CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks https://doi. org/10. 25008/caraka. NIA SEPTRIANA DEWI AGUS SETIAMAN Universitas Padjadjaran Ae Indonesia ABSTRACT The Creative Director is a position responsible for all conceptual and technical aspects of a video podcast production, starting from the pre-production, production, to post-production stages. The role of the Creative Director is essential in translating ideas into engaging and impactful audiovisual This report aims to explain the roles and responsibilities of a Creative Director throughout the production process of the video podcast "Creator Talks" in collaboration with Sebisa Project. The writing method used is a descriptive approach to systematically and thoroughly describe the In the pre-production stage, the Creative Director is responsible for developing ideas and concepts, creating a brief, and preparing the Terms of Reference (ToR) for the guest speakers. The production stage involves translating the concept into audiovisual form, where the Creative Director guides the execution on set. In the post-production stage, the Creative Director assists the editor throughout the editing process until the finalization and publication of the video podcast. The Creative Director has fulfilled all duties in realizing the educational and inspirational video podcast with the theme of Beauty. Brain, and Behavior . B), which has been published on the Sebisa Project YouTube channel. Keywords. Creative Director. Podcast Production. Pre-Production. Post-Production. Audiovisual Content ABSTRAK Creative Director merupakan posisi yang bertanggung jawab atas seluruh aspek konseptual dan teknis dalam sebuah produksi video podcast, mulai dari tahap pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi. Peran Creative Director sangat esensial dalam menerjemahkan ide menjadi sebuah karya audio visual yang menarik dan berdampak. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan peran dan tanggung jawab Creative Director pada setiap tahapan produksi video podcast "Creator Talks" bersama Sebisa Project. Metode penulisan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif untuk menguraikan proses kerja secara sistematis dan terperinci. Pada tahap pra-produksi, peran Creative Director adalah menyusun ide dan konsep, membuat brief, serta menyusun ToR untuk narasumber. Tahap produksi adalah proses penerjemahan konsep ke dalam bentuk audio visual, di mana Creative Director bertugas memandu jalannya produksi di lapangan. Selanjutnya, pada tahap pasca-produksi. Creative Director mendampingi editor dalam proses penyuntingan hingga finalisasi dan publikasi Peran Creative Director telah menyelesaikan seluruh tugas dalam merealisasikan video podcast bertema Beauty. Brain, and Behavior . B) yang edukatif juga inspiratif dan karyanya telah dirilis di kanal YouTube Sebisa Project. Kata Kunci: Creative Director. Produksi Podcast. Pra-Produksi. Pasca-Produksi. Konten Audio Visual Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 AuthorAos email correspondent: nia21003@mail. The author declares that she/he has no conflict of interest in the research and publication of this manuscript Copyright A 2025: Nia Septriana Dewi Licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 (CC BY-SA 4. Available at http://caraka. Submitted: August 8, 2025. Revised: 18/September/2025. Accepted: December 1, 2025 PENDAHULUAN Media berperan penting sebagai penghubung dalam proses komunikasi antara individu maupun kelompok, bahkan dalam ruang dan waktu yang berbeda (Tita Melia Milyane et al. Perkembangan teknologi digital telah memperluas fungsi media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana ekspresi, hiburan, dan edukasi. Media kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari cetak, elektronik, hingga digital yang memungkinkan distribusi informasi berjalan semakin cepat dan luas. Salah satu bentuk media digital yang semakin populer adalah podcast, khususnya podcast dalam format video. Awalnya dikenal sebagai rekaman audio yang dapat didengarkan kapan saja, podcast kini juga hadir dalam bentuk visual yang lebih menarik dan Format ini mulai mendapat perhatian luas sejak kemunculan podcast Raditya Dika di YouTube pada tahun 2018 yang menjadi tonggak awal podcast video di Indonesia (Zellatifanny, 2. Kemudahan akses melalui internet dan fleksibilitas dalam konsumsi konten menjadikan podcast terutama video podcast sebagai media yang diminati oleh masyarakat modern, baik untuk hiburan maupun edukasi (Lavircana, 2. Di balik kualitas produksi podcast video, terdapat peran penting seorang Creative Director, yakni individu yang bertanggung jawab dalam mengarahkan konsep kreatif, mengelola tim produksi, dan memastikan hasil akhir sesuai dengan visi dan tren yang relevan (Rangga Saptya Mohamad Permana, 2. Creative Director tidak hanya memimpin, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kreatif dari awal perencanaan hingga tahap akhir penyuntingan konten (Didy, 2. Seorang creative dirasa perlu memberikan ide program dengan tren pada tahun tayang produksi podcast. Agar dapat memberikan warna dan bahasan relevan untuk para audiens podcast. Pemilihan podcast CreaTalks sebagai objek kajian didasarkan pada relevansi tema dan konsep yang ditawarkan dengan tren media digital saat ini. Seorang Creative Director dituntut mampu merancang ide program yang selaras dengan perkembangan zaman agar konten yang dihasilkan tetap menarik dan sesuai dengan kebutuhan audiens. CreaTalks, yang diproduksi oleh kanal YouTube Sebisa Project, menyajikan pembahasan seputar sudut pandang para influencer serta strategi mereka dalam menjangkau khalayak luas, khususnya generasi muda yang aktif di platform media sosial yang fleksibel dan mudah diakses. Podcast CreaTalks dirancang sebagai ruang diskusi yang santai namun bermakna, menghadirkan narasumber dari kalangan influencer yang akan membagikan pengalaman pribadi, nilai reflektif, serta inspirasi hidup yang relevan bagi para calon kreator. Dengan pendekatan obrolan yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, program ini mengusung tiga episode spesial bertema Beauty. Brain. Behavior . B) sebagai representation influencer atau cerminan karakteristik ideal influencer masa kini. Melalui podcast CreaTalks, penulis ingin turut berkontribusi dalam menyadarkan serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tiga pilar utama dalam karakter seorang influencer masa kini, yaitu Beauty. Brain, dan Behavior. Ketiga aspek ini bukan hanya menjadi Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 simbol penampilan luar, tetapi juga mencerminkan kedalaman nilai, pola pikir, dan sikap yang membentuk karakter berpengaruh. Podcast CreaTalks diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bahwa menjadi influencer bukan hanya soal popularitas, tetapi juga tentang tanggung jawab dalam merepresentasikan nilai-nilai positif yang berdampak. KERANGKA TEORI Media Sosial Media sosial merupakan jenis media daring yang dirancang untuk mendukung terjadinya interaksi sosial antar penggunanya. Teknologi berbasis web yang digunakan dalam media sosial memungkinkan proses komunikasi berkembang dari satu arah menjadi dialog yang bersifat interaktif (Hendra & L, 2. Menurut Van Dijk, media sosial merupakan platform yang menekankan pada keberadaan pengguna, serta menyediakan fasilitas bagi mereka untuk melakukan aktivitas maupun kolaborasi secara digital. Karakteristik media sosial ditandai oleh penggunaan elemen visual, teks, dan audio yang beragam. Jaringan informasi yang tersaji dalam bentuk gambar, suara, dan teks ini berbeda dengan format media tradisional seperti surat kabar cetak karena memiliki sifat yang lebih kompleks dan saling terkait . esting characteristic. (Agbasimelo & Duru, 2. Umumnya, media sosial memungkinkan interaksi langsung dengan audiens yang terkait dengan kebijakan, program, atau aktivitas organisasi tertentu. Kehadiran teknologi baru ini pun membawa dampak besar dalam cara organisasi menjalankan hubungan dengan publik. Media sosial yang sering kita ketahui adalah salah satu jejaring laman media sosial yang dapat memungkinkan seseorang untuk saling berkomunikasi ataupun berinteraksi dengan berbagai macam kebutuhan dan keperluan. Jumlah platform media sosial maupun jumlah pengguna aktif media sosial telah meningkat secara signifikan, menjadikannya salah satu aplikasi yang populer di kalangan masyarakat (Aichner. Grunfelder. Maurer, & Jegeni, 2. Beberapa situs media sosial yang populer sekarang ini antara lain: Blog. Facebook. Instagram. X (Twitte. Tiktok, dan Youtube. Creative Director Seorang Creative Director memiliki peran krusial sebagai pemimpin dalam lini pertama manajemen produksi kreatif . irst line managemen. yang mengatur arah kreatif suatu proyek dari awal hingga akhir (Mitchell, 2. Ia bertugas tidak hanya memimpin tim dalam proses kreatif, tetapi juga memastikan bahwa setiap tahapan produksi berjalan sesuai dengan visi, nilai estetika, dan strategi komunikasi yang telah dirancang sejak awal. Posisi ini menuntut keterlibatan aktif dalam pra-produksi, produksi, pasca-produksi, hingga tahap publikasi, dan bertanggung jawab penuh terhadap hasil akhir dari sebuah karya media. Cakupan kerja Creative Director dimulai dari penyusunan konsep awal dalam bentuk brief, yang kemudian dijabarkan ke dalam struktur teknis dan alur produksi secara Brief ini menjadi panduan utama bagi semua elemen produksi untuk memastikan bahwa narasi, visual, audio, dan elemen lainnya memiliki keselarasan dalam menyampaikan pesan yang diinginkan (Maulana & Fauzi, 2. Dalam praktiknya. Creative Director tidak hanya berperan sebagai konseptor, tetapi juga sebagai penentu arah visual, pengambil keputusan kreatif, penyunting narasi, dan penghubung antar divisi produksi. Mereka mengawasi pemilihan tone visual, gaya pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan dan finalisasi materi. Secara umum. Creative Director adalah penggerak utama dalam proses kreatif yang menjembatani ide Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 kreatif dengan realisasi visual dalam berbagai media, terutama dalam industri periklanan dan media digital. Mereka bertanggung jawab memastikan bahwa pesan dari brief yang ingin disampaikan dapat diterjemahkan ke dalam bentuk visual yang efektif dan menarik bagi target audiens (Budikusuma, 2. Peran ini juga membutuhkan kemampuan komunikasi yang kuat, kepemimpinan yang adaptif, dan kepekaan terhadap tren serta kebutuhan target Dalam produksi video podcast seperti "Creator Talks", cakupan kerja Creative Director mencakup penentuan tema episode, pengembangan struktur wawancara, koordinasi dengan talent dan kru, supervisi produksi di lapangan, evaluasi dan kontrol kualitas di tahap editing. Dengan demikian, cakupan kerja Creative Director tidak hanya berfokus pada aspek artistik dan kreatif, melainkan juga mencakup pengelolaan strategi, waktu, dan sumber daya untuk mencapai hasil karya yang efektif, komunikatif, dan sesuai dengan tujuan program yang telah ditetapkan. Podcast Indonesia punya jumlah pendengar podcast terbanyak se-Asia Tenggara. Lebih dari 20 persen pengguna di Indonesia mendengarkan podcast setiap bulannya. Jumlah tersebut lebih tinggi dari persentase rata-rata global (Mendio & Valiant, 2. Popularitas podcast membuat semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk memproduksi konten podcast mereka sendiri (Nugroho & Irwansyah, 2021 ), (Radika & Setiawati, 2. Hal ini membawa dampak positif dari segi beragamnya pilihan tayangan yang bisa dikonsumsi oleh Podcast atau siniar sendiri merupakan rekaman suara yang dipublikasikan di platform digital di mana orang dapat mengakses untuk mendengarkan rekaman tersebut kapan saja dan di mana saja (Farhan, 2. Richard Berry, seperti dikutip Saepuloh dkk. , memberi definisi podcast sebagai sebuah aplikasi konvergensi yang mampu membuat, menghimpun, dan mendistribusikan program audio maupun video pribadi secara bebas melalui media baru serta mampu menghimpun berbagai format seperti mp3, mp4, dan download sehingga dapat disatukan dalam satu wadah dan dapat diakses banyak orang di seluruh dunia (Saepuloh, 2. Podcast memiliki berbagai keistimewaan sehingga membuat sebagian orang mulai memilih podcast sebagai salah satu sumber hiburan audio. Salah satu hal yang membuat podcast diminati masyarakat adalah adanya banyak pilihan platform untuk METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode praktik produksi media, yang meliputi tiga tahapan utama: pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Metode ini dipilih karena relevan untuk mengkaji secara langsung bagaimana peran seorang Creative Director terlibat dalam keseluruhan proses produksi podcast Creatalks. Pada tahap pra-produksi, peneliti terlibat dalam proses perencanaan program mulai dari pengembangan ide, penentuan tema dan topik pembahasan, pemilihan narasumber, hingga penyusunan rundown serta identitas visual dan audio program. Tahapan ini menjadi fondasi penting dalam melihat bagaimana Creative Director merancang konsep kreatif dan mengoordinasikan tim produksi sebelum proses rekaman Selanjutnya, pada tahap produksi, peneliti mengamati pelaksanaan teknis perekaman podcast serta keterlibatan Creative Director dalam memberikan arahan. Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 menjaga tone komunikasi antar pembicara, dan memastikan bahwa ide kreatif yang telah dirancang sebelumnya dapat diimplementasikan dengan baik. Pengambilan keputusan cepat serta respons terhadap dinamika produksi menjadi bagian penting dari analisis peran Creative Director pada tahap ini. Adapun pada tahap pasca-produksi, peneliti memfokuskan perhatian pada proses penyuntingan audio dan visual, penambahan elemen suara atau ilustrasi, serta penyusunan narasi pembuka dan penutup yang sesuai dengan karakter program. Selain itu, proses distribusi konten dan evaluasi akhir juga dianalisis untuk melihat bagaimana Creative Director memastikan konsistensi kualitas dan identitas kreatif program podcast Creatalks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama proses produksi, wawancara mendalam dengan Creative Director dan tim yang terlibat, serta dokumentasi berupa catatan produksi, naskah, storyboard, dan rekaman proses kerja. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan tematik, untuk mengidentifikasi pola-pola peran dan kontribusi Creative Director dalam setiap tahapan produksi serta bagaimana pengaruhnya terhadap hasil akhir podcast. Dengan demikian, metodologi ini memungkinkan peneliti memahami secara utuh dinamika kreatif dalam produksi program Creatalks dari sudut pandang pelaku kreatif utama. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pelaksanaan ide tahapan penciptaan karya podcast ini, penulis menjalin kerja sama dengan kanal YouTube sebisa project selaku agensi yang memberikan kepercayaan kepada penulis dalam merancang program podcast CreaTalks sehingga penulis dapat merealisasikan project karya tugas akhir ini. Pada tahap produksi, khususnya proses perekaman, penulis didukung oleh sejumlah talent dan kru yang berkontribusi secara langsung dalam kelancaran pelaksanaan podcast CreaTalks. Total terdapat enam talent, terdiri dari tiga narasumber dan tiga host, serta enam kru yang memiliki peran masing-masing dalam proses penciptaan karya. Agar proses produksi podcast CreaTalks dapat berjalan secara optimal dan efisien, diperlukan perencanaan yang terstruktur dan koordinasi tim yang baik. Dalam hal ini, peran Creative Director menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh proses berlangsung sesuai dengan tujuan dan jadwal yang telah ditentukan. Tugas Creative Director mencakup keseluruhan tahapan penciptaan karya media, yang secara umum terbagi menjadi tiga tahapan penciptaan seperti pada umumnya, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Peran Creative Director dalam tahap Pra-produksi Pra-produksi merupakan fase awal yang berperan penting dalam penciptaan video podcast, di mana seluruh persiapan dan perencanaan matang dilakukan sebelum memasuki proses produksi sebenarnya. Keberhasilan produksi sangat bergantung pada seberapa lengkap dan terstruktur tahap perencanaan ini. Sebagai Creative Director, adalah sebuah keharusan untuk memastikan semua kesiapan proses produksi diatur dengan baik pada tahapan pra-produksi ini demi kelancaran dan keberhasilan keseluruhan project karya Brainstorming. Pada tahap awal pra-produksi, dilakukan proses brainstorming atau perencanaan ide sebagai langkah utama dalam menentukan arah dan bentuk karya yang akan diproduksi. Brainstorming berfungsi untuk menemukan gagasan orisinal sekaligus menyaring ide topik yang relevan, menarik, dan layak dipublikasikan kepada khalayak luas. Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 Dalam konteks ini, penulis tidak hanya menemukan ide dari permasalahan yang ada, tetapi juga melalui proses brainstorming yang mendalam dan bertahap. Proses ini memerlukan ketelitian, kemampuan berpikir kritis, serta keterbukaan terhadap berbagai sudut pandang agar menghasilkan keputusan yang tepat. Langkah selanjutnya adalah melakukan riset dan pengembangan gagasan. Ide awal project karya ini muncul dari ketertarikan penulis terhadap figur influencer yang mencerminkan nilai-nilai Beauty. Brain, dan Behavior . B), yang dinilai sebagai pilar penting dalam membentuk karakter seorang influencer masa kini, baik di ruang digital maupun kehidupan nyata. Inspirasi ide ini diperoleh dari buku Insecurity is My Middle Name karya Alvi Syahrin yang menjadi rujukan awal, kemudian diperkuat melalui pencarian sumber lain seperti artikel dan berita yang relevan dengan isu tersebut. Penyusunan Konsep Ide dan Karya. Dalam tahap pra-produksi, proses pematangan ide dan perumusan karya hasil dari sesi brainstorming menjadi elemen kunci yang menentukan keberhasilan proses produksi secara keseluruhan. Pematangan ide merupakan langkah yang sangat penting, mengingat perubahan konsep di tengah proses produksi akan menimbulkan kendala teknis dan konseptual yang tidak mudah untuk diatasi. Dalam project ini, konsep yang dipilih adalah video podcast dengan format talkshow dan diselingi segmen hiburan interaktif, seperti Chose One Challenge, yang melibatkan host dan narasumber dari kalangan influencer. Podcast ini dirancang untuk ditayangkan melalui kanal YouTube sebisa project. Guna menguatkan validitas ide, penulis melakukan diskusi bersama tim dari sebisa project serta meminta tanggapan dari rekan-rekan dekat mengenai konsep yang telah dirancang. Masukan yang diperoleh sangat positif dan sesuai dengan ekspektasi, sehingga penulis memutuskan untuk melanjutkan produksi podcast CreaTalks. Tahapan selanjutnya dalam pra-produksi adalah menyusun daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh host dalam program podcast CreaTalks. Tujuan penyusunan daftar ini adalah untuk memberikan panduan yang jelas bagi host dalam mengarahkan jalannya percakapan agar tetap fokus dan Meskipun demikian, host juga diberikan ruang untuk mengembangkan pertanyaan secara spontan atau berimprovisasi sesuai dengan dinamika jawaban yang diberikan oleh narasumber. Penyusunan Timeline Produksi. Salah satu aspek paling utama dalam tahapan praproduksi adalah penetapan timeline produksi. Penulis menetapkan timeline sejak hari pertama proses pra-produksi dimulai, diawali dengan sesi brainstorming untuk menentukan tema dan topik yang akan diangkat dalam video podcast. Sebagai Creative Director, penulis menyusun timeline produksi secara menyeluruh agar dapat digunakan sebagai acuan selama pelaksanaan seluruh tahapan penciptaan, mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi. Penyusunan timeline dilakukan secara efektif dan realistis agar seluruh proses berjalan sesuai rencana dan terorganisir dengan baik. Penetapan waktu yang terstruktur ini sangat penting untuk memastikan semua elemen dalam proses penciptaan dapat terselesaikan sesuai dengan target, sehingga karya video podcast dapat segera dipublikasikan sesuai Penyusunan Budgeting Plan. Pada tahap pra-produksi, salah satu langkah penting yang dilakukan penulis adalah menyusun perencanaan anggaran atau budgeting untuk memenuhi seluruh kebutuhan produksi. Budgeting plan merupakan estimasi atau proyeksi pengeluaran yang dibutuhkan selama proses produksi berlangsung. Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 Tujuan utama dari penyusunan anggaran ini adalah untuk merencanakan setiap aspek operasional secara sistematis, serta mengoordinasikan aktivitas tim produksi agar sesuai dengan kapasitas dan sumber daya yang tersedia. Anggaran disusun secara rinci mencakup seluruh elemen penting dalam proses produksi video podcast CreaTalks, termasuk kebutuhan teknis dan non-teknis. Salah satu bagian dari perencanaan anggaran ini adalah rancangan anggaran peralatan produksi, yang memuat daftar alat yang akan digunakan selama proses perekaman berlangsung. Koordinasi dengan Narasumber yang Menarik untuk Podcast. Dalam proses perencanaan. Creative Director juga perlu menentukan jenis podcast yang akan diproduksi serta menyeleksi narasumber yang relevan dan dapat dijangkau secara realistis guna mengoptimalkan efektivitas waktu produksi. Pemilihan narasumber mempertimbangkan kesesuaian antara latar belakang narasumber dan topik pembahasan agar tercipta keseimbangan serta kredibilitas dalam penyampaian informasi. Penulis juga memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh narasumber valid, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan nilai edukatif kepada audiens. Setiap proses persiapan yang sudah direncanakan akan diproses lebih lanjut untuk ke tahap berikutnya. Finalisasi Setup Lokasi Shooting. Penulis melakukan pemilihan lokasi serta peralatan yang akan digunakan dalam proses perekaman video podcast. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kondisi ruangan, suasana lingkungan, hingga ketersediaan peralatan teknis, penulis memutuskan untuk memilih Rumah Rapi Indonesia di Grand Depok City sebagai lokasi produksi. Keputusan ini diambil karena tempat tersebut memenuhi kriteria kenyamanan visual dan teknis yang dibutuhkan dalam format video podcast. Setelah proses koordinasi dengan pemilik studio selesai dilakukan, penulis segera menyusun timeline produksi secara keseluruhan, yang mencakup perencanaan jadwal shooting alur kerja tim produksi. Studio lokasi yang dipilih telah menyediakan berbagai peralatan penunjang produksi, sedangkan tim dari sebisa project melengkapi kebutuhan teknis dengan membawa perangkat pendukung seperti laptop dan flashdisk SanDisk. Penataan set lokasi dan properti merupakan elemen penting dalam membentuk komposisi visual yang mendukung nuansa artistik podcast. Properti di sini mencakup semua elemen fisik yang digunakan untuk menunjang ide kreatif dan menciptakan suasana yang sesuai dengan konsep. Penataan set meliputi: pertemuan perencanaan produksi . lanning meetin. , pengaturan tata letak ruangan, penempatan kamera dan pencahayaan, pengaturan microphone, hingga persiapan briefing narasumber dan host. Konsep desain lokasi yang dipilih adalah suasana sederhana dan nyaman, sejalan dengan format video podcast yang lebih fokus pada dialog dua arah antara host dan narasumber. Dari sisi teknis, penulis menggunakan pendekatan multicamera setup untuk pengambilan gambar. Kamera pertama . amera maste. difungsikan untuk mengambil gambar dua arah . wo sho. yang menampilkan host dan narasumber secara bersamaan, sementara kamera kedua difokuskan secara khusus pada narasumber. Teknik pengambilan gambar ini memberikan fleksibilitas lebih bagi juru kamera dalam menangkap momen penting dari berbagai sudut pandang yang telah direncanakan oleh penulis sebagai Creative Director. Batasan Topik & Rundown Produksi. Salah satu tantangan utama yang perlu diantisipasi adalah potensi pembahasan yang melebar tanpa arah yang jelas. Hal ini dapat terjadi apabila tidak terdapat batasan topik yang terstruktur secara jelas sejak awal. Oleh Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 karena itu, penentuan batasan topik sangat penting untuk menjaga fokus diskusi tetap berada dalam koridor yang telah dirancang, serta untuk memastikan bahwa setiap percakapan yang disampaikan selaras dengan minat dan pemahaman target audiens. Materi yang dibahas dalam podcast CreaTalks perlu disusun secara sistematis dan relevan agar mudah dipahami, memberikan nilai tambah, serta menyajikan pengalaman mendengarkan yang menyenangkan. Sebagai kunci utama dalam menyampaikan pesan, materi pembahasan harus dijaga kualitas dan konsistensinya selama proses produksi. Penyusunan ToR (Terms of Reference. Terms of Reference (ToR) merupakan dokumen penting yang disusun sebagai panduan menyeluruh dalam merancang dan melaksanakan suatu program. Dalam konteks produksi podcast CreaTalks. ToR disusun oleh penulis untuk memberikan landasan konseptual, operasional, dan komunikatif antara dua pihak utama yang terlibat, yakni penulis selaku Creative Director, serta narasumber yang akan tampil dalam acara. Tujuan utama dari penyusunan ToR ini adalah agar kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama dan komprehensif mengenai arah, struktur, dan isi dari acara yang akan diproduksi. Melalui ToR, narasumber mendapatkan informasi yang jelas mengenai konsep kegiatan, tema utama dan topik yang diangkat, serta ekspektasi kontribusi mereka dalam diskusi. Sedangkan bagi penulis, dokumen ini berfungsi sebagai alat koordinasi yang mempermudah pelaksanaan setiap tahap produksi secara lebih sistematis. Penentuan Karya Outline per-episode. Penulis merancang rencana untuk episode lanjutan dari podcast CreaTalks. Penentuan keberlanjutan episode kedua, ketiga, dan seterusnya dilakukan secara bertahap dan bersifat responsif terhadap tingkat keterlibatan . yang dicapai oleh episode pertama. Dengan kata lain, jika episode perdana memperoleh respons audiens sesuai dengan target yang ditetapkan, baik dalam jumlah penonton, likes, komentar, maupun durasi tontonan, maka episode selanjutnya akan diproduksi dengan format dan tema yang serupa. Tema besar dari rangkaian tiga episode ini tetap mengacu pada nilai Beauty. Brain. Behavior . B) yang menjadi representasi dan fondasi karakter ideal seorang influencer masa Selain parameter kuantitatif seperti engagement, penulis juga memperhatikan respons audiens terhadap konten yang dipublikasikan. Agar program podcast tampak profesional dan tersusun secara sistematis, penulis menyusun outline dan naskah produksi sebagai pedoman dalam perekaman setiap episode. Outline ini berfungsi untuk menjabarkan elemen-elemen penting dari masing-masing episode, termasuk judul, nama narasumber, tanggal publish, dan alur percakapan. Selain itu, penyusunan naskah membantu host memahami arah diskusi serta menjaga konsistensi narasi selama proses perekaman berlangsung. Peran Creative Director dalam tahap Produksi Tahap produksi merupakan fase penting dalam proses penciptaan podcast, di mana ide dan konsep yang telah dirancang pada tahap pra-produksi direalisasikan dalam bentuk rekaman audio visual. Sebelum proses perekaman dimulai, penulis bersama tim dari sebisa project melaksanakan sesi gladi resik untuk memastikan seluruh elemen teknis berfungsi dengan baik. Hal ini mencakup pemeriksaan ulang terhadap peralatan seperti kamera, audio recorder, lighting, serta alat penunjang lainnya. Tim produksi juga menata posisi kamera sesuai dengan angle yang telah dirancang, menyesuaikan posisi mikrofon agar dapat merekam suara secara jernih, serta memeriksa kesiapan host dan narasumber dalam memahami topik pembahasan yang akan disampaikan. Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 Proses ini ditutup dengan sesi briefing dan rehearsal yang dipimpin oleh penulis selaku Creative Director, guna memastikan kesiapan dalam memulai produksi podcast CreaTalks. Selama proses shooting berlangsung, penulis tetap memantau durasi perekaman pada kamera untuk menghindari kendala teknis, seperti file corrupt atau durasi berlebih yang dapat menyulitkan proses pasca produksi. Durasi rekaman untuk setiap episode berlangsung sekitar 45 menit, dan keseluruhan proses berjalan dengan lancar tanpa memerlukan pengambilan ulang, menandakan bahwa kesiapan tim dan narasumber telah optimal. Persiapan Shooting. Sebelum kegiatan rekaman dimulai, penulis selaku Creative Director mengadakan sesi briefing dan koordinasi singkat bersama host serta narasumber. Tujuan utama dari briefing ini adalah untuk memastikan pemahaman bersama terhadap rundown, alur percakapan, serta sikap komunikasi yang sesuai dengan brief atau ToR yang sudah ada. Setelah sesi briefing, penulis bersama tim melakukan pemeriksaan terhadap seluruh peralatan teknis yang akan digunakan, seperti kamera, microphone, lighting, dan perangkat perekaman lainnya. Proses ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh perlengkapan siap dan dalam kondisi optimal untuk mendukung kelancaran produksi. Produksi Shooting dan Filling Video. Tahapan inti dari produksi ini dimulai dengan pelaksanaan proses rekaman audio visual sesuai dengan rancangan brief. ToR, dan rundown yang telah disiapkan. Penulis mengawasi proses rekaman secara langsung untuk memastikan bahwa dialog antara host dan narasumber tetap berada dalam koridor topik yang telah Hal ini bertujuan agar proses berlangsung efisien, fokus, dan minim kesalahan . ero mistak. , sehingga tidak diperlukan pengambilan ulang . Pengarahan Konten Promosi. Setelah produksi utama selesai, penulis mengambil inisiatif untuk mengarahkan pembuatan konten promosi tambahan guna memperluas jangkauan distribusi podcast. Konten ini berupa video teaser singkat, di mana narasumber menyampaikan closing statement atau insight singkat pasca sesi podcast, yang kemudian diedit dan dikemas menjadi konten promosi. Output dari konten promosi ini dipublikasikan secara mirroring di platform media sosial, seperti Instagram dan TikTok melalui akun resmi sebisa project. Strategi ini bertujuan untuk menarik perhatian audiens yang lebih luas sekaligus membangun identitas program secara digital. Peran Creative Director dalam tahap Pasca-produksi Tahap pasca produksi dalam proses pembuatan podcast CreaTalks terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu editing dan evaluasi. Dalam tahap ini. Creative Director bertanggung jawab membuat brief editing, memantau proses penyuntingan hingga memastikan video podcast berhasil dipublikasikan di kanal YouTube sebisa project. Dalam proses editing terdapat beberapa hal dalam brief editing yang ditambahkan selain opening featuring influencer dan bumper, serta motion graphic berupa slide masuk segmen talkshow dan masuk segmen Choose One Challenge didalam proses penyuntingan video podcast CreaTalks. Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 Gambar1. Proses Editing Video Podcast CreaTalks oleh Editor Keterlibatan penulis sebagai creative director dalam proses pasca produksi sangat penting, oleh karena itu harus paham terhadap proses utama yang akan diterapkan dalam Setelah versi rough cut dari editor diterima, penulis melakukan preview menyeluruh dan memberikan persetujuan final sebelum karya video podcast dipublikasikan. Dalam melakukan publishing podcast, penulis perlu memikirkan konten promosi untuk video podcast sebelum tayang secara full di Youtube sebisa project, maka dari itu penulis membuat konsep video promosi teaser podcast berupa behind the scene produksi podcast juga video teaser kesan pesan dari influencer after shooting podcast CreaTalks sehingga podcast yang telah dibuat dapat terjangkau oleh masyarakat luas. Akhirnya penulis memutuskan untuk mempromosikan podcast nya ke media sosial Instagram dan Tiktok milik akun sebisa project agar dapat menjangkau audiens yang lebih interaktif. Setelah proses editing selesai, tahap pasca produksi dilanjutkan dengan proses evaluasi yang memiliki tujuan untuk menilai keseluruhan kegiatan dari pra produksi, produksi, hingga pasca produksi, serta mengukur sejauh mana pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan awal. Berdasarkan pengalaman penulis, produksi sebuah podcast bukanlah proses yang dapat diselesaikan secara terburu-buru, melainkan membutuhkan perhatian detail, koordinasi yang baik, dan kesabaran dalam menjalani setiap tahapan. Evaluasi Pra-Produksi. Evaluasi pada tahap pra produksi menunjukkan bahwa penulis mengalami keterlambatan dalam menentukan ide dan konsep karya, yang disebabkan oleh kebingungan dalam merumuskan argumen yang tepat terhadap pilihan karya yang akan Kebimbangan tersebut berdampak pada lambatnya penetapan konsep, yang secara otomatis juga memperlambat keseluruhan karya tersebut tuntas. Meskipun demikian, penulis merasa bersyukur karena berhasil mendapatkan narasumber pada waktu yang cukup cepat. Meskipun sempat mempertimbangkan beberapa opsi, penulis akhirnya mantap memilih narasumber tersebut karena menilai bahwa kapabilitas dan pengalaman yang dimiliki sangat relevan dan mendukung kualitas isi dari karya podcast yang diproduksi. Evaluasi Produksi. Kendala utama pada tahap ini adalah penyesuaian jadwal dengan narasumber karena kesibukan mereka. Selain itu, peralatan, khususnya kamera mengalami masalah daya baterai yang cepat habis. Hal ini memerlukan pengecekan dan charging ekstra sebelum proses shooting. Namun, pelaksanaan rekaman berjalan lancar hanya dalam satu kali take karena semua sudah dipersiapkan dengan matang melalui pembuatan ToR dan daftar pertanyaan sebelum proses produksi berlangsung. Evaluasi Pasca-Produksi. Tahap pasca produksi merupakan proses yang memakan waktu paling lama, dikarenakan proses editing memerlukan kesabaran dan skill terasah. Terutama dalam editing. Penulis juga belajar melakukan penyuntingan dasar secara mandiri, yang memperkuat pemahaman terhadap teknis produksi. Proses editing pun memakan waktu yang paling lama dari seluruh tahapan proses lainnya. Karya yang dihasilkan berupa video podcast bernama CreaTalks, yang merupakan bagian dari ketiga episode spesial 3B Series dengan tema AuTiga Pilar Creator Masa Kini: Beauty. Brain. BehaviorAy. Podcast ini dirancang sebagai media edukatif melalui percakapan Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 antara host dan narasumber, dengan tujuan menyebarkan informasi serta membangun literasi seputar bagaimana generasi muda, khususnya para kreator, dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. Melalui podcast CreaTalks, karya ini diharapkan mampu membangun sudut pandang baru terhadap rasa tidak percaya diri atau insecure, bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus dikaitkan dengan standar orang lain, melainkan merupakan hal wajar yang dapat diatasi dengan penerimaan diri dan pengembangan karakter. Dalam produksi karya ini, penulis berperan sebagai Creative Director, bertanggung jawab dalam keseluruhan proses mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Penulis merancang tiga episode utama yang membahas bagaimana influencer dapat membentuk personal branding yang mewakili nilai: Beauty. Brain, dan Behavior. Tak hanya menyoroti peran influencer, podcast ini juga menyuguhkan berbagai tips, pengalaman, dan wawasan yang relevan bagi para audiens. Proses awal dimulai dari brainstorming ide, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama tim sebisa project. Hasil diskusi menunjukkan bahwa audiens lebih menyukai konten edukatif yang tidak hanya menghibur. Dari sinilah muncul tagline AuRepresentation Influence: Beauty. Brain & BehaviorAy untuk memperkuat konsep utama dan isi podcast. Penulis juga melakukan riset melalui beberapa artikel dan buku untuk menentukan topik yang sesuai dengan minat target audiens. Penyusunan timeline produksi dilakukan agar seluruh tahapan memiliki batas waktu yang jelas. Setelah disepakati, penulis menyusun outline per episode dalam bentuk ToR (Terms of Referenc. dan brief untuk para talent. Tahap berikutnya melibatkan pemilihan narasumber yang sesuai dengan karakter tiap episode, persiapan lokasi, serta perlengkapan teknis untuk produksi. Podcast CreaTalks terdiri dari tiga episode spesial dengan durasi rata-rata 15 hingga 20 menit. Setiap episodenya mengangkat topik dan narasumber yang berbeda, disesuaikan dengan nilai utama dalam 3B Series. Format yang digunakan adalah talkshow dengan pendekatan wawancara, baik secara langsung maupun virtual. Episode spesial pertama menampilkan Nisa Ulfathonah sebagai representasi dari nilai AubrainAy dengan judul AuDari Dampak Kecil Jadi Karya yang MemotivasiAy, yang membahas bagaimana pemikiran sederhana bisa menghasilkan karya inspiratif yang berdampak besar. Episode kedua menghadirkan Raudah Sabila sebagai representasi dari nilai AubehaviorAy dalam judul AuBerani Tampil & Berkarya Lewat Platform DigitalAy, yang menyoroti pentingnya keberanian dan tanggung jawab dalam berkarya di media digital. Sementara itu, episode ketiga mengundang Annisa Widya Shafira sebagai perwakilan dari nilai AubeautyAy dalam judul AuMembangun Karakter Lewat Cantik yang BerdayaAy, yang menggambarkan bagaimana konsep kecantikan dapat digunakan untuk memperkuat karakter diri dan memberikan dampak positif kepada orang lain. Seluruh karya video podcast ini akan dipublikasikan melalui platform YouTube pada kanal sebisa project serta didukung dengan distribusi konten promosi berupa teaser video di Instagram dan TikTok sebisa project. Harapannya, podcast CreaTalks dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk menjadi pribadi berdampak dan membentuk narasi positif tentang dunia kreator. Para narasumber yang terlibat dipilih karena memiliki karakter dan wawasan yang mampu mewakili nilai-nilai Beauty. Brain, dan Behavior, sekaligus membangun kredibilitas atas pesan-pesan yang ingin disampaikan. Format video podcast dinilai efektif karena kepraktisannya, yakni dapat diakses kapan saja dan di mana saja, serta memungkinkan audiens mendengar podcast sambil melakukan aktivitas lain. Ragam topik dan penyampaian Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 yang ringan namun informatif membuat podcast ini relevan untuk berbagai kalangan. Meskipun demikian, kendala teknis seperti kebutuhan akan koneksi internet yang stabil tetap menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian pengguna. Struktur visual dalam video diawali dengan perkenalan narasumber dari setiap episode 3B Series, dilanjutkan dengan bumper pembuka berupa motion graphic yang memuat elemen visual seperti logo CreaTalks, kanal Sebisa Project. Universitas Padjadjaran, program studi Manajemen Produksi Media, serta tema dari podcast itu sendiri. Gambar2. Bumper terkait Tema Video Podcast Beserta Logo Nama Masing-masing episode terdiri dari dua segmen, yakni segmen talkshow di mana host memberikan pertanyaan kepada narasumber, dan segmen kedua yaitu Choose One Challenge, sebuah tantangan singkat di mana narasumber diminta memilih satu dari dua pernyataan dan memberikan alasan singkat atas pilihannya. Gambar 3. Motion Graphic Segmen Talkshow & Challenge dalam Video Podcast CreaTalks Bagian akhir dari setiap episode ditutup oleh host dengan closing statement, disusul transisi visual berupa dip to black kemudian muncul outro video credit title ending yang mencantumkan nama-nama kru serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam produksi video podcast ini. Gambar 4. Outro Credit Title Ending dalam Video Podcast CreaTalks KESIMPULAN Peran Creative Director dalam Produksi Podcast Program Creatalks CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 329-342 Berdasarkan hasil rangkaian kegiatan produksi podcast Creator Talks, penulis sebagai Creative Director telah melaksanakan seluruh tahapan kerja produksi yang terdiri dari praproduksi, produksi, hingga pasca-produksi. Karya ini tidak hanya menjadi representasi dari upaya kreatif dan kolaboratif tim, tetapi juga menjadi sarana penyampaian pesan edukatif dan inspiratif kepada audiens mengenai nilai-nilai Beauty. Brain, dan Behavior sebagai pilar pembentuk karakter influencer masa kini. Kesimpulan yang dapat penulis berikan dari seluruh hasil pembahasan adalah sebagai berikut: . Pada tahap pra-produksi. Creative Director menjalankan peran utama dalam merumuskan ide, menentukan konsep, dan menyusun rencana produksi yang sistematis. Proses brainstorming dilakukan secara intensif untuk menggali gagasan yang relevan dengan isu karakter generasi muda. Creative Director juga menyusun timeline, outline tiap episode, serta membuat brief sebagai acuan narasi dalam diskusi antara host dan narasumber. Penentuan narasumber yang representatif untuk setiap tema menjadi keputusan strategis yang memperkuat relevansi isi podcast. Tahap ini menjadi fondasi penting untuk menjaga arah dan kualitas dari konten yang akan diproduksi. Saat memasuki tahap produksi. Creative Director memastikan bahwa seluruh perangkat teknis telah siap, serta memberikan arahan langsung kepada host dan narasumber untuk menjaga alur percakapan sesuai brief. Peran sebagai Creative Director mengatur dinamika dalam proses pengambilan gambar dan suara, memantau jalannya proses shooting, serta memastikan bahwa semua segmen mulai dari opening, segmen talkshow, choose one challenge, hingga penutup berjalan sesuai rencana. Creative Director berfokus untuk menjaga kesinambungan narasi, kualitas teknis, dan suasana yang mendukung kenyamanan narasumber. Pada tahap terakhir pasca-produksi ini. Creative Director melakukan pengawasan dan koordinasi dengan editor untuk memastikan hasil akhir podcast sesuai dengan konsep kreatif yang telah ditetapkan. Penulis melakukan review terhadap hasil editing, memberikan koreksi, serta menyusun brief editing juga materi pendukung seperti credit title dan teaser Konten kemudian disiapkan untuk publikasi melalui platform YouTube dan media sosial seperti Instagram dan TikTok. Selain itu. Creative Director juga bertanggung jawab dalam merancang strategi penyebaran konten agar menjangkau audiens lebih luas dan tepat DAFTAR PUSTAKA