Volume: 11 Nomor: 2 Tahun 2024 [Pp. PENGGUNAAN MEDIA KOKORU DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA RAHMAH EL YUNUSIYYAH PADANG PANJANG Mardiwi1. Julis Kardi2. Mega Cahya Dwi Lestari3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. STIT Diniyyah Puteri Padang Panjang Mardiwi20232@gmail. Abstrak Children's Fine Motor Skills at RA Rahmah El-Yunusiyyah are not optimal in their fine motor Children are not able to fold with many patterns, if the folds are smaller, the child is not able to imitate them. The purpose of this study is to determine the implementation of the use of Kokoru media in improving Fine Motor Skills of children aged 5-6 years at RA Rahmah El-Yunusiyyah Padang Panjang. The method used in this study is Mix Method, which is a type of Classroom Action Research (PTK) research that uses two cycles in carrying out Kokoru media. The response in this study was children after 5-6 years at RA Rahmah El-Yunusiyyah Padang Panjang, in the even semester of 2023/2024. There are 11 children consisting of 5 girls and 6 boys. The data collection techniques in this study are observation and documentation. The results of this study conclude that kokoru activities can improve children's fine motor skills. In the first cycle, 3 meetings were held, in the first meeting of 28%, the second meeting of 36%, and the third meeting of 47%. In the second cycle, the first meeting was 58%, the second meeting was 72%, and the third meeting was 87%. Meanwhile, teacher observation was carried out in the first cycle of the first meeting of 41%, the second meeting of 47%, and the third meeting of 56%. In the second cycle, the first meeting was 69%, the second meeting was 88%, and the third meeting was 94% Keywords: Kokoru Media. Increase. ChildrenAos Fine Motor Skills. Abstrak Kemampuan Motorik Halus Anak di RA Rahmah EL-Yunusiyyah tahapan motorik halusnya belum optimal. Anak belum mampu dalam melipat dengan banyak pola, jika lipatan lebih kecil maka anak belum mampu menirunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penggunaan media Kokoru dalam meingkatkan motorik Halus anak usia 5-6 tahun di RA Rahmah EL-Yunusiyyah Padang Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan dua kalisiklus dalam melaksanakan media Kokoru. Respon dalam penelitian ini anak usia 5-6 tahun di RA Rahmah EL-Yunusiyyah Padang Panjang pada semester genap 2023/2024 yang berjumlah 11 anak terdiri dari 5 perempuan dan 6 laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan kokoru dapat meningkatkan motorik halus anak. Pada siklus I dilakukan 3 kali pertemuan, pada pertemuan pertama sebesar 28%, pertemuan kedua 36%, pertemuan ketiga 475. Pada siklus II pertemuan pertama sebesar 58%, pertemuan kedua 72%, dan pertemuan ketiga 87%. Sedangkan observasi guru dilakukan pada siklus I pertemuan pertama sebesar 41%, pertemuan kedua 47%, dan pertemuan ketiga 56%. Pada siklus II pertemuan pertama sebesar 69%, pertemuan kedua 88%, dan pertemuan ketiga 94%. Kata kunci: Media Kokoru. Meningkatkan. Motorik Halus Anak PENDAHULUAN Mardiwi: Penggunaan Media Kokoru Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang | 22 Perkembangan motorik . otor developmen. adalah perubahan secara progresif pada kontrol dan kemampuan untuk melakukan gerakan yang diperoleh melalui interaksi antara faktor kematangan . dan latihan/pengalaman . selama kehidupan yang dapat dilihat melalui perubahan/pergerakan yang dilakukan. Perkembangan motorik dikelompokkan menjadi dua yaitu perkembangan motorik kasar dan perkembangan motorik Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu . angan dan jari-jar. dan dipergunakan untuk memanipulasi lingkungan, seperti: kemampuan memindahkan benda, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menempel, menggulung kertas, menulis, dan sebagainya. Menurut Suyadi motorik halus yaitu meningkatnya pengoordinasian gerak tubuh yang melibatkan otot dan syaraf yang jauh lebih kecil. Owens memaparkan bahwa perkembangan motorik halus menjadi dasar dalam mengembangkan serta meningkatkan banyak keterampilan ketika masa anak-anak. Anak yang memiliki kesulitan dalam motorik halus akan mengalami frustasi karena mereka tidak dapat melakukan tugas sehari-hari, seperti menggambar ataupun memotong dengan gunting. Perkembangan kemampuan motorik anak menurut Hurlock ialah perkembangan gerakan anggota tubuh melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf, dan otot yang terkoordinasi. Mengapa aspek atau ranah motorik di PAUD menjadi alasan utama, karena perkembangan motorik anak memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan aspek perkembangan