Nurbaity. Dona Tri PENERAPAN SENAM BAYI UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI 3-12 BULAN DI PMB VITRI SUZANTI Nurbaity1. Dona Tri Sundari2 Program Studi Sarjana Kebidanan STIKES Mitra Adiguna Palembang. Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : nurbaity260576@gmail. com 1, dtrisundari@gmail. ABSTRAK Senam bayi merupakan salah satu stimulasi yang efektif untuk mendukung perkembangan motorik bayi pada masa pertumbuhan. Aktivitas ini melibatkan gerakan-gerakan sederhana yang dirancang khusus untuk merangsang otot, koordinasi, dan keterampilan motorik bayi, baik motorik kasar maupun halus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas senam bayi dalam meningkatkan perkembangan motorik pada bayi usia 3-12 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Senam Bayi dengan Perkembangan motorik bayi di PMB tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 16 orang. Hasil Penelitian diketahui bahwa bayi yang melakukan senam bayi terdapat 54,5 % yang mengalami perkembangan motorik yang baik, dan bayi yang tidak melakukan senam bayi terdapat 45,5% tidak mengalami perkembangan motorik bayi. Hasil yang diperoleh dari analisis bivariat uji statistik chisquare menunjukkan bahwa nilai p =0,588> a 0,05. Kesimpulan tidak ada hubungan senam bayi dengan perkembangan motorik bayi di PMB Vitri Suzanti Palembang Tahun 2024. Saran diharapkan bagi mahasiwa kebidanan dan petugas kesehatan dapat memberikan KIE melalui penyuluhan atau konseling tentang manfaat senam bayi untuk meningkatkan perkembangan motorik bayi bagi masyarakat serta di harapkan bagi yang mengikuti senam bayi untuk dapat selalu melakukan konsultasi kepada petugas Kesehatan mengenai perubahan -perubahan yang terjadi setelah melakukan senam bayi sehingga apabila ada kelainan dapat segera di atasi. Kata kunci : Senam Bayi. Perkembangan Motorik Bayi. Stimulasi Bayi. Tumbuh Kembang ABSTRACT Baby gymnastics is one of the effective stimulations to support the motor development of infants during This activity involves simple movements that are specifically designed to stimulate the muscles, coordination, and motor skills of infants, both gross and fine motor skills. This study aims to analyze the effectiveness of baby gymnastics in improving motor development in infants aged 3-12 months. The purpose of this study was to determine the relationship between Baby Gymnastics and Infant Motor Development in PMB 2024. This study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach with a sample size of 16 people. The results of the study showed that 54. 5% of infants who did baby gymnastics experienced good motor development, and 45. 5% of infants who did not do baby gymnastics did not experience infant motor development. The results obtained from the bivariate analysis of the chi-square statistical test showed that the p value = 0. 588> a 0. The conclusion is that there is no relationship between infant gymnastics and infant motor development at PMB Vitri Suzanti Palembang in 2024. Suggestions are expected for midwifery students and health workers to provide IEC through counseling or education about the benefits of infant gymnastics to improve infant motor development for the community and it is expected for those who participate in infant gymnastics to always consult with health workers regarding changes that occur after doing infant gymnastics so that if there are abnormalities, they can be addressed immediately. Keywords: Baby Gymnastics. Baby Motor Development. Baby Stimulation. Growth and Development Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Nurbaity. Dona Tri PENDAHULUAN Secara pertumbuhan dan perkembangan paling rawan terjadi pada kelompok bayi umur 012 bulan. Gangguan perkembangan atau gangguan perilaku pada anak di Amerika Serikat terjadi sebanyak 5-18%. Berapa tahun terakhir ini, terjadi berbagai masalah perkembangan anak seperti keterlambatan motorik, berbahasa, perilaku, autisme, dan hiperaktif yang semakin meningkat. Angka kejadian keterlambatan perkembangan di Amerika Serikat berkisar 12% -16%. Thailand 24%, dan Argentina 22%, sedangkan di Indonesia antara 13%-18% (Nurhayati et al. , 2. Perkembangan merupakan bertambah sempurnya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan dan (Nurbaity & Sundari, 2. Senam bayi adalah suatu permainan gerak pada bayi, untuk merangsang perkembangan dan pertumbuhan serta kemampuan pergerakan bayi secara Menurut Probosuseno senam bayi adalah latihan fisik yang memiliki ciri dan kaidah khusus yakni gerakan selalu dibuat untuk mencapai tujuan tertentu, gerakannya selalu tersusun dan sistematik (Zaidah, 2. Perkembangan motorik bayi di beberapa negara juga cukup signifikan. Thailand mencapai 24%. Argentina 22%. Amerika Serikat sekitar 12-16%, dan Indonesia mencapai 13-18%. Dampak pertumbuhan ini sangat serius, bahkan dapat mempersingkat usia hidup anak. Sehingga, sangat berarti untuk semua mendapat perhatian dan dukungan yang tepat kepada anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan (Silaban et , 2. Menurut Word Organization Health (WHO), diperkirakan sekitar 10-15% bayi mengalami mengalami keterlambatan di seluruh dunia. Keterlambatan ini dapat meliputi perkembangan fisik, kognitif, atau bahasa. di mana keterlambatan ini berhubungan dengan perkembangan otak bayi seperti faktor gen, status kesehatan dan gizi, kualitas interaksi ibu dan anak serta kondisi lingkungan. Perkembangan motorik bayi menjadi fase perkembangan bayi sesuai umurnya. Dan untuk mencegah keterlambatan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan tummy time secara berkala dengan pengawasan Perkembangan motorik bayi menurut umur Jika bayi belum melewati tahap motorik dasar, ia tidak akan memiliki konsep motorik dasar dan akibatnya tidak dapat merasakan gerakan Hal tersebut disebabkan karena kurang waktu yang dimiliki oleh anak untuk mempelajari keterampilan motorik tersebut, kurangnya motivasi serta rangsangan pada anak dari orang tua(Hidayah et al. , 2. Mengacu pada periode kritis dalam mengembangkan potensi anak di masa Dalam periode perkembangan batita, pertumbuhan sel otak berlangsung Hipodengan cepat dan merupakan yang tercepat dibandingkan dengan periode Sel-sel otak pada saat ini sangat peka terhadap rangsangan dan memiliki fleksibilitas tinggi. Sel-sel ini juga dapat mengambil alih fungsi sel-sel di sekitarnya melalui pembentukan sinapsis, yang pada akhirnya akan mempengaruhi perkembangan otak dan kemampuan anak di masa mendatang. Periode ini dianggap sangat penting dalam membentuk dasar kemampuan dan potensi anak di masa stimulasi yang tepat dan mendukung Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Nurbaity. Dona Tri selama periode ini sangat lah krusial (Silaban et al. , 2. menimbulkan perasaan aman (Rosdiana. Proses peningkatan dan pertumbuhan merupakan suatu proses yang terjadi secara konsisten atau berkelanjutan sejak masa dalam kandungan dan terus berjalan hingga menjadi dewasa. Demi tercapainya tumbuh kembang secara optimal pada bayi maka dibutuhkan tiga hal yaitu, asah, asih, asuh yang tepat (Hidayah et al. , 2. Bayi usia 3-12 bulan merupakan usia dalam lingkup golden age bahwa masa tumbuh kembang bayi merupakan masa perkembangan seseorang pada usia 0-12 Usia 4 bulan adalah usia yang tepat untuk melakukan senam bayi di mana dari hasil penelitian sebesar 71,4% bayi usia 4 perkembangan motorik setelah dilakukan senam bayi (Anggraini & Fatrin, 2. Perkembangan motorik merupakan berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot. Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi untuk menciptakan gerakan yang melibatkan otot-otot besar dan membentuk sikap tubuh. Gerakan motorik kasar melibatkan aktivitas otot-otot besar seperti otot tangan, otot kaki, dan seluruh tubuh anak, kemampuan motorik anak yang dapat diamati adalah tengkurap, duduk, merangkak, berjalan dan lain sebagainya. Dan Perkembangan bayi bisa dipantau lebih dini melalui baby gym dan juga dapat melakukan tindakan antisipasi yang tepat agar bayi tumbuh normal. Cara mempertahankan kebugaran birsa dengan Senam bayi sangat penting, karena dapat membuat bayi merasa segar (Anggraini & Fatrin, 2. Stimulasi sangat membantu dalam menstimulasi otak untuk menghasilkan hormon-hormon yang diperlukan dalam Stimulasi diberikan dalam berbagai bentuk yang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Stimulasi lebih baik jika diberikan oleh orang tua, stimulasi di rumah pada bayi menujukan hasil dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sentuhan dan pijat bayi dapat menjamin adanya bounding bayi dengan ibu nya dan Senam bayi sangat penting dilakukan untuk menguatkan otot - otot dan juga sendi-sendi pada bayi serta memberi kesempatan kepada bayi untuk mengenali dirinya sendiri dalam perkembangan yang normal sesuai dengan usianya (Tarigan et al, 2. Masa bayi adalah masa, keemasan serta masa kritis perkembangan. Dikatakan masa kritis karena pada masa ini bayi sangat peka terhadapt lingkungan dan dikatakan masa keemasan karena masa bayi berlangsung singkat dan tidak dapat diulang kembali (Karya & Semarang, 2. Berdasarkan data pelayanan tumbuh kembang anak di Indonesia menunjukkan sebanyak 66% terpantau pertumbuhan dan perkembangannya, 42% anak menerima layanan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) dan 7,5% Jumlah bayi di Indonesia adalah 5 persen dari total penduduk, dimana persentasi bayi dengan keterlambatan perkembangan . ata - rat. antara 5,3% 7,5%. Studi perkembangan bayi terjadi di desa dan di kota (Susmita et al. , 2. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang penerapan senam bayi untuk meningkatkan Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Nurbaity. Dona Tri perkembangan motorik bayi 3-12 bulan di PMB Vitri Suzanti 2024. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode analisik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 oktober Ae 16 November di PMB Vitri Suzanti Tahun 2024 Target/Subjek Penelitian Sempel penelitian ini adalah sebagian bayi umur 3-12 bulan yang berkunjung ke PMB pada saat penelitian berlangsung Sempel penelitian ini adalah sebagian bayi umur 3-12 bulan yang berkunjung ke PMB pada saat penelitian berlangsung berjumlah 16. Jumlah sampel penelitian diambil menggunakan rumus proporsi Teknik Analisis Data Analisis Univariat Variabel independen . enam bay. dan variabel dependen (Perkembangan Motorik Bay. Analisis juga dilakukan pada karakteristik variabel penelitian yaitu terdiri dari karakteristik responden . mur, menggunakan tabel 7 distribusi frekuensi Karakteristik Responden Prosedur Jumlah sampel penelitian diambil menggunakan rumus proporsi yaitu rumus sampel untuk populasi yang tidak diketahui Besar proporsi yang digunakan adalah 0,5. Data dikumpulkan menggunakan data primer yaitu data penerapan senam bayi dan data sekunder yaitu perkembangan motorik bayi 3-12 bulan , pengumpulan data dengan menggunakan lembar evaluasi pre dan posttest setelah itu peneliti mengisi lembar evaluasi. Data. Intrumen. Pengumpulan Data Teknik Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini masuk dalam ruang lingkup senam bayi dan perkembangan motorik Penelitian ini akan dilakukan pada semua Bayi usia 3-12 bulan yang berkunjung ke PMB Vitri Suzanti Palembang Perkembangan dan pertumbuhan pada bayi di PMB Vitri Suzanti Tahun 2024. Di ketahui bahwa sebagian besar responden umur pada kategori 3 bulan mempunyai 12,5%, 6 bulan sebanyak 37,5%, 8 bulan sebanyak 25,0%, dan 9 bulan mempunyai banyak 25,0%. Di ketahui bahwa sebagian besar responden responden yang multipara Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Nurbaity. Dona Tri sebanyak 43,8% dan hanya responden yang primipara. 56,3% kategori 3 yaitu: sesuai, meragukan dan Hubungan senam bayi dengan perkembangan motorik pada bayi 312 bulan di rangkum pada tabel silang 4. Di ketahui bahwa sebagian besar responden senam bayi ya mengikuti 68,7% dan tidak mengikuti 31,3%. Di ketahui bahwa sebagian besar responden Lama mengikuti senam bayi > 4 kali 62,5% dan O 2 kali 37,5% Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 14 responden dengan senam bayi ya terdapat 54,5 % yang tidak mengalami perkembangan motorik bayi, dan dari 5 orang responden yang senam bayi tidak, terdapat 100% yang tidak mengalami perkembangan motorik bayi, latihan senam untuk bayi tidak hanya dapat meningkatkan perkembangan kualitas fisik bayi, tetapi juga bermanfaat untuk memperkuat bayi,kualitas psikologis dan membentuk kepribadian yang baik. Hasil statistik chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0,588 (> 0,. ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara senam bayi terhadap perkembangan motorik di PMB Vitri Suzanti Palembang Tahun 2024. Di ketahui bahwa sebagian besar responden perkembangan motorik bayi pada kategori baik sebanyak 62,5% , dan kurang 37,5%. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara senam bayi dengan perkembangan motorik bayi yang di analisis dengan uji chi- square . Penelitian ini dilakukan pada 16 responden, variabel senam bayi dibagi menjadi kategori 2 yaitu: ya dan tidak, variabel Perkembangan motorik bayi dibagi menjadi HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Hasil penelitian menunjukkan 81,3% yg mengalami perkembangan motorik yang sesuai, sedangkan meragukan 12,5% dan penyimpangan 6,3%. Berdasarkan menunjukkan bahwa adanya pengaruh perkembangan motorik responden terhadap senam bayi. Hasil penelitian ini di dukung juga oleh hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Zaidah . dengan judul Pengaruh bbygym terhadap perkembangan Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Nurbaity. Dona Tri motorik Posyandu Melati Purbayan Kotagede Yogyakarta Tahun 2020. Menurut penelitian Khoir . , dengan judul Pengaruh Baby Gym Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 3-12 Bulan Di Motorik Kasar Anak Usia 3-12 Bulan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, ada pengaruh baby gym terhadap perkembangan motorik kasar pada penerapan senam bayi untuk meningkatkan perkembangan motorik bayi usia 3-12 bulan yang dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali dalam seminggu dengan durasi 15menit dengan setiap gerakan dilakukan pengulangan 4 kali gerakan dapat disimpulkan ada perkembangan motorik kasar usia 3-12 bulan setelah dilakukan intervensi. Hal ini didapatkan hasil p = 0,01. <0,05 (Anggraini & Fatrin, 2. Menurut penelitian Zaidah . , dengan judul Pengaruh baby gym terhadap motorik kasar pada anak delayed development usia 3-12 bulan di Posyandu Melati Purbayan Kotagede Yogyakarta, durasi pemberian perlakuan yaitu senam bayi terhadap 7 responden penelitian adalah selama 15 menit setiap dilakukan penelitian di mana dari hasil penelitian ditemukan pengaruh pemberian senam bayi terhadap perkembangan motoric kasar anak (P value = 0,. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di review, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa lama dilakukan senam bayi yang dapat mempengaruhi motorik bayi adalah 10-15 menit. KESIMPULAN Hasil Penelitian diketahui bahwa bayi yang melakukan senam bayi terdapat 54,5 % yang mengalami perkembangan motorik yang baik, dan bayi yang tidak melakukan senam bayi terdapat 45,5% tidak mengalami perkembangan motorik bayi. Hasil yang diperoleh dari analisis bivariat uji statistik chisquare menunjukkan bahwa nilai p =0,588> a 0,05. Kesimpulan tidak ada hubungan senam bayi dengan perkembangan motorik bayi di PMB Vitri Suzanti Palembang Tahun 2024 SARAN