Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 IMPLEMENTASI METODE ACTIVITY BASED COSTING TERHADAP PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI TEMPE PADA USAHA MIKRO AuDUA PUTRIAu KELURAHAN BAKUNASE KOTA KUPANG (Activity Based Costing Method Implementation towards Cost Production Calculation of Tempe at Household Industry Au Dua Putri Keluarahan Bakunase. Kota Kupan. Oleh: Ana Yunita K. Muda. Sondang S. Pudjiastuti. Yakobus C. W Siubelan. Tomycho Olviana Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Alamat E-Mail Korespendasi : tomycho2910@staf. Diterima : 2 Januari 2023 Disetujui : 10 Januari 2023 ABSTRACT This study aims to implement the Activity Based Costing (ABC) method in calculating production costs because it can provide more accurate cost-related information and become a reference for determining selling prices using the Cost Plus Pricing method and calculating profits in the "Dua Putri" Micro Business. Bakunase Village. Kupang City. The results of this study indicate that the calculation of production costs using the Activity Based Costing method includes the first stage of tracing costs to activities consisting of identifying activities, allocating costs to activities, determining homogeneous cost groups and determining group rates and the second stage tracing costs to products where factory overhead costs are assigned. using the cost driver of each product and producing production costs for January Rp. February Rp. 256 and March Rp. 256 then for determining the selling price of products using the Cost Plus Pricing method is greater than the determination of product selling prices by micro and small businesses The net profit earned by micro enterprises after deducting the cost of raw materials, labor costs, overhead costs and income tax for three months for January is Rp. February is Rp. 544 and March is Rp. Keywords: Production Cost. Selling Price. Profit ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Metode Activity Based Costing (ABC) dalam perhitungan biaya produksi karena dapat menyediakan informasi terkait biaya yang lebih akurat dan menjadi acuan untuk menentukan harga jual menggunakan metode Cost Plus Pricing dan perhitungan keuntungan pada Usaha Mikro AuDua PutriAy Kelurahan Bakunase Kota Kupang. Hasil penelitian ini menunjukan perhitungan biaya produksi menggunakan metode Activity Based Costing meliputi tahapan pertama menelusuri biaya ke aktivitas terdiri dari mengidentifikasi aktivitas, pengalokasian biaya ke aktifitas, penentuan kelompok biaya yang homogen dan penentuan tarif kelompok dan tahapan kedua menelusuri biaya ke produk dimana pembebanan biaya overhead pabrik menggunakan cost driver dari masing-masing produk dan menghasilakan biaya produksi untuk bulan januari Rp. Februari Rp. 256 dan Maret Rp. 256 kemudian untuk penentuan harga jual produk menggunakan Metode Cost Plus Pricing lebih besar dibandingkan penetapan harga jual produk oleh usaha mikro dan keuntungan bersih yang diperoleh usaha mikro setelah dikurangi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead dan pajak penghasilan selama tiga bulan untuk bulan Januari Rp. Februari Rp. 544 dan Maret Rp. Kata Kunci : Biaya Produksi. Harga Jual. Keuntungan Muda, et al. Implementasi Metode Activity Based Costinga. Page 1 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 PENDAHULUAN Di zaman yang semakin modern ini. Persaingan dalam bidang ekonomi sudah sangat Setiap usaha yang dijalankan di tuntut untuk dapat menjalankan usahanya dengan sangat baik. Tentunya