Jurnal CyberTech Vol. No. Januaril 2021. P-ISSN: 9800-3456 E-ISSN:2675-9802 A 1 Decision Support System untuk Menentukan Lokasi Pembangunan Daerah Irigasi Menggunakan Weight Aggregated Sum Product Assesment(WASPAS) pada Balai Wilayah Sungai Sumatera II Sella Wahyuningsih*. Ardianto Pranata**. Elfitriani** Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Keyword: WASPAS, Daerah Irigasi. Penenentuan lokasi ABSTRACT Dalam rangka peningkatan kinerja RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasiona. 2015-2019 diantaranya adalah mendukung program Nawacita Pemerintah dalam hal kedaulatan pangan melalui rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi serta operasi dan pemeliharaan. Prasarana jaringan irigasi yang baik mendukung penyediaan air irigasi agar pertumbuhan tanaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah irigasi yang menjadi prioritas pembangunan dengan menggunakan metode WASPAS. WASPAS merupakan metode yang mencari prioritas pilihan lokasi yang paling sesuai dengan menggunakan cara Empat kriteria digunakan dalam penelitian ini yaitu Luas kecamatan, ketinggian kecamatan dari atas permukaan laut, jumlah desa/kelurahan dan luas lahan sawah. Alternatif pilihan berjumlah 31 alternatif. Hasil peneltian dengan menggunakan metode WASPAS menunjukkan priotitas lokasi pembangunan daerah irigasi inilah nantinya yang akan dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi staff dalam meningkatkan kinerja penentuan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi. Copyright A 2020 STMIK Triguna Dharma All right reserverd First Author Nama : Sella Wahyuningsih Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email : sellawahyuningsih9@gmail. PENDAHULUAN Dalam rangka peningkatan kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 Ae 2019 diantaranya adalah dengan mendukung program nawacita pemerintah dalam hal kedaulatan pangan melalui rehabilitasi 1. 5 juta Ha jaringan irigasi dan pembangunan 1 juta Ha jaringan irigasi serta operasi dan Jaringan irigasi seluas 5 juta Ha sampai dengan 2019 meliputi jaringan irigasi permukaan, jaringan irigasi rawa dan jaringan irigasi air tanah. Prasarana jaringan irigasi yang baik mendukung penyediaan air irigasi untuk sawah, sehingga produksi tanaman akan optimal. Irigasi merupakan pengaliran air pada tanah untuk membantu pengaturan ketersediaan air dikarenakan curah hujan yang tidak cukup sehingga air bisa tersedia secara ideal bagi pertumbuhan tanaman . Untuk mewujudkan sasaran tentang penentuan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi disampaikan arah kebijakan pembangunan ketahanan air, diantaranya meingkatkan kapasitas kelembagaan, ketatalaksanaan dan Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 2 keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan termasuk dengan peningkatan ketersediaan air dan kemudahan akses data dan informasi. Dalam menentukan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi diperlukan sebuah metode yang mampu dan teruji dalam melakukan analisa untuk menghasilkan keputusan dengan menggunakan Sistem Pendukung Keputusan. Sistem Pendukung Keputusan telah banyak digunakan dalam melakukan analisa keputusan seperti tercantum pada jurnal yang digunakan untuk menentukan kenaikan gaji karyawan . Konsep Sistem Pendukung Keputusan yang nantinya akan digunakan menggunakan metode Weight Aggegated Sum Product (WASPAS). Metode Weight Aggregated Sum Product Assesment dapat diterapkan dalam beberapa persoalan pengambilan keputusan seperti yang dikemukakan dalam penelitian sebelumnya yaitu untuk memilih Calon Bintara Polri . Selain itu juga metode Weight Aggregated Sum Product Assesment terdapat dalam penelitian lain yang digunakan untuk Pengangkatan GuruTetap . Berdasarkan deskripsi masalah tersebut, maka diangkatlah sebuah penelitian yang berjudul AuDecision Support System untuk Menentukan Lokasi Wilayah Pembangunan Daerah Irigasi Menggunakan Weight Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) pada Balai Wilayah Sungai Sumatera IIAy yang diharapkan dapat menghasilkan lokasi pembangunan daerah irigasi yang sesuai dengan kriteria. KAJIAN PUSTAKA Didalam melakukan penelitian terdapat beberapa cara yaitu sebagai berikut: Pengumpulan Data (Data Collectin. Ada beberapa terknik yang dilakukan dalam proses pengumpulan data yaitu: Observasi Kegiatan observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan tinjauan langsung ke Balai Wilayah Sungai Sumatera II. Di perusahaan tersebut dilakukan analisis masalah yang dihadapi dengan cara mengamati langsung proses menentukan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi. Selain itu juga dilakukan sebuah analisis kebutuhan dari permasalahan yang bertujuan untuk memudahkan dalam menentukan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi pada Balai Wilayah Sungai Sumatera II. Wawancara Setelah itu dilakukan wawancara kepada staff Perencanaan dan Program yang terlibat dalam proses penentukan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi dan menanyakan apa yang menjadi masalah selama proses penentuan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi. Studi Literatur Di dalam studi literatur, penelitian ini banyak menggunakan jurnal-jurnal baik jurnal nasional, jurnal lokal maupun buku sebagai sumber referensi. Dari komposisi yang ada jumlah literatur yang digunakan sebanyak 24 dengan rincian: 23 jurnal nasional, dan 1 buku nasional. Diharapkan dengan literatur tersebut dapat membantu peneliti di dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada Balai Wilayah Sungai Sumatera II dalam menentukan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi. Irigasi Menurut PP No. 20 Tahun 2006 tentang irigasi, irigasi adalah upaya penyediaan, mengatur, dan membuang air irigasi untuk keperluan pertanian seperti irigasi permukaan, irigasi rawa, irgasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak . Pengelolaan air irigasi terdiri dari tiga kegiatan yaitu pembagian, pemberian, dan penggunaan air irigasi. Sistem Pendukung Keputusan Pada awal 1970 konsep-konsep mengenai Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support System pertama kali diperkenalkan oleh Scott Morton dengan istilah AuManagement Decision SystemAy. Management Decision System merupakan suatu sistem berbasis komputer untuk menyelesaikan masalah yang tidak terstrukur dalam membantu mengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan Metode WASPAS Metode WASPAS (Weight Aggregated Sum Product Assesmen. merupakan metode yang mencari prioritas pilihan lokasi yang paling tepat dengan menggunakan cara pembobotan. Penggunaan metode ini adalah kombinasi dari dua sumber yang dikenal dengan WMM. MCDM approaches dan model produk berat Journal homepage: https://ojs. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 3 (WPM) awalnya memerlukan normalisasi linier dari elemen hasil. Menggunakan metode WASPAS, kombinasi kriteria tertinggi dicari berdasarkan dua kriteria tertinggi. Kriteria pertama yang optimal, kriteria rata-rata keberhasilan sama dengan metode WSM. Pendekatan ini merupakan yang populer dan digunakan MCDM untuk pengambilan keputusan . ANALISA DAN HASIL ANALISA Algoritma sistem merupakan penjelasan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam perancangan sistem pendukung keputusan dalam menentukan Lokasi Wilayah Pembangunan Derah Irigasi dengan menggunakan metode WASPAS. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktifitas kerja serta keberhasilan perusahaan dalam menghadapi dunia teknologi. 1 Penyelesaian Masalah Menggunakan Metode WASPAS Pengambilan keputusan ini berdasarkan pada kriteria yang sudah menjadi penentu dalam melakukan penentuan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi, berikut ini adalah kriteria yang ditentukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II yaitu sebagai berikut : Tabel 1 Keterangan Kriteria Kode Kriteria Kriteria Bobot Luas Kecamatan di Kab. Simalungun Menurut Penyebaran Lereng Ketinggian Lokasi Kecamatan di Kab. Simalungun dari Atas Permukaan Laut Jumlah Desa/Kelurahan di Kab. Simalungun Luas Lahan Sawah menurut Jenis Pengairan di Kab. Simalungun Berdasarkan data yang didapat tersebut perlu dilakukan konversi setiap kriteria untuk dapat dilakukan pengolahan kedalam metode VIKOR. Berikut ini adalah tabel konversi dari kriteria yang digunakan : Tabel 2 Konversi Kriteria Luas Kecamatan di Kab. Simalungun Menurut Penyebarang Lereng Range Bobot Alternatif 0 Ae 5000 5001 Ae 14000 14001 Ae 21000 21001 Ae 28000 28001 Ae 33000 Tabel 3 Konversi Kriteria Ketinggian Lokasi Kecamatan di Kab. Simalungun dari Atas Permukaan Laut Range Bobot Alternatif 0 Ae 5000 5001 Ae 14000 14001 Ae 21000 21001 Ae 28000 28001 Ae 33000 Journal homepage: https://ojs. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 4 Tabel 4 Konversi Kriteria Konversi Kriteria Jumlah Desa/Kelurahan di Kab. Simalungun Range Bobot Alternatif 0Ae5 6 Ae 10 11 Ae 15 16 Ae 20 21 Ae 22 Tabel 5 Konversi Kriteria Luas Lahan Sawah menurut Jenis Pengairan di Kab. Simalungun Range Bobot Alternatif 0 Ae 600 601 Ae 1200 1201 Ae 1800 1801 Ae 2400 2401 Ae 3900 Kode Alternatif A01 Tabel. 6 Hasil Konversi Data Alternatif Kecamatan Silimakuta A02 Pamatang Silimahuta A03 Purba A04 Haranggaol Horison A05 Dolok Pardamean A06 Sidamanik A07 Pamatang Sidamanik A08 Girsang Sipangan Bolon A09 Tanah Jawa A10 Hatonduhan A11 Dolok Panribuan A12 Jorlang Hataran A13 Panei A14 Panombeian Panei A15 Raya A16 Dolok Silou A17 Silou Kahean A18 Raya Kahean A19 Tapian Dolok A20 Dolok Batu Nanggar A21 Siantar Journal homepage: https://ojs. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 5 Tabel. 6 Hasil Konversi Data Alternatif(Lanjuta. Kode Kecamatan Alternatif A22 Gunung Malela A23 Gunung Maligas A24 Hutabayu Raja A25 Jawa Maraja Bah Jambi A26 Pamatang Bandar A27 Bandar Huluan A28 Bandar A29 Bandar Masilam A30 Bosar Maligas A31 Ujung Padang Dari referensi metode WASPAS yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, berikut ini adalah langkah-langkah penyelesaiannya yaitu : Membuat Matriks Keputusan Menghitung Matriks Ternormalisasi Normalisasi untuk Kriteria I (C. Journal homepage: https://ojs. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 6 ACACA = = 0,4 ACECA = = 0,6 AcA = = 0,4 ACECA = = 0,2 ACICA = = 0,4 ACICA = = 0,4 ACNCA = = 1 ACOCA = = 0,4 ACOCA = ACsCACA,CACa = = 0,8 = 0,8 Lakukan hal yang sama untuk ACACA. CA sampai dengan ACECA. CA menggunakan persamaan yang sama. Normalisasi untuk Kriteria II (C. ACACC = ACICC = Ac = ACNCC = ACECC = ACOCC = ACECC = ACOCC = ACICC = ACsCACA,ca = = 4 Lakukan hal yang sama untuk ACACA. CC sampai dengan ACECA. CC menggunakan persamaan yang sama. Normalisasi untuk Kriteria i (C. ACACE = = 0,4 ACICE = = 0,6 AcE = = 0,4 ACNCE = = 0,4 ACECE = = 0,6 ACOCE = = 0,4 ACECE = = 0,2 ACOCE = = 0,8 ACICE = = 0,6 ACsCACA,CECa = = 0,4 Lakukan hal yang sama untuk ACACA. CE sampai dengan ACECA. CE menggunakan persamaan yang sama. Normalisasi untuk Kriteria IV (C. ACACE = = 0,2 ACICE = = 0,6 AcE = = 0,2 ACNCE = = 0,2 ACECE = = 0,2 ACOCE = = 0,2 ACECE = = 0,2 ACOCE = ACICE = = 0,2 ACsCACA,CECa = Journal homepage: https://ojs. = 0,6 Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 7 Lakukan hal yang sama untuk ACACA. CE sampai dengan ACECA. CE menggunakan persamaan yang sama. Hasil yang didapat dari perhitungan diatas adalah dapat dilihat pada matriks berikut ini Dari nilai persamaan, maka dicari nilai Qi = 0,205 1,577 = 1,782 = 0,205 1,577 = 1,782 = 0,250 1,654 = 1,904 Journal homepage: https://ojs. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 8 = 0,160 1,459 = 1,619 = 0,230 1,619 = 1,849 = 0,385 1,819 = 2,204 = 0,265 1,660 = 1,925 = 0,205 1,577 = 1,782 = 0,680 2,067 = 2,747 = 0,550 1,899 = 2,449 Lakukan hal yang sama untuk mendapatkan nilai QCACA sampai dengan QCECA Membuat perangkingan terhadap nilai Qi maka mendapat hasil seperti tabel dibawah ini Tabel 7 Hasil Keputusan Metode WASPAS Kode Alternatif Nilai Qi Keputusan Kecamatan A09 Tanah Jawa 2,747 Priotitas 1 A24 Hutabayu Raja 2,741 Prioritas 2 Journal homepage: https://ojs. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 9 Tabel 7 Hasil Keputusan Metode WASPAS (Lanjuta. Nilai Qi Keputusan Kecamatan Kode Alternatif A26 Pamatang Bandar 2,683 Proritas 3 A31 Ujung Padang 2,569 Prioritas 4 A22 Gunung Malela 2,527 Prioritas 5 A30 Bosar Maligas 2,487 Prioritas 6 A21 Siantar 2,472 Prioritas 7 A28 Bandar 2,467 Prioritas 8 A10 Hotanduhan 2,449 Prioritas 9 A11 Dolok Panribuan 2,431 Prioritas 10 A15 Raya 2,424 Prioritas 11 A13 Panei 2,406 Prioritas 12 A12 Jorlang Hataran 2,403 Prioritas 13 A17 Silou Kahean 2,398 Prioritas 14 A25 Jawa Maraja Bah Jambi 2,347 Prioritas 15 A27 Bandar Huluan 2,342 Prioritas 16 A14 Panombeian Panei 2,349 Prioritas 17 A20 Dolok Batu Nanggar 2,343 Prioritas 18 A16 Dolok Silou 2,333 Prioritas 19 A29 Bandar Masilam 2,218 Prioritas 20 A06 Sidamanik 2,204 Prioritas 21 A18 Raya Kahean 2,190 Prioritas 22 A19 Tapian Dolok 2,190 Prioritas 22 A23 Gunung Maligas 2,048 Prioritas 23 A07 Pamatang Sidamanik 1,925 Prioritas 24 A03 Purba 1,904 Prioritas 25 A05 Dolok Pardamean 1,849 Prioritas 26 A01 Silimakuta 1,782 Prioritas 27 A02 Pamatang Silimahuta 1,782 Prioritas 27 A08 Girsang Sipangan Bolon 1,782 Prioritas 27 A04 Haranggaol Horison 1,619 Prioritas 28 HASIL Berdasarkan Tabel 7 hasil keputusan metode WASPAS untuk menentukan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi dapat disimpulkan bahwa kecamatan yang menjadi prioritas pertama pembangunan daerah irigasi adalah Tanah Jawa dengan nilai tertinggi 2,747 yang menjadi prioritas kedua adalah 2,741 terdapat di Kecamatan Hutabayu Raja. Berikut ini form data proses yaitu sebgaai berikut: Journal homepage: https://ojs. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 10 Gambar 1 Tampilan Form Proses WASPAS Berikut ini adalah tampilan form proses di atas yaitu sebagai berikut: Gambar 2 Tampilan Form Laporan Journal homepage: https://ojs. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN: E-ISSN A 11 KESIMPULAN Berdasarkan analisa pada permasalahan yang terjadi dalam kasus yang diangkat tentang Decision Supprt System untuk Menentukan Lokasi Wilayah Pembangunan Daerah Irigasi Menggunakan Weight Aggregated Sum Product Assesment pada Balaik Wilayah Sungai Sumatera II, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan pengujian dan implementasi pengaruh Sistem Pendukung Keputusan terhadap penyelesaian masalah menentukan lokasi wilayah pembangunan daerah irigasi sangat baik, hal itu ditandai dengan mudahnya proses dan hasil yang didapat dengan memanfaatkan sistem tersebut. Berdasarkan hasil analisa, metode WASPAS dapat diterapkan dalam pemecahan masalah pada Balai Wilayah Sungai Sumatera II dalam hal penentuan lokasi pembangunan daerah irigasi. Berdasarkan penelitian, dalam upaya memodelkan Sistem Pendukung Keputusan yang dirancang diawali dengan analisis masalah kebutuhan kemudian dilakukan pemodelan. Berdasarkan hasil penelitian, dalam merancang Sistem Pendukung Keputusan berbasis desktop yang mengadopsi metode WASPAS dapat digunakan dalam penyelesaian masalah Menentukan Lokasi Pembangunan Daerah Irigasi. Berdasarkan hasil pengujian, efektifitas dari Sistem Pendukung Keputusan yang dirancang terhadap masalah yang di bahas sangat baik sekali. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur kehadirat Allah SWT atas izin-Nya yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan jurnal ilmiah ini dengan baik. Ucapan terima kasih teristimewa ditujukan kepada kedua orang tua, yang telah mengasuh, membesarkan dan selalu memberikan doa, motivasi serta pengorbanan baik bersifat moril maupun materil yang tidak terhingga selama menjalani pendidikan. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga ditujukan terutama kepada Bapak Rudi Gunawan. SE. Si. , selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Bapak Dr. Zulfian Azmi. ST. Kom. , selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Marsono. Kom. Kom. , selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Ardianto Pranata,S. Kom. Kom, selaku Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam penyusunan Skripsi ini. Ibu Elfitriani. SP. Si, selaku Dosen Pembimbing II yang juga telah ikut meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam penyusunan Skripsi ini. Seluruh Dosen Pengajar dan Staff Pegawai STMIK Triguna Dharma Medan. Seluruh staff dan pegawai Balai Wilayah Sungai Sumatera II yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas kebaikan, bantuan dan keramahannya dalam memberikan informasi yang Kepada seluruh teman-teman seperjuangan di STMIK Triguna Dharma yang selalu memberikan dukungan serta motivasi. REFERENSI