FAKTOR Ae FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG NYERI PERSALINAN DI KLINIK PRATAMA KHADIJAH MEDAN Desi Handayani Lubis1,Laurena Ginting 2,Nurhaida Br Kaban3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora. Medan. Indonesia1,3 Universitas Negeri Medan2 E-mail: desihandayanilubis84@gmail. ABSTRAK Salah satu strategi yang diluncurkan oleh World Health Organization mengurangi kematian dan kesakitan ibu hamil dan bersalin serta bayinya adalah Making Pregnancy Safer (MPS) dengan adanya strategi ini diharapkan bahwa dalam setiap persalinan, akan terjadi persalinan yang berlangsung aman, bayi dilahirkan hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor Ae faktor yang memengaruhi persepsi ibu hamil tentang nyeri persalinan di Klinik Pratama Hadijah Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskkriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi 270 ibu hamil dengan sampel sebanyak 73 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji realibitas. Metode analisa data dengan menggunakan Chi square test dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan responden berada pada umur 31 - 35 tahun . ,3%), dan sebagian besar responden memiliki budaya / suku jawa yaitu 18 orang . ,7%). Paritas <2 sebanyak 41 orang . Emosi psikologis, mayoritas sedang sebanyak 36 orang . ,3%). Berdasarkan penelitian ada pengaruh paritas dan emosi psikologis dengan persepsi pasien di Klinik Pratama Hadijah Medan. Variabel umur dan budaya tidak berpengaruh terhadap persepsi pasien di Klinik Pratama Hadijah Medan. Kata Kunci : Umur. Budaya. Paritas. Psikologis. Persepsi. Nyeri PENDAHULUAN Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan keluarga menantikan selama 9 bulan. Ketika persalinan dimulai, peranan ibu adalah melahirkan bayi. Peran petugas kesehatan adalah memantau persalinan untuk mendeteksi dini adanya komplikasi, disamping itu bersama keluarga memberikan bantuan dan dukungan pada ibu bersalin (Rukiyah, 2. Persalinan atau melahirkan bayi merupakan suatu proses normal pada wanita usia subur. Persalinan merupakan peristiwa penting yang sangat ditunggu oleh setiap pasangan suami-istri (Maryunani, 2. Persalinan sebagai proses yang menakutkan dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Hal ini membuat ibu hamil merasakan kesakitan yang hebat menjelang kelahiran bayinya (Susanti, 2. Kematian dan kesakitan pada ibu hamil dan bersalin serta bayi baru lahir sejak lama telah menjadi masalah, khususnya di negara-negara berkembang. Sekitar 25P% kematian perempuan usia subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan menjadi penyebab utama mortalitas World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan di seluruh Dari jumlah ini, 20 juta perempuan mengalami kesakitan akibat kehamilan (Prawihardjo, 2. komplikasi puerperium . %), abortus . %), trauma obstetric . %), emboli obstetric . %), partus lama/macet . %) serta lainnya . %). Penyebab diperburuk oleh status kesehatan dan gizi ibu yang kurang baik, dan adanya faktor resiko kehamilan pada ibu (Sinaga, 2. Nyeri persalinan juga dapat menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat, tekanan darah dan kurangnya aliran darah ke plasenta sehingga dapat mengancam kehidupan ibu maupun janin. persalinan berdampak terhadap kesakitan luar biasa serta bisa menimbulkan ketakutan bahkan kematian baik ibu ataupun bayinya. Salah satu startegi yang diluncurkan oleh World Health Organization (WHO) untuk mengurangikematian dan kesakitan ibu hamil dan bersalin serta bayinya adalah Making Pregnancy Safer (MPS) dengan adanya strategi ini diharapkan bahwa dalam setiap persalinan, akan terjadi persalinan yang berlangsung aman, bayi dilahirkan hidup dan sehat (Maryunani, 2. Hal ini juga sesuai dengan tujuan MDGs ke-5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dengan target mengurangi sampai A resiko jumlah kematian ibu. Karena Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Secara Nasional menurut SDKI . AKI di Indonesia mencapai 359/100. kelahiran hidup, tingkat kematian ibu meningkat dibanding SDKI tahun 2007 yaitu 228/100. 