Eengineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Pengaruh Hasil Tes Marshal Pada Aspal Dengan Penggunaan Pasir Pantai Alam Indah Tegal Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Campuran Ac-Bc Nadya Shafira Salsabilla1,Weimintoro2. Muhamad Nurhidayatuloh 3. Galuh Renggani W4 1,2,3 Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Pancasakti Tegal Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Pancasakti Tegal Email:weimintoro@yahoo. Abstrak Jalan merupakan salah satu bentuk sistem transportasi darat yang menghubungkan daerah yang satu dengan daerah lainnya. Perkerasan lentur yang umum digunakan berupa perkerasan dengan campuran Aspal Concrete (AC) yang didasarkan pada AASHTO yang memiliki lapisan structural antara lain AC-WC. AC-BC, dan ACBase. Penilitian ini menggunakan metode eksperimental dengan bahan tambah pasir pantai alam indah Kota Tegal sebagai pengganti sejumlah agregat halus dengan kadar 25%, 50% , dan 100%. Nilai yang didapat yaitu meliputi nilai kepadatan pada kadar 25% sebesar 2,141 gr/cc, kadar 50% sebesar 2,130 gr/cc. Dan kadar 100% sebesar 2,128 gr/cc. VIM pada kadar 25% sebesar 11,27%, kadar 50% sebesar 11,73%. Dan kadar 100% sebesar 10,32%. VMA pada kadar 25% sebesar 21,36%, kadar 50% sebesar 21,76%. Dan kadar 100% sebesar 21,53%. VFA pada kadar 25% sebesar 47,22%, kadar 50% sebesar 46,09%. Dan kadar 100% sebesar 52,06%. stabilitas pada kadar 25% sebesar 1178,76 kg, kadar 50% sebesar 961,62 kg. Dan kadar 100% sebesar 878,90 kg. , kelelehan . pada kadar 25% sebesar 3,68mm, kadar 50% sebesar 4,51mm. Dan pada kadar 100% sebesar 5,86 , dan marshall quotient pada kadar 25% sebesar 320,31 kg/mm, kadar 50% sebesar 213,2 kg/mm. Dan kadar 100% sebesar 151,01 kg/mm. Kata Kunci : Pasir Pantai Alam Indah. Agregat. Aspal Ac-Bc Pendahuluan Pantai Alam Indah (PAI) berada di sebelah utara Kota Tegal. Jawa Tengah. Dari jalan Pantura berjarak 500 meter. Meskipun belum ada jalur angkutan kota yang menuju ke PAI, masyarakat dapat menjangkau dengan transportasi apa pun, termasuk berjalan kaki. PAI merupakan salah satu potensi yang turut menyumbangkan pendapatan asli daerah kepada Pemerintah Kota Tegal melalui pemungutan tiket masuk dan retribusi parkir. Sebelumnya. PAI masih belum tertata. Pertamanan dan fasilitas di dalamnya masih seadanya, padahal minat masyarakat terhadap objek wisata itu cukup besar, terutama pada saat hari Minggu dan peringatan hari besar nasional. Seiring dengan pertambahan penduduk disuatu daerah, maka peran jalan sebagai prasarana perhubungan darat sangatlah penting. Jalan merupakan salah satu bentuk sistem transportasi darat yang menghubungkan daerah yang satu dengan daerah yang lain. Jaringan jalan di Indonesia telah dilalui oleh lalu lintas dengan karakteristik beban yang semakin meningkat, volume lalu lintas Perkerasan lentur yang umum digunakan berupa perkerasan dengan campuran Aspal Concrete (AC) yang didasarkan pada AASHTO yang memiliki lapisan struktural antara lain Aspal Concrete Ae Wearing Course (AC-WC). Aspal Concrete Ae Binder Course (AC-BC), dan Aspal Concrete Base (AC- BASE). Aspal Concrete Ae Binder Course (AC- BC) Bahan umum perkerasan jalan adalah agregat kasar, agregat halus, filler, dan aspal (Permen PU, 2. Busur kepulauan Indonesia merupakan untaian pulau di suatu perairan dalam maupun dangkal, terdiri dari 17. 805 buah pulau yang memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 80. 000 km bahkan mencapai 106. 000 km. Sementara itu luas lahan pasir pantai di Indonesia mencapai 000 ha. (Wahyoe Soepri, 2. Dalam pembangunan infrastruktur, agregat alam yang sering digunakan adalah pasir gunung, pasir, sungai, dan pasir besi. Jika dirujuk dalam pembangunan dengan kebijakan pemanfaatan lokal, tentunya pasir pantai ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif yang tepat sebagai pengganti agregat halus pada lapis perkerasan jalan di daerah pesisir pantai yang sulit untuk mencari agregat alam lainnya. Landasan Teori Perkerasan Jalan Perkerasan jalan menggunakan beton aspal masih menjadi pilihan dalam pembangunan dan revitalisasi di beberapa ruas jalan yang ada di Indonesia. Meskipun beberapa ruas jalan sudah menggunakan perkerasan beton semen, akan tetapi perkerasan jalan menggunakan beton aspal masih menjadi pilihan alternative karena dalam perencanaannya mempertimbangkan kondisi geografis dari wilayah itu sendiri, daya dukung tanah dasar, existing jalan serta nilai (Weimintoro, 2. Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan ikat yang dihampar di atas permukaan tanah dasar yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas secara aman dan Menurut Sukirman . perkerasan jalan yaitu suatu lapisan yang terletak di atas tanah dasar yang telah dipadatkan dan berfungsi untuk memikul beban dan meneruskannya ke lapisan tanah dasar agar tanah tidak mendapat tekanan yang melebihi daya dukung tanah yang Berdasarkan Sukirman . , aspal beton diklasifikasikan menjadi 2 macam yaitu berdasarkan fungsi dan berdasarkan metode pencampuran, antara lain: Berdasarkan Fungsi Berdasarkan fungsinya, aspal beton diklasifikasikan sebagai berikut: Sebagai lapisan permukaan yang tahan terhadap cuaca, gaya geser dan tekanan roda. Sebagai lapis pondasi atas . Sebagai lapis pembentuk pondasi jika digunakan pada pekerjaan peningkatan atau . Berdasarkan Metode Pencampuran Berdasarkan metode pencampurannya, aspal beton dapat dibedakan atas: Aspal beton Amerika, yang bersumber kepada Asphalt Institut. Aspal beton durabilitas tinggi, yang bersumber pada BS 594. Inggris, dan dikembangkan oleh CQCMU. Bina Marga Indonesia. Laston (AC) terdiri dari tiga jenis campuran yaitu laston lapis aus (AC-WC), laston lapis antara (AC-BC) dan laston lapis pondasi (AC-Bas. dengan ukuran maksimum agregat masingmasing campuran adalah 19 mm, 25,4 mm, 37,5 mm. setiap jenis campuran AC yang menggunakan bahan aspal polimer atau aspal dimodifikasi dengan aspal alam disebut masingmasing sebagai AC-WC Modified. AC-BC Modified, dan AC-Base Modified (Departemen Pekerjaan Umum, 2. AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Cours. Asphalt Concrete-Wearing Course merupakan salah satu lapisan dari tiga macam campuran lapis aspal beton yaitu AC-WC. AC-BC, dan AC-Base yang terletak paling atas dan berfungsi sebagai lapisan aus. Lapisan ini harus memiliki permukaan yang rata dan nyaman serta memiliki kekesatan yang tinggi karena merupakan lapisan yang langsung bersentuhan dengan roda kendaraan. AC-BC (Asphalt Concrete -Binder Cours. Asphalt Concrete -Binder Course merupakan lapisan perkerasan jalan yang berada diantara lapisan aus (AC-WC) dan lapisan pondasi atas (AC-Bas. Lapisan AC-BC ini berguna untuk menyalurkan atau meneruskan beban yang diterimanya menuju ke pondasi atau menuju ke lapisan yang ada dibawahnya. Lapisan ini tidak berhubungan langsung dengan cuaca, tetapi harus mempunyai ketebalan dan kekakuan yang cukup untuk mengurangi tegangan atau regangan akibat beban lalu lintas yang akan diteruskan ke lapisan dibawahnya yaitu Base dan Sub Grade. Karakteristik yang terpenting pada campuran lapisan AC-BC ini adalah stabilitas. AC-Base (Asphalt Concrete-Bas. Asphalt Concrete-Base merupakan lapisan perkerasan yang terletak dibawah lapisan AC-BC dan diatas lapisan pondasi