Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) E-ISSN: 2988 - 2001 P-ISSN: 3024 - 9937 Vol. No. June 2025, 43-52 DOI: 10. 58818/ijeb. Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia (PDPI) Pengaruh Komunikasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Survey Perangkat Desa Kecamatan Cipatat Bandung Bara. Yandy Noviandri1*. Mardani Eka Ningrum2. Suhartono Suhartono3. Ratna Tri Hari Safariningsih4. Dewi Asiyah5 STIA Cimahi. Indonesia Universitas Tangerang Raya. Indonesia Universitas Panca Sakti Bekasi. Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon. Indonesia 1*,2 *Corresponding Author: yandymuharamsyah@gmail. Received: 19-03-2025. Revised: 25-04-2025. Accepted: 05-05-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi (XCA) dan motivasi kerja (XCC) terhadap kepuasan kerja (Y) pada perangkat desa di Kecamatan Cipatat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 125 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dan motivasi kerja secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Uji t menunjukkan bahwa masing-masing variabel XCA dan XCC berpengaruh signifikan terhadap Y, dengan nilai t hitung . > t tabel . Uji F juga menunjukkan hasil yang signifikan dengan F hitung . > F tabel . , yang mengindikasikan bahwa kedua variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Dengan demikian, peningkatan komunikasi dan motivasi kerja dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan kepuasan kerja perangkat desa. Kata kunci: Komunikasi. Motivasi Kerja. Kepuasan Kerja. Perangkat Desa Abstract: This study aims to determine the influence of communication (XCA) and work motivation (XCC) on job satisfaction (Y) in village apparatus in Cipatat District. The research method used is a quantitative approach with survey techniques. The sample in this study amounted to 125 respondents who were selected through purposive sampling techniques. The research instrument is in the form of a questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using multiple linear regression with the help of SPSS. The results of the study show that communication and work motivation partially or simultaneously have a significant effect on job satisfaction. The t-test showed that the variables XCA and XCC had a significant Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 43-52 effect on Y, respectively, with t-values calculated . > t table . The F test also showed significant results with the F count . > F table . , which indicated that both independent variables simultaneously had an effect on job satisfaction. Thus, improving communication and work motivation can be an important strategy in increasing job satisfaction of village officials. Keywords: Communication. Work Motivation. Job Satisfaction. Village Apparatus PENDAHULUAN Dalam organisasi pemerintahan, peran sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Perangkat desa sebagai bagian dari aparatur pemerintah di tingkat paling bawah memiliki fungsi strategis dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, tingkat kepuasan kerja perangkat desa menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik (Mulyeni et al. , 2. Menurut (Robbins & Judge, 2. kepuasan kerja adalah perasaan positif atau negatif individu terhadap pekerjaannya, yang muncul sebagai hasil evaluasi atas aspek-aspek pekerjaan tersebut. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah komunikasi organisasi dan motivasi kerja (Herlina et , 2. Dalam dunia kerja apapun jenisnya komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat terlepaskan, komunikasi yang terjalin dengan baik akan memberikan pengaruh pada kinerja organsiasi (Deddy Mulyana, 2. Komunikasi yang efektif dalam organisasi dapat menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif (Mulyeni & Aulia, 2. Menurut (Rachmat, 2. , komunikasi yang baik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mempererat hubungan sosial dalam organisasi, membangun kepercayaan, dan mengurangi konflik. Di tingkat desa, komunikasi yang terbuka antara kepala desa dan perangkat desa sangat penting dalam mendukung kelancaran tugas-tugas pemerintahan (Hulu & Rahim, 2. Di sisi lain, motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal yang memengaruhi semangat dan komitmen pegawai dalam menjalankan tugas (Mulyeni. Ramdhani et al. , 2. Teori motivasi (Gibson et al. , 2. menyatakan bahwa terdapat dua faktor yang memengaruhi motivasi kerja, yaitu pertama