yang lain, dan dapat terlihat secara dominan bagaimana kemampuan motoriknya berkembang. Hal ini sesuai dengan pendapat Samsudin yang mengatakan bahwa perkembangan motorik adalah perubahan baik psikis maupun fisik sesuai masa pertumbuhan, yang dapat dipengaruhi oleh gizi, status kesehatan, dan perlakuan motorik yang sesuai dengan perkembangan. Dengan kemampuan motorik yang bagus, seorang anak bisa dengan mudah dan lancar melakukan suatu kegiatan atau aktivitas yang bisa menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu keterampilan motorik yang membutuhkan kemampuan lebih rumit adalah keterampilan motorik Saat memilih media pembelajaran untuk anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah menyesuaikan dengan tingkat pencapaian perkembangan motorik halus Menurut Permendikbud No. 137, bahwa tingkat pencapaian perkembangan kemampuan motorik halus anak kelompok usia 5-6 tahun sewajarnya mampu menggambar sesuai gagasannya, meniru bentuk, melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan, menggunakan alat tulis dan alat makan dengan benar, menggunting sesuai dengan pola, menempel gambar dengan tepat, serta mampu mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara detail. Sejalan dengan pernyataan di atas bahwa, penggunaan media sangat penting untuk meningkatkan antusias belajar pada anak. Seperti yang telah diketahui bahwa anak usia dini berada pada tahap operasional konkret. Pada dasarnya anak usia dini masih memiliki tingkat konsentrasi yang rendah sehingga membutuhkan stimulus dalam belajar. Oleh karena itu, penggunaan media dapat mengembangkan kemampuan motorik halus 3M pada anak sehingga mampu meningkatkan ketertarikan dan keterampilan anak khususnya dalam menggunting, menggulung, dan menempel. Banyak media yang bisa digunakan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus Salah satu media yang dapat mengembangkan kemampuan motorik halus 3M pada anak adalah media colour corrugated paper . Media colour corrugated paper . memiliki bentuk yang unik dan beraneka macam warna dan lebih mudah dikreasikan untuk membuat sesuatu. Colour corrugated paper . merupakan kertas bergelombang dengan aneka warna dan berbagai jenis. Terdapat 6 jenis kertas kokoru, yaitu Ichi. Ichigo. Ichiro. Hachi. Hachigo dan Harchiro. Manfaat yang dapat diperoleh melalui kegiatan bermain menggunakan Mardiwi: Penggunaan Media Kokoru Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang | 23 kertas kokoru ini, antara lain mengembangkan kemampuan anak untuk berdaya cipta . , melatih keterampilan motorik halus, melatih konsentrasi, ketekunan, daya tahan. Firman Allah dalam Q. Al-Baqarah Ayat 31: a aCaOIA a A aN IA a A aA a AEac aI aa aI eE a aI e a aEEac aN a acIA a AaOA a AEaO E aIEaAea aE a AaCa aE a I aiOIaO a a aIea NaAe aaEea auI aEI a IA Artinya: dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama . enda-bend. seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: Ausebutkan kepadaku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar. Motorik Halus gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu . angan dan jari-jar. dan dipergunakan untuk memanipulasi lingkungan, seperti: kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis, dan sebagainya. Kemampuan motorik halus anak membutuhkan adanya suatu media yang membantu agar otot halus pada tangan dapat bergerak, khususnya pada jari-jemari tangan Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik adalah suatu proses seorang anak belajar untuk terampil menggerakkan anggota tubuh dan proses berkembang sejalan dengan kematangan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang Pada dasarnya anak usia dini masih memiliki tingkat konsentrasi yang rendah sehingga membutuhkan stimulus dalam belajar. Oleh karena itu, penggunaan media saat pembelajaran dapat mengembangkan kemampuan motorik halus harus memerhatikan kegiatan pembelajaran maupun model pembelajaran yang pendidik terapkan, hal ini dikarenakan model kegiatan yang digunakan merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran, terutama pada peningkatan kemampuan motorik halus anak. Media pembelajaran haruslah sesuai dengan desain atau rancangan yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak. Dalam hal ini guru sangat berperan penting sebagai fasilitator penentu model media pembelajaran apa dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan memiliki perkembangan motorik halus yang Maka perlu adanya model media pembelajaran yang dipandang dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar. Pada saat memilih media pembelajaran untuk anak mengembangkan motorik halus, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah menyesuaikan dengan tingkat pencapaian perkembangan motorik halus anak. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru kelas yaitu ibu Annisa fadillah Hanum di kelompok Melati TK B Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang bahwa motorik halus anak di kelompok melati terdapat anak yang belum mencapai tahap peningkatan motorik halus anak. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia 5-6 tahun. Seperti saata anak melakukan jurnal disetiap paginya, bahwasannya anak belum bisa menggunakan pensil warna sesuai dengan tahap usia anak 5-6 tahun. Begitu juga pada saat anak berada di sentra seni dimana anak belum mampu untuk menggunting terlalu banyak pola dan melipat dengan lipatan kecil dan menggulung menempel. Dan pada saat observasi juga saat melihat bagaimana cara anak menggunting, menempel, dan melipat juga. Disini ada satu anak yang memang belum bisa menggunting pola lingkaran dan menempel, dan tidak mau untuk mencobanya. Sedangkang anak-anak yang lain walaupun belum terlalu bisa dalam menggunting tapi anak yang lain mau mencobanya. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru di sentra seni 1 yaitu dengan buk Neli, beliau juga melihat perkembangan motorik halus anak di kelompok melati itu belum sesuai dengan tahap perkembangan usia anak tersebut, beliau juga mengatakan bahwa Auanak 24 | Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol. No. kelompok melati ini pada saat di sentra seni 1 anak belum mampu dalam melipat dengan banyak pola, anak baru mampu melipat dua atau tiga pola saja, beberapa lipatan saja, jika lipatannya lebih kecil maka anak belum mampu untuk menirunya. Sedangkan usia anak 5-6 tahun itu memiliki tahapan akhir dimana tingkat tahapannya itu lebih tinggi dan berkembang dibandingkan dengan anak dibawah 5 tahun. Dalam motorik halus anak dengan kegiatan menggunting itu tahap perkembangannya 8 sedangkan di kelompok melati itu baru mencapai tahapan 6 saja, selain itu di motorik halus anak ini juga banyak sekali yang bisa dijadikan kegiatan suapaya kita bisa menilai bagaimana tahap perkembangan motorik halus anak di kelompok melatik TK BAy Peneliti dapat mengetahui motorik halus anak dengan mudah dengan cara melihat kegiatan anak ketika melakukan sentra di kelas seni, contohnya ketika sentra seni memiliki kegiatan membuat kupu-kupu dari kertas origami, jadi disitu ada beberapa kegiatan yang berkaitan dengan motorik halus anak, seperti melipat, menggunting, dan menempel. Disini kita bisa lihat apakah anak bisa lakukan kegiatan itu dengan benar. Menurut Suryani sebagaimana dikutip oleh Santi bahwa penggunaan media kokoru bisa mengembangkan kemampuan motorik halus anak, terutama motorik halus dengan mengajak berkreasi. Maka dari itu peneliti tertarik menggunakan media pembelajaran ini karena peneliti-peneliti yang sebelumnya juga menggunakan media pembelajaran Colour Carrugated Paper (Kokor. ini dalam penelitian nya untuk mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa media Colour Carrugated Paper (Kokor. ini bisa membantu dalam meningkatkan kemampuan motorik halus dan kreativitas anak METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dalam bentuk penelitian tindakan kolaboratif. Menurut Arikunto, penelitikan tindakan yang dilakukan guru bertujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran Sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti, maka penelitian ini dikatagorikan sebagai penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researc. suyanto menjelaskan PTK sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat relatif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu, untuk memperbaiki atau meningkatkan pratek-pratek pembelajaran didalam kelas secara lebih profesional. Oleh karenanya PTK sangat berkaitan dengan persoalan praktik pembelajaran sehari-hari yang dialami oleh pendidik. Oleh karena itu tujuan PTK adalah memperbiki kualitas proses pembelajaran, maka kegiatan yang dilakukan haruslah berupa tindakan yang di yakinkan lebih baik dari kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Researc. yang dilakukan langsung oleh peneliti berkolaborasi dengan guru. Beberapa hal yang akan ditemukan oleh peneliti sehubungan dengan penelitian tindakan kelas antara lain: Jenis Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Subyek Penelitian Desain Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisa Data Tempat dalam penelitian yang akan dilaksanakan adalah 11 anak usia 5-6 tahun kelompok Melati di RA Rahmah El-Yunusiyyah Padang Panjang. Subjek penelitian adalah orang yang dikenai tindakan. Penelitian dilakukan dari Mei s/d Juni tahun 2024. Penelitian tindakan kelas Mardiwi: Penggunaan Media Kokoru Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang | 25 ini terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Selain itu juga diadakan refleksi oleh pengamat yaitu seorang guru kelas untuk membicarakan hal-hal yang ditemui dalam kegiatan pembelajaran pada siklus tersebut. Teknik yang digunakan dalam menjaring data tentang pemantauan tindakan . adalah berbentuk catatan lapangan, catatan wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan observasi atau melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Analisis data kualitatif ini dilakukan secara terus menerus setiap siklus dengan statistik Statistik deskriftif ini digunakan untuk menghitung peningkatan kemampuan motorik halus anak dengan menggunakan media KOKORU, untuk memuji hipotesis tindakan yaitu dengan menggunakan studi proporsi nilai rataa-rata anak sebelum dan sesudah mendapat Analisis data kualitatif yang dilakukan yaitu dengan cara menganalisis setiap data yang didapat dari hasil cacatan lapangan, dan cacatan dokumentasi selama penelitian. Teknik analis data kualitatif yang digunakan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan melalui pemberian tindakan berupa kegiatan melipat, menggunting dan menempel pada anak usia 5-6 tahun. Analisis data kualitatif dilakukan secara tertulis mengikuti perkembangan yang terjadi pada anak setiap pertemuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini merupakan dari siklus-siklus yang dilakukan dalam pembelajaran dengan menggunakan media permainan yang kooperatif. Dalam penelitian ini, peneliti langsung menjadi guru dan berkerjasama dengan guru kelas dalam melakukan penelitian terhadap pembelajaran yang berlangsung. Sebelum peneliti melakukan peneltian di siklus 1 peneliti akan memaparkan kondisi awal anak sebelum dilakukan tindakan. Pengamatan awal . ra siklu. dilakukan pada hari Senin tanggal 6-11 Mei 2024. Hasil pengamatan dapat dilihat pada table dan grafik berikut ini: Nama Rata-rata Tabel 1. Kemampuan Motorik Halus Anak Pra Siklus Skor Perolehan Skor Ideal Persentase 26 | Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol. No. Ket Grafik 1. Kemampuan Motorik Halus Anak Pra Siklus Keterangan: Garis Horizontal (A-L) = anak-anak yang diteliti Garis Vertikal . = persentase pencapaian kemampuan motorik halus anak pra siklus. Pada tabel dan grafik diatas dapat dianalisis bahwa kemampuan motorik halus anak sangat rendah pada kondisi awal. Pencapaian kemampuan motorik halus anak pada kondisi awal ini 26%. Dari hasil hasil pengamatan tersebut dilakukan analisis, kemudian berdasarkan analisis tersebut dilakukan tindakan pada siklus pertama. Dalam penelitian ini, pembelajaran dilakukan dalam dua siklus sebagai berikut: Siklus Pertama Siklus 1 dilakukan dalam tiga kali pertemuan yaitu pada tanggal 29, 30 dan 31 Mei 2024. Pada awal penelitian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran menggunakan kertas KOKORU dan menjelaskan langkah-langkah yang akan ditempuh anak selama proses kegiatan. Selama pembelajaran berlangsung peneliti mengamati aktifitas yang dilakukan anak, bagaimana kemampuan motorik halus anak saat melihat guru menjelaskan dan memperkenalkan media KOKORU kepada anak. Semua pengamatan tersebut dicatat dalam buku evaluasi yang diisi oleh peneliti dan lembar observasi diisi oleh observasi. Pada siklus pertama ini peneliti merencanakan tiga kali pertemuan yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi sebagai berikut: Siklus I Pertemuan pertama Mardiwi: Penggunaan Media Kokoru Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang | 27 Gambar 1. Media Kokoru Binatang Darat Ayam . Perencanaan . Melaksanakan telaah kurikulum untuk menentukan indikator yaitu: Menggambar sesuai gagasannya . Meniru bentuk . Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan . Menempel gambar dengan tepat . Melipat dengan menggunakan pola . Menggunting sesuai dengan pola menempel gambar dengan tepat . Mempersiapkan materi yang akan diajarkan . Menyusun rencana kegiatan harin (RKH) / RPPH . Menyiapkan media belajar . Menyiapkan format observasi pembelajaran . Pelaksanaan Pertemuan pertana pada siklus 1 dilakukan pada hari Rabu tanggal 29 Mei 2024. Peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan RPPH yang telah disusun. pada kegiatan awal, peneliti melakukan diskusi dengan anak tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Pada pertemuan kedua ini peneliti mengadakan apresiasi pada pertemya yang lalu setelah itu dilanjutkan kegiatan yang telah dirancang. Observasi Tabel 2. Kemampuan Motorik Anak Melalui Media KOKORUAuKokoru Bentuk KelinciAy pada Siklus I Pertemuan Kedua Nama Skor Perolehan Skor Ideal Persentase Ket 28 | Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol. No. Rata-rata Grafik 2. Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Media Kokoru AuKokoru Bentuk KelinciAy Pada Siklus I Pertemuan Kedua . Refleksi Berdasarkan hasil observasi pada siklus I pertemuan pertama, kemampuan motorik halus anak mulai meningkat 28% dari kondisi awal sebelum melakukan tindakan. Siklus kedua Proses pembelajaran melalui media Kokoru pada siklus I belum memenuh indikator keberhasilannya 75%, masih ada anak yang kurang memuaskan dalam peningkatan motorik Untuk mengatasi kekurangan pada siklus I, maka peneliti merencanakan tindakan pada siklus II. Siklus II ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, yaitu: pertemuan pertama hari senin tanggal 3 Juni 2024, pertemuan kedua hari selasa tanggal 4 Juni 2024, dan pertemuan ketiga pada hari kamis tanggal 6 Juni 2024 Siklus II pertemuan pertama Gambar 2: Kokoru bentuk ikan paus . inatang ai. pada siklus II Pertemuan pertama . Perencanaan Mardiwi: Penggunaan Media Kokoru Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang | 29 a. Melakukan telaah kurikulum untuk menentukan indikator, yaitu . Menggambar sesuai gagasannya . Meniru bentuk . Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan . Menempel gambar dengan tepat . Melipat dengan menggunakan pola . Menggunting sesuai dengan pola menempel gambar dengan tepat . Pelaksanaan Pelaksaan pertama siklus II dilaksanakan pada hari senin tanggal 3 juni 2024. Peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan RPPH yang telah disusun. Pada kegiatan awal, peneliti melakukan diskusi dengan anak tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Observasi Hasil observasi Hasil observasi kemampuan motorik halus anak dengan menggunakan media kokoru Aumembuat lumba-lumbaAy pada siklus II pertemuan pertama ini dilihat sebagai Tabel 3. Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Media Kokoru AuKokoru bentuk lumba-lumbaAy pada siklus II pertemua pertama Nama Anak Skor Perolehan Skor Ideal Persentase Ket Rata-rata Grafik 3. Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Media Kokoru AuKokoru bentuk lumba lumbaAy pada siklus II pertemua pertama . Refleksi 30 | Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol. No. Pelaksanaan kegitan melaui media kokoru Aukokoru bentuk lumba-lumbaAy pada siklus II pertemuan pertama, berdasarkan hasil observasi peningkatan dari pertemuan pertama, berdasarkan hasil observasi peningkatan motorik halus anak mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya. Yaitu, pada pertemuan sebelumnya 48% menjadi 58% di siklus II pertemuan pertama, hasil pencapaian mulai baik dikarenakan anak sudah mulai terbiasa berkerja dan mulai fokus ketika dalam berkegitan yang dilakukan. KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan berikut: Peningkatan motorik halus anak dalam melakukan kegiatan pembelajaran melalui media kokoru di kelompok B Melati RA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang telah meningkat dengan baik. Langakah pertama yang dilakukan adalah anak membuat ayam dari kertas kokoru. Pada tahap ini guru mengenalkan, mencontohkan, dan menentukan cara Langkah selanjutnya guru menyediakan kegiatan dengan menggunaka media kokoru yang berbeda disetiap pertemuan, seperti, membuat binatang dara, binatang air, dan binatang udara. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media kokoru di kelompok B melati RA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang sudah baik. Hal ini ditunjukkan dengan persentase keberhasilan anak persiklus yang mana hasil perolehan pada kondisi awal sebelum melakukan tindakan 26%. Kemudian siklus I pertemuan pertama, kedua, dan pertemuan ketiga mengalami perubahan 48%, pada siklus II pertemuan pertama peningkatan motorik halus anak mulai meninkat yaitu 58%, pada siklus II pertemuan kedua motorik halus anak meningkat lagi menjadi 72%. Keberhasilan pada siklus II pertemuan kedua ini belum mencapai target yang Untuk itu guru terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan melakukan kegiatan pembelajaran melalui media kokoru, di siklus II pertemuan ketiga meningkat baik menjadi 87%. Pada siklus II ini sudah mendapat hasil yang memuaskan Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil dan pembahasan, mengacu pada tujuan penelitian. Berdasarkan kedua hal tersebut dikembangkan pokok-pokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan penelitian. DAFTAR PUSTAKA