perusahaanAy memperoleh skor 4,05, dengan kriteria Kondisi atau Kriteria objek yang diteliti berdasarkan pada Variabel Kinerja Karyawan (X. Pada indikator pertama, yaitu "Kualitas Pekerjaan," tanggapan terhadap pernyataan AuSaya merasa bahwa hasil kualitas pekerjaan saya sesuai dengan keterampilan yang saya milikiAy memperoleh skor 4,08, sedangkan pernyataan Au Saya merasa bahwa hasil kualitas pekerjaan saya sayaAy mendapatkan skor 4,10, dengan kriteria setuju. Untuk indikator kedua, yaitu "Kualitas Pekerjaan," tanggapan terhadap pernyataan AuSaya mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jumlah standar yang ditetapkan perusahaanAy memperoleh skor 4,04 dengan kriteria setuju, sementara pernyataan AuPekerjaan yang saya hasilkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan perusahaanAy mendapatkan skor 4,06 dengan kriteria sangat setuju. Pada indikator ketiga, yaitu "Tanggung Jawab," tanggapan terhadap pernyataan AuSaya mampu bertanggung jawab terhadap perkerjaan yang sudah diberikan kepada sayaAy memperoleh skor 4,14 dengan kriteria setuju, https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index ISSN :x-x sedangkan pernyataan AuSaya selalu menyelesaikan pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawab saya dalam kurun waktu tertentu dengan baik. Ay mendapatkan skor 4,19 dengan kriteria setuju. Pada indikator keempat, yaitu "Kerjasama," tanggapan terhadap pernyataan AuSaya mampu bekerja sama dengan baik dalam melakukan pekerjaanAy memperoleh skor 4,12, sementara pernyataan AuSaya selalu menciptakan hubungan baik dengan teman kerjaAy mendapatkan skor 4,18, dengan kriteria setuju. Untuk indikator kelima, yaitu "Inisiatif," tanggapan terhadap pernyataan AuSaya menunjukkan kesediaan melakukan pekerjaan tanpa diperintah oleh atasanAy memperoleh skor 4,06, sedangkan pernyataan AuKaryawan memiliki inisiatif terhadap pekerjaan yang diberikanAy mendapatkan skor 4,16, dengan kriteria setuju. Pembahasan kuantitatif Pembahasan kuantitatif bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dan signifikansi variabel, serta membahas teori yang mendukung dan bagaimana hasil pengolahan data diselaraskan dengan teori tersebut. Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi linier berganda Y = 7,695 0,661 (X. 0,153 (X. Konstanta menunjukkan nilai positif untuk pengaruh variabel budaya organisasi (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dengan tingkat korelasi sebesar 0,812, yang tergolong kuat. Untuk variabel motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y), tingkat korelasi adalah 0,715 , juga tergolong kuat. Secara simultan, pengaruh antara variabel budaya organisasi (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) memiliki tingkat korelasi sebesar 0,818, yang sangat kuat. Koefisien determinasi secara parsial untuk variabel budaya organisasi (X. terhadap kinerja karyawan (Y) adalah 0,657. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel budaya organisasi (X. mempengaruhi variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 66%, sedangkan sisanya sebesar 34% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kepemimpinan, kompetensi, dan lain-lain. Koefisien determinasi secara parsial untuk variabel motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebesar 0,512 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi Kerja (X. berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 51,2% sedangkan sisanya sebesar JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 13-24 48,8% dipengaruhi faktor lain seperti kompensasi, lingkungan kerja dan lainnya. Koefisien determinasi secara simultan untuk variabel budaya organisasi (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebesar 0,669. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel budaya organisasi (X. dan motivasi kerja (X. mempengaruhi variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 66,9%, sementara sisanya sebesar 33,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti kompensasi, kompetensi, dan faktor-faktor Hasil Uji Hipotesis (Uji . untuk variabel budaya organisasi (X. terhadap kinerja karyawan (Y) menunjukkan nilai t hitung > t tabel yaitu . ,530>1. , dengan p-value < 0,05 atau . ,000 < 0,. Ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara budaya organisasi (X. dan kinerja karyawan (Y) di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Hasil Uji Hipotesis (Uji . untuk variabel motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) menunjukkan nilai t hitung > t tabel yaitu . ,212 > 9. , dengan p-value < 0,05 atau . ,000 < 0,. Ini berarti H0 ditolak dan H2 diterima, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara motivasi kerja (X. dan kinerja karyawan (Y) di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Hasil Uji Hipotesis (Uji F) untuk variabel budaya organisasi (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) menunjukkan nilai F hitung > F tabel yaitu . ,688 > 3,. , dengan pvalue < 0,05 atau . ,000 < 0,. Ini berarti H0 ditolak dan H3 diterima, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara budaya organisasi (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. KESIMPULAN Penelitian mengevaluasi pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 83 orang dari sampel yang telah ditentukan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Berdasarkan analisis data menggunakan model uji statistik, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Budaya Organisasi (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index ISSN :x-x Hal ini terbukti dari hasil uji t yang menunjukkan t hitung sebesar 12,530 yang lebih besar dari t tabel sebesar 1. dengan signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Ini berarti bahwa Budaya Organisasi secara parsial berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan. Oleh karena itu. H0 ditolak dan H1 diterima. Motivasi Kerja (X. juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Bukti dari hal ini adalah uji t yang menunjukkan t hitung sebesar 9,212 yang lebih besar dari t tabel sebesar 1. dengan signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Ini menunjukkan bahwa Motivasi Kerja secara parsial berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima. Secara simultan. Budaya Organisasi (X. dan Motivasi Kerja (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Hal ini terbukti dari uji F yang menunjukkan F hitung sebesar 81,629 yang lebih besar dari F tabel sebesar 3,11, dengan signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Ini menunjukkan bahwa kedua berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan. Oleh karena itu. H0 ditolak dan H1 diterima. DAFTAR PUSTAKA