000 kelahiran hidup dan angka tersebut merupakan angka tertinggi di Asia. Di Sumatera Utara, berdasarkan data per kabupaten / kota AKI tahun 2012 adalah 106/ 100. 000 kelahiran hidup, yang mana masih dibawah pencapaian target tahun Sementara target MDGs tahun 2015 adalah 102/100. 000 kelahiran hidup. Kelahiran hidup akan sulit di capai sehingga diperlukan kerja keras untuk mencapai target tersebut (Profil Sumut, 2. Nyeri merupakan bagian integral dari persalinan dan melahirkan. Rasa nyeri saat persalinan merupakan hal yang normal Pada kehamilan dan persalinan rasa nyeri diartikan sebagai suatu sinyal untuk memberitahukan kepada ibu bahwa dirinya telah memasuki tahapan proses persalinan (Judha. Sudarti dan Fauziah, 2. Namun nyeri sangat menggangu dan menyulitkan lebih banyak orang dibanding suatu penyakit manapun. Nyeri adalah alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan kesehatan (Brunner & Suddarth, 2. Nyeri pada persalinan kontraksi . otot rahim. Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar kearah paha. Kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim . sehingga terjadi persalinan (Bobak. Lowdermilk, & Jansen, 2. Nyeri juga menyebabkan aktifitas uterus yang tidak terkordinasi sehingga persalinan menjadi lebih lama yang akhirnya mengancam kehidupan ibu maupun janin. Penanganan dan pengawasan Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga ( SKRT) kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh perdarahan . %), eklamsia . %), infeksi . %), nyeri persalinan sangat penting, karena ini sebagai titik penentu apakah seorang ibu bersalin dapat menjalani persalinan normal atau diakhiri dengan suatu tindakan diakibatkan nyeri yang sangat hebat (Hermawati, 2. rasa nyeri menjadi bertambah buruk, dan dapat menciptakan rasa sakit yang sebenarnya hanya sedikit sekali terasa. Informasi, pengetahuan dan dukungan bisa mengusir kecemasan dan kekhawatiran, dan juga bisa membantu untuk menghilangkan rasa sakit (Stoppard, 2. Rasa nyeri itu sifatnya sangat individual, dimana rasa nyeri berbeda pada setiap ibu yang mengalami persalinan. Banyak faktor yang mempengaruhi rasa nyeri, mulai dari kondisi fisik, usia, hingga budaya ibu hamil yang bersangkutan, pengalaman hidup, psikologis, kepribadian, persiapan menghadapi persalinan, serta seberapa besar dukungan lingkungan Artinya, semakin sehat dan kuat fisik ibu, semakin singkat dan lancar proses persalinan yang terjadi serta semakin ringan rasa nyeri yang muncul selain itu ambang batas rangsang nyeri setiap orang berlainan dan subjektif sekali. Budaya dan mengembangkan mekanisme rasa nyeri yang dirasakan. Budaya dan etnik mempunyai pengaruh pada bagaimana seseorang berespon terhadap nyeri. (Bobak. Lowdermilk, & Jansen, 2. Persalinan kebanyakan wanita. Seorang ibu yang sedang menghadapi persalinan cenderung Namun ketika seorang ibu merasa takut maka secara otomatis otak mengatur dan mempersiapkan tubuh untuk merasa sakit, sehingga rasa sakit saat persalinan akan lebih terasa. Pada ibu primigravida rasa sakit berlangsung 12-24 Wall dan Malzack menyakini bahwa nyeri harus diringankan dengan efektif karena bila nyeri disertai reaksi stress memiliki efek berbahaya terhadap ibu dan kemungkinan juga pada janin (Danuatmaja. Beberapa ibu merasakan bahwa melahirkan merupakan pengalaman yang paling traumatik pada kehidupannya. Rasa takut, nyeri, kecemasan yang disebabkan lingkungan baru maupun menghadapi orang di sekitarnya yang pada umumnya baru catecholamine ( hormon stre. sehingga dapat mengganggu persalinan (Reeder. Martin dan Griffin. Psikologis ibu yaitu rasa cemas dan takut yang berlebihan dalam menghadapi Begitu juga semakin siap ibu