PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1, 2026 e-ISSN : 2622-6383 Pengaruh Mental Sukses. Kemampuan Wirausaha Dan Dana KUR Terhadap Pengembangan Karir Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Salugatta Kabupaten Mamuju Tengah Edi Miswanto 1*. Asri 2. Fitriany3 ediedi@gmail. com1* , drasriwawo01@gmail. com2, fitriany276@gmail. Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia 1*,2,3 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman tentang pengembangan karir usaha di sektor perkebunan kelapa sawit, serta memberikan solusi yang lebih terintegrasi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pelaku Hal ini akan mendukung tidak hanya keberlangsungan usaha, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Salugatta dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif-asosiatif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena data yang dikumpulkan berupa angka dan akan dianalisis menggunakan metode statistik. Temuan menunjukkan bahwa mental sukses berfungsi sebagai variabel dominan, memberikan pengaruh signifikan terhadap pengembangan karir dengan nilai p sebesar 0,001. Kemampuan wirausaha dan dana KUR juga berkontribusi, namun dengan pengaruh yang lebih kecil. Secara simultan, ketiga variabel tersebut menunjukkan dampak signifikan, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan usaha pertanian. Nilai penelitian ini penting untuk ilmu pengetahuan dan praktik kebijakan. Hasilnya menambah pemahaman tentang faktor psikologis dan praktis yang memengaruhi keberhasilan petani di sektor perkebunan. Temuan ini juga menjadi dasar bagi pemerintah dan lembaga untuk merancang program pelatihan yang fokus pada pengembangan mental sukses, kemampuan wirausaha, dan akses dana KUR, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Kata Kunci: Mental keberlangsungan usaha. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Dalam era globalisasi yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan peningkatan mobilitas informasi, sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, menghadapi tantangan dan peluang yang semakin kompleks (Wartono et al. , 2. Pengembangan karir usaha di sektor ini tidak hanya penting untuk menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian lokal dan nasional. Di Desa Salugatta. Kabupaten Mamuju Tengah, terdapat banyak usaha perkebunan kelapa sawit yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, meskipun potensi tersebut ada, tidak sedikit pelaku usaha yang terhambat dalam mencapai kesuksesan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha di daerah ini adalah pengaruh mental sukses. Mentalitas yang positif dan percaya diri dalam berwirausaha sangat penting untuk menghadapi berbagai risiko dan ketidakpastian yang biasa terjadi dalam dunia usaha(Wati & Dasmo, 2. Namun, banyak pelaku usaha yang masih terjebak dalam pola pikir yang membatasi, seperti ketakutan akan kegagalan atau kurangnya motivasi untuk berinovasi. Hal ini berakibat pada kurangnya inisiatif untuk mengembangkan usaha mereka secara optimal. Selain itu, kemampuan wirausaha menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan usaha. Kemampuan ini mencakup pengetahuan tentang manajemen usaha, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1201 (Sukarno & Rasmini, 2. Namun, pelaku usaha di Desa Salugatta seringkali tidak memiliki akses ke pelatihan yang memadai untuk meningkatkan keterampilan ini. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dapat mengakibatkan keputusan bisnis yang kurang tepat, yang pada gilirannya dapat menghambat pertumbuhan usaha. Di samping itu, akses terhadap dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga sangat penting untuk mendukung pengembangan usaha. KUR dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah mendapatkan modal yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka(Aristanto & Malang, 2. Namun, banyak pelaku usaha yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses dana ini, baik karena kurangnya pemahaman tentang prosedur pengajuan maupun ketidakcukupan dokumen yang diperlukan. Hal ini menciptakan hambatan finansial yang berpotensi menghalangi inovasi dan ekspansi Masalah ini menjadi semakin relevan untuk diteliti, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan dampaknya terhadap kesejahteraan Banyak pelaku usaha di Desa Salugatta yang belum mampu memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal akibat kurangnya kesiapan mental, keterampilan wirausaha, dan akses terhadap pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam hubungan antara mental sukses, kemampuan wirausaha, dan akses terhadap KUR dalam konteks pengembangan karir usaha. Dengan menganalisis faktor-faktor ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang dapat membantu pelaku usaha untuk mengatasi tantangan yang ada dan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Dalam konteks teoretis, literatur mengenai pengaruh mental sukses dan kemampuan wirausaha terhadap pengembangan usaha telah banyak dibahas. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa akses terhadap dana KUR juga berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha. Penelitian oleh Ahmad et al. menunjukkan bahwa mental sukses dan kemampuan wirausaha menjadi faktor kunci dalam memanfaatkan dana KUR secara efektif. Namun, meskipun banyak penelitian telah dilakukan, fokus pada pengembangan karir usaha khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit di daerah tertentu seperti Desa Salugatta masih terbatas. Kesenjangan antara studi terbaru dan aspek empiris serta teoritis saat ini terletak pada kurangnya penelitian yang mengintegrasikan ketiga variabel tersebutAimental sukses, kemampuan wirausaha, dan dana KURAidalam konteks spesifik masyarakat lokal. Sebagian besar penelitian lebih berfokus pada satu aspek saja, sementara interaksi antara ketiga faktor ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika pengembangan karir usaha di sektor perkebunan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan mengeksplorasi bagaimana ketiga faktor ini saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap pengembangan usaha di Desa Salugatta. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang diambil dalam menganalisis pengaruh mental sukses, kemampuan wirausaha, dan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pendekatan ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang cenderung memisahkan ketiga faktor tersebut. Dengan menganalisis interaksi antara mental sukses, kemampuan wirausaha, dan akses terhadap KUR, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana ketiga elemen ini saling mempengaruhi satu sama lain dalam konteks pengembangan karir usaha. Misalnya, mental sukses dapat meningkatkan motivasi pelaku usaha untuk mengasah kemampuan wirausaha, yang pada gilirannya mempermudah mereka dalam mengakses dana KUR. Sebaliknya, dukungan finansial yang memadai dari KUR dapat memberikan kepercayaan diri dan memperkuat mentalitas sukses. Selain memberikan gambaran tentang seberapa besar pengaruh masing-masing faktor, penelitian ini juga akan mengeksplorasi dinamika kompleks yang terjadi di antara Penelitian ini akan menggunakan metode campuran, menggabungkan analisis kuantitatif untuk mengukur pengaruh masing-masing variabel dan analisis kualitatif untuk Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1202 menggali wawasan lebih dalam dari pelaku usaha. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi salah satu sumber referensi akademis, tetapi juga dapat diterapkan secara praktis. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan akan lebih komprehensif dan kontekstual, sehingga dapat langsung diterapkan oleh pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan lembaga keuangan. Misalnya, hasil penelitian dapat digunakan untuk merancang program pelatihan yang lebih efektif, yang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis tetapi juga pada pengembangan mental sukses. Selain itu, lembaga keuangan dapat mengadaptasi produk KUR mereka agar lebih sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di sektor perkebunan, menciptakan kebijakan yang mendukung aksesibilitas dan keberlanjutan usaha. Dengan pendekatan holistik ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman tentang pengembangan karir usaha di sektor perkebunan kelapa sawit, serta memberikan solusi yang lebih terintegrasi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha. Hal ini akan mendukung tidak hanya keberlangsungan usaha, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Salugatta dan sekitarnya. Dengan latar belakang yang kuat ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kewirausahaan dan ekonomi, serta memberikan manfaat praktis bagi masyarakat dan pelaku usaha di Desa Salugatta. Penelitian ini akan menjadi langkah awal dalam mengembangkan model pengembangan usaha yang lebih efektif dan berkelanjutan, yang pada gilirannya akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut Metode Analisis Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif-asosiatif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena data yang dikumpulkan berupa angka dan akan dianalisis menggunakan metode statistik. Jenis deskriptif-asosiatif bertujuan untuk menggambarkan kondisi variabel penelitian . serta menganalisis hubungan sebab-akibat atau pengaruh antar variabel . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kelapa sawit yang memiliki dan mengelola usaha perkebunan di Desa Salugatta. Kabupaten Mamuju Tengah. Mengingat jumlah petani yang bisa jadi sangat banyak, penentuan sampel akan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 70 orang. Kriteria sampel yang akan diambil adalah petani yang memenuhi syarat berikut: Telah menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit selama minimal . Pernah atau sedang mengajukan pinjaman dana KUR. Bersedia menjadi responden dan mengisi kuesioner. Data yang terkumpul akan dianalisis secara statistik dengan langkah-langkah berikut: . Analisis Deskriptif, . Uji Validitas dan Uji Reliabilitas, . Uji Asumsi Klasik, . Analisis Regresi Linier Berganda, . Uji Hipotesis (Uji t dan Uji F). Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Uji Validitas dan Realibilitas Uji Validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana item pertanyaan dalam kuisioner mampu mengukur variabel yang dimaksud. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1203 No Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel r Hitung Sig r Tabel Mental Sukses (X. X1. 0,803 0,000 0,235 X1. 0,779 0,000 0,235 X1. 0,804 0,000 0,235 X1. 0,845 0,000 0,235 Kemampuan Wirausaha (X. X2. 0,951 0,000 0,235 X2. 0,963 0,000 0,235 X2. 0,958 0,000 0,235 X2. 0,878 0,000 0,235 Dana Kur (X. X3. 0,756 0,000 0,235 X3. 0,857 0,000 0,235 X3. 0,875 0,000 0,235 X3. 0,815 0,000 0,235 Pengembangan Karir (Y) Y1. 0,801 0,000 0,235 Y1. 0,806 0,000 0,235 Y1. 0,866 0,000 0,235 Y1. 0,764 0,000 0,235 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 1, uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment menunjukkan seluruh item memiliki r-hitung >235 dengan nilai signifikansi <0,05. Sehingga semua instrumen dinyatakan valid. Uji reliabilitas merupakan metode yang digunakan untuk mengukur kesesuaian alat ukur dalam penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur tersebut memiliki hasil yang seragam apabila digunkan secara berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu. Reliabilitas diukur dengan cronbach alpha dimana reliabel apabila nilai cronbach alpha >0,60 Tabel 2. Hasil Uji Realibiltas Variabel Jumlah Item CronbachAoAlpha Mental Sukses (X. 0,828 Kemampuan Wirausaha (X. 0,954 Dana KUR (X. 0,845 Pengembangan Karir (Y) 0,823 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel diatas, hasil Uji reliabilitas menunjukkan nilai cronbach alpha untuk semua variabel >0,60, sehingga seluruh instrumen reliabel dan konsisten dalam mengukur konstruk penelitian sehingga untuk selanjutnya item-item pada masing-masing konsep variabel tersebut layak digunakan. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1204 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas adalah prosedur statistik yang digunakan untuk menentukan apakah suatu kumpulan data mengikuti distribusi normal. Distribusi normal, yang sering digambarkan sebagai kurva lonceng, merupakan asumsi penting dalam banyak analisis statistik, termasuk regresi dan ANOVA. Ada beberapa metode untuk melakukan uji normalitas, yang paling umum adalah uji Shapiro-Wilk dan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil dari uji ini biasanya diungkapkan dalam bentuk nilai p. jika nilai p lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan . isalnya, 0,. , maka hipotesis nol yang menyatakan data berdistribusi normal dapat ditolak. Uji normalitas membantu peneliti memastikan bahwa asumsi-asumsi dari analisis yang akan dilakukan terpenuhi, sehingga hasil yang diperoleh dapat dianggap valid dan dapat dipercaya. Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Sumber: Data diolah, 2025 Hasil uji normalitas yang ditunjukkan dalam grafik Normal P-P Plot mengindikasikan hubungan antara probabilitas kumulatif yang teramati (Observed Cum Pro. dan yang diharapkan (Expected Cum Pro. untuk residual standar dari model regresi dengan variabel dependen "Pengembangan Karir. " Jika titik-titik pada grafik terletak dekat dengan garis diagonal, ini menunjukkan bahwa residual mengikuti distribusi normal. Dalam grafik ini, jika titik-titik tampak menyebar secara merata di sekitar garis, maka dapat disimpulkan bahwa asumsi normalitas residual terpenuhi. Sebaliknya, jika terdapat pola yang jelas atau titik-titik yang menyimpang jauh dari garis, hal ini mengindikasikan pelanggaran asumsi normalitas, yang dapat mempengaruhi validitas analisis regresi yang dilakukan. Uji Multikolineritas Uji multikolineritas adalah analisis statistik yang digunakan untuk mendeteksi adanya hubungan linear yang kuat antara dua atau lebih variabel independen dalam model Multikolineritas dapat menyebabkan kesulitan dalam menentukan pengaruh individu dari setiap variabel independen terhadap variabel dependen, serta dapat meningkatkan varians dari estimasi koefisien regresi. Hal ini sering kali diukur dengan menggunakan Variance Inflation Factor (VIF). nilai VIF yang tinggi . iasanya di atas . menunjukkan adanya multikolineritas yang signifikan. Mengidentifikasi dan mengatasi multikolineritas penting untuk memastikan bahwa model regresi yang dibangun dapat memberikan estimasi yang akurat dan interpretasi yang jelas terhadap data. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1205 Tabel 3. Hasil Uji Multikolineritas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Mental Sukses Kemampuan Wirausaha Dana KUR Standardized Coefficients Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF Dependent Variable: Pengembangan Karir Sumber: Data Diolah,2025 Hasil uji multikolineritas yang ditampilkan dalam tabel koefisien menunjukkan informasi terkait variabel independen yang berpengaruh terhadap variabel dependen "Pengembangan Karir. " Dalam kolom "Collinearity Statistics," nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) digunakan untuk mendeteksi adanya multikolineritas. Nilai Tolerance yang lebih rendah dari 0,1 atau VIF yang lebih tinggi dari 10 dapat menunjukkan adanya masalah multikolineritas. Dalam tabel ini, semua nilai Tolerance berada di atas 0,1, dan VIF untuk setiap variabel independen (Mental Sukses. Kemampuan Wirusaha, dan Dana KUR) di bawah 10, menunjukkan bahwa tidak ada indikasi multikolineritas yang signifikan antara variabel-variabel tersebut. Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa model regresi ini dapat diandalkan dan variabel-variabel independen dapat memberikan kontribusi yang jelas tanpa adanya pengaruh saling yang kuat. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas adalah prosedur statistik yang digunakan untuk mendeteksi adanya variabilitas yang tidak konstan dalam residual dari model regresi. Idealnya, residual harus memiliki varians yang seragam di seluruh rentang nilai variabel dependen, yang dikenal sebagai homoskedastisitas. Ketika terdapat heterokedastisitas, varians residual berubah-ubah, yang dapat mengakibatkan estimasi koefisien regresi yang tidak efisien dan kesalahan pengujian hipotesis. Beberapa metode untuk menguji heterokedastisitas meliputi uji Breusch-Pagan dan uji White. Jika heterokedastisitas terdeteksi, peneliti mungkin perlu mempertimbangkan transformasi data atau penggunaan metode estimasi yang lebih robust untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan dapat diandalkan. Gambar 2 . Hasil Uji Heterokedastisitas Sumber: Data diolah, 2025 Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1206 Uji Analisis Regresi Linear Berganda Data yang berasal dari temuan penelitian artinya data yang sudah diolah. Pengolahan data dilakukan dengan memakai metode statistik serta model regresion linier berganda. Selain untuk menguji hipotesis penelitian yg sudah ditetapkan sebelumnya, analisis regresi dilakukan untuk mengetahui tingkat pengaruh simultan dan parsial variabel independen terhadap variabel dependen. Di bawah ini merupakan hasil uji regresi tersaji pada tabel Tabel 4. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Mental Sukses Kemampuan Wirausaha Dana KUR Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Pengembangan Karir Berdasarkan tabel diatas, maka diperoleh persamaan Regresi Linear Berganda sebagai berikut : Y = 3,044 0,423X1 0,112X2 0,291X3 Pada persamaan Regresi linier berganda di atas memilikii makna sebagai berikut: Konstanta. Ini adalah nilai Y ketika semua variabel independen (X1. X2. bernilai nol. Dalam konteks ini, jika seseorang tidak memiliki mental sukses, kemampuan wirausaha, atau dana KUR, maka pengembangan karirnya diperkirakan sebesar 3,044. Koefisien Mental Sukses(X. Setiap kenaikan satu unit pada mental sukses (X. diharapkan akan meningkatkan pengembangan karir (Y) sebesar 0,423, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Ini menunjukkan bahwa mental sukses memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pengembangan karir. Koefisien Kemampuan Wirausaha(X. Setiap kenaikan satu unit pada kemampuan wirausaha (X. diperkirakan meningkatkan pengembangan karir (Y) sebesar 0,112, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Ini menunjukkan bahwa kemampuan wirausaha juga berkontribusi, namun pengaruhnya lebih kecil dibandingkan mental Koefisien Dana KUR(X. Setiap kenaikan satu unit pada dana KUR (X. diharapkan meningkatkan pengembangan karir (Y) sebesar 0,291, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Ini menunjukkan bahwa dana KUR berperan penting dalam mendukung pengembangan karir. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Hipotesis parsial . dalam penelitian ini yaitu Mental Sukses . Kemampuan Wirausaha . , dan Dana KUR . berpengaruh secara parsial terhadap Pengembangan Karir Usaha. di perkebunan kelapa sawit di desa salugatta kabupaten Mamuju Tengah. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1207 Tabel 5. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Mental Sukses Kemampuan Wirausaha Dana KUR Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Pengembangan Karir Hasil uji t yang ditunjukkan dalam tabel koefisien memberikan informasi mengenai signifikansi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen "Pengembangan Karir. " Kolom "t" menunjukkan nilai statistik t untuk setiap variabel, sementara kolom "Sig. " menunjukkan nilai p terkait. Untuk variabel "Mental Sukses," nilai t sebesar 3,314 dengan nilai p 0,001 menunjukkan bahwa variabel ini berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karir, karena nilai p kurang dari 0,05. Sebaliknya, variabel "Kemampuan Wirusaha" dan "Dana KUR" memiliki nilai p masing-masing 0,055 dan 0,019, yang menunjukkan bahwa meskipun "Kemampuan Wirusaha" mendekati signifikansi, hanya "Dana KUR" yang dapat dianggap berpengaruh signifikan pada tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, hasil uji t ini menunjukkan bahwa "Mental Sukses" dan "Dana KUR" memiliki kontribusi yang signifikan dalam model regresi untuk pengembangan karir, sedangkan "Kemampuan Wirusaha" perlu diperhatikan lebih lanjut Uji Simultan (Uji . Uji simultan, yang juga dikenal sebagai Uji F, adalah metode statistik yang digunakan untuk menentukan apakah satu atau lebih variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen dalam model regresi. Uji ini membandingkan model regresi yang lengkap, yang mencakup semua variabel independen, dengan model yang lebih sederhana tanpa variabel-variabel tersebut. Dengan menghitung rasio varians antara kedua model. Uji F menghasilkan nilai statistik yang diujikan terhadap distribusi F untuk menentukan signifikansi. Jika nilai p yang dihasilkan lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan . isalnya, 0,. , maka hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh signifikan dari variabel independen dapat ditolak. Uji F penting untuk mengevaluasi kelayakan model regresi secara keseluruhan dan membantu peneliti memahami hubungan kompleks antara variabel-variabel yang diteliti. Tabel 6. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Pengembangan Karir Predictors: (Constan. Dana KUR. Kemampuan Wirausaha. Mental Sukses Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1208 Hasil uji F yang ditampilkan dalam tabel ANOVA menunjukkan signifikansi keseluruhan dari model regresi yang melibatkan variabel-variabel independen "Dana KUR," "Kemampuan Wirusaha," dan "Mental Sukses" terhadap variabel dependen "Pengembangan Karir. " Nilai F sebesar 27,256 dengan nilai p (Sig. ) yang sangat kecil . menunjukkan bahwa model regresi ini secara keseluruhan memiliki pengaruh yang Dengan kata lain, setidaknya satu dari variabel independen dalam model berkontribusi secara signifikan terhadap variasi dalam pengembangan karir. Nilai Sum of Squares untuk regresi . dibandingkan dengan residual . menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan proporsi yang besar dari variasi dalam data. Hasil ini memberikan dasar yang kuat untuk melanjutkan analisis dan interpretasi lebih lanjut mengenai pengaruh masing-masing variabel independen. Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi, yang biasanya dilambangkan dengan RA, adalah ukuran statistik yang digunakan untuk menilai seberapa baik model regresi menjelaskan variasi dalam variabel dependen. Nilai RA berkisar antara 0 hingga 1, di mana 0 menunjukkan bahwa model tidak mampu menjelaskan sama sekali variasi data, dan 1 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan semua variasi. Semakin tinggi nilai RA, semakin baik model dalam menggambarkan hubungan antara variabel independen dan dependen. Namun, penting untuk diingat bahwa RA yang tinggi tidak selalu berarti model yang baik, karena bisa jadi terdapat overfitting atau model yang terlalu kompleks. Oleh karena itu. RA sering digunakan bersamaan dengan analisis lain untuk mengevaluasi kualitas dan keandalan model regresi. Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Predictors: (Constan. Dana KUR. Kemampuan Wirausaha. Mental Sukses Dependent Variable: Pengembangan Karir Hasil uji koefisien determinasi yang ditampilkan dalam ringkasan model menunjukkan nilai RA sebesar 0,553, yang berarti bahwa sekitar 55,3% variasi dalam variabel dependen "Pengembangan Karir" dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen, yaitu "Dana KUR," "Kemampuan Wirusaha," dan "Mental Sukses. " Nilai ini menunjukkan bahwa model regresi cukup baik dalam menggambarkan hubungan antara variabel-variabel tersebut. Selain itu, nilai Adjusted R Square yang juga sebesar 0,533 memberikan indikasi bahwa model ini tetap konsisten meskipun mempertimbangkan jumlah variabel yang digunakan. Nilai Std. Error of the Estimate sebesar 1,27676 menunjukkan tingkat kesalahan prediksi model, sedangkan nilai Durbin-Watson sebesar 2,270 mengindikasikan tidak adanya autokorelasi dalam residual. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa model regresi memiliki kapasitas yang baik dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan karir. Pembahasan Mental Sukses terhadap Pengembangan Karir Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Mental sukses merupakan elemen kunci dalam pengembangan karir usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Salugatta. Penelitian menunjukkan bahwa mental sukses memiliki pengaruh yang signifikan, terbukti dengan nilai p sebesar 0,001. Hal ini mengindikasikan bahwa individu yang memiliki mental sukses, yang ditandai dengan sikap Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1209 optimis, ketahanan, dan motivasi tinggi, cenderung lebih mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam usaha pertanian. Pemilik usaha yang memiliki mental sukses tidak hanya mampu mengatasi kesulitan, tetapi juga lebih proaktif dalam mencari solusi dan inovasi(Aristanto & Malang, 2. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap perubahan dan penerapan teknologi baru, yang sangat penting dalam sektor perkebunan kelapa sawit yang terus berkembang. Misalnya, seorang petani yang percaya pada kemampuan dirinya untuk sukses lebih mungkin untuk berinvestasi dalam pelatihan atau teknologi yang dapat meningkatkan hasil panen. Lebih lanjut, mental sukses juga berhubungan dengan kemampuan untuk membangun jaringan dan kerjasama dengan pihak lain. Petani dengan mental positif sering kali lebih aktif dalam menjalin hubungan dengan lembaga keuangan, pemerintah, dan organisasi pertanian, yang dapat membuka akses kepada sumber daya tambahan, informasi, dan dukungan teknis. Keterlibatan dalam komunitas pertanian yang lebih luas dapat meningkatkan motivasi dan memberikan dukungan moral yang penting dalam pengembangan usaha(Daniswara & Habib, 2. Dengan demikian, mental sukses berfungsi sebagai fondasi yang kuat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan strategi manajemen yang efektif, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan keberhasilan finansial usaha perkebunan kelapa sawit. Kesimpulannya, peningkatan mental sukses di kalangan petani tidak hanya mendukung pengembangan karir mereka, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan. Program pelatihan yang fokus pada pengembangan mentalitas positif harus menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Salugatta. Kemampuan Wirausaha terhadap Pengembangan Karir Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Kemampuan wirausaha memainkan peran krusial dalam pengembangan karir usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Salugatta. Meskipun hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak sekuat mental sukses, dengan nilai p sebesar 0,055 yang mendekati batas signifikansi, kemampuan wirausaha tetap merupakan faktor yang Kemampuan ini mencakup berbagai aspek, seperti manajemen, pemasaran, dan pengelolaan keuangan, yang semuanya berkontribusi pada keberhasilan usaha. Pertama, manajemen yang efektif menjadi salah satu pilar utama dalam kemampuan wirausaha. Petani yang mampu mengatur waktu, sumber daya, dan tenaga kerja dengan baik akan lebih efisien dalam operasional harian mereka(Alfiana et al. , 2. Misalnya, seorang petani yang memahami cara memanfaatkan alat pertanian dan teknologi terbaru dapat meningkatkan hasil panen, sehingga berdampak langsung pada pendapatan mereka. Pelatihan dalam manajemen usaha dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara mengoptimalkan proses produksi dan meminimalisir pemborosan. Kedua, keterampilan pemasaran juga sangat penting. Di era digital saat ini, petani yang memiliki kemampuan untuk memasarkan produk mereka melalui platform online atau menjalin kerjasama dengan distributor akan memiliki akses yang lebih luas ke pasar. Hal ini tidak hanya meningkatkan visibilitas produk, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing Sebagai contoh, petani yang memahami permintaan pasar dan dapat mengadaptasi produk mereka sesuai dengan kebutuhan konsumen akan lebih mampu menjual hasil panennya dengan harga yang lebih menguntungkan. Ketiga, pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha. Petani perlu memahami bagaimana cara mengelola pendapatan dan pengeluaran, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk investasi di masa Kemampuan untuk mengakses dan mengelola dana, termasuk dana KUR, sangat berkaitan dengan keberhasilan finansial. Pelatihan tentang pengelolaan keuangan dapat Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1210 membantu petani merencanakan anggaran, memahami risiko finansial, dan merencanakan investasi yang tepat. Dengan demikian, meskipun pengaruh kemampuan wirausaha terhadap pengembangan karir di sektor perkebunan kelapa sawit mungkin tidak sekuat mental sukses, kemampuan ini tetap sangat vital. Peningkatan kemampuan wirausaha di kalangan petani harus menjadi fokus utama dalam pengembangan program pelatihan dan pendidikan. Dengan memberikan akses kepada pelatihan yang relevan, petani akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam pasar, sehingga mendukung pengembangan karir mereka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Salugatta. Dana KUR terhadap Pengembangan Karir Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Dana KUR (Kredit Usaha Rakya. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengembangan karir usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Salugatta, dengan hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,014. Hal ini menegaskan bahwa akses terhadap dana KUR dapat menjadi pendorong utama bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan keberhasilan usaha mereka. Dana KUR dirancang untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk sektor pertanian. Pertama, salah satu dampak langsung dari akses ke dana KUR adalah kemampuan petani untuk melakukan investasi yang diperlukan dalam usaha mereka. Dengan dana tersebut, petani dapat membeli peralatan modern, pupuk berkualitas, dan benih unggul yang dapat meningkatkan hasil panen. Misalnya, investasi dalam mesin pemanen atau irigasi yang efisien dapat mengurangi biaya operasional dan waktu kerja, sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pertanian. Ini menunjukkan bahwa dana KUR tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga membuka peluang untuk inovasi dalam praktik pertanian. Kedua, dana KUR juga memungkinkan petani untuk meningkatkan skala usaha Dengan tambahan modal, petani dapat memperluas lahan pertanian atau meningkatkan jumlah tanaman yang dikelola. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan volume hasil panen, yang pada gilirannya dapat mendongkrak pendapatan. Petani yang mampu memperbesar usaha mereka akan memiliki posisi tawar yang lebih baik di pasar, serta dapat memanfaatkan ekonomi skala untuk menurunkan biaya per unit produk. Ketiga, pendidikan dan pelatihan yang diintegrasikan dengan akses dana KUR dapat meningkatkan dampak positif dari pembiayaan tersebut. Program pendampingan yang menyertai akses kredit dapat membantu petani dalam merencanakan penggunaan dana secara efektif, serta memberikan pengetahuan tentang praktik pertanian yang berkelanjutan(NOVANDRA, 2. Misalnya, pelatihan tentang manajemen keuangan, teknik pertanian modern, atau strategi pemasaran dapat meningkatkan kemampuan petani untuk mengelola usaha mereka dengan lebih baik, sehingga memaksimalkan manfaat dari dana yang diterima. Namun, penting untuk diingat bahwa akses ke dana KUR tidak selalu berarti sukses Petani perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memanfaatkan dana tersebut secara efektif. Oleh karena itu, sinergi antara akses dana KUR dan program pelatihan yang komprehensif sangat penting dalam mengoptimalkan pengembangan karir usaha perkebunan kelapa sawit. Dengan kombinasi yang tepat, dana KUR dapat menjadi alat yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Salugatta. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1211 Pengaruh Simultan Mental Sukses. Kemampuan Wirausaha, dan Dana KUR terhadap Pengembangan Karir Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Pengujian simultan terhadap pengaruh mental sukses, kemampuan wirausaha, dan dana KUR menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan karir usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Salugatta, dengan nilai F yang sangat kecil . Hal ini mengindikasikan bahwa kombinasi dari ketiga faktor ini berfungsi secara sinergis untuk meningkatkan potensi dan keberhasilan usaha pertanian. Pertama, mental sukses sebagai variabel utama memberikan dasar psikologis yang kuat bagi petani untuk mengambil tindakan positif dalam usaha mereka. Ketika petani memiliki mentalitas yang optimis dan percaya pada kemampuan mereka, mereka lebih cenderung untuk berinovasi dan mencari cara baru untuk meningkatkan produktivitas. Mental sukses menciptakan lingkungan di mana petani merasa termotivasi untuk menerapkan keterampilan wirausaha mereka secara efektif, menjadikan mereka lebih responsif terhadap kebutuhan pasar dan perubahan kondisi lingkungan. Kedua, kemampuan wirausaha berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan mental sukses dan penggunaan dana KUR secara efektif. Petani yang memiliki kemampuan manajerial yang baik mampu merencanakan dan menggunakan dana KUR untuk investasi yang tepat. Mereka tahu bagaimana mengelola sumber daya, memasarkan produk, dan merencanakan keuangan untuk memastikan bahwa investasi membawa hasil yang optimal. Dengan kata lain, kemampuan wirausaha memaksimalkan dampak positif dari mental sukses, karena petani yang percaya diri dan terampil cenderung lebih proaktif dalam memanfaatkan peluang yang ada. Ketiga, dana KUR memberikan sumber daya finansial yang diperlukan untuk mewujudkan ide-ide yang dihasilkan dari mental sukses dan kemampuan wirausaha. Akses terhadap pembiayaan ini memungkinkan petani untuk melakukan investasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usaha mereka. Tanpa dana yang cukup, bahkan petani yang memiliki mentalitas dan keterampilan yang baik pun akan kesulitan untuk mewujudkan potensi mereka. Oleh karena itu, keberadaan dana KUR menjadi faktor penting yang mendukung implementasi strategi yang dihasilkan dari kedua variabel lainnya. Hasil uji simultan ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun dari ketiga variabel tersebut yang berdiri sendiri. sebaliknya, mereka saling melengkapi dan berkontribusi pada pengembangan karir usaha perkebunan kelapa sawit. Program-program yang dirancang untuk mendukung petani di Desa Salugatta seharusnya mempertimbangkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan pengembangan mental sukses, peningkatan kemampuan wirausaha, dan akses ke dana KUR. Melalui pendekatan ini, petani akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam usaha mereka dan memanfaatkan peluang yang ada, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di komunitas lokal. Variabel Dominan dalam Pengembangan Karir Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Dalam penelitian ini, analisis menunjukkan bahwa di antara ketiga variabelAimental sukses, kemampuan wirausaha, dan dana KURAimental sukses berfungsi sebagai variabel dominan dalam mempengaruhi pengembangan karir usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Salugatta. Hal ini tercermin dari hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa mental sukses memiliki koefisien tertinggi, yaitu 0,423, dan nilai p yang signifikan . Ini menunjukkan bahwa peningkatan dalam mental sukses akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap pengembangan karir dibandingkan dengan dua variabel lainnya. Mental sukses, yang mencakup sikap optimis, ketahanan, dan kemauan untuk belajar, menciptakan dasar yang kuat bagi petani untuk menghadapi berbagai tantangan dalam usaha mereka(FadilahT et al. , 2. Ketika petani memiliki mental yang positif, mereka lebih cenderung untuk mengambil risiko yang diperlukan untuk inovasi dan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1212 pengembangan. Misalnya, petani dengan mental sukses yang tinggi tidak hanya siap untuk mencoba teknik pertanian baru, tetapi juga lebih terbuka untuk belajar dari kesalahan dan mengevaluasi strategi mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik. Hal ini menciptakan siklus positif di mana keberhasilan kecil dapat memperkuat mentalitas sukses, mendorong petani untuk terus berusaha. Sementara itu, kemampuan wirausaha dan dana KUR juga memiliki peran penting, tetapi dampaknya lebih terikat pada bagaimana mental sukses diterapkan. Kemampuan wirausaha memberikan keterampilan praktis yang diperlukan untuk mengelola usaha secara efisien(Fitriany et al. , 2. , sedangkan dana KUR menyediakan sumber daya finansial yang diperlukan untuk investasi. Namun, tanpa mental sukses yang kuat, keterampilan dan modal ini mungkin tidak dimanfaatkan secara optimal. Misalnya, petani yang memiliki dana cukup tetapi tidak percaya pada kemampuan mereka untuk mengelola usaha mungkin akan ragu untuk melakukan investasi yang berisiko atau inovatif. Selain itu, pengaruh dana KUR sebagai variabel ketiga dalam model ini juga menunjukkan pentingnya dukungan finansial dalam memperkuat mental sukses dan kemampuan wirausaha. Namun, variabel ini lebih bersifat reaktif. artinya, keberhasilan penggunaan dana KUR sangat bergantung pada sikap dan keterampilan petani. Dengan kata lain, meskipun dana KUR memberikan akses ke modal, mental sukses dan kemampuan wirausaha adalah faktor yang menentukan bagaimana dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan pengembangan karir. Oleh karena itu, dalam merancang program pengembangan untuk petani di Desa Salugatta, penting untuk menekankan peningkatan mental sukses sebagai prioritas utama. Intervensi yang fokus pada pengembangan sikap positif, ketahanan, dan motivasi dapat memberikan fondasi yang kuat bagi petani untuk mengembangkan keterampilan wirausaha mereka dan memanfaatkan dana KUR secara efektif. Dengan cara ini, pengembangan karir usaha perkebunan kelapa sawit di desa tersebut dapat ditingkatkan secara signifikan, membawa manfaat tidak hanya bagi petani secara individu tetapi juga bagi komunitas secara keseluruhan. Simpulan dan Saran Penelitian ini berhasil menjawab rumusan masalah mengenai pengaruh mental sukses, kemampuan wirausaha, dan dana KUR terhadap pengembangan karir usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Salugatta. Temuan menunjukkan bahwa mental sukses berfungsi sebagai variabel dominan, memberikan pengaruh signifikan terhadap pengembangan karir dengan nilai p sebesar 0,001. Kemampuan wirausaha dan dana KUR juga berkontribusi, namun dengan pengaruh yang lebih kecil. Secara simultan, ketiga variabel tersebut menunjukkan dampak signifikan, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan usaha pertanian. Nilai penelitian ini penting baik dari segi ilmu pengetahuan maupun praktik Dalam konteks ilmu pengetahuan, hasil penelitian ini menambah pemahaman tentang faktor-faktor psikologis dan praktis yang memengaruhi keberhasilan petani di sektor perkebunan. Dari segi kebijakan, temuan ini memberikan dasar bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk merancang program pelatihan dan pendampingan yang fokus pada pengembangan mental sukses, peningkatan kemampuan wirausaha, serta aksesibilitas dana KUR, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan. Pertama, cakupan penelitian terbatas pada satu desa, yang mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di daerah lain. Selain itu, penelitian ini mengandalkan data kuantitatif yang mungkin tidak menangkap nuansa kualitatif dari pengalaman petani. Keterbatasan lainnya adalah tidak adanya analisis longitudinal yang dapat menunjukkan perubahan dalam pengaruh variabel seiring waktu. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1213 cakupan wilayah dan menggunakan pemahaman yang lebih komprehensif. Ucapan Terimakasih Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu dalam penyelesaian tugas akhir ini. Pertama-tama, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada dosen pembimbing. Saya juga berterima kasih kepada Institut Teknologi dan Bisnis yang telah menyediakan fasilitas dan sumber daya yang diperlukan untuk penelitian ini. Tidak lupa, kepada semua responden yang telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam penelitian, kontribusi kalian sangat berharga dan menjadi dasar bagi hasil penelitian ini. erima kasih kepada teman-teman dan keluarga yang selalu memberikan dukungan moral dan semangat selama proses penyelesaian tugas akhir ini. Referensi