PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PENGARUH INDUKSI COACHING TERHADAP PENGETAHUAN, PARTISIPASI DAN PERFORMA KINERJA KESELAMATAN PERTAMBANGAN PEKERJA NON STAFF Addin Himawan Widyono Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Politeknik Ketenagakerjaan. Ciracas. Jakarta Timur Email: addin. himawan@ppa. ABSTRAK Induksi coaching terkait keselamatan merupakan aspek penting dalam tempat kerja yang selamat dan produktif di berbagai sektor industri khususnya sektor pertambangan batubara. Penelitian ini menganalisis pengaruh induksi coaching terhadap pengetahuan, partisipasi dan performa kinerja keselamatan pertambangan di sektor pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden sebanyak 227 pekerja non-staff dari 5 Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi coaching memiliki pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi, pengetahuan dan performa kinerja keselamatan Kesimpulannya induksi coaching sangat efektif meningkatkan partisipasi, pengetahuan dan performa kinerja keselamatan pertambangan pekerja non-staff di sektor pertambangan batubara. Kata kunci: induksi coaching, keselamatan pertambangan, partisipasi pekerja ABSTRACT Coaching induction related to safety is a crucial aspect of creating a safe and productive workplace across various industrial sectors, especially in the coal mining sector. This study analyzes the impact of coaching induction on knowledge, participation, and safety performance in the mining sector. The research employs a quantitative method with a sample of 227 non-staff workers from five departments. The results indicate that coaching induction has a significant influence on participation, knowledge, and mining safety performance. conclusion, coaching induction is highly effective in enhancing the participation, knowledge, and safety performance of non-staff workers in the coal mining sector. Keywords: coaching induction, mining safety, worker participation PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PENDAHULUAN Dewasa ini, sektor pertambangan semakin berkembang dan kompleks seiring dengan pemanfaatan teknologi. Hal ini menjadikan tantangan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, sehat, selamat dan produktif. Beberapa faktor mendasar yang utama dan masih terjadi di sektor seperti ketidakmampuan mental, kurang pengetahuan, kurang keterampilan dan motivasi yang salah. Adapun penyebab yang cukup mendasar setidaknya dikarenakan oleh dua hal yaitu tindakan tidak aman (TTA) dan kondisi tidak aman (KTA). Tindakan tidak aman yang cukup tinggi terjadi dikarenakan oleh gagal memberi peringatan, melebihi kecepatan, posisi tidak aman dan kelelahan . Sedangkan kondisi tidak aman disebabkan oleh peralatan yang tidak standar, salah penempatan atau posisi dan kurangnya rambu keselamatan. Beberapa faktor tersebut yang menyumbang ketidaksesuaian, pelanggaran dan kecelakaan di sektor pertambagan batubara. Korelasi antara observasi, inspeksi. TTA dan KTA mengindikasikan bahwa non staff minim partisipasi . engetahuan & keterampila. terkait penerapan K3LH. Minimnya masa kerja . berkorelasi dengan tingkat kecelakaan. Hal ini menunjukkan perlunya tindakan pencegahan dan perbaikan untuk pekerja yang masih minim pengalaman. Dalam implementasinya diperlukan sistem keselamatan pertambangan yang mengelola potensi bahaya dan risiko tersebut. Keselamatan pertambangan yang tertuang dalam keputusan menteri energi sumber daya mineral nomor 1827K/30/MEM/2018 dan keputusan direktur jenderal mineral dan Batubara nomor 185. K/37. 04/DJB/2019 ditafsirkan sebagai segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi pekerja agar selamat dan sehat melalui upaya pengelolaan keselamatan kerja, kesehatan kerja, lingkungan kerja dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Partisipasi pekerja dalam wujud kepedulian dan perilaku individu terhadap risiko keselamatan pertambangan serta keterlibatan pekerja dalam pengelolaan keselamatan pertambangan memiliki pengaruh yang cukup besar dan signifikan dalam mengelola potensi bahaya dan meminimalisir risiko. Salah satu aspek yang krusial yaitu proses induksi keselamatan kepada para pekerja. Induksi memiliki peran dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada semua pekerja yang akan memasuki area kerja untuk tujuan apapun. Induksi keselamatan yang dilakukan searah cenderung kurang efektif dalam penyampaian pesan. Pendekatan induksi keselamatan dengan teknik coaching komunikasi dua arah memberikan hasil yang cukup positif terhadap performa kinerja keselamatan Komunikasi dua arah menyentuh psikologi atau batin pekerja sehingga memberikan kesan timbal balik informasi. Komunikasi dua arah ini sangat efektif dalam pengelolaan keselamatan pertambangan PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 METODE Model penelitian yang diusulkan menggambarkan hubungan antara variabel independen . nduksi coachin. dan variabel dependen . engetahuan, partisipasi, performansi kinerja keselamatan pertambanga. Model ini menguji hipotesa bahwa induksi coaching memiliki pengaruh terhadap pengetahuan, partisipasi dan performa kinerja keselamatan pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan memanfaatkan hasil survei responden untuk mengukur antara variabel induksi coaching dan pengetahuan, partisipasi dan performa kinerja keselamatan pertambangan. Penelitian ini menggunakan data yang didapatkan dari hasil survei kepada para pekerja non-staff PT XYZ. Populasi dan sampel dalam penelitian ini diperoleh dari proporsional menggunakan rumus slovin yaitu 502 pekerja non-staff dan sampel yaitu 227 pekerja non-staff (Minimum 84 pekerja non staf. Sampel diperoleh secara random dari 5 departemen yaitu human capital and general affair, plant, engineering, produksi dan finance dan logistik. Metode analisis yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan analisis deskriptif untuk memberikan Gambaran umum mengenai karakteristik sampel dan distribusi data. Indikator dari variabel ini adalah objek aktif dalam menanggapi topik, objek tidak tidak merasa sedang diarahkan, objek merasa lebih dihargai dan objek tidak merasa lebih Alat ukur dalam variabel ini yaitu menggunakan kuesioner dan menggunakan skala ordinal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisa data Gambar 1. Analisa sumber faktor dan penyebab PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 Gambar 1 merupakan gambaran terkait beberapa penyebab yang mengakibatkan Tingkat pengetahuan pekerja non-staff rendah. Secara lebih detail dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel 1. Analisa faktor dan penyebab Terdapat beberapa faktor penyebab yaitu manusia dan metode yang mempengaruhi pengetahuan, partisipasi dan performa kinerja keselamatan di PT XYZ. Faktor manusia disebabkan oleh partisipasi pekerja tambang non staff terkait penerapan keselamatan pertambangan rendah . , rasio petugas dan beberapa pengawas kurang pengetahuan keselamatan pertambangan, pengetahuan dan ketrampilan non staff terbatas dan inisiatif dan motivasi non staff yang salah. Sedangkan faktor metode kerjadisebabkan oleh non staff belum memahami pengetahuan dasar keselamatan pertambangan dan terbatasnya sosialisasi dan simulasi keselamatan pertambangan. Pengaruh induksi coaching terhadap pengetahuan keselamatan pertambangan pekerja non staff Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa induksi coaching memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap pengetahuan pekerja non-staff. Responden merasakan adanya pendekatan baru dua arah sehingga pekerja mendapatkan konfirmasi dan review atas pemahaman yang dimiliki. Responden menjadi jelas atas pemahaman keselamatan pertambangan, standar prosedur dan cara melakukan pekerja yang baik dan benar sesuai aturan. PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 Gambar 2. Hasil identifikasi pengetahuan keselamatan pertambangan sebelum dan sesudah dilakukan induksi coaching Dari lima departemen didapatkan hasil yang sangat baik dimana sebelum dilakukan induksi coaching nilai rata-rata dibawah 70 atau belum mencapai level terencana, namun setelah dilakukan pendekatan induksi coaching nilai semua departemen diatas level terencana bahkan 3 dari departemen melebihi tingkat terencana. Departemen human capital and general affair (HCGA) sebelumnya mendapatkan nilai 40 menjadi 80. Departemen plant sebelumnya mendapatkan nilai 59,17 menjadi 82,50. Departemen human capital and general affair (HCGA) sebelumnya mendapatkan nilai 40 menjadi 80. Departemen Engineering sebelumnya mendapatkan nilai 67,14 menjadi 94,29. Departemen produksi sebelumnya mendapatkan nilai 38 menjadi 76. Departemen finance dan logistik sebelumnya mendapatkan nilai 65,60 menjadi 84,78. Pengaruh induksi coaching terhadap partisipasi keselamatan pertambangan pekerja non Penelitian ini menemukan bahwa inusi coaching memiliki pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi pekerja non-staff untuk ikut terlibat dalam kegiatan induksi Dari target minimum 84 pekerja, dalam waktu yang ditentukan terealisasi 227 Partisipasi ini didorong oleh keinginan pekerja untuk mengikuti kegiatan induksi coaching dikarenakan merasa didengarkan, direview pemahamannya dan mendapatkan kesempatan untuk simulasi terkait aspek keselamatan pertambangan yang relevan dengan bidang kerjanya. PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 Pengaruh induksi coaching terhadap performa kinerja keselamatan pertambangan pekerja non staff Sejalan dengan pengetahuan dan pertisipasi pekerja, induksi coaching juga memiliki pengaruh yang singifikan terhadap performa kinerja keselamatan pertambangan dimana terdapat penurunan yang cukup signifikan dalam kejadian insiden yang akibatkan kerusakan alat . roperty damag. Penurunan yang cukup tajam dari 5 insiden menjadi 1 insiden atau turun sekitar delapan puluh persen. Tingkat kerugian akibat insiden ini juga cukup signifikan dari sebelumnya yaitu delapan puluh persen dari sebelum dilakukan induksi KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap 227 responden dari 5 departemen maka kesimpulannya sebagai berikut: Induksi coaching memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan keselamatan pertambangan pekerja non staff. Hal ini menunjukkan pekerja lebih nyaman dan efektif dalam komunikasi dua arah sehingga terdapat hubungan timbal balik antara pekerja dan instruktur untuk meningkatkan pengetahuan keselamatan Induksi coaching memiliki pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi keselamatan pertambangan pekerja non staff. Hal ini menunjukkan Ketika pekerja merasa nyaman dan diperhatikan maka Tingkat partisipasi dan keterlibatannya akan semakin aktif Induksi coaching memiliki pengaruh yang signifikan terhadap performa kinerja keselamatan pertambangan pekerja non staff. Pengaruh ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif antara induksi coaching dengan performa kinerja Peningkatan performa ini dapat meningkatkan dan mewujudkan lingkungan kerja yang aman, nyaman, sehat, selamat dan produktif. Berdasarkan data dan kondisi lapangan terkait implementasi keselamatan dan Kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH) di lingkungan perusahaan sebelum dan sesudah diberikan induksi coaching maka rencana kedepan yang dapat dilakukan yaitu internalisasi nilai-nilai K3LH melalui pelatihan dan simulasi dengan metode coaching. Hal ini didasari oleh minim/rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan pekerja terkait K3LH, ketidakmampuan mental dan rendahnya partisipasi pekerja terhadap penerapan K3LH. Dampak yang ditimbulkan dari kondisi ini yaitu tingginya tingkat pelanggaran, terjadinya insiden dan timbulnya kerugian untuk Perusahaan. PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 DAFTAR PUSTAKA