bawan (Subbase Cours. Lapisan ini berfungsi untuk memberikan dukungan atau menerima beban kendaraan dari lapisan AC-BC untuk selanjutnya diteruskan kembali ke lapisan pondasi bawah. AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Cours. Asphalt Concrete -Binder Course merupakan lapisan perkerasan jalan yang berada diantara lapisan aus (AC-WC) dan lapisan pondasi atas (AC-Bas. Lapisan AC-BC ini berguna untuk menyalurkan atau meneruskan beban yang diterimanya menuju ke pondasi atau menuju ke lapisan yang ada dibawahnya. Lapisan ini tidak berhubungan langsung dengan cuaca, tetapi harus mempunyai ketebalan dan kekakuan yang cukup untuk mengurangi tegangan atau regangan akibat beban lalu lintas yang akan diteruskan ke lapisan dibawahnya yaitu Base dan Sub Grade. Karakteristik yang terpenting pada campuran lapisan AC-BC ini adalah stabilitas. Aspal Aspal didefinisikan sebagai material perekat . , berwarna hitam atau coklat tua, dengan unsur utama bitumen. Aspal dapat diperoleh di alam ataupun merupakan residu dari pengilangan minyak bumi. Tar adalah material berwarna coklat atau hitam, berbentuk cair atau semipadat, dengan unsur utama bitumen sebagai hasil kondensat dalam destilasi destruktif dari batu bara, minyak bumi, atau mineral organic lainnya. Pitch didefinisikan sebagai material perekat . padat, berwarna hitam atau coklat tua, yang berbentuk cair jika dipanaskan. Pitch diperoleh sebagai residu dari destilasi fraksional tar. Pitch dan tar tidak diperoleh dari di alam, tetapi merupakan produk kimiawi. Dari ketiga material pengikat di atas, aspal merupakan material yang umum digunakan untuk bahan pengikat agregat, oleh karena itu seringkali bitumen disebut juga sebagai aspal. Lapis aspal Aspal beton (Asphalt Concret. merupakan salah satu jenis perkerasan lentur yang umum digunakan di Indonesia. Aspal beton merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan raya yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang bergradasi menerus . ell grade. , dicampur, dihamparkan dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu. Pembuatan Lapis Aspal Beton (LASTON) dimaksudkan untuk mendapatkan suatu lapisan permukaan atau lapis antara . pada perkerasan jalan yang mampu memberikan sumbangan daya dukung yang terukur serta berfungsi sebagai lapisan kedap air yang dapat melindungi konstruksi dibawahnya. Aspal beton adalah jenis perkerasan jalan yang terdiri dari campuran agregat dan aspal, dengan atau tanpa bahan tambahan. Material Ae material pembentuk beton aspal dicampur di instalasi pencampur pada suhu tertentu, kemudian diangkat ke lokasi, dihamparkan, dan di Suhu pencampuran ditentukan berdasarkan jenis aspal yang digunakan. Jika digunakan semen asapal, maka suhu pencampuran umumnya 145 Ae 155 drajat celcius, sehingga disebut dengan Aspal Beton panas. Campuran ini dikenal dengan nama Hotmix. Gradasi Agregat Dalam merencanakan campuran aspal yang akan digunakan untuk perkerasan jalan terdapat karakteristik yang harus dimiliki oleh campuran aspal tersebut. Berikut ini adalah karakteristik campuran aspal yang harus dimiliki, menurut Sukirman . Stabilitas Stabilitas adalah kemampuan lapisan perkerasan menerima beban lalu lintas tanpa terjadi perubahan bentuk tetap seperti gelombang, alur dan bleeding. Kebutuhan akan stabilitas setingkat dengan jumlah lalu lintas dan beban kendaraan yang akan memakai jalan tersebut. Jalan dengan volume lalu lintas tingg dan sebagian besar merupakan kendaraa berat menuntut stabilitas yang lebih besar dibandingkan dengan jalan dengan volume lalu lintas yang hanya terdiri dari kendaraan penumpang saja. Kestabilan