JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 Tahun 2023 | 103 Ae 114 JPK : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan http://journal. id/index. php/JPK/index ISSN 2527-7057 (Onlin. ISSN 2549-2683 (Prin. Efektivitas Sekolah Adiwiyata terhadap Peningkatan Karakter Peduli Lingkungan Siswa (Studi deskriptif di SMAN 4 Kota Seran. Lediana MunazilahA1. Ratna Sari Dewi A 2. Ronni Juwandi A 3 Informasi artikel Sejarah Artikel : Diterima Mei 2023 Revisi Juni 2023 Dipublikasikan Juli 2023 Keywords : Efektivitas. Sekolah Adiwiyata. Peningkatan Karakter Peduli Lingkungan How to Cite : Munazilah. Dewi. , & Juwandi. Efektivitas Sekolah Adiwiyata terhadap Peningkatan Karakter Peduli Lingkungan Siswa (Studi deskriptif di SMAN 4 Kota Seran. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 8. DOI: http://dx. org/10. 9/jpk. ABSTRAK Adanya penelitian ini karena banyaknya siswa-siswa yang memperlihatkan sikap yang kurang peduli terhadap kondisi lingkungannya. Sekolah Adiwiyata hadir untuk membentuk masyarakat agar memiliki karakter peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas sekolah Adiwiyata terhadap peningkatan karakter peduli lingkungan siswa di SMAN 4 Kota Serang. Penelitian ini dengan metode kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 4 Kota Serang dengan jumlah sampel sebanyak 111 siswa dengan menggunakan angket. Teknik analisis data berupa uji normalitas, uji hipotesis, dan pengukuran efektivitas dengan metode Likert Summarting Rating. Penelitian ini menggunakan alat bantu olah data berupa Microsoft Excel dan SPSS versi 26. Kemudian hasil penelitian ini terbukti bahwa sekolah Adiwiyata efektif terhadap peningkatan karakter peduli lingkungan dengan memperoleh hasil 24. 253 > Q2 dan rata-rata hasil presentase sebesar 72%. Kehadiran Adiwiyata terbukti dapat meningkatkan karakter peduli lingkungan karenanya sekolah tersebut peserta didik diberikan pengetahuan, kesadaran, keterampilan dalam upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan agar memiliki karakter peduli lingkungan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan peneliti berikutnya dapat mengembangkan teori-teori, instrumen serta menambahkan subjek ABSTRACT The effectiveness of Adiwiyata schools in increasing students' environmental care character (Descriptive study at SMAN 4 Kota Seran. The existence of this research is because many students show an attitude that does not care about the condition of their environment. Adiwiyata School exists to form a society that has the character of caring for the environment. This study aims to find out how the effectiveness of the Adiwiyata school in increasing the environmental care character of students at SMAN 4 Serang City. This research uses quantitative The research was conducted at SMAN 4 Kota Serang with a total sample of 111 students using a questionnaire. Data analysis techniques in the form of normality tests, hypothesis testing, and measuring effectiveness with the Likert Summarting Rating method. This study used data processing tools in the form of Microsoft Excel and SPSS version 26. Then the results of this study proved that Adiwiyata schools were effective in increasing the character of caring for the environment by obtaining a result of 24,253 > Q2 and an average percentage result of 72%. The presence of Adiwiyata is proven to be able to increase the character of caring for the environment so that the school provides students with knowledge, awareness, and skills in efforts to preserve and manage the environment so that they have the character of caring for the environment. With this research, it is hoped that the next researcher can develop theories, instruments and add research Alamat korespondensi: Universitas sultan ageng tirtayasa1. Prodi PPKn. Serang. Indonesia. E-mail: ledianamunazilah@gmail. ratna@untrita. ron_roju@untirta. Copyright A 2023 Universitas Muhammadiyah Ponorogo PENDAHULUAN Negara permasalahan yang dihadapinya dimana negara negara tersebut dihadapkan dengan masalah kependudukan, seperti misalnya tingkat kelahiran yang tinggi bahkan bisa terjadinya ledakan penduduk, tingkat urbanisasi yang kian meningkat, dan persoalan kependudukan DOI: http://dx. org/ 10. 24269/jpk. email: jpk@umpo. Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. Dengan pertambahan penduduk dapat berpotensi terjadinya pemanasan global. Bukan tanpa sebab pemanasan global terjadi begitu Banyak faktor faktor yang menjadi pemicu terjadinya pemanasan global. Berikut ini penyebab pemanasan global diantaranya: . Meningkatnya gas rumah kaca. Polusi udara karena bahan bakar. Efek rumah kaca. Penggunaan CFC secara berlebihan. Penggundulan hutan. Polusi metana karena peternakan, pertanian, dan perkebunan . Boros penggunaan listrik. Polusi udara akibat industri pabrik. Sampah plastik (Mulyani, 2. Pencemaran bumi terus menerus terjadi, baik itu pencemanan tanah air, maupun pencemaran udara. Tentu kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan. Dengan demikian, fenomena seperti ini semestinya tidak dibiarkan begitu saja. Masyarakat perlu memiliki kesadaran akan hal tersebut. Kesadaran bahwa kondisi bumi kian memburuk, yang diakibatkan dari aktivitas manusia itu sendiri. Untuk itu pentingnya upaya penyelesaian masalah lingkungan karena demi menjaga keselamatan bumi juga menjaga kehidupan manusia hingga Menyadari akan hal tersebut pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kehutanan bekerjasama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan program sekolah Adiwiyata dimulai pada tahun 2006 bertujuan untuk membentuk sekolahpeduli dan berbudaya lingkungan demi kepentingan generasi sekarang dan generasi mendatang (Desfandi, 2. Tujuannya adalah mewujudkan warga sekolah yang memiliki kesadaran dan tanggungjawab dalam upaya perlindungan, pelestarian, serta pengelolaan lingkungan hidup yang dikemas melalui tata pengelolaan sekolah (Nugroho, 2. Tidak hanya menjadi lingkungan sekolah yang baik, namun sekolah Adiwiyata juga mengacu pada segala bentuk aktivitas yang berorientasi pada sikap tanggung jawab kepada lingkungannya (Subianto & Ramadan, 2. Karakter peduli lingkungan menjadi salah satu karakter yang disebutkan dan masih Kementrian Pendidikan Nasional hingga saat ini, mengingat urgensi saat ini kondisi lingkungan semakin memburuk dengan banyaknya pencemaran yang terjadi. Karakter yang dimaksud tersebut tentunya tidak timbul begitu saja, akan tetapi terbentuknya karakter pasti melalui beberapa . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan proses tahapan yang dilaluinya. Untuk itu, lingkungan harus dikenalkan sedini mungkin melalui jalur pendidikan, dengan demikian maka para siswa akan terus menerus memiliki rasa peduli terhadap lingkungannya yang tercerminkan dari pola pikir dan sikap yang (Tompodung. Rushayati, & Aidi, 2. Salah satu sekolah yang memiliki predikat sekolah Adiwiyata di Kota Serang adalah SMAN 4 Kota Serang. Terkait predikat yang dimilikinya, hal tersebut selaras dengan visi yang ada di SMAN 4 Kota Serang yakni AuMewujudkan Peserta Didik Berakhlak Mulia. Berprestasi. Kompetetitif. Visioner dan Berwawasan LingkunganAy. Sekolah tersebut sudah mendapatkan predikat menjadi sekolah Adiwiyata pertama tingkat di sekolah menengah yang ada di Kota Serang sejak tahun 2014. Awal mulanya, di tahun 2014 SMAN 4 Kota Serang merintis program adiwiyata namun baru dinamakan program Go Green. Kegiatan Go Green School adalah langkah strategis sekolah untuk lingkungan agar tetap asri, sehat, dan bersih ekstrakulikuler dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat menunjang program tersebut. Pada mulanya SMAN 4 Kota Serang sebetulnya tidak berambisi mendapatkan predikat Adiwiyata, dengan kata lain sekolah hanya ingin menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman untuk kegiatan pembelajaran dan seluruh warga sekolah. Hal utama yang dilakukan sekolah adalah kegiatan penghijauan dan pembiasaan warga sekolah dengan pola hidup bersih dan sehat. Dengan adanya pembiasaan pola hidup bersih dan sehat yang dilakukan oleh warga sekolah, tanpa dihendaki sekolah tersebut dilirik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, hal tersebut membuat SMAN 4 Kota Serang mendapatkan predikat Adiwiyata tingkat Kota pada tahun 2014. Kemudian pada tahun berikutnya, yakni tahun 2015 mengajukan ke tingkat provinsi, yang pada akhirnya pada tahun 2016 provinsi meminta sekolah untuk mengajukan ke tingkat Untuk adiwiyata. SMAN 4 Kota Serang melakukan beberapa kiat-kiat yakni memberikan edukasi atau sosialisasi Adiwiyata, guru-guru terutama Kepala Sekolah memberikan contoh langsung Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. kepada siswanya terkait perilaku yang mencerminkan sikap peduli lingkungan agar membentuk kader-kader Adiwiyata, dengan upaya melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Menurut Muhaimin dalam (Maulana. Muhammad Adrian. Mohammad Kanzannudin. , 2021, hlm. masih sering dijumpai lingkungan sekolah yang kotor, partisipasi siswa dalam kegiatan lingkungan masih kurang, rendahnya kesadaran siswa dalam membentuk perilaku peduli lingkugan, perilaku boros dalam penggunaan sumber daya alam dan sikap acuh siswa terhadap lingkugan. Hal yang dikemukakan oleh Muhaimin memang benar adanya, terbukti bahwa sekolah yang memiliki program Adiwiyata bahkan siswa nya saja kurang memiliki kesadaran akan Padahal, harapan diadakannya program adiwiyata adalah sebagai penggerak agar memiliki kesadaran lingkungan baik itu bagi siswa maupun warga sekolah. Untuk itu perlunya pembiasaan agar senantiasa memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar, yang dapat dimulainya menciptakan sekolah ramah lingkungan atau biasa disebut dengan sekolah Adiwiyata. Adiwiyata sejatinya bukanlah sebagai ajang kompetisi, akan tetapi sebagai wujud pembentukan karakter peduli lingkungan secara berkelanjutan (Kuswantoro. METODE Metode penelitian adalah komponen penting dalam penelitian untuk memperoleh suatu data atau informasi guna kelengkapan data penelitian, karena dengan metode penelitian dapat mengarahkan peneliti untuk menentukan alat atau proses yang akan dilaluinya dalam proses pengumpulan data. Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif Kemudian alasan penggunaan metode penelitian deskriptif ini adalah penulis ingin mencari tahu apakah terdapat efektivitas sekolah Adiwiyata terhadap karakter peduli lingkungan analisis deskriptif ini dilakukan karakteristik dari suatu fenomena sosial. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMAN 4 Kota Serang. Instrumen penelitian ini adalah hasil analisis peneliti yang mengacu pada . , buku (Badan Pusat Statistik, 2. serta berpedoman pada penelitian sebelumnya. Adapun skala yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Skala Likert dalam bentuk cheklist Dari masing-masing indikator yang ada memiliki sub indikatornya masingmasing yang kemudian akan dikembangkan sedemikian rupa menjadi berbentuk pertanyaanpertanyaan dan disediakannya 4 pilihan Alternatif jawaban yang disediakan peneliti ialah SS (Sangat Setuj. Setuju (S). Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS versi 26 dan juga melakukan uji efektivitas dengan metode LSR. Responden penelitian ini adalah siswa SMAN 4 Kota Serang dengan jumlah sampel sebanyak 111 responden. yang berasal dari kelas X sebanyak 32 orang siswa, kelas XI sebanyak 26 orang siswa, dan kelas XII sebanyak 43 orang siswa. Teknik pengumpulan data ialah dengan menggunakan angket tertutup dimana responden hanya memberikan jawaban ceklis pada jawaban yang telah disediakan. Dalam suatu penelitian pasti dikenal adanya variabel. Variabel penelitian adalah suatu atribut, objek, atau orang yang memiliki variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari yang kemudian akan dipelajari kesimpulannya. Penelitian ini mengkaji dua variabel, yaitu variabel sekolah Adiwiyata (X) dan variabel karakter peduli lingkungan (Y). Berikut disajikan arah penelitian mengenai efektivitas sekolah Adiwiayata terhadap peningkatan karakter peduli lingkungan siswa: Peserta Didik SMAN 4 Kota Serang Dimana: X = Sekolah Adiwiyata Y = Karakter Peduli Lingkungan Gambar 1. Skema Desain Penelitian Dalam penelitian jenis kuantitatif dikenal dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Validitas merupakan istilah yang digunakan JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. untuk menjelaskan keakuratan satu instrumen pengukur, yaitu kekuratan pengukuran terhadap apa yang seharusnya diukur (Benu, 2019, hlm. Validitas sangat diperlukan karena sebagai rambu-rambu untuk memperoleh data yang tepat dari responden . Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan Microsoft Exel, diketahui variabel X dinyatakan valid sebanyak 35 butir. Sedangkan pada diketahui sebanyak 40 butir dinyatakan valid. Sedangkan uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat reliabel suatu instrumen sehingga suatu instrumen dapat Menurut Yusuf . 4, . reliabilitas merupakan konsistensi atau kestabilan skor suatu instrumen terhadap individu yang sama, dan diberikan dalam waktu yang berbedaTerkait hal tersebut, untuk mencari tingkat reliabilitas instrumen, peneliti memanfaatkan SPSS versi 26. Sebuah instrumen dikatakan reliabel jika r11 > rtabel. hasil uji reliabilitas disajikan pada tabel 1: Tabel 1. Ukuran Huruf untuk Artikel Variabel r11 rtabel Keterangan (Sekolah 0,918 0,186 Reliabel Adiwiyat. (Karakter 0,903 0,186 Reliabel Peduli Lingkunga. Sumber: Penulis, 2023 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai reliabilitas pada variabel X sebesar 0,918, sedangkan pada variabel Y diperoleh nilai 0,903. Mengingat nilai yang diperoleh dari masing masing variabel berada pada nilai interval 0,80 O yc11 < 1,00 maka kedua variabel penelitian tersebut dinyatakan reliabel dengan tingkat interpretasi sangat tinggi. HASIL Setelah melakukan uji validitas dan reliabilitas maka selanjutnya melakukan uji prasyarat analis. Pada uji prasyarat analis dilakukan dengan dua tahapan, yaitu: Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan SPSS 26 menunjukan bahwa nilai Sig. -taile. sebesar 0,200 atau dapat disimpulkan bahwa data penelitian berdistribusi normal karena diperoleh nilai 0,200 > 0,05. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Uji Hipotesis Uji memastikan apakah variabel independen berpengaruh kepada variabel dependen. Jika H0. O 65% maka dinyatakan tidak efektif apabila mendapatkan penilaian kurang dari 65 Jika HI. Ou 65% maka dinyatakan efektif apabila mendapatkan penilaian lebih dari 65 persen. Pengukuran Efektivitas Untuk mengetahui besarnya presentase Adiwiyata peningkatan karakter peduli lingkungan siswa, maka peneliti melakukan pengujian dengan metode Likert Summarting Rating (LSR). = responden x skor tertinggi x jumlah = 111 x 4 x 75 = 33. = responden x skor terkecil x jumlah = 111 x 1 x 75 = 8. = rentang A-B = 33. 300 - 8. = 24. Setelah ditentukannya nilai A. B dan n kemudian menentukan nilai kuartil: = (B . : 4 = . : 4 = 33. 000 : 4 = 8. = (B . : 2 = . : 2 = 33. 000 : 2 = 16. = (B . : 3/4 = . : A = 33. 000: A = 24. Berdasarkan skor penilaian dalam penelitian ini 24. 253 > Q2 artinya bahwa terdapat efektivitas sekolah Adiwiyata terhadap peningkatan karakter peduli lingkungan. Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. Gambar 2. Hasil Pengujian Efektivitas dengan Metode LSR (Sumber: Penulis, 2. Untuk mengetahui angka presentase nilai efektivitas dengan rumus sebagai berikut: 4 x 111 x 75= 33. Keterangan: = nilai tertinggi skala likert = banyaknya sampel responden = jumlah pernyataan valid Rata-rata skor ideal ialah 33. 300 : 111 = 300, skor penelitian 24. Maka nilai efektivitas nya ialah 24. 253 : 33. 300 = 0,72 %). Dari hasil tersebut diketahui bahwa sekolah Adiwiyata dinyatakan efektif terhadap peningkatan karakter peduli lingkungan siswa karena telah mencapai 65%. Menurut hipotesis yang telah diajukan sebelumnya, maka dapat diketahui pula bahwa terdapatnya efektivitas sekolah Adiwiyata lingkungan siswa karena HI. Ou 65% maka dinyatakan efektif apabila mendapatkan penilaian lebih dari 65 persen. PEMBAHASAN Variabel X (Sekolah Adiwiyat. Sekolah Adiwiyata adalah program yang dibentuk oleh pemerintah melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia atas dasar pentingnya mengendalikan lingkungan hidup terlebih dengan kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, karena program adiwiyata menekankan pada pembentukan karakter peduli lingkungan agar dapat mengelola lingkungan secara baik (Fadilla. Untuk lingkungan agar tetap terjaga diperlukannya sebuah pemahaman setiap individu agar bisa menjaga ekosistem agar tetap stabil. Pendidikan pemahaman, nilai-nilai, dan pembentukan Untuk itu program Adiwiyata hadir untuk memberikan solusi atas keresahan terkait kondisi lingkungan yang semakin hari semakin Sekolah Adiwiyata bertujuan untuk menciptakan pengetahuan dan kesadaran warga sekolah sehingga warga sekolah memiliki karakter peduli lingkungan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Sebagaimana yang telah dijelaskan (Kementerian Lingkungan Hidup, 2. sekolah Adiwiyata terdiri dari 3 indikator yakni: Perencanaan Gerakan PBLHS. Pelaksanaan gerakan PBLHS, dan Pemantauan dan Evaluasi. Perencanaan Gerakan PBLHS Pada indikator ini memiliki 4 sub indikator, yaitu (Kementerian Lingkungan Hidup, 2. Pertama, rencana gerakan PBLHS disusun berdasarkan laporan EDS dan hasil IPMLH. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 1 . AuSaya setuju sekolah memiliki rencana tersusun terkait gerakan PBLHSAy pernyataan tersebut memiliki frekuensi jawaban sebanyak 49,5% responden menjawab setuju. Dari hasil penelitian diketahui SMAN 4 Kota Serang sudah menyusun rencana gerakan PBLHS karena dalam perencanaan tersebut bertujuan untuk menjamin keberlanjutan gerakan PBLHS yang di dalamnya untuk mengembangkan potensi dan menjawab masalah lingkungan. Kedua, penyusunan rencana gerakan PBLHS melibatkan Kepala Sekolah, dewan pendidik, komite sekolah, peserta didik, dan Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 6 . yaitu AuDengan terlibatnya seluruh warga sekolah dalam penyusunan rencana gerakan PBLHS bertujuan untuk mengembangkan rasa lingkungan hidup di sekolahAy. Hal tersebut juga selaras dengan prinsip yang terdapat pada sekolah Adiwiyata yang telah dijelaskan melalui (AuPeraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. ,Ay 2. yakni prinsip partisipatif. Prinsip ini menjelaskan bahwa semua komponen yang ada di sekolah terlibat Adiwiyata, baik itu dalam hal perencanaan, pelaksanaan program, serta evaluasi yang berkelanjutan dan berkesinambungan sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Sebab program Adiwiyata adalah tanggungjawab bersama yang memerlukan kerjasama yang baik oleh banyak pihak. Ketiga, rencana gerakan PBLHS terintegrasi dalam satu dokumen KTSP. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 9 . jenis pernyataan positif, yaitu AuMenurut saya, visi sekolah yang AuMewujudkan Peserta Didik Berakhlak Mulia. Berprestasi. Kompetitif. Visioner, dan berwawasan LingkunganAy selaras JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. lingkunganAy, pernyataan tersebut memiliki frekuensi jawaban sebanyak 53,2% responden menjawab sangat setuju. Dari sub indikator di atas menjelaskan bahwa sekolah sudah memiliki rencana gerakan ditandai dengan adanya visi-misi, tujuan, serta program pengembangan diri sekolah berorientasi pada pelestarian lingkungan hidup. Hal ini selaras dengan (Panduan Pembinaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah, 2. dimana sekolah Adiwiyata di dalamnya harus memiliki dokumen satu KTSP yang memuat rencana Gerakan PLHS yakni diantaranya terdapat visi, misi, tujuan sekolah serta program pengembangan diri. Keempat, rencana gerakan PBLHS terintegrasi dalam RPP. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 13 . dengan jenis pernyataan positif, yaitu AuMenurut saya, sekolah harus memiliki kegiatan pembiasaan diri untuk menjaga lingkungan karena sebagai pembentukan karakter peduli lingkunganAy memiliki frekuensi jawaban sebanyak 51,4% menjawab setuju. Pada indikator tersebut diketahui sekolah sudah memiliki rencana gerakan PBLHS dengan model pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekitar. Hal ini juga selaras dengan prinsip Adiwiyata yaitu prinsip edukatif (AuPeraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. ,Ay 2. , yang mana sekolah Adiwiyata dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada warga sekolah tentang perlindungan serta pengelolaan lingkungan Pelaksanaan gerakan PBLHS Pertama, pembelajaran pada mata pelajaran, ekstrakulikuler dan pembiasaan diri yang mengintegrasikan penerapan PRLH di Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 16 . dengan jenis pernyataan positif, yakni AuSaya mendukung penuh adanya kegiatan rutin di sekolah terkait gerakan PBLHS (Perilaku Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekola. Misalnya kegiatan piket kelas, jumat bersih, lomba kebersihan kelas. Karena hal tersebut untuk membentuk pembiasaan dan membentuk karakter peduli lingkunganAy memiliki frekuensi jawaban sebanyak 55,9% menjawab setuju Dari hasil tersebut diketahui bahwa SMAN 4 Kota Serang sebagai sekolah Adiwiyata sudah . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan memberikan pemahaman tentang lingkungan baik dari mata pelajaran, ekstrakulikuler maupun kegiatan pembiasaan diri. Hal tersebut juga selaras dengan Hakim . dengan adanya program adiwiyata setiap orang mendaoatkan pendidikan, pelatihan, dan pembinaan untuk senantiasa bertanggungjawab terhadap kondisi lingkungan sekitar. Lebih lanjut menurut Nuzulia et al . jika pemahaman masyarakat tentang lingkungan lingkungan meningkat dan berkontribusi dalam meminimalisir kerusakan. Kedua. PRLH masyarakat sekitar sekolah dan/atau di daerah. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 22 . dengan jenis pernyataan positif, yakni AuMenurut saya, sekolah bersama masyarakat harus saling bersinergi dan berkomitmen dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekitar sekolahAy dengan frekuensi jawaban sebanyak 49,5% menjawab setuju. Dari sub indikator diatas dapat diketahui bahwa sekolah sudah menerapkan PRLH untuk masyarakat sekitar sekolah dengan melakukan berbagai hal dalam Dengan terlibatnya masyarakat dapat mendukung Adiwiyata lingkungan yang bersih, aman dan nyaman. Kehadiran sekolah Adiwiyata diharapkan dapat memberikan dampak pada masyarakat sekitar sekolah, dalam rangka mewujudkan masyarakat peduli lingkungan (Rokhmah, 2. Ketiga, membentuk jejaring kerja dan Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 24 . dengan jenis jenis pernyataan negatif, yaitu AuMenurut saya, sekolah tidak perlu mendukung sekolah lain dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidupAy denga frekuensi jawaban sebanyak 43,2% responden menjawab tidak setuju. Hal tersebut selaras dengan juknis . yang menyatakan bahwa dimana sekolah Adiwiyata harus memberikan dukungannya kepada sekolah lain agar termotivasi melaksanakan gerakan PBLHS. Keempat, kampanye dan publikasi gerakan PBLHS. Pada skor terendah butir 27 adalah jenis pernyataan negatif AuSaya tidak pernah mengkomunikasikan hasil pembelajaran terkait lingkungan hidup di berbagai mediaAy sebanyak 41,4% resonden menjawab tidak Hal ini berarti bahwa sekolah sudah Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. memberikan informasi akan pentingnya PBLHS demi keberlangsungan kehidupan ditandai dengan kegiatan siswa yang mengkampanyekan hasil pembelajaran di berbagai media, yakni misalnya mading, media sosial, dan lainnya. Hal ini bertujuan agar informasi PBLHS dapat meluas ke masyarakat luas sehingga menjadikan motivasi dan mengatur kembali pola pikir masyarakat agar merespon masalahmasalah lingkungan. Hal ini dikarenakan adiwiyata adalah tempat yang baik untuk memperoleh ilmu demi kehidupan yang sejahtera dan menuju cita-cita nasional (Afrianda. Yolida, & Rita Marpaung, 2. Kelima, membentuk dan memberdayakan kader Adiwiyata. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 29 . berisi pernyataan positif, yakni AuSaya mendukung penuh sekolah memiliki kader Adiwiyata yang melibatkan guru dan siswaAy sebanyak 53,2% responden menjawab setuju. Dapat diketahui bahwa pembentukan dan pemberdayaan kader Adiwiyata harus terdiri dari unsur guru dan siswa sebagaimana yang telah dijelaskan dalam juknis PBLHS. samping itu, program ini juga mengembangkan keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian lingkungan hidup (Landriany, 2014, hlm. Pemantauan dan Evaluasi Pertama. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan gerakan PBLHS. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 33 . jenis pernyataan positif, yakni AyMenurut saya, kegiatan monitoring dan evaluasi gerakan PBLHS tersebut sangat penting guna melihat perkembangan, capaian target, hambatan, serta sebagai tindak lanjut kedepannyaAy dengan frekuensi sebanyak 46,8% responden menjawab setuju. Kedua, pemantauan dan evaluasi melibatkan Kepala Sekolah, dewan pendidik, komite sekolah, peserta didik, dan masyarakat. Sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 36 . dengan jenis pernyataan positif yakni AuKeterlibatan seluruh pihak dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi menciptakan rasa memiliki dan tanggungjawab PBLHS (Perilaku Berbudaya Lingkungan Hidup di SekolahAy dengan frekuensi jawaban sebanyak 50,5% responden menjawab setuju. Dari pernyataan sub indikator tersebut diketahui bahwa sekolah sudah melakukan pemantauan dan evaluasi gerakan PBLHS yang melibatkan seluruh pihak dan bersifat Hal ini selaras dengan juknis PBLHS dan pada prinsip berkelanjutan, karena program Adiwiyata membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menciptakan masayarakat yang peduli dan berkarakter (Adam, 2. Dari penjelasan masing-masing indikator tersebut disimpulkan bahwa sekolah Adiwiyata untuk membentuk masyarakat agar memiliki karakter peduli lingkungan. Sebagaimana yang dijelaskan Adam . bahwa sekolah adiwiyata berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat manusia memiliki kepekaan terhadap kepada lingkungannya dengan pendidikan lingkungan Variabel Y (Karakter Peduli Lingkunga. Peduli lingkungan adalah sikap yang ditunjukkan berkenaan dengan tanggungjawab, lingkungannya agar tetap bersih, sehat, nyaman, aman dan berupaya untuk meminimalisir terjadinya kerusakan alam dan segera memperbaikinya untuk menjaganya dengan baik demi masa depan. Pada variabel ini memiliki 4 indikator, diantaranya: Pengelolaan Sampah Hal ini berkaitan dengn sikap bagaimana mengolah sampah dengan baik untuk melindungi lingkungan dari pencemaran yang berasal dari sampah. Menurut Safitri dalam (Arianti. Yuliarti, & -, 2015, hlm. memperkenalkan prinsip 4R, yaitu Reduce. Reuse. Recycle, dan Replace: Pertama, reduce . Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 2 . jenis pernyataan positif yaitu AuSaya hanya memesan makanan sesuai Karena saya tidak mau membuang makananAy memiliki frekuensi jawaban 48,6% responden menjawab Ausangat setuju/setujuAy atau dapat diartikan bahwa ketika memesan makanan harus sesuai dengan kebutuhan, agar tidak membuang-buang makanan. Dari pernyataan tersebut menunjukan bahwa mayoritas responden sudah menerapkan perilaku pengolahan sampah dengan kaidah reduce dimana pada butir pernyataan pertama menjelaskan tentang pembelian sesuatu sesuai kebutuhan dan memaksimalkan fungsi barang agar tidak menimbulkan jumlah sampah yang Menurut Pedoman Umum 3r dalam Arisona . reduce adalah salah satu JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. kegiatan pengelolaan untuk mengurangi jumlah sampah dengan penghematan barang yang sekiranya tidak diperlukan agar tidak menimbulkan jumlah sampah yang berlebih atau dengan kata lain tidak konsumtif, yakni menghindari pembiasaan boros menjadi lebih hemat sehingga dapat mengurangi jumlah Kedua, reuse . enggunakan kembal. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 7 . adalah jenis pernyataan positif, yaitu AuJika ada pakaian bekas, biasanya saya gunakan kembali untuk dijadikan lap atau diberikan kepada yang lebih membutuhkanAy dengan frekuensi sebanyak 56,8% responden menjawab setuju. Dari kedua butir pernyataan tersebut menunjukan bahwa mayoritas responden sudah menerapkan perilaku pengolahan sampah dengan kaidah Menurut Pedoman Umum 3r dalam Arisona . reuse adalah salah satu kegiatan dalam pengelolaan sampah dengan cara memanfaatkan kembali suatu material yang masih dapat dimanfaatkan agar tidak menjadi Dari menggambarkan contoh kegiatan reuse, yaitu memaksimalkan fungsi barang, agar pemakaian barang menjadi lebih lama sebelum benar-benar menjadi sampah (Ponisri & Soekamto, 2. Ketiga. Recycle . aur ulan. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 14 . adalah jenis pernyataan positif yaitu AuSaya terbiasa mengumpulkan sampah yang bisa didaur ulang, misalnya: buku bekas, botol plastik, perkakas dan sebagainya untuk diberikan kepada pengepul sampahAy dengan frekuensi 61,3% responden menjawab Dari pernyataan diatas maka diketahui responden sudah menerapkan perilaku recycle. Recycle adalah kegiatan pengelolaan sampah dengan memanfaatkan sampah atau bahanbahan yang sudah tidak digunakan kembali menjadi barang lainnya yang memiliki manfaat lebih dengan ditempuh melalui beberapa proses (Ponisri & Soekamto, 2. Dengan demikian maka recycle dapat berkontribusi dalam meminimalisir jumlah sampah. Keempat, replace . Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 18 . berisi pernyataan positif. AuSaya terbiasa membawa tempat makan dari rumahAy dengan frekuensi jawaban 55,0% menjawab sangat setuju. Hasil tersebut menerapkan prinsip replace karena responden . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan barang-barang digunakan sifatnya lebih ramah lingkungan (Arianti dkk. , 2. Adapun sikap yang ditunjukan berkenaan dengan sub indikator ini ialah penggunaan tempat makan dan tempat minum yang bisa digunakan berulang kali. Dengan begitu jumlah sampah yang diproduksi secara otomatis akan berkurang dan lebih ramah lingkungan. Pengelolaan Energi Pertama, pemanfaatan cahaya matahari. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 25 . adalah jenis pernyataan positif AuKetika siang hari, saya selalu mematikan lampuAy frekuensi jawaban 50,5% menjawab sangat setuju atau dapat diartikan bahwa ketika siang hari, responden selalu mematikan lampu guna meminimalisir penggunaan listrik. Dari hasil tersebut dapat memanfaatkan sinar matahari secara maksimal, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Badan Pusat Statistik . , bahwa dalam memanfaatkan sinar matahari secara maksimal dapat dilakukan dengan membuka jendela agar cahaya masuk dengan baik ke dalam ruangan, diminimalisir ketika siang hari, memaksimalkan cahaya matahari. Kedua, pemanfaatan energi alternatif. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 26 . adalah jenis pernyataan positif AuSaya selalu membuka jendela agar udara dan sinar matahari masuk ke dalam ruanganAy frekuensi jawaban 48,6% menjawab setuju atau dapat diartikan bahwa ketika siang hari siswa selalu membuka jendela agar sirkulasi cahaya matahari ke dalam Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa responden mampu memanfaatkan energi alternatif secara maksimal dimana pada siang hari membuka jendela agar cahaya masuk dengan baik ke dalam ruangan, sehingga penggunaan lampu dapat diminimalisir ketika siang hari (Badan Pusat Statistik, 2. Ketiga, penggunaan lampu hemat energi. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 29 . adalah jenis pernyataan positif AuMenggunakan lampu hemat energi sangat membantu dalam upaya penghematan energiAy dengan frekuensi jawaban sebanyak 51,4% responden menjawab setuju. Pernyataan diatas membuktikan bahwa responden sudah melakukan upaya pengelolaan energi secara bijak, sebagaimana yang telah Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. dijelaskan dalam Badan Pusat Statistik . yang mana salah satu upaya peduli lingkungan adalah dengan penggunaan lampu hemat energi karena dapat berkontribusi dalam upaya penghematan energi. Keempat, penggunaan alat elektronik. Pada sub indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 31 . adalah jenis pernyataan positif dengan jenis pernyataan positif yaitu AuKetika selesai menonton acara televisi, saya terbiasa mematikannyaAy dengan frekuensi sebanyak 50,5% responden menjawab sangat setuju. Dari pernyataan tersebut menerapkan upaya pengelolaan energi secara bijak sebagaimana yang dijelaskan oleh Badan Pusat Statistik . bahwa penggunaan alat elektronik secara bijak dapat berkontribusi dalam upaya penghematan energi. Pengelolaan Air Pada indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 35 dan 36 . adalah jenis pernyataan positif yaitu AuSaya tidak pernah membiarkan keran di rumah rusak, karena jika dibiarkan begitu saja air akan terbuang sia-siaAy dengan frekuensi jawaban sebanyak 47,7% menjawab sangat setuju. Kemudian pada soal nomor 36 yaitu AuMengambil air minum secukupnya dan menghabiskannyaAy dengan frekuensi sebanyak 51,4% responden menjawab sangat setuju atau dapat diartikan bahwa responden selalu mengambil air minum secukupnya dan Dari kedua pernyataan berikut menandakan bahwa responden sudah melakukan upaya pengelolaan air dengan bijak, karena ditandai dengan pemanfaatan air untuk kehidupan sehari-hari dengan bijak serta tidak pernah membiarkan keran air dalam keadaan rusak agar tidak membuang-buang air dengan Artinya responden sudah melakukan pengelolaan air dengan bijak walaupun sebetulnya bumi terdiri dari 97% air, tetapi responden tetap memperhatikan isu lingkungan. Mengingat krisis air bersih sudah menjadi perhatian dunia. Merespon keadaan tersebut responden sadar bahwa memang dalam mengelola air harus dilakukan dengan sebaik baiknya demi keberlangsungan makhluk hidup (Nurwahyuni, 2. Perawatan Lingkungan Pada indikator ini diperoleh skor tertinggi ialah pada soal nomor 41 . adalah jenis pernyataan positif yaitu AuMelaksanakan kegiatan piket kelasAy dengan frekuensi jawaban sebanyak 52,3% responden menjawab sangat Berdasarkan kedua pernyataan diatas diketahui bahwa responden sudah melakukan upaya perawatan lingkungan dimana dalam hal ini terbukti responden memiliki kesadaran untuk selalu merawat lingkungan sekitarnya agar tetap terjaga. Perawatan lingkungan adalah suatu sikap yang menampilkan pribadi yang bertanggungjawab terhadap kondisi lingkungan sekitar agar kondisi lingkungan tetap terawat (Irfianti. Khanafiyah, & Astuti, 2. Presentase Indikator Variabel Penelitian Variabel Sekolah Adiwiyata (X) Pertama, indikator perencanaan gerakan PBLHS terbagi atas empat sub indikator, dengan jumlah skor aktual = 5. 024 sedangkan skor ideal = 6. Jadi, nilai presentase indikator ini adalah 5. 024 : 6. 660 x 100% = Kedua, indikator pelaksanaan gerakan PBLHS terbagi atas lima sub indikator dengan jumlah skor aktual = 4. 758 sedangkan skor ideal = 7. Jadi, nilai presentase indikator ini adalah 4. 758 : 7. 104 x 100 = 66%. Ketiga, indikator pemantauan dan evaluasi gerakan PBLHS terbagi atas dua sub indikator dengan skor aktual = 1. 330 sedangkan skor ideal = 1. Jadi, nilai presentase indikator ini adalah 1. 330 : 1. 776 x 100% = Variabel Karakter Peduli Lingkungan (Y) Pertama, indikator pengelolaan sampah terdiri dari 4 sub indikator yakni . reduce, . reuse, . recycle, dan . Skor aktual = 4. 990 sedangkan skor ideal = 6. Jadi, nilai presentase indikator ini adalah 4. : 6. 660 x 100% = 74%. Kedua. Indikator pengelolaan energi terdiri dari 4 sub indikator yakni . pemanfaatan cahaya matahari,. pemanfaatan energi alternatif, . penggunaan lampu hemat energi, dan . penggunaan alat elektronik. Skor aktual = 3. 078 sedangkan skor ideal = 996 (Jadi, nilai presentase indikator ini 078 : 3. 996 x 100 % = 77%. Ketiga. Indikator pengelolaan air terdiri dari 7 butir pernyataan yakni pada nomor 34, 35, 36, 37, 38, 39, dan 40. Skor aktual = 2. sedangkan skor ideal = 3. Jadi, nilai presentase indikator ini adalah 2. 311 : 3. 100% = 75%. Keempat, lingkungan terdiri dari 8 butir pernyataan yakni diantaranya 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, dan 48. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. Skor aktual = 2. Sedangkan skor ideal = Jadi, nilai presentase indikator ini adalah 762 : 3. 552 x 100% = 77%. Tabel 1 Presentase Indikator Variabel Indikator Nilai Perencanaan gerakan PBLHS Pelaksanaan gerakan Sekolah PBLHS Adiwiyata Pemantauan dan evaluasi gerakan PBLHS Pengelolaan sampah Pengelolaan energi Karakter Peduli Pengelolaan air Lingkungan Perawatan Berdasarkan diketahui bahwa kedua variabel besert indikator memiliki nilai lebih dari 65%, artinya bahwa Adiwiyata meningkatkan karakter peduli lingkungan Sekolah Adiwiyata sudah dikatakan efektif dalam meningkatkan karakter peduli lingkungan karena sudah memuat unsur-unsur di dalamnya. Sebagaimana yang telah dijelaskan Siagian . , ukuran efektivitas dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu: Pertama, kejelasan tujuan yang hendak Pada sekolah Adiwiyata memiliki tujuan yang jelas sebagaimana yang telah dijelaskan (Panduan Pembinaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah, 2. bahwa sekolah Adiwiyata bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Kedua, kejelasan strategi mencapai Untuk mencapai tujuan tersebut pasti diperlukannya sebuah strategi agar program berjalan dengan sistematis. Sama halnya dengan sekolah Adiwiyata, dimana sekolah Adiwiyata memiliki strategi di bidang perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi gerakan PBLHS. Ketiga, proses analisis dan perumusan kebijakan yang mantap. Dalam hal ini sekolah Adiwiyata harus memuat suatu kebijakan yang mantap untuk mengorganisir warga sekolah supaya gerakan PBLHS dapat berjalan sesuai . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Adapun hal yang dimaksud ialah pembentukan visi, misi, tujuan yang mengarah pada pemebntukan karakter peduli lingkungan. Keempat, perencanaan yang matang. Dalam hal ini sekolah Adiwiyata harus memiliki kegiatan perencanaan yang matang, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam juknis gerakan PBLHS di dalamnya memuat berbagai rencana gerakan sekolah secara sistematis dan berkelanjutan untuk menjamin keberlanjutan gerakan PBLHS. Pada proses perencanaan gerakan PBLHS melibatkan banyak pihak di dalamnya, yaitu terdiri dari Kepala Sekolah. Komite Sekolah. Guru. Siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Kelima, penyusunan program yang tepat. Terkait penyusunan program yang tepat. SMAN 4 Kota Serang sudah menerapkan program sebagaimana yang telah diarahkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kejutanan melalui juknis PBLHS 2019, dimana program tersebut ialah kegiatan pembelajaran, ekstrakulikuler dan kegiatan pembiasaan diri yang mengarah pada pembentukan karakter peduli lingkungan. Untuk mewujudkan warga sekolah, terutama siswa yang berkarakter. Keenam, tersedianya sarana prasarana. SMAN 4 Kota Serang sudah memiliki sarana prasarana lengkap untuk pendukung program Adiwiyata, yaitu diantaranya: green house, taman, hidroponik, penyediaan tps sekolah, mesin pembuatan kompos, dan sebagainya. Ketujuh. Pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien. Dengan terlibatnya seluruh komponen yang ada di sekolah, yaitu kepada sekolah, komite sekolah,dewan guru, staff, siswa, masyarakat sekitar sekolah, dan dibantu dengan pihak luar membuat kegiatan yang ada pada sekolah Adiwiyata dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Kedelapan, sistem pengawasan dan Dalam hal ini SMAN 4 Kota Serang sudah melakukan terkait pengawasan dan pengendalian yang dilakukan secara berkala, berkelanjutan dan berkesinambungan dengan berbagai pihak, hal tersebut penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan pelaksanaan gerakan PBLHS, capaian target, serta hambatan yang ditemui Dengan terlibatnya banyak pihak bertujuan untuk mendapatkan informasi yang objektif, mendapatkan masukan yang objektif PBLHS, Munazilah, dkk | Efektivitas Sekolah Adiwiyata Terhadap Peningkatan. bertanggungjawab terhadap gerakan PBLHS. SIMPULAN Penelitian bahwasannya sekolah Adiwiyata efektif lingkungan siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan pengukuran metode Likert Summartiing Rating (LSR) menghasilkan nilai interpretasi tingkat efektivitas > Q2 s/s Q3 maka bernilai efektif dengan skor penilain penelitian sebanyak 24. 253 > Q2. Dari perolehan rata-rata skor ideal penelitian dihasilkan besaran presentase efektivitas sekolah Adiwiyata terhadap peningkatan karakter peduli lingkungan sebesar 72%. Hasil tersebut menunjukan bahwa sekolah Adiwiyata efektif terhadap peningkatan karakter peduli lingkungan karena hasil presentase melebih dari hipotesis penelitian sebesar 65%. Selain itu efektivitas sekolah Adiwiyata dinilai efektif karena telah diukur dengan masing-masing Sekolah Adiwiyata terbukti dapat meningkatkan karakter peduli lingkungan karena pada sekolah tersebut diberikan pengetahuan, kesadaran, keterampilan yang mengarah kepada pelestarian lingkungan. Selain itu, sekolah Adiwiyata terdapat banyak kegiatan pembiasaan yang mengarah kepada sikap peduli lingkungan yang dilakukan secara berkesinambungan sehingga hal tersebut tanpa disadari membentuk dan meningkatkan karakter Mengingat Adiwiyata berkelanjutan dengan harapan dapat bermanfaat bagi generasi mendatang yang berkualitas dan mewujudkan cita-cita nasional. Peneliti menyadari dalam penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, yang di dalamnya terdapat kekurangan, kelemahan, dan Akan tetapi hal tersebut pantas selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian yang jauh lebih baik. Keterbatasan penelitian ini adalah peneliti kesulitan untuk mengeksplorasi teori-teori yang mendukung penelitian dan hasil dari penelitian ini sendiri. Kedepannya peneliti mengharapkan agar penelitian ini dapat dikembangkan dengan lebih baik, agar menjadi khazanah ilmu pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA