TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan TELEKONTRAN: Jurnal Vol. No. Oktober 2024Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 DOI :12, 34010/telekontran. p-ISSN : 2303 Ae 2901. e-ISSN : 2654 Ae 7384 Kombinasi Cipher Subtitusi (Beaufort dan Vigener. Menggunakan Pembangkit Kunci RC4 Pada Kriptogtrafi Video Audio Video Interlaced (AVI) Combination of Substitution Ciphers (Beaufort and Vigener. Using RC4 Key Generator in AVI Video Cryptography Meiton Boru. Akhzan A. Sultani. Arfan Y. Mauko. Sebastianus A. Mola. Kornelis Letelay. Dony M. Sihotang Program Studi Ilmu Komputer. Fakultas Sains dan Teknik. Universitas Nusa Cendana. Indonesia Jl. Adi Sucipto Penfui. Kupang. Indonesia Email*: meitonboru@staf. Abstrak Ae Data video merupakan sarana informasi yang paling banyak diakses. Tujuan penelitian ini yaitu mengkombinasikan cipher subsitusi Beaufort dan Vigenere menggunakan pembangkit kunci RC4 untuk menghasilkan video terenkripsi yang tahan terhadap serangan saat transmisi data melalui web. Algoritma kriptografi Vigenere dan Beaufort chiper merupakan algoritma kriptografi klasik yang karakter plaintext yang sama tidak selalu membentuk karakter cipher yang sama, hal ini berarti cipher yang dihasilkan mampu menyamarkan pola plaintext. RC4 merupakan sebuah algoritma enkripsi stream cipher untuk pembuatan Hasil penelitian terhadap 30 file video AVI diperoleh bahwa proses enkripsi dan dekripsi berhasil. Ukuran file frame video berbanding lurus dengan waktu komputasi enkripsi dan dekripsi. Hasil pengujian terhadap tiga kelompok data video sample uji diperoleh waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk enkripsi sebesar 17 menit 17 detik dan dekripsi sebesar 17 menit 40 detik. Kualitas enkripsi acak, dimana untuk audio pada tiga kelompok memberikan rata-rata MSE A 15883 dan PSNR A 0,612 dB. Kualitas dekripsi sempurna dibuktikan dengan MSE 0 dan PSNR infinite. Kombinasi Beaufort dan Vigenere Chiper dengan pembangkit kunci RC4 sangat disarankan untuk proses transmisi data melalui web. Kata kunci : Kriptografi Video. AVI. Vigenere. Beaufort. RC4. Abstract - Video data is the most widely accessed information medium. The purpose of this study is to combine Beaufort and Vigenere substitution ciphers using the RC4 key generator to produce encrypted video that is resistant to attacks during data transmission over the web. The Vigenere and Beaufort cipher cryptographic algorithms are classical cryptographic algorithms in which the same plaintext characters do not always form the same cipher characters, meaning that the resulting cipher is able to disguise the plaintext pattern. RC4 is a stream cipher encryption algorithm for keystream creation. The results of the study on 30 AVI video files showed that the encryption and decryption processes were successful. The size of the video frame file is directly proportional to the encryption and decryption computation time. The results of testing three groups of test sample video data obtained an average time required for encryption of 17 minutes 17 seconds and decryption of 17 minutes 40 seconds. The quality of random encryption, where for audio in the three groups gave an average MSE of A 15883 and PSNR of A 0. 612 dB. Perfect decryption quality is evidenced by MSE 0 and infinite PSNR. The combination of Beaufort and Vigenere Cipher with RC4 key generator is highly recommended for data transmission process via the web. Keywords : Video Cryptography. AVI. Vigenere. Beaufort. RC4 TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 PENDAHULUAN Kriptografi adalah ilmu tentang keamanan informasi yang merupakan isu yang paling mendasar dalam menjamin keamanan transmisi data melalui web . Berdasarkan tekniknya kriptografi dikelompokkan dalam dua jenis yaitu kriptografi klasik dan modern . Kriptografi klasik lebih minim kompleksitas dibandingkan kriptografi modern karenanya lebih unggul dalam segi waktu komputasi. Ada banyak upaya modifikasi algoritma kriptografi klasik untuk menghasilkan cipher yang acak. Misalnya, dalam Beaufort dan Vigenere menggunakan dua kunci acak yaitu citra biner dan bilangan bulat 0255 sepanjang plaintext pada kriptografi citra, mampu memberikan kualitas cipher yang lebih unggul yaitu jauh dibawah 30 dB dan dengan ratarata PSNR sebesar 8,87825 sementara MSE sebesar 8489,178675. Menurut Setiadi, dkk. penggunaan algoritma Beaufort dan Vigenere pada citra grayscale memberikan kualitas enkripsi yang unggul dibuktikan melalui nilai infinite pada PSNR dan nilai 0 pada MSE . Menurut Diana, dkk. Penggunaan kunci RC4 membuat kunci dari algoritma Beaufort lebih acak . Menurut Siswanto, dkk. enkripsi dan dekripsi video menggunakan algoritma Rivest-Shamir Adleman (RSA) memiliki kekurangan pada waktu komputasi yang relatif lama . Menurut Minarni Kombinasi algoritma vigenere dan End of File(EoF) dapat mengamankan pesan dalam bentuk video . Pola plainteks dikenali sebelum diubah ke citra biner. Penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya karena menambahkan kunci RC4 pada algoritma Beaufort dan Vigenere sehingga kunci lebih acak dan pastinya chiper video lebih tahan Jenis data yang digunakan yaitu data tanpa kompresi berupa format video AVI dengan codecs Rawvideo. Tujuan penelitian ini yaitu mengukur performa algoritma kombinasi Beaufort dan Vigenere dengan pembangkit kunci RC4 dan membandingkan apakah kombinasi Beaufort dan Vigenere menggunakan pembangkit kunci RC4 lebih baik dari kombinasi Beaufort dan Vigenere serta beberapa penelitian sebelumnya melalui waktu komputasi, kualitas dan ketahanan cipher. II. METODOLOGI Pada Metode Penelitian, algoritma kriptografi yang digunakan yaitu Algoritma Vigenere dan Beufort dengan pembangkit kunci Rivers Chiper 4 (RC. sedangkan pengujiannya menggunakan nilai rata-rata PNSR dan MSE. Algoritma kriptografi Vigenere merupakan salah algoritma kriptografi klasik yang menggunakan metode substitusi abjad majemuk. Substitusi abjad-majemuk mengenkripsi setiap huruf yang ada menggunakan kunci yang berbeda, tidak seperti Caesar cipher yang menerapkan metode substitusi abjad-tunggal yang semua huruf di suatu pesan dienkripsi menggunakan kunci yang sama . Rumus dari enkripsi dan dekripsi dengan Vigenere chiper dapat dilihat pada persamaan . Enkripsi yaycn = . cEycn yaycn ) ycoycuycc 256 Dekripsi ycEycn = . aycn Oe yaycn ) ycoycuycc 256 A. Keterangan : Ci : Nilai Ciphertext Pi : Nilai Plaintext Ki : Nilai Kunci Mod 256 : Modulus 256 karakter ASCII Algoritma kriptografi Beaufort adalah salah satu varian dari Vigenere dimana cara melakukan enkripsi dan dekripsi hampir sama dengan melakukan enkripsi dan dekripsi pada Vigenere. Algoritma kriptografi Beaufort ditemukan oleh Laksamana Sir Francis Beaufort. Royal Navy, yang juga pencipta skala Beaufort, yang merupakan instrumen ahli meteorologi digunakan untuk menunjukkan kecepatan angin. Rumus dari enkripsi dan dekripsi dengan Beaufort chiper dapat dilihat pada persamaan . Enkripsi yaycn = . aycn Oe ycEycn ) ycoycuycc 256 Dekripsi ycEycn = . aycn Oe yaycn ) ycoycuycc 256 A. Keterangan : Ci : Nilai Ciphertext Pi : Nilai Plaintext Ki : Nilai Kunci Mod 256 : Modulus 256 karakter ASCII Dikenal dengan kepanjangan Rivest Cipher 4. RC4 merupakan sebuah algoritma enkripsi stream cipher yang dirancang oleh Ron Rivest pada tahun 1983. Proses pembuatan keystream dari RC4 terbagi atas dua proses yaitu keyscheduling dan pseudo-random generation . Proses penjadwalan kunci . ey Schedullin. dilakukan dengan tujuan membangkitkan kunci yang acak sejumlah 256 buah kunci. Penjadwalan kunci melibatkan dua tabel array yaitu array S dan array T. Proses pengacakan dilakukan dengan menukarkan nilai-nilai array TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 S yang sebelumnya dikalkulasikan dengan nilainilai array T. Pseudocode untuk melakukan pembentukan array S dan array T seperti pada Gambar 1. Gambar 1. Pseudocode pembentukan array S dan T Pada tahap ini array S sepanjang 256 berisi value sesuai dengan indeksnya. Sementara, array T yang juga panjangnya sama dengan array S berisi value nilai ASCII dari karakter kunci yang diulang untuk memenuhi 256 indeks array T. Oleh karna itu, penggunaan kunci yang hanya mengandung satu jenis karakter akan dianggap sama dengan panjang kunci awal hanya 1 karakter. Selanjutnya dilakukan permutasi array S dengan tujuan untuk mengacak value dari array S. Pseudocode untuk melakukan permutasi array S seperti pada Gambar 2. Gambar 2. Pseudocode permutasi array S Proses ini dilakukan hingga 256 iterasi . eluruh nilaai array S akan teraca. Proses ini memungkinkan nilai array tertukar lebih dari Proses pseudo random generation merupakan proses yang dilakukan untuk membangkitkan kunci sebanyak elemen plaintext yang akan Pseudocode untuk melakukan PRGA seperti pada Gambar 3. Gambar 3. Pseudocode permutasi array S Mean Squarred Error (MSE) merupakan salah satu metode yang populer digunakan dalam pengukuran kemiripan antara dua citra. MSE adalah nilai error kuadrat rata-rata antara citra cover . itra asl. dengan citra ter-steganography. Dalam pengujian citra steganography, citra steganography dikatakan baik jika MSE yang diperoleh sangat kecil, nilai 0 pada MSE menandakan dua citra yang diukur adalah identik atau persis sama. Hal ini berarti dalam bidang kriptografi MSE diharapkan memberikan nilai yang tinggi. Semakin tinggi nilai MSE yang diperoleh semakin acak cipher citra yang dihasilkan. Rumus yang digunakan dalam perhitungan MSE dapat dilihat pada persamaan . OcycA OcycA . cE Oe yaycuyc )2 A. ycAycIya = ycAycA ycu=1 yc=1 ycuyc Keterangan : x,y : koordinat citra M,N : dimensi citra P : citra asli C : citra tersandi atau hasil enkripsi maxval : nilai pixel tertinggi pada citra Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) umumnya digunakan untuk mengukur kualitas dari rekonstruksi pemampatan . yang bersifat lossy pada citra. Signal yang dimaksud adalah citra asli . ebelum pemampata. dan noise adalah error yang disebabkan oleh proses Dua buah citra dikatakan memiliki tingkat kemiripan yang rendah jika nilai PSNR di bawah 30 dB. Untuk menghitung PSNR, diperlukan nilai MSE. Rumus yang digunakan dalam perhitungan PSNR dapat dilihat pada persamaan . ycoycaycuycycayco2 ycEycIycAycI = 10 log10 ( . ycAycIya Dimana: maxval adalah nilai pixel tertinggi pada Perangkat keras yang diperlukan dalam tahapan pengujian yaitu komputer Lenovo tipe Lenovo MT 80XG BU Idea FM Ideapad 320-14ISK. Video sample dalam penelitian ini diperoleh dari situs berbagi video youtube. video yang digunakan merupakan iklan, video pendek dan atau trailer dari beberapa film. Persiapan yang dilakukan yaitu dengan terlebih melakukan konversi video sample menjadi format file video avi dengan codec rawvideo . ncompressed av. dengan audio wav dan frame Ukuran file dari masing-masing video beragam dan video sample yang digunakan dalam pengujian memiliki durasi 35 detik Ae 185 detik. Video yang digunakan memiliki kualitas rendah . , kualitas standar . dan kualitas HD TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 . Berikut pengelompokan data video yang digunakan dalam pengujian dapat dilihat pada Tabel I. Tabel I. Pengelompokan Data Video Sample Kelompok Video Ukuran 97 MB Ae 473 MB 714 MB 3,029 GB 714 MB 3,029 GB Jumlah 10 video Kualitas 10 video 10 video Teknik dipergunakan dalam algoritma RC4 adalah operasi XOR pada setiap bit dari karakter kunci dan karakter plaintext, ini memungkinkan serangan dari para kriptanalis karna operasi XOR yang sangat mudah dimanfaatkan untuk menebak kunci. Adapun beberapa penelitian yang telah mencoba memodifikasi operasi XOR yang ada pada proses enkripsi algoritma RC4, seperti menggeser bit-bit ke kiri maupun ke kanan dan atau menukar dua bit awal dengan dua bit akhir pada setiap karakter Namun operasi ini dirasa cukup memberatkan beban komputasi jika diterapkan pada operasi video. Teknik mengkombinasikan kedua cipher substitusi (Beaufort dan Vigener. yaitu dengan menjadikan setiap 1 bit dari kunci awal menjadi rule. Jika bit kunci awal lebih pendek dari plaintext, maka bitbit kunci awal kemudian diulang hingga panjang rule sama dengan plaintext. Setiap rule berupa nilai boolean . rue dan fals. Enkripsi dan dekripsi akan dilakukan dengan formula Beaufort cipher jika rule bernilai 1. Sebaliknya, enkripsi dan dekripsi akan dilakukan dengan formula Vigenere cipher. Flowchart enkripsi dan dekripsi dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun waktu komputasi enkripsi dan dekripsi pada file video menggunakan Algoritma Vigenere dan Beufort dengan pembangkit kunci Rivers Chiper 4 (RC. seperti pada Tabel II. Pada Tabel II terlihat bahwa waktu komputasi yang dibutuhkan dalam proses enkripsi maupun dekripsi memiliki selisih waktu rata-rata sebesar 41 detik dengan selisih terkecil adalah 1 detik dan selisih terbesar adalah 3 menit 46 detik. Sementara dari 30 file video sample memerlukan waktu ratarata sebesar 17 menit 17 detik pada proses enkripsi dan 17 menit 41 detik pada proses dekripsi. Ukuran file video berbanding lurus terhadap waktu komputasi, namun tidak dapat dikatakan waktu enkripsi/dekripsi sepenuhnya dipengaruhi oleh ukuran file semata. Sebagian besar waktu komputasi secara keseluruhan didominasi oleh sub proses transformasi frame dari plain menjadi cipher ataupun sebaliknya. Hal ini dikarenakan proses penulisan . data audio hanya dilakukan sekali, sedangkan data frame memerlukan penulisan data citra secara berulang sebanyak frames dalam video. Oleh karna itu meskipun ukuran dua file video sama persis, ada kemungkinan salah satu dari video tersebut mengandung data frames lebih banyak sehingga hal ini akan menjadi menyebabkan waktu komputasi sedikit lebih besar. Hasil pengujian integritas data terlihat pada Tabel i. Tabel II. Waktu Komputasi berdasarkan ukuran file video Waktu Ukuran . am:menit:deti. File Proses Proses Selisih Video . Enkripsi Dekripsi No. Nama Video Video 1 0,097 Video 2 GB 0,180 Video 3 GB 0,222 Video 4 GB 0,264 Video 5 GB 0,305 Video 6 GB 0,347 Video 7 GB 0,389 Video 8 GB 0,447 Video 9 GB 0,469 Video 0,473 Video 0,714 Video 1,064 Video 1,310 Video 1,556 Video 1,801 Video 2,047 Video 2,538 Video 2,784 Video 2,861 Video 3,029 Video 3,571 Video 3,701 Video 4,091 Video 4,221 Video 5,196 Video 5,274 Video 5,518 Video 6,168 Video 6,168 Video 6,246 30Rata-rata 0:0:42 0:1:9 0:1:30 0:1:50 0:2:47 0:4:4 0:4:12 0:5:13 0:5:3 0:5:34 0:4:28 0:6:41 0:7:23 0:9:12 0:10:13 0:11:45 0:15:27 0:16:33 0:16:42 0:17:58 0:26:9 0:27:32 0:31:48 0:32:41 0:37:48 0:36:51 0:41:18 0:43:54 0:45:20 0:46:54 0:0:41 0:1:8 0:1:27 0:1:44 0:2:52 0:3:48 0:4:20 0:5:20 0:5:16 0:5:22 0:4:26 0:7:1 0:8:3 0:9:26 0:11:13 0:12:7 0:15:41 0:17:13 0:18:1 0:18:23 0:26:55 0:28:31 0:31:55 0:34:55 0:38:40 0:40:37 0:39:57 0:43:39 0:46:57 0:44:41 0:0:1 0:0:1 0:0:3 0:0:6 0:0:5 0:0:16 0:0:8 0:0:7 0:0:13 0:0:12 0:0:2 0:0:20 0:0:40 0:0:14 0:1:0 0:0:22 0:0:14 0:0:40 0:1:19 0:0:25 0:0:46 0:0:59 0:0:7 0:2:14 0:0:52 0:3:46 0:1:21 0:0:15 0:1:37 0:2:13 0:17:17 0:17:40 0:0:41 TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Gambar 4. Flowchart enkripsi Gambar 5. Flowchart dekripsi TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Tabel i. Integritas Data No. Kelompok MSE Video PSNR = Ukuran file infinite tdk berubah Kelompok 1Kelompok 2Kelompok 10 video 10 video 10 video 10 video 10 video 10 video Pada Tabel V dapat dilihat bahwa untuk audio pada tiga kelompok memberikan rata-rata MSE A 16223 dan PSNR A 0,603 dB. Sementara untuk frame pada tiga kelompok memberikan rata-rata MSE A 15479 dan PSNR A 0,633 dB. Sama halnya dengan nilai rata-rata MSE dan PSNR antara plain dan cipher, nilai yang tidak jauh berbeda juga diperoleh pada kualitas cipher dengan ketentuan karakter kunci O 2 karakter. Hal ini menunjukkan bahwa selain resolusi dan ukuran file video, panjang kunci awal pun juga tidak mengurangi atau berpengaruh pada nilai MSE dan PSNR secara signifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kualitas cipher yang diperoleh juga tetap sangat acak pada kasus enkripsi dengan kunci O 2 Pengujian histogram tampak pada Gambar 6,7 diketahui nilai frekuensi tertinggi pada histogram plain frame adalah 255 dan frekuensi terendah adalah 0, dengan rataAerata nilai frekuensi kemunculan warnanya adalah 30,667. Sedangkan nilai frekuensi pada histogram cipher frame adalah 181 dan frekuensi terendah adalah Secara visual dapat dilihat bahwa secara statistik nilai frekuensi kemunculan warna pada histogram cipher frame memiliki range nilai yang lebih sempit yaitu 115Ae181 jika dibandingkan dengan range nilai frekuensi kemunculan warna pada histogram plain frame yaitu 0Ae255. Pada Tabel i dapat dilihat bahwa kualitas dekripsi yang dihasilkan adalah sempurna dibuktikan dengan nilai MSE 0 dan PSNR infinite. Kelemahan yang dapat terlihat jelas yaitu penggunaan format video AVI tanpa kompresi memiliki ukuran file yang sangat besar, meskipun begitu tetap cocok digunakan dalam video berdurasi pendek. Nilai rata-rata MSE dan PSNR antara plain dan cipher dapat dilihat pada Tabel IV. Pada Tabel IV dapat dilihat bahwa untuk audio pada tiga kelompok memberikan rata-rata MSE A 15883 dan PSNR A 0,612 dB. Sementara untuk frame pada tiga kelompok memberikan rata-rata MSE A 14173 dan PSNR A 0,674 dB. Nilai MSE dan PSNR tidak jauh berbeda antara tiap-tiap kelompok, hal ini menunjukkan bahwa resolusi video dan ukuran file video tidak berpengaruh pada nilai MSE dan PSNR secara signifikan. Perolehan nilai rata-rata PSNR O 30 dB menunjukkan bahwa kualitas enkripsi sangat acak. Nilai rata-rata MSE dan PSNR antara plain dan cipher pada penggunaan kunci O 2 karakter terlihat pada Tabel V. Tabel IV. Nilai rata-rata MSE dan PSNR antara Plain dan Cipher Audio No. Nama Kelompok Jumlah video Frame Rata-rata MSE Rata-rata PSNR B) Rata-rata MSE Rata-rata PSNR B) Kelompok 1 10 video 157,505,654 0,616099489 1,350,346,159 0,699297465 Kelompok 2 10 video 1,597,987,742 0,609625142 1,449,754,253 0,665900258 Kelompok 3 Kelompok 1, 2 10 video 1,591,950,048 0,61159729 1,451,976,954 0,659764252 30 video 1,588,331,443 0,61244064 1,417,359,122 0,674987325 Tabel V. Nilai rata-rata MSE dan PSNR antara Plain dan Cipher pada penggunaan kunci O 2 karakter Audio Frame No. Nama Kelompok Jumlah video uji Rata-rata MSE Rata-rata PSNR . B) Rata-rata MSE Rata-rata PSNR . B) Kelompok 1 3 video 16371,55446 0,599207523 15358,6068 0,636271052 Kelompok 2 3 video 16257,40889 0,602053361 16830,95811 0,597723493 Kelompok 3 3 video 16042,25471 0,608122418 14250,29195 0,665039871 Kelompok 1, 2 9 video 16223,73935 0,603127767 15479,95229 0,633011472 TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Plain frame Cipher frame Gambar 6. Tampak Visual Citra Frame ke-100 dari Plain dan Cipher Video 01 Histogram dari Plain frame Histogram dari Cipher frame Gambar 7. Histogram Citra Frame ke-100 dari Plain dan Cipher Video 01 Visualisasi Audio dari Plain Visualisasi Audio dari Cipher Gambar 8. Visualisasi Audio dari Plain dan Cipher Video 01 Pada Gambar 8 dapat dilihat dengan jelas bahwa visualisasi audio dalam cipher AuVideo aviAy menunjukkan bahwa gelombang yang terbentuk memiliki amplitudo yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan audio dalam plain AuVideo 01. aviAy pada Gambar 8, pola gelombang dari audio dalam plain AuVideo 01. aviAy sangat Saat cipher AuVideo 01. aviAy dimainkan menggunakan Windows Media Player juga terdengar bunyi yang tidak beraturan. Cipher audio yang baik ditutuntut untuk mampu menyamarkan pola audio sebaik mungkin. Hasil visualisasi audio yang diperoleh dari data sample audio dalam AuVideo 01. aviAy sebagai perwakilan dari keseluruhan video sample menunjukkan bahwa pola data audio . rafik gelombang buny. sangat berbeda antara plain dan cipher. Gelombang dalam cipher audio terhadap satuan waktu bergerak tak beraturan dengan amplitudo channel kiri dan channel kanan sebesar -32768 juga relatif seragam pada tiap sample audio pada range level bunyi -32768 sampai 32767, berbeda jauh dari gelombang dalam plain audio yang bergerak membentuk pola tertentu dengan amplitudo channel kiri sebesar 4781 sementara pada channel kanan yaitu -5223 pada range level bunyi -32768 sampai 32767. Pada Tabel VI terlihat aspek ketahanan memberikan rata-rata MSE A 16074 dan PSNR A 0,607 dB. Sementara untuk frame pada tiga kelompok memberikan rata-rata MSE A 15941 dan PSNR A 0,623 dB. Nilai MSE dan PSNR tersebut merupakan nilai rata-rata yang diperoleh setelah melakukan percobaan dekripsi sebanyak 6 kali pada masing-masing 6 video dari tiap-tiap kelompok video, kemudian menghitung MSE dan PSNR antara plain video dan plain hasil dekripsi dengan kunci acak dan hampir sama. Perolehan nilai rata-rata MSE dan PSNR setelah serangan dilakukan menunjukkan bahwa cipher video tidak berhasil ditransformasikan kembali kedalam bentuk plain video dan juga tidak memperkecil nilai MSE ataupun meningkatkan nilai PSNR menjadi lebih besar dari 30 dB. TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Tabel VI. Nilai rata-rata MSE dan PSNR antara Plain dan Plain Hasil Serangan Kunci Audio Frame Jum-lah video uji Rata-rata MSE Rata-rata PSNR . B) Rata-rata MSE Rata-rata PSNR . B) 1 video 16968,23865 0,583443609 14800,31509 0,660775206 1 video 16033,7217 0,608046035 18402,3034 0,554699428 1 video 15220,36336 0,630655361 14622,53796 0,653817009 3 video 16074,1079 0,607381668 15941,71882 0,623097214 Kombinasi cipher substitusi (Beaufort dan Vigener. menggunakan pembangkit kunci RC4 sesuai mendukung penelitian Setiadi, dkk dimana Kombinasi cipher substitusi (Beaufort dan Vigener. dapat melakukan proses enkripsi dan dekripsi citra grayscale sedangkan penelitian ini juga dapat melakukan proses enkripsi dan dekripsi citra grayscale, citra warna atau RGB dan audio. Dari sisi waktu komputasi penelitian ini lebih baik dibandingkan penelitian Siswanto dkk dikarenakan nilai PSNR . frame gambar video penelitian ini di nilai terbaik 0. 65 sedangkan pada penelitian Siswanto dkk. Pada nilai PSNR . frame gambar pada 45. IV. KESIMPULAN Berhasil dibangunnya sebuah aplikasi dengan menerapkan algoritma kombinasi cipher substitusi (Beaufort Vigener. pembangkit kunci RC4 yang dapat melakukan proses enkripsi dan dekripsi. Aplikasi ini dapat digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi video uncompressed AVI. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 30 video sample yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok video sample uji berdasarkan ukuran dan resolusi Pengujian yang dilakukan adalah untuk mengukur waktu komputasi, kualitas dan ketahanan cipher. Penelitian ini berakhir pada kesimpulan bahwa waktu komputasi cenderung meningkat seiring ukuran video dan juga diketahui rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk enkripsi sebesar 17 menit 17 detik serta dekripsi sebesar 17 menit 41 detik. Kualitas dekripsi sempurna dibuktikan dengan MSE 0 dan PSNR infinite. Kualitas enkripsi acak dimana untuk audio pada tiga kelompok memberikan rata-rata MSE A 15883 dan PSNR A 0,612 dB. Sementara untuk frame pada tiga kelompok uji memberikan rata-rata MSE A 14173 dan PSNR A 0,674 dB. Resolusi dan ukuran file video maupun panjang kunci awal tidak berpengaruh pada nilai MSE dan PSNR secara signifikan. Secara statistik, range frekuensi kemunculan warna pada histogram cipher frames menjadi lebih sempit dan relatif seragam. Gelombang dalam cipher audio terhadap satuan waktu bergerak tak beraturan dengan amplitudo level bunyi yang berubah dan relatif seragam pada tiap-tiap sample audio. Ketahanan cipher terhadap serangan dibuktikan dengan audio pada tiga kelompok memberikan rata-rata MSE A 16074 dan PSNR A 0,607 dB. Sementara untuk frame pada tiga kelompok memberikan rata-rata MSE A 15941 dan PSNR A 0,623 dB. Artinya aplikasi ini layak digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi data Dari rata-rata nilai MSE yang bernilai signifikan tinggi baik pada citra maupun audio sejalan dengan tujuan penelitian yang menunjukan bahwa semakin tinggi nilai MSE yang diperoleh semakin acak cipher citra yang dihasilkan. Sedangkan hasil PSNR pada penelitian ini A 0,612 dB yang berarti sesuai dengan tujuan penelitian yaitu dua video . lain dan ciphe. dikatakan memiliki tingkat kemiripan yang rendah jika nilai PSNR di bawah 30 dB. Saran yaitu diperlukan penelitian lebih lanjut seperti evaluasi performance algoritma terkait dengan beberapa algoritma modern yang populer digunakan dalam kriptografi, khususnya dalam kasus kriptografi video. Adapun penelitian lain yang mungkin dapat dilakukan yaitu dengan membangun simulasi kriptografi pada kasus live streaming video, video berbayar . ideo dengan hak akse. berbasis web ataupun implementasi algoritma ini dalam kriptografi beragam jenis dan format file lainnya. DAFTAR PUSTAKA