yang terlalu tinggi menyebabkan lapisan itu menjadi kaku dan cepat mengalami retak, disamping itu karena volume antar agregat kurang, hal ini menghasilkan film aspal tipis dan mengakibatkan ikatan aspal mudah lepas sehingga durabilitasnya rendah. Durabilitas Durabilitas diperlukan pada lapisan permukaan sehingga lapisan dapat mampu menahan keausan akibat pengaruh cuaca, air dan perubahan suhu ataupun keausan akibat gesekan . Fleksibilitas (Kelentura. Fleksibilitas pada lapisan perkerasan adalah kemampuan lapisan untuk dapat mengikuti deformasi yang terjadi akibat beban lalu lintas berulang tanpa timbulnya retak dan perubahan . Tahanan Geser (Skid Resistanc. Tahanan geser adalah kekesatan yang diberikan oleh perkerasan sehingga kendaraan tidak mengalami slip baik di waktu hujan atau basah maupun di waktu kering. Kekesatan dinyatakan dengan koefisien gesek antar permukaan jalan dan ban kendaraan. Tahanan geser tinggi jika : Penggunaan kadar aspal yang tepat sehingga tak terjadi bleeding. Penggunaan agregat dengan permukaan kasar. Penggunaan agregat berbentuk kubus. Penggunaan agregat kasar yang cukup. Kemudahan Pekerjaan (Workabilit. Kemudahan pekejaan adalah mudahnya suatu campuran untuk dihampar dan dipadatkan sehingga diperoleh hasil yang memenuhi kepadatan yang diharapkan. Agregat Menurut (Sukirman 2. Kebanyakan agregat memerlukan beberapa proses seperti dipecah, dicuci sebelum agregat tersebut bisa digunakan dalam campuran aspal. Shell . mengelompokkan aggregate menjadi 3 . , yaitu: Agregat Kasar Menurut (Sukirman 2. Agregat kasar yaitu batuan yang tertahan di saringan 2,36 mm, atau sama dengan saringan standar ASTM No. Dalam campuran agregat aspal, agregat kasar sangat penting dalam membentuk kinerja karena stabilitas dari campuran diperoleh dari interlocking antar agregat. Agregat halus Menurut (Sukirman 2. Agregat halus yaitu batuan yang lolos saringan No. ,36 m. dan tertahan pada saringan No. ,075 m. Mineral pengisi . Menurut (Sukirman 2. bahan pengisi . adalah baian dari agregat halus yang lolos saringan No. ,60 m. Pasir pantai Pasir pantai adalah bahan galian pasir yang mengandung garam, baik yang terdeposit di darat maupun di laut. Pasir laut dapat digunakan untuk campuran beraspal pana atau campuran beraspal dingin,yaitu sebagai pengganti seluruh atau sebagian agregat halus hasil alat pemecah batu atau pasir alam. Persyaratan Pasir Pantai Pasir laut yang digunakan harus bersih, keras, awet dan bebas lempung, debu atau bahan lainnya yang tidak dikehendaki, yang dapat menghalangi penyelimutan menyeluruh oleh aspal. Pasir laut yang akan digunakan, pengambilannya harus sesuai SNI 03-6889- 2002. Pasir laut yang digunakan harus memenuhi ketentuan seperti yang diberikan pada dalam tabel berikut ini Pengujian Standart Nilai SNI 2417:2008 Maks. Abrasi dengan mesin Los Angeles untuk agregat tertahan NO. Nilai setara pasir Angularitas dengan uji kadar Gumpalan lempung dan SNI 03-4428-1997 Min. SNI 03-6877-2002 Min. SNI 03-4141-1996 Maks. butir mudah pecah dalam agregat Agregat yang lolos ayakan No. SNI ASTM C136:2012 Kadar garam SNI 6989. 19:2009 dan SNI 6989. 