PENINGKATAN TEKNOLOGI BAGI AGROINDUSTRI PLIEK-U SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DI ACEH TECHNOLOGY IMPROVEMENT ON PLIEK-U AGROINDUSTRY AS AN EFFORT TO MAINTAIN A LOCAL WISDOM IN ACEH Rita Khathir1*. Marai Rahmawati2. Yunita3 1 Program Studi Teknik Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia 2 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia 3 Program Studi Ilmu Biologi. Fakultas MIPA. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia *Penulis korespondensi: rkhathir@usk. Abstrak Pliek-u adalah salah satu produk makanan khas di Aceh dengan nilai kearifan lokal yang patut dilestarikan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) ini bertujuan untuk peningkatan teknologi bagi agroindustri pliek-u melalui peningkatan teknologi pengolahan sehingga dapat meringankan pekerjaan, menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat menarik minat generasi muda untuk menjadi pengusaha plieku. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari survei, persiapan alat dan bahan, perakitan teknologi pengering dan pengepresan, pelatihan dan diseminasi teknologi dalam bentuk sekolah lapangan, dan evaluasi kegiatan berupa pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan uji peringkat Wilcoxon dengan alpha 5%. Hasil kegiatan adalah terbangunnya 1 unit alat pengering terowongan Hohenheim Aceh, 1 unit alat pres hidrolik, dan terlaksananya kegiatan pelatihan dan diseminasi yang telah dipublikasikan dalam bentuk video pada media Youtube dan berita pada media online. Hasil uji peringkat Wilcoxon juga menunjukkan bahwa dari 13 peserta yang datanya valid, 100% peserta mendapatkan peringkat positif dan nilai pre-test berbeda nyata dengan nilai post-test. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan telah berkonstribusi dalam peningkatan kapasitas pengetahuan, keahlian, dan minat peserta di bidang teknologi pengolahan pliek-u karena usaha pengolahan pliek-u konvensional dapat diubah menjadi agroindustri pliek-u yang modern dengan teknologi pengering terowongan Hohenheim Aceh dan teknologi pres hidrolik. Sebagai tambahan teknologi pengolahan ini akan menjamin kehalalan pliek-u yang dihasilkan. Kata kunci: pliek-u. teknologi pengering terowongan Hohenheim Aceh. teknologi pres hidrolik Abstract Pliek-u is a specialty food product in Aceh with local wisdom values that should be preserved. The Program of Community Service Based Product (PKMBP) aimed to improve the pliek-u agro-industry by adapting simple processing technologies so that it could lighten work, produce quality products, and attract the interest of the younger generation as pliek-u entrepreneurs in future. The method applied consist of surveys, preparation of tools and materials, assembly of a solar tunnel dryer type Hohenheim Aceh and a hydraulic press, training and dissemination of technology through field schools, and evaluation of the program with pre-tests and post-tests. Data analysis was carried out using the Wilcoxon rank test with alpha of 5%. The results of the program were the construction of 1 unit of Hohenheim Aceh tunnel dryer, 1 unit of hydraulic press, and the implementation of training and dissemination activities which have been published in the form of videos on YouTube media and press releases through online media. The results of the Wilcoxon rank test also showed that of the 13 participants whose data were valid, 100% of participants received positive rankings and the pre-test scores were significantly different from the post-test scores. Thus, it can be concluded that the program carried out has contributed to increasing the knowledge, expertise capacity, and interest of participants in pliek-u processing technologies since the profile of conventional agroindustry can be transformed to be better agroindustry by the use of solar tunnel dryer type Hohenheim Aceh and hydraulic press. In addition, the use of technologies will ensure the halal requirement of pliek-u. Keywords: a hydraulic press. pliek-u. solar tunnel dryer type Hohenheim Aceh Article ID 38702 | Submitted 18-05-2024 | Revision 27-07-2024 | Accepted 13-08-2024 Copyright . 2024 Bull. Community. Serv. :98-104 https://doi. org/10. 24815/bulpengmas. Khathir et al. Pendahuluan Pliek-u adalah kelapa fermentasi yang sudah dikeringkan dan diambil minyaknya. Pliek-u diperoleh dari suatu proses pengolahan kelapa tradisional yang dilakukan secara turun temurun yang hanya ada di Aceh (Khathir et al. Proses pembuatan pliek-u meliputi proses pengepresan, dan pengemasan. Tradisi ini sangat istimewa karena dalam 1x proses pengolahannya dapat menghasilkan minimal 3 produk yaitu minyak kelapa dara fermentasi . ermented virgin coconut oi. , minyak kelapa kasar . rude coconut oi. (Khathir et al. Khathir et al. , dan pliek-u. proses pengolahan pliek-u dapat dikatakan sebagai suatu proses yang sangat efisien (Khathir dan Erika 2. Pliek-u menjadi bahan penting dalam kuliner lezat asal Aceh yaitu kuah pliek. Produk pliek-u perlu dilestarikan bukan hanya karena cita rasanya yang lezat. Berdasarkan Hasil-hasil penelitian juga membuktikan bahwa pliek-u dapat berperan sebagai makanan fungsional karena bersifat anti bakteri dan memiliki kandungan protein yang tinggi (Kiti 2013. Nurliana et al. Rohaya et al. Kandungan protein pliek-u berkisar 17Ai24% (Khathir et al. , 2023. Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan potensi pliek-u untuk dapat dijadikan bahan obat kulit (Khairan et al. Pada saat ini, agroindustri pliek-u di Aceh semakin langka ditemui dan minat generasi muda untuk mengembangkan agroindustri plieku sangat rendah. Permasalahan umum yang dihadapi oleh agroindustri skala kecil adalah rendahnya produktivitas dan daya saing sebagai akibat lemahnya teknologi, keterbatasan kapasitas dan kemampuan pelaku agroindustri, lemahnya keterkaitan struktural agroindustri dengan sektor lain, dan kebijaksanaan makro dan mikro ekonomi yang belum berpihak pada agroindustri (Djamhari 2004. Supriyati and Suryani 2. Proses pengolahan pliek-u membutuhkan proses yang panjang dan rumit mencapai 12Ai16 hari (Khathir dan Erika 2. Proses yang paling berat dilakukan adalah proses pengeringan pliek-u dengan penjemuran di bawah matahari (Gambar . dan pengepresan minyak menggunakan alat pres tradisional (Gambar . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pliek-u yang diproduksi oleh masyarakat secara konvensional mempunyai kualitas yang tidak seragam dengan umur simpan yang singkat yaitu hanya sekitar 2 bulan (Khathir et al. Berdasarkan uraian di atas, kami telah melakukan penelitian dengan fokus pada peningkatan teknologi pengolahan pliek-u. Penelitian yang telah membuahkan hasil adalah Bull. Community. Serv. :98-104 pengaplikasian alat pengering terowongan Hohenheim Aceh pada pengeringan pliek-u (Hikmah et al. Khathir et al. Khathir et al. dan alat pres hidrolik (Khathir et al. Gambar 1. Proses pengeringan pliek-u di Aceh Pengering terowongan Hohenheim Aceh adalah tipe pengering energi matahari yang dapat dibangun dengan biaya rendah sehingga dapat diaplikasikan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pliek-u yang dikeringkan dengan alat terlindungi dari kontaminasi dan lebih kering. Di samping itu, proses pengeringan menjadi lebih mudah dan ringan. Hasil penelitian kami juga menunjukkan bahwa pliek-u yang dikeringkan dengan alat pengering terowongan Hohenheim Aceh dan dipres dengan alat pres hidrolik dapat mempunyai umur simpan sampai 2 tahun (Khathir et al. dan lebih baik kualitasnya (Khathir et al. Pengeringan pliek-u secara tradisional menghasilkan kadar air di atas 14%, sedangkan pengeringan dengan alat pengering terowongan Hohenheim Aceh dapat menurunkan kadar air pliek-u sampai 10%. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) ini adalah untuk peningkatan teknologi agroindustri pengolahan pliek-u dengan penggunaan teknologi pengering terowongan Hohenheim Aceh dan alat pengepresan hidrolik sebagai salah satu upaya pelestarian kearifan lokal di Aceh. Gambar 2. Alat pres pliek-u tradisional Page 99 Khathir et al. Bull. Community. Serv. :98-104 Metode Pihak Terlibat Kegiatan ini dapat dilaksanakan atas dukungan dan kerjasama mitra pengabdian yaitu UKM Meugah Pliek. Selain itu kegiatan dapat terlaksana dengan sukses atas dukungan penting dari berbagai pihak lain yaitu bengkel las Alfa Steel. UKM Meugah Pliek, aparatur Gampong Ajee Cut Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, ibu-ibu kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Gampong Ajee Cut, tim pelaksana yang solid, dan mahasiswa yang terlibat. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan adalah bahan-bahan untuk pembuatan alat pengering terowongan Hohenheim Aceh dan alat pres hidrolik, kelapa, dan bahan pendukung lainnya. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah peralatan perbengkelan untuk perakitan alat pengering dan alat pres, set perlengkapan presentasi berupa laptop, liquid crystal display (LCD) projector, layar LCD, pointer, 1 unit wireless microphone, 1 unit camera digital Canon, 1 set kuisioner untuk pre-test dan post-test, dan alat bantu lainnya. Metode Pelaksanaan Kegiatan Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei, persiapan alat dan bahan, perakitan alat teknologi pengeringan dan pengepresan, sekolah lapangan, diseminasi alat dan teknologi, dan pelaksanaan pre-test dan post-test. Ringkasan Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada Gambar 3. Pre-test dan post-test terdiri dari 14 soal tentang pliek-u, metode pengolahannya, dan dampak pengolahan terhadap status kehalalan produk. Analisa Data Analisa data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji hipotesis non parametrik sampel berpasangan peringkat Wilcoxon dengan alpha 5%. Gambar 3. Metode Hasil dan Pembahasan Persiapan Mitra Pengabdian Sebuah Program berdasarkan hasil surveiy ke lokasi mitra pengabdian untuk menilai minat mitra serta penempatan teknologi pengeringan dan Setelah mendapatkan kepastian informasi ini dan membangun komitmen dengan mitra, sebuah alat pengering terowongan Hohenheim Aceh dengan dimensi panjang 6m dan lebar 0,8m dirancang. Adapun alat pres yang dibuat mengikut rancangan sebelumnya (Khathir et al. dengan wadah berbentuk silinder yang dibuat dari bahan stainless steel food grade Hasil rancangan berupa denah alat pengering dapat dilihat pada Gambar 4 A dan sketsa alat pres dapat dilihat pada Gambar 4 B. Rancangan alat pengering ini dibuat lebih panjang dari rancangan sebelumnya karena permintaan mitra untuk kapasitas yang lebih Gambar 4. [A] denah alat pengering terowongan Hohenheim Aceh dan [B] sketsa alat pres hidrolik Page 100 Khathir et al. Bull. Community. Serv. :98-104 Persiapan Teknologi Sumber Tahapan persiapan teknologi meliputi persiapan alat dan bahan serta perakitan alat teknologi. Proses perakitan dilakukan di bengkel las Alfa Steel. Alat teknologi yang dibangun dalam kegiatan ini dapat dilihat pada Gambar 5. Alat pengering ini mempunyai 6 loyang pengering yang dibuat dari bahan stainless steel, 1 unit solar panel 50WP, 1 set kendali proportional integral derivative (PID), 1 unit solar charge 20A, 1 unit baterai kering 18ah, 2 kipas inlet, 4 kipas pendorong, dan 2 kipas Kipas yang digunakan adalah kipas DC 12V 0,2A dengan diameter 12cm. Alat pengering terowongan Hohenheim Aceh pengeringan 20kg kelapa atau 100butir per batch pengolahannya. Adapun alat pres hidrolik (Khathir et al. mempunyai kapasitas pengepresan sebanyak 1Ai-2kg per batch, dengan durasi pengerjaan 3-Ai5 menit per batch. Tenaga pengepresan diperoleh dari sebuah dongkrak berkapasitas 2ton yang meringankan pekerjaan dan menjamin hasil pengepresan yang Dokumentasi alat pengering yang dihibahkan dapat dilihat pada Gambar 5 A dan dokumentasi alat pengepresan yang dihibahkan dapat dilihat pada Gambar 5 B. Gambar 5. [A] alat pengering terowongan Hohenheim Aceh dan [B] alat pres hidrolik Pelatihan dan Diseminasi Setelah dilaksanakan maka pelatihan dan diseminasi teknologi dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Oktober 2023 di Gampong Ajee Cut Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh (Gambar Kegiatan dilaksanakan selama 3 jam dari pukul 09. 00Ai 00 WIB. Pelatihan ini terdiri dari memberikan 3 materi utama, di mana materi pertama disampaikan oleh ketua pelaksana kegiatan yaitu Dr. Rita Khathir dengan judul AuModernisasi proses produksi pliek-u dengan aplikasi teknologi tepat guna (TTG)Ay. Materi kedua disampaikan oleh Dr. Murna Muzaifa dengan judul AuUrgensi regulasi perizinan industri rumah tangga (PIRT) dan sertifikasi halalAy. Sedangkan Materi ketiga berupa bimbingan teknis pengajuan sertifikasi halal dengan cara self halal declare, disampaikan langsung oleh tenaga pendamping proses produk halal (PPH) yaitu Ibu Bella Olivia. TP. Gambar 6. [A] pelatihan dan diseminasi bersama UKM Meugah Pliek dan ibu-ibu kelompok PKK Gampong Ajee Cut di dalam ruangan, dan [B] foto bersama di depan alat teknologi yang dihibahkan Page 101 Khathir et al. Aplikasi TTG pada proses pengolahan pliek-u meningkatkan kualitas pliek-u yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur simpan pliek-u yang diproduksi dengan TTG dapat mencapai 2 tahun (Khathir et al. pliek-u yang dihasilkan juga lebih unggul dan disukai oleh konsumen dibandingkan dengan sampel pliek-u lainnya yang beredar di pasaran (Khathir et al. , adaptasi TTG pada proses produksi pliek-u juga menunjang kehalalan produk yang dihasilkan (Khathir et al. dan kombinasi bahan baku yang optimal pada proses pembuatan pliek-u adalah campuran uriek dan u-pateun masing-masing dengan perbandingan 1:1 (Khathir et al. Upaya peningkatan teknologi pengolahan pliek-u sangat penting untuk menarik minat generasi muda dalam melanjutkan estafet pengolahan produk warisan budaya ini. Narasumber menjelaskan bahwa Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) ini bermanfaat bagi pengusaha untuk meningkatkan pemasaran produk ke wilayah yang lebih luas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada Pengurusan PIRT diperkenankan untuk industri pengolahan makanan sederhana yang tidak memerlukan proses sterilisasi, pasteurisasi, pengalengan, dan pembekuan, namun umur makanannya melebihi 7 hari. Istilah lainnya adalah makanan yang tidak berisiko tinggi . igh risk foo. Pengurusan PIRT masih diperkenankan untuk industri kecil yang masih mengolah produknya di dapur rumah tangga. Manfaat bagi pemilik usaha yang sudah memiliki PIRT adalah produknya memiliki izin layak edar, keamanan produknya terjamin oleh dinas Kesehatan, kepercayaan konsumen dapat Bull. Community. Serv. :98-104 ditingkatkan, produk mampu bersaing dengan produk industri besar karena bisa dipasarkan di pasar modern seperti swalayan, yang pada peningkatan pendapatan usaha. Narasumber juga menjelaskan bahwa saat ini ada mekanisme self halal declare yang masih gratis selama kita bisa menjadi 2 juta pengusul Proses pengurusan self halal declare jauh lebih mudah daripada pengurusan halal Peluang ini sengaja dibuka oleh Pemerintah untuk usaha-usaha kecil yang layak memeroleh izin PIRT. Jaminan kehalalan produk sangat penting bagi masyarakat muslim (Charity Faridah 2019. Sudjana 2. dan bahkan masyarakat non muslim (Mathew et al. Sayekti, 2. Video pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada channel youtube @dr. ritakhathir8688 pada https://w. com/watch?v=rxzq4UwE u_Y dan berita pelaksanaan kegiatan juga dapat dibaca pada media online acehaktual. com yaitu https://w. com/2023/10/16/mo dernisasi-agroindustri-pliek-u-di-aceh-besar/. Evaluasi Hasil Pre-test dan Post-test Hasil evaluasi pre-test dan post-test kegiatan pelatihan dan diseminasi teknologi pengolahan pliek-u dapat dilihat pada Gambar 7. Total peserta pelatihan adalah 20 orang, namun hanya 13 peserta yang mengisi kuesioner secara lengkap dan datanya valid untuk dianalisis. Terdapat 2 orang yang hanya mengisi pre-test, dan 2 orang yang hanya mengisi post-test, serta 3 orang yang mengisi kuesioner tanpa nama dan tidak lengkap sehingga datanya tidak dapat Gambar 7. Hasil pre-test dan post-test peserta pelatihan dan diseminasi teknologi pengolahan pliek-u Gambar 7 menunjukkan bahwa bahwa ratarata nilai post-test lebih tinggi dari nilai pre-test, di mana nilai rata-rata pre-test adalah 72,9 sedangkan nilai rata-rata post-test adalah 88,9 (Tabel . Gambar 7 juga menunjukkan bahwa pengetahuan tentang pliek-u peserta cukup baik di atas 60 sebelum pelatihan . ilai minimum pretes. Namun, peserta tidak mampu menjelaskan prosedur pembuatan pliek-u dengan lengkap menunjukkan bahwa pengetahuan mereka tidak cukup untuk pelestarian kearifan lokal ini. Page 102 Khathir et al. Setelah pelatihan dan diseminasi teknologi pliek-u, mendapatkan peringkat positif (Tabel . , artinya setiap orang mendapatkan tambahan Bull. Community. Serv. :98-104 pengetahuan setelah mengikuti pelatihan dan diseminasi yang diberikan yang ditunjukkan oleh nilai post-test yang lebih tinggi dari nilai pre-test. Tabel 1. Statistik deskriptif hasil pre-test dan post-test Minimum Maximum Pre-test Post-test Rata-rata Standar Deviasi Tabel 2. Hasil uji peringkat Wilcoxon Rata-rata Jumlah Peringkat Peringkat negatif Peringkat positif Post-test Ae Pre-test Seri Total Keterangan: a. Post-test < Pre-test. Post-test > Pre-test. Post-test = Pre-test Selanjutnya pada Tabel 3 juga dapat dilihat bahwa perbedaan pengetahuan peserta antara pre-test dan post-test sangat signifikan yang dapat dilihat dari nilai asymp. sebesar 0,001 yang lebih kecil dari alpha 0,025. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan diseminasi memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas pengetahuan dan keahlian peserta. Tabel 3. Hasil uji hipotesis Wilcoxon Post-test Ae Pre-test -3,184b Asymp. Sig. 0,001 Kesimpulan Program pengabdian ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh hasil uji peringkat Wilcoxon dengan peringkat positif di mana nilai uji post-test yang lebih besar daripada pre-test. Peningkatkan teknologi bagi agroindustri pliek-u dapat direalisasikan dengan didiseminasikan berupa 1 unit alat pengering terowongan Hohenheim Aceh dan 1 unit alat pres Bertambahnya anggota UKM Meugah Pliek menjadi 4 outlet diharapkan dapat menguatkan eksistensi UMKM ini dalam upaya melestarikan agroindustri pliek-u di Aceh. Ucapan Terima Kasih Terima kasih diucapkan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (LPPM-USK) atas dukungan finansialnya bagi terlaksananya Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) tahun 2023 dengan nomor kontrak: 512/UN11. 1/PN. 01/SPK/ PNBP/2023. Tanggal 3 Mei 2023. Daftar Pustaka