motivator yang merupakan faktor intrinsik seperti pencapaian dan pengakuan, kedua hygiene factors yang merupakan faktor ekstrinsik seperti gaji dan kondisi kerja. Jika motivasi kerja tinggi, maka kepuasan kerja cenderung meningkat. Dalam praktiknya, berbagai tantangan sering muncul, mulai dari kurangnya komunikasi yang efektif hingga lemahnya motivasi kerja karena keterbatasan insentif dan fasilitas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pengaruh komunikasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja perangkat desa di Kecamatan Cipatat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah desa dalam meningkatkan kinerja aparatur dan pelayanan kepada masyarakat secara lebih optimal. Pengaruh komunikasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerjaA (Noviandri, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 43-52 KAJIAN TEORI Komunikasi dalam konteks organisasi adalah proses penyampaian informasi, ide, dan perasaan antarindividu dalam organisasi guna mencapai tujuan bersama (Hasibuan. Komunikasi yang efektif menjadi fondasi penting bagi terciptanya koordinasi, partisipasi, dan hubungan kerja yang harmonis. (Rachmayuniawati & Mulyeni, 2. , menjelaskan bahwa komunikasi organisasi merupakan proses pemindahan makna dari satu orang ke orang lain melalui simbol, kata, atau tindakan. Komunikasi yang baik akan meningkatkan keterlibatan karyawan, mencegah kesalahpahaman, dan memperkuat hubungan kerja. Sedangkan (Mangkunegara, 2. menyampaikan bahwa komunikasi organisasi mencakup komunikasi formal dan informal yang terjadi dalam suatu struktur organisasi untuk mendukung kelancaran operasional. Dalam organisasi desa, komunikasi vertikal . ntara kepala desa dan perangka. dan horizontal . ntarperangkat des. harus terjalin secara baik agar dapat mendukung proses pelayanan publik yang efektif (Nandang et al. , 2. Komunikasi yang buruk berpotensi menimbulkan konflik, menurunkan semangat kerja, dan menurunkan kepuasan kerja. Motivasi kerja adalah kondisi psikologis yang mendorong individu untuk bertindak secara konsisten dalam mencapai tujuan tertentu. Menurut (Gibson et al. , terdapat dua jenis faktor yang memengaruhi kepuasan dan ketidakpuasan kerja, yaitu faktor . : seperti pencapaian, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, dan perkembangan pribadi. faktor ekstrinsik seperti gaji, kondisi kerja, kebijakan perusahaan, hubungan antarpegawai. Sedangkan menurut (Maslow, 2. dalam hierarki kebutuhan, motivasi seseorang dipengaruhi oleh lima tingkat kebutuhan mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. Dalam konteks kerja, pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut secara bertahap akan meningkatkan semangat dan kepuasan kerja individu. Motivasi kerja yang tinggi akan berdampak pada peningkatan produktivitas, loyalitas, serta kepuasan dalam bekerja (Mulyeni & Herlina, 2. Sebaliknya, rendahnya motivasi dapat menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan dan munculnya rasa jenuh terhadap pekerjaan (Herlina & Mulyeni, 2. Kepuasan kerja merupakan kondisi emosional positif yang timbul dari penilaian terhadap pengalaman kerja seseorang. Menurut (Harto et al. , 2021. Mulyeni, 2. , kepuasan kerja adalah kepuasan kerja muncul ketika terdapat kesesuaian antara harapan karyawan dengan realitas di tempat kerja. Aspek-aspek kepuasan kerja menurut (Thoha, 2. antara lain pekerjaan itu sendiri, supervisi, hubungan dengan rekan kerja, promosi, dan gaji. Kepuasan kerja juga berkaitan erat dengan iklim organisasi, gaya kepemimpinan, serta sistem penghargaan (Winardi, 2. Dalam lingkup perangkat desa, kepuasan kerja menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan manajemen aparatur. Kepuasan yang tinggi akan berpengaruh pada kualitas pelayanan kepada masyarakat, partisipasi dalam pembangunan, dan stabilitas kerja. Komunikasi yang baik dapat meningkatkan pemahaman tugas, rasa dihargai, dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan kerja (Sukmawati et al. , 2. Hal ini berkontribusi positif terhadap kepuasan kerja pegawai. Tingginya motivasi kerja Pengaruh komunikasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerjaA (Noviandri, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 43-52 cenderung meningkatkan rasa puas dalam bekerja karena pegawai merasa pekerjaannya bermakna dan sesuai dengan harapan (Hutabarat, 2. Komunikasi yang terbuka dapat memperkuat motivasi dengan cara memberikan umpan balik, apresiasi, dan kejelasan tujuan kerja. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal, yaitu untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara dua atau lebih variabel (Sugiyono, 2. Pendekatan ini digunakan untuk menguji pengaruh komunikasi dan motivasi kerja . ariabel beba. terhadap kepuasan kerja . ariabel terika. perangkat desa di Kecamatan Cipatat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kecamatan Cipatat. Kabupaten Bandung Barat, jumlah populasinya diketahui Jumlah populasi 180, teknik proportional random sampling untuk mewakili setiap desa secara rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5% diperoleh sampel 125 sampel pada perangkat desa. Data dikumpulkan menggunakan angket . uesioner tertutu. yang disusun berdasarkan indikator dari masing-masing variabel. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 pilihan jawaban . angat tidak setuju sampai sangat setuj. Selain itu, dilakukan observasi dan studi dokumentasi untuk melengkapi data lapangan. Instrumen diuji melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik dan regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang dikumpulkan melalui tahapan uji validitas dengan menggunakan Pearson Product Moment dengan membandingkan perolehan nilai t hitung dengan t tabel, hasil uji validitas nampak pada tabel berikut: Tabel 1. Uji Validitas Variabel Komunikasi (X. Variabel Item Nilai r Hitung Nilai r Tabel Keterangan X1. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1. X1. X1. Komunikasi (X. X1. X1. X1. X1. X1. Sumber : Data Kueisoner, diolah Hasil uji validitas pada variabel komunikasi menunjukkan bahwa setiap indikator memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel artinya semua indikator pada variabel komunikasi dinyatakan valid. Berikutnya hasil uji validitas variabel motivasi kerja. Pengaruh komunikasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerjaA (Noviandri, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 43-52 Tabel 2. Uji Validitas Variabel Motivasi (X. Variabel Item X2. X2. X2. X2. X2. Motivasi Kerja (X. X2. X2. X2. X2. X2. Sumber : Data Kueisoner, diolah Nilai Koefisien Validitas Nilai r Tabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 2 menyajikan hasil uji valisitas variabel motivasi kerja dengan perolehan nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel maka dapat diasumsikan indikator pada variabel motivasi dinyatakan valid. Dan hasil uji validitas kepuasan kerja disajikan pada tabel 3 Tabel 3. Uji Validitas Variabel Kepuasan Kerja (Y) Variabel Item Kepuasan Kerja (Y) Sumber : Data Kueisoner, diolah Nilai Koefisien Validitas Nilai r Tabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Pada tabel diatas nampak bahwa setiap indikator pada variabel kepuasan kerja memperolah nilai t hitung lebih besar dar t tabel sehingga setiap indikator dinyatakan Setelah hasil uji validitas dilakukan maka berikutnya peneliti melakukan uji reliabilitas dengan hasil rekapitulasi nilai cronbach alpha nampak pada tabel 4 berikut: Tabel 4. Uji Reliabilitas Variabel Kepuasan Kerja (Y) Variabel Nilai Cronbach Alpha Keputusan Komunikasi (X. Reliabel Motivasi (X. Reliabel Pengaruh komunikasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerjaA (Noviandri, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 43-52 Kepuasan Kerja (Y) Sumber : Data Kueisoner, diolah Reliabel Berdasarkan perhitungan uji reliabilitas diperoleh bahwa pada variabel komunikasi, motivasi dan kepuasan kerja memiliki nilai cronbach alpha di atas 0,6 ini berarti instrumen memiliki hasil yang reliabel, sehingga instrumen atau angket ini termasuk kepada instrumen reliabel dan konsisten. Tabel 5. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Most Extreme Differences Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Analisis kenormalan berdasarkan metode Kolmogorov-Smirnov mensyaratkan kurva normal apabila nilai Asymp. Sig. berada di atas batas maximum error, yaitu 0,05, dari tabel uji normalitas diatas diperoleh nilai sig sebesar 0. Karena nilai sig . > 0,05 maka data di atas dapat digunakan karena variable residu berdistribusi normal. Tabel 6. Model Summary Variabel Komunikasi (X. dan Motivasi Kerja (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) Model Summaryb Change Model Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. TX2. TX1 Std. Error of the Estimate R Square Change Statistics F Change Sig. Durbin- df1 df2 Change Watson Dependent Variable: TY Nilai koefisien determinasi (Kd/ R. sebesar 0,724 atau 72,4 %, sedangkan sisanya . sebesar 27,6%, artinya kepuasan kerja dipengaruhi oleh variabel luar sebesar 27,6 % yang tidak dijadikan model dalam penelitian ini. Tabel 7. Coefficients Variabel Komunikasi (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Z) Pengaruh komunikasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerjaA (Noviandri, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 43-52 Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Error (Constan. TX1 TX2 Dependent Variable: TZ Beta Sig. Tolerance VIF Hasil uji t menjelaskan bahwa nilai perolehan t hitung untuk variabel komunikasi 817 dan variabel motivasi kerja sebesar 8. 687 nilai tersebut lebih besar dari pada nilai t tabel 1. 98 sehingga secara parsial bahwa variabel komunikasi memberikan pengaruh yang positif terhadap kepuasan kerja dengan nilai signifikansi 0. 01 > 0. bergitupun dengan variabel motivasi kerja hasil menunjukkan bahwa motivasi kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai 01 > 0. secara parsial terjadi pengaruh antar variabel yang diteliti. Berikutan merupakan hasil uji secara simultan antar variabel. Tabel 8. Anova Variabel Motivasi Kerja (X. dan Komunikasi (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: TY Sig. Predictors: (Constan. TX2. TX1 Hasil analisis secara simultan diperoleh dengan nilai F hitung sebesar 12. 843 lebih besar daripada nilai F tabel 3. 07 artinya secara simultan antar variabel komunikasi dan motivasi kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Secara keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan kevalidan dari setiap butir indikator, variabel penelitian dengan memperhatikan besaran nilai crobach alpa berada dalam kategori sangat baik, hasil uji asumsiklasik nampak bahwa data lolos uji normalitas sehingga peneliti dapat melakukan uji analisis regresi Hasil analisis antar variabel X1 terhadap Y yaitu komunikasi terhadap kepuasan kerja memberikan dampak yang positif dan signifkan hal ini di dukung oleh penelitian (Putra & Sinambela, 2021. Sugiono & Tobing, 2. yang menyampaikan bahwa komunikasi yang terjalin dengan baik dan dua arah akan membuat karyawan puas dalam bekerja, hal ini dapat memberikan efek positif secara langsung kepada setiap Pengaruh komunikasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerjaA (Noviandri, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 43-52 karyawan juga akan berpengaruh pada kinerjanya. Berikutnya secara parsial variabel motivasi kerja memberikan dampak terhadap kepuasan kerja aparat desa secara positif dan signifikan. Senada dengan penelitian (Mulyeni & Herlina, 2023. Nuryatin, 2. yang menjelaskan bahwa motivasi kerja yang tinggi pada karyawan berpengaruh terhadap kepuasan kerja, saat karyawan merasa puas maka kinerja perusahaan akan meningkat. Sedangkan hasil analisis secara simultan variabel komunikasi dan motivasi kerja berdampak secara bersama-sama pada kepuasan kerja, komunikasi dan motivasi kerja karyawan berimplikasi pada kepuasan kerja karyawan sehingga penting bagi perusahaan untuk menjaga komunikasi antar karyawan maupun karyawan dengan atasan, menjaga dan meningkatkan motivasi kerja setiap karyawan bagian dari hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh perusahaan karena motivasi kerja menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa komunikasi dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja perangkat desa di Kecamatan Cipatat. Secara parsial, baik komunikasi maupun motivasi kerja masing-masing menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Kepuasan kerja merupakan hal yang penting dimanapun seseorang bekerja dengan kepuasan kerja yang baik maka akan berdampak pada kinerja yang baik, kepuasan kerja perangkat desa tentunya menjadi salah satu faktor yang akan menciptakan pelayanan publik yang baik. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap variabel dependen, sebagaimana ditunjukkan melalui hasil uji F hitung yang lebih besar dari F tabel. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik komunikasi dan semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki perangkat desa, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja mereka. Dengan demikian, peningkatan efektivitas komunikasi dan penguatan motivasi kerja merupakan strategi penting dalam upaya meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja perangkat desa. DAFTAR PUSTAKA