Ganesha Civic Education Journal Volume 6. Number 1. April 2024, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index PERAN SISTEM SOSIAL-BUDAYA INDONESIA DALAM MEWUJUDKAN PERDAMAIAN DUNIA Anisa Febiola Irfansah * Universitas Negeri Malang. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 1 Januari 2024 Accepted 1 April 2024 Available online 30 April Hubungan internasional yang baik akan menciptakan stabilitas keamanan yang akan membentuk perdamaian bagi dunia. Hal tersebut yang merupakan cita-cita setiap bangsa dan negara didunia. Perdamaian dapat dicapai dengan segala cara termasuk dengan salah satunya bidang sosial Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran Indonesia dalam Kata Kunci: mewujudkan perdamaian dunia. Metodologi yang digunakan dalam Sosial budaya. Perdamaian menyusun artikel ini adalah studi pusktaka. Tahapan penelitian Indonesia. dilaksanakan dengan menghimpun sumber kepustakaan, baik primer Keywords: maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dalam Socio-cultural. World mewujudkan perdamaian dunia yaitu melalui sistem sosial-budaya. Oleh Indonesia. karenanya setiap negara harus mengetahui budaya setiap masyarakat ataupun negara didunia. Dengan begitu masyarakat atau negara lain dapat memahami karakteristik dari tiap-tiap masyarakat dan negara tersebut. Dengan dasar pemahaman karakteristik budaya yang berbeda dapat diambil langkah-langkah yang tepat dan efektif untuk mewujudkan Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengidentifikasi elemen-elemen dalam sistem sosial-budaya Indonesia, yang dapat diterapkan dalam praktik mediasi dan resolusi konflik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ini bisa mencakup nilai-nilai seperti musyawarah, gotong royong, atau kearifan lokal lainnya. ABSTRACT Good international relations will create security stability that will form peace for the world. This is the ideal of every nation and country in the world. Peace can be achieved by any means including one of them in the sociocultural field. The purpose of this study is to determine Indonesia's role in realizing world peace. The methodology used in compiling this article is a literature study. The research stages are carried out by collecting literature sources, both primary and secondary. The results of the study show that Indonesia in realizing world peace is through a socio-cultural system. Therefore, every country must know the culture of each society or country in the world. That way, other communities or countries can understand the characteristics of each society and country. Based on an understanding of the characteristics of different cultures, appropriate and effective steps can be taken to realize peace. The implications of this study indicate that in identifying elements in the Indonesian socio-cultural system, which can be applied in the practice of mediation and conflict resolution, both at the national and international levels. This can include values such as deliberation, mutual cooperation, or other local wisdom. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2024 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: anisa. febiola@gmail. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Pendahuluan Hidup berbangsa dan bernegara membawa hubungan terjalin diantara negara didunia. Baik dari bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, seluruh elemen yang dapat mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat akan senantiasa dalam pemenuhannya tidak terlepas dari hubungan internasional yang baik. Hubungan internasional yang baik dapat dibangun baik antar negara, lingkup regional maupun multilateral. Hubungan internasional yang baik akan menciptakan stabilitas keamanan yang akan membentuk perdamaian bagi dunia. Hal tersebut yang merupakan cita-cita setiap bangsa dan negara didunia. Perdamaian dunia merupakan hal yang hanya dapat tercapai melalui peran serta seluruh negara yang berdiri dan memperjuangkan Perdamaian dunia merupakan gagasan, kebebasan, kebahagiaan dan perdamaian bagi seluruh bangsa dan negara. Perdamaian dunia menjadi kewajiban seluruh negara dan bangsa didunia untuk menjaganya dan menjadi hak bagi seluruh negara dan bangsa untuk Namun pada saat ini masih banyak negara yang belum bisa merasakan perdamaian, keamanan dan ketenangan bahkan hidup dinegara mereka sendiri. Faktor penyebab terjadinya hal tersebut adalah masih banyaknya negara yang berada di bawah kendali negara adidaya . egara bonek. yang dimanfaatkan sebagai lahan perang, konflik dan kekerasan yang telah terjadi sejak lama dan belum dapat diselesaikan, serta kepentingan-kepentingan lain yang menimbulkan konflik ataupun kekerasan tersebut. Perdamaian dapat dicapai dengan segala cara termasuk dengan salah satunya bidang sosial Keberagaman yang dimiliki setiap negara didunia menciptakan tradisi budaya yang berbeda-beda. Keunikan yang dimiliki masing-masing masyarakat didunia dapat bersatu dan membentuk proses yang memfasilitasi keberagaman untuk membentuk perdamaian dunia sebagai dasar persatuan dan stabilitas keamaan di dunia. Menurut (Groff, 2. bidang dialog telah muncul untuk membantu memfasilitasi proses ini termasuk dialog antarpribadi, komunikasi antar budaya, dialog peradaban, dan dialog antaragama yang semuanya mengakui bahwa umat manusia harus menemukan cara untuk bersatu, menciptakan pemahaman yang lebih besar, dan mengakui saling ketergantungan kita yang semakin meningkat. Interaksi antar budaya . idefinisikan secara luas sebagai perilaku yang dipelajari secara sosial yang dimiliki oleh orangorang dengan identitas, nilai, gaya hidup, dan sejarah yang sam. telah meningkat secara dramatis selama abad dan dekade terakhir. Budaya merupakan sisi kuat lain yang dapat membantu mewujudkan perdamaian dunia dimasa depan. Tidak terkecuali Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan latar belakang tradisi dan budaya yang sangat kental. Kehidupan sosial budaya yang khas menjadikan Indonesia memiliki peran yang cukup mempengaruhi dunia dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui tradisi, sosial dan budaya. Selanjutnya dalam pembahasan akan dibahas bagaimana peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui tradisi, kehidupan sosial dan budaya. Metode Metodologi yang digunakan dalam menyusun artikel ini adalah studi pusktaka. Tahapan penelitian dilaksanakan dengan menghimpun sumber kepustakaan, baik primer maupun Penelitian ini melakukan klasifikasi data berdasarkan formula penelitian (Darmalaksana, 2. Tahap selanjutnya melakukan pengolahan data dan pengutipan referensi untuk ditampilkan sebagai temuan penelitian, diabstraksikan untuk mendapatakan informasi yang utuh, dan dinterpretasi hingga menghasilkan pengetahuan untuk penarikan kesimpulan. Dengan metodologi studi kepustakaan artikel ini di susun berdasarkan sumber-sumber terpercaa yang telah ditulis sebelumnya. Sebagai rujukan untuk menyusun dan melengkapi informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tulisan. Hasil dan Pembahasan Studi dan Pendekatan dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia Perdamaian dapat tercapai dengan banyak cara, pada dasarnya perdamaian akan tercapai dengan adanya sikap toleransi dan saling menghargai. Perdamaian dapat diartikan juga sebagai GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. kondisi dimana masyarakat saling memahami dan menerima perbedaan baik perbedaan sosial, budaya dan perbedaan lainnya. Tidak adanya kekerasan yang dapat menyebabkan konflik, menjadikan perdamaian dapat dicapai dengan mudah. Namun, hal tersebut mustahil sebab kekerasan yang masih terjadi tidak dapat dihindarkan dari kehidupan masyarakat. Serta tidak jangan menimbulkan konflik dan peperangan yang dapat menimbulkan banyak korban. Dalam studi perdamaian penyebab digencarkannya perdamaian adalah karena banyak kekerasan yang timbul. Menurut (Aji & Indrawan, 2. terdapat tiga jenis kekerasan yakni kekerasan secara langsung, kekerasan struktural dan kekerasan kultural. Kekerasan secara langsung merupakan kekerasan yang dilakukan secara langsung baik verbal maupun non-verbal yang dapat merugikan seseorang. Contoh dari kekerasan secara langsung berbentuk verbal adalah terjadinya perang yang dapat menimbulkan luka secara fisik maupun mental. Kekerasan secara langsung berbentuk non-verbal seperti kelaparan, kemiskinan, ketimpangan