69:2009 Maks. Maks. Pengujian Marshall Marshall Test merupakan alat tekan yang dilengkapi dengan proving ring . incin penguj. yang berkapasitas 2500 kg atau 5000 ton. Proving ring ini akan dilengkapi dengan arloji pengukur yang berguna untuk mengukur stabilitas campuran, sedangkan arloji kelelehan . low mete. berfungsi untuk mengukur plastis . Setelah dilakukan semua benda uji akan dibuat dengan tahapan, maka selanjutnya akan melakukan pengujian untuk memperoleh hasil yang diinginkan dengan alat yang bernama Marshall Test. Pemeriksaan dengan Marshall Test ini pertama kali diperkenalkan oleh Bruce Marshall dan dikembangkan oleh U. S Corps Od Engineer. Hasil dari pemeriksaan Marshall tersebut menggunakan dengan prosedur PC-0201-76. AASHTO T 245-74 atau ASTM D 155962T (Sukirman, 2. Berikut ini akan diperoleh data-data sebagai berikut: Stabilitas yang dinyatakan dalam bidang bilangan bulat, maka stabilitas ini menunjukan kekuatan dan ketahanan terhadap terjadinya alur . Kelelehan plastis . yang dinyatakan dalam mm atau 0,01 inch, flow juga dapat digunakan sebagai indicator terhadap lentur. VIM ini merupakan persen rongga dalam campuran dan dinyatakan dalam bilangan decimal dengan satu angka dibelakang koma. VIM juga merupakan indikator dari . VMA merupakan persen rongga terhadap agregat dan dinyatakan dalam bilangan bulat, maka VMA sama dengan VIM juga merupakan indikator dari durabilitas. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan riset experimental kemudian ditunjang dengan berbagai literatur yang erat hubungannya dengan pokok masalah. Semua bahan campuran berupa agregat dan aspal diuji sifat fisik bahan terlebih dahulu sebelum Kemudian dari campuran tersebut dibuat benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10,16 cm dan tinggi 7,62 cm. Berikut tahapan-tahapan dalam penelitian ini yaitu: Tahap I Pada tahap ini meiputi proses dari persiapan dari persiapan ketersediaan bahan-bahan dan peralatan-peralatan yang akan digunakan/dipakai dalam proses-proses penelitian. Tahap II Pada tahap ini diakukan pengujian fisik agregat dan pembuatan benda uji dengan cara membuat perencanaan campuran . esign mix formul. Dari PT. NISAJANA HASNA RIZQY, selanjunya melekukan pengujian marshall pada benda uji yang telah dibuat. Tahap i Pada tahap ini data-data yang telah didapatkan pada pengujian benda uji dengan menggunakan marshall test dikumpulkan dan dianalisa, sehingga akan didapat suatu kesimpulan hasil dari penelitian. Flowchart atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Diagram Alir ini dipergunakan dalam industri manufakturing untuk menggambarkan proses-proses operasionalnya sehingga mudah dipahami dan mudah dilihat berdasarkan urutan langkah dari suatu proses ke proses lainnya. Gambar 1. Diagram Alur Hasil dan pembahasan Hasil Penelitian Sebagaimana yang telah dijelaskan pada Gambar 3. 1 Diagram Alur Penelitian, pengujian dilakukan dengan acuan Spesifikasi Bina Marga 2018 dan Job Mix Design PT. Nisajana Hasna Rizqy. Pengujian ini meliputi: pengujian agregat . asar, halus dan fille. , pengujian aspal penetrasi 60/70 dan hasil pengujian Marshall. Hasil pengujian agregat . asar, halus dan fille. dapat dilihat pada tabel-tabel dibawah ini: Grradasi agregat NO Pengujian Standar Spesifikasi Hasil Keterangan Pengujian Keausan SNI Maks. Terpenuhi 2417:2008 Gradasi SNI ASTM Spesifikasi Hasil gradasi Terpenuhi Agregat C136:2012 Laston (AC) % lolos Ukuran Saringan mm . BCLP 36,1 mm . ,5 inc. 25,4 mm . 19,1 mm . /4 inc. 90--100 92,68 12,7 mm . /2 inc. 75--90 80,62 9,52 mm . /8 inc. 68,68 4,75 mm (No. 46--64 52,59 2,36 (No. 30--49 39,30 1,18 mm (No. 18--38 30,14 0,6 mm (No. 12--28 24,00 0,3 mm (No. 7--20 16,66 0,15 mm (No. 5--13 9,51 0,075 mm (No. 4--8 5,84 Tabel 4. 1 Rekapitulasi hasil pengujian agregat gabungan Tabel 4. 2 Rekapitulasi hasil pengujian agregat gabungan Job mix formula Berikut adalah tabel rincian dari job mix formula: Uraian Material 1 Pasir PAI Tegal 2 Abu batu 3 Agregat ukuran maks. 1/2" 4 agregat ukuran maks. 3/4" 5 Agregat ukuran maks. 1,0" 6 Filler 7 Aspal TOTAL Komposisi % terhadap 9,41 18,82 37,65 28,24 18,82 31,15 31,15 31,15 12,27 12,27 12,27 11,33 11,33 11,33 2,00 2,00 2,00 5,60 5,60 5,60 Tabel 4. 1 Job mix formula Berat Total Material . 112,95 338,80 373,80 147,24 135,96 24,00 67,20 225,90 225,90 373,80 147,24 135,96 24,00 67,20 451,80 373,80 147,24 135,96 24,00 67,20 Spesifikasi Bina Marga 2018 Karakteristik Spesifikasi Bina Marga Kepadatan . r/c. VMA (%) Min. VFA (%) Min. VIM (%) 3--5 Stabilitas . Min. Kelelehan . 2--4 Marshall Quotient . g/m. Min. Pembahasan Berikut adalah perggantian agregat halus pasir Pantai Alam Indah Kota Tegal dengan kadar 25%, 50%, dan 100% terhadap nilai Marshall Test: Tabel 4. 2 pengujian marshal Dalam pengujian marshall ini terdapat beberapa pengujian, diantaranya pengujian kepadatan . VIM ( Voids In Mix ) . VMA ( Void In Mineral Aggregate ). VFB ( Void Filled Bitumen ). Stabilitas. Kelelehan ( Flow ), dan Hasil Bagi Marshall ( MQ ). Kepadatan ( Density ) Dari analisis data pengujian kepadatan diperoleh data pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yaitu sebesar 2,141 gr/cc. pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% yaitu sebesar 2,130 gr/cc Dan pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 100% yaitu sebesar 2,128 gr/cc. Campuran yang mempunyai nilai kepadatan akan mampu menahan beban yang lebih besar jika dibandingkan dengan campuran yang memiliki kepadatan rendah. VIM (Void In Mi. Dari analisis data pengujian VIM ( Voids In Mix ) diperoleh data pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yaitu sebesar 11,27%. Pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% yaitu sebesar 11,73%. Dan campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 100% yaitu sebesar 10,32%. Berdasarkan persyaratan Spesifikasi Umum . Bina Marga 2018 tentang ketentuan sifat-sifat campuran Laston nilai VIM (Void In Mi. yang memenuhi persyaratan yaitu sebesar 3,5%-5,5%. Jadi nilai VIM (Void In Mi. pada pengujian ini tidak ada yang memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018. VMA (Void In Mineral Aggregat. Dari analisis data pengujian VMA (Voids In Mineral Aggregat. diperoleh data pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yaitu sebesar 21,36%. Pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% yaitu sebesar 21,76%. Dan campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 100% yaitu sebesar 21,53%. Besarnya nilai VMA (Voids In Mineral Aggregat. dipengaruhi oleh kadar aspal, gradasi bahan susun, jumlah tumbukan dan temperatur pemadatan. Ditinjau dari Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 tentang ketentuan sifat-sifat campuran Laston nilai VMA ( Void In Mineral Aggregat. minimal sebesar >13%, jadi semua nilai VMA (Void In Mineral Aggregate ) memenuhi VFA (Void Filled With Asphal. Dari analisis data pengujian VFA (Void Filled With Asphal. diperoleh data pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yaitu sebesar 47,22%. Pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% yaitu sebesar 46,09%. Dan pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 100% yaitu sebesar 52,06%. Dari persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 tentang ketentuan sifat-sifat campuran laston nilai VFB (Void Filled Bitume. harus > 65%. Jadi dari hasil pengujian tersebut tidak ada yang memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 Stabilitas Dari analisis data pengujian Stabilitas diperoleh data pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yaitu sebesar 1178,76 kg. Pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% yaitu sebesar 961,62 kg. Dan pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 100% yaitu sebesar 878,90 kg. Pada setiap penambahan campuran agregat halus pasir PAI Tegal dari kadar 25%,50%,100% nilai Stabilitas mengalami Berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 tentang ketentuan sifatsifat campuran laston nilai stabilitas minimum untuk lalu lintas berat yaitu 900 kg, sehingga hanya campuran agregat halus pasir PAI Tegal dengan kadar 25% dan 50% yang memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Jadi stabilitas campuran agregat halus pasir PAI Tegal dengan kadar 100% tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Kelelehan ( Flow ) Dari analisis data pengujian Kelelehan ( Flow ) diperoleh data pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yaitu sebesar 3,68mm. Pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% yaitu sebesar 4,51mm. Dan pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 100% yaitu sebesar 5,86 mm. Sedangkan jika ditinjau dari Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 tentang ketentuan sifat-sifat campuran Laston nilai flow harus 2-4 mm. Sehingga hanya campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yang memenuhu syarat spesifikasi Bina Marga 2018, sedangkan campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% dan 100% tidak memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga Hasil Bagi Marshall ( MQ ) Dari analisis data pengujian Hasil Bagi Marshall ( MQ ) diperoleh data pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yaitu sebesar 320,31 kg/mm. Pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% yaitu sebesar 213,2 kg/mm. Dan pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 100% yaitu sebesar 151,01 kg/mm. Secara keseluruhan hanya pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yang memenuhi syarat MQ berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 yaitu > 250 kg/mm. sedangkan pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% dan 100% tidak memenuhi karena dibawah 250 kg/mm. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pengujian yang telah dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pengaruh pergantian campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25%, 50% dan 100% sangat mempengaruhi karakteristik marshall. Dimana pada penggujian marshal di dapat Nilai kepadatan. VIM. VMA. VFA. Stabilitas,Kelelehan, dan Marshal quotient. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan semakin banyak kadar campuran pasir Pantai Alam Indah Kota Tegal mengakibatkan campuran aspal tidak baik dan tidak memenuhi spesifikasi, hal ini terbukti hanya pada campuran pasir Pantai Alam Indah Kota Tegal pada kadar 25% yang memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Pergantian campuran agregat halus pasir PAI Tegal pada campuran aspal AC-BC mempengaruhi nilai karakteristik marshall. Dimana pergantian campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% dan 50% masih bisa memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. pada campuran itu nilai stabilitas marshall masih diatas 900 kg sedangkan pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 100% tidak memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018 karena nilainya dibawah 900 kg. Sedangkan untuk nilai flow hanya pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25% yang memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018, yaitu sebesar 3,68 mm. sedangkan pada campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 50% dan 100% tidak memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018, yaitu sebesar 4,51 mm dan 5,86 mm. dimana untuk memenuhi syarat spesifikasi Bina arga 2018, harus memenuhi nilai sebesar 2-4 mm. DAFTAR PUSTAKA