pada semua proses produksi perhitungan biaya produksi harus Biaya produksi merupakan salah satu bagian dari langkah-langkah intern yang meningkatkan efisiensi. (Umroh R. ,2. Pengendalian biaya terutama harus diselaraskan terhadap tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, salah satu tujuan yang ingin memperoleh laba yang maksimal dengan mengeluarkan biaya yang serendah-rendahnya, oleh karena itu dengan memperhitungkan biaya produksi dengan benar dapat membantu jalannya sebuah usaha dengan baik. Biaya pengorbanan ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. Biaya produksi juga merupakan biaya yang digunakan dalam mengubah bahan baku menjadi barang Biaya produksi ini biasanya terdiri dari tiga unsur yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. Dimana bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang membentuk bagian integral dan produk jadi dan dimasukkan secara ekspilit dalam perhitungan biaya produk. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat dibebankan secara layak ke produk tertentu, sedangkan overhead pabrik merupakan semua biaya manufaktur yang tidak ditelusuri secara langsung ke output tertentu. (Worotitjan, 2. Informasi Biaya Produksi dapat dijadikan titik tolak dalam menentukan Harga Jual yang tepat kepada konsumen dalam arti yang menguntungkan perusahaan dan menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Selain kedua hal diatas perlu dilakukan perhitungan Keuntungan sehinga dapat melihat penghasilan yang diterima oleh dari menjual produk dalam sebuah usaha. Biaya Produksi. Harga Jual dan Keuntungan yang ingin ditentukan dalam penelitian ini adalah Biaya Produksi. Harga Jual dan Keuntungan Tempe sebagai produk yang dikelola di Usaha Mikro AuDua PutriAy. Tempe adalah suatu makanan yang diolah dari bahan kedelai yang setiap waktu dibutuhkan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, baik masyarakatn kalangan atas, menengah, hingga masyarakat kalangan bawah, sehingga permintaan terhadap tempe setiap tahunnya semakin naik seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dan jumlah Meningkatnya permintaan tempe berpengaruh pada peningkatan permintaan kedelai yang merupakan bahan baku produksi tempe yang hingga sampai saat ini belum memperoleh substitusinya sebagai bahan utama dalam memproduksi tempe (Aulani, 2. Usaha Mikro AuDua PutriAy adalah Industri rumahan yang bergerak dalam bidang pembuatan tempe yang telah berdiri sejak 09 Februari 2000 oleh Bapak Daniel Naklui, beralamat di Jalan Semangka. RT. 017/RW. Kelurahan Bakunase Kecamatan Kota Raja Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Usaha Mikro ini memproduksi tempe yang akan langsung dipasarkan ke konsumen. Bahan Baku Kedelai yang digunakan dalam satu kali produksi 100 Kilogram dan Ragi sebanyak 500 Gram . Jumlah Produksi dalam satu hari 100160 jalur tempe sedangkan untuk satu bulan usaha ini dapat memproduksi kurang lebih 300 jalur tempe dengan harga per produk Rp. 000 Ae Rp. Data produksi Usaha Mikro AuDua PutriAy dalam satu bulan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Data Produksi Tempe Usaha Mikro AuDua PutriAy (Satu Bula. Muda, et al. Implementasi Metode Activity Based CostingAA Page 2 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 Jenis Produk p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Jumlah Harga Produksi Jual (Jalu. (R. Tempe Ukuran 64cm Konsumen Tetap Konsumen Biasa Tempe Ukuran 36cm Konsumen Tetap Konsumen Biasa Jumlah Sumber : Usaha Mikro AuDua PutriAy, 2022 METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada Usaha Mikro AuDua PutriAy Jalan Semangka. RT. 017/RW. Kelurahan Bakunase Kecamatan Kota Raja Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret AeApril 2022. Total (R. kelompok aktivitas dilacak ke berbagai jenis produk dengan menggunakan tarif kelompok yang dikonsumsi oleh setiap Pembebanan BOP pada produk dihitung dengan rumus sebagai berikut: Biaya Overhead Pabrik (BOP) = Tarif Kelompok x Unit cost driver ( Supriyono, 2007 ) Metode Analisis Data Perhitungan Biaya Produksi Metode analisis yang dilakukan sesuai dengan sistem Activity based costing terdiri dari dua tahap yaitu: Prosedur Tahap Pertama Pada tahap pertama hal-hal yang perlu dilakukan adalah : ) Mengidentifikasi Aktifitas ) Membebankan biaya ke aktivitas ) Mengelompokkan aktivitas yang kumpulan yang sejenis . kemudian mengelompokkan biaya aktivitas yang telah dikelompokkan untuk mendefinisikan kelompok biaya sejenis . omogeneous cost poo. ) Menghitung tarif kelompok Tarif Pool = (Supriyono, 2. Prosedur Tahap Kedua Biaya Overhead Pabrik (BOP) setiap Penentuan Harga Jual Untuk menganalisis tujuan kedua dengan menggunakan penentuan harga biaya plus . ost plus pricin. BIAYA TOTAL %MARKUP = HARGA JUAL %Markup = Biaya Non Produksi Laba Biaya Produksi Perhitungan Keuntungan Untuk menganalisis tujuan ketiga dengan menggunakan perhitungan keuntungan laporan rugi/laba : Laporan Laba/Rugi Penerimaan Rp. Biaya Produksi : - Biaya Bahan Baku Rp. - Biaya Bahan Penolong Rp. - Biaya Tenaga Kerja Rp. - Biaya Overhead Rp. Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 Rp. x Laba Kotor Rp. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Pajak Usaha Rp. x Ae Laba Bersih Rp. HASIL PENELITIAN Perhitungan Biaya Produksi Biaya Bahan Baku Tabel 2. Biaya Bahan Baku Usaha Mikro AuDua PutriAy Bulan Jumlah Hari Produksi Januari - Kedelai - Ragi Total Februari - Kedelai - Ragi Total Maret - Kedelai - Ragi Total Jumlah Sumber : Usaha Mikro AuDua PutriAy Harga /Satuan (R. Kebutuhan Kg/Hari Rp. Biaya Tenaga Kerja Tabel 3. Biaya Tenaga Kerja Usaha Mikro AuDua PutriAy Keterangan Upah Tenaga Kerja/Bulan (R. Januari Februari Maret Kebutuhan Kg/Bulan Total Biaya PerBulan (R. Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 Keterangan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Upah Tenaga Kerja/Bulan (R. Jumlah Sumber : Data Primer diolah 2022 Biaya Overhead Pabrik Tabel 4. Biaya Overhead Usaha Mikro AuDua PutriAy Jenis Biaya Biaya Bahan Penolong Biaya Bahan Penunjang Biaya Perawatan Mesin & Alat Biaya Listrik Januari Biaya (R. Februari Jenis Biaya Biaya (R. Maret Januari Februari Maret 000 dan Air Biaya Bahan 000 Bakar Biaya Telepon 25 Biaya Transportasi Jumlah 000 Sumber : Usaha Mikro AuDua PutriAy 2022 Penentuan Cost Driver Tabel 5. Daftar Cost Driver Periode Januari Ae Maret 2022 Cost Driver Satu Jumlah Cost Driver Satu Jumlah Januari Februari Maret Januari Februari Jumlah Jalur 040 Jumlah KWh 201. Unit Pemakaia Produksi n Listrik Jumlah Jam 384 Jumlah Jam Jam Jam Kerja Tenaga Telepon Kerja Jumlah Jalur Jumlah Jam 384 Unit Jam Kerja Terjual Mesin Sumber : Data Primer diolah 2022 dan Alat Perhitungan Biaya Produksi Dengan Metode Activity Based Costing Tahap 1 Identifikasi Biaya Tabel 6. Jenis Aktivitas dalam Produksi Tempe Muda, et al. Implementasi Activity Based Costing Terhadap Perhitungan AA. Page 4 Maret Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 Jenis Aktivitas Persiapan Bahan Baku dan Bahan Penolong Perebusan Penggilingan Pencucian p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Jenis Aktivitas Peragian Pengemasan Penyimpanan Pemasaran Sumber : Usaha Mikro AuDua PutriAy Pembebanan Biaya Ke Aktivitas Tabel 7. Pembebanan Biaya Pada Aktivitas Produksi Tempe Komponen Biaya Biaya (R. Januari Februari Persiapan Bahan Baku Biaya Pembelian Bahan dan Bahan Penolong Baku Jenis Aktivitas Biaya Bahan Penolong Maret Biaya Air Biaya Listrik Biaya Bahan Bakar Alat Biaya Listrik Biaya Telepon Jumlah Perebusan Biaya Bahan Bakar Jumlah Penggilingan Biaya Bahan Bakar Mesin Jumlah Pencucian Jumlah Peragian Jumlah Pengemasan Jumlah Penyimpanan Biaya Listrik Jumlah Pemasaran Biaya Transportasi Jumlah Sumber : Data Primer diolah 2022 Menentukan Tarif Kelompok Tabel 8. Perhitungan Tarif Kelompok Usaha Mikro AuDua PutriAy Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 Cost Pool Januari Jumlah (R. Februari Maret 400,31 395,92 399,60 6,20 6,33 5,07 Biaya Transportasi Jumlah Biaya Produksi Jumlah Produk Pool Rate 4 Sumber : Data Primer diolah 2022 Cost Pool 1 Jumlah Biaya Produksi Jumlah Unit Produksi Pool Rate 1 Cost Pool 2 Komponen (BOP) Biaya Bahan Penolong Biaya Bahan Penunjang Biaya Bahan Bakar p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Biaya Listrik dan Air Jumlah Biaya Produksi Jumlah Unit Produksi Pool Rate 2 Cost Pool 3 Jumlah Biaya Produksi Jumlah Jam Kerja Pool Rate 3 Cost Poll 4 Biaya Perawatan Mesin dan Alat Biaya Telepon Tahap 2 Biaya Overhead dilacak ke produk Level Aktivitas Cost Driver Tabel 9. Pembebanan biaya ke produk Proses Pembebanan Februari 395,92 x 6,33 x 397,6 x 448 397,6 x 28 Maret 399,60 x 5,07 x 463,9 x 384 463,9 x 24 Januari Februari Maret 48 x 6. 48 x 5. Jumlah BOP Sumber : Data Primer diolah 2022 48 x 5. Unit Jumlah Unit KWh Batch Jumlah Jam Kerja Jumlah Jam Kerja Jumlah Unit Product Januari 400,31 x 6,00 x 359,1 x 496 359,1 x 31 Jumlah (R. Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 Setelah melakukan perhitungan dengan menggunakan komponen yang ada dalam metode activity based costing selanjutnya dilakukan perhitungan keseluruhan biaya p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 produksi yang digunakan dalam proses produksi tempe pada periode Januari Ae Maret 2022 di Usaha Mikro AuDua PutriAy. Berikut tabel perhitungan biaya produksi . Tabel 10. Perhitungan Biaya Produksi Periode Januari Ae Maret 2022 Usaha Mikro AuDua PutriAy Keterangan Januari (R. Februari (R. Maret (R. Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Biaya Produksi Total Jumlah Hari Produksi Biaya Produksi Per1. Hari Sumber : Data Primer diolah 2022 Dari 100 kilogram kacang kedelai yang dimasukan sebagai bahan baku awal, setelah diolah dan di proses lebih lanjut akan mengembang sebesar 50% dan menghasilkan kacang kedelai yang siap di bungkus sebesar 150 kilogram ( setara dengan 150. 000 gram ) . Untuk mencari biaya produksi per-gram dapat dihitung dengan membagi total biaya produksi per-hari dengan jumlah kacang kedelai yang sudah selesai diproses per-hari. Berikut perhitungan biaya produksi tempe pergram . Tabel 11. Perhitungan Biaya Produksi Per-gram Usaha Mikro AuDua PutriAy Periode Januari Ae Maret Keterangan Januari (Rp/gra. Februari (Rp/gra. Maret (Rp/gra. Biaya Produksi Per-hari Rp. Rp. Rp. Jumlah Kacang Kedelai . er-har. Biaya Produksi Per9,7333 9,7612 9,7647 Sumber : Data Primer diolah 2022 Selanjutnya dapat dihitung biaya produksi per-bungkus tempe dapat dihitung dengan Biaya Produksi per-gram dikali ukuran tempe . sebagai berikut . Tabel 12. Perhitungan Biaya Produksi Per-bungkus Usaha Mikro AuDua PutriAy Periode Januari Ae Maret Keterangan Biaya Produksi Per-bungkus Januari (Rp/gra. Februari Maret (Rp/gra. (Rp/gra. Biaya Produksi Per-gram 9,733 9,761 9,765 Ukuran Tempe . - 64cm ( 800 gram - 36cm ( 500 gram Sumber : Data Primer diolah 2022 BIAYA TOTAL %MARKUP = Penentuan Harga Jual HARGA JUAL Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 %Markup = Biaya Non Produksi Laba Biaya Produksi Adapun harga jual tempe berdarsarkan ukuran dan konsumen sebagai berikut . Konsumen Biasa - Tempe Ukuran 64 cm . Rp. - Tempe Ukuran 36 cm . Rp. Konsumen Tetap - Tempe Ukuran 64 cm . Rp. - Tempe Ukuran 36 cm . Rp. Berdasarkan data diatas maka akan dihitiing presentase ( % ) keuntungan yang diperoleh Usaha Mikro AuDua PutriAy, dengan rumus sebagai berikut : Harga Jual Ae Biaya Produksi Per-Bungkusx 100 % Biaya Produksi Per-Bungkus Tabel 13. Presentase Keuntungan Tempe Usaha Mikro AuDua PutriAy Varian Tempe Presentase Keuntungan (%) Januari Februari Maret Konsumen Biasa : - 64cm . Rp. - 36cm . Rp. Rata-rata 25,5 % 25,5 % Konsumen Tetap : - 64cm . Rp. - 36cm . Rp. Rata-rata Total Rata14,3 % rata Presentase Keuntungan Sumber : Data Primer diolah 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Sedangkan menurut metode cost plus pricing untuk menentukan harga jual produk tempe, maka harus terlebih dahulu dicari %Markup, dengan rumus sebagai berikut . %Markup = Biaya Non Produksi Laba Biaya Produksi Data biaya non-produksi pada Usaha Mikro AuDua PutriAy dapat dilihat pada tabel Tabel 14. Biaya Non-Produksi Periode JanuariMaret 2022 Nama Biaya Biaya Non-Produksi (R. Januari Februari Maret Biaya Transportasi Biaya Telepon Total Sumber : Data Primer diolah 2022 Data biaya produksi berdasarkan tabel 10 menunjukan biaya produksi tempe Usaha Mikro AuDua PutriAy periode Januari sebesar Rp. Februari sebesar Rp. dan Maret sebesar Rp. Apabila Usaha Mikro AuDua PutriAy menargetkan keuntungan pada bulan Januari sebesar 25,5% untuk konsumen biasa dan 3% untuk konsumen tetap dan Februari sebesar 25,5% untuk konsumen biasa dan 2% untuk konsumen tetap serta pada bulan Maret sebesar 25,5% untuk konsumen biasa dan 2% untuk konsumen tetap, maka dapat dihitung %Markup sebagai berikut ) Januari % Markup 1 (Rp. = Rp. 000 25,5% Rp. = Rp. 000 Rp. Rp. = Rp. Rp. = 0,2641 = 26,41% % Markup 2 (Rp. = Rp. 000 3% Rp. Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 = Rp. 000 Rp. Rp. = Rp. Rp. = 0,391 = 3,91% ) Februari % Markup 1 = Rp. 000 25,5% (Rp. Rp. = Rp. 000 Rp. Rp. = Rp. Rp. = 0,2643 = 26,43% % Markup 2 = Rp. 000 2% (Rp. Rp. = Rp. 000 Rp. Rp. = Rp. Rp. = 0,293 = 2,93% ) Maret % Markup 1 = Rp. 000 25,5% (Rp. Rp. = Rp. 000 Rp. Rp. = Rp. Rp. = 0,2647 = 26,47% % Markup 2 = Rp. 000 2% (Rp. Rp. = Rp. 000 Rp. Rp. = Rp. Rp. = 0,297 = 2,97% Selanjutnya, dari rumus diatas dan hasil %Markup akan dihitung harga jual menurut metode cost plus pricing untuk masing-masing tempe dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Tabel 15. Harga Jual Tempe pada Usaha Mikro AuDua PutriAy Keteranga Biaya %Marku Harg Produks a Jual i per(R. (R. Januari Konsumen 26,41% Biasa : 26,41% - 64cm - 36cm Konsumen Tetap : 3,93% - 64cm 3,93% - 36cm Februari Konsumen Biasa : 26,43% - 64cm 26,43% - 36cm Konsumen 2,93% Tetap : 2,93% - 64cm - 36cm Maret Konsumen Biasa : 26,47% - 64cm 26,47% - 36cm Konsumen 2,97% Tetap : 2,97% - 64cm - 36cm Sumber : Data Primer diolah 2022 Setelah dilakukan penentuan harga jual dengan menggunakan metode cost plus pricing pada Usaha Mikro AuDua PutriAy yang dapat dilihat pada tabel 4. 15 menunjukan biaya produksi tempe per-bungkus berdasarkan jenis konsumen dan ukuran tempe yang dikalikan dengan %Markup kemudian di jumlahkan dengan biaya produksi tempe per-bungkus akan menghasilkan harga jual untuk setiap Tabe l6. Perbandingan harga jual tempe menurut Usaha Mikro AuDua PutriAy dan Metode cost plus pricing Keterangan Menurut Metode Selisih Usaha Cost Plus (R. Mikro Pricing AuDua (R. Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 PutriAy (R. Januari Konsumen Biasa : - 64cm - 36cm Konsumen Tetap : - 64cm - 36cm Februari Konsumen Biasa : - 64cm - 36cm Konsumen Tetap : - 64cm - 36cm Maret Konsumen Biasa : - 64cm - 36cm Konsumen Tetap : - 64cm p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 - 36cm Sumber : Data Primer diolah 2022 Perhitungan Keuntungan Sebelumnya telah dilakukan perhitungan biaya produksi dan penentuan harga jual produk maka untuk melengkapi tujuan ketiga dari penelitian ini akan dilakukan perhitungan keuntungan produksi tempe pada Usaha Mikro AuDua PutriAy. Perhitungan Keuntungan Produksi Tempe menggunakan Perhitungan Laporan Laba/Rugi . Keuntungan yang di perhitungkan pada penelitian ini dari Januari Ae Maret 2022. Berikut Tabel Laporan Laba/Rugi Periode Januari Ae Maret 2022 Usaha Mikro AuDua PutriAy dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 17. Laporan Laba/Rugi Usaha Mikro AuDua PutriAy Periode Januari-Maret 2022 Keterangan Januari (R. Februari (R. Maret (R. Penerimaan Biaya Produksi . - Biaya Bahan Baku - Biaya Tenaga Kerja - Biaya Overhead Pabrik 256 Laba Kotor Pajak Usaha 600 Laba Bersih Sumber : Data Primer diolah 2022 PEMBAHASAN Perhitungan Biaya Produksi Perhitungan Biaya Produksi dengan Metode Activity Based Costing terdiri dari dua Tahap pertama dalam proses produksi tempe terdiri dari. Persiapan Bahan Baku dan bahan penolong. Perebusan. Penggilingan. Pencucian. Peragian. Pengemasan. Penyimpanan, dan Pemasaran. Setelah aktivitas diidentifikasi langkah selanjutnya dengan Membebankan Biaya ke Aktivitas. Biaya-biaya pada setiap tahapan aktivitas sebagai berikut. Persiapan bahan baku dan bahan penolong terdiri dari Biaya pembelian bahan baku dan bahan penolong, biaya telepon. Biaya pada proses Perebusan terdiri dari biaya bahan penunjang. Sedangkan pada proses Penggilingan terdiri dari biaya bahan bakar mesin. Pada proses Pencucian terdiri dari biaya air. Biaya pada Proses Peragian terdiri dari biaya listrik. Pada Proses Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 Pengemasan terdiri dari biaya bahan bakar alat dan biaya listrik. Pada proses Penyimpanan terdiri dari biaya listrik, dan pada proses Pemasaran terdiri dari biaya transportasi selama aktivitas berlangsung. Tahapan berikutnya Menentukan Tarif Kelompok yaitu dengan menentukan tarif biaya overhead pabrik berdarsarkan unit cost driver-nya yang dhitung berdarsarkan suatu kelompok aktivitas. Tahap Kedua terdiri dari dua bagian yang pertama biaya overhead pabrik dilacak dengan menggunakan rumus Tarif masing-masing kelompok di kali dengan unit cost driver masing-masing. Hasil perhitungan berupan Nilai atau jumlah dari biaya overhead pabrik yang digunakan untuk perhitungan biaya Bagian yang kedua Perhitungan Biaya Produksi, setelah Nilai dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik diketahui maka semuanya akan dijumlahkan dan diperoleh Biaya Produsksi Tempe Bulan Januari, sebesar Rp. Bulan Februari sebesar Rp. 256 dan untuk Bulan Maret sebesar Rp. Penentuan Harga Jual Penentuan harga jual pada Usaha Mikro AuDua PutriAy menggunakan metode cost plus pricing Harga Jual produk per-unit Bulan Januari untuk konsumen biasa Rp. dan Rp. 152 sedangkan untuk konsumen tetap Rp. 091 dan Rp. Bulan Februari untuk konsumen biasa Rp. dan Rp. 170 sedangkan untuk konsumen tetap Rp. 038 dan Rp. 023 serta Bulan Maret bagi konsumen biasa Rp. 879 dan Rp. 175 sedangkan untuk konsumen tetap Rp. 044 dan Rp. 027 dengan laba yang diharapkan untuk konsumen biasa sebesar 25,5% dan untuk konsumen tetap sebesar 3% pada Bulan Januari dan Pada Bulan Februari untuk konsumen biasa sebesar 25,5% dan untuk konsumen tetap sebesar 2% serta untuk bulan Maret laba yang diharapkan untuk konsumen biasa sebesar 25,5% dan untuk konsumen tetap sebesar Sedangkan harga jual yang ditetapkan oleh Usaha Mikro AuDua PutriAy untuk konsumen biasa Rp. 000 dan Rp. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 serta untuk konsumen tetap Rp. 000 dan Rp. Perhitungan Keuntungan Perhitungan Keuntungan dengan menggunakan Laporan Laba/Rugi Usaha Mikro AuDua PutriAy pada produksi tempe dalam periode tiga bulan yaitu Bulan Januari sebesar Rp. Bulan Februari Rp. Bulan Maret Rp. Bulan Januari. Februari dan Maret keuntungan yang diperoleh tidak sama dikarenakan jumlah biaya produksi , harga jual dan jumlah produksi tidak sama besar sehingga mengalami penurunan keuntungan, disebabkan oleh penurunan jumlah produksi yang pada Januari sebesar 510 jalur tempe dan pada Bulan Februari 880 jalur tempe dan Bulan Maret 040 jalur tempe. Hal ini disebabkan karena jumlah hari produksi yang berbeda pada Bulan Januari jumlah hari produksi sebanyak 31 hari. Sedangkan Februari jumlah hari produksi sebanyak 28 hari dan pada Bulan Maret jumlah hari produksi hanya 24 hari dikarenakan Usaha Mikro AuDua PutriAy tidak melakukan produksi selama 7 hari atau libur bekerja. Perhitungan keuntungan ini didasarkan biaya ril yang berada pada Usaha Mikro AuDua PutriAy kedepannya Usaha Mikro AuDua PutriAy dapat memperhitungkan dengan benar keuntungan bersih yang diperoleh selama proses produksi tempe. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Perhitungan biaya produksi pada Usaha Mikro AuDua PutriAy dengan metode activity based costing meliputi dua tahapan, tahapan pertama dengan menelusuri biaya pada Terdiri dari mengidentifikasi aktivitas, pengalokasian biaya ke aktivitas, penentuan kelompok biaya yang homogen, dan penentuan tarif kelompok. Tahap kedua dengan menelusuri biaya pada produk. Dimana pembebanan biaya overhead pabrik menggunakan cost driver dari masingmasing produk. Penentuan harga jual tempe pada Usaha Mikro AuDua PutriAy dengan metode cost plus Lebih besar dibandingkan dengan Buletin Ilmiah IMPAS Volume 23 No. 2 Edisi Juni 2022 Harga jual yang ditetapkan Usaha Mikro AuDua PutriAy . Perhitungan keuntungan dengan Laporan Laba/Rugi pada proses produksi tempe dalam periode tiga bulan kerja pada Usaha Mikro AuDua PutriAy pada bulan Januari. Februari dan Maret mengalami penurunan dikarenakan jumlah produksi yang menurun. Saran Bagi tempat penelitian Usaha Mikro AuDua PutriAy sebaiknya menerapkan perhitungan biaya produksi dengan metode activity based costing karena selain memiliki ketelitian yang relatif baik dengan adanya perhitungan biaya produksi perencanaan dan pengendalian biaya dalam proses produksi tempe dapat terarah dengan baik. Pelaku perhitungan keuntungan dengan baik sehingga dapat mengetahui secara pasti keuntungan bersih yang diterima Usaha Mikro dalam kegiatan usaha ini. Laporan Laba/Rugi dapat dipergunakan dalam perhitungan keuntungan kedepannya karena mudah dipahami dan memberikan hasil yang sesuai dengan keuntungan yang DAFTAR PUSTAKA