sosial dan lainnya yang menimbulkan kesenjangan di kalangan masyarakat. Kekerasan struktural merupakan kekerasan yang kebanyakan terjadi akibat adanya pembatasan dari sistem yang berlaku seperti pelanggaran hak asasi manusia disebuah negara, pembatasan terhadap kebebasan berpendapat, aktif dalam politik dan penindasan lainnya. Kekerasan kultural merupakan kekerasan yang bersumber dari rasa takut, kebencian, dan Kekerasan kultural berkaitan erat dengan hal-hal yang sangat sensitif seperti agama, ideologi dan ilmu pengetahuan. Kekerasan kultural biasanya bersinggungan langsung dengan kekerasan yang dilakukan secara langsung dan kekerasan struktural. Menurut Johan Galtung dalam (Aji & Indrawan, 2. mendefinisikan perdamaian dalam dua definisi yakni negative peace dan positive peace. Negative peace merupakan keadaan damai dimana tidak adanya konflik antara kedua pihak atau lebih untuk mencapai kepentingan masing-masing, tidak adanya asimetri ketakutan, tidak ada benturan kepentingan dan tidak adanya penunjukan kekuatan serta ketidak adilan sosial serta penindasan ekonomi. Sedangkan positive peace adalah dimana dalam mewujudkan perdamaian terdapat perangkat penyelesaian konflik yang bersifat non-koersif untuk mencegah timbulnya konflik. Menurut Cipto Wardoyo dalam(Reinhard Halomoan Sagala -, 2. beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan perdamaian dunia yakni melalui beberapa pendekatan. Pendekatan Cultural (Buday. Mewujudkan perdamaian melalui pendekatan cultural adalah dinama setiap negara harus mengetahui budaya setiap masyarakat ataupun negara didunia. Dengan begitu masyarakat atau negara lain dapat memahami karakteristik dari tiap-tiap masyarakat dan negara Dengan dasar pemahaman karakteristik budaya yang berbeda dapat diambil langkah-langkah yang tepat dan efektif untuk mewujudkan perdamaian. Pendekatan cultural ini dianggap sebagai sara paling efektif untuk mewujudkan perdamaian bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Pendekatan Sosial dan Ekonomi Pendekatan sosial dan ekonomi berkaitan dengan kesejahteraan dan faktor-faktor sosial masyarakat yang berpengaruh dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Karena sebuah negara yang memiliki permasalahan kesejahteraan sosial dan ekonomi lebih rawan terjadinya konflik dan kekerasan. Cinderung negara yang memiliki permasalahan tersebut tidak memperdulikan akan adanya ajakan untuk mewujudkan perdamaian dunia. Oleh karena itu agar perdamaian dunia dapat diwujudkan, maka pemerataan kesejahteraan sosial dan ekonomi harus dilakukan bagi setiap negara di dunia. Pendekatan politik Pendekatan politik sangat diperlukan sebagai upaya dalam mewujudkan perdamaian Terlebih hal tersebut sangat mendukung upaya perdamaian di negara-negara yang terlibat konflik berkepanjangan. Peran negara adidaya diperlukan untuk membangun rasa aman dalam lingkup dunia. Kekuatan yang dimiliki negara-negara adidaya seharusnya bisa digunakan untuk menekan negara-negara yang terlibat konflik agar segera berdamai bukan menciptakan suasana yang buruk dengan dalih agar persenjataan mereka terus dibeli. Pendekatan Agama Pada dasarnya seluruh agama didunia mengajarkan kebaikan, dan menginginkan adanya Anisa Febiola Irfansah / Peran Sistem Sosial-Budaya Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan, konflik, kejahatan ataupun Maka sebagai umat beragama seharusnya memiliki kesadaran bahwa perdamaian itu penting dan berusaha untuk mewujudkan perdamaian itu baik untuk lingkungan sekitar maupun dalam linkup dunia. Peran para tokoh agaman sangatlah besar sebagai penyeru untuk senantiasa mewujudkan perdamaian dunia. Kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan kepentingan bersama sangat lah Kesadaran bahwa setiap kehidupan pasti memiliki pebedaan, saling menghormati dan menghargai dengan perbedaan tersebut serta mematuhi seluruh peraturan yang ada merupakan upaya yang paling sederhana dari setiap individu untuk mewujudkan perdamaian. Hal tersebut dapat dilakukan dalam ligkup yang lebih luas sebagai upaya untuk mewujudkan perdamaian dunia. Sosial Budaya Indonesia Manusia memiliki warisan-warisan yang beragam sistem, dan pola kehidupan masyarakat yang ada pada saat ini tidak terlepas dari pengaruh dari sistem dan pola masyarakat dimasa lalu. Hal tersebut akan terus berkembang dan menghasilkan budaya-budaya yang beragam. Sistem sosial-budaya merupakan paduan dari sistem sosial dan sistem budaya yang menjadi membentuk satu hubungan sosial kemasyarakatan dalam mengembankan unsur-unsur budaya, untuk memenuhi hajat sosial dan budaya suatu masyarakat guna melangsungkan dan mengembangkan kehidupan sosial-budayanya. Indonesia merupakan bangsa dan negara yang memiliki kehidupan sosial-budaya begitu majemuk. Hubungan sosial- budaya masyarakat yang majemuk itu merupakan hasil dari sejarah panjang. Menurut (Kistanto, 2. berasal dari latar belakang masyarakat yang majemuk meninjau gagasan-gagasan sistem sosial-budaya terdapat sistem-sistem sosial-budaya dalam masyarakat indonesia sebagai berikut. Sistem sosial- budaya nasional Indonesia Sistem sosial-budaya nasional Indonesia merupakan sistem masyarakat yang berdasar pada . Pancasila sebagai Dasar Negara,. Undang-Undang Dasar A45 sebagai Dasar Hukum, . nama Indonesia, sebagai nama bangsa dan negara, . bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, yang semuanya menempati dan mengisi . Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam bingkai . Garuda Pancasila, yang dilengkapi . semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai karya-karya budaya nasional yang memayungi dan mempersatukan masyarakatbangsa Indonesia. Sistem Sosial-Budaya Suku Bangsa dan Etnik Bangsa Sistem sosial-budaya suku bangsa dan kelompok etnik bangsa yang merupakan kelompok masyarakat yang hidup di daerah-daerah Indonesia dan telah ada secara turun temurun membentuk suatu tatanan kehidupan sosial-budaya hingga terbentuknya bangsa Indonesia sampai saat ini. Sistem Sosial-Budaya Agama Sistem sosial-budaya Agama terbentuk berkat ajaran-ajaran agama yang telah lama masuk dan berkembang di wilayah Indonesia yakni Hindu. Budha. Islam. Kristen dan Katolik, serta Kong Hu Cu. Selain itu turut berkembang pula himpunan masyarakat kesukuan dan etnik dengan kepercayaan moral spiritual dan penghayatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, disebut dengan Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK), yang utamanya berkembang di Jawa Barat. Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sistem Sosial-Budaya Asing Sistem sosial-budaya asing terbentuk karena adanya pengaruh asing di wilayah Indonesia yang pada masanya masuk dan berkembang di masyarakat seperti pengaruh India. Melayu. Belanda. Arab dan Timur Tengah. Cina. Amerika Serikat. Jepang. Korea, dan sebagainya. Hal tersebut oleh masyarakat Indonesia disaring, dipilah dan di padukan menjadi sebuah budaya baru yang berkembang ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Tidak jarang banyak yang menganggap budaya tersebut menggeser unsur-unsur kebudayaan lokal. Sistem Sosial-Budaya Campuran Sistem sosial-budaya campuran tebentuk akibat dari anggapan masyarakat terhadap GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. masuknya sistem sosial-budaya asing yang masuk dan berkembang diwilayah Indonesia. Sistem tersebut memperkaya unsur-unsur yang dianggap asli atau telah ada sejak lama sehingga percampuran terhadap unsur-unsur sosial-budaya tersebut dapat terjadi. Semisal yang sering terjadi seperti sistem religi dan upacara keagamaan, bahasa, kesenian, sistem dan organisasi kemasyarakatan, dan sistem mata pencaharian hidup. Peran Sosial Budaya Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia Perdamaian dunia dimasa modern seharusnya lebih mudah untuk dibangun dan Ditengah-tengah perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan perang dan konflik bersenjata yang hanya menimbulkan keresahan dan ketakutan seharusnya bisa Perdamaian dapat diwujudkan dengan banyak cara salah satunya melalui sistem sosial-budaya. Sistem sosial-budaya merupakan upaya paling mudah untuk membangun perdamaian dunia. Setiap negara-negara dan bangsa-bangsa di dunia memiliki ragam perbedaan sistem sosial-budaya. Pada dasarnya hal yang perlu dilakukan sangat sederhana, dengan kita mempelajari dan mengetahui bagaimana sistem sosial-budaya negara-negara lain kita dapat memahami bagaimana sangat beragamnya karakteristik masyarakat atau bangsa di negaranegara lainnya. Indonesia merupakan bangsa yang besar, dengan sejarah kelam yang panjang Indonesia mampu bangkit dan memiliki prestasi-prestasi. Tidak hanya dalam lingkup regional Indonesia mampu membuktikan diri sebagai bangsa besar sejak awal kemerdekaan yakni menjadi pelopor pergerakan Internasional untuk membangun perdamaian dunia. Diawal kemerdekaan Indonesia mampu menjadi pelopor GNB serta KAA, bersama negara-negara kolega lainnya Indonesia mampu membangun semangat perdamaian dikalangan negara-negara berkembang agar tidak dikuasai oleh negara adidaya yang pada saat itu terlibat perang dingin pasca perang dunia II berakhir. Fenomena yang sangat disayangkan namun hal tersebut menjadikan semangat perjuangan untuk mencapai perdamaian dunia semakin giat digencarkan. Sistem sosial-budaya Indonesia yang telah mewarnai dunia sehingga dapat mendukung adanya sikap saling toleransi dan memahami antar bangsa dan negara sangatlah banyak. Beberapa kebudayaan dan sistem sosial masyarakat Indonesia yang turut mendukung perdamaian dunia adalah sebagai berikut. 1 Wayang Kulit dan Gamelan Wayang kulit dan gamelan merupakan warisan Indonesia yang sampai saat ini telah dikenal dunia Internasional. Penggiatan promosi keberagaman kebudayaan Indonesia di mancanegara banyak dilakukan, baik dari mahasiswa Indonesia ataupun warga dan kedutaan besar melalui kegiatan kebudayaan Internasional. Seperti contoh Organisasi Mahasiswa dan Pelajar Indonesia di Moskow. PERMIRA, dengan menyelenggarakan festival seni budaya Indonesia yang di pusatkan di Universitas Persahabatan Rusia (RUDN) di Kota Moskow. Dalam kesempatan tersebut, tidak hanya memainkan wayang tetapi juga diberikan pelajaran berupa menabuh gamelan kepada mahasiswa dan hadirin yang menonton pameran yang diadakan bulan Mei 2016 tersebut. (Purwasito & Kartinawati. Tidak hanya kegiatan budaya bahkan studi mengenai wayang kulit dan gamelan sudah banyak masuk dalam studi di Universitas-Universitas mancanegara. 2 Batik Batik merupakan salah satu warisa bangsa Indonesia yang juga telah mendunia. Batik telah dikenal dunia baik melalui fashion ataupun studi pembuatan kain batik. Seperti yang terdapat di Kurume University di Fukuoka Jepang. Juli 2016, melalui perjalanan diplomasi budaya organisasi dan mahasiswa Indonesia mengajarkan kepada penduduk Jepang tentang sejarah dan praktek membatik 3 Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia yang saat ini memiliki banyak penggemar tidak hanya dikalangan masyarakat atau mahasiswa Indonesia, namun juga menjadi studi yang bahkan telah ada sebagai pelajaran yang dipelajari negara-negara luar. Hal tersebut dapat dijadikan dasar dalam menjalin diplomasi antar negara dan langkah awal dalam mengenal budaya bangsa satu sama lain. Pada akhirnya upaya dalam mewujudkan perdamaian dunia dapat terbangun melalui pendekatan sosial-budaya berupa bahasa Indonesia. Perkembangan Anisa Febiola Irfansah / Peran Sistem Sosial-Budaya Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. bahasa Indonesia di luar negeri dapat dilihat seperti contoh Pengajar Kajian internasional Universitas Kanda. Jepang. Funada Kyoko : di jepang ada 75 dari 800 perguruan tinggi yang mengajarkan bahasa Indonesia. Jumlah perguruan tinggi di Thailand dan Vietnam yang mengajarkan bahasa Indonesia semakin berkembang dan Sejak 2009 pemerintah daerah Ho Chi Min City menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing kedua. Budaya Toleransi Sikap Saling Menghargai dan Menghormati Serta Ramah Tamah. Dengan sejarah panjang Indonesia memiliki banyak suku bangsa, etnik, agama dan bahasa yang beragam. Dengan keberagaman tersebut menjadikan masyarakat Indonesia sangat kental dengan budaya toleransi dan sikap salin menghargai serta menghormati yang telah ditanamkan secara turun temurun. Pengalaman penjajahan membuat bangsa Indonesia telah lama bersinggungan dengan bangsa asing. Hal tersebut menjadikan bangsa Indonesia secara turun-temurun telah mengenal bangsa luar. Sikap ramah tamah telah dikenal sebagai ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia. Dengan begitu hubungan baik dapat dijalin melalui sikap toleransi, saling menghargai dan menghormati serta ramah tamah. Sistem sosialbudaya merupakan pendekatan yang paling mudah untuk mengenal Karakteristik antar bangsa di dunia. Bangsa yang besar, bangsa yang dapat menghargai perbedaan adalah bangsa dimana senantiasa menerima perbedaab tersebut sebagai keberagaman yang dapat membengun upaya untuk mewujutkan perdamaian. Salah satunya Indonesia. Indonesia yang senantiasa menegakkan perdamaian telah banyak beekecimpung di berbagai misi perdamaian baik itu melalui jalan militer ataupun diplomasi. Simpulan dan Saran Perdamaian dunia dapat diwujudkan dengan mudah apabila seluruh masyarakat dunia ikut andil dalam memelihara perdamaian tersebut. Tidak terkecuali Indonesia, diberbagai bidang Indonesia mampu menempatkan dirinya menjadi bagian bahkan pelopor gerakan untuk mewujudkan perdamaian dunia. Salah satunya dibidang sosial-budaya, dengan latar belakang dan karakteristik masyarakat Indonesia mampu untuk memanfaatkan sistem sosial-budaya sebagai saluran dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Dengan dasar pemahaman karakteristik budaya yang berbeda dapat diambil langkah-langkah yang tepat dan efektif untuk mewujudkan perdamaian. Sistem sosial-budaya merupakan paduan dari sistem sosial dan sistem budaya yang menjadi membentuk satu hubungan sosial kemasyarakatan dalam mengembankan unsur-unsur budaya, untuk memenuhi hajat sosial dan budaya suatu masyarakat guna melangsungkan dan mengembangkan kehidupan sosial-budayanya. Indonesia merupakan bangsa dan negara yang memiliki kehidupan sosial-budaya begitu majemuk. Setiap negara-negara dan bangsa-bangsa di dunia memiliki ragam perbedaan sistem sosial-budaya. Pada dasarnya hal yang perlu dilakukan sangat sederhana, dengan kita mempelajari dan mengetahui bagaimana sistem sosial-budaya negara-negara lain kita dapat memahami bagaimana sangat beragamnya karakteristik masyarakat atau bangsa di negara-negara lainnya. Diawal kemerdekaan Indonesia mampu menjadi pelopor GNB serta KAA, bersama negaranegara kolega lainnya Indonesia mampu membangun semangat perdamaian dikalangan negaranegara berkembang agar tidak dikuasai oleh negara adidaya yang pada saat itu terlibat perang dingin pasca perang dunia II berakhir. Sistem sosial-budaya Indonesia yang telah mewarnai dunia sehingga dapat mendukung adanya sikap saling toleransi dan memahami antar bangsa dan negara sangatlah banyak. Seperti wayang dan gamelan, batik, bahasa Indonesia dan budaya toleransi, sikap saling menghargai dan menghormati serta ramah tamah. Daftar Rujukan Aji. , & Indrawan. Memahami Studi Perdamaian Sebagai Bagian Dari Ilmu Hubungan Internasional. Jurnal Pertahanan Bela Negara, 9. , https://doi. org/10. 33172/jpbh. Darmalaksana. Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. PrePrint Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1Ae6. http://digilib. id/32855/1/Metode Penelitian Kualitatif. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Groff. What is peace, how have our concepts of peace evolved, and what is a holistic vision of peace for the twenty-first century? The Routledge History of World Peace since 1750, 429Ae447. https://doi. org/10. 4324/9781315157344-35 Kistanto. Sistem Sosial-Budaya Di Indonesia Nurdien H . Kistanto Fakultas Sastra Universitas Diponegoro. Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, https://ejournal. id/index. php/sabda/article/download/13221/10006 Purwasito. , & Kartinawati. Wayang Dan Batik Sebagai Wahana Praktek Diplomasi Kebudayaan. Kawruh : Journal of Language Education. Literature and Local Culture, 1. , 1Ae https://doi. org/10. 32585/kawruh. Reza. , & Nurani. Toleransi dan Pluralisme : Kontribusi Budaya Indonesia bagi Dunia. 1Ae5. Sagala. Kontribusi Konferensi AsiaAeAfrika (KAA) dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia menurut hukum internasional. In Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Huku. Universitas Tanjungpura. Tyasrinestu. Peran Seni Sebagai Media Persaudaraan dan UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. 144Ae150. Anisa Febiola Irfansah / Peran Sistem Sosial-Budaya Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia