JUMPIS: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 3. Nomor 1. Desember 2025, 25-34 e-ISSN 3031-7401 http://e-journal. id/index. php/jumpis MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PADA POLA PENDIDIKAN KARAKTER DI PESANTREN DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI Indah Inayatur Rohmah1 Inayaturrohmah03@gmail. Universitas KH Mukhtar SyafaAoat Moh. Qoyum2 muhammadqoyum92@gmail. Universitas KH Mukhtar SyafaAoat Muhammad Yasin Al Imron3 yasinimron35@gmail. Universitas KH Mukhtar SyafaAoat ABSTRAK Pendidikan berbasis pesantren mengajarkan nilai-nilai teladan baik melalui studi ilmiah berdasarkan kitab Salaf, rutinitas kegiatan sehari-hari atau uswatun hasanah dari kiai sebagai Studi ilmiah yang mencakup berbagai disiplin ilmu, kegiatan sehari-hari yang berisi pelatihan disiplin dan perilaku teladan dari kiai dan ustadz membentuk siswa, dalam hal ini santri, untuk memiliki rasa kemandirian dan menumbuhkan semangat kepemimpinan. Pola pendidikan pesantren, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengakomodasi konsep pendidikan kepemimpinan bagi siswa dan berkembang sesuai potensi. Pesantren telah mengembangkan dan menerapkan pola pendidikan karakter jauh sebelum model pendidikan ini dimasukkan dalam pembaruan setiap kurikulum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dan analisis serta kesimpulan dari berbagai sumber dengan tujuan menganalisis konsep dan pola pendidikan pesantren. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa konsep pendidikan karakter di Pesantren Darussalam Blokagung secara jelas mengajarkan nilainilai kepemimpinan baik secara alami maupun terstruktur. Hal ini dapat dibuktikan secara empiris dengan menemukan bahwa kemajuan siswa dan alumni Pesantren Darussalam di Blokagung Banyuwangi memiliki peran penting dalam masyarakat, baik sebagai pemimpin lembaga, pemimpin organisasi keagamaan atau sosial politik, atau tokoh masyarakat. Kata kunci Kepemimpinan. Manajemen. Pendidikan. Pesantren ABSTRACT Islamic boarding school-based education teaches exemplary values both through scientific studies based on the Salaf book, daily activity routines or uswatun hasanah from the kiai as the leader. Scientific studies covering various scientific disciplines, daily activities containing disciplinary training and exemplary behavior from kyai and ustadz shape students, in this case santri, to have a sense of independence and foster a spirit of leadership. The pattern of Islamic boarding school education, either directly or indirectly, accommodates the concept of leadership education for students and develops according to potential. Islamic boarding schools have already developed and implemented character education patterns long before this education model was included in updates in each curriculum. This research uses qualitative methods with data collection techniques and analysis and conclusions from various sources with the aim of analyzing the concepts and patterns of Islamic boarding school education. In this research, it was found that the concept of character education at the Darussalam Blokagung Islamic Boarding School clearly teaches leadership values either naturally or structured. This can be proven empirically by finding that the progress of students and alumni of the Darussalam Islamic Boarding School in Blokagung Banyuwangi has an important role in society, either as leaders of institutions, leaders of religious or social political organizations, or figures in society Keywords Leadership. Management. Education. Islamic Boarding School 25 | JUMPIS: Volume 3. Nomor 1. Desember 2025 Pendahuluan Kholifah Ali bin Abi Tholib RA pernah mengungkapkan dalam satu maqolah yang masyhur tentang perkaran haq . yang tanpa aturan akan dikalahkan perkara batil yang diatur atau dikelola ( A) eEC E II OEN EE IIA. Konsep tentang pendidikan banyak digemakan oleh berbagai instansi, strategi pemasaran melaui inovasi program, penerapan kurikulum mandiri, variasi kegiatan ekstra dan intra bahkan pedidikan berbasis full day dibuat dan dirancang setiap lemabaga pendidikan untuk menarik minat para orang tua maupun calon siswa. Diantara banyaknya pilihan pendidikan di Indonesia, pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan islam yang memiliki karakter yang tidak hanya khas tapi juga kuat. Peran yang diambil oleh pesantren dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sudah dilakukan sejak zaman kolonial. Menurut Azyumardi Azra, pesantren dapat bertahan hingga saat ini karena memiliki kemampuan menjaga kesinambungan tradisi Islam yang telah dikembangkan oleh para ulama dari masa ke masa. Pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai Islam yang mengakar dalam kehidupan Selain itu, pesantren mampu menyesuaikan diri secara terus-menerus dengan perkembangan zaman, khususnya dalam bidang pendidikan, tanpa kehilangan identitas Ketahanan pesantren juga terlihat dari kemampuannya menampilkan makna keislaman yang kuat sekaligus mencerminkan keaslian budaya Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 pasal 1 disebutkan bahwa pendidikan pesantren adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh pesantren dan berada di lingkungan pesantren dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan pesantren dengan berbasis kitab kuning atau dirasah islamiah dengan pola pendidikan mualimin (JDIH BPK RI, 2. Selanjutnya, pada pasal 4 UU Nomor 18 Tahun 2019, bahwa ruang lingkup fungsi pesantren meliputi tiga hal yakni pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Berkaitan dengan UU Nomor 18 Tahun 2019 bagian pendidikan, tidak terlepas dari bagaimana mutu atau kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh pesantren. Mutu pendidikan pesantren ialah ukuran mengenai apa yang dibutuhkan serta diharapkan dapat tercapai. Pesantren yang bermutu adalah pesantren yang memiliki standar yang jelas serta telah disepakati bersama dengan memanfaatkan teknologi dengan tidak meninggalkan ciri khas pesantren. Dalam perkembangannya pesantren berkembang dengan istilah pesantren modern, pesantren salaf atau pesantren dengan menggabungkan kedua sistem tersebut . Namun pada dasarnya pesantren sejak awal kelahirannya tumbuh, berkembang dan tersebar di Indonesia mengemban misi dakwah Islam. Pesantren yang keberadaannya sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki nilai-nilai strategis dalam pembentukan sikap dan karakter. Sistem pendidikan pesantren didasari, digerakkan, dan diarahkan oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran dasar Islam. Sehingga pesantren memenuhi kriteria yang disebut dalam konsep pembangunan, yaitu pembangunan kemandirian, mentalitas, kelestarian, kelembagaan, dan etika. SyafeAoi menjelaskan bahwa Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma- norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional mengidentifikasi ada 18 nilai pembentuk karakter yang berasal dari analisis dan kajian Salah satu nilai yang paling penting dan memiliki peran urgen adalah nilai karakter Nilai religius yang baik akan membentuk pribadi yang berakhlakul karimah, memiliki kepatuhan, kepedulian, dan solidaritas yang tinggi, serta kemampuan merangkul Pesantren yang ada di Indonesia , selain mengemban misi syiAoar dan daAowah juga berkembang sebagai lembaga pendidikan islam yang berperan dalam pembentukan 26 | JUMPIS: Volume 3. Nomor 1. Desember 2025 karakter dan sikap. Sistem pendidikan pesantren dilandasi, didukung, dan diarahkan oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran ajaran Islam. Sehingga keberadaan pesantren sangat mewakili dalam pembentukan sumberdaya manusia yang mandiri, bertanggungjawab, berjiwa pemimpin dan beretika. Sistem pendidikan di pesantren diyakini sebagai sistem yang tidak hanya mengedepankan pada penumpukan pengetahuan dan pengasahan kecerdasan sebagai tujuan utama, tetapi juga tentang pembinaan kepribadian dan karakter manusiaAy. Dalam usaha pengembangan sumberdaya manusia yang kompeten beberapa pesantren yang membentuk usaha wira usaha baik alam intern pesantren maupun antar Pesantren juga membekali para santrinya dengan skill mengelola unit usaha produkif dengan cara membuat, menjual, memasarkan produk tertentu. Kemampuan mengelola unit usaha tentu tidak lepas dari kemampuan manajerial dan jiwa kepemimpinan yang terdidik. Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat kini semakin menunjukkan kiprahnya. Terbukti, karena sejumlah pejabat tinggi negara saat ini merupakan lulusan dari pesantren. Pesantren secara kelembagaan telah mampu menciptakan dan menawarkan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga para santri dapat menjalankan aktifitas mereka sebagai pelajar dalam mempelajari hasanah keilmuan dan aktifitas kegiatan fardlu lainnya yang menjadi pakem dari pesantren. Kyai sebagai sosok pimpinan kharismatik mayoritas mampu memberikan keteladanan tidak hanya bersifat ucapan . auAoidlo. tapi juga tindakan yang baik . Muhammad Masrur dalam penelitiannya di tahun 2017 mendeskrpsikan Pesantren sebagai lembaga falsafah bagi anak didiknya yang menjamin keberlangsungan sebuah lembaga pendidikan dan kyai sebagai murobbi, muaddib,mudarris adalah dengan semangat keteladanan mampu mempengaruhi masyarakat baik dilingkunan pondok pesantren maupun di luar pesantren, sehingga mampu melahirkan lulusan-lulusan Pesantren yang karakternya mirip dengan Kyiainya. Demikian juga dengan penelitian terdahulu dari Kesuma Ada tiga bentuk kepemimpinan kyai yang berkembang di pesantren, yaitu kepemimpinan karismatik, rasional, dan tradisional. Bentuk kepemimpinan kyai yang dominan adalah model kepemimpinan karismatik. Model ini punya pengaruh kuat terhadap kemajuan atau kemunduran pesantren. Pondok Pesantren Darussalam Blokagung sebagai Pesantren terbesar di Kabupaten Banyuwangi selalu bertranformasi dari masa ke masa, mengelola lebih dari 11 unit pendidikan formal, diniyyah takmiliyah dan muAoadalah, pesantren ini juga memberikan ruang bagi para santri untuk tetap berorganisasi, melakukan pelatihan leadhership dan kegiatan bakti sosial kemasyarakatan. Penelitian ini lebih mendeskrpsikan dan menganalisis tentang adanya pendidikan karakter di pondok pesantren yang memuat pendidikan dan latihan kepemimpinan yang termenej dengan baik sehingga lulusannya sebagian besar memiliki peran penting baik sebagai tokoh atau sebagai pimpinan dalam Metode Penelitian ini menggunakan metode deskrptif kualitatif dengn studi lapangan di pondok pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi. Analisis data menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi dan klasifikasi, penyajian data dan kesimpulan. Pengambilan dan pegumpulan data didasarkan pada hasil observasi, data primer dan sekunder, sumber artikel jurnal ilmiah, dokumen lain serta sumber relevan lainnya. 27 | JUMPIS: Volume 3. Nomor 1. Desember 2025 Hasil dan Pembahasan Manajemen Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan salah satu unsur faktor yang mampu membentuk serta membantu orang lain agar bekerja dan antusias demi mencapai tujuan yang direncanakan dalam kaitannya dengan keberhasilan organisasi. Menurut George Terry dalam Rosita, kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. Jiwa kepemimpinan ini berkembang melalui sebuah suatu proses dari masa waktu ke masa hingga akhirnya akan berevolusi dan mengkristal dalam suatu bentuk karakteristik kepemimpinan. Terkait dengan Manajemen, manajemen kepemimpinan merupakan suatu ilmu yang mengkaji secara komprehensif bagaimana seseorang melaksanakan kepemimpinan dengan mempergunakan seluruh sumberdaya yang dimiliki serta dengan selalu mengedepankan konsep dan aturan yang Pendidikan Karakter Menurut Tadzkirotun Musfiroh karakter mengacu pada serangkaian sikap . , perilaku . , motivasi . dan keterampilan . Makna karakter itu sendiri sebenarnya berasal dari bahsa Yunani yang berarti to mark atau menandai dan memfokuskan pada aplikasi nilai ke- baikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan berperilaku jelek dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek. Sebaliknya orang yang berperilaku sesuai dengan kaidah moral dinamakan berkarakter mulia. Karakter dianggap sama dengan kepribadian. Kepribadian dipandang ianggap sebagai ciri atau karakteristik, dan karakteristik dinilai sebagai gaya atau sifat khas dari diri seseorang, yang bersumber dari pendidikan dan bentukanbentukan yang diterima dari lingkungannya, misal pengaruh keluarga pada masa kecil dan bawan seseorang sejak lahir. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa pendidikan karakter adalah sistem pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral, pendidikan etika, kemanusiaan yang didapati dari pembiasaan dan keteladanan dari lingkungan sekitar sehingga membentuk karakteristik dan sifat dari seseorang. Sejarah Singkat Pondok Pesantren Pondok Pesantren Darussalam yang berdidri sejak 15 Januari 1951 ini merupakan lembaga pendidikan pondok pesantren yang berada di daerah Banyuwangi Selatan Provinsi Jawa Timur, tepatnya A 12 Km dari kota Genteng dan Jajag serta A 45 Km dari kota Kabupaten Banyuwangi. Keadaan lokasi daerah tananhnya subur dan disebelah barat dibatasi oleh sungai Kalibaru, sebelah selatan merupakan tanah persawahan, disebelah timur daerah pedesaan dan disebelah utara persawahan. KH Mukhtar SyafaAoat Abdul Ghofur adalah sebagai tokoh utama pendiri Pondok Pesantren Darussalam ini, beliau berasal dari Desa Ploso Klaten Kediri Jawa Timur. Adapun pesantren secara resmi berbadan hukum dan berbentuk Yayasan pada tahun 1978 yaitu dengan nama AuYayasan Pondok Pesantren DarussalamAy dengan akte notaris Soesanto adi purnomo. SH. Nomor 31 tahun 1978 Dengan perjalanan panjang KH. Mukhtar SyafaAoat Abdul ghofur memimpin pondok pesantren Darussalam, beliau adalah orang yang arif dan bijaksana, dikagumi masyarakat dan diikuti semua fatwanya, sehingga hal ini menambah keharuman nama beliau yang mulia dikalangan masyarakat. Akhirnya tepatnya pada hari JumAoat malam Sabtu tanggal 17 Rojab 1411 H/ 02 Pebruari 1991 M jam: 02. malam beliau pulang ke Rohmatullah dalam usia 72 tahun. Dan setiap tanggal 17 Rojab dilaksanakan Haul untuk mengenang jasa-jasa beliau. Untuk perkembangan pesantren selanjutnya di teruskan oleh putra beliau yaitu Kh. Ahmad Hisyam SyafaAoat. Sos. Mh. dibantu oleh adik-adik beliau. 28 | JUMPIS: Volume 3. Nomor 1. Desember 2025 Gambar 1. Masjid Pondok Pesantren Darussalam Pendidikan. Kegiatan dan tradisi Pesantren dalam pembentukan karakter Sistem pendidikan di Pesantren Darussalam beraliansi pada Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan serta Kementerian Agama,. Unit-unit pendidikan yang dikelola meliputi: KB. TK. SD. SMP. MTs. SMA. SMA. MA. MuaAoadalah Wustho dan Ulya, serta Universitas. Madrasah Diniyyah. Selain unit-unit pendidikan formal dan diniyyah, ada program kegiatan serta tradisi yang sudah menjadi ciri khas bagi pondok pesantren Darussalam Blokagung yaitu mengaji dan mengkaji kitab IhyaAoUlumiddin, tafsir jalalain, hikam yang diselenggarakan secara bandongan dan wajib diikuti oleh semua santri ketika jenjang pendidikan diniyyahnya sudah sampai di kelas 4 Ula. Bahkan IhyaAo Ulumiddin sebagai kitab tasawuf mahakarya dari Imam Ghozali ini juga terus dikaji secara berkelanjutan oleh para alumninya di seluruh wilayah Indonesia dengan durasi waktu per semester, catur wulan atau triwulan sesuai dengan kondisi dan kesepakatan alumni pada daerah tersebut. Kegiatan sholat jamaoah, sholat dhuha sebelum berangkat sekolah, sholat malam, kerja bakti, piket, roAoan, pengabdian santri sebagai abdi ndalem kyai dan keikutsertaan santri dalam aktifitas pendidikan baik sebagai tenaga pendidik atau tenaga administrasi merupakan pembiasaan-pembiasaan yang membentuk karakter santri untuk disiplin secara rohani, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan setiap hari disekolah dengan acuan kurikulum yang terlaku saat ini selain bertujuan untuk mencapai kompetensi tertentu juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa. Namun jauh sebelum isu pendidikan karakter itu didengungkan sebagai bagian dari kurikulum, pola pendidikan karakter sudah tercermin dalam tradisi dan budaya pesantren Darussalam Blokagung. Gambar 2. Musafafah . dengan para pengasuh menjelang libur pesantren Santri yang pulang . di masa libur pesantren atau diluar masa libur harus melalui proses perizinan kepada ketua kamar, ketua asrama, pengurus pesantren bidang keamanan 29 | JUMPIS: Volume 3. Nomor 1. Desember 2025 dan sowan seraya berpamitan kepada kyai. Santri Darussalam Blokagung terbiasa melakukan riyadloh atau tirakat dengan melakukan puasa dalail, ngrowot . enghindari makan yang terbuat dari bera. , atau mutih dengan tujuan haddunnafsi. Almukarrom KH Ahmad Hisyam SyafaAoat selaku pengasuh Pondok Pesantren konsisten dan istuqomah memberikan motivasi pada santri untuk memupuk sikap kemandirian santri seperti mengatur sendiri kondisi keuangan agar tetap stabil, melatih diri untuk tetap hemat dengan membeli sesuai kebutuhan, menjaga nama baik lembaga baik didalam maupun pada saat diluar pesantren. Kegiatan ini snantiasa beliau lakukan saat pengajian kitab ihyaAo ulumiddn setiap pagi, maupun kegiatan bulanan setiap hari Ahad legi dengan msyarakat dan alumni. Gambar 3. Kegiatan pengajian rutin Ahad Legi (Pembacaan Kitab IhyaAoJuz . Dalam memupuk dan menumbuhkembangkan jiwa kepemimpinan , melalui program tambahan lainnya , santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung juga terlibat langsung dalam pergerakan keorganisasian baik sebagai perintis, pengurus ataupun anggota. Maziyatul Fata sebagai organisasi yang menaungi minat dan bakat santri dalam bidang retorika , organisasi santri daerah (ISHDAR) sebagai wadah aspirasi dan shilaturahi santri dan pengasuh dalam lingkup daerah tertentu, lembaga pengembangan bahasa, maktabah sebagai lembaga kajian kitab kuning, lembaga tashih qurAoan, itmam. ihfad dan ikamada berkembang dengan sistem kepemimpinan dan manajerial manajerial yang dikelola oleh Pada moment pelantikan pengurus ISHDAR masa abdi 2023-2025. KH Ali Asyiqin selaku kabag kepesantrenan pada pernah menjelaskan bahwa Ausantri Blokagung itu tidak hanya diajari ngaji, tapi juga dilatih untuk ngabdi, banyak orang yang mampu mengurus masalahnya sendiri, tapi enggan ketika dituntut berbagiAy. Kegiatan ngaji, sekolah, diniyyah, serta pola didik yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren mengajarkan santri berbagi ide, berbagi pendapat dalam menemukan solusi secara musyawarah. Dari sini santri dilatih untuk menekan rasa egoisme karena dalam organisasi terdiri dari banyak anggota yang meiliki hak yangsama untuk didengar dan dihargai. Berbagai organisasi yang ada di pesantren mampu memotivasi santri untuk menggunakan potensi dan sumberdaya yang dimiliki demi tercapainya tujuan organisasi dengan mengacu pada aturan yang berlaku. Gambar 4. Pelantikan Pengurus Asrama Masa Abdi 2023-2025 oleh KH Ali Asyiqin 30 | JUMPIS: Volume 3. Nomor 1. Desember 2025 Dalam salah satu kegiatan pembukaan pengajian kitab IhyaAo Ulumiddin alumni Pondok Pesantren Asuhan Darussalam pada tanggal 9 Desember 2023 di daerah Sragen Jawa Tengah. KH Abdul Kholiq SyafaAoat selaku Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran memberikan penjelasan bahwa santri Darussalam dari awal sudah difasilitasi dengan media belajar, belajar tentang agama secara mendalam dalam wadah Madrasah Diniyyah, belajar tentang disiplin ilmu tertentu dalam jenjang lembaga pendidikan formal sesuai dengan minat, pengembangan bakat keorganisasian dan kepemimpinan dalam wadah organisasi, serta pengembangan skill dan ketrampilan dalam berbagai kegiatan ekstra. Beliau juga menjelaskan bahwa alumni Pondok Pesantren Darussalam tersebar di seluruh Indonesia dengan kompetensi dan prestasi masing-masing. Beberapa diantaranya sebagai pemimpin organisasi, pimpinan perusahaan swasta, aktif sebagai ASN dan pimpinan lembaga pendidikan. Ketua Pusat Al Adab (Ikatab Alumni Asuhan Darussala. Bapak Imam SyafaAoat memberikan ketarangan bahwa Data alumni Pondok Pesantren Darussalam Blokagung yang saat ini mengelola Pondok Pesantren sebagai pimpinan jumlahnya mencapai 61, pendataan ini berdasarkan hasil rekap pengurus Al Adab dan testimoni di AuSetiap tahun akan terus dilakukan pendataan ulang, kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah, karena masih banyak alumni yang memiliki kiprah besar dan dominan di masyarakat namun tercover dalam dataAy,selebihnya alumni Darussalam baik laki-laki maupun perempuan juga memiliki andil yang besar dan mewarnai dalam setiap kegiatan dai daerahnya, ada yang jadi ketua Muslimat Cabang di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ketua Tanfidz wilayah Kepulauan Riau, ada juga Pak Fauzi alumni tahun 1998 yang menjadi pengawas SLB untuk karasidenan Banyuwangi. Situbondo dan Bondowoso, masih banyak lagiAy. Au Kami selaku pengurus alumni sedang melakukan pendataanAy. beliau dalam sesi wawancara mejelang kegiatan Silathurahmi Nasioal Alumni pada tanggal 28 Januari 2024. Au Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian beberapa di Pondok Pesantren Daruusalam Bloakgung maka beberapa kesimpulannya adalah : Konsep pendidikan dan budaya di Pesantren memuat adanya pendidikan karakter yang mampu membentuk pribadi santri yang berakhlakul karimah. Dalam konsep pendidikan karakter melalui kegiatan belajar, budaya dan tradisi organisasi muncul dan berkembang pendidikan kepemimpinan secara terstruktut atau tumbuh secara alami seiring dengan kemampuan pribadi santri dalam beradaptasi dengan lingkungan. Manajemen kepemimpinan dalam sirkulasi pendidikan dan pengajaran serta budaya dan tradisi pesantren menumbuhkan semangat yang tinggi dalam menjalin komunikasi serta membangun relasi dengan lingkungan , sehingga alumni Pondok Pesantren menjadi generasi yang berdaya dengan amanah sebagai seorang Tradisi musafahah antara santri dengan kyai, roAoan, sholat berjamaAoah, amalan puasa sunah dan riyadloh lainnya tetaplah menjadi kebiasan santri baik saat masih nyantri maupun setelah menjadi alumni sebagai wasilah dalam upaya membentuk karakter terpuji baik dalam keluarga maupun di msyarakat. Setiap orang bisa jadi pemimpin , namun tidak semua orang punya kesempetan sebagai pemimpin, karena hanya mereka yang memiliki potensi dengan karakter tinggi yang akan mendapatkan kepercayaan sebagai pemimpin Referensi