menghadapi proses kelahiran bayinya secara mental, semakin sehat jiwanya, semakin besar rasa percaya diri serta keikhlasan ibu untuk menjalani proses persalinannya dapat meringankan segala rasa nyeri yang muncul (Bobak. Lowdermilk, & Jansen, 2. Berdasarkan data awal yang didapatkan peneliti dari Klinik Pratama Hadijah Medan, jumlah ibu hamil bulan Februari 2015 sebanyak 270 orang, yang memeriksakan kehamilannya di Rumah Sakit tersebut. Berdasarkan survey awal yang telah saya lakukan terhadap 10 orang ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Klinik Pratama Hadijah Selain ketidaktahuan menimbulkan ketegangan, stress dan kecemasaan yang menyebabkan Sampel Sampel terdiri dari atas bagian dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling. Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi yang dapat mewakili populasi yang ada (Nursalam. Dan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 73 orang. Medan, terdapat 6 orang ibu hamil yang mengatakan dirinya masih merasa cemas dan takut pada saat melahirkan meskipun ia sudah pernah mengalami proses persalinan. Kemudian didapatkan 4 orang ibu hamil menyatakan bahwa nyeri persalinan itu sebagai suatu hal yang wajar di alami oleh ibu hamil yang akan melahirkan. Hal ini dikarenakan, ibu hamil tersebut sudah pernah mengalami nyeri pada saat melahirkan pada kehamilan pada anak pertama dan kedua. Jadi jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 73 Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian yang berjudul AuFaktor-faktor yang Memengaruhi Persepsi Ibu Hamil tentang Nyeri Persalinan di Klinik Pratama Hadijah Medan ?Ay Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Klinik Pratama Hadijah Medan, lokasi penelitian ini dipilih karena pandangan masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit ini tinggi, khususnya bagi ibuibu hamil yang ingin melahirkan. Hal ini terlihat dari jumlah ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 270 orang pada bulan Februari Ae Juni 2023. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli METODE PENELITIAN Desain Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional dimana pengukuran atau pengamatan dilakukan pada saat bersamaan (Time Approac. (Hidayat,2. Dalam penelitian ini, melihat bagaimana faktorfaktor yang memengaruhi persepsi ibu hamil tentang nyeri persalinan di Klinik Pratama Hadijah Medan. HASIL PENELITIAN Analisa Univariat Dalam penelitian ini responden adalah pasien yang berkunjung di Klinik Pratama Hadijah Medan. Deskripsi karakteristik responden terdiri dari umur dan budaya/suku. Setelah data dikumpulkan kemudian di analisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, seperti di bawah ini : Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang akan diteliti (Nursalam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Klinik Pratama Khadijah sebanyak 270 orang bulan Februari Ae Juni 2023 . Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Umur. Budaya/Suku dan Paritas di Klinik Pratama Khadijah Distribusi Frekuensi Emosi Psikologis Cemas/ Takut di Klinik Pratama Hadijah Medan No. Karakteristik No. Variabel Umur 20-25 tahun 26-30 tahun 31-35 tahun Budaya/Suku Jawa Batak Melayu Aceh Minang Lain-lain (Tiongho. Paritas Ou2 Total Emosi Psikologis Ringan Sedang Berat Total Persentase Persentase Berdasarkan tabel diperoleh hasil penelitian bahwa emosi psikologis, sebagian besar sedang sebanyak 36 orang . ,3%), ringan sebanyak 30 orang . ,1%) dan berat sebanyak 7 orang . ,6%). Distribusi Frekuensi Persepsi di Klinik Pratama Hadijah Medan No. Variabel Persentase Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 73 responden yang diteliti berdasarkan umur sebagian besar pada umur rata-rata 31-35 tahun . ,3%), sebagian besar responden memiliki budaya/ suku Jawa yaitu 18 orang . ,7%). Dan sebagian besar responden memiliki paritas <2 sebanyak 41 orang . ,2%) dan paritas Ou2 sebanyak 32 orang . ,8%). Persepsi Baik Tidak baik Total Berdasarkan tabel diperoleh hasil penelitian bahwa persepsi ibu, sebagian besar baik sebanyak 44 orang . ,3%), dan tidak baik sebanyak 29 orang . ,7%). Analisa Bivariat Tabulasi Silang Hubungan Umur dengan Persepsi di Klinik Pratama Hadijah Medan Persepsi Umur Baik Jumlah Nilai Tidak baik 20-25 tahun 26-30 tahun 31-35 tahun Jumlah Berdasarkan tabel diketahui bahwa umur 20-25 tahun berjumlah 8 orang dengan persepsi baik sebanyak 3 orang . ,1%), persepsi tidak baik sebanyak 5 orang . ,8%). Umur 26-30 tahun berjumlah 29 orang dengan persepsi baik sebanyak 19 orang . %), persepsi tidak baik sebanyak 10 orang . ,7%). Umur 31-35 tahun berjumlah 36 orang dengan persepsi baik sebanyak 22 orang . ,1%), persepsi tidak baik sebanyak 14 orang . ,2%). 0,354 Hasil menggunakan uji Chi-square diketahui bahwa p = 0,354 yang lebih besar dari 0,05 . araf 95%) sehingga dapat diambil kesimpulan maka Ho gagal ditolak yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh umur dengan persepsi pasien di Klinik Pratama Hadijah Medan. Asumsi peneliti bahwa bukan faktor umur yang mempengaruhi persepsi ibu hamil tapi kurangnya informasi tentang kesehatan yang diperoleh ibu walaupun memiliki umur semakin tua. ibu yang memiliki umur lebih tua belum tentu lebih memiliki banyak pengalaman dalam mengetahui kesehatan tentang nyeri PEMBAHASAN Pengaruh Umur Terhadap Persepsi Ibu Hamil tentang Nyeri Persalinan di Klinik Pratama Hadijah Medan Persepsi adalah proses pengamatan atas sesuatu yang berada di lingkungan kita dengan mengandalkan segenap inderaindera yang dimiliki dengan tingkat kesadaran yang tinggi. Oleh karena itu, persepsi seseorang tentang sesuatu berarti orang tersebut mengetahui, memahami dan menyadari sesuatu itu. Sehingga persepsi seseorang akan mempengaruhi perilakunya terhadap objek atau peristiwa yang mempengaruhi pengetahuan (Notoadmodjo, 2. Pengaruh Budaya/ Suku Terhadap Persepsi Ibu Hamil tentang Nyeri Persalinan di Klinik Pratama Hadijah Medan Batra keterampilan khususnya pada keterampilan dan keahlian dukun bayi atau sering disebut sebagai dukun beranak, artinya persalinan dengan pertolongan oleh seseorang yang secara tradisional membantu proses persalinan. Dukun bayi adalah seorang wanita yang mendapat kepercayaan serta memiliki ketrampilan menolong memperoleh ketrampilan tersebut dengan secara turun temurun, belajar secara praktis atau cara lain yang menjurus kearah (Departemen Kesehatan Rl 1. Hasil menggunakan uji Chi-square diketahui bahwa p = 0,006 yang lebih kecil dari 0,05 . araf 95%) sehingga dapat diambil kesimpulan maka Ho ditolak yang menyatakan bahwa ada pengaruh paritas dengan persepsi pasien di Klinik Pratama Hadijah Medan. Berdasarkan Wibowo . menunjukkan bahwa paritas berada di dalam kelompok yang sama dengan variabel umur ibu dan jarak Arah hubungan ketiga variabel tersebut adalah positif, yang berarti bahwa pertambahan umur ibu akan diikuti dengan pertambahan paritas yang dialami. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin bertambah umur ibu, dan semakin dekat jarak kelahiran, akan semakin sering ibu mengetahui nyeri saat persalinan. Hasil pengolahan data dengan menggunakan uji Chi-square diketahui bahwa p = 0,112 yang lebih besar dari 0,05 . araf 95%) sehingga dapat diambil kesimpulan maka Ha ditolak yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh budaya/suku dengan persepsi pasien di Klinik Pratama Hadijah Medan. Menurut asumsi peneliti kebudayaan dan kebiasaan masyarakat belum tentu mempengaruhi pengetahuan, kebiasaan, dan persepsi ibu, hal ini disebabkan perkembangan media informasi kesehatan pada ibu hamil mengurangi pandangan terhadap budaya pengembangan pengetahuan ibu melalui tenaga kesehatan dan media informasi. Pengaruh Psikologis Cemas/ Takut Terhadap Persepsi Ibu Hamil tentang Nyeri Persalinan di Klinik Pratama Hadijah Medan Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis normal. Karakteristik ini berbeda dengan tipe nyeri lainnya. Karena hal itu dapat diprediksi, ibu dapat menyiapkan diri dan menanggulangi nyeri lebih baik. Prosesproses psikologis seperti pengalaman sebelumnya, perhatian, dan emosi, dapat mempengaruhi persepsi serta respons nyeri. Hormon yang produksinya meningkat karena persalinan adalah adrenalin, nor adrenalin dan kortisol. Menurut Burroughs dan Leifer . Pengaruh Pengalaman/Paritas Terhadap Persepsi Ibu Hamil tentang Nyeri Persalinan di Klinik Pratama Hadijah Medan Menurut Bobak . pengalaman mempengaruhi respon ibu terhadap nyeri. Bagi ibu yang mempunyai pengalaman yang menyakitkan dan sulit pada persalinan sebelumnya, perasaan cemas dan takut pada pengalaman lalu akan mempengaruhi sensitifitasnya terhadap rasa nyeri dan tentu saja menambah informasi atau pengetahuan tentang nyeri persalinan dan manajemen nyeri persalinan. Hasil menggunakan uji Chi-square diketahui bahwa p = 0,013 yang lebih kecil dari 0,05 . araf 95%) sehingga dapat diambil kesimpulan maka Ha diterima yang menyatakan bahwa ada pengaruh emosi psikologis dengan persepsi pasien di Klinik Pratama Hadijah Medan. memengaruhi persepsi ibu hamil tentang nyeri persalinan Bagi Peneliti Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data tambahan bagi penelitian berikutnya yang terkait dengan faktorfaktor yang memengaruhi persepsi ibu hamil tentang nyeri persalinan. Saat persalinan ibu harus mampu menangani atau menanggulangi diri agar selama persalinan tetap merasa aman. Sikap positif terhadap peristiwa persalinan membuat kadar endorfin tinggi dan peningkatan endorphin menguntung-kan karena menurunkan sensitifitas nyeri. Ibu yang tidak tahu tentang peristiwa yang sedang dan akan terjadi dapat takut, cemas, dan akan makin takut kalau nyeri makin DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Bobak. Lowdermimilk, & Jansen. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC Brunner & Suddarth. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi Jakarta : EGC Farrer. Helen. Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta : EGC Hawari. Manajemen Stress Cemas dan Depresi. Jakarta : FKUI __________. Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika Hidayat. Metodologi Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta : Salemba Medika Indriati M T. Panduan Lengkap Kehamilan. Persalinan. Perawatan Bayi. Jakarta Judha. Teori Pengukuran Nyeri dan Nyeri Persalinan. Yogyakarta : Nuha Medika Mander. Rosemary. Nyeri Persalinan. Jakarta : EGC Maryunani. Anik. Nyeri dalam Persalinan : Teknik dan Cara Penanganannya. Jakarta : Trans Info Media Notoatmodjo. Soekidjo. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta : Rineka Cipta. KESIMPULAN Hasil responden berada pada umur rata-rata 31-35 tahun . ,3%), dan sebagian besar responden memiliki budaya/ suku Jawa yaitu 18 orang . ,7%). Paritas <2 sebanyak 41 orang . ,2%) dan paritas Ou2 sebanyak 32 orang . ,8%). Emosi psikologis, mayoritas sedang sebanyak 36 orang . ,3%), ringan sebanyak 30 orang . ,1%) dan berat sebanyak 7 orang . ,6%). Berdasarkan penelitian ada pengaruh paritas dan emosi psikologis dengan persepsi pasien di Klinik Pratama Hadijah Medan. Variabel umur dan budaya tidak berpengaruh terhadap persepsi pasien di Klinik Pratama Hadijah Medan. SARAN Bagi Praktek Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi praktek tentang faktor- faktor yang memengaruhi persepsi ibu hamil tentang nyeri persalinan dalam Bagi Pendidikan Hasil penelitian ini diharapkan dapat peningkatan pengetahuan maupun wawasan Nursalam. Konsep dan Penerimaan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika Potter. A & Perry. Buku Ajar Fundamental Keperawatan vol 2. Jakarta : Rineka Cipta Prawiharjo. Sarwono. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka