AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal PERAN ORANGTUA DALAM MENDUKUNG PROGRAM SEKOLAH MEMBENTUK GENERASI YANG BERIMAN. KREATIF DAN BERBUDAYA *Heppy Wulandari. Afifatu Rohmawati PIAUD. Universitas Al Qolam Malang *e-mail: heppywulandari22@alqolam. id https://jurnal. id/Al-Athfal/article/view/960 Abstract: Early childhood education (ECE) is an important foundation for individual growth, ethics, and creative abilities. Schools and families must work together to support education at an early stage, especially the role of parents in creating an environment that supports children's exploration. This study was conducted using a qualitative methodology with a case study at Al Madani Kindergarten in Banjarejo. Pagelaran. Malang Regency. Data were collected through direct observation at the school and indepth interviews with teachers and parents. The results showed that active parental involvement strengthened the home-school relationship and instilled cultural and spiritual values in children's lives. Children enjoyed their exploration in a pleasant home environment, which had a positive impact on their cognitive, emotional, and social development. These results show how important it is for schools, parents, and communities to work together to create a comprehensive educational This ecosystem is very important to support children's development from an early age and build a strong foundation for their future. Keywords: Early Childhood Education. Role of Schools. Parental Involvement. Cultural. Spiritual. Creativity Values ARTICLE HISTORY Received 29 June 2025 Revised 10 July 2025 Accepted 11 July 2025 Abstrak: Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah dasar penting untuk pertumbuhan individu, etika, dan kemampuan kreatif. Sekolah dan keluarga harus bekerja sama untuk mendukung pendidikan pada tahap awal, terutama peran orang tua dalam membuat lingkungan yang mendukung eksplorasi anak. Studi ini dilakukan menggunakan metodologi kualitatif dengan studi kasus di TK Al Madani di Banjarejo. Pagelaran. Kabupaten Malang. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di sekolah dan wawancara mendalam dengan guru dan orangtua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orangtua memperkuat hubungan rumahsekolah dan menanamkan nilai-nilai budaya dan spiritual dalam hidup anak. Anak-anak menikmati eksplorasi mereka dalam lingkungan rumah yang menyenangkan, yang berdampak positif pada perkembangan kognitif, emosional, dan sosial mereka. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya Al-athfal. Vol. 06 No. : 497 Heppy Wulandari, etc. Peran Orangtua dalam Mendukung Program Sekolah Membentuk Generasi yang Beriman. Kreatif, dan Berbudaya sekolah, orangtua, dan masyarakat bekerja sama untuk membuat ekosistem pendidikan yang menyeluruh. Ekosistem ini sangat penting untuk mendukung perkembangan anak sejak usia dini dan membangun dasar yang kuat untuk masa depan mereka. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini. Peran Sekolah. Keterlibatan Orangtua. Nilai Budaya. Spiritual. Kekreatifan PENDAHULUAN Proses pembelajaran yang terencana dan sistematis disebut pendidikan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan potensi seseorang secara fisik, intelektual, dan spiritual sehingga mereka dapat mencapai kedewasaan yang memungkinkan mereka menjalani kehidupan dan memainkan peran dalam masyarakat. Dalam proses pendidikan, peserta didik memperoleh pengetahuan melalui kegiatan belajar-mengajar, bimbingan, dan latihan. Pendidikan dapat terjadi di tempattempat seperti sekolah, keluarga, dan komunitas. Proses pembelajaran yang berkelanjutan adalah istilah lain untuk pendidikan ini. Pendidikan usia dini merupakan dasar untuk menggabungkan semua orang dalam iman, ketaqwaan, kecerdasan, budi pekerti yang baik, kreativitas, dan kemandirian. Akibatnya, peran pendidikan ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Fajartriani et al. , 2. Lembaga PIAUD terdiri dari tiga jalur: formal, non-formal, dan informal. Pendidikan formal diberikan di sekolah seperti Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) untuk anak usia 4 sampai 6 tahun. Pendidikan non-formal diberikan di lingkungan masyarakat seperti Taman Penitipan Anak (TPA) dan Kelompok Bermain (KB) untuk anak usia 2 sampai 4 tahun. Pendidikan informal berasal dari keluarga dan diberikan di rumah (Yuliasari et al. , 2. Melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan eksplorasi, percobaan, dan pemecahan masalah, sekolah dasar memainkan peran penting dalam pembentukan generasi yang kreatif. Melalui kegiatan melukis, menggambar, dan kerajinan tangan, anak-anak diberi kesempatan untuk meningkatkan imajinasi dan keterampilan motorik halus mereka. Anak-anak dimotivasi untuk berpikir kreatif dan bekerja sama, sehingga kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang Penanaman nilai spiritual di era digital adalah tantangan bagi guru TK saat ini. Anak-anak dibimbing untuk menjadi orang yang beriman melalui program yang mengajarkan tentang Tuhan, praktik ibadah, dan penghargaan terhadap diri dan sesama. Diharapkan dengan metode ini, generasi muda akan menjadi investasi berkualitas bagi bangsa dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan kreativitas, kebudayaan, dan keyakinan yang kuat. Selain itu. TK sejak dini menanamkan rasa cinta dan pengetahuan budaya. Anak-anak dikenalkan dengan berbagai bentuk budaya, seperti seni, tradisi, dan upacara adat. Mereka Al-athfal. Vol. 06 No. : 498 Heppy Wulandari, etc. Peran Orangtua dalam Mendukung Program Sekolah Membentuk Generasi yang Beriman. Kreatif, dan Berbudaya belajar untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya bangsa melalui kegiatan budaya, seperti permainan tradisional dan pementasan seni. Ini membantu mereka menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudaya dan peduli terhadap lingkungan sosial mereka (Baiah & Fadiana, 2. Terlepas dari fakta bahwa banyak penelitian telah menekankan betapa pentingnya peran orang tua dalam membantu pendidikan anak mereka, masih ada sedikit penelitian yang menunjukkan seberapa banyak orang tua terlibat dalam program nilai-nilai budaya dan iman di pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Shatzer dan Bridgeland . menemukan bahwa orang tua kurang dipahami dalam keterlibatan mereka dalam program yang menanamkan nilai-nilai budaya dan spiritual meskipun mereka berperan dalam pengembangan akademik anak. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian lebih mendalam diperlukan tentang bagaimana orang tua dapat membantu mengajarkan nilai-nilai ini di PAUD. Selain itu, penelitian saat ini cenderung berfokus pada aspek akademis dan kurang mempelajari bagaimana keterlibatan orang tua mempengaruhi perkembangan karakter dan spiritualitas anak. Gap ini menunjukkan bahwa penelitian lanjutan masih dapat mengeksplorasi cara yang baik bagi orang tua untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan iman dalam praktik pendidikan sehari-hari, serta bagaimana kolaborasi antara orang tua, guru, dan komunitas dapat memperkuat pengajaran nilai-nilai tersebut di lingkungan PAUD. Dengan mengisi celah ini, penelitian di masa depan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendidik anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana orang tua membantu program Taman Kanak-Kanak (TK) dalam membangun generasi kreatif, berbudaya, dan beriman (Rizhan et al. , 2. Secara khusus, penelitian ini akan menentukan bagaimana orang tua membuat lingkungan yang mendukung kreativitas dan eksplorasi anak di rumah mereka. Selain itu, penelitian ini akan menganalisis bagaimana keterlibatan orangtua dalam kegiatan budaya dapat memperkuat pemahaman anak tentang warisan budaya. Selanjutnya, penelitian ini akan menilai pengaruh dukungan orangtua terhadap penanaman nilai spiritual dan keagamaan pada anak-anak di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran bagi sekolah dan lembaga TK tentang cara sekolah dan lembaga TK dapat bekerja sama dengan lebih baik dengan orang tua agar anak-anak mereka tumbuh dengan baik. METODE PENELITIAN Penelitian ini dirancang sebagai studi kasus tentang peran orangtua dalam membantu program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) (Khasanah & Dimyati. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan beberapa wali murid TK Al Madani Banjarejo di Pagelaran. Malang. Pemilihan subjek berdasarkan relevansinya dengan topik studi digunakan sebagai metode pemilihan sampel purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara menyeluruh dengan orangtua, guru, pengelola Al-athfal. Vol. 06 No. : 499 AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal PAUD, dan anak-anak secara langsung di sekolah dan di rumah mereka. Mekanisme triangulasi terjadi ketika data dikumpulkan dari berbagai sumber, yang meningkatkan kevalidan data yang diperoleh. Menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman, analisis data dilakukan secara tematik untuk menemukan pola dan makna. Model ini mencakup pengumpulan, visualisasi, pengurangan, dan visualisasi hasil. Bagaimana orang tua membantu sekolah adalah subjek penelitian ini (Kualitatif Heriyanto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil wawancara penelitian ini menunjukkan bahwa peran orangtua sangat penting dalam mendukung pendidikan anak di PAUD. Kepala sekolah menekankan bahwa keterlibatan orangtua terjadi tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah, di mana mereka dapat membantu anak mereka belajar. Ibu Sari, salah satu wali murid, mengatakan bahwa ia menghabiskan waktu setiap malam untuk membaca buku bersama anaknya dan berbicara tentang apa yang dipelajari di sekolah. Bapak Andi, wali murid lainnya, mengatakan bahwa ia berkomunikasi dengan guru secara teratur, hadir di setiap pertemuan, dan menghubungi guru jika ada pertanyaan tentang perkembangan anaknya. Ibu Rina, seorang guru, mengatakan bahwa keterlibatan orangtua sangat penting dan bahwa orang tua juga berperan sebagai mitra dalam mendidik anak. Ia menyatakan bahwa anak-anak yang mendapatkan dukungan aktif dari orang tua mereka menunjukkan kemajuan yang lebih baik. Secara keseluruhan, wawancara ini menekankan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat beragam dan menguntungkan perkembangan anak. Gambar 1. Kegiatan sosialisasi Taman kanak-kanak adalah pendidikan yang dirancang khusus untuk anak karena pembelajarannya dirancang untuk meningkatkan kecerdasan, meningkatkan pertumbuhan, dan mengembangkan semua aspek perkembangan anak (Watini, 2. Anak-anak di TK Al Madani Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang menerima pendidikan ini tanpa dipaksakan. Sekitar delapan puluh siswa Al-athfal. Vol. 06 No. : 500 Heppy Wulandari, etc. Peran Orangtua dalam Mendukung Program Sekolah Membentuk Generasi yang Beriman. Kreatif, dan Berbudaya dan siswi tergabung dalam dua kelas. Kelompok A dan Kelompok B. Moto sekolah ini yakni Ausekolah sak ngajineAy. Dari moto ini seseorang yang mendengar sudah pasti paham dan mengerti apa maksud dari moto sekolah ini. Sekolah ini didirikan tidak hanya untuk belajar tentang pelajaran umum, tetapi mereka juga mendapatkan kesempatan untuk belajar mengaji juga. Bisa dikatakan orangtua yang menyekolahkan putra-putrinya disekolah ini akan mendapatkan 2 ilmu sekaligus, yakni ilmu pengetahuan dan ilmu keagamaan. Program TK bertujuan untuk meningkatkan semua potensi anak usia dini, termasuk kognitif, bahasa, sosial, emosional, fisik, dan kreatif. Banyak kegiatan menyenangkan dan interaktif termasuk bermain, bercerita, bernyanyi, menggambar, dan kegiatan fisik. Dengan mengadakan kegiatan seperti sholat dhuha dan mengaji sebelum kelas, program keagamaan adalah fokus utama sekolah. Anakanak juga diberi waktu untuk mengahafalkan Qs. An-Naba dan Asmaul Husna. Sekolah juga berusaha meningkatkan nilai budaya dan kreatif melalui kagitan yang sudah disediakan. Anak adalah ciptaan negara dan kedua orangtuanya. Setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi orang baik baik di dunia dan di akhirat. Generasi muda, yang mungkin saat ini berada di kelompok anak usia dini, menentukan kemajuan negara. Kelompok ini akan menjadi investasi generasi berikutnya. Komponen yang bertanggung jawab untuk menghasilkan generasi yang berkualitas bagi negara adalah guru dan taman kanak-kanak. Penanaman tauhid pada anakanak di era digital ini merupakan tantangan bagi guru TK saat ini. Mengetahui Tuhan Yang Maha Esa, melakukan ibadah agama atau kepercayaan, dan menghargai diri sendiri dan orang lain adalah tujuan dari kurikulum. Upaya sekolah dalam menciptakan generasi yang beriman melalui kegiatan sekolah yakni berupa, mengajarkan dan membiasakan sholat dhuha bersama, tata cara berwudhuAo dan tidak lupa tentang akhlak atau perilaku yang baik seperti, berbicara yang sopan, berjalan yang sopan, dan mengajarkan bagaiamana akhlak terhadap orang yang lebih tua dan lebih muda (Fitria & Tarbiyah, 2. Berbagai strategi digunakan oleh sekolah untuk mendukung kreativitas, imajinasi, dan keterampilan berpikir inovatif anak-anak di TK dalam upaya mereka untuk menghasilkan generasi kreatif. Ini termasuk metode pembelajaran yang menekankan eksplorasi, percobaan, dan pemecahan masalah melalui aktivitas kreatif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman. Selain itu, sangat penting untuk membuat lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, dan mendorong minat anak (Islam et al. , 2. Dalam menciptakan generasi yan kreatif dan berbudaya, pihak sekolah menyediakan fasilitas terhadap anak anak untuk meluangkan imajinasi mereka melalui kegiatan AuMembuat makanan sesuai temaAy. Kegiatan ini tentunya anak anak ditemani oleh guru pendamping kelas masing-masing. Dari kegiatan ini anak anak bisa belajar untuk membuat, dan menghias sajian makanan. Tidak hanya itu, sekolah juga menyediakan program AuMarket DayAy setiap bulan Kegiatan ini mengasah kekreatifitas anak melalui bagaimana anak menata Al-athfal. Vol. 06 No. : 501 Heppy Wulandari, etc. Peran Orangtua dalam Mendukung Program Sekolah Membentuk Generasi yang Beriman. Kreatif, dan Berbudaya dan menyajikan makanan untuk dijual. Makanan yang dijual dari guru itu sendiri yang kemudian ditata dan disajikan oleh anak anak. Sekolah TK berperan dalam menanamkan rasa cinta dan pengetahuan tentang budaya pada anak-anak sejak dini, sehingga mereka menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudaya dan mampu melestarikan warisan budaya Generasi ini dibentuk dan dibina untuk memiliki rasa cinta, pengetahuan, dan keterampilan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya, baik lokal maupun nasional. Ini menunjukkan bahwa sejak kecil, anak-anak dididik untuk menghargai, memahami, dan terlibat dalam aktivitas budaya. Upaya sekolah untuk menumbuhkan generasi berbudaya pada Taman Kanak-Kanak dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti mengajak anak-anak untuk mengenal berbagai makanan khas daerah pada saat market day atau membuat makanan sesuai tema, dan mengajarkan bahasa daerah seperti bahasa jawa kromo alus. Dalam kegiatan akhir tahun Lembaga TK mengadakan kelompok tari sebagai wadah anak-anak untuk belajar dan mempraktikkan tarian daerah. Pada tahun lalu anak anak belajar tarian warok dan jaranan. Selain itu melalui paduan suara anak anak bisa mengenal lagu nasional yakni Indonesia Raya serta menyanyikannya. Dengan berbagai upaya ini, diharapkan anak-anak usia dini dapat mengenal, memahami, dan menghargai budaya Indonesia sejak dini, sehingga dapat menjadi generasi berbudaya yang bangga dan peduli terhadap warisan budaya bangsa. Dibutuhkan dukungan orang tua untuk program sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan siswa yang beriman, kreatif, dan berbudaya. Dengan kerja sama yang erat antara sekolah dan orangtua, siswa dapat memperoleh dukungan yang menyeluruh untuk mencapai tujuan akademik. Orangtua dapat melacak kemajuan siswa, memberikan dukungan emosional, dan memperkuat nilai-nilai mereka (Rasyifah Iskandar & Fadla Buhaimi. Pertemuan antara sekolah dan wali murid, atau biasa disebut pertemuan wali murid, adalah acara penting yang rutin diadakan oleh sekolah untuk menjalin komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa (Interpersonal et al. , 2. Setiap satu bulan sekali sekolah TK Al Madani mengadakan pertemuan dengan wali Pertemuan ini bertujuan untuk berbagai hal, mulai dari sosialisasi program sekolah, memperkenalkan guru dan wali kelas, hingga membahas perkembangan siswa dan kebutuhan pendukung proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini kepala sekolah atau beberapa guru menjelaskan tentang bagaimana proses sekolah menciptakan generasi anak anak yang beriman, kreatif, dan berbudaya. Peran orang tua sangat penting dalam mendukung keberhasilan program sekolah karena mereka adalah mitra utama dalam pendidikan anak. Keterlibatan orang tua dapat meningkatkan motivasi belajar, memberikan dukungan emosional, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah. Dukungan orangtua terhdapa program sekolah bisa melalui Keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak usia dini dan Kerjasama sekolah dan orangtua (Diadha, n. Keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak usia dini seperti. Orang tua perlu terlibat aktif Al-athfal. Vol. 06 No. : 502 AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 dalam pendidikan anak dengan cara menyediakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, serta berkomunikasi secara efektif dengan guru (Ilham et al. Kerjasama sekolah dan orangtua sangat penting untuk membangun karakter Orang tua dapat berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, seperti hadir nya dalam rapat rutinan yang diadakan oleh sekolah yang menjadikan kesempatan bagi guru dan orangtua berkomunikasi untuk menjelaskan bagaimana perkembangan anak selama disekolah. Peran orang tua untuk mendukung terciptanya generasi yang beriman di lingkungan rumah bisa melalui dengan cara mengajak anaknya untuk sholat bersama, mengaji, sholat 5 waktu dan mempraktekkan bacaan doa-doa sehari-hari juga menggunakan bahasa yang baik dan sopan ketika berbicara kepada anak karena anak kecil cenderung mencontoh apa yang ada dilingkungan sekitar daripada hanya diberi pengetahuan lewat tutur kata saja. Selain itu melalui komunikasi yang teratur dengan guru agar orangtua mengetahui perkembangan anak dan guru memberikan saran tentang cara mendukung kreativitas mereka Selain itu didalam lingkungan rumah orangtua juga bisa memanfaatkan benda-benda disekitar untuk meningkatkan kreatifitias anak-anak. Dalam hal budaya orangtua memberikan pendampingan dan dukungan dalam proses belajar anak, serta memfasilitasi anak untuk mengenal dan menghargai budaya lokal dan keberagaman budaya Indonesia. Orangtua juga berperan dalam membangun karakter positif anak, seperti mengajarkan pentingnya pendidikan, kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab (Ilham et al. , 2. Orang tua mendukung pembelajaran seperti menghadiri rapat dengan guru dan menemani anak dalam kegiatan belajar. Orangtua juga bisa melakukan pengenalan budaya melalui cerita rakyat, nyanyian lewat lingkungan rumah. Dengan peran yang tepat, orangtua dapat membantu anak-anak di TK untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi berbudaya yang berpengetahuan, berkarakter, dan menghargai keberagaman budaya Indonesia. Pengaruh peran orang tua dalam mendukung program sekolah sangat penting karena mereka adalah pendukung utama dalam pembelajaran anak, baik di rumah maupun di sekolah. Penelitian oleh Epstein . menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat komunikasi antara rumah dan sekolah, serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang positif. Keterlibatan ini berkontribusi pada pembentukan karakter dan nilai-nilai anak, seperti tanggung jawab, disiplin, dan kerjasama, yang penting untuk kesuksesan di sekolah (Fan & Chen, 2. Dukungan orang tua dalam berbagai program sekolah, seperti kegiatan tambahan di luar kelas, pertemuan orang tuaguru, dan program peningkatan akademik, dapat mendorong anak untuk lebih aktif dan bertanggung jawab dalam belajar. Menurut teori sistem ekologi Bronfenbrenner . , interaksi antara orang tua dan sekolah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak. Dengan adanya kerja sama Al-athfal. Vol. 06 No. : 503 Heppy Wulandari, etc. Peran Orangtua dalam Mendukung Program Sekolah Membentuk Generasi yang Beriman. Kreatif, dan Berbudaya yang baik antara orang tua dan pihak sekolah, tujuan pendidikan dapat tercapai dengan lebih efektif, memungkinkan anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi individu yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Penelitian oleh Wilder . juga menekankan bahwa partisipasi aktif orang tua dalam pendidikan anak dapat meningkatkan hasil akademik dan kesejahteraan emosional anak. Dengan demikian, kolaborasi yang kuat antara orang tua dan sekolah menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi anak dalam belajar. KESIMPULAN Peran orangtua dalam mendukung program sekolah sangat krusial dalam membentuk generasi yang beriman, kreatif, dan berbudaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif orang tua memperkuat kerja sama rumahsekolah, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak di bidang kognitif, emosional, dan sosial. Dengan bantuan orang tua, anak-anak memiliki kesempatan untuk menunjukkan kreativitas mereka, yang penting untuk pendidikan usia dini. Orang tua yang mengambil bagian dalam kegiatan budaya dan spiritual di rumah mereka memberikan contoh yang baik dan menciptakan nilainilai moral dan keagamaan yang kuat. Anak-anak memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang warisan budaya mereka dari keterlibatan ini, yang merupakan bagian penting dari pembentukan identitas nasional. Program-program yang diadakan oleh sekolah, seperti kegiatan seni dan budaya, didukung oleh partisipasi orangtua yang aktif. Hal ini menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, di mana anak-anak tidak hanya belajar di sekolah tetapi juga di rumah. Dengan komunikasi yang baik antara orangtua dan guru, perkembangan anak dapat dipantau dengan lebih efektif, memastikan mereka siap menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu, kolaborasi berkelanjutan antara orangtua, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman dan peduli terhadap budaya. Keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak usia dini adalah investasi yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi individu dan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA