Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. ETIKA KOMUNIKASI ISLAM: ANALISIS LITERATUR QURAoAN DAN HADITS DALAM RIYADHUS SHOLIHIN Muhammad Falah Rizky. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. mehmedrizq@gmail. Abstract This paper elaborates on the application of Islamic communication ethics principles found in Hadith, especially those discussed in the book of Riyadhus Sholihin. Using a qualitative approach and literature review, the texts of the QurAoan and Hadith are analyzed to identify the principles of communication ethics contained therein. The findings of the analysis were then synthesized with related literature to support a more comprehensive understanding of the principles of communication ethics in Islam. The results show that Islam emphasizes the importance of good, honest, and compassionate communication. Islamic communication principles include speaking honestly, politely, gently, and repeating speech to ensure understanding. OneAos silence while is also encouraged while avoiding unhelpful speech. In addition, giving advice in a short but concise manner, as well as giving good news and congratulating with kindness, are also part of the principles of Islamic communication ethics. This research provides a deeper understanding of the principles of communication ethics in Islam and highlights the importance of polite, honest, and compassionate communication in the daily lives of Muslims. It is hoped that the results of this study can provide a strong theoretical foundation and practical guidance that can be applied by individual Muslims in establishing respectful communication. Keywords: Islamic Communication Ethics. Al-QurAoan. Hadith. Riyadhus Sholihin. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Abstrak Artikel ini menguraikan penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi Islam yang terdapat dalam Hadits, khususnya yang dibahas dalam kitab Riyadhus Sholihin. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kajian literatur, analisis dilakukan terhadap teks Al-QurAoan dan Hadits untuk mengidentifikasi prinsipprinsip etika komunikasi yang terkandung di dalamnya. Temuan dari analisis tersebut kemudian disintesis dengan literatur terkait untuk mendukung pemahaman yang lebih komprehensif tentang prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menekankan pentingnya komunikasi yang baik, jujur, dan penuh kasih sayang. Prinsip-prinsip komunikasi Islam meliputi berbicara dengan jujur, sopan, lembut, dan mengulang ucapan untuk memastikan pemahaman. Diam seseorang saat mendengarkan juga dianjurkan, sambil menghindari perkataan yang tidak bermanfaat. Selain itu, memberikan nasehat dengan singkat namun padat, serta memberikan kabar gembira dan ucapan selamat dengan kebaikan, juga merupakan bagian dari prinsip-prinsip etika komunikasi Islam. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Islam dan menyoroti pentingnya komunikasi yang sopan, jujur, dan penuh kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan landasan teoritis yang kuat dan panduan praktis yang dapat diterapkan oleh individu Muslim dalam membangun komunikasi yang terhormat. Kata Kunci: Etika Komunikasi Islam. Al-QurAoan. Hadits. Riyadhus Sholihin. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Pendahuluan Manusia, sebagai makhluk sosial, memiliki peran yang sangat penting dan Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang dianugerahi kemampuan berbicara. Dengan kemampuan berbicara tersebut, manusia dapat membangun hubungan sosialnya. Firman Allah " aAEac aINA e (QS ar-Rahmyn/55: . mengisyaratkan pentingnya kemampuan berbicara aA"E a aOIA yang Dia ajarkan kepada manusia. Meskipun terdapat berbagai penafsiran mengenai kata "al-bayAn", yang paling kuat adalah bahwa itu merujuk pada kemampuan berbicara . l-nuthq, al-kalA. Namun, menurut Ibn 'Asyur, konsep "al-bayAn" juga mencakup isyarat-isyarat lainnya, seperti kerlingan mata dan anggukan kepala. Dengan demikian, kemampuan berbicara merupakan anugerah terbesar bagi manusia. Kemampuan ini tidak hanya membantu manusia mengenali jati dirinya, tetapi juga menjadi faktor pemisah antara manusia dengan binatang. Allah berfirman: AuPada hari ini telah aku sempurnakan untukmu agamamu. Dan telah aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagimuAy. Syaikh Abdurrahman As-SaAodiy berkata tentang Ayat ini AuIalah dengan disempurnakannya kemenangan dan syariat. Baik Zahir maupun Batin. Ushul . okok-pokok akida. maupun FuruAo . abang-cabang amalia. Dari sini, maka Alquran dan as-sunnah sangatlah mencukupi dalam hukum-hukum agama, baik dasar maupun cabangnyaAy. Kita mengetahui bahwa Allah menegaskan pentingnya menggunakan katakata yang baik, karena ini mencerminkan etika dasar dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Hal ini juga merupakan petunjuk yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Allah berfirman: AuDan hamba-hambaKu: AoHendaklah mengucapkan perkataan yang lebih baik . enar dan sopa. Ao. Allah telah Wijaya. Al-Quran DAN KOMUNIKASI (Etika Komunikasi Dalam Perspektif Al-Qura. al-Burhan, 15. Abdurrahman Bin Nasir As-SaAodiy. Taisir Al-Karim Ar-Rahman. Majallah Al_Bayan. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. mengutus Nabi Muhammad SallallahuAoalaihi wasallam sebagai teladan yang luar biasa bagi umat manusia, agar kita dapat mengambil contoh dari tindakan dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Allah dalam mengutus Nabi Muhammad Sallallahu Aoalaihi wasallam adalah untuk menyempurnakan akhlak Perilaku dan tindakan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam dipandang sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, karena secara langsung dijelaskan dan dipraktekkan melalui Sunnah, yang mencakup berbagai aspek kehidupan, kepemimpinan, etika, dan perilaku kerja. Allah berfirman: AuSesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut AllahAy . Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan pemahaman tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi Islam yang terdapat dalam Hadits, khususnya yang dibahas dalam kitab Riyadhus Sholihin. Hadits merupakan salah satu sumber utama ajaran Islam yang menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diidentifikasi secara jelas prinsip-prinsi etika komunikasi yang terkandung dalam. Komunikasi merupakan unsur yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, baik dalam konteks sosial, budaya, maupun agama. Dalam Islam, komunikasi tidak hanya dianggap sebagai alat untuk menyampaikan pesan, tetapi juga sebagai Sari. , & Tanfidiyah. Pendampingan Sosialisasi Cemaran Khamr dan Alkohol Dalam Makanan Sebagai Persiapan Menghadapi Sertifikasi Halal. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan, 22. , 217Ae238. Siti Fatimah, & Sutrisno. Pembentukan Akhlak melalui Suri Tauladan Rasullulah pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5. , 28Ae39. Kementrian Agama RI. Al-QurAan Terjemahan dan Tajwid Berwarna (Ceta. Cordoba. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. sarana untuk memperkuat hubungan antar individu dan antar umat manusia serta untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Islam menjadi sangat Menurut Husain, komunikasi dalam Islam didasarkan pada ajaran Al-Qur'an dan Hadis Rasulullah SAW dan mencakup segala bentuk interaksi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan atau tanpa media. Dengan demikian, komunikasi dalam Islam mencakup segala bentuk pertukaran keputusan dan informasi. Komunikasi Islam komunikasi konvensional karena erat kaitannya dengan wahyu dan kenabian. Ini memungkinkan komunikasi Islam untuk menjelajahi wilayah spiritual yang sering tidak terjamah oleh komunikasi biasa. Selain itu, tata bahasa dalam komunikasi Islam cenderung dipenuhi dengan prinsip kesopanan dan sering kali memperkaya diri dengan keindahan bahasa. 7 Tujuan komunikasi Islami adalah untuk membangun hubungan yang harmonis dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan diri sendiri dengan tujuan membawa kedamaian, kebaikan, dan keamanan bagi individu dan lingkungan mereka. Untuk mematuhi perintah Allah dan RasulNya juga merupakan tujuan. Prinsip-prinsip komunikasi Islam mencakup enam aspek penting. Pertama, prinsip Qaulan Sadidan mengamanatkan untuk berbicara dengan jujur, menghindari kebohongan, manipulasi fakta, dan selalu konsisten dengan ajaran Islam. Kedua. Qaulan Baligha menekankan pentingnya berkomunikasi dengan kata-kata yang mudah dipahami, langsung, dan efektif, tanpa rumit. Ketiga. Qaulan Ma'rufa mendorong untuk berbicara dengan kata-kata yang baik, sopan. Tika Mutia. Generasi Milenial. Instagram dan Dramaturgi: Suatu Fenomena dalam Pengelolaan Kesan Ditinjau dari Perspektif Komunikasi Islam. An-NidaAo, 41. , 240Ae251. Taufik Rachman. Etika Komunikasi Islam dalam Berbagai Perspektif (Intrapersonal. Interpersonal dan Kelompok Keci. Hikmah, 16. , 35Ae54. Harjani Hefni. Komunikasi Islam. Kencana. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. tanpa kekasaran, dan tanpa menyakiti perasaan orang lain. Keempat, prinsip Qaulan Karima mengajarkan untuk menggunakan ucapan yang lembut, penuh hormat, mulia, dan menyenangkan didengar. Kelima. Qaulan Layyina menyarankan untuk berbicara dengan lembut, penuh kebaikan, dan dapat menyentuh hati pendengarnya. Terakhir. Qaulan Maysura menekankan pada pentingnya menggunakan kata-kata yang menyenangkan, membawa kegembiraan, dan tepat sasaran. Puspitasari . menguraikan dalam artikel yang ia tulis tentang konsep etika, kejujuran, dan keadilan dengan merujuk pada perspektif agama, filsafat, dan nilai-nilai sosial. Secara umum, etika dijelaskan sebagai ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia serta nilai-nilai yang mengatur perilaku dalam Kejujuran dianggap sebagai nilai moral yang fundamental, yang mencerminkan keselarasan antara kata-kata dan tindakan seseorang dengan Sementara itu, keadilan didefinisikan sebagai kesamaan dan keseimbangan dalam memperlakukan orang lain, baik dalam konteks individu maupun masyarakat. Dengan melakukan penelitian ini, diharapkan akan memberikan landasan teoritis yang kuat, pemahaman yang lebih baik tentang etika komunikasi Islam, dan panduan praktis yang dapat diterapkan oleh individu Muslim untuk membangun komunikasi yang terhormat. Metode Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan untuk melakukan analisis mendalam terhadap teks Al-QurAoan dan Hadits guna mengidentifikasi prinsip-prinsip etika komunikasi yang terkandung di dalamnya. Rikeu Ainul Fadilah. Prinsip Komunikasi Islam Sebagai Landasan Penerapan Etika Komunikasi Netizen yang Baik di Media Sosial TikTok. Hikmah: Jurnal Dakwah dan Sosial, 3. , 8Ae17. Yuli Puspitasari. ETIKA KOMUNIKASI TENTANG KEJUJURAN DAN KEADILAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN. TABAYYUN JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM, 4. , 17Ae26. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan untuk melakukan sintesis data dari literatur terkait tentang etika komunikasi guna mendukung temuan yang diperoleh dari analisis teks Al-QurAoan dan Hadits. Dalam proses analisis, akan dilakukan pembacaan dan penafsiran terhadap teks Al-QurAoan dan Hadits dengan cermat guna mengidentifikasi prinsip-prinsip etika komunikasi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, data yang diperoleh dari literatur terkait juga akan disintesis untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, yang juga dikenal sebagai library research. Penelitian kepustakaan merupakan jenis penelitian yang mengandalkan literatur, termasuk buku, catatan, dan laporan hasil sebagai sumber data utamanya. Metode ini melibatkan penelaahan mendalam terhadap berbagai sumber informasi yang tersedia di perpustakaan. Tujuan dari penelitian kepustakaan adalah untuk mengidentifikasi, mencatat, merumuskan, dan menganalisis informasi yang relevan dengan topik penelitian yang sedang 11 Metode penelitian kepustakaan memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang topik yang diteliti berdasarkan literatur yang ada. Pembahasan Etika komunikasi Islam menekankan pentingnya menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, menghindari kebohongan dan ujaran kebencian, menyebarkan informasi yang berguna dan memberikan nasehat. 13 14 15 Etika ini Khatibah. PENELITIAN KEPUSTAKAAN. Jurnal IqraAo, 05. Milya Sari, & Asmendri. Penelitian Kepustakaan (Library Researc. dalam Penelitian Pendidikan IPA. Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 6. , 43Ae43. Ikhwan. Hidayat. , & Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Etika Komunikasi Pada Media Sosial Berdasarkan Perspektif Al-QurAoan. , 570. https://doi. org/10. 17467/mk. Solekhan. Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Communication Ethics in Social Relationships Using Social Media Wisely in Islamic Values. https://doi. org/10. 54298/jmisc. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. berakar pada ajaran al-QurAoan dan Hadis, membimbing pengguna media sosial untuk menjaga hubungan yang harmonis dan menegakkan standar moral dalam interaksi mereka. Selain itu, dalam konteks komunikasi politik, etika Islam menekankan penghindaran tipuan, kecurangan, dan kritik ketika terlibat dengan individu dari parpol yang berbeda. 16 Selain itu, dalam lingkungan pendidikan seperti Dayah Jamiah al-Aziziyah Samalanga, etika komunikasi antara siswa dan guru sangat penting. Memastikan bahwa interaksi bersifat hormat, perhatian dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. Etika komunikasi Islam menekankan penghormatan terhadap orang lain dalam berbagai kasus. Pertama, disorot bahwa setiap tindakan di media sosial akan dipertanggungjawabkan di akhirat, mendesak individu untuk menegakkan etika dan menghormati sesama manusia. 18 Selain itu, dalam konteks keluarga, orang tua memainkan peran penting dalam menanamkan etika komunikasi Islam pada anak-anak, yang secara positif mempengaruhi perilaku dan pemahaman mereka tentang rasa hormat terhadap orang lain. 19 Selanjutnya, surah al-Hujarat menyoroti pentingnya menghormati orang lain dalam komunikasi dengan menekankan bahwa komunikator tdak boleh merendahkan orang lain, terlibat dalam gosip, menyebarkan desas-desus, atau menggunakan taktik yang memecah belah, sementara penerima informasi harus mengevaluasi secara kritis konten untuk kebenaran. Syawal Kurnia Putra. Erwin Hafid, & Arifuddin Ahmad. Etika Berkomunikasi Dalam Presfektif Hadis. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 2. , 79Ae89. https://doi. org/10. 58540/jipsi. Rokhman. ISLAMIC ETHICS IN COMMUNICATIONCROSS POLITICAL PARTIES. Dakwah: Risalah Merintis. DaAowah Melanjutkan, 5. , 105Ae110. https://doi. org/10. 38214/jurnaldawahstidnatsir. Arahman. , & Aminullah. LITERACY : International Scientific Journals Of Social. Education and Humaniora STUDENT COMMUNICATION ETHICS WITH THE TEACHERS OF DAYAH JAMIAH AL-AZIZIYAH SAMALANGA (Perspective of Islamic Communication Ethic. http://jurnal-stiepari. id/index. php/LITERACY Solekhan. Communication Ethics in Social Relationships Using Social Media Wisely in Islamic Values. Journal of Modern Islamic Studies and Civilization, 1. , 1Ae11. Abdullah. Ahdiyanti. , & Kahina. Etika komunikasi islam dalam media sosial. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 1. , 1Ae15. Lisnawati. , & Erawati. Social media and communication ethic in islamic Epistemy: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 14. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Disunnahkan Berbicara Dengan Baik dan Bermuka Ceria Ketika Bertemu Allah berfirman. QS. Ali Imran: 159 AuSekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka-mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Ay. Ayat ini menyoroti bahwa sikap keras dan kasar dalam berkomunikasi atau berinteraksi akan membuat orang lain menjauh. Pesan ini mengajarkan pentingnya berbicara dengan lemah lembut, memahami, dan memperlakukan orang lain dengan kasih sayang, karena sikap yang kasar dan keras dapat menolak orang lain dan membuat mereka merasa tidak nyaman di sekitar kita. Dari Adi bin Hatim r. a, ia berkata: AuRasulullah SAW bersabda: AuHindarilah neraka walau dengan sebiji korma . ang engkau sedekahka. , dan siapa yang tidak punya maka ucapkanlah perkataan yang baikAy. Dari Abu Hurairah r. a, bahwa Nabi SAW bersabda: Au. dan mengucapkan kata yang baik adalah sedekahAy. Dari Abu Dzar, ia berkata: AuNabi SAW berkata kepadaku: AuJangan engkau remehkan kebajikan walau sedikit, sekalipun engkau menemui saudaramu dengan muka yang ceriaAy. Hadits-hadits ini mengajarkan pentingnya amal kebaikan dalam Islam, bahkan jika itu hanya sebiji kurma. Dalam hadis pertama. Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk menjauhi neraka dengan melakukan kebaikan, bahkan jika itu sekecil biji kurma. Hal ini menunjukkan bahwa di mata Allah SWT, setiap perbuatan baik memiliki nilai dan efek yang signifikan. Menurut Hadits kedua, berbuat baik juga merupakan sedekah. Ini menunjukkan bahwa amal kebaikan yang dianjurkan dalam Islam juga termasuk komunikasi yang positif dan penuh kasih sayang. Bahkan dengan kata-kata yang Erwandi Tarmizi. Terjemah Riyadhus Sholihin (Jilid Pertam. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. sederhana, kita dapat membantu orang lain dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Hadis ketiga menekankan betapa pentingnya menjaga sikap yang baik dan ramah terhadap orang lain dan bahwa kita tidak boleh meremehkan amal kebaikan, apapun ukurannya. Salah satu bentuk kebaikan yang berharga di hadapan Allah SWT adalah tersenyum kepada saudara atau orang lain. Ini menunjukkan bahwa kebaikan tidak hanya terbatas pada tindakan besar, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari yang sederhana tetapi penuh makna. Pentingnya kasih sayang disoroti dalam kitab Adabul Mufrad mengenai hubungan orang tua-anak dan tetangga atau siapapun, dengan hadis-hadis yang menunjukkan bagaimana interaksi yang lembut dan penghargaan terhadap hadiah yang diberikan dapat memperkuat hubungan. Baik dalam konteks umum maupun dalam hubungan apapun, penting untuk menjaga komunikasi yang positif dan menghindari kata-kata yang bisa menyakiti. Disunnahkan Menjelaskan Serta mengulang Ucapan Terhadap Lawan Bicara. Supaya Dia Paham. Andai Dibutuhkan Dari Anas r. a, adalah Nabi SAW bila mengucapkan satu kata, beliau mengulanginya 3x hingga ucapan tersebut dipahami, dan bila mendatangi suatu kaum beliau yang memulai mengucapkan salam kepada mereka, beliau mengucapkannya sebanyak 3x". Dari 'Aisyah r. a, ia berkata: "adalah ucapan Rasulullah SAW, ucapan yang jelas dapat dipahami oleh setiap orang yang mendengarnya". Hadits-hadits ini menunjukkan dua prinsip komunikasi yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Pertama, dalam hadits dari Anas bin Malik RA, beliau mengulang kata-kata yang beliau katakan tiga kali untuk memastikan bahwa orang yang mendengarnya memahaminya dengan benar. Ini menunjukkan betapa Afifi. , & Setiawan. Communication ethics in the book of Adabul Mufrad by Imam Al-Bukhari. Communications in Humanities and Social Sciences, 1. , 82Ae90. https://doi. org/10. 21924/chss. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. pentingnya komunikasi yang jelas dan betapa pedulinya Nabi terhadap pemahaman yang benar dari apa yang beliau katakan. Tindakan ini membantu kita berkomunikasi dengan jelas dan memastikan orang lain memahami pesan kita dengan benar. Kedua, hadits dari Aisyah RA menekankan bahwa ucapan Nabi Muhammad SAW selalu jelas dan dapat dipahami oleh siapa pun yang mendengarnya, menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memperhatikan kesederhanaan dan kejelasan dalam berbicara. Hal ini mengajarkan kita untuk menyampaikan pesan kita dengan cara yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami oleh orang lain. Pesan-pesannya tidak rumit atau samar, tetapi selalu mudah dipahami oleh siapa pun yang mendengarnya. Diamnya Seseorang Mendengarkan Ucapan Bukhari dan Hidayat menyoroti ada 12 larangan dalam berkomunikasi di dalam kitab Fiqhul Akhlak wal Muamalat Bainal Mukminin, termasuk larangan berkata-kata tanpa ilmu, berbicara dalam keadaan marah, mengulangi kata-kata yang mengingatkan pada kesedihan, dan melarang terhadap sesuatu yang sebenarnya dilakukan oleh diri sendiri. Dari Jarir bin Abdullah r. a, ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda kepadaku sewaktu haji wada': "Suruh manusia diam! Kemuadian beliau bersabda: "Janganlah kalian sepeninggalku kembali melakukan perbuatan orang kafir. sebagian kalian membunuh sebagian yang lain". Dari Jarir bin Abdullah r. a, ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda kepadaku sewaktu haji wada': "Suruh manusia diam! Kemuadian beliau bersabda: "Janganlah kalian sepeninggalku kembali melakukan perbuatan orang kafir. sebagian kalian membunuh sebagian yang lain". Bukhari, & Taufik Hidayat. Etika Komunikasi Islam Di Dalam Kitab Fiqhul Akhlak Wal Muamalat Bainal Mukminin MushthafA al-AoAdaw. Bashirah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4. , 1Ae12. https://doi. org/10. 51590/bashirah. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Hadits ini menyampaikan pesan bahwa perdamaian dan kehidupan yang beradab sangat penting bagi masyarakat. Nabi Muhammad SAW memerintahkan orang-orangnya untuk tetap diam dan meminta mereka untuk menghindari perilaku kekerasan dan konflik yang ditunjukkan oleh orang-orang kafir. Pesanpesan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga perdamaian, keselarasan, dan menghindari kekerasan atau konflik di antara orang-orang Islam. Ini menekankan bahwa umat Islam harus menjadi contoh dalam memperjuangkan perdamaian dan menghindari perilaku yang merugikan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW lakukan selama Haji Wada'. Memberi Pelajaran (Naseha. Dengan Singkat Allah berfirman. QS. An Nahl: 125 "Serulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik". Ayat ini menunjukkan kepada umat Islam bagaimana cara berdakwah dan menyampaikan ajaran agama Islam kepada orang lain. Allah SWT memerintahkan untuk menyeru manusia menuju jalan Tuhan dengan bijaksana . , pelajaran yang baik . auAoizah hasana. , dan dengan argumen yang baik . awAoidhad al-hasana. Ini menekankan bahwa dakwah harus dilakukan dengan cara yang sopan,bijaksana, dan penuh hikmah, serta dengan menggunakan argumen yang baik dan logis. Dalam konteks ini. AohikmahAo merujuk pada kebijaksanaan dalam memilih kata-kata, tindakan, dan pendekatan yang tepat dalam menyampaikan pesan AuPelajaran yang baikAy mengacu pada pesan-pesan yang memberikan manfaat dan memberikan pemahaman yang baik kepada pendengar. AuBantahan dengan cara yang baikAy mengajarkan untuk menyampaikan argumen atau membantah dengan sopan, tanpa memicu pertengkaran atau konflik, tetapi dengan cara yang menghormati lawan bicara. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Dari 'Ammar bin Yasir r. a, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Sungguh panjangnya shalat . um'a. imam dan pendek khutbahnya, bukti bahwa dia paham tentang agama, maka panjangkanlah shalat kalian dan pendekkan khutbah". Dari Mu'awiyah bin al Hakam r. a, ia berkata: "Ketika aku shalat bersama Rasulullah saw, ada orang yang bersin, maka aku berkata: semoga Allah Lalu semua orang mengalihkan pandangan kepadaku, maka aku berkata: "Duh! Celakanya, apa urusan kalian memandangku," maka mereka memukulkan telapak tangan mereka ke paha, tatkala aku mengerti maksud mereka supaya aku diam, akupun diam, ketika Rasulullah saw selesai shalat, sungguh beliau ganti bapak dan ibuku. , aku belum, dan tidak akan pernah melihat guru yang mengajar lebih baik dari pada beliau. Demi Allah. , beliau tidak membentakku, tidak memukulku dan tidak memakiku, beliau bersabda: "Sesungguhnya . shalat tidak pantas berbicara kepada manusia, yang dibolehkan hanya mengucapkan tasbih, takbir, dan membaca Al qur'an," sepertinya sabda beliau begitu, aku berkata: "Wahai. Rasulullah! Aku baru saja berada dalam kejahiliyahan, lalu Allah memberiku . Islam, dan di antara kami ada orang yang mendatangi tukang tenung! Beliau bersabda: "Jangan engkau datangi tukang tenung tersebut! Aku berkata: "Diantara kami ada orang yang merasa sial mendengar suara burung! Beliau bersabda: "Hal tersebut memang mereka rasakan dalam dada mereka, tetapi jangan sampai membuat mereka mundur melakukan sesuatu". Dari 'Irbadh bin Saariyah, ia berkata: "Suatu kali Rasulullah saw memberi kami suatu nasehat yang sangat menyentuh sehingga kalbu bergetar dan air mata Hadits-hadits ini mencakup beberapa pengajaran penting yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Dari 'Ammar bin Yasir RA, hadits tersebut menunjukkan bahwa panjangnya shalat Jum'at dan singkatnya khutbahnya merupakan tanda kefahaman imam Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. terhadap agama. Pesan ini mengajarkan bahwa shalat harus diperpanjang, sedangkan khutbah harus disingkat agar tidak memberatkan jamaah. Dari Mu'awiyah bin al Hakam RA, hadits tersebut menyoroti pentingnya kesunahan dan kesopanan selama shalat. Ketika seseorang bersin di dalam shalat. Mu'awiyah mengucapkan "semoga Allah merahmatimu", dan ketika jamaah menatapnya, dia merasa terganggu. Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa selama shalat, hanya boleh mengucapkan tasbih, takbir, dan membaca Al-Qur'an. Dari 'Irbadh bin Saariyah RA, hadits tersebut menunjukkan kekuatan nasehat yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada sahabatsahabatnya. Nasehat yang disampaikan begitu menyentuh sehingga menyebabkan hati mereka bergetar dan air mata mengalir. Ini menunjukkan kelembutan, kebijaksanaan, dan kearifan Nabi Muhammad SAW dalam memberikan nasihat kepada umatnya. Secara keseluruhan, hadits-hadits ini mengajarkan tentang pentingnya pemahaman agama, kesopanan dan kesunahan dalam beribadah, serta kelembutan dan kebijaksanaan dalam memberikan nasehat kepada sesama. Disunnahkan Memberi Kabar Gembira dan Ucapan Selamat Dengan Kebaikan Allah berfirman. QS. Az-Zumar: 17-18 Sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu. Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di Allah berfirman. QS. Ash Shaafaat: 101 " Maka kami beri ia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Allah berfirman. QS. Ali Imran: 39 Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. "Kemudian malaikat (Jibril a. memanggila Zakaria, sedang ia tengah beridir melakukan shalat . "Sesungguhnya Allah mengembirakan kamu dengan kelahiran . eorang puteram. Yahya. Ayat-ayat ini menyampaikan pesan-pesan tentang pemberian kabar gembira dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang taat dan sabar. QS. Az-Zumar: 17-18: Allah menyuruh untuk menyampaikan berita gembira kepada hamba-hamba-Nya yang mendengarkan perkataan-Nya dan mengikuti yang terbaik di antaranya. Pesan ini menekankan pentingnya mendengarkan ajaran Allah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kabar gembira diberikan kepada mereka yang taat dan mengikuti petunjuk Allah dengan penuh kesungguhan. QS. Ash Shaafaat: 101: Allah memberikan kabar gembira kepada orang yang sabar. Ini menunjukkan bahwa kesabaran dalam menghadapi cobaan dan ujian akan mendatangkan keberkahan dan kabar gembira dari Allah. Kesabaran adalah sifat yang sangat dihargai dalam Islam, dan Allah memberikan janji kepada mereka yang sabar. QS. Ali Imran: 39: Allah memberikan kabar gembira kepada Nabi Zakaria tentang kelahiran putranya. Yahya, meskipun Zakaria telah lanjut usia dan istrinya Ini menunjukkan bahwa Allah memiliki kuasa untuk mewujudkan keajaiban bahkan dalam situasi yang tampaknya tidak mungkin. Kabar gembira ini juga merupakan bentuk rahmat dan karunia Allah kepada hamba-Nya yang Dari Abu Hurairah r. a, ia berkata: "Kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW bersama kami ada Abu Bakar. Umar dan beberapa orang sahabat, lalu Rasulullah SAW berdiri dari hadapan kami kemudian beliau telat datang kembali, kami khawatir beliau tidak kembali maka kami gelisah lalu semuanya berdiri dan aku adalah orang yang pertama gelisah, aku keluar mencari Rasulullah SAW hingga aku mendatangi kebun milik orang Anshar dari bani Nazzar, aku berputar di situ untuk mencari pintu dan menemukan anak sungat yang mengalir masuk ke Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. tengah kebun dari telaga di luar, maka aku melompatinya lalu masuk menemui Rasulullah SAW, beliau bersabda: "Abu Hurairah?", aku berkata: "Benar wahai Rasulullah", ia bersabda: "Ada perlu apa?", aku berkata: "Tadi engkau berada di hadapan kami lalu berdiri kemudian engkau telat kembali kepada kami, kami khawatir ada sesuatu yang menimpamu, maka kami gelisah dan aku adalah orang yang pertama gelisah, lalu aku mendatangi kebun ini, aku melompat seperti seekor rubah melompat, sedangkan para sahabat yang lain berada di belakangku", ia bersabda: "Hai Abu Hurairah", lalu beliau memberiku dua terompahnya seraya bersabda: "Bawalah kedua terompahku ini, maka siapa yang kau temui di balik kebun ini, ia bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak diibadati kecuali Allah SWT, hatinya menyakini hal tersebut maka beri kabar gembira ia dalam surga . Hadis ini mengandung beberapa pesan penting. Pertama, menunjukkan ketakwaan Abu Hurairah RA dan kecintaannya kepada Rasulullah SAW, sehingga dia merasa khawatir ketika Nabi meninggalkan mereka. Kedua, menunjukkan kepedulian Rasulullah SAW terhadap umatnya, yang diwujudkan dengan memberikan perhatian kepada Abu Hurairah dan memberinya hadiah dua Ketiga, menekankan pentingnya dakwah dan penyebaran kebaikan, karena Rasulullah SAW memberi instruksi kepada Abu Hurairah untuk memberikan kabar gembira tentang kebenaran tauhid kepada siapa pun yang dia Ini adalah bentuk dari berbagi kebaikan dan menyebarkan pesan agama Islam. Mengantar Seorang Teman dan Memberinya Wasiat Ketika Berpisah untuk Suatu Perjalanan Dari Umar bin Khattab r. a, ia berkata: "Aku minta restu nabi untuk melakukan umrah", lalu ia merestuiku dan bersabda: "Wahai saudara kecilku, jangan kau lupakan kami dari doamu . alam riwayat lain "wahai saudara doamu")". Umar "Rasulullah Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. mengucapkan dua kata yang aku tidak senang jika dua kata tersebut ditukar dengan duniaAy. Hadis ini mencerminkan hubungan yang sangat akrab dan penuh kasih sayang antara Umar bin Khattab RA dan Nabi Muhammad SAW, serta juga menyoroti nilai pentingnya doa dan hubungan sosial yang baik dalam Islam. Umar bin Khattab RA meminta restu Nabi Muhammad SAW untuk melakukan umrah, dan Rasulullah memberikannya restu dengan sepenuh hati. Namun, sebelum Umar pergi. Nabi Muhammad memberinya nasihat yang berkesan, yakni untuk tidak melupakan Nabi dan sahabat-sahabatnya dari doanya. Nasihat ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang lain, bahkan dalam urusan spiritual seperti doa. Kemudian. Umar Nabi Muhammad SAW mengucapkan dua kata yang sangat berharga baginya, bahkan lebih berharga dari dunia ini. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci dalam hadis tersebut, ini menunjukkan bahwa Umar sangat menghargai kata-kata dan nasihat yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Pesan ini juga mengajarkan kepada kita untuk menghargai nasihat dan kata-kata yang bermanfaat dari orang-orang yang lebih bijaksana atau berpengalaman dalam kehidupan kita. Secara keseluruhan, hadis ini mengajarkan nilai pentingnya hubungan sosial yang baik, menjaga persahabatan, dan menghargai nasihat dari orang yang lebih tua atau berpengalaman dalam kehidupan kita. Kesimpulan Dari pembahasan yang luas dan mendalam tentang tata krama, komunikasi yang baik, serta nilai-nilai sosial dalam Islam, terpancarlah cahaya yang mengarah pada sebuah kehidupan yang penuh keberkahan dan harmoni. Melalui ajaranajaran Nabi Muhammad SAW yang terang benderang, kita dipandu untuk menyusun pola interaksi yang membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Sikap lemah lembut dalam berbicara, pengulangan ucapan untuk memastikan Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. pemahaman, keberadaan dalam perhimpunan tanpa kekerasan, memberi nasehat dengan singkat namun menyentuh, serta menyampaikan kabar gembira dengan penuh kebaikan, adalah landasan utama yang ditanamkan oleh Islam. Dalam kebersamaan kita, baik dalam shalat atau dalam majelis, ketika kita menjalin interaksi, kita juga membangun fondasi hubungan yang kokoh dan penuh kasih Dalam setiap kata dan tindakan, kita meneladani ajaran-ajaran yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menciptakan lingkungan yang teduh, penuh rahmat, dan saling menguatkan. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. BIBLIOGRAFI Abdullah. Ahdiyanti. , & Kahina. Etika komunikasi islam dalam media sosial. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 1. , 1Ae15. Abdurrahman Bin Nasir As-SaAodiy. Taisir Al-Karim Ar-Rahman. Majallah Al_Bayan. Afifi. , & Setiawan. Communication ethics in the book of Adabul Mufrad by Imam Al-Bukhari. Communications in Humanities and Social Sciences, 1. , 82Ae90. https://doi. org/10. 21924/chss. Arahman. , & Aminullah. LITERACY : International Scientific Journals Social. Education Humaniora STUDENT COMMUNICATION ETHICS WITH THE TEACHERS OF DAYAH JAMIAH AL-AZIZIYAH SAMALANGA (Perspective of Islamic Communication Ethic. http://jurnal-stiepari. id/index. php/LITERACY Bukhari, & Taufik Hidayat. Etika Komunikasi Islam Di Dalam Kitab Fiqhul Akhlak Wal Muamalat Bainal Mukminin MushthafA al-AoAdaw. Bashirah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4. , 1Ae12. https://doi. org/10. 51590/bashirah. Erwandi Tarmizi. Terjemah Riyadhus Sholihin (Jilid Pertam. Harjani Hefni. Komunikasi Islam. Kencana. Ikhwan. Hidayat. , & Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Etika Komunikasi Pada Media Sosial Berdasarkan Perspektif AlQurAoan. , 570. https://doi. org/10. 17467/mk. Kementrian Agama RI. Al-QurAan Terjemahan dan Tajwid Berwarna (Ceta. Cordoba. Khatibah. PENELITIAN KEPUSTAKAAN. Jurnal IqraAo, 05. Lisnawati. , & Erawati. Social media and communication ethic in islamic perspective. Epistemy: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 14. Milya Sari, & Asmendri. Penelitian Kepustakaan (Library Researc. dalam Penelitian Pendidikan IPA. Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 6. , 43Ae43. Rikeu Ainul Fadilah. Prinsip Komunikasi Islam Sebagai Landasan Penerapan Etika Komunikasi Netizen yang Baik di Media Sosial TikTok. Hikmah: Jurnal Dakwah dan Sosial, 3. , 8Ae17. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Rokhman. ISLAMIC ETHICS IN COMMUNICATIONCROSS POLITICAL PARTIES. Dakwah: Risalah Merintis. DaAowah Melanjutkan, 5. , 105Ae110. https://doi. org/10. 38214/jurnaldawahstidnatsir. Sari. , & Tanfidiyah. Pendampingan Sosialisasi Cemaran Khamr dan Alkohol Dalam Makanan Sebagai Persiapan Menghadapi Sertifikasi Halal. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan, 22. , 217Ae238. Siti Fatimah, & Sutrisno. Pembentukan Akhlak melalui Suri Tauladan Rasullulah pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5. , 28Ae39. Solekhan. Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Communication Ethics in Social Relationships Using Social Media Wisely in Islamic Values. https://doi. org/10. 54298/jmisc. Solekhan. Communication Ethics in Social Relationships Using Social Media Wisely in Islamic Values. Journal of Modern Islamic Studies and Civilization, 1. , 1Ae11. Syawal Kurnia Putra. Erwin Hafid, & Arifuddin Ahmad. Etika Berkomunikasi Dalam Presfektif Hadis. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 2. , 79Ae89. https://doi. org/10. 58540/jipsi. Taufik Rachman. Etika Komunikasi Islam dalam Berbagai Perspektif (Intrapersonal. Interpersonal dan Kelompok Keci. Hikmah, 16. , 35Ae54. Tika Mutia. Generasi Milenial. Instagram dan Dramaturgi: Suatu Fenomena dalam Pengelolaan Kesan Ditinjau dari Perspektif Komunikasi Islam. An-NidaAo, 41. , 240Ae251. Wijaya. Al-Quran DAN KOMUNIKASI (Etika Komunikasi Dalam Perspektif Al-Qura. al-Burhan, 15. Yuli Puspitasari. ETIKA KOMUNIKASI TENTANG KEJUJURAN DAN KEADILAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN. TABAYYUN JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM, 4